cover
Contact Name
Vega Aditama
Contact Email
vegaaditama@lecturer.itn.ac.id
Phone
+6282257017949
Journal Mail Official
vegaaditama@lecturer.itn.ac.id
Editorial Address
Jl. Bendungan Sigura-gura No 2 Malang, Jawa TImur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Infomanpro
ISSN : 24609609     EISSN : 27747956     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Infomanpro Journal is a publication media of research results in the field of Civil Engineering and sub-fields of structure, geotechnical engineering, transportation, construction management, and water resources. This journal is published regularly as much as 2 volumes per year in June and December.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 2 (2024): JURNAL INFOMANPRO" : 6 Documents clear
PENERAPAN PROGAM PROVINCIAL/KABUPATEN ROAD MANAGEMENT SYSTEM (PKRMS) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS JALAN Lila Winanda
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 13 No 2 (2024): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastuktur jalan memegang peran penting dalam mengembangkan jaringan perekonomian bangsa. Jalan yang berkualitas akan memberikan kenyamanan bagi pengguna dan menunjang kelancaran mobilitas dalam pergerakan masyarakat. Semakin berkembangnya jaringan di Indonesia, menuntut pemeliharaan dan penanganan yang semakin kompleks juga antar wilayah. Beberapa metode telah diterapkan untuk melihat dan mengevaluasi kapasitas jalan. Akan tetapi perlunya survey secara keseluruhan dengan ruas jalan yang semakin banyak, mengakibatkan kurang efektifnya penerapan dari metode-metode yang dijalankan. Oleh karena itu masih diperlukan analisis kemantapan jalan yang dapat memotret kondisi jalan dan memberikan solusi penanganan yang tepat sesuai prioritasnya. Penelitian ini berfokus pada 4 ruas jalan ada pada Kabupaten Flores Timur sebagai studi kasus. Data analisis menggunakan data primer dan sekunder yang berkaitan dengan evaluasi 4 ruas jalan tersebut. Analisis pendekatan menggunakan Provincial/Kabupaten Road Management System (PKRMS) sebagai salah satu progam bantu yang disusun secara khusus untuk menangani keperluan Perencanaan, Pemograman dan Penganggaran (PPP) yang bisa digunakan di tingkat Provinsi atau Kabupaten. Analisis menggunakan aplikasi ini diawali dengan proses input data, kemudian validasi data sehingga pada akhirnya akan dapat diperoleh hasil output data kondisi jalan beserta solusi yang sesuai dengan kondisi jalan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa prioritas pertama penanganan ruas jalan pada Jalan Kabupaten Flores Timur dengan pengaplikasian metode PKRMS adalah ruas jalan (Podor-Tapowolo) – Enatukan dengan total kerusakan sepanjang 5,58 km dan diperlukan kategori pemeliharaan berkala (Periodic) serta menyerap anggaran sebesar Rp 21.381.900.000.
Optimasi Prioritas Perbaikan Jalan Menggunakan Analisis Hierarki Proses Berdasarkan Multikriteria: Optimasi Prioritas Perbaikan Jalan Menggunakan Analisis Hierarki Proses Berdasarkan Multikriteria Prabawati, Niken
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 13 No 2 (2024): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v13i2.11119

Abstract

ABSTRAK Permukaan jalan yang mantap akan menentukan terselenggaranya transportasi darat yang lancar guna menunjang kegiatan perekonomian. Untuk mencapai kondisi jalan yang mantap memerlukan program penanganan jalan yang efisien. Melalui instansi-instansi yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai penyelenggara jalan dalam upaya menjaga kualitas jalan tentunya juga memerlukan dana. Keterbatasan anggaran baik dana APBD Reguler dan dana lainnya menjadikan tantangan tersendiri bagi penyelenggara jalan dalam menentukan program penanganan jalan yang efektif dan optimal. Pada penelitian ini akan ditentukan bagaimana kebijakan penentuan prioritas penanganan jalan dapat dipilih secara optimal guna mengetahui urutan prioritas penanganan jalan. Ruas jalan yang dikaji ada 4 ruas jalan, yakni Bts. Kota Batu – Bts. Kab. Kediri (Link. 018), Jl. Ir. Soekarno (Batu) (Link. 135.16K), Jl. Brantas (Batu) (Link. 134.15K), Jl. Raya Trunojoyo (Batu) (Link. 135.11K). Metode yang digunakan adalah Analisis AHP degan multi kriteria. Kriteria yang dimaksud adalah Kriteria Faktor Teknik (Data LHR, Kondisi Jalan, Derajat Kejenuhan, Waktu Tempuh, Kecepatan Tempuh) dan Kriteria Faktor Ekonomi (Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Nilai Waktu, Benefit Cost Ratio (BCR), Net Present Value (NPV)). Dari hasil analisis, menyatakan bahwa yang menjadi prioritas utama adalah ruas jalan Jl. Ir. Soekarno (Batu) (Link. 135.16K). Urutan prioritas penanganan jalan yang telah ditentukan dapat dijadikan masukan untuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur untuk memaksimalkan dana yang ada sehingga mendapatkan hasil penanganan jalan yang optimal.
KINERJA DAN KAPABILITAS USAHA JASA KONSTRUKSI KECIL DI JAWA TIMUR TERHADAP REGULASI KONSTRUKSI BERKELANJUTAN Choir, Moch.; Sebayang, Nusa; Wijayaningtyas, Maranatha
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 13 No 2 (2024): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v13i2.11429

