cover
Contact Name
Riki Ruspianda
Contact Email
r.ruspianda@gmail.com
Phone
+6281374246124
Journal Mail Official
jurnalplanologidansipil@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Islam Kuantan Singingi Jl. Gatot Subroto KM. 7 Jake, Telukkuantan Kec. Kuantan Tengah, Kab. Kuantan Singingi, Provinsi Riau
Location
Kab. kuantan singingi,
Riau
INDONESIA
Jurnal Planologi dan Sipil (JPS)
ISSN : -     EISSN : 26562960     DOI : -
Jurnal Planologi dan Sipil (JPS) menerbitkan naskah ilmiah berupa hasil penelitian maupun artikel studi kepustakaan pada bidang ilmu : 1. Perencanaan Wilayah dan Kota yang meliputi : Ilmu Perencanaan, Ilmu Wilayah, Tata Ruang, Pengembangan wilayah/Kawasan, Tata Guna Lahan, Perkotaan, Perdesaan, Ilmu Lingkungan, Geografi dan Pemetaan. 2. Teknik Sipil mencakup beberapa bidang ilmu yaitu : Ilmu Struktur, Sumberdaya Air, Arsitektur, Transportasi, Manajemen Proyek, Jalan raya, dan Geoteknik.
Articles 70 Documents
IDENTIFIKASI PERUBAHAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) PRIVAT KOMPLEK PERUMAHAN ASADEL RECIDENCE DI KECAMATAN KUANTAN TENGAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU Meri Pransiska; Agus Candra; Rikki Afrizal
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Planologi dan Sipil, Agustus 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v7i1.4652

Abstract

Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan, Ruang Terbuka Hijau Privat, adalah Ruang Terbuka Hijau milik institusi tertentu atau orang perseorangan yang pemanfaatannya untuk kalangan terbatas antara lain berupa kebun atau halaman rumah/gedung milik masyarakat/swasta yang ditanami tumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui apa saja yang Perubahan RTH Privat Komplek Perumahan Asadel Recidence di Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau Dan Untuk mengetahui Karakteristik perubahan RTH khususnya RTH pekarangan atau privat Perumahan Asadel Recidence di Kabupaten Kuantan Singingi Kecamatan Kuantan Tengah Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang akan menjelaskan tentang perubahan khususnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) pekarangan atau privat Perumahan Asadel Recidence terdapat beberapa Rumah yang belum beruba fungsi lahan, Perubahan Koefisien Daya Hijau (KDH) pada perumahan Asadel Recidence (sempit, sedang dan luas), jenis perkerasan (tanah, semen, dan lantai keramik) dan jenis vegetasi, terhadap fungsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) privat (ekonomi, estetika,dan sosial) berdasarkan hasil survey di lapangan. Maka kesimpulan dari penelitian ini yaitu, perubahan KDH di Perumahan Asadel Residence didominasi untuk fungsi estetika dan Sosial yang terdapat pada blok A, B, C, D, dan E, Sedangkan perubahan Ruang Terbuka Hijau yang difungsikan untuk Ekonomi pada Perumahan Asadel Residence tidak ada. Karena warga Perumahan Asadel Residence lebih peduli terhadap keindahan RTH (taman).
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN PERANAN BUMDES ( TITIAN AKAR) DESA BUKIT KAUMAN KECAMATAN KUANTAN MUDIK KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Vina Apriani; Dhina Yuliana; Ria Asmeri Jafra
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Planologi dan Sipil, Februari 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v7i1.4654

