cover
Contact Name
Riki Ruspianda
Contact Email
r.ruspianda@gmail.com
Phone
+6281374246124
Journal Mail Official
jurnalplanologidansipil@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Islam Kuantan Singingi Jl. Gatot Subroto KM. 7 Jake, Telukkuantan Kec. Kuantan Tengah, Kab. Kuantan Singingi, Provinsi Riau
Location
Kab. kuantan singingi,
Riau
INDONESIA
Jurnal Planologi dan Sipil (JPS)
ISSN : -     EISSN : 26562960     DOI : -
Jurnal Planologi dan Sipil (JPS) menerbitkan naskah ilmiah berupa hasil penelitian maupun artikel studi kepustakaan pada bidang ilmu : 1. Perencanaan Wilayah dan Kota yang meliputi : Ilmu Perencanaan, Ilmu Wilayah, Tata Ruang, Pengembangan wilayah/Kawasan, Tata Guna Lahan, Perkotaan, Perdesaan, Ilmu Lingkungan, Geografi dan Pemetaan. 2. Teknik Sipil mencakup beberapa bidang ilmu yaitu : Ilmu Struktur, Sumberdaya Air, Arsitektur, Transportasi, Manajemen Proyek, Jalan raya, dan Geoteknik.
Articles 50 Documents
OPTIMALISASI KINERJA SIMPANG TIGA TAK BERSINYAL (STUDI KASUS SIMPANG TIGA SMKN1) Gusmulyani Gusmulyani
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 2 No 1 (2020): JPS volume 2 Nomor 1, Februari 2020
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persimpangan merupakan pertemuan dari ruas-ruas jalan yang fungsinya untuk melakukan perubahan arah arus lalulintas. Persimpangan sebagai bagian dari suatu jaringan jalan merupakan daerah yang kritis dalam melayani arus lalulintas. Simpang Tiga SMKN 1 Teluk Kuantan merupakan pertemuan Jalan Belibis, Jalan Proklamasi dan Jalan Tuanku Tambusai yang ramai dilalui kendaraan dan sering terjadi kecelakaan dan dari hasil penelitian terdahulu juga didapatkan bahwa Simpang Tiga SMKN 1 Teluk Kuantan memiliki potensi kecelakaan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisa kinerja simpang menggunakan metode MKJI dengan melakukan survey volume lalulintas selama 3 hari. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa derajat kejenuhan (DS) sudah mendekati titik jenuh yaitu sebesar 0,709. Sehingga perlu di lakukan peningkatan status simpang dari tidak bersinyal menjadi bersinyal. Dan setelah di lakukan perencanaan dengan melalukan perhitungan dengan menggunakan metode MKJI didapatkan hasil waktu hilang total (LTI) untuk tiap fase sebesar 27 detik dan waktu kuning total 9 detik. Sedangkan untuk waktu merah pada tiap fase adalah 18 detik dan hijau dan lengan Jl. Belibis sebesarn 85 detik (hijau), Jl. Proklamasi 86 detik (hijau), Jl. Tuanku Tambusai 37 detik (hijau)
KAJIAN KENDALA PEMBUATAN PETA UNTUK PERDA RTRW (STUDI KASUS KABUPATEN INDRAGIRI HILIR) Rezky Kinanda; Roberta Zulfhi Surya
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 2 No 2 (2020): JPS Volume 2 Nomor 2, Agustus 2020
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peta adalah aspek yang sangat penting dan vital dalam sebuah perda rencana tata ruang, tidak terkecuali RTRW. Peran peta di dalam perda rencana tata ruang mencakup semua fungsi tata ruang yaitu perencanaan, pemanfaatan, pengawasan, pengendalian, serta perijinan untuk proses pengajuan perijinan. Di dalam banyak kasus pembuatan peta yang terhambat akan menghambat penyusunan rencana tata ruang. Permasalahan ini lah yang terjadi pada proses penyusunan Perda RTRW Kabupaten Indragiri Hilir. Baik dalam hal teknik maupun dan teknis dalam pembuatan peta. Penelitian ini akan mengidentifikasi kendala pembuatan peta untuk Perda RTRW dengan studi kasus Kabupaten Indragiri Hilir. Kendala ini diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi pihak-pihak terkait untuk bisa menjadikannya sebagai landasan mencegah permasalahan dan menyusus strategi apabila telah terjadi kendala ini. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan dasar pertimbangan bahwa kendala yang terjadi bersifat sosial dan dinamis dikarenakan proses teknis harus melewati proses identifikasi awal terlebih dahulu untuk setelahnya jika ditemukan kendala yang sangat teknis barulah ada penelitian lanjutan dengan metode khusus. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa kendala yang terjadi adalah kendala teknis dan non teknis. akan tetapi berdasarkan wawancara dan analisis mendalam disimpulkan bahwa kendala teknis merupakan turunan dari kendala non teknis. kendala teknisnya adalah pada tahap pengumpulan data yang di dalamnya ada kegiatan digitasi, pengumpulan data lainnya, survey, dan konsultasi ke pusat. Sedangkan kendalan non teknis adalah pendanaan yang lamban dan terjadi tabrakan kepentingan antar sektor yang menginginkan sektor mereka menjadi prioritas.
