cover
Contact Name
Akhmad Dakhlan
Contact Email
jrip@fp.unila.ac.id
Phone
+628127935826
Journal Mail Official
jrip@fp.unila.ac.id
Editorial Address
Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro no.1 Bandar Lampung 35145 Email: jrip@fp.unila.ac.id; jrippeternakan@gmail.com
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals)
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 25983067     DOI : https://doi.org/10.23960/jrip
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (JRIP) is a scientific journal covering various aspects of animal husbandry science published since 2017. JRIP is published three times a year in April, August and December by the Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung. JRIP received numerous research articles spanning the sciences, namely livestock nutrition science, food science, food technology, breeding and genetics, physiology and reproduction, biotechnology, processed products, behavior, health, livestock farming systems, socio-economic, and policy.
Articles 379 Documents
Hubungan Antara Konsumsi Bahan Kering, Protein Kasar, Dan Serat Kasar Ransum Dengan Bahan Kering Tanpa Lemak Dan Laktosa Susu Kambing Sapera (Studi Kasus Di P4S Telaga Rizqy 21, Metro Timur) Nurwidya, Nasywa; Qisthon, Arif; Liman, Liman; Wanniatie, Veronica
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2025
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.4.672-681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi bahan kering (BK), protein kasar (PK), dan serat kasar (SK) ransum dengan kualitas bahan kering tanpa lemak (BKTL) dan kadar laktosa susu kambing Sapera. Penelitian dilaksanakan di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Telaga Rizqy 21, Metro Timur, menggunakan 20 ekor kambing Sapera laktasi III–IV bulan dengan paritas III–IV. Data konsumsi pakan diperoleh dengan menimbang pakan yang diberikan dan sisa pakan selama 14 hari. Analisis proksimat terhadap pakan dilakukan untuk menentukan kandungan BK, PK, dan SK. Kualitas susu dianalisis menggunakan Lactoscan untuk memperoleh kadar BKTL dan laktosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi BK, PK, dan SK menunjukan hubungan positif cukup kuat terhadap kadar BKTL (r = 0,458; 0,430; 0,449) dan laktosa (r = 0,452; 0,411; 0,443), dengan konsumsi bahan kering (KBK) menunjukkan nilai korelasi tertinggi terhadap kedua parameter. Dalam regresi sederhana, KBK memberikan kontribusi terbesar dalam menduga kadar BKTL (R² = 0,210) dan laktosa (R² = 0,204). Namun demikian, dalam regresi berganda, hanya konsumsi protein kasar (KPK) yang berpengaruh signifikan (p < 0,05) terhadap kedua parameter kualitas susu. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun BK memiliki hubungan paling kuat, KPK merupakan variabel yang paling signifikan dalam menjelaskan variasi kualitas susu ketika dianalisis secara bersama.
Pengaruh Urine Sapi Terhadap Tinggi Tanaman, Biomassa, Kadar ADF (Acid Detergent Fiber) dan Kadar NDF (Neutral Detergent Fiber) Fodder Jagung Putrianingsih, Wayan Eka; Tantalo, Syahrio; Muhtarudin, Muhtarudin; Erwanto, Erwanto
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2025
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.4.692-701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level dan level terbaik pemberian urine sapi terhadap tinggi tanaman, biomassa, kadar ADF (Acid Detergent Fiber) dan Kadar NDF (Neutral Detergent Fiber) fodder jagung. Penelitian ini dilaksanakan pada 27 Februari 2025—21 Mei 2025, pemeliharaan fodder jagung dilaksanakan di Rumah Kaca Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung dan analisis Van Soest di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan, Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini menggunakan Rancanagn Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan level urine yang berbeda selama 14 hari dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu, P0: Kontrol (penyiraman tanaman dengan air 800 ml), P1: 5% urine sapi, P2: 10% urine sapi, P3: 15% urine sapi dan P4: 20% urine sapi. Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, biomassa, kadar ADF (Acid Detergent Fiber) dan kadar NDF (Neutral Detergent Fiber) fodder jagung. Data yang diperoleh diuji dengan analisis ragam pada taraf 5% dan bila terdapat pengaruh nyata dilakukan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pemberian urine dengan level 5%, 10%, 15% dan 20% pada fodder jagung berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap tinggi tanaman, NDF fodder jagung dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap biomassa dan ADF fodder jagung.
Pengaruh Dosis dan Frekuensi Pemberian Pupuk Urea terhadap Morfologi Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv. Thailand) Pragastya, Ambrosius Nugraha Dimas; Liman, Liman; Erwanto, Erwanto; Muhtarudin, Muhtarudin
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2025
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.4.790-799

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan kombinasi dosis dan frekuensi pemberian pupuk urea yang optimal untuk meningkatkan produktivitas rumput pakchong. Penelitian dilaksanakan Februari–April 2025 di Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3×3 dengan 3 ulangan (27 petak). Faktor I: dosis pupuk urea (100, 150, 200 kg N/ha). Faktor II: frekuensi pemberian (1x pada umur 16 hari; 2x pada 16 dan 32 hari; 3x pada 16, 32, dan 48 hari). Variabel yang diamati: tinggi tanaman, jumlah daun, rasio daun-batang, dan luas permukaan daun. Data dianalisis dengan ANOVA dan uji BNT. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk urea dengan dosis pupuk dan frekuensi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap luas daun dan jumlah daun. Hasil BNT menunjukkan bahwa perlakuan A1F3 (30,27 cm2/daun) nyata dengan perlakuan A1F1 (21,93 cm2/daun), A1F2 (24,20 cm2/daun), A2F1 (32,60 cm2/daun) dan A2F2 ( 35,87 cm2/daun) pada parameter luas daun rumput pakchong. Hasil uji BNT menunjukkan bahwa perlakuan A1F1 (354,9 helai/petak) nyata dengan perlakuan A1F2 (420,1 helai/petak) dan A1F3 (421,3 helai/petak) pada parameter jumlah daun rumput pakchong.
Pengaruh Subtitusi Tepung Daun Katuk (Sauropus Androgynus (L.) Merr) pada Ransum terhadap Konsumsi Ransum, Pertambahan Bobot Tubuh, dan Efisiensi Ransum Kambing Jatan Peranakan Boer. Pereira, Martha; Qisthon, Arif; Muhtarudin, Muhtarudin; Adhianto, Kusuma
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2025
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.4.781-789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan level terbaik subtitusi tepung daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) pada ransum terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot tubuh, dan efisiensi ransum kambing Peranakan Boer. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei 2025 hingga April 2025 di Peternak Sinau Farm, Karangrejo, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Lampung. Metodologi yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan, menggunakan 12 ekor kambing jantan Peranakan Boer. Perlakuan yang digunakan yaitu P0: 100% ransum basal, P1: Ransum basal 92,5%+tepung daun katuk 7,5%, P2: Ransum basal 85%+tepung daun katuk 15%. Data dianalisis menggunakan Analisis of Variance (ANOVA). Hasil menunjukan konsumsi ransum sebesar (P0=979,43; P1=1.144,60; P2=1.095,32) gram/ekor/hari, pertambahan bobot tubuh harian sebesar (P0=86,67; P1=131,67; P2=103,33) gram/ekor/hari, dan efisiensi ransum sebesar (P0=8,96%; P1=12,39%; P2=9,44%). Kesimpulan penelitian ini bahwa subtitusi tepung daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) pada ransum dapat meningkatkan pertambahan bobot tubuh kambing Peranakan Boer potensi terbaik pada subtitusi tepung daun katuk sebesar 7,5%.
Pengaruh Subtitusi Tepung Daun Katuk (Sauropus Androgynus (L.) Merr) di dalam Ransum terhadap Peubah Fisiologis Kambing Peranakan Boer Jantan Ngaini, Lutvi; Qisthon, Arif; Erwanto, Erwanto; Hartono, Madi
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2025
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.4.682-691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan level terbaik dari subtitusi tepung daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) dalam ransumterhadap respon fisiologis Kambing Peranakan Boer, yang meliputi frekuensi denyut jantung, napas, dan suhu rektal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret—Mei 2025 di Peternakan Sinau Farm, Kota Metro. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan, yaitu P0 (100% ransum basal) P1 (92,5% ransum basal + 7,5% tepung daun katuk) dan P3 (85% ransum basal + 15% tepung daun katuk), serta 4 ulangan dengan jumlah total 12 ekor kambing yang dikelompokkan berdasarkan bobot tubuh. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf 5%, dan jika berbeda nyata, dilanjutkan dengan uji Duncan. Peubah yang diamati yaitu frekuensi napas, denyut jantung dan suhu rektal. Hasil analisis menunjukkan bahwa substitusi tepung daun katuk tidak berpengaruh signifikan (P > 0,05) terhadap ketiga parameter tersebut. Dengan demikian, penggunaan tepung daun katuk hingga 15% dalam ransum aman dan tidak memengaruhi kondisi fisiologis kambing.
Gambaran Darah (Sel Darah Merah, Hemoglobin, dan Packed Cell Volume) pada Itik Pedaging dengan Penambahan Milk Replacer dalam Ransum Nickyucho, Lintang Ageng; Santosa, Purnama Edy; Tantalo, Syahrio; Hartono, Madi
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2025
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.4.800-811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan milk replacer dalam ransum terhadap gambaran sel darah merah, kadar hemoglobin, dan nilai packed cell volume. Penelitian ini dilaksanakan pada Maret 2025--April 2025 di Kandang Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Pemeriksaan sampel darah dilaksanakan di Laboratorium Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan dalam ransum dengan P0: (kontrol), P1: penambahan milk replacer 25 gram / kg pakan, P2: penambahan milk replacer 50 gram / kg pakan, dan P3: penambahan milk replacer 75 gram / kg pakan. Peubah yang diamati meliputi sel darah merah, hemoglobin dan packed cell volume. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil rata-rata sel darah merah P0 : 2,70±0,17 106/µL; P1 : 2,55±0,57 106/µL; P2 : 2,47±0,40 106/µL; dan P3 : 1,83±0,04 106/µL, rata-rata hemoglobin P0 : 11,44±0,66 g/dl; P1 : 12,82±1,73 g/dl; P2 : 13,34±0,95 g/dl; dan P3 : 13,05±0,62 g/dl, dan rata-rata packed cell volume P0 : 21,33±9,02%; P1 : 20,0±8,54%; P2 : 25,33±3,79%; dan P3 : 27,0±2,65%. Dapat disimpulkan bahwa pemberian milk replacer dalam ransum itik pedaging mampu meningkatkan nilai hemoglobin dan packed cell volume pada dosis tertentu, namun cenderung menurunkan jumlah sel darah merah (eritrosit) seiring dengan peningkatan dosis.
Pendugaan Bobot Badan Kambing Saburai Menggunakan Ukuran-Ukuran Tubuh dengan Metode Regresi Linear dan Polinomial Wijaya, Ade; Dakhlan, Ahmad; Kurniawati, Dian; Qisthon, Arif
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2025
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.4.812-823

Abstract

Prediksi bobot badan kambing penting untuk manajemen, seleksi, dan penjualan jika di lapangan tidak ada alat timbang, memprediksi bobot badan kambing Saburai menggunakan ukuran tubuh seperti lingkar dada (LD), panjang badan (PB), tinggi badan (TB), dalam dada (DD), lebar pinggul (LebP), lebar dada (LebD), dan tinggi pinggul (Tping) melalui analisis regresi linear dan polinomial. Penelitian dilakukan di Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Lampung pada Februari-Maret 2025 menggunakan 100 ekor kambing Saburai berumur 1-3 tahun. Data dianalisis menggunakan program R untuk korelasi dan regresi. Hasil menunjukkan LD sebagai prediktor terkuat dengan koefisien korelasi tertinggi pada regresi linear (r=0,92), polinomial kuadratik (r=0,92), kubik (r=0,91), dan kuartik (r=0,91). Model regresi terbaik: BB = -45,027 + 1,077 LD (linear, R²=0,84), BB = -22,581 + 0,465 LD + 0,004 LD² (kuadratik, R²=0,84), BB = 34,694 + 90,215 LD + 2,935 LD² - 1,470 LD³ (kubik, R²=0,84), dan BB = 3,725 - 2,000 LD + 3,996 LD² - 3,504 LD³ - 1,145 LD⁴ (kuartik, R²=0,85). Lingkar dada dapat digunakan untuk memprediksi bobot badan kambing Saburai menggunakan model regresi linear maupun polinomial.
