cover
Contact Name
Zul Anwar
Contact Email
zulanwar17@gmail.com
Phone
+62817259116
Journal Mail Official
mandalikaindo@gmail.com
Editorial Address
Jalan Candi Pawon No. 7, Getap Barata, Kel. Cakranegara Selatan Baru, Kec. Cakranegara, Kota Mataram, NTB. 83238 Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Cahaya Mandalika
ISSN : -     EISSN : 27214796     DOI : https://doi.org/10.36312/jcm
This journal is a means of scientific publication to develop knowledge and information. This journal specifically contains the results of research carried out in all scientific fields. Apart from publishing research results, this journal also accepts manuscripts from literature reviews and other reports for publication
Articles 1,162 Documents
SINERGI OPTIMALISASI KEWIRAUSAHAAN SOSIAL AKADEMISI BERSAMA SENTRA KULINER UMKM PLAOSAN KOTA MALANG Setyowati, Eka; Pradana, Fachruddin Angga; Wati, Juwita; Agustina, Yunita; Syaharani, Alvi
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kewirausahaan sosial merupakan sebuah pola pemberdayaan masyarakat dalam bidang kewirausahaan. Dimana kewirausahaan sosial ini menjadi salah satu ajang kolaboratif antar lembaga satu dengan yang lain untuk meningkatkan potensi-potensi yang ada di masyarakat dengan dilandasi rasa sosial yang tinggi tanpa mengedepankan pencarian keuntungan semata. Proses kolaborasi ini tentu membutuhkan sinergi yang optimal agar tujuan dari kewirausahaan sosial yaitu pencapaian kesejahteraan bersama dapat diwujudkan. Melalui pengabdian masyarakat yang dilaksanakan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik “Waskita Dharma” Malang dengan tema “Mewujudkan UMKM Yang Mandiri Serta Ketahanan Pangan Menuju Malang Kota Wisata Yang Berbudaya” menjadi salah satu kegiatan sinergi optimalisasi antara akademisi bersama masyarakat demi membentuk kewirausahaan sosial di Kota Malang. Daerah Plaosan merupakan salah satu sentra kuliner UMKM yang memproduksi kue basah menjadi tempat pengabdian masyarakat ini dilakukan. Hal ini tentu menjadi tugas bersama untuk meningkatkan produktivitas, membentuk inovasi, keativitas serta mengangkat potensi yang ada agar terus berkembang dengan program rebranding produk baik secara manual maupun digital.
PENGARUH REWARD AND PUNISHMENT TERHADAP KINERJA TENAGA KERJA Munir, Muhammad Syahrul; Rahman, Abdul; Tari, Adia Utami Fatman; Hermansyah, Muchamad Wahyu
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset ini mengamati kondisi pengurusan SDM dalam kondisi badan, dengan pengepresan pada aplikasi praktisnya dalam pabrik pemesanan ojek online, semacam Maxim, Go- jek, serta Grab. Faktor- faktor yang mempengaruhi kemampuan orang, tercantum ganti rugi, sokongan industri, serta manajemen yang efisien, jadi fokus penting buat menguasai gairah kegiatan di zona ini. Riset pula memikirkan rancangan Reward serta Punishment selaku perlengkapan buat memotivasi serta memusatkan sikap daya kegiatan. Ulasan ini mengaitkan rancangan reward selaku wujud pengakuan atas hasil kegiatan, bagus dalam wujud keuangan ataupun non- finansial, serta punishment selaku aksi korektif kepada pelanggaran ataupun kekalahan dalam penerapan kewajiban. Dalam bagan buat menanggapi persoalan riset, pengarang menata kerangka riset yang bermaksud buat mengenali akibat Reward serta Punishment kepada kemampuan daya kegiatan. Riset ini membagikan partisipasi kepada uraian hal strategi manajemen SDM yang efisien dalam kondisi pabrik pemesanan ojek online, dan membagikan pemikiran efisien buat industri yang mau tingkatkan mutu daya kegiatan serta energi saingnya.
PENDAMPINGAN KEGIATAN WIRAUSAHA SECARA DIGITAL INDUSTRI JAMU DAN SONGKOK RAJUT YAYASAN PKBM ALFASALAM DI DESA PANJEREJO KEC. REJOTANGAN KAB. TULUNGAGUNG Wulan, Retno; Aisam, Aisam; Andriyani, Vindi; Kamila, Rahma Rifda
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kewirausahaan ialah aktivitas yang pokok dalam mencapai kesempatan terbaik dalam aspek upaya berplatform profit. Tindakan psikologis yang aktif, inovatif, serta berakal, dan keahlian mencipta, berkarsa, serta apa adanya, jadi bagian kunci dalam tingkatkan pemasukan aktivitas upaya. Lewat Instruksi Kepala negara Nomor. 4 Tahun 1995, kewirausahaan dimaksud selaku antusias, tindakan, sikap, serta keahlian seorang dalam menanggulangi upaya yang mencari, menghasilkan, serta tingkatkan kemampuan buat membagikan jasa yang lebih bagus ataupun mendapatkan profit lebih besar. Pada masa digital, kewirausahaan terus menjadi berintegrasi dengan teknologi, membolehkan pelakon upaya menggunakan program alat digital buat meningkatkan ilham bidang usaha serta menggapai sasaran pelanggan dengan cara efisien. Workshop pendampingan kewirausahaan oleh bidang Bidang usaha Digital Stisospol Waskita Dharma Apes bermaksud mensupport wiraswasta pendatang baru, spesialnya di Dusun Panjerejo, dalam meningkatkan ilham bidang usaha lewat program digital. Aktivitas Dedikasi pada Warga( PKM) ini dicoba oleh regu dosen prodi Bidang usaha Digital selaku bagian dari tridarma akademi besar. Termotivasi oleh keinginan masyarakat dusun, aktivitas ini fokus pada kenaikan uraian mengenai berartinya survei pasar, pemakaian penjualan digital, serta pencatatan finansial modern. Target aktivitas ini merupakan warga Dusun Panjerejo di dasar arahan Yayasan Alfasalam.Tujuan PKM mengaitkan kenaikan wawasan partisipan dalam menguasai rancangan penjualan konvensional serta digital marketing. Diharapkan, aktivitas ini bisa membagikan persembahan ilmu serta keahlian dalam berwirausaha, paling utama untuk pelakon UMKM di dasar arahan Yayasan Alfasalam. Tidak hanya itu, pemakaian alat sosial semacam Facebook serta Instagram diharapkan bisa menolong dalam menghasilkan advertensi produk yang efisien serta menarik. Lewat pendampingan ini, diharapkan masyarakat dusun bisa tingkatkan energi saing bidang usaha mereka di masa digital.
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN MOTORIK KASAR PADA ASPEK BERJALAN ANAK USIA 12-18 BULAN DAN PEMBANDING ANAK SEUSIANYA Ni Made Sulastri
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i3.2345