ANALISIS PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG DI KECAMATAN KUANTAN TENGAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Studi Kasus: Perizinan Lapangan Persatuan Olahraga Sungai Jering (Porsing) Kelurahan Sungai Jering Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi Mitha Febrianda; Riki Ruspianda; Rikki Afrizal
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 2 No 2 (2020): JPS Volume 2 Nomor 2, Agustus 2020
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Kuantan Tengah merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi yang menjadi pusat permukiman dan kegiatan penduduk. Semakin meningkatnya jumlah penduduk di Kuantan Tengah membuat para developer berlomba-lomba untuk membangun kawasan perumahan. Yang menjadi permasalahan adalah pembangunan kawasan perumahan tersebut tidak sesuai dengan detail rencana tata ruang Teluk Kuantan. Salah satu pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang adalah pembangunan kawasan perumahan yang dilakukan oleh developer yang terletak di lahan bekas lapangan bola yaitu lapangan Persatuan Olahraga Sungai Jering (Porsing). Untuk mencapai penataan ruang yang sesuai dengan peraturan yang berlaku maka dilakukan pengendalian pemanfaatan ruang. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pengendalian pemanfaatan ruang di lahan lapangan Porsing dan bagaimana implementasi instrumen pengendalian pemanfaatan ruang di Kabupaten Kuantan Singingi. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini, dilakukan dengan penelitian kepustakaan dan lapangan. Penelitian kepustakaan untuk mendapatkan data sekunder dilakukan dengan cara membaca peraturan perundang-undangan, karya ilmiah, buku-buku dan artikel. Penelitian lapangan untuk mendapatkan data primer melalui wawancara dengan informan terkait. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengendalian pemanfaatan ruang di lahan lapangan Porsing baru sampai pada tahap pemantauan karena belum adanya kegiatan pembangunan di lokasi tersebut dan pengawasan dalam pengendalian pemanfaatan ruang di Teluk Kuantan telah dilakukan sesuai dengan teori dan undang-undang yang berlaku. Sedangkan implementasi instrumen pengendalian pemanfaatan ruang di Teluk Kuantan, dari 4 instrumen yang berlaku hanya 3 instrumen saja yang baru di implementasikan yaitu perizinan, peraturan zonasi dan pemberian sanksi. Sedangkan pemberian insentif dan disinsentif belum diimplementasikan karena belum tercantum dalam Rencana Tata Ruang (RTRW) yang berlaku.
