cover
Contact Name
Akhmad Dakhlan
Contact Email
jrip@fp.unila.ac.id
Phone
+628127935826
Journal Mail Official
jrip@fp.unila.ac.id
Editorial Address
Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro no.1 Bandar Lampung 35145 Email: jrip@fp.unila.ac.id; jrippeternakan@gmail.com
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals)
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 25983067     DOI : https://doi.org/10.23960/jrip
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (JRIP) is a scientific journal covering various aspects of animal husbandry science published since 2017. JRIP is published three times a year in April, August and December by the Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung. JRIP received numerous research articles spanning the sciences, namely livestock nutrition science, food science, food technology, breeding and genetics, physiology and reproduction, biotechnology, processed products, behavior, health, livestock farming systems, socio-economic, and policy.
Articles 394 Documents
Pengaruh Pemberian Makro Mineral (Ca dan Mg) terhadap Total Protein Plasma dan Glukosa Darah pada Domba Ekor Tipis Jantan Rito, Hardiansah Faisal; Adhianto, Kusuma; Muhtarudin, Muhtarudin; Suharyati, Sri
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2026
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2026.10.2.166-175

Abstract

Biaya pemeliharaan domba sendiri 60-80% digunakan untuk penyediaaan pakan. Dengan memperhatikan kandungan nutrien dan menambahkan beberapa bahan pakan menjadi salah satu faktor penentu dalam meningkatkan produktivitas ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian makro mineral (Ca dan Mg) dalam ransum terhadap total protein plasma dan glukosa darah domba ekor tipis jantan. Pemeriksaan total protein plasma dan glukosa darah dilakukan di pramitra biolab Indonesia. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) berdasarkan bobot badan dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Percobaan dilakukan pada 15 ekor domba ekor tipis jantan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0: ransum basal 100%; P1: ransum basal 100% + CaCl2 25,7 ml/kg BK dan MgCl2 6,5 ml/kg BK; dan P2: ransum basal 100% + Ca lysinat 25,7 ml/kg BK dan Mg lysinat 6,5 ml/kg BK. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P0, P1, dan P2 tidak berpengaruh nyata terhadap total protein plasma dan glukosa darah. Rata-rata total protein plasma 7,4±0,54 g/dL (P0), 7,1±0,28 g/dL (P1), 7,2±0,38 g/dL (P2), dan rata-rata glukosa darah 73,4±7,09 mg/dL (P0), 75±8,28 mg/dL (P1), 70±2,35 mg/dL (P2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mineral makro (Ca dan Mg) tidak mempengaruhi total protein plasma dan glukosa darah domba ekor tipis jantan.
Evaluasi Kualitas Eksternal Telur Ayam Ras Petelur Dengan Pemberian Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dalam Ransum Pada Umur Ayam Yang Berbeda Pratama, I Gede Yoga; Riyanti, Riyanti; Septinova, Dian; Nova, Khaira
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2026
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2026.10.2.274-287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas eksternal telur meliputi indeks telur, bobot telur, dan warna kerabang telur ayam ras herbal pada umur yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada 27— 28 Oktober 2023, sampel telur yang diambil berasal dari CV. Marga Raya Farm di Desa Marga Raya Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, sedangkan pengukuran dan pengambilan data dilakukan di Laboratorium Produksi Ternak, Fakultas Pertanian, Univesitas Lampung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dengan meneliti populasi atau sampel. Sampel yang diambil adalah telur yang berasal dari induk strain Isa brown yang berumur 27 minggu, 45 minggu, 62 minggu, dan 88 minggu yang berjumlah 44 butir di setiap umur dan dipelihara di CV. Marga Raya Farm. Data yang di peroleh dianalisis secara deskriptif. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ayam ras petelur herbal pada umur 27 minggu, 45 minggu, 62 minggu, dan 88 minggu bertururt-turut memiliki rata-rata indeks telur 80,46, 78,48, 76,77, dan 78,28%, rata-rata bobot telur sebesar 52,91, 59,09, 56,59, dan 59,93g, rata-rata skor warna kerabang telur sebesar 12,3, 12,57, 11,61, dan 10,7 pada skala 1--15.
Pengaruh Subtitusi Tepung Daun Katuk (Sauropus Androgynus (L.) Merr) Dalam Ransum Terhadap Kualitas Mikroskopis Semen Kambing Peranakan Boer Marsanda, Fahreza Agusta; Qisthon, Arif; Muhtarudin, Muhtarudin; Suharyati, Sri
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2026
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2026.10.2.190-198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) dalam ransum terhadap kualitas mikroskopis semen kambing Peranakan Boer. Studi ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 4 kelompok berdasarkan bobot badan yang melibatkan 12 ekor kambing jantan Peranakan Boer. Perlakuan yang dipergunakan yaitu P0: 100% ransum basal, P1: Ransum basal 92,5% + tepung daun katuk 7,5%, P2: Ransum basal 85% + tepung daun katuk 15%. Data yang didapat akan dilakukan analisis dengan Analisis of Variance (ANOVA), jika terdapat pengaruh yang signifikan (P<0,05) atau sangat signifikan (P<0,01) maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Data motilitas massa yang didapatkan dianalisis secara deskriptif. Hasil studi mengindikasikan pemberian tepung daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) hingga 15% tidak menyebabkan pengaruh secara nyata (P>0,05) pada motilitas, viabilitas, konsentrasi, dan abnormalitas. P0 (0%) dan P1 (7,5%) mengindikasikan hasil yang cenderung lebih baik pada motilitas massa, motilitas individu, dan viabilitas.
Pengaruh Level Penggunaan Silase Pucuk Tebu Dalam Ransum Terhadap Konsumsi Dan Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Khasanah, Lutfiah; Erwanto, Erwanto; Liman, Liman; Muhtarudin, Muhtarudin; Qisthon, Arif; Wanniatie, Veronica
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2026
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2026.10.2.288-296

Abstract

Tujuan daripada dilakukannya penelitian ini yaitu mengetahui dampak penggunaan level tertentu silase pucuk tebu dengan suplementasi molases dan amonium sulfat terhadap konsumsi bahan kering (KBK) dan konsumsi bahan organik (KBO) serta kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO) dalam ransum. Dilaksanakan di PT. Gunung Madu Plantations (GMP), KM 90 Terbanggi Besar, Lampung Tengah, serta kecernaan bahan kering dan bahan organik dianalisis di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan, IPB University pada September--Desember 2023. Dengan jumlah 4 ekor sapi dan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) sebagai metode, dilakuan perlakuan berjumlah 4 dan 4 ulangan atau periode. Rancangan ransum perlakuan yang digunakan P1; Silase Pucuk Tebu 40% + Konsentrat 60%, P2; Silase Pucuk Tebu 50% + Konsentrat 50%, P3; Silase Pucuk Tebu 60% + Konsentrat 40%; P4; Silase Pucuk Tebu 70% + Konsentrat 30%. Dapat ditarik kesimpulan level penggunaan silase pucuk tebu dari 40%, 50%, 60%, dan 70% dalam ransum sapi dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif yang berasal dari limbah untuk mensubtitusi konsentrat dalam ransum karena pada taraf tertinggi (70%) tidak menggangu selera makan dan tidak pula berdampak negatif pada kecernaan bahan kering maupun bahan organik.
Pengaruh Lama Penyimpanan terhadap Daya Suka Sensoris Yoghurt Susu Sapi dengan Penambahan Stevia Rebaudiana Bertoni Setiandi, Deflin; Wanniatie, Veronica; Qisthon, Arif; Septinova, Dian
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2026
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2026.10.2.266-273

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan dalam rangka mengidentifikasi pengaruh lama penyimpanan terhadap kualitas organoleptik yoghurt susu sapi dengan penambahan pemanis alami Stevia rebaudiana Bertoni. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan lama simpan, P1 (7 hari), P2 (14 hari), P3 (21 hari), P4 (28 hari), dan P5 (35 hari) pada suhu penyimpanan 3--5°C, dengan masing-masing perlakuan dilakukan sebanyak empat kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, dan daya suka. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis, dan apabila ada diferensiasi signifikan dilanjut dengan uji Mann-Whitney. Hasil studi mengungkapkan bahwasanya lama penyimpanan menyebabkan pengaruh signifikan (P<0,05) pada tekstur yoghurt, dengan perbedaan signifikan antara perlakuan P2 (14 hari) dan P3 (21 hari). Sementara itu, lama penyimpanan tidak menyebabkan pengaruh signifikan (P>0,05) pada warna, aroma, rasa, dan daya suka. Lama penyimpanan yoghurt susu sapi yang memberikan hasil terbaik adalah pada simpan 21 hari (P3), dengan karakteristik warna, aroma, tekstur, rasa dan daya suka yang disukai.
Prevalensi Cacing Saluran Pencernaan Pada Sapi Bali Betina Dewasa di Desa Panca Tunggal Jaya, Kecamatan Penawar Aji, Kabupaten Tulang Bawang Karisma, Bintang; Hartono, Madi; Suharyati, Sri; Santosa, Purnama Edy
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2026
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2026.10.2.205-213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat keberadaan cacing pada sistem pencernaan sapi Bali betina yang sudah dewasa. Pengumpulan sampel feses dilakukan antara tanggal 27 September hingga 6 November 2025 di Desa Panca Tunggal Jaya, Kecamatan Penawar Aji, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Pemeriksaan cacing dalam sistem pencernaan menggunakan dua metode yaitu uji sedimentasi dan uji Mc Master yang dilaksanakan di Laboratorium Parasitologi, Balai Veteriner Lampung. Data hasil pemeriksaan feses disajikan dalam bentuk tabel dan grafik histogram, kemudian dianalisis secara deskripsi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa tingkat prevalensi cacing pada sistem pencernaan Sapi Bali di Desa Panca Tunggal Jaya, Kecamatan Penawar Aji, Kabupaten Tulang Bawang tercatat sebesar 72,3%. Infestasi tertinggi ditemukan di Rukun Kampung 4 dengan persentase 81,0%, sedangkan tingkat prevalensi terendah ada di RK 7 yang mencapai 52.6%. Jenis cacing saluran pencernaan yang menginfestasi yaitu Paramphistomum sp. sebanyak 109 (77,86%), Fasciola sp. sebanyak 17 (12,14%), Ascaris sp. ditemukan sebanyak 3 (2,14%), Oesophagostomum sp. sebanyak 3 (2,14%), dan Moniezia sp. sebanyak 8 (5,71%).
Pengaruh Pemberian Suplemen Nutrisi dalam Ransum terhadap Titer Antibodi Avian Influenza (AI) Dan Newcastle Disease (ND) pada Itik Pedaging Jeni Setya Putri; Muhtarudin Muhtarudin; Siswanto Siswanto; Purnama Edy Santosa
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2026
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2026.10.2.158-165

Abstract

Pemeliharaan itik di Indonesia banyak dilakukan secara tradisional sehingga rentan terhadap penyakit misalnya Avian Influenza (AI) dan Newcastle Disease (ND). Vaksinasi menjadi pilihan utama untuk mencegah infeksi virus, namun keberhasilannya dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk status imun ternak. Kondisi immunosupresif dapat menyebabkan titer antibodi rendah sehingga diperlukan imunomodulator. Suplemen nutrisi (Milk Replacer) memiliki kandungan protein, lemak, vitamin, serta mineral yang bisa mendorong pertumbuhan, meningkatkan efisiensi pakan, dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memeriksa pengaruh pemberian suplemen nutrisi dalam ransum pada titer antibodi Avian Influenza (AI) serta Newcastle Disease (ND) pada itik pedaging. Penelitian ini dilakukan pada Maret--April 2025 di Kandang Lab. Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental melalui 4 perlakuan serta 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan dalam ransum dengan P0: (kontrol), P1: penambahan Milk Replacer 25 gram / kg pakan, P2: penambahan Milk Replacer 50 gram / kg pakan, serta P3: penambahan Milk Replacer 75 gram / kg pakan. Pemeriksaan titer antibodi AI serta ND dilaksanakan di PT Medion, Bandar Lampung. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode deskriptif. Temuan penelitian ini memperlihatkan titer antibodi AI paling tinggi yakni P1 (log 100,22) serta titer antibodi ND tertinggi pada perlakuan P2 (log 37,44). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dosis yang paling efektif digunakan untuk meningkatkan titer antibodi Avian Influenza pada perlakuan P1 yaitu 25 gram/kg pakan Milk Replacer sedangkan untuk penyakit Newcastle Disease menggunakan dosis P2 50 gram/kg pakan Milk Replacer.
Pengaruh Waktu Pemberian Multi Enzim Melalui Air Minum Terhadap Bobot Usus Halus, Panjang Usus Halus, Dan Bobot Giblet Ayam Kampung ULU Habibillah, Kukuh; Nova, Khaira; Hasiib, Etha 'Azizah; Septinova, Dian
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2026
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2026.10.2.197-204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pemberian multienzim melalui air minum terhadap bobot usus halus, panjang usus halus, dan bobot giblet ayam kampung ULU. Penelitian ini dilaksanakan pada 30 Januari—20 Maret 2025 di kandang Open House, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) mengunakan 200 ekor ayam ayam kampung ULU dan dibagi menjadi 20 petak kandang percobaan, dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan waktu pemberian multienzim meliputi P0; kontrol tanpa multienzim, P1; multienzim minggu ke1--2, P2; minggu ke2--4, P3; minggu ke4--6, dan P4;. minggu ke1--7. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova (Analysis of Variance). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh waktu pemberian multienzim dengan dosis 0,05g/l air tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap peubah yang diamati, sehingga tidak terdapat waktu pemberian multienzim yang terbaik untuk bobot usus, panjang usus halus, dan bobot giblet ayam kampung ULU.
Pengaruh Pemberian Milk Replacer dalam Ransum terhadap Gambaran Total Leukosit dan Diferensial Leukosit pada Itik Pedaging Ediansyah, Rezha; Santoso, Purnama Edy; Erwanto, Erwanto; Hartono, Madi
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2026
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2026.10.2.232-240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian milk replacer dalam ransum terhadap gambaran total leukosit dan diferensial leukosit pada itik pedaging. Penelitian dilaksanakan pada Maret–April 2025 di Kandang Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, dengan analisis sampel darah di Laboratorium Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan: P0 (kontrol), P1 (milk replacer 25 g/kg pakan), P2 (milk replacer 50 g/kg pakan), dan P3 (milk replacer 75 g/kg pakan). Peubah yang diamati meliputi total leukosit, heterofil, eosinofil, basofil, limfosit, dan monosit dengan analisis deskriptif. Hasil menunjukkan total leukosit P0: 13,50 (10³/µL), P1: 11,67 (10³/µL), P2: 9,83 (10³/µL), P3: 10,50 (10³/µL). Heterofil P0: 63,33 (10³/µL), P1: 45,33 (10³/µL), P2: 60,67 (10³/µL), P3: 67,33 (10³/µL). Eosinofil P0: 25,33 (10³/µL), P1: 30,00 (10³/µL), P2: 23,33 (10³/µL), P3: 14,33 (10³/µL). Basofil konsisten 0,00 (10³/µL) pada semua perlakuan. Limfosit P0: 11,33 (10³/µL), P1: 23,67 (10³/µL), P2: 15,00 (10³/µL), P3: 17,67 (10³/µL). Monosit P0: 0,00 (10³/µL), P1–P2: 1,00 (10³/µL), P3: 0,67 (10³/µL. Dapat disimpulkan bahwa pemberian milk replacer mampu meningkatkan total leukosit, limfosit, dan monosit serta mempertahankan profil hematologi dalam batas fisiologis normal.
Efektivitas Pemberian Daun Kelor (Moringa oleifera) Dan Bawang Putih (Allium sativum)terhadap Total Leukosit dan Diferensial Leukosit pada Ayam ULU Andika, Adillyo Apri; Siswanto, Siswanto; Suharyati, Sri; Santosa, Purnama Edy
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2026
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2026.10.2.214-223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran darah leukosit dan diferensial leukosit pada ayam ULU yang diberikan ekstrak daun kelor (Morina oleifera) dan bawang putih (Allium sativum). Penelitian ini dilaksanakan pada Mei 2023 sampai Juli 2023 di Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Analisis sampel darah dilaksanakan di Laboratorium Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada. Metode yang digunakan yaitu eksperimental dengan 5 perlakuan dengan ulangan 3 kali. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 : Kontrol, P1 : 2,5 mg/kg (BB)/hari Bawang Putih, 5 mg/kg (BB)/hari daun Kelor, P2 : 5 mg/kg (BB)/hari Bawang Putih, 10 mg/kg (BB)/hari daun Kelor, P3 : 7,5 mg/kg (BB)/hari Bawang Putih, 15 mg/kg (BB)/hari daun Kelor, P4 : 10 mg/kg (BB)/hari Bawang Putih, 20 mg/kg (BB)/hari daun Kelor. Data yang diperoleh disusun dengan bentuk tabulasi dan dianalisis secara deskriptiFHasil penelitian menunjukan pemberian estrak bawang putih (Allium sativum) dan daun kelor (Moringa oliefera) pada ayam ULU memiliki nilai rata-rata leukosit dan diferensial leukosit heterofil, eoesinofil, basofil, monosit dan limsofit berada pada kisaran normal. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian perlakuan pada kelompok perlakuan P2 dengan dosis 5 mg/kg (BB)/hari (Allium sativum) dan 10 mg/kg (BB)/hari (Moringa oliefera) memberikan nilai rata-rata leukosit dan diferensial leukosit yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah di bandingkan dengan kelompok perlakuan P0, P1, P3, dan P4.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2026 Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2025 Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2024 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Desember 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: April 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Desember 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: April 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Desember 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: April 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Desember 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Agustus 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : April 2018 Vol 1 No 3 (2017): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Desember 2017 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Agustus 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : April 2017 More Issue