Abstract

Motor development is a physical ability related to the body and daily activities. Motor development which involves physical development will also of course have a big influence on other developments. For this reason, parents must of course pay attention to developments in every phase of their child's development. At the age of 12-18 months, the child will have entered the walking phase, the walking phase begins with the child being able to stand firmly, then being able to walk creeping little by little while holding on, until the child will be able to step his feet from the starting position to another position without falling or falling. can run smoothly. The phase until the child can walk smoothly occurs at 12-18 months. If the child has not reached the phase of walking well in that age range, then it can be said that the child has a delay in walking compared to other children his age. For this reason, this research will focus on motor development in children in the aspect of walking and comparisons with children their age. Data collection methods are observation, interviews and documentation methods. The results of the research show that every child who experiences walking delays will look different from the child's development in age, the age limit for walking ability occurs in the age range of 12-18 months, if at that age the child looks different from children his age then the child can be said to have walking delays . This delay is also triggered by parenting patterns and a lack of stimulation for movement involving the child's motor muscles.
PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA DAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP KELENGAPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI 6- 12 BULAN DI PUSKESMAS KUTATAHUN 2023 Baiq Reni Pratiwi; Harun Ningsih
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i3.2346

Abstract

Immunization is one of the preventive ways to prevent disease through the provision of immunity which must be given continuously, thoroughly and implemented according to standards so as to provide health protection and break the chain of transmission. Family opinion also affects compliance in the completeness of basic immunizations. If opinions in a family are low then those opinions take precedence for the basic needs of the family rather than for efforts design used was an analytical survey study with a cross sectional approach to determine the effect of family support and health support on the completeness of basic immunization in infants aged 6-12 months. The results of the chi-square test show that significant p value = 0.002 (p value < 0.05). Which shows that there is a relationship between family support and the completeness of basic immunization in children aged 6 -12 months at the Kute Health Center in 2023. The results of the chi-square test show that the p value (sig) = 0.001 shows that there is a relationship between health worker support and the completeness of basic immunization in children 6 -12 months old at the Kute Health Center in 2023.
Analisis Perubahan Hukum Ketenagakerjaan pada UU Cipta Kerja Mengenai Perlindungan Hak Pekerja Nikmah Dalimunthe; Fitria Nurhaliza
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i3.2347

Abstract

The purpose of this research is to find out how workers are protected with the various modifications to the definition of employment relationship after the enactment of the Job Creation Law. The employment relationship serves as the basic standard for the protection of the parties, as is well known. Employment relationship is a legal arrangement relating to employment between two legal subjects. Basically, the employment relationship is between an employer and a worker, and is governed by laws that determine rights, obligations, and working conditions. This makes it clear what the rights and obligations of each party are. The type of employment relationship was changed with the passing of the Job Creation Law, which also expanded the model of employment relationship and shifted the idea of labor supply agreements to outsourcing. With these changes, it becomes unclear how the industrial relations principles in the Job Creation Law and the protection of the parties in the employment relationship can be established. This research combines descriptive and normative legal research methods. The definition of a worker service provision agreement is changed to outsourcing, the model of employment relationship is expanded, and new types of employment relationships are brought about by the implementation of the Job Creation Law. These changes raise the question of how protection. The research findings show that the Job Creation Law contains three different types of employment relationships: permanent, temporary, and flexible. The latter is based on job completion or part-time work, and the agreement on the provision of