cover
Contact Name
Hafidh 'Aziz
Contact Email
hafidh.aziz@uin-suka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
aciece.piauduinsuka@gmail.com
Editorial Address
Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Lt. 3 jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education
ISSN : -     EISSN : 35484516     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ICIECE) merupakan konferensi yang diadakan secara rutin setiap tahun oleh Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tema yang dikaji dalam konferensi ini adalah tema-tema mutakhir yang relevan dengan pengembangan pendidikan anak usia dini. Kami mengundang pendidik, peneliti, praktisi, dan pemerhati pendidikan anak usia dini untuk mengirimkan artikel yang relevan dan mempresentasikanya dalam forum konferensi. Artikel terpilih yang telah diseminarkan akan dipublikasikan dalam bentuk prosiding (print dan online).
Articles 221 Documents
Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup pada Anak Usia Dini di RA DWP UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Rohinah; Suismanto; Gunawan, Risma Aldan
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol. 8 (2024): The 8th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengembangan pendidikan lingkungan hidup pada anak usia dini. Penanaman wawasan lingkungan hidup diyakini dapat membantu anak dalam menumbuhkan kesadaran terhadap lingkungan, serta kepedulian dalam menjaga alam dan diharapkan tumbuh menjadi anak yang memiliki kepekaan terhadap lingkungan dan alam. Untuk itu penting kiranya memuat nilai edukatif, partisipatif dan berkelanjutan dalam pembelajaran anak usia dini. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif-analitis. Subjek penelitian ini Lembaga RA DWP UIN Sunan Kalijaga di Yogyakarta. Pengumpulan data pada penelitian ini dengan wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Analisis  data menggunakan model Miles dan Huberman dengan analisis interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan Kesimpulan. Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup pada Anak Usia Dini di RA DWP UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta meliputi empat aspek; Pertama, Pengembangan Prinsip-Prinsip Pendidikan Lingkungan Hidup di RA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kedua, Pengembangan Program Pendidikan Lingkungan Hidup di RA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ketiga, Pengembangan Nilai-Nilai Islam dalam Pendidikan Lingkungan Hidup di RA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dan Keempat, Pengembangan Kemampuan Pembiasaan Pendidikan Lingkungan Hidup di RA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Project-Based Learning In Early Childhood Education: Building Relevant 21st Century Skills Hibana; Muthia Rahman Nayla; Siti Zubaedah
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol. 8 (2024): The 8th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran berbasis proyek (PBP) di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta menganalisis sejauh mana PBP dapat mengembangkan keterampilan abad 21 yang relevan pada anak usia dini. Penelitian “ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah satu lembaga PAUD di Bantul yang telah menerapkan PBP. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru dan anak, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBP telah diterapkan dengan baik di lembaga PAUD tersebut. Anak-anak terlibat aktif dalam proses pembelajaran, mulai dari perencanaan proyek hingga presentasi hasil. Melalui PBP, anak-anak mengembangkan berbagai keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Mereka juga menunjukkan peningkatan dalam kemampuan pemecahan masalah, keterampilan social, dan rasa percaya diri. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan dalam implementasi PBP, seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan bagi guru, dan perbedaan persepsi antara guru dan orang tua tentang tujuan PBP. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PBP merupakan pendekatan pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan keterampilan abad 21 pada anak usia dini. Namun, diperlukan dukungan yang lebih kuat dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sekolah, orang tua, untuk memastikan keberhasilan implementasi PBP.
Pembelajaran Rasional-Profetik untuk Anak Usia Dini Natsir, Ahmad; Wahyudin, Didin; Ulfa, Diana Lutfiana
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol. 8 (2024): The 8th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan mengeksplorasi konsep Pembelajaran Rational-Profetik dalam pendidikan anak usia dini berdasarkan kajian hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan riset kepustakaan. Artikel ini didasari oleh rumusan masalah: bagaimana hadis-hadis Nabi dapat memberikan panduan pendidikan yang mengintegrasikan rasionalitas dan spiritualitas pada anak usia dini, serta bagaimana implementasinya dalam proses pembelajaran. Untuk menjawab permasalahan ini, artikel ini menganalisis hadis-hadis yang relevan dengan pendidikan anak dan mengidentifikasi prinsip-prinsip yang dapat diterapkan dalam konteks pendidikan modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pembelajaran Rational-Profetik adalah pendekatan yang memadukan pengembangan akal dan hati dalam mendidik anak. Dimensi rasionalitas mendorong anak untuk berpikir kritis, memahami sebab-akibat, dan mengembangkan logika melalui kegiatan sehari-hari. Hadis tentang keadilan orang tua dalam pemberian kepada anak-anak, misalnya, mengajarkan nilai-nilai keadilan secara logis. Sementara itu, dimensi spiritualitas bertujuan membentuk karakter anak dengan menanamkan nilai-nilai kasih sayang, akhlak mulia, dan kesadaran terhadap hubungan dengan Allah. Hal ini terlihat dalam hadis tentang kasih sayang kepada anak-anak kecil dan penghormatan kepada orang tua. Jawaban terhadap rumusan masalah tersebut menegaskan bahwa konsep Pembelajaran Rational-Profetik dapat diimplementasikan melalui kegiatan yang mengintegrasikan nilai-nilai logis dan spiritual, seperti penggunaan cerita Nabi, pembiasaan shalat, dan penanaman nilai moral melalui interaksi keluarga dan lingkungan pendidikan. Dengan pendekatan ini, anak-anak diajak memahami bahwa ilmu pengetahuan dan agama tidak bertentangan tetapi saling melengkapi. Artikel ini memberikan kontribusi penting dalam bidang pendidikan anak usia dini, khususnya dalam merumuskan model pembelajaran holistik yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan menyeimbangkan rasionalitas dan spiritualitas, Pembelajaran Rational-Profetik menawarkan pendekatan yang mendukung terbentuknya generasi yang cerdas secara intelektual, berkarakter mulia, dan berkesadaran spiritual yang kuat.
Analisis Komparatif Teori Permainan: Johan Huizinga, Friedrich Froebel, dan Karl Groos Suhendro, Eko
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol. 8 (2024): The 8th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan teori permainan Johan Huizinga, Friedrich Froebel, dan Karl Groos, dengan fokus pada penerapannya dalam pendidikan anak usia dini. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan literatur yang komprehensif, penelitian ini secara sistematis menganalisis karya-karya dari para ahli teori ini. Konsep permainan Huizinga sebagai fenomena budaya memberikan kerangka kerja untuk memahami struktur sosial dan makna yang berasal dari kegiatan bermain. Froebel menggarisbawahi nilai permainan bebas dalam mendorong pertumbuhan kognitif, sosial, dan emosional, mengadvokasi praktik pendidikan yang berpusat pada anak. Groos menyoroti aspek evolusioner bermain sebagai persiapan untuk dewasa, menekankan pentingnya latihan dan simulasi dalam lingkungan belajar. Temuan menunjukkan bahwa mengintegrasikan teori-teori ini dapat meningkatkan pengalaman pendidikan dengan mempromosikan pembelajaran sosial, motivasi intrinsik, dan pengembangan keterampilan bertahan hidup yang penting bagi anak usia dini dimasa depan. Namun, sifat teoritis dari perbandingan ini dan konteks historis dari teori-teori ini dapat membatasi penerapan langsungnya pada Pendidikan era kontemporer. Penelitian empiris lebih lanjut direkomendasikan untuk memvalidasi perspektif ini dalam lingkungan pendidikan modern dan mengeksplorasi integrasinya ke dalam strategi pedagogis dalam anak usia dini di era ini.