Abstract

Partisipasi masyarakat adalah keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, implementasi, manfaat, dan evaluasi dari proyek atau program pembangunan keterlibatan masyarakat menjadi faktor kunci dalam menjalankan Badan Usaha Milik Desa.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan BUMDes (Titian Akar) di Desa Bukit Kauman Kecamatan Kuantan Mudik dan untuk mengetahui bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan BUMDes (Titian Akar) di Desa Bukit Kauman Kecamatan Kuantan Mudik.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dokumentasi. Data yang digunakan adalah data sekunder yang didapatkan dari pihak BUMDes (Titian Akar) Desa Bukit Kauman Kecamatan Kuantan Mudik, serta data primer yang didapatkan melalui wawancara langsung responden dan informan kunci BUMDes (Titian Akar) Desa Bukit Kauman Kecamatan Kuantan Mudik.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat berkontribusi dalam penyelenggaraan dan keberlangsungan BUMDes, serta ikut serta dalam kegiatan dan program BUMDes Titian Akar di desa Bukit Kauman, Bentuk-bentuk partisipasi masyarakat, partisipasi dalam pengambilan keputusan, partisipasi dalam pelaksanaan, partisipasi dalam pengambilan manfaat, partisipasi dalam evaluasi.
IMPLEMENTASI PRINSIP TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) UNTUK MEWUJUDKAN TRANSPORTASI BERKELANJUTAN DI KOTA MEDAN Rahmad Dian; Dessy Eresina Pinem; Bintang M. Purba; Harry Kurniawan
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Planologi dan Sipil, Februari 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v7i2.4703

Abstract

Peningkatan penggunaan kendaraan pribadi di Kota Medan telah menimbulkan permasalahan kemacetan. Konsep kawasan Transit-Oriented Development (TOD) yang diadopsi di beberapa kawasan perkotaan di Indonesia merupakan salah satu metode untuk mengatasi permasalahan transportasi perkotaan guna menjaga sistem transportasi yang berkelanjutan. Konsep kawasan TOD dapat diwujudkan dengan memenuhi prinsip-prinsip Pengembangan Berorientasi Transit dengan standar minimal yang berlaku. Artikel ini memaparkan hasil penelitian lapangan dan analisis untuk mengetahui kelayakan suatu kawasan untuk memenuhi standar kawasan TOD di Kota Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan mixed method. Data dikumpulkan dengan cara studi pustaka, observasi, dan dokumentasi. Dalam menganalisis data, matriks IFE dan EFE digunakan dalam mengidentifikasi faktor internal dan eksternal pada kawasan penelitian serta Analisis SWOT untuk mendeskripsikan potensi dan permasalahan kawasan penelitian yang mengacu pada kriteria kawasan TOD. Penelitian difokuskan pada kawasan pusat perdagangan dan jasa di Kecamatan Medan Petisah dengan delineasi kawasan penelitian meliputi radius 500 meter dari titik simpul, yaitu Plaza Medan Fair. Variabel yang diamati adalah sistem transportasi, aspek tata guna lahan, dan kebijakan penataan ruang. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kawasan Plaza Medan Fair dan sekitarnya berpotensi menjadi kawasan TOD di Kota Medan karena telah memenuhi standar minimum TOD.
JEMBATAN BERKELANJUTAN: PERSPEKTIF FILSAFAT ILMU MELALUI INTEGRASI PEMANTAUAN KESEHATAN STRUKTUR DAN ANALISIS BIAYA SIKLUS HIDUP BERBASIS JARINGAN SYARAF TIRUAN Surya Adinata
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Planologi dan Sipil, Februari 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v6i2.4709

Abstract

Jembatan merupakan aset infrastruktur kritis yang memastikan kelangsungan dan efisiensi jaringan transportasi. Namun, keberlanjutan jangka panjangnya tetap menjadi masalah mendesak akibat penuaan, kerusakan, dan biaya pemeliharaan serta rehabilitasi yang terus meningkat. Studi ini mengeksplorasi integrasi pemantauan kesehatan struktural (Structural Health Monitoring (SHM)) dan analisis biaya siklus hidup (Life Cycle Cost Analysis (LCCA)) berbasis jaringan saraf tiruan (Artificial Neural Network (ANN)) sebagai pendekatan inovatif untuk meningkatkan keberlanjutan jembatan. Berlandaskan filosofi ilmu pengetahuan, penelitian ini menganalisis bagaimana integrasi ini dapat merevolusi manajemen jembatan dengan memfasilitasi pengambilan keputusan berbasis data dan mengoptimalkan alokasi sumber daya. Metodologi penelitian meliputi tinjauan literatur komprehensif, pengembangan kerangka konseptual, dan studi kasus yang menunjukkan penerapan praktis pendekatan yang diusulkan. Temuan utama menyoroti potensi SHM dan LCCA berbasis ANN dalam memberikan wawasan real-time tentang kinerja jembatan, memprediksi degradasi di masa depan, dan mengidentifikasi strategi pemeliharaan yang efisien secara biaya. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi ini selaras dengan prinsip-prinsip ilmu keberlanjutan dan menawarkan jalur yang menjanjikan menuju infrastruktur jembatan yang lebih tangguh, ekonomis, dan ramah lingkungan.
ANALISIS BEBAN KENDARAAN TERHADAP KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR (ASPAL) Di Jl. BRAWIJAYA KECAMATAN KUANTAN TENGAH Rivaldo; chitra Hermawan; Iwayan Dermana
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Planologi dan Sipil, Februari 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v8i1.4889