PENENTUAN LINGKUNGAN KREATIF UNTUK KEGIATAN INDUSTRI KREATIF APLIKASI DAN GAMES DI KOTA MALANG Naila Fauziah Fatimah
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 2 No 2 (2020): JPS Volume 2 Nomor 2, Agustus 2020
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang merupakan salah satu kota yang mendukung pengembangan kota kreatif di Indonesia. Pada tahun 2019, Kota Malang terpilih sebagai kota kreatif bidang aplikasi dan games oleh Bekraf. Hal tersebut dikarenakan potensi sumberdaya manusia kreatif dan kegiatan industri kreatif aplikasi dan games yang terus mengalami perkembangan di Kota Malang. Aspek lain yang tidak kalah penting dalam pengembangan kota kreatif ialah adanya lingkungan kreatif sebagai wadah untuk mendukung kegiatan industri dan individu kreatif tersebut. Sehingga diperlukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan rekomendasi lokasi yang sesuai untuk kegiatan industri kreatif aplikasi dan games di Kota Malang berdasarkan kriteria lingkungan kreatif. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada konsep lingkungan kreatif yaitu kenyamanan, keterbukaan, aksesibilitas, toleransi, dan keragaman. Variabel kenyamanan ditunjukkan dengan ketenangan lingkungan dan ketersediaan fasilitas keamanan, variabel keterbukaan ditinjau dari ketersediaan ruang terbuka hijau, variabel aksesibilitas ditinjau dari kondisi jalan di sekitar dan jangkauan terhadap sarana transportasi, variabel toleransi ditinjau dari lebar jalan yang memadai, dan variabel keragaman ditinjau dari kedekatan lingkungan dengan pusat maupun sub pusat kota. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis spasial berupa teknik overlay. Overlay dilakukan dengan menggabungkan masing-masing data spasial dari kriteria lingkungan kreatif. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa terdapat 126,73 Hektar kawasan di Kota Malang yang sesuai dengan kriteria lingkungan kreatif, yaitu kawasan dengan kriteria aman, tidak bising, kondisi jalan yang baik, lebar jalan yang memenuhi, terlayani oleh sarana transportasi, dan dekat dengan beragam fasilitas umum baik di pusat maupun pusat kota, serta dekat dengan ruang terbuka hijau.
IMPLIKASI PEMBANGUNAN JALUR KERETA API PADANG-BIM DENGAN MENGGUNAKAN METODA SWOT Adrian Fadhli
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 2 No 2 (2020): JPS Volume 2 Nomor 2, Agustus 2020
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat sejauh mana Implikasi pembangunan jalur kereta api Padang-BIM, dengan menggunakan Analisa SWOT. Metode yang dipakai dalam pengumpulan data berupa wawancara, angket berupa kuestioner yang sebarkan kepada masyarakat pengguna jasa moda kereta api. Berdasarkan pengelompokkan hasil kuestioner menurut analisa SWOT, menunjukan bahwa masyarakat setuju dengan rencana Pembangunan Jalur Padang – BIM. Tingkat kesetujuan masyarakat kemudian di konversikan kedalam Skala Likert guna mendapatkan skor terhadap tingkat kesetujuan tersebut.
ANALISA KINERJA DAN PRILAKU KENDARAAN PADA SIMPANG TIDAK BERSINYAL (STUDI KASUS SIMPANG ABDOER RAUF ,TELUK KUANTAN) Gusmulyani Gusmulyani
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 2 No 2 (2020): JPS Volume 2 Nomor 2, Agustus 2020
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simpang empat Abdoer Rauf adalah simpang tak bersinyal yang merupakan pertemuan jalan minor adalah Jalan Abdoer Rauf – Jalan Rustam S Abrus, dan jalan mayor adalah Jalan Proklamasi Teluk Kuantan – Pekanbaru. Ramainya lalu lintas dan tidak adanya lampu lalu lintas berpotensi menimbulkan kemacetan dan kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kinerja simpang dan menganalisa prilaku kendaraan yang melewati simpang. Survey volume lalulintas dan prilaku kendaraan pada saat melewati simpang dilakukan selama 3 (tiga) hari pada jam-jam sibuk. Prilaku kendaraan yang di amati yaitu tanpa gangguan, mendapat prioritas, memaksa, mengikuti kendaraan memaksa dan mendapat gap. Kinerja simpang di analisa dengan menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Dari hasil analisa berdasarkan survey lalu lintas dan prilaku kendaraan didapat kinerja simpang stabil (0,214), tundaan 2,184 detik/smp, tundaan lalu lintas simpang DTI sebesar 2,184 det/smp, tundaan lalu lintas utama DMA sebesar 1,631 det/smp, tundaan lalu lintas jalan minor DMI sebesar 5,465 det/smp, tundaan geometrik simpang DG sebesar 3,721 det/smp, dan peluang antrian sebesar 2,979 % - 9,633% yang berarti kendaraan masih bisa melewati persimpangan dengan lancar dan stabil. Berdasarkan prilaku kendaraan yang memasuki persimpangan 82,893%, mendapat prioritas 2,67%, memaksa 6,202%, mengikuti kendaraan memaksa 0,111%, mendapat gap sebesar 9,591% yang berarti kendaraan masih dapat melewati persimpangan tanpa mendapat gangguan dari kendaraan lain dan hanya sebagian kecil yang memasuki simpang dengan memaksa. Dari hasil kinerja simpang dan prilaku kendaraan perlu dicarikan alternatif pengendalian simpang untuk menghindari antrian dan kecelakaan.