Sistem Penjaminan Mutu Internal di CERIA Demangan Yogyakarta Jannana, Nora Saiva; Santosa, Edy Yusuf Nur Samsu; Maryam, Maryam; Faridah, Syifa Durotul; Husna, Asnal; Azizah, Rahma
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol. 8 (2024): The 8th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan anak usia dini (PAUD) berperan penting dalam membangun fondasi perkembangan anak, mencakup aspek kognitif, sosial, emosional, dan fisik. Untuk memastikan kualitas layanan PAUD, diperlukan sistem penjaminan mutu yang sistematis dan berkelanjutan. Namun, banyak lembaga PAUD menghadapi tantangan dalam menerapkan sistem penjaminan mutu karena keterbatasan sumber daya dan struktur organisasi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem penjaminan mutu internal di Taman Bermain (TB) & Taman Kanak-Kanak (TK) Ceria Demangan Yogyakarta, yang mengintegrasikan fungsi penjaminan mutu ke dalam berbagai unit manajemen tanpa memiliki tim khusus.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah TK Ceria Demangan, serta analisis dokumen terkait penjaminan mutu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjaminan mutu di Ceria dilakukan melalui pembagian tugas dalam tim Litbang, HRD, dan Koordinator Internal-Eksternal. Siklus penjaminan mutu meliputi perencanaan, implementasi, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan, yang dijalankan secara fleksibel berdasarkan kebutuhan sekolah. Salah satu praktik unggulan yang mendukung penjaminan mutu adalah kegiatan field-trip, yang memberikan pengalaman belajar berbasis eksplorasi kepada anak-anak. Meskipun terdapat tantangan dalam aspek logistik dan koordinasi, strategi perencanaan ulang serta komunikasi yang intensif dengan mitra eksternal terbukti efektif dalam memastikan keberlanjutan program.  Studi ini mengindikasikan bahwa meskipun tidak memiliki tim penjaminan mutu khusus, pendekatan berbasis tim dengan pembagian tugas spesifik mampu memastikan peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Implikasi dari temuan ini menegaskan bahwa fleksibilitas dalam implementasi sistem penjaminan mutu dapat menjadi strategi efektif bagi PAUD dengan keterbatasan sumber daya
Faith-Based Learning through Play: Developing Islamic Education Methods in Early Childhood Education Wardani, Anita; Mukhlisah, Iffah; Intan Apriliani, Elina; Jafar Nashir, Muhammad
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol. 9 (2025): The 9th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The present study aims to describe faith-based learning strategies through play in the context of Islamic Religious Education (IRE) for early childhood. In addition, the study will identify supporting factors, obstacles, and children's responses to these strategies. The present study employed a descriptive qualitative approach, with five teachers from five different kindergartens selected purposively as participants. The data were collected through a combination of in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. These data were then analyzed using Miles and Huberman's interactive analysis model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings of the study suggest that educators employ a variety of play-based strategies to instill religious values, including role-playing, creative projects, nature exploration, motor games, and interactive digital media. These strategies are meticulously designed to integrate religious messages into recreational activities, thereby facilitating natural and meaningful learning for children according to their developmental stages. The efficacy of these strategies was influenced by three factors: the creativity of the teaching staff, the availability of learning media, and the active involvement of the children. These findings indicate that faith-based learning through play is a viable methodology for Islamic education in early childhood education. This approach integrates a pedagogical approach that is suitable for children with the inculcation of profound religious values.
Implementasi Mosel Pembelajaran STEAM Untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini: Studi Literature Review Adiansa, Nadila; Putro, Khamim Zarkasih; Zubaedah, Siti
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol. 9 (2025): The 9th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi model pembelajaran STEAM dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini melalui pendekatan studi pustaka. Kreativitas merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang penting dikembangkan sejak dini. Model STEAM yang mengintegrasikan sains, teknologi, teknik, seni dan matematika dianggap mampu merangsang kemampuan berpikir kritis, eksplorasi, dan ekspresi diri anak. Hasil dari tinjauan literatur menunjukan bahwa STEAM mendorong anak untuk berpikir secara fleksibel, orisinal dan mampu mengembangkan ide-ide baru. Namun penerapannya di Indonesia menghadapi sejumlah tantangan seperti  keterbatasan fasilitas, rendahnya pemahaman guru, serta kurangnya pelatihan teknis. Oleh karena itu, kolaborasi lintas disiplin antar pendidik dan dukungan dari lingkungan sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan manfaat STEAM. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan STEAM dapat menjadi strategi efektif dalam menstimulasi kreativitas anak usia dini jika di Implementasikan secara tepat dan berkelanjutan.
Demam Bimbel pada Anak Usia Dini: Antara Inovasi Pendidikan dan Degradasi Nilai Islami dalam Pembentukan Karakter Anak Fauziah, Nurul; Nadlifah, Nadlifah
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol. 9 (2025): The 9th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena demam bimbel pada anak usia dini mencerminkan kekhawatiran orang tua terhadap prestasi akademik dan pengaruh negatif teknologi, terutama kecanduan gadget. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan motivasi orang tua memasukkan anak ke bimbel, dampak psikologis terhadap anak, serta implikasinya terhadap nilai-nilai Islam dalam pembentukan karakter. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan responden terdiri dari guru PAUD, orang tua, dan pengelola bimbel. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka dan dianalisis dengan reduksi, kategorisasi, dan interpretasi tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua berharap anak berprestasi dan memiliki kesiapan belajar, namun orientasi akademik yang berlebihan dapat mengurangi keceriaan dan eksplorasi alami anak. Guru dan pengelola bimbel menghadapi dilema antara tuntutan hasil akademik dengan prinsip pendidikan anak usia dini yang seharusnya menekankan bermain dan penguatan karakter. Dalam perspektif Islam, pendidikan harus menjaga fitrah anak, menumbuhkan keseimbangan antara aspek kognitif, emosional, dan spiritual. Oleh karena itu, bimbel perlu diarahkan sebagai sarana penguatan karakter Islami, bukan sekadar peningkatan kemampuan akademik.
Model Kegiatan Entrepreneur Berbasis Adab untuk Mengembangkan Kemampuan Sosial Anak Usia Prasekolah Muslim Latif, Muhammad Abdul
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol. 9 (2025): The 9th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan kegiatan entrepreneur sebagai model pembelajaran berbasis adab dalam mengembangkan kemampuan sosial anak usia prasekolah Muslim. Model pembelajaran ini memadukan aktivitas kewirausahaan anak dengan penanaman nilai-nilai adab Islami, seperti sopan santun, amanah, kerja sama, dan tanggung jawab, sehingga tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan, tetapi juga pembentukan karakter sosial anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam kepada guru kelas B di TK Muslimat NU Darunnajah Kamal. Data dianalisis melalui proses reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan entrepreneur yang dikembangkan melalui aktivitas cooking class dan market day mampu memberikan pengalaman sosial yang autentik bagi anak. Melalui kegiatan tersebut, anak belajar berinteraksi dengan teman sebaya dan pembeli, mengambil keputusan sederhana, bekerja sama, serta menampilkan perilaku sopan sesuai nilai adab. Kemampuan sosial yang tampak berkembang meliputi interaksi sosial positif, kepercayaan diri, kemandirian, kemampuan berkomunikasi, dan tanggung jawab. Faktor pendukung keberhasilan kegiatan meliputi keterlibatan orang tua dalam menyiapkan produk, minat anak yang tinggi, serta fasilitas sekolah yang memadai. Adapun faktor penghambat mencakup perubahan mood anak, kendala kesehatan, dan kurangnya kerja sama dari sebagian orang tua. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan konsep pembelajaran berbasis adab dalam konteks kegiatan entrepreneur sebagai strategi efektif untuk mengembangkan kemampuan sosial anak usia dini, khususnya pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis Islam. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan model pembelajaran yang lebih sistematis dan kontekstual dalam pendidikan karakter di usia prasekolah.
Kepemimpinan Visioner dalam Mengintegrasikan Nilai Islam dan Inovasi Kurikulum PAUD di Era Transformasi Pendidikan Ningrum, Eka Sapti Cahya; Riyadika, Yulian Yosa
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol. 9 (2025): The 9th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The digital transformation era requires Islamic Early Childhood Education (PAUD Islam) institutions to adopt clear, adaptive, and spiritually grounded leadership. Visionary leadership serves as a key factor in integrating classical Islamic values with curriculum innovation, ensuring that Islamic PAUD institutions balance spirituality with 21st-century demands. This article presents a conceptual-analytical study aimed at explaining the relationship between visionary leadership, classical Islamic values (tarbiyah, ta'dib, adab, hikmah, and syura), curriculum innovation, and the quality of Islamic early childhood education. The analysis is based on a literature review of educational leadership theory, strategic management, Islamic educational philosophy, and recent empirical studies (2022–2025). Findings indicate that visionary leadership plays a strategic role as a transformative driver, balancing managerial rationality with Islamic spirituality, guiding policy, empowering teachers, and fostering innovative and reflective institutional culture