worker services only changes the term to outsourcing. However, the concept of employment relationship remains the same as before, and this deviates from what is considered an ideal concept of employment relationship as it involves three parties: the employer, the service provider, and the worker. Therefore, the definition of employment relationship contained in the Job Creation Law is based on the mechanism of agreement between the parties, such as the duration of PKWT and the right to extended rest periods that can be specified in the employment agreement. As a result, it can be said that the state has less control over the employment relationship, which makes it more difficult to establish industrial relations as the legal relationship of the parties is more focused on the private sector and there is less government intervention. As a result, workers find it difficult to obtain protection and legal certainty amidst fierce competition for jobs. Keyword: Employment Relations, Job Creation Law, Workers
ANALISIS FAKTOR- FAKTOR KEJADIAN PREEKLAMSIA DI RSUD PRAYA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Elly Sustiyani; Hasrun Ningsih
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i3.2353

Abstract

Maternal mortality Refers to death due to complications from pregnancy or childbirth. According to WHO, in 2015 the number of MMR was 216 deaths per 100,000 live births. More than 800 mothers die every day due to complications of pregnancy and childbirth caused by bleeding (27%), hypertension or preeclampsia (14%), infection (11%), abortion (8%), embolism (3%), indirect death (28%) and immediate death (10%). UNICEF (2020). Women (2018) Pregnancy is a physiological process but many complications can cause high maternal mortality, one of which is preeclampsia. Approximately 13% of women aged 15 - 20 years have a high risk for both mother and fetus, women aged 35 years show a significant increase in the incidence of hypertension or preeclampsia. Data were collected on Medical Record Division in General Praya Regional General Hospital, Central Lombok Regency on February to November 2019. The subject of research a number of 65 cases of pre eclampsia ( as the case group ) and 65 cases did not pre eclampsia ( as the control group ). Data analysis is univariate, bivariate and multivariate analyzes. Variables significantly associated with the incidence of pre eclampsia is a parity, age, and birth interval variable..Variabel most dominant pre eclampsia is a parity variable (OR = 91,47) means women in first parity and over 4 parity have a chance 91,47 times more likely to experience pre eclampsia compared with women in second till fourth parity. Advise : need a family planning and increase to examination for antenatal care on pregnancy so can be detection sign and symptom base on early.
Evaluasi Efektivitas Program Pencegahan Penyakit Kronis: Fokus pada Gaya Hidup Sehat dan Pengelolaan Stres Fahrurozi, M; Supriati, Hamidah Sri; Siregar, Harrijun Kapabella; Nursalimah, Fitriana; Asmariana, Yully
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel jurnal ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pencegahan penyakit kronis dengan fokus utama pada promosi gaya hidup sehat dan manajemen stres. Penyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung, menjadi beban kesehatan masyarakat yang signifikan. Program pencegahan menjadi krusial dalam mengurangi prevalensi dan dampak penyakit ini. Metode penelitian melibatkan analisis data dari partisipan yang terlibat dalam program pencegahan selama periode penelitian. Intervensi melibatkan edukasi tentang gaya hidup sehat, termasuk pola makan seimbang dan kegiatan fisik teratur, serta teknik manajemen stres. Evaluasi dilakukan melalui survei kesehatan, pengukuran parameter fisik, dan analisis data perilaku. Hasil menunjukkan peningkatan kesadaran dan adopsi gaya hidup sehat pada partisipan, dengan penurunan signifikan dalam faktor risiko penyakit kronis. Selain itu, program manajemen stres terbukti efektif dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis dan mengurangi tekanan darah. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup rekomendasi untuk meningkatkan pendekatan holistik dalam program pencegahan, mengintegrasikan aspek fisik dan mental kesehatan. Artikel ini memberikan kontribusi pada literatur kesehatan dengan menyajikan bukti empiris tentang efektivitas program pencegahan yang berfokus pada gaya hidup sehat dan manajemen stres dalam mengurangi risiko penyakit kronis. Temuan ini dapat membimbing pengembangan kebijakan kesehatan masyarakat yang lebih efektif dan berkelanjutan
KOLABORASI ANTARA UNIT PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK (PPA) SATRESKRIM POLRES BOGOR DAN LEMBAGA PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK DALAM PENANGANAN KASUS KDRT E.Ericson; Sutrisno
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i1.2359