Abstract

Jalan Brawijaya Kecamatan Kuantan Tengah ini merupakan jalur yang sangat sibuk. Di sepanjang jalan Brawijaya banyak dilewati oleh kendaraan berat karena jalan ini merupakan salah satu jalan yang dibuka untuk dilintasi kendaraan berat yang membawa muatan. Ini juga yang menjadikan salah satu penyebab cepat rusaknya perkerasan jalan lentur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah lalu-lintas harian rata-rata beban sumbu yang melalui jalan perkerasan aspal di jalan Brawijaya Kecamatan Kuantan Tengah, mengetahui pengaruh beban sumbu kendaraan terhadap tingkat kerusakan jalan pada ruas jalan Brawijaya Kecamatan Kuantan Tengah. Metode penelitian ini menggunakan pedoman dari Bina Marga Pd T-14-2003. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu). Hasil analisa lalu-lintas harian rata-rata pada kendaraan ringan seperti sedan, oplet, dan pick up memiliki jumlah kendaraan sebanyak 3.059 unit, untuk bus kecil berjumlah 12 unit, untuk bus besar berjumlah 33 unit, untuk truk 2 as berjumlah 780 unit, untuk truk 3 as berjumlah 690 unit, dan untuk truk 4 as berjumlah 48 unit. Total LHR dari hasil analisa kendaraan berjumlah 4.622 kendaraan/hari. Berdasarkan perhitungan faktor lalu-lintas kendaraan didapat nilai ESAL total sebesar 22.399,47271 dan hasil perhitungan Truck Factor 14,44195> 1, dimana nilai itu menunjukan bahwa kondisi kerusakan jalan yang ada dikarenakan beban kendaraan yang melintas pada ruas jalan Brawijaya Kecamatan Kuantan Tengah ini mengalami beban berlebih (Over load). Faktor beban berlebih yang terjadi pada jalan Brawijaya menyebabkan 2 jenis kerusakan yaitu distorsi alur dengan tingkat kerusakan yang tinggi dan cacat permukaan dengan tingkat kerusakan yang tinggi.
ANALISIS BEBAN KENDARAAN TERHADAP KERUSAKAN JALAN (ASPAL) Di Jl. BRAWIJAYA KECAMATAN GUNUNG TOAR Busra Dinata; Ade Irawan; Iwayan Dermana
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Planologi dan Sipil, Februari 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v8i1.4890

Abstract

Jalan Brawijaya Kecamatan Gunung Toar ini merupakan jalur yang sangat sibuk. Di sepanjang jalan Brawijaya banyak dilewati oleh kendaraan berat karena jalan ini merupakan salah satu jalan yang dibuka untuk dilintasi kendaraan berat yang membawa muatan. Ini juga yang menjadikan salah satu penyebab cepat rusaknya perkerasan jalan lentur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah lalu-lintas harian rata-rata beban sumbu yang melalui jalan perkerasan aspal di jalan Brawijaya Kecamatan Kuantan Tengah, mengetahui pengaruh beban sumbu kendaraan terhadap tingkat kerusakan jalan pada ruas jalan Brawijaya Kecamatan Gunung Toar. Metode penelitian ini menggunakan pedoman dari Bina Marga Pd T-14-2003. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu). Hasil analisa lalu-lintas harian rata-rata pada kendaraan ringan seperti sedan, oplet, dan pick up memiliki jumlah kendaraan sebanyak 2.818 unit, untuk bus kecil berjumlah 6 unit, untuk bus besar berjumlah 15 unit, untuk truk 2 as berjumlah 761 unit, untuk truk 3 as berjumlah 584 unit, dan untuk truk 4 as berjumlah 32 unit. Total LHR dari hasil analisa kendaraan berjumlah 4.216 kendaraan/hari. Berdasarkan perhitungan faktor lalu-lintas kendaraan didapat nilai ESAL total sebesar 19.889,03749 dan hasil perhitungan Truck Factor 14,28810> 1, dimana nilai itu menunjukan bahwa kondisi kerusakan jalan yang ada dikarenakan beban kendaraan yang melintas pada ruas jalan Brawijaya Kecamatan Gunung Toar ini mengalami beban berlebih (Over load). Faktor beban berlebih yang terjadi pada jalan Brawijaya menyebabkan 4 jenis kerusakan yaitu distorsi alur, retak buaya, lobang dan cekungan.
ANALISA KINERJA SIMPANG BERSINYAL SIMPANG EMPAT SAWAH TELUK KUANTAN Ano Wilanda; Chitra Hermawan; Iwayan Dermana
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Planologi dan Sipil, Februari 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v8i1.4891