Abstract

The construction sector is important in Indonesia's economic and social development. With the increasing awareness of the importance of sustainability, the implementation of sustainable construction principles has become a must. On the other hand, small-qualified construction service businesses face various challenges in meeting strict regulations and adapting to sustainable practices. This study aims to analyze the performance and capabilities of sustainable construction service businesses in small-qualified contractors in East Java against the implementation of sustainable construction service business regulations. The research method used is a qualitative method. Analysis of the relationship between performance and regulations is carried out on related indicators, namely construction service productivity, project quality, finance, work safety and security and sustainability. By distributing questionnaires to 100 respondents who are members of the East Java Gapeksindo association with small qualifications. The results of the study indicate that there have been efforts to implement the concept of sustainable development in construction projects. The concept of sustainable development can be applied if all related parties understand the principles and regulations that apply.
Analisis Manajemen Aset Tanah dan Bangunan pada Bendungan di Kabupaten Belu Neonbasu, Gregorius Setiabudi
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 13 No 2 (2024): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v13i2.11463

Abstract

Bendungan merupakan aset pemerintah yang mempunyai banyak sumber daya penting karena mempunyai pengaruh yang besar dan mampu membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat. Pengelolaan aset meliputi aspek perencanaan kebutuhan, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan aset, penilaian, pemindahtanganan aset, pembongkaran, penghapusan, penatausahaan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, kompensasi dan sanksi untuk penjaminan aset negara. Pada Unit Pengelola Bendungan Kabupaten Belu, terdapat beberapa kasus dan permasalahan yang teridentifikasi pada Bendungan Haekrit, Bendungan Haliwen dan Bendungan Rotiklot. Analisis metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode Analytic Hierarchy Process (AHP), suatu prosedur pengambilan keputusan multi-kriteria yang terstruktur. AHP adalah model fleksibel yang memungkinkan pengguna mengambil keputusan dengan menggabungkan pertimbangan dan nilai-nilai pribadi dengan cara yang logis. AHP digunakan untuk mengkaji masalah dimulai dari tindakan yang cermat untuk mendefinisikan masalah kemudian menyusun masalah tersebut ke dalam suatu hierarki yang terdiri dari beberapa tingkatan tujuan, kriteria dan alternatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga indikator utama dalam pengelolaan aset tanah dan bangunan pemerintah sebagaimana tercantum: (1) Pengguna Barang mengelola sesuai dengan tugasnya dan mempunyai nilai sebesar 0,0995; (2) Persediaan yang dimiliki atau menjadi tanggung jawab pemakai barang diperoleh nilai sebesar 0,0833; dan (3) Perencanaan barang milik daerah menjadi dasar penyusunan RKBMD dan memperoleh nilai sebesar 0,0762. Ringkasnya, implikasi penelitian ditujukan kepada pegawai pemerintah yang bertanggung jawab atas pengelolaan aset itu perlu diberikan bimbingan teknis secara berkala, dan penanggung jawab aset harus kompeten dan profesional serta mampu melakukan koordinasi aktif dalam pengamanan aset daerah.
Efektifitas EFEKTIFITAS REMEDIAL WORK PROJECT DALAM MENURUNKAN RESIKO KEGAGALAN BENDUNGAN (Studi Kasus pada Kegiatan Remedial 8 Bendungan di Kabupaten Dompu & Kabupaten Bima): Pendahuluan, Tinjauan Pustaka, Metode Penelitian, Pembahasan, Kesimpulan, Daftar Pustaka sri hayatin, sulis syaputri
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 13 No 2 (2024): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v13i2.11078

Abstract

Remedial work project (RWP) adalah suatu proyek konstruksi yang bertujuan untuk merehabilitasi bendungan yang terdiri dari perencanaan dan pemeliharaan serta pemantauan untuk mengurangi risiko kegagalan bendungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi remedial work project (RWP) pada Bendungan Jambu, Bendungan Lanangga, Bendungan Sanggupasante, Bendungan Kesi, Bendungan Woro, Bendungan Tolotangga, Bendungan Paradokanca, dan Bendungan Sumi dari penurunan risiko kegagalan bendungan. Metode yang digunakan dalam penilaian tingkat risiko menggunakan metode modifikasi ICOLD. Pada metode modifikasi ICOLD, penilaian tidak hanya fokus pada karakteristik bendungan saja melainkan tentang analisis evakuasi, kerusahan di hulu dan hilir, serta risiko kegagalan bendungan. Hasil analisa efektifitas akan dihubungkan dengan anggaran yang diberikan terhadap masing-masing bendungan yang kemudian selanjutnya di uji tingkat sensitivitasnya terhadap penurunan risiko. Penyebaran kuesioner juga dilakukan dalam penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui tingkat penilaian dari tenaga ahli terhadap implementasi operasi dan pemeliharaan bendungan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa remedial work project (RWP) sangat efektif dalam menurunkan risiko kegagalan bendungan dengan rata-rata presentasi penurunan sebesar 24,58%. Alokasi anggaran yang diberikan di setiap bendungan berbeda-beda karena karakteristik setiap bendungan berbeda-beda pula. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa semakin besar anggaran yang diberikan, maka semakin rendah tingkat risiko sehingga dapat diartikan bahwa jumlah anggaran yang diberikan sangat berpengaruh dalam menurunkan risiko bendungan. Pada analisis kuesioner dilakukan uji validasi yang menunjukkan bahwa nilai Rhitung > Rtabel , artinya kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini dianggap valid. Dan uji reliabilitas menunjukkan nilai cronbach’s alpha > 0.70, artinya tingkat pengukuran dalam kuesioner yang disebar memiliki konsistensi yang tinggi.
an ANALYSIS OF FACTORS CAUSING DELAYS IN REGIONAL SCALE PROJECTS USING THE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) APPROACH: ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PROYEK SKALA KAWASAN DENGAN PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) WAHYU HANIFAH, NOVIA
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 13 No 2 (2024): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v13i2.11108

Abstract

Abstrak Masalah yang sering terjadi dalam suatu proyek pembangunan adalah masalah keterlambatan atau delay. Ada berbagai sebab keterlambatan proyek yang berbeda-beda pada sektor yang ada. Mengetahui penyebab keterlambatan proyek merupakan suatu hal yang sangat penting agar dapat diminimalkan serta dicegah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan pembangunan skala kawasan Teko Kalingrowo serta untuk mengetahui bagaimana dampak faktor- faktor penyebab keterlambatan pembangunan skala kawasan Teko Kalingrowo . Paada penelitian ini data dikumpulkan dengan metode survei, penyebaran kuisioner dan wawancara langsung terhadap responden ahli yang terdiri dari kontraktor,konsultan dan pihak lain yang terlibat didalam proyek. Pengolahan data ini menggunakan kurva S untuk mengetahui apa saja pekerjaan yang mengalami penurunan pada tahap pelaksanaan kemudian variabel yang ditemukan dikelompokkan dengan diagram fishbone. Kemudian analisis dilakukan dengan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Adanya keterlambatan dari hasil evaluasi terhadap presentase perencanaan dan realisasi di kurva S maka untuk mencari faktor penyebab keterlambatan tersebut dilakukanlah analisis menggunakan metode AHP dengan hasil semua fariabel memiliki pengaruh pada keterlambatan proyek namun adda faktor yang utama yaitu sebagai berikut, faktor kurangnya tenaga kerja mempunyai nilai bobot 0,12688, kedua factor situasi keuangan pada saat proyek dilaksanakan turun nilai ,09002, ketiga faktor social budaya nilai bobot 0,08274, keempat faktor perubahan rencana kerja mempunyai nilai bobot 0,0812 dan yang kelima yaitu kenaikan harga material nilai bobot 0,07335.

Page 1 of 1 | Total Record : 6