cover
Contact Name
Hafidh 'Aziz
Contact Email
hafidh.aziz@uin-suka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
aciece.piauduinsuka@gmail.com
Editorial Address
Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Lt. 3 jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education
ISSN : -     EISSN : 35484516     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ICIECE) merupakan konferensi yang diadakan secara rutin setiap tahun oleh Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tema yang dikaji dalam konferensi ini adalah tema-tema mutakhir yang relevan dengan pengembangan pendidikan anak usia dini. Kami mengundang pendidik, peneliti, praktisi, dan pemerhati pendidikan anak usia dini untuk mengirimkan artikel yang relevan dan mempresentasikanya dalam forum konferensi. Artikel terpilih yang telah diseminarkan akan dipublikasikan dalam bentuk prosiding (print dan online).
Articles 224 Documents
Pondok Pesantren Sebagai Warisan Klasik Dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini Di Era Digital Novitasari, Nurul
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol. 9 (2025): The 9th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the implementation of classical pesantren (Islamic boarding school) values in shaping the character of early childhood learners and to examine strategies for integrating these values with technology-based learning at TK Muslimat NU 33 Binangun, Singgahan, Tuban. The research employed a descriptive qualitative approach, using data collection techniques such as observation, in-depth interviews, and documentation. The subjects included the principal and classroom teachers, while the research objects covered the application of pesantren values such as ta’dzim (respect), discipline, spirituality, and independence within the context of early childhood education in the digital era. The findings indicate that classical pesantren values are implemented through habituation activities such as Friday infaq (charity), congregational Dhuha prayer, greeting teachers every morning, sharing with friends, learning to recite using the Iqro’ method, and celebrating Islamic holidays (PHBI). These activities foster religious, disciplined, empathetic, and socially responsible character traits in children. Moreover, the school successfully integrates pesantren values with digital technology through the use of media such as laptops for showing Islamic stories and educational videos. In conclusion, the integration of classical pesantren values and digital innovation forms a contextual, relevant, and effective model of character education for early childhood learners. This model serves as a strategic alternative to preserve traditional Islamic values while adapting to the challenges of the digital era.
Model Pendidikan Karakter Berbasis Pemikiran Islam Klasik: Analisis Komparatif Ibnu Miskawaih, Al-Ghazali, dan Ibnu Sina Khairul Abdillah Harahap; Nelly Setia Wati
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol. 9 (2025): The 9th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis fondasi filosofis pendidikan anak dalam tradisi pemikiran Islam klasik melalui kajian komparatif terhadap tiga tokoh utama, yakni Ibn Miskawaih, Al-Ghazali, dan Ibn Sina. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif hermeneutik-komparatif, penelitian ini menginvestigasi secara sistematis dimensi moral, intelektual, dan spiritual dalam konsepsi pendidikan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga pemikir menempatkan pembentukan moral pada fase usia dini sebagai aspek fundamental, yang dilakukan melalui pembiasaan perilaku, keteladanan, serta integrasi perkembangan rasional, emosional, dan spiritual. Sintesis analitis menghasilkan lima prinsip utama pendidikan karakter dalam perspektif Islam klasik, yaitu: uswah (keteladanan), ta’dib (pembiasaan moral), tawazun (keseimbangan), istiqamah (kemandirian dan konsistensi moral), serta ruhaniyah (spiritualitas). Kelima prinsip ini membentuk kerangka konseptual holistik yang menunjukkan relevansi tinggi terhadap paradigma pendidikan kontemporer seperti social-emotional learning dan pendidikan berbasis nilai. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan menawarkan model integratif yang menjembatani etika moral Islam klasik dan praktik pedagogik modern. Implikasi temuan menegaskan bahwa rekontekstualisasi pemikiran klasik dapat memperkuat dimensi moral dan spiritual dalam sistem pendidikan modern.
Pendidikan Iman Kepada Nabi Muhammad Dalam Perspektif Al-Qur’an Mutiara Fajar
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol. 9 (2025): The 9th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan ini berfokus pada pembahasan tentang pendidikan iman kepada Nabi Muhammad SAW dalam perspektif Al-Qur'an dan tafsir. Tujuan utama penulisan ini adalah untuk memahami lebih dalam pandangan Al-Qur'an mengenai iman kepada Nabi Muhammad serta bagaimana penerapannya dalam pendidikan Islam, khususnya bagi anak usia dini. Kajian ini juga mengeksplorasi praktik pendidikan pada masa Rasulullah SAW, yang menjadi fondasi utama bagi pendidikan pertama dalam sejarah Islam, sebagai acuan untuk merancang konsep pendidikan yang relevan untuk anak usia dini di masa kini. Dengan menggunakan metode penelitian berbasis studi literatur, data dianalisis dan diterjemahkan ke dalam bentuk narasi yang terstruktur dan sistematis. Pendekatan ini memberikan wawasan komprehensif tentang bagaimana pendidikan Islam dapat dikembangkan sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah, baik dari segi materi maupun metode.
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Alam Terhadap Kecerdasan Naturalis Anak Usia Dini Eka Putri Sulistia Hutabarat; Sri Suriati
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol. 9 (2025): The 9th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research focused to determine the effect of nature-based learning on the naturalistic intelligence of young children. This research uses qualitative methods with a pre-experimental research design, one group pre-test – post-test design. Data was collected through questionnaires and analyzed using the Paired T-test. The sample in this study consisted of 20 children aged 4-5 years who attended PAUD Al Ashry, Selesai, Langkat, North Sumatra. The research results showed that the average score before nature-based learning (pre-test) was 9.30, while after learning (post-test) it was 17.50. The t test results show sig 0.000 < 0.5 which indicates the alternative hypothesis (ha) is accepted and the null hypothesis h0 is rejected. Thus, it can be concluded that nature-based learning has a significant influence on children's naturalistic intelligence. [Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis alam terhadap kecerdasan naturalis anak usia dini. Peneltian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitan pre-eksperimen one group pre-test – post-test design. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan Paired T-test. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 anak dengan usia 4-5 tahun yang bersekolah di PAUD Al Ashry Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa nilai rata-rata sebelum melakukan pembelajaran berbasis alam (pre-test) adalah 9.30, sedangkan setelah melakukan pembelajaran (post-test) adalah 17.50. Hasil uji t menunjukkan bahwa sig 0.000 < 0.5 yang mengindikasikan bahwa hipotesis alternative (ha) diterima dan hipotesis nol h0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis alam memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kecerdasan naturalis anak.]