cover
Contact Name
M. Djaswidi Al Hamdani
Contact Email
tsamratul.fikri@gmail.com
Phone
+6289526014568
Journal Mail Official
tsamratul.fikri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kiai Ahmad Fadlil No. 8 Ciamis Jawa Barat Indonesia 46271
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Tsamratul Fikri (TF)
ISSN : 20865546     EISSN : 28076265     DOI : -
Tsamratul Fikri adalah jurnal yang diterbitkan oleh Asosiasi Mahasiswa Program Pascasarjana, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat, yang memuat karya ilmiah kajian konseptual maupun karya hasil penelitian ilmiah di bidang kajian Islam, khususnya di bidang pendidikan Islam.
Articles 105 Documents
Refleksi Pendekatan Hermeneutika dalam Pengembangan Pendidikan Islam Habibi, Hasbi; Hadi, Rahmat
Tsamratul Fikri Vol 17 No 1 (2023): Tsamratul Fikri | Jurnal Studi Islam
Publisher : Asosiasi Mahasiswa Program Pascasarjana | Universitas Islam Darussalam (UID) | Islamic University of Darussalam | Ciamis | Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36667/tf.v17i1.1421

Abstract

The concept of adopting a hermeneutic approach in modern Islamic education remains an ongoing endeavor, evolving in response to intellectual contributions that shape novel theories for the advancement of Islamic education on a global scale. The objective of this literary analysis is to ascertain the pertinence of the hermeneutical approach to Islamic education. The research approach employed in this work utilizes qualitative methodology. A comprehensive analysis was conducted utilizing the content analysis method in descriptive analysis. Hermeneutics is a process of rigorous analysis aimed at interpreting text or reality in order to comprehend its significance. The optimal approach to foster progress in Islamic education is to challenge and transform outdated beliefs by cultivating a mindset focused on continuous growth. In addition, it is imperative to reform the administration of Islamic education to ensure professionalism in all departments and units of educational institutions, while also considering ideological and ethnic diversity. Nevertheless, it is imperative to cultivate a profound appreciation for the extraordinary nature and unique qualities of the Al-Qur'an, which must be consistently preserved.
Peran Organisasi Kemasyarakatan Islam dalam Pengembangan Mutu Pendidikan Islam di Indonesia Rahmat, Mamat
Tsamratul Fikri Vol 17 No 1 (2023): Tsamratul Fikri | Jurnal Studi Islam
Publisher : Asosiasi Mahasiswa Program Pascasarjana | Universitas Islam Darussalam (UID) | Islamic University of Darussalam | Ciamis | Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36667/tf.v17i1.1351

Abstract

This study aims to explore the role of Islamic community organizations in developing the quality of Islamic education in Indonesia. This study uses a literature review method, in which the researcher reviews books, journal articles, research reports, and proceedings of relevant scientific forums. The results of the study show that Islamic community organizations in Indonesia have a great influence on national development. In the context of the development of education in Indonesia, Islamic community organizations have played a significant role in advancing education and developing quality education in the country. The role of Islamic community organizations in advancing Islamic education and developing the quality of education has certainly been felt by the community. Community organizations such as Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Persatuan Islam/Islamic Association (Persis), Persatuan Umat Islam/Islamic Community Association (PUI) and others, are believed to have made a real contribution in advancing educational institutions in Indonesia. These Islamic community organizations together with the community have proven to have played a significant role in developing the quality of education as well as in equitable distribution of education.
Perspektif Al-Qur’An tentang Kedudukan Penguasa dalam Penyelenggaraan Pendidikan Asropah, Ade Elin
Tsamratul Fikri Vol 17 No 1 (2023): Tsamratul Fikri | Jurnal Studi Islam
Publisher : Asosiasi Mahasiswa Program Pascasarjana | Universitas Islam Darussalam (UID) | Islamic University of Darussalam | Ciamis | Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36667/tf.v17i1.1344

Abstract

The government, acting as state administrators, has implemented different measures to address issues in national education, including the implementation of several national education plans. Nevertheless, despite the passage of time and the varying circumstances in different areas, the government's endeavours continue to be impeded. Indonesia's education system has shown improvement from the Old Order era to the New Order and continues to progress in the present day. Nevertheless, the current situation is deeply concerning and progressively intricate, making it challenging to choose where to initiate attempts for reform. Numerous education experts have put forth various strategies and solutions to address the issues in our national education system. However, the outcomes thus far have been disappointing. As a result, there is renewed emphasis on the roles and responsibilities of government authorities as state administrators to ensure the provision of high-quality education, as mandated by the constitution. The education system in Indonesia primarily emphasises procedural requirements and formalities to meet immediate pragmatic needs. It places greater importance on intellectual aspects and rationalism, while neglecting moral, ethical, and spiritual qualities. This nation must persist in acquiring knowledge, drawing lessons from history, acknowledging errors, gaining insights from other nations, and cultivating one's own abilities rather than merely imitating or adopting. It should remain firmly grounded in its national culture as necessary. Reflecting on the history of Islamic education, it is evident that Prophet Muhammad made significant efforts to transform the people of Mecca and Medina over a period of 23 years. Through the guidance of Allah SWT's revelations, he achieved remarkable success. The Al-Qur`an serves as a definitive manual for leading one's life. The Prophet's role as both a religious and state leader is closely tied to his guidance of the Koran, which emphasises moral, ethical, and spiritual principles. This advice is deeply based in the society's potential and cultural values, and aims to provide education.
Relevansi Pendidikan Kritis Henry Giroux Dengan Pendidikan Agama Islam di Indonesia Hernandi, Hernandi
Tsamratul Fikri Vol 20 No 1 (2026): Tsamratul Fikri | Jurnal Studi Islam
Publisher : Asosiasi Mahasiswa Program Pascasarjana | Universitas Islam Darussalam (UID) | Islamic University of Darussalam | Ciamis | Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36667/tf.v20i1.2149

Abstract

Pendidikan kritis yang dikembangkan oleh Henry Giroux merupakan bentuk perlawanan terhadap dominasi neoliberalisme dalam institusi pendidikan. Konsep ini menekankan pentingnya refleksi, dialog, dan kesadaran sosial dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pendidikan kritis Giroux dalam pendidikan agama Islam di Indonesia, dengan menyoroti implikasi terhadap kurikulum, metode pengajaran, dan peran guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip pendidikan kritis dapat memperkaya pendidikan agama Islam dengan memberikan ruang bagi peserta didik untuk berpikir secara reflektif dan kontekstual. Selain itu, integrasi pendekatan kritis dalam kurikulum dan metode pengajaran dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menekankan pemahaman mendalam dan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan agama Islam yang berbasis pada pendidikan kritis berpotensi menciptakan individu yang religius, tetapi juga memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Rekomendasi penelitian selanjutnya adalah mengeksplorasi lebih lanjut penerapan pendidikan kritis dalam berbagai lembaga pendidikan Islam di Indonesia untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai efektivitasnya.
Konsep Pendidikan Karakter Dalam Pandangan Psikologi Pembelajaran PAI Shohibuddin, Muhammad Rofi; Rafsanjani, Roby Zamzam
Tsamratul Fikri Vol 19 No 1 (2025): Tsamratul Fikri | Jurnal Studi Islam
Publisher : Asosiasi Mahasiswa Program Pascasarjana | Universitas Islam Darussalam (UID) | Islamic University of Darussalam | Ciamis | Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36667/tf.v19i1.2113

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas tantangan karakter pendidikan di era globalisasi, khususnya dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), yang membutuhkan pemahaman mendalam tentang aspek psikologi pembelajaran. Degradasi moral di kalangan remaja dan perkembangan teknologi yang pesat menuntut pendekatan yang lebih komprehensif dalam pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI dari perspektif psikologi pembelajaran, serta menganalisis implementasi strategi dan evaluasinya secara holistik. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder dari tahun 2014-2024 melalui teknik analisis isi yang sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dengan teori perkembangan moral modern menghasilkan model pendidikan karakter yang efektif, didukung oleh pemahaman mendalam tentang proses kognitif, emosional, dan motivasional peserta didik. Implementasi strategi pembelajaran berbasis pendekatan psikologis yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta integrasi teknologi pembelajaran menunjukkan efektivitas yang signifikan dalam pembentukan karakter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan integratif yang memadukan nilai-nilai Islam, psikologi pembelajaran, dan teknologi modern dalam PAI memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik. Disarankan agar lembaga pendidikan mengembangkan sistem evaluasi komprehensif yang mempertimbangkan perkembangan karakter multidimensi dan meningkatkan kompetensi pendidik dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran berbasis psikologi.
Tujuan Pendidikan: Tinjauan Filosofis Syed Muhammad Naquib Al-Attas dalam Buku Islam dan Sekularisme Salim, Fahriza Akmal
Tsamratul Fikri Vol 20 No 1 (2026): Tsamratul Fikri | Jurnal Studi Islam
Publisher : Asosiasi Mahasiswa Program Pascasarjana | Universitas Islam Darussalam (UID) | Islamic University of Darussalam | Ciamis | Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36667/tf.v20i1.2243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan hakikat dari tujuan pendidikan menurut Al-Attas di dalam bukunya Islam dan Sekularisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka yang berusaha mengungkapkan fakta berdasarkan sudut pandang partisipan yang terdapat di dalam literatur tertulis. Hasil penelitian ini mengungkapkan, bahwa tujuan pendidikan menurut Al-Attas adalah untuk membentuk manusia sebagai hamba Allah yang baik. Rumusan tujuan pendidikan menurut Al-Attas yang dijelaskannya pada sistem ta’dib relevan untuk menjawab tantangan zaman seperti degradasi moral yang dialami oleh generasi bangsa dewasa ini.
Perilaku Perundungan dan Korelasinya Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik di SDN 3 Nasol Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis Umam, Asep Samsul; Dasto, Dasto
Tsamratul Fikri Vol 18 No 1 (2024): Tsamratul Fikri | Jurnal Studi Islam
Publisher : Asosiasi Mahasiswa Program Pascasarjana | Universitas Islam Darussalam (UID) | Islamic University of Darussalam | Ciamis | Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36667/tf.v18i1.2115

Abstract

Artikel ini membahas perilaku perundungan peserta didik dan implikasi perilaku perundungan terhadap motivasi belajar peserta didik di SDN 3 Nasol, Cikoneng, Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data dilaksanakan dengan tahapan reduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Perilaku perundungan peserta didik di SDN 3 Nasol, Cikoneng, Ciamis, yakni, pertama, perundungan secara fisik terkait dengan suatu tindakan yang dilakukan pelaku terhadap korbannya dengan cara memukul, menendang dan mengintimidasi korban dengan ancaman. Kedua, perundungan secara non-fisik terbagi dalam dua bentuk yaitu verbal dan non-verbal. Implikasi perilaku perundungan terhadap motivasi belajar peserta didik di SDN 3 Nasol, Cikoneng, Ciamis, berimplikasi pada; (a) kondisi psikologis korban perundungan, (b) kondisi sosial korban perundungan, kedua hal tersebut berimplikasi ada motivasi belajar peserta didik (3) Solusi implikasi perilaku perundungan terhadap motivasi belajar peserta didik di SDN 3 Nasol, Cikoneng, Ciamis yakni; (1) Mengetahui akar permasalahan terjadinya perundungan. (2) Memberikan hukuman (punishment), (3) Membuat kelompok belajar, (4) Memberikan himbauan kepada peserta didik yang melakukan perundungan dan peserta didik lainnya yang berpotensi menjadi pelaku perundungan, (5) Memberikan beberapa layanan dari BK kepada peserta didik korban perundungan dan pelaku perundungan, (6) Memberikan pengahrgaan (reward), 7) Membuat program “stop perundungan”, (8) Melakukan pengawasan (Monitoring)
Sejarah Kodifikasi Kitab Hadis: Perjalanan dari Masa Nabi hingga Ulama Kontemporer Musrian, Aldi
Tsamratul Fikri Vol 19 No 1 (2025): Tsamratul Fikri | Jurnal Studi Islam
Publisher : Asosiasi Mahasiswa Program Pascasarjana | Universitas Islam Darussalam (UID) | Islamic University of Darussalam | Ciamis | Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36667/tf.v19i1.2119

Abstract

Kodifikasi hadis adalah proses penting dalam sejarah Islam yang memastikan ajaran Nabi Muhammad SAW tetap autentik dan terjaga. Pada masa Nabi, hadis disampaikan secara lisan, dihafal, dan sebagian dicatat oleh para sahabat. Setelah Nabi wafat, perhatian terhadap pengumpulan hadis semakin meningkat untuk menjaga orisinalitasnya. Masa Khulafaur Rasyidin menandai dimulainya upaya sistematis untuk mengumpulkan hadis, meskipun belum ada kodifikasi formal. Pada masa kekhalifahan Umayyah, pengumpulan hadis mulai terorganisir, tetapi baru pada era Abbasiyah kodifikasi hadis mencapai puncaknya. Ulama besar seperti Imam Bukhari dan Imam Muslim menyusun kitab-kitab hadis sahih yang menjadi rujukan utama hingga kini. Kodifikasi ini dilakukan dengan metode ilmiah, termasuk verifikasi sanad dan matan. Pada era modern, ulama dan peneliti hadis memanfaatkan teknologi dan pendekatan kritis untuk memperluas studi hadis. Digitalisasi dan analisis data memungkinkan penelitian yang lebih mendalam, sementara tantangan baru, seperti kritik orientalis, dihadapi dengan argumen ilmiah yang kuat. Abstrak ini membahas perjalanan kodifikasi hadis dari masa Nabi hingga ulama kontemporer, menyoroti metode, tantangan, dan kontribusi mereka dalam menjaga otentisitas hadis sebagai sumber utama ajaran Islam.
Rendahnya Minat Baca Siswa Dan Kurangnya Pemanfaatan Fasilitas Perpustakaan Sebagai Sarana Pengembangan Literasi Rohmah, Alfi Nur Lailatur; Ainiyah, Zunita Nur
Tsamratul Fikri Vol 20 No 1 (2026): Tsamratul Fikri | Jurnal Studi Islam
Publisher : Asosiasi Mahasiswa Program Pascasarjana | Universitas Islam Darussalam (UID) | Islamic University of Darussalam | Ciamis | Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36667/tf.v20i1.2306

Abstract

Minat baca merupakan salah satu indikator penting dalam pengembangan literasi peserta didik di sekolah dasar. Namun, rendahnya minat baca siswa masih menjadi permasalahan yang sering dijumpai, termasuk di MI Raudlotul Muta’allimin. Kondisi tersebut diperparah dengan kurang optimalnya pemanfaatan fasilitas perpustakaan sekolah sebagai sarana pengembangan literasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab rendahnya minat baca siswa serta menelaah tingkat pemanfaatan fasilitas perpustakaan dalam mendukung budaya literasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas IV–VI, guru, dan pengelola perpustakaan. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya minat baca siswa dipengaruhi oleh minimnya motivasi membaca, kurangnya pembiasaan literasi di kelas, serta belum optimalnya pengelolaan dan pemanfaatan perpustakaan sekolah. Perpustakaan belum berfungsi sebagai pusat sumber belajar yang terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan integrasi program literasi kelas dengan perpustakaan sekolah sebagai strategi penguatan budaya literasi siswa secara berkelanjutan.
Integrasi Nilai Pendidikan dalam Surah Al-Isra' Ayat 36 untuk Mencegah Perilaku Impulsivitas di Media Sosial Fauziah, Arinal Haq; Nurlita, Dia Ayu
Tsamratul Fikri Vol 18 No 1 (2024): Tsamratul Fikri | Jurnal Studi Islam
Publisher : Asosiasi Mahasiswa Program Pascasarjana | Universitas Islam Darussalam (UID) | Islamic University of Darussalam | Ciamis | Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36667/tf.v18i1.1998

Abstract

Abstrak: Informasi yang tersebar di sosial media beraneka ragam yang terkadang memunculkan stigma dan pendapat yang berbeda. Masyarakat yang menjadi konsumen informasi tersebut menerapkan perilaku impulsif dan mempercayai segala informasi yang didapat tanpa mengidentifikasi kebenarannya terlebih dahulu. Metode penelitian tentang integrasi nilai pendidikan yang tersimpan dalam surah Al-Isra’ ayat 36 melalui analisis yang mendalam dari berbagai macam tafsir dan terjemah mengenai ayat tersebut yang didukung dengan jurnal terkait. Temuan dari penelitian ini adalah bagaimana makna surah Al-Isra’ ayat 36 dapat memberikan pendidikan karakter tentang pentingnya bersikap hati-hati dan peran tanggung jawab serta menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan etika dalam berperilaku di media sosial agar dapat mengontrol perilaku negatif seperti perilaku impulsif di media sosial. Selain itu, Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengupas secara mendalam makna surah Al-Isra’ ayat 36 agar memberikan pengetahuan baru yang bersifat inovatif dan edukatif yang dapat dijadikan acuan oleh para konsumen media sosial agar memastikan kebenaran informasi yang didapat sebelum dipercaya dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman mengenai isi dan makna dari surah Al-isra’ ayat 36 diharapkan dapat membuat individu memiliki pertimbangan yang matang dalam bertindak dan berperilaku di media sosial. Kata Kunci: Perilaku Impulsif, Pendidikan Karakter, Peran Tanggung Jawab Abstract: Information spread on social media varies, sometimes giving rise to stigma and different opinions. People who become consumers of such information apply impulsive behaviour and believe all the information obtained without identifying the truth first. The research method on the integration of educational values stored in surah Al-Isra' verse 36 through in-depth analysis of various interpretations and translations of the verse supported by related journals. The findings of this study are how the meaning of surah Al-Isra' verse 36 can provide character education about the importance of being careful and the role of responsibility and upholding science and ethics in behaving on social media in order to control negative behaviour such as impulsive behaviour on social media. In addition, the purpose of this research is to explore in depth the meaning of surah Al-Isra' verse 36 in order to provide new innovative and educational meanings that can be used as a reference by social media consumers to ensure the truth of the information obtained before being trusted and practised in everyday life. Understanding the content and meaning of surah Al-isra' verse 36 is expected to make individuals have mature considerations in acting and behaving on social media. Keywords: Impulsive Behavior, Character Education, Role of Responsibility

Page 10 of 11 | Total Record : 105