Evaluasi Suplementasi Vitamin C, Vitamin E, dan Kombinasinya terhadap Leukosit dan Diferensial Leukosit Darah Kambing Jawarandu Jantan Nabila, Raihana; Suharyati, Sri; Erwanto, Erwanto; Hartono, Madi
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2025
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.4.702-713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total leukosit dan diferensial leukosit dalam darah kambing Jawarandu jantan yang diberi suplementasi vitamin C, vitamin E, dan kombinasinya. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan empat perlakuan dan tiga ulangan menggunakan 12 ekor kambing Jawarandu Jantan. Perlakuan yang digunakan yaitu P0 (ransum basal tanpa penambahan vitamin C dan vitamin E), P1 (ransum basal dengan vitamin C 100 mg/ekor/hari), P2 (ransum basal dengan vitamin E 50 IU/ekor/hari), dan P3 (ransum basal dengan vitamin C 100 mg/ekor/hari dan vitamin E 50 IU/ekor/hari). Pemeriksaan sampel darah dilakukan di Pro Lab Veterinary, Daerah Istimewa Yogyakarta. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vitamin C tunggal (P1) dapat meningkatkan jumlah basofil, vitamin E tunggal (P2) dapat meningkatkan neutrofil dan monosit, sedangkan kombinasi vitamin C dan E (P3) dapat meningkatkan limfosit dan eosinofil. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian vitamin C 100 mg/ekor/hari menghasilkan total leukosit dan diferensial leukosit paling baik dibandingkan perlakuan vitamin E maupun kombinasi vitamin C dan E, dengan nilai neutrofil 6,88 × 10³/µL, limfosit 6,27 × 10³/µL, monosit 0,43 × 10³/µL, eosinofil 0,29 × 10³/µL, dan basofil 0,14 × 10³/µL.
Keragaman Morfologi dan Bobot Badan Itik Magelang Sebagai Indikator Potensi Produksi Daging Rahayu, Ayu; Santoso, Budi; Luthfiana, Nadia Ade; Hamdani, Muhammad Dima Iqbal
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2025
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.4.714-723

Abstract

Itik Magelang memiliki peran penting sebagai sumber daya genetik unggas lokal dengan potensi pengembangan sebagai itik pedaging. Namun, informasi mengenai keragaman morfologi populasinya masih terbatas, sehingga diperlukan kajian morfometrik sebagai dasar seleksi dan perbaikan mutu genetik. Penelitian ini bertujuan menganalisis keragaman morfologi Itik Magelang dewasa (24 minggu) yang dipelihara secara semi-intensif di Desa Sempu, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Sebanyak 100 ekor itik betina diukur parameter morfometriknya, meliputi bobot badan (BB), panjang badan (PB), lingkar dada (LD), panjang leher (PL), panjang paruh (PP), panjang kalung leher (PKL), panjang sayap (PS), panjang kaki (PK), panjang jari tengah (PJT), dan suhu tubuh (ST). Analisis menggunakan statistik deskriptif, koefisien variasi (CV), dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan keragaman rendah pada sebagian besar parameter (CV 0,41–4,77%), kecuali PKL yang memiliki keragaman sedang (CV 8,79%). Nilai rata-rata BB, PB, dan LD masing-masing adalah 1,59 ± 0,06 kg; 34,27 ± 0,66 cm; dan 33,48 ± 0,32 cm. Korelasi signifikan ditemukan antara BB dan LD (r=0,435**), BB dan PB (r=0,334*), serta BB dan PL (r=–0,619*). Disimpulkan bahwa populasi Itik Magelang cukup homogen secara morfometrik, dengan LD dan PB sebagai indikator potensial untuk seleksi peningkatan produksi daging. Temuan ini mendukung penerapan strategi seleksi berbasis morfologi dalam pengembangan itik pedaging unggul lokal.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2025 Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2024 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Desember 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: April 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Desember 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: April 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Desember 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: April 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Desember 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Agustus 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : April 2018 Vol 1 No 3 (2017): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Desember 2017 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Agustus 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : April 2017 More Issue