cover
Contact Name
Akhmad Dakhlan
Contact Email
jrip@fp.unila.ac.id
Phone
+628127935826
Journal Mail Official
jrip@fp.unila.ac.id
Editorial Address
Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro no.1 Bandar Lampung 35145 Email: jrip@fp.unila.ac.id; jrippeternakan@gmail.com
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals)
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 25983067     DOI : https://doi.org/10.23960/jrip
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (JRIP) is a scientific journal covering various aspects of animal husbandry science published since 2017. JRIP is published three times a year in April, August and December by the Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung. JRIP received numerous research articles spanning the sciences, namely livestock nutrition science, food science, food technology, breeding and genetics, physiology and reproduction, biotechnology, processed products, behavior, health, livestock farming systems, socio-economic, and policy.
Articles 361 Documents
PENGARUH BERBAGAI JENIS AMELIORAN TERHADAP KUALITAS RUMPUT PAKCHONG PADA TANAH ULTISOL Laurin, Clarisa; Liman, Liman; Erwanto, Erwanto; Muhtarudin, Muhtarudin
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.3.500-506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan protein kasar (PK), serat kasar (SK), dan kadar abu hijauan rumput Pakchong yang diberi berbagai jenis amelioran pada tanah ultisol. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2023 sampai Januari 2024 yang berlokasi di Laboratorium Lapangan Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Uji kualitas nutrisi dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan. Perlakuan pertama terdiri dari P0 (kontrol); P1 pupuk kompos (25 ton/ha); P2 pupuk kompos (25 ton/ha) + dolomit (4 ton/ha); P3 pupuk kompos (25 ton/ha) + dolomit (4 ton/ha) + zeolit (10 ton/ha); P4 pupuk kompos (25 ton/ha) + dolomit (4 ton/ha) + zeolit (10 ton/ha) + biochar (10 ton/ha). Setiap unit perlakuan berupa lahan petak dengan ukuran 1,5 x 1 m dan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 20unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam atau Analysis of Variance (ANOVA) 5%, hasil analisis yang berbeda nyata di uji lanjut menggunakan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan (P>0,05) antara berbagai jenis ameliorant terhadap kandungan protein kasar (PK), serat kasar (SK), dan bahan organik (BO) rumput pakchong yang ditanam pada tanah ultisol.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK TRICHOKOMPOS DAN PUPUK NPK DENGAN LEVEL BERBEDA TERHADAP MORFOLOGI RUMPUT PAKCHONG Nurunnisa, Fitria; Liman, Liman; Muhtarudin, Muhtarudin; Erwanto, Erwanto
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.3.507-514

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk trichokompos dan pupuk NPK dengan level berbeda serta interaksi kedua perlakuan terhadap morfologi rumput pakchong. Penelitian dilaksanakan pada Oktober--Desember 2023, dilakukan di Rumah Kaca Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor yang terdiri atas faktor pupuk trichokompos dan pupuk NPK. Faktor pupuk trichokompos terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu T0 (tanpa pupuk trichokompos), T1 (15 ton/ha pupuk trichokompos), T2 (30 ton/ha pupuk trichokompos), T3 (45 ton/ha pupuk trichokompos) dan faktor pupuk terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu K0 (tanpa pupuk NPK), K1 (100 kg/ha urea + 50 kg/ha TSP +50 kg/ha KCL), K2 (150 kg/ha urea + 75 kg/ha TSP + 75 kg/ha KCL), K3 (200 kg/ha urea + 100 kg/ha TSP + 100 kg/ha KCL). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dan dilakukan dengan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian pemberian kombinasi pupuk trichokompos dan pupuk NPK tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap morfologi tinggi tanaman, jumlah daun, rasio daun dan batang, bobot akar dan luas permukaan daun.
PENAMBAHAN FILTER AIR WATER DESTILATION MACHINE UNTUK PERBAIKAN KUALITAS AIR BAHAN BAKU PEMBUATAN AKUADES KEBUTUHAN ANALISA PROKSIMAT BAHAN PAKAN Fitri, Ahmad
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.2.372-376

Abstract

Akuades merupakan cairan utama untuk menunjang pengujian proksimat bahan pakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Jurusan Peternakan Universitas Lampung. Kualitas air tanah untuk bahan baku pembuatan akuades menentukan kualitas akuades yang dihasilkan. Tingkat kesadahan merupakan salah satu parameter kimia persyaratan kualitas air tanah dengan mengukur jumlah kandungan kalsium (Ca) dan magnesium (Mg). Kandungan Ca dan Mg dalam air laboratorium dapat menyebabkan kerak di dinding peralatan terutama dengan sistem pemanasan, sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan laboratorium, selain itu bisa menghambat proses pemanasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menurunkan bahkan menghilangkan kesadahan air tanah sebagai bahan baku proses destilasi alat water destilation yang terdapat di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak. Penghilangan kesadahan air tanah dilakukan dengan pemasangan filter air sebelum proses destilasi pada alat water destilation. Filter air dibuat dengan bahan pipa PVC dan di dalamnya terdapat media penyaring berupa zeolit sehingga dapat menurunkan kesadahan air. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemasangan filter sebelum alat water destilation dapat menurunkan kandungan Ca dari 19,34 mg/L menjadi 12,88 mg/L atau terjadi penurunan sebesar 33,40% serta penurunan kandungan Mg dari 1,92 mg/L menjadi 1,55 mg/L atau terjadi penurunan sebesar 19,27%.
TINGKAT PREVALENSI CACING HATI KAMBING JAWARANDU PADA UMUR YANG BERBEDA DI KELOMPOK TERNAK MAKMUR II DESA GISTING ATAS KECAMATAN GISTING KABUPATEN TANGGAMUS Rais, Ambarwati Mirna; Dakhlan, Akhmad; Ermawati, Ratna; Santosa, Purnama Edy
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.3.515-522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat prevalensi Cacing Hati kambing Jawarandu pada umur yang berbeda di Kelompok Ternak Makmur II, Desa Gisting Atas, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober--November 2023. Sampel feses yang didapatkan pada penelitian ini diuji di Laboratorium Parasitologi, Balai Veteriner Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan pengambilan sampel ternak secara sensus. Peubah yang diamati pada penelitian ini yaitu jumlah kambing Jawarandu yang terinfestasi Cacing Hati. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan melihat ada tidaknya cacing pada feses kambing Jawarandu. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat prevalensi Cacing Hati kambing Jawarandu di Kelompok Ternak Makmur II adalah 0% atau kategori rendah. Rendahnya tingkat prevalensi tersebut menunjukkan bahwa manajemen pemeliharaan, kandang, pakan, sanitasi, serta pengobatan dilakukan dengan baik dan rutin. Selain itu, di lingkungan kandang tidak terdapat genangan air maupun siput yang dapat menyebabkan kambing terinfestasi oleh Cacing Hati. Perbedaan umur kambing tidak berpengaruh pada tingkat prevalensi Cacing Hati pada kambing Jawarandu di Kelompok Ternak Makmur II.
PENGARUH PENAMBAHAN L-CARNITINE DENGAN DOSIS YANG BERBEDA DALAM BAHAN PENGENCER SITRAT KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR DOMBA EKOR TIPIS Saputra, Mahmud Yoga; Suharyati, Sri; Hartono, Madi; Siswanto, Siswanto
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.3.531-537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan L-carnitine dalam bahan pengencer Sitrat Kuning Telur pada semen cair Domba Ekor Tipis. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2023 di Laboratorium Fisiologi dan Reproduksi Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, P0: tanpa penambahan L-carnitine (kontrol); P1: penambahan L-carnitine 0,6 mg/100 ml pengencer; P2: penambahan L-carnitine 1,2 mg/100 ml pengencer; dan P3: penambahan L-carnitine 2,4 mg/100 ml pengencer. Data yang diperoleh dianalisis ragam dengan taraf 5% dan 1% kemudian diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil untuk peubah yang berpengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan L-carnitine dalam bahan pengencer sitrat kuning telur berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap motilitas dan viabilitas pasca pengenceran, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap abnormalitas spermatozoa pasca pengenceran. Penambahan L-carnitine 0,6 mg/100 ml pengencer menunjukkan kualitas terbaik dibandingkan perlakuan lainnya dengan nilai motilitas 71,75±2,22%, viabilitas 72,38±1,96% dan abnormalitas 1,50±0,78% pasca pengenceran. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan L-carnitine dengan dosis 0,6 mg/100 ml pengencer sitrat kuning telur memberikan pengaruh terbaik terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa Domba Ekor Tipis pasca pengenceran.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) PADA RANSUM TERHADAP KONSUMSI BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK SERTA KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK KAMBING PERANAKAN BOER Septiana, Tri; Tantalo, Syahrio; Erwanto, Erwanto; Liman, Liman
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.3.538-546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh penambahan tepung daun kelor dalam pakan terhadap konsumsi bahan kering dan bahan organik serta kecernaan bahan kering dan bahan organik Kambing Peranakan Boer; 2) mengetahui penambahan tepung daun kelor yang terbaik dalam pakan terhadap konsumsi bahan kering dan bahan organik serta kecernaan bahan kering dan bahan organik Kambing Peranakan Boer. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2023--Januari 2024 di Peternakan Kambing Rakyat, Desa Simpang Agung, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah. Analisis proksimat bahan kering (BK) dan bahan organik (BO) dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Percobaan dilakukan pada 15 ekor Kambing Peranakan Boer, dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari tiga perlakuan dan lima ulangan, kelompok dibagi berdasarkan bobot tubuh. Perlakuan pada penelitian ini yaitu P0 : Ransum basal 100% (60% silase limbah singkong + 40% konsentrat), P1 : Ransum basal 95% + 5% tepung daun kelor, P2 : Ransum basal 90% + 10% tepung daun kelor. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf nyata 5%. Peubah yang diamati yaitu konsumsi bahan kering dan bahan organik serta kecernaan bahan kering dan bahan organik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung daun kelor dalam ransum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering dan bahan organik serta kecernaan bahan kering dan bahan organik Kambing Peranakan Boer.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa Oleifera) PADA RANSUM TERHADAP PERFORMA KAMBING PERANAKAN BOER Permata Sari, Lilis; Qisthon, Arif; Husni, Ali; Adhianto, Kusuma
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.3.547-554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan level terbaik penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) pada ransum terhadap performa kambing Peranakan Boer. Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2023 sampai Januari 2024 di peternakan rakyat kambing Boer Desa Simpang Agung, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari tiga perlakuan dan lima kelompok menggunakan 15 ekor kambing Peranakan Boer jantan dari bobot tubuh terkecil sampai yang terbesar. Perlakuan yang digunakan yaitu P0: 100% ransum basal (60% silase daun dan batang singkong + 40% konsentrat); P1: 95% ransum basal + 5% tepung daun kelor; dan P2: 90% ransum basal + 10% tepung daun kelor. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode analysis of variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi ransum sebesar P0= 662,96±198,83 gram/hari; P1=770,62±231,68 gram/hari; dan P2=727,66±184,28 gram/hari, rata-rata pertambahan bobot tubuh harian sebesar P0=68,57±36,96 gram/hari; P1=123,93±13,75 gram/hari; dan P2=94,29±25,64 gram/hari, dan rata-rata efisiensi ransum sebesar P0=10,77± 5,28%; P1=17,29±5,32%; dan P2=13,86%. Kesimpulan penelitian ini bahwa penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) pada ransum dapat meningkatkan pertambahan bobot tubuh dan efisiensi ransum dengan perlakuan optimal pada level 5%.
PENGARUH PENGGUNAAN LEVEL SILASE PUCUK TEBU DALAM RANSUM TERHADAP KECERNAAN NDF DAN ADF PADA SAPI Putri, Dewi Annisa; Erwanto, Erwanto; Muhtarudi, Muhtarudi; Liman, Liman
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.3.555-562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level penggunaan silase pucuk tebu dalam ransum terhadap kecernaan NDF dan ADF pada sapi. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2023--Desember 2023 yang bertempat di PT. Gunung Madu Plantations, KM 90 Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung dan analisis kecernaan NDF dan ADF dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan, Institut Pertanian Bogor. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL), yang terdiri dari 4 periode dan 4 perlakuan. Perlakuan yang digunakan yaitu P1: silase pucuk tebu 40% + konsentrat 60%; P2: silase pucuk tebu 50% + konsentrat 50%; P3: silase pucuk tebu 60% + konsentrat 40%; P4: silase pucuk tebu 70% + konsentrat 30%. Variabel yang diamati berupa kecernaan Neutral Detergent Fiber (NDF) dan Acid Detergent Fiber (ADF). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan level tertentu silase pucuk tebu dalam ransum yang diberikan pada sapi potong berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai kecernaan Neutral Detergent Fiber (NDF) dan kecernaan Acid Detergent Fiber (ADF). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan level silase pucuk tebu hingga 70% dalam ransum pada sapi potong dapat digunakan karena tidak memberikan dampak negatif dan tidak mempengaruhi nilai kecernaan Neutral Detergent Fiber (NDF) dan kecernaan Acid Detergent Fiber (ADF) sehingga silase pucuk tebu dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternatif untuk mensubtitusi konsentrat pada ransum sapi potong.
Pengaruh Penggunaan Jenis Litter Sekam padi dan Serutan Kayu Terhadap Kadar Amonia, pH dan Suhu Litter pada Kandang Closed House Anggoro, Rifki Dwi; Riyanti, Riyanti; Santosa, Purnama Edy; Nova, Khaira
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.1.162-172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis litter sekam padi dan serutan kayu di closed house terhadap kadar amonia litter, pH litter, dan suhu litter, serta untuk mengetahui jenis litter yang terbaik dalam pemeliharaan broiler di closed house terhadap kadar amonia litter, pH litter, dan suhu litter. Penelitian ini dilaksanakan 28 Maret—26 April 2022, di kandang closed house Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental. Perlakuan yang diberikan terdiri atas jenis bahan litter serutan kayu dan sekam padi. Peubah yang diamati meliputi kadar amonia, pH, dan suhu litter. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis uji T dengan membandingkan dua perlakuan antara litter serutan kayu dan sekam padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa litter serutan kayu dan sekam padi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap suhu litter, namun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH dan kadar amonia pada minggu ketiga dan keempat. Dapat disimpulkan kedua bahan litter serutan kayu dan sekam padi masih memberikan yang baik terhadap kualitas litter.
Pengaruh Penambahan Larutan Acidifier (Asam Sitrat) Pada Air Minum Terhadap pH Usus Halus, Bobot Tubuh Akhir, dan Bobot Giblet Ayam ULU Salsabila, Asri Umniya; Erwanto, Erwanto; Septinova, Dian; Nova, Khaira
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.1.149-161

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian acidifier (asam sitrat) terhadap pH usus halus, bobot tubuh akhir, dan bobot giblet serta untuk mengetahui level pemberian acidifier (asam sitrat) yang terbaik terhadap pH usus halus, bobot tubuh akhir dan bobot giblet ayam ULU. Penelitian ini dilaksanakan pada 23 Mei 2023–18 Juli 2023 di Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan dan setiap ulangan terdiri atas 10 ekor ayam ULU sehingga total ayam yang digunakan sebanyak 200 ekor ayam ULU. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini yaitu air minum tanpa acidifier (P0), air minum dengan penambahan 0,5% acidifier (P1), air minum dengan penambahan 1.0% acidifier (P2), air minum dengan penambahan 1,5% acidifier (P3). Data dianalisis dengan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian larutan acidifier dengan dosis 0,5--1,5% dalam air minum tidak mempengaruhi (P>0.05) pH usus halus (jejenum), bobot tubuh akhir, dan bobot giblet ayam ULU Umur 8 minggu serta belum ditemukan dosis acidifier pada air minum terbaik

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2024 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Desember 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: April 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Desember 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: April 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Desember 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: April 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Desember 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Agustus 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : April 2018 Vol 1 No 3 (2017): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Desember 2017 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Agustus 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : April 2017 More Issue