Abstract

Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan masalah serius di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kasus KDRT mencakup berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak, dan memiliki dampak serius terhadap kesejahteraan mereka. Di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dan undang-undang untuk melindungi korban KDRT, dan salah satu lembaga yang berperan penting adalah Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bogor. Meskipun jumlah pengaduan kasus KDRT menurun, masalah KDRT tetap serius. Kasus KDRT melibatkan aspek hukum, sosial, dan psikologis, sehingga penanganannya memerlukan pendekatan lintas disiplin. Kolaborasi antara Unit PPA dan lembaga perlindungan perempuan dan anak penting untuk memberikan perlindungan yang lebih baik kepada korban. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji kolaborasi antara Unit PPA Satreskrim Polres Bogor dan Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak dalam penanganan kasus KDRT. Metode penulisan artikel yang digunakan adalah metode kualitatif. Teori yang digunakan dalam penulisan artikel adalah teori Multi-Agency Anti-Crime Partnership, teori konflik organisasi dan teori manajemen konflik. Hasil penulisan artikel menunjukkan bahwa kolaborasi antara Unit PPA Sat Reskrim Polres Bogor dan Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak adalah langkah penting dalam meningkatkan penanganan kasus KDRT. Kolaborasi ini memungkinkan penggunaan pengetahuan, data, dukungan psikologis, dan pelatihan yang berbeda antara kedua lembaga untuk melindungi korban dan menghadapi pelaku dengan lebih efektif. Tantangan seperti perbedaan prioritas, sumber daya terbatas, koordinasi, dan stigma sosial harus diatasi melalui komunikasi terbuka, pelatihan bersama, dan prosedur terkoordinasi. Strategi kolaborasi mencakup berbagai langkah seperti pembentukan tim gabungan, pelatihan, pendekatan korban-centric, penyelidikan bersama, dan upaya pencegahan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi korban KDRT. Kata Kunci: KDRT, Unit PPA, Lembaga PPA
Pengaruh Kompetensi Administratif Kepala Sekolah, Komitmen Organisasi dan Motivasi Guru Terhadap Kinerja Guru Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Administrasi Jakarta Pusat Hafizh Taufiqurahman; Sintha Wahjusaputri; Ihsana El Khuluqo
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i1.2362

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis dan mengetahui (1) Pengaruh langsung kompetensi administratif kepala sekolah terhadap kinerja guru, (2) Pengaruh langsung komitmen organisasi terhadap kinerja guru, (3) Pengaruh langsung motivasi guru terhadap kinerja guru, (4) Pengaruh langsung kompetensi administratif kepala sekolah terhadap motivasi guru, (5) Pengaruh langsung komitmen organisasi terhadap motivasi guru, (6) