cover
Contact Name
Akhmad Dakhlan
Contact Email
jrip@fp.unila.ac.id
Phone
+628127935826
Journal Mail Official
jrip@fp.unila.ac.id
Editorial Address
Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro no.1 Bandar Lampung 35145 Email: jrip@fp.unila.ac.id; jrippeternakan@gmail.com
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals)
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 25983067     DOI : https://doi.org/10.23960/jrip
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (JRIP) is a scientific journal covering various aspects of animal husbandry science published since 2017. JRIP is published three times a year in April, August and December by the Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung. JRIP received numerous research articles spanning the sciences, namely livestock nutrition science, food science, food technology, breeding and genetics, physiology and reproduction, biotechnology, processed products, behavior, health, livestock farming systems, socio-economic, and policy.
Articles 361 Documents
Pengaruh Pemberian Mineral Makro (Ca dan Mg) terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Ransum pada Domba Ekor Tipis Jantan Afif, Dwi Agustina; Muhtarudin, Muhtarudin; Liman, Liman; Erwanto, Erwanto
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.365-374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mineral makro (Ca dan Mg) dalam ransum terhadap kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO) ransum pada domba ekor tipis jantan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada September-November 2023 di Kandang dan Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Sebagai unit percobaan yaitu domba ekor tipis jantan sebanyak 15 ekor. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 : ransum basal 100%; P1: ransum basal 100% + CaCl2 25,7 ml/kg ransum dan MgCl2 6,5 ml/kg ransum; dan P2: ransum basal 100% + Ca lysinat 25,7 ml/kg ransum dan Mg lysinat 6,5 ml/kg ransum. Parameter yang diamati yaitu kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dianjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa ransum basal yang diberi penambahan makro mineral (Ca dan Mg) berpengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap nilai kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO) pada domba ekor tipis jantan.
PENGARUH PEMBERIAN MINERAL MAKRO (Ca dan Mg) TERHADAP KECERNAAN SERAT KASAR DAN PROTEIN KASAR RANSUM PADA DOMBA EKOR TIPIS JANTAN Rizky Amelia, Aniza; Muhtarudin, Muhtarudin; Liman, Liman; Erwanto, Erwanto
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.375-383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mineral makro (Ca dan Mg) dalam ransum terhadap kecernaan serat kasar dan protein kasar pada domba ekor tipis jantan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September - November 2023 di kandang domba Jurusan Peternakan, dan analisis proksimat dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini dilakukan menggunakan 15 ekor domba ekor tipis jantan dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) berdasarkan bobot badan yang terdiri dari 3 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan pada penelitian ini yaitu P0 : Ransum Basal 100%, P1 : Ransum Basal 100% + CaCl2 25,7 ml/kg ransum dan MgCl2 6,25 ml/kg ransum, P2 : Ransum Basal 100% + Ca lysinat 25,7 ml/kg ransum dan Mg lysinat 6,5 ml/kg ransum. Peubah yang diamati yaitu Kecernaan Protein Kasar dan Kecernaan Serat Kasar. Pada perlakuan P2 menunjukkan hasil tidak berbeda nyata dari P0 dan P1 terhadap nilai Protein Kasar (PK). Pada perlakuan P2 menunjukkan hasil berbeda nyata juga dari P0 dan P1 terhadap kecernaan Serat Kasar (SK). Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa penambahan mineral makro organik (Ca dan Mg) dalam ransum domba ekor tipis jantan menghasilkan rata-rata daya cerna protein tertinggi yaitu pada P2 sebesar 76,63%, P1 sebesar 75,58%, dan P0 sebesar 74,07%. Sedangkan pada serat kasar rata-rata daya cerna tertinggi yaitu P2 sebesar 80,87%, P1 sebesar 80,60%, dan P0 sebesar 79. 49%.
Pengaruh Pemberian Silase Pucuk Tebu (Saccharum officinarum) yang Diperkaya Zat Aditif terhadap Kecernaan NDF dan ADF pada Sapi Potong Irawan, Bayu Hadi Setya; Liman, Liman; Erwanto, Erwanto; Muhtarudin, Muhtarudin
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.355-364

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Margolembu 99, Desa Adi Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah pada Oktober 2023, bertujuan untuk mengetahui pengaruh silase pucuk tebu penambaahan zat adiktif (Amonium sulfat, Urea, dan Dolomit) terhadap kecernaan NDF dan ADF pada sapi potong. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAK) yang terdiri dari 3 percobaan dan 6 ulangan, setiap ulangan berjumlah 18 unit percobaan. Adapun rancangan perlakuan yang digunakan sebagai berikut: P1: Pucuk Tebu Hijauan 40% + 60% Konsentrat; P2: Silse Pucuk Tebu Formula 1 (Molases, Za, Urea) 40% + 60% Konsentrat; P3: Pucuk Tebu Formula 2 (Molases, Za, Urea, Dolomit) 40% + 60% Konsentrat. Parameter yang diamati adalah kecernaan NDF dan ADF pada sapi potong. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan fermentasi silase pucuk tebu berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan NDF dan ADF sapi potong. Dapat disimpulkan bahwa perlakuan terbaik untuk menambah kecernaan NDF dan ADF pada pucuk tebu yaitu dengan perlakuan NDF P0: 82,38% dan ADF P2: 72,77%.
Pengaruh Suplementasi Rumput Laut Eucheuma cottonii terhadap Kadar VFA dan NH3 Cairan Rumen Sapi Potong Afrianti, Zulvina; Muhtarudin, Muhtarudin; Liman, Liman; Erwanto, Erwanto
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.346-354

Abstract

This study aims to determine the supplementation of seaweed (Eucheuma cottonii) against levels of Volatile Fatty Acid (VFA) and ammonia (NH3) of beef cattle rumen fluid. This research will be carried out in October – December 2023 at the Maju Sejahtera Livestock Production Cooperative, Damai Jaya Village, Tanjung Sari District, South Lampung Regency. This study was conducted using Randomized Group Design consisting of 3 treatments and 6 repeats, using 18 local beef cattle. The treatment given is P1; pakchong grass + concentrate (ratio 70% : 30% BK feed), P2; pakchong grass + concentrate (ratio 70% : 30% BK feed) + seaweed Eucheuma cottonii (4% BK feed) and P3; pakchong grass + concentrate (ratio 70% : 30% BK feed) + seaweed Eucheuma cottonii (4% BK feed) + biochar (0.05% BK feed). Variables observed include levels of Volatile Fatty Acid (VFA) and Ammonia (NH3) of beef cattle rumen fluid. The data obtained were analyzed using Analysis of Variance at the level of 5%. The results of this study showed that seaweed supplementation (Eucheuma cottonii) was not significantly different (P>0.05) from Volatile Fatty Acid (VFA) levels and ammonia (NH3) levels. P3 treatment can potentially increase Volatile Fatty Acid (VFA) and Ammonia (NH3) levels in beef cattle rumen fluid.
Pengaruh Suplementasi Rumput Laut terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Ransum Sapi Potong Alamanda, Raddien Laduni; Erwanto, Erwanto; Liman, Liman; Muhtarudin, Muhtarudin
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.337-345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian rumput laut dalam ransum terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pada sapi potong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2023 di KPT Maju Sejahtera Lampung Selatan dan analisis proksimat dilakukan di Laboratorium Nutrisi LabTIAP Serpong, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 6 ulangan, dengan menggunakan 18 ekor sapi potong lokal. Perlakuan yang diberikan yaitu P1; rumput pakchong + konsentrat (perbandingan 70%:30% BK pakan), P2; rumput pakchong + konsentrat (perbandingan 70% : 30% BK pakan) + rumput laut eucheuma cottonii (4% BK pakan) dan P3; rumput pakchong + konsentrat (perbandingan 70% : 30% BK pakan) + rumput laut Eucheuma cottonii (4% BK pakan) + biochar (0,05% BK pakan). Variabel yang diamati yaitu Kecernaan Bahan Kering (KcBk) dan Kecernaan Bahan Organik (KcBo). Pada perlakuan P3 menunjukkan hasil tidak berbeda nyata dari P1 dan P2 terhadap nilai kecernaan bahan kering. Pada perlakuan P3 menunjukkan hasil tidak berbeda nyata juga P1 dan P2 terhadap kecernaan bahan organik. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa penambahan rumput laut dalam ransum sapi potong menghasilkan rata-rata kecernaan bahan kering tertinggi yaitu pada P3 sebesar 64,95%; P2 sebesar 63,41%, dan P1 sebesar 61,34%, sedangkan pada bahan organik kecernaan tertinggi yaitu P3 sebesar 65,94%; P2 sebesar 63,62%, dan P1 sebesar 62,59%.
PENGARUH PEMBERIAN SILASE KULIT PISANG TERHADAP KECERNAAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR PADA DOMBA EKOR TIPIS Siregar, Dea Pratiwi; Adhianto, Kusuma; Erwanto, Erwanto; Tantalo, Syahrio
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.384-392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian silase kulit pisang terhadap kecernaan protein kasar dan serat kasar domba ekor tipis. Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2023-Januari 2024 yang berlokasi di Kandang Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penilitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 3 perlakuan dan 5 ulangan, dengan menggunakan 15 ekor domba ekor tipis jantan. Perlakuan yang digunakan yaitu P0 : konsentrat 50% + silase tebon jagung 50%, P1 : konsentrat 50% + silase tebon jagung 35% + silase kulit pisang 15%, dan P2 : konsentrat 50% + silase tebon jagung 20% + silase kulit pisang 30%. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA). Hasil penelitian pada kecernaan protein kasar (P0: 88,36%, P1: 85,98%, dan P2: 88,87%) dan kecernaan serat kasar (P0: 82,07%, P1: 85,25%, dan P2: 78,02%). Kesimpulan pada penelitian ini adalah perlakuan pemberian silase kulit pisang tidak berpengaruh nyata terhadap kecernaan protein kasar tetapi, berpengaruh nyata terhadap kecernaan serat kasar domba ekor tipis.
Pengaruh Penambahan L-Carnitine dengan Dosis yang Berbeda dalam Bahan Pengencer Tris Kuning Telur terhadap Motilitas dan Viabilitas Semen Cair Domba Ekor Tipis Saturdayana, Made; Suharyati, Sri; Hartono, Madi; Siswanto, Siswanto
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.1.14-26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan LCarnitine terhadap motilitas dan viabilitas semen cair Domba Ekor Tipisdalam pengencer tris kuning telur. Penelitian ini dilaksanakan padatanggal 7-8 Desember 2023 di Jurusan Peternakan, UniversitasLampung. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan AcakLengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya adalah P0:kontrol, P1: penambahan L-Carnitine sebanyak 0,6 mg/100 mlpengencer, P2: penambahan L-Carnitine sebanyak 1,2 mg/100 mlpengencer dan P3: penambahan L-Carnitine sebanyak 2,4 mg/100 mlpengencer. Data motilitas dan viabilitas dianalisis ragam dengan taraf5% dan diuji lanjut polinomial ortogonal. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa penambahan L-Carnitine pada pengencer triskuning telur tidak berpengaruh nyata terhadap motilitas dan viabilitasspermatozoa. Hasil polinomial ortogonal motilitas pascapengenceranmenunjukkan persamaan Y= 64,752–2,2519 X–0,8996 X², X (dosisoptimal) sebesar 1,25 mg dan Y (persentase tertinggi) sebesar 62,35%.Viabilitas pascapengenceran menunjukkan persamaan Y=63,056+0,0818 X-0,6752 X², X (dosis optimal) sebesar 0,6mg dan Y(persentase tertinggi) sebesar 63,3%. Motilitas penyimpanan 3 jammenunjukkan persamaan Y= 15,623+4,4394 X–2,399 X², X (dosisoptimal) sebesar 0,92mg dan Y (persentase tertinggi) sebesar 17,68%.Viabilitas 3 jam penyimpanan menunjukkan persamaan Y= 59,479–4,8043 X+1,6989 X², X (dosis optimal) sebesar 1,41mg dan Y(persentase tertinggi) sebesar 56,1%. Hasil penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa penambahan L-Carnitine yang optimal untukmotilitas pascapengenceran: 1,25mg/100ml, viabilitaspascapengenceran: 0,6mg/100ml, motilitas setelah 3 jam penyimpanan:0,92mg/100ml, dan viabilitas setelah 3 jam penyimpanan:1,41mg/100ml
Pengaruh Imbangan Hijauan (Daun Singkong) dan Konsentrat terhadap Kadar HDL Dan LDL Kambing Peranakan Etawa (PE) Hanawati, Nadia Dwi; Suharyati, Sri; Liman, Liman; Hartono, Madi
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.1.41-53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar HDL (High Density Lipoprotein) dan LDL (Low Density Lipoprotein) pada darah kambing peranakan etawa yang diberikan pakan imbangan hijauan (daun singkong) dan konsentrat. Penelitian dilaksanakan pada bulan November-Desember 2023 di Peternakan Morgan Farm, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. dan pengujian dilakukan di Laboratorium Pramitra Biolab Indonesia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan pada Kambing PE betina dalam produksi susu yang berbeda. Perlakuan pakan terdiri dari 3 imbangan: P1 (25% hijauan + 75% konsentrat), P2 (50% hijauan + 50% konsentrat), dan P3 (75% hijauan +25% konsentrat). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf 5% dan uji lanjut DUNCAN untuk peubah yang berbeda nyata Rataan HDL dan Rataan LDL pada penelitian ini berturut-turut dari P1, P2, dan P3 yaitu HDL (78,09 mg/dL; 60,42 mg/dL; dan 49,53 mg/dL), LDL (50,33 mg/dL; 44,33 mg/dL; dan 31,67 mg/dL). Data yang diperoleh pada penelitian ini yaitu pemberian imbangan pakan hijauan (daun singkong) dan konsentrat berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar HDL dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap LDL kambing PE. Berdasarkan kesimpulan penelitian ini perlakuan terbaik yang didapatkan yaitu pada P3 (75% hijauan +25% konsentrat).
Pengaruh Penambahan Kunyit pada Ransum terhadap Respon Fisiologis (Frekuensi Denyut Jantung, Frekuensi Pernafasan, dan Suhu Tubuh) pada Kambing Jawarandu Antika, Nanda Nunik; Tantalo, Syahrio; Muhtarudin, Muhtarudin; Santosa, Purnama Edy
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.1.78-89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberianpenambahan kunyit terhadap respon fisiologis (frekuensi denyutjantung, frekuensi pernafasan, dan suhu tubuh) pada kambing Jawarandudan mengetahui level perlakuan yang terbaik dalam ransum terhadaprespon fisiologis kambing Jawarandu. Penelitian ini dilaksanakan padaOktober 2023--November 2023 di peternakan rakyat Sri Kencono,Kecamatan Bumi Nabung, Kabupaten Lampung Tengah, ProvinsiLampung. Percobaan dilakukan pada 12 ekor kambing Jawarandujantan, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini yaitu P0: ransumbasal 250 g tanpa kunyit, P1: ransum basal 250 g + kunyit 0,5 g, P2:ransum basal 250 g + kunyit 0,75 g, P3: ransum basal 250 g + kunyit 1g. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance(ANOVA) dan dibuat histogram untuk dianalisis secara deskriptif.Peubah yang diamati adalah frekuensi denyut jantung frekuensi respirasidan suhu rektal kambing Jawarandu. Pemberian ransum dengan tepungkunyit menunjukkan hasil tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadaprespon fisiologis kambing Jawarandu. Berdasarkan penelitian yang telahdilakukan dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung kunyit dalamransum basal tidak berpengaruh terhadap frekuensi denyut jantung,frekuensi pernafasan dan suhu tubuh kambing Jawarandu.
Pengaruh Penambahan Vitamin C, Vitamin E dan L-Carnitine dalam Pengencer Tris Kuning Telur terhadap Kualitas Semen Cair Domba Ekor Tipis Septianisa, Septianisa; Suharyati, Sri; Hartono, Madi; Siswanto, Siswanto
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.1.195-212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan vitamin C, vitamin E, dan L-carnitine dalam pengencer tris kuning telur terhadap kualitas semen cair Domba Ekor Tipis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2023 bertempat di Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya yaitu P0; kontrol, P1; penambahan Vitamin C 500 mg/100 ml pengencer, P2; penambahan Vitamin E 500 mg/100 ml pengencer, P3; penambahan L- carnitine 0,60 mg/100 ml pengencer. Data yang diperoleh dianalisis ragam dengan taraf 5% dan diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penambahan Vitamin C, Vitamin E dan L-Carnitine dalam pengencer tris kuning telur pada semen Domba Ekor Tipis berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap motilitas spermatozoa setelah 3 jam penyimpanan, akan tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap motilitas pascapengenceran, viabilitas pascapengenceran dan abnormalitas pascapengenceran maupun setelah 3 jam penyimpanan. Pengenceran semen Domba Ekor Tipis dengan tris kuning telur tanpa penambahan vitamin C, Vitamin E, dan L-Carnitine menghasilkan motilitas paling tinggi pada 3 jam penyimpanan.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2024 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Desember 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: April 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Desember 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: April 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Desember 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: April 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Desember 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Agustus 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : April 2018 Vol 1 No 3 (2017): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Desember 2017 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Agustus 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : April 2017 More Issue