KAJIAN PUSAT PERTUMBUHAN DAN WILAYAH HINTERLAND DI KABUPATEN SIAK Rona Muliana
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 3 No 2 (2021): JPS Volume 3 Nomor 2, Agustus 2021
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terpusatnya sarana prasarana di daerah perkotaan yakni Kota Siak Sri Indrapura sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Siak, menjadikan daerah sentra produksi perkebunan dan pertanian yang umumnya berada di wilayah yang jauh dari pusat kota cenderung mengalami kesulitan dalam memperoleh pelayanan dari fasilitas-fasilitas perekonomian dan interaksinya sangat terbatas ke pusat-pusat pelayanan tersebut. Hal ini kemudian berdampak pada terjadinya ketimpangan antar wilayah perkotaan dan pedesaan yang secara geografis cukup sulit dan jauh untuk dijangkau. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pusat pertumbuhan dan wilayah hinterland di Kabupaten Siak. Analisis data dilakukan dengan menggunakan tiga analisis, yaitu: (i) Analisis Skalogram untuk mengetahui Kecamatan yang berpotensi sebagai pusat dari kelengkapan sarana dan prasarana; (ii) Analisis Indeks Sentralitas berdasarkan Konig dan Shimbell untuk mengetahui tingkat konektivitas antar setiap Kecamatan; dan (iii) Analisis Gravitasi untuk mengetahui kekuatan interaksi dari masing-masing Kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan ada 2 Kecamatan yang berpotensi sebagai pusat pertumbuhan utama yakni Kecamatan Siak dan Kecamatan Tualang. Jadi sudah semestinya Kabupaten Siak memiliki 2 inti atau 2 hirarki 1 (2 pusat pertumbuhan utama). Diharapkan dengan adanya 2 hiraki I diharapkan masalah kesenjangan wilayah di Kabupaten Siak teratasi. Kecamatan Tualang menjadi pusat pertumbuhan untuk Kabupaten Siak sebelah barat dan selatan. Sementara Kecamatan Siak menjadi pusat pertumbuhan untuk Kabupaten Siak sebelah timur dan utara.
IDENTIFIKASI PRIORITAS PENGEMBANGAN PRASARANA JARINGAN JALAN DI KECAMATAN KAMPAR FEBBY ASTERIANI
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 3 No 1 (2021): JPS Volume 3 Nomor 1, Februari 2021
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan perdesaan di kecamatan Kampar memiliki beberapa permasalahan diantaranya yaitu pengembangan prasarana jaringan air bersih seperti pelayanan PDAM yang belum merata, kondisi prasarana jalan yang rusak, berlubang dan dapat menyebabkan kecelakaan serta kondisi jaringan drainase yang masih belum memadai sehingga sering menyebabkan banjir. Salah satu permasalahan yang perlu mendapat perhatian adalah permasalahan prasarana jaringan jalan. Tujuan dari penelitian ini berfokus kepada mengidentifikasi prioritas pengembangan prasarana jaringan jalan di Kecamatan Kampar. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix method) yaitu deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik analisis berupa analisis observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pengembangan jalan di Kecamatan Kampar hingga saat ini masih belum optimal, namun telah ada realisasi dari empat kategori kebutuhan yaitu kebutuhan pembuatan jalan baru, kebutuhan pembuatan jalan aspal/paving, kebutuhan perbaikan jalan, dan kebutuhan pemeliharaan jalan. Prioritas utama yang perlu dilakukan di Kecamatan Kampar, dari keempat kategori tersebut adalah perbaikan jalan dan pemeliharaan jalan.