Abstract

Simpang bersinyal berperan penting dalam mengatur pergerakan kendaraan, mengurangi konflik arus, serta meningkatkan keselamatan lalu lintas. Namun, efektivitasnya dipengaruhi oleh volume kendaraan, desain geometrik, dan pengaturan sinyal. Simpang Empat Sawah di Kota Teluk Kuantan merupakan simpang strategis yang menghubungkan ruas-ruas jalan utama, namun kondisi eksisting menunjukkan adanya antrean panjang dan tundaan tinggi terutama pada jam sibuk. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja lalu lintas dan tingkat pelayanan simpang pada kondisi eksisting. Data diperoleh melalui survei geometrik, volume lalu lintas selama tujuh hari pada empat periode waktu, serta survei siklus sinyal lampu lalu lintas. Analisis dilakukan menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI, 2014) dengan parameter kapasitas, derajat kejenuhan, panjang antrean, dan tundaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tundaan rata-rata melebihi 60 detik/smp, panjang antrian cukup tinggi, serta derajat kejenuhan mendekati atau melampaui batas ideal. Berdasarkan PKJI 2014, tingkat pelayanan simpang berada pada kategori F sehingga belum optimal dalam melayani arus lalu lintas. Diperlukan penanganan berupa pengaturan ulang sinyal, penambahan fase, atau pelebaran pendekat agar kinerja simpang lebih efisien.
ANALISIS PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN KAKU DENGAN METODE MANUAL DESAIN PERKERASAN (MDP) BINA MARGA 2017 (STUDI KASUS PADA RUAS JALAN NAPAL – GUMANTI KECAMATAN PERANAP KABUPATEN INDRAGIRI HULU) Teti Teti Erlianti; Chitra Hermawan; Iwayan Dermana
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Planologi dan Sipil, Februari 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v8i1.4938

Abstract

Jalan Napal merupakan salah satu ruas jalan di Desa Gumanti, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu. Meningkatnya jumlah penduduk dan kendaraan setiap tahun menyebabkan kebutuhan terhadap sarana transportasi jalan yang memadai semakin tinggi. Terlebih lagi, jalan ini sering dilalui kendaraan berat, sehingga diperlukan infrastruktur yang kuat dan tahan lama. Oleh karena itu, perencanaan struktur perkerasan yang tepat sangat penting untuk menunjang mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan tebal perkerasan kaku pada ruas Jalan Napal berdasarkan pedoman Manual Desain Perkerasan (MDP) Bina Marga Tahun 2017. Hasil analisis menunjukkan bahwa tebal pelat beton yang dibutuhkan adalah 295 mm, lapis pondasi bawah (Lean Concrete) 100 mm, dan lapis drainase 150 mm. Sambungan menggunakan dowel berdiameter 38 mm, panjang 450 mm, dengan jarak 300 mm, serta tie bars berdiameter 16 mm, panjang 700 mm, dan jarak 750 mm. Tulangan memanjang dan melintang menggunakan besi berdiameter 8 mm dengan jarak 150 mm. Untuk jalan sepanjang 1.000 meter yang dibagi menjadi 200 segmen, dibutuhkan 1.000 batang tie bars (5 per segmen) dan 3.184 batang dowel (16 per sambungan pada 199 titik). Dowel tidak dipasang pada awal dan akhir ruas jalan karena bukan sambungan antar segmen. Hasil ini dapat dijadikan acuan dalam pengadaan material dan pelaksanaan konstruksi jalan di lokasi tersebut.
ALIH FUNGSI HUTAN PRODUKSI YANG DAPAT DI KONVERSI (HPK) MENJADI LAHAN TAMBANG BATUBARA OLEH PT. QUASAR INTI NUSANTARA (QIN) DI DESA IBUL KEC.PUCUK RANTAU KAB. KUANTAN SINGINGI Dhinda Tri Yanti; Rikki Afrizal; Agus Candra; Melia Nurafni
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Planologi dan Sipil, Februari 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v8i1.5245

Abstract

Penelitian ini bertema tentang Alih fungsi lahan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) menjadi kawasan pertambangan batubara telah terjadi di Desa Ibul Kecamatan Pucuk Rantau Kabupaten Kuantan Singingi yang dilaksanakan oleh PT. Quasar Inti Nusantara (QIN). HPK adalah kegiatan pemanfataan fungsi kawasan lahan yang mana lahan sebelumnya adalah kawasan hutan, atau semak belukar yang dapat dialih fungsikan menjadi kawasan pertambangan dengan landasan Undang-Undang, RTRW, Kebijakan maupun Perda yang dilakukan secara legal. Adapun Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dan survei. Teknik Pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dokumentasi dan melakukan survey diwilayah tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Adapun data primer penelitian ini berupa data yang diperoleh dari wawancara dengan responden dengan beberapa informan kunci, data hasil suvei lansung berupa data-data yang didapat lansung dilapangan,. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa alih fungsi hutan yang dapat dikonversi (HPK) di Desa Ibul Kecamatan Pucuk Rantau menjadi Kawasan pertambangan batubara yang dilaksanakan oleh PT. Quasar Inti Nusantara (QIN) seluas457,46 hektar. Alih fungsi lahan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) menjadi kawasan pertambangan batubara merupakan hasil dari berbagai faktor yang saling berkaitan faktor Internal dan faktor eksternal. Landasan hukum pemanfaatan kawasan HPK untuk pertambangan diantaranya undang-undang tentang kehutanan, Pertambangan mineral dan batubara (Minerba), Penggunaan kawasan hutan, Peraturan menteri tentang pedoman pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH), Peraturan Mentri tentang tata cara pelepasan kawasan hutan produksi yang dapat di konversi (HPK, dan Perda Kabupaten Kuantan Singingi. Kesesuaian Kegiatan pertambangan dengan RTRW Kabupaten Kuantan Singingi yang termasuk Kawasan HPK sesuai dengan pemanfatan ruang yang diprioritaskan untuk kegiatan pembanguann di luar serktor kehutanan. Dampak alih fungsi kawasan HPK berdampak pada lingkungan, berdampak pada Sosial ekonomi, dampak pada hukum dan tata ruang
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMBUATAN PETA DESA BANDAR ALAI Rahmat Qudsi; Bima Gewantri; Deka Juliandi; Dimas Octarian; Erlinda
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Planologi dan Sipil, Agustus 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v8i1.5261

Abstract

Peta desa merupakan salah satu instrumen penting dalam perencanaan pembangunan wilayah, pengelolaan sumber daya, serta penyediaan informasi spasial yang akurat bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Desa Bandar Alai yang terletak di Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, hingga saat ini belum memiliki peta desa yang tersusun secara digital dan terstandar. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta Desa Bandar Alai berbasis sistem informasi geografis (SIG) guna menghasilkan informasi spasial yang akurat dan mudah diakses. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data koordinat lapangan menggunakan perangkat Global Positioning System (GPS), pengolahan data spasial dengan perangkat lunak pemetaan, serta digitasi batas wilayah dan fasilitas umum desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peta desa digital yang dihasilkan mampu menampilkan batas administratif, jaringan jalan, fasilitas umum, serta penggunaan lahan di Desa Bandar Alai. Peta ini diharapkan dapat mendukung proses perencanaan pembangunan desa, pelayanan administrasi, serta penyediaan informasi geografis bagi masyarakat dan pemerintah daerah.