cover
Contact Name
Riki Ruspianda
Contact Email
r.ruspianda@gmail.com
Phone
+6281374246124
Journal Mail Official
jurnalplanologidansipil@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Islam Kuantan Singingi Jl. Gatot Subroto KM. 7 Jake, Telukkuantan Kec. Kuantan Tengah, Kab. Kuantan Singingi, Provinsi Riau
Location
Kab. kuantan singingi,
Riau
INDONESIA
Jurnal Planologi dan Sipil (JPS)
ISSN : -     EISSN : 26562960     DOI : -
Jurnal Planologi dan Sipil (JPS) menerbitkan naskah ilmiah berupa hasil penelitian maupun artikel studi kepustakaan pada bidang ilmu : 1. Perencanaan Wilayah dan Kota yang meliputi : Ilmu Perencanaan, Ilmu Wilayah, Tata Ruang, Pengembangan wilayah/Kawasan, Tata Guna Lahan, Perkotaan, Perdesaan, Ilmu Lingkungan, Geografi dan Pemetaan. 2. Teknik Sipil mencakup beberapa bidang ilmu yaitu : Ilmu Struktur, Sumberdaya Air, Arsitektur, Transportasi, Manajemen Proyek, Jalan raya, dan Geoteknik.
Articles 103 Documents
ALIH FUNGSI HUTAN PRODUKSI YANG DAPAT DI KONVERSI (HPK) MENJADI LAHAN TAMBANG BATUBARA OLEH PT. QUASAR INTI NUSANTARA (QIN) DI DESA IBUL KEC.PUCUK RANTAU KAB. KUANTAN SINGINGI Dhinda Tri Yanti; Rikki Afrizal; Agus Candra; Melia Nurafni
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Planologi dan Sipil, Februari 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v8i1.5245

Abstract

Penelitian ini bertema tentang Alih fungsi lahan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) menjadi kawasan pertambangan batubara telah terjadi di Desa Ibul Kecamatan Pucuk Rantau Kabupaten Kuantan Singingi yang dilaksanakan oleh PT. Quasar Inti Nusantara (QIN). HPK adalah kegiatan pemanfataan fungsi kawasan lahan yang mana lahan sebelumnya adalah kawasan hutan, atau semak belukar yang dapat dialih fungsikan menjadi kawasan pertambangan dengan landasan Undang-Undang, RTRW, Kebijakan maupun Perda yang dilakukan secara legal. Adapun Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dan survei. Teknik Pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dokumentasi dan melakukan survey diwilayah tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Adapun data primer penelitian ini berupa data yang diperoleh dari wawancara dengan responden dengan beberapa informan kunci, data hasil suvei lansung berupa data-data yang didapat lansung dilapangan,. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa alih fungsi hutan yang dapat dikonversi (HPK) di Desa Ibul Kecamatan Pucuk Rantau menjadi Kawasan pertambangan batubara yang dilaksanakan oleh PT. Quasar Inti Nusantara (QIN) seluas457,46 hektar. Alih fungsi lahan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) menjadi kawasan pertambangan batubara merupakan hasil dari berbagai faktor yang saling berkaitan faktor Internal dan faktor eksternal. Landasan hukum pemanfaatan kawasan HPK untuk pertambangan diantaranya undang-undang tentang kehutanan, Pertambangan mineral dan batubara (Minerba), Penggunaan kawasan hutan, Peraturan menteri tentang pedoman pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH), Peraturan Mentri tentang tata cara pelepasan kawasan hutan produksi yang dapat di konversi (HPK, dan Perda Kabupaten Kuantan Singingi. Kesesuaian Kegiatan pertambangan dengan RTRW Kabupaten Kuantan Singingi yang termasuk Kawasan HPK sesuai dengan pemanfatan ruang yang diprioritaskan untuk kegiatan pembanguann di luar serktor kehutanan. Dampak alih fungsi kawasan HPK berdampak pada lingkungan, berdampak pada Sosial ekonomi, dampak pada hukum dan tata ruang
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMBUATAN PETA DESA BANDAR ALAI Rahmat Qudsi; Bima Gewantri; Deka Juliandi; Dimas Octarian; Erlinda
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Planologi dan Sipil, Agustus 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v8i1.5261

Abstract

Peta desa merupakan salah satu instrumen penting dalam perencanaan pembangunan wilayah, pengelolaan sumber daya, serta penyediaan informasi spasial yang akurat bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Desa Bandar Alai yang terletak di Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, hingga saat ini belum memiliki peta desa yang tersusun secara digital dan terstandar. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta Desa Bandar Alai berbasis sistem informasi geografis (SIG) guna menghasilkan informasi spasial yang akurat dan mudah diakses. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data koordinat lapangan menggunakan perangkat Global Positioning System (GPS), pengolahan data spasial dengan perangkat lunak pemetaan, serta digitasi batas wilayah dan fasilitas umum desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peta desa digital yang dihasilkan mampu menampilkan batas administratif, jaringan jalan, fasilitas umum, serta penggunaan lahan di Desa Bandar Alai. Peta ini diharapkan dapat mendukung proses perencanaan pembangunan desa, pelayanan administrasi, serta penyediaan informasi geografis bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
PENERAPAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB DALAM PEMETAAN WILAYAH KECAMATAN GUNUNG TOAR Ziqrillah; Selvi Rianti; Tesya Olviani; Ridho Eka Putra; M. Yusfahmi
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Planologi dan Sipil, Agustus 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v8i1.5263

Abstract

Pemetaan wilayah merupakan salah satu kebutuhan penting dalam menyediakan informasi geografis yang akurat dan mudah dipahami. Perkembangan teknologi berbasis web memungkinkan Sistem Informasi Geografis (SIG) diterapkan sebagai media pemetaan wilayah yang dapat diakses secara luas. Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi, membutuhkan media informasi peta wilayah yang mampu menyajikan data geografis secara visual dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Sistem Informasi Geografis berbasis web dalam pemetaan wilayah Kecamatan Gunung Toar. Proses penelitian meliputi pengumpulan data spasial dan nonspasial, pengolahan data menggunakan perangkat lunak SIG, serta pengembangan aplikasi Web GIS menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL. Hasil dari penelitian ini berupa aplikasi pemetaan wilayah berbasis web yang menampilkan peta Kecamatan Gunung Toar secara digital dan interaktif. Sistem yang dibangun diharapkan dapat mempermudah masyarakat dan pihak terkait dalam mengakses serta memahami informasi pemetaan wilayah Kecamatan Gunung Toar.
PEMBUATAN PETA ADMINISTRASI KECAMATAN BENAI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS: PEMBUATAN PETA ADMINISTRASI KECAMATAN BENAI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Sindi Marsesa; Yudio Prasetiyo; Dwi Meilani; Ibra Hanafi; Jasri
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Planologi dan Sipil, Agustus 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan sistem berbasis komputer yang digunakan untuk mengelola, menganalisis, dan menyajikan data yang memiliki referensi geografis. Pemanfaatan SIG dalam bidang pemetaan wilayah administrasi sangat penting untuk mendukung kegiatan perencanaan, pengelolaan, dan pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta administrasi Kecamatan Benai menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan spasial. Data yang digunakan berupa data batas administrasi Kecamatan Benai yang diolah menggunakan perangkat lunak SIG. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, input dan pengolahan data spasial, serta penyusunan tata letak peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peta administrasi Kecamatan Benai berhasil dibuat dengan menampilkan batas wilayah secara jelas dan dilengkapi dengan elemen kartografi seperti judul peta, legenda, skala, dan arah mata angin. Peta ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi spasial yang bermanfaat bagi pemerintah daerah dan masyarakat.
PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM PEMETAAN BATAS WILAYAH KECAMATAN KUANTAN HILIR Weldo Ravendra hendri; Wipi Rafiqah; Yeza Herlianti; Salsa Billa Audiva; Harianja
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Planologi dan Sipil, Februari 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v6i1.5268

Abstract

Pemetaan batas wilayah administrasi merupakan aspek penting dalam mendukung pengelolaan pemerintahan, perencanaan pembangunan, dan pengambilan keputusan berbasis wilayah. Permasalahan yang sering ditemui dalam pemetaan batas wilayah adalah ketidaktepatan data, keterbatasan pembaruan informasi, serta kurangnya integrasi antara data spasial dan nonspasial. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam pemetaan batas wilayah Kecamatan Kuantan Hilir guna menghasilkan informasi spasial yang akurat, sistematis, dan mudah dikelola. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan spasial. Data yang digunakan terdiri atas data spasial berupa peta dasar, peta administrasi, peta Rupa Bumi Indonesia (RBI), dan data koordinat batas wilayah, serta data nonspasial berupa data administrasi wilayah dan dokumen pendukung lainnya. Seluruh data diolah menggunakan perangkat lunak SIG melalui tahapan penginputan data, penyesuaian sistem koordinat, digitasi batas wilayah, pengisian atribut, serta koreksi dan validasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIG mampu menghasilkan peta batas wilayah Kecamatan Kuantan Hilir yang lebih jelas, akurat, dan terintegrasi. Selain itu, SIG juga memungkinkan visualisasi sebaran fasilitas umum dan jaringan jalan yang memberikan gambaran kondisi wilayah secara komprehensif. Pemanfaatan SIG terbukti meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan dan pembaruan data batas wilayah serta mendukung analisis spasial yang bermanfaat bagi perencanaan pembangunan dan penataan ruang. Dengan demikian, Sistem Informasi Geografis dapat dijadikan sebagai alat yang efektif dan berkelanjutan dalam mendukung pengelolaan administrasi wilayah Kecamatan Kuantan Hilir berbasis data spasial yang akurat dan terpercaya. Kata kunci : Sistem Informasi Geografis, Pemetaan Wilayah, Batas Wilayah, Kecamatan Kuantan Hilir.
Penerapan Sistem Informasi Geografis Berbasis Web dalam Pemetaan Wilayah Kecamatan Kuantan Tengah : Penerapan Sistem Informasi Geografis Berbasis Web dalam Pemetaan Wilayah Kecamatan Kuantan Tengah Paris Paizal; Nopran Dika; Agus Candra
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Planologi dan Sipil, Februari 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi memberikan peluang besar dalam pengelolaan dan penyajian data geografis secara digital melalui Sistem Informasi Geografis (GIS). Kecamatan Kuantan Tengah sebagai salah satu pusat aktivitas pemerintahan dan masyarakat memerlukan sistem pemetaan wilayah yang mampu menyajikan informasi spasial secara akurat, dinamis, dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Sistem Informasi Geografis berbasis web dalam pemetaan wilayah Kecamatan Kuantan Tengah guna mendukung penyediaan informasi geografis yang informatif dan interaktif. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data spasial dan data pendukung lainnya, pengolahan serta analisis data menggunakan perangkat lunak GIS, dan pengembangan tampilan peta digital berbasis web. Sistem yang dibangun menyajikan informasi geografis wilayah dalam bentuk peta digital yang dapat diakses secara daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan GIS berbasis web mampu meningkatkan kemudahan akses terhadap informasi wilayah, menyajikan data spasial secara lebih sistematis, serta membantu pengguna dalam memahami kondisi dan karakteristik geografis Kecamatan Kuantan Tengah. Sistem ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung dalam perencanaan wilayah dan penyediaan informasi bagi masyarakat serta pihak terkait
PEMBUATAN PETA ADMINISTRASI KECAMATAN CERENTI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Reza Ananda Irawan; Sindi Sepfiona; Gusfani Tri Lestari; Nurma Wilis; Gunardi Hamzah
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Planologi dan Sipil, Februari 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan teknologi berbasis komputer yang digunakan untuk mengelola dan menyajikan data yang memiliki referensi geografis. Pemanfaatan SIG dalam pembuatan peta administrasi wilayah sangat penting untuk mendukung kegiatan pemerintahan dan perencanaan wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta administrasi Kecamatan Cerenti menggunakan Sistem Informasi Geografis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan spasial. Data yang digunakan berupa data batas administrasi Kecamatan Cerenti yang diperoleh dari sumber resmi dan diolah menggunakan perangkat lunak QGIS. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, pengolahan data spasial, serta penyusunan layout peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peta administrasi Kecamatan Cerenti berhasil dibuat dan mampu menampilkan batas wilayah serta informasi pendukung secara jelas dan terstruktur. Peta yang dihasilkan dilengkapi dengan elemen kartografi seperti judul, legenda, skala, dan arah mata angin, sehingga mudah dipahami dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi spasial bagi pemerintah daerah dan masyarakat.
PEMBUATAN PETA ADMINISTRASI KECAMATAN INUMAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS zascya amanda; Anggi Apri Setiawan; Tria Vebyana; Neni Sagita; Riki Aprizal
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Planologi dan Sipil, Februari 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan suatu sistem berbasis komputer yang digunakan untuk mengelola, menganalisis, dan menyajikan data yang memiliki referensi geografis. Pemanfaatan SIG dalam bidang pemetaan wilayah administrasi sangat penting untuk mendukung kegiatan perencanaan, pengelolaan, dan pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta administrasi Kecamatan Inuman dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan spasial. Data yang digunakan berupa data batas administrasi Kecamatan Inuman yang diolah menggunakan perangkat lunak SIG. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, input dan pengolahan data spasial, serta penyusunan layout peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peta administrasi Kecamatan Inuman berhasil dibuat dengan menampilkan batas wilayah secara jelas dan dilengkapi dengan elemen kartografi seperti judul peta, legenda, skala, dan arah mata angin. Peta yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan informasi spasial yang akurat dan dapat digunakan sebagai pendukung perencanaan wilayah Kecamatan Inuman
PEMETAAN BATAS WILAYAH JARINGAN JALAN DAN INFRASTRUKTUR DESA SAWAH KECAMATAN KUANTAN TENGAH BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Adin Ramadhan Saputra; Aprinaldi; Akbar Rasyid; Fahrup Alhariri; Nur Junita Audy; Jasri
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Planologi dan Sipil, Agustus 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemetaan batas wilayah jaringan jalan dan infrastruktur merupakan aspek penting dalam mendukung perencanaan pembangunan dan pengelolaan wilayah desa secara efektif. Desa Sawah Kecamatan Kuantan Tengah memiliki jaringan jalan dan infrastruktur desa yang berperan penting dalam menunjang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Namun, hingga saat ini data mengenai batas wilayah, jaringan jalan, dan infrastruktur desa masih belum terdokumentasi secara terintegrasi dan sistematis, sehingga menyulitkan pihak pemerintah desa dalam melakukan pengelolaan, pemantauan, serta pengambilan keputusan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pemetaan batas wilayah jaringan jalan dan infrastruktur Desa Sawah berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode penelitian yang digunakan meliputi pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan perangkat desa, serta studi literatur yang berkaitan dengan pemetaan dan SIG. Data yang diperoleh kemudian diolah menjadi data spasial dan nonspasial yang diintegrasikan ke dalam sistem SIG untuk menghasilkan peta digital yang informatif dan mudah dipahami
EVALUASI GEOMETRI JALAN MENURUT BINA MARGA PADA RUAS JALAN KOTIK BIHIN, SEBERANG TERATAK AIR HITAM, KECAMATAN SENTAJO RAYA Resta Yurinda; Ade Irawan; Iwayan Dermana; Melia Nurafni
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Planologi dan Sipil, Februari 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v8i1.5276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi desain geometrik ruas Jalan Kotik Bihin di Desa Seberang Teratak Air Hitam, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi berdasarkan standar Bina Marga. Jalan ini merupakan penghubung penting antara kota Rengat dan Teluk Kuantan dengan panjang 1,5 km dan lebar 6 meter. Kondisi eksisting menunjukkan beberapa alinyemen horizontal dengan tikungan jari-jari kecil dan alinyemen vertikal dengan tanjakan curam yang membatasi jarak pandang henti. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan dan pengukuran langsung meliputi jari-jari tikungan, kemiringan melintang, kecepatan lalu lintas, dan jarak pandang. Analisis mencakup evaluasi alinyemen horizontal, alinyemen vertikal, superelevasi, derajat kelengkungan, jarak pandang henti, serta aspek keselamatan lalu lintas. Hasil menunjukkan beberapa parameter geometrik tidak memenuhi standar Bina Marga, seperti lebar lajur, superelevasi pada titik tertentu, dan jari-jari tikungan yang mempengaruhi tingkat keselamatan dan kenyamanan. Rekomendasi meliputi pelebaran jalan, perbaikan desain superelevasi, penambahan rambu lalu lintas, dan pemeliharaan jarak pandang yang jelas guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan berkendara. Penelitian ini memberikan masukan penting bagi pemerintah daerah dalam prioritas perbaikan infrastruktur jalan.

Page 7 of 11 | Total Record : 103