DESKRIPSI PERENCANAAN JEMBATAN BETON BALOK T SAKO Surya Adinata
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 3 No 1 (2021): JPS Volume 3 Nomor 1, Februari 2021
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di daerah Sako ini belum memiliki jembatan permanen, dimana jembatan existingnya berupa jembatan kayu yang banyak dilalui oleh kenderaan truk ini perlu dirancang jembatan permanen. Penelitian ini adalah mendeskripsikan perencanaan jembatan beton balok T bentang 25 meter kelas A (1,00m + 7,00m + 1,00m) dengan beban full 100% di ruas jalan Sako – Marga Sari Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Tahapan penelitian diantarayna: Menentukan kondisi perancangan, jembatan dengan beton bertulang kelas A, Menentukan spesifikasi pembebanan pada jembatan, Perencanaan struktur atas jembatan, Perencanaan abutment, Menggambar Elemen Jembatan, dan Menghitung Rencana Anggaran Biaya. Pada perencanaan ini digunakan mengikuti standard Bina Marga dan beberapa referensi antara lain. Hasil perencanaan adalah: Tinggi tiang sandaran yaitu 100 cm dan pipa sandaran pipa galvanis diameter 3”; Dimensi 4 gelagar memanjang yaitu 55 cm x 175cm x 2500 cm; Dimensi gelagar melintang (diafragma) yaitu 35 cm x 80 cm; Dimensi plat injak yaitu 450 cm x 250 cm x 25 cm; Tinggi abutment yaitu 600 cm, lebar telapak pondasi 400 cm; Diameter pondasi sumuran 400 cm dengan kedalaman 600 cm. Rencana Anggaran Biaya pembangunan jembatan Sako ini adalah Rp.2.687.951.555,00. Manajemen pelaksanaan pembangunan jembatan ini sebaiknya menggunakan Konsep Nilai Hasil (Earned Value Concept) .
PERENCANAAN DINDING PENAHAN TANAH DALAM MENGATASI KERUNTUHAN TEBING SUNGAI DESA SAIK KAB. KUANTAN SINGINGI Chitra Hermawan
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 3 No 1 (2021): JPS Volume 3 Nomor 1, Februari 2021
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Indragiri yang oleh masyarakat kuantan singingi disebut sungai Kuantan sekarang ini mengalami kerusakan mulai dari kualitas air yang menurun akibat dari penambangan emas dan pasir sampai masalah longsor tebing sungai. Kondisi ini akan menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat, diantaranya jalan akses desa, dan rumah penduduk terancam amblas ke sungai. Tujuan penelitian ini adalah membuat perencanaan teknis dalam usaha mengatasi longsor tersebut. Longsor yang terjadi disebabkan oleh tekanan tanah lateral aktif pada tebing sungai dan untuk menanggulangi masalah tersebut diperlukan bangunan untuk perkuatan tebing sungai diantaranya adalah dinding penahan gravitasi dan dinding penahan kantilever. Stabilitas kontruksi diperoleh dari berat sendiri dinding penahan dan berat tanah(over burden) diatas tumit tapak (heel). Berdasarkan hasil analisa aplikasi Hec-Ras saat terjadi banjir ketinggian muka air mencapai ± 2,5 m dibawah tebing sungai dengan debit (Q) = 4500 m3/dtk. dan longsor yang terjadi tiap tahun mencapai rata-rata 12 m3 per meter panjang. Bentuk dan ukuran (dimensi) dinding penahan memenuhi syarat pada faktor kapasitas tahanan guling ( Fgl = 5,65 > 2) dan faktor kapasitas keruntuhan daya dukung( qmax = 63,57 kN/m2 < qa = 200 kN/m2 ), tapi tidak memenuhi syarat pada kapasitas tahanan geser ( Fgs = 1,76 < 2) sehingga diperlukan dukungan pondasi tiang pancang(Qa= Qu / F = 2985,68 / 2,5 = 1194,3 kN). Pada struktur dinding penahan dan pile cap, untuk tulangan pokok memakai baja D25 dan tulangan geser memakai baja D10 dengan fy, 240 Mpa dengan mutu beton fc, 25 Mpa. Perhitungan penulangan elemen struktur yang mengacu pada SNI 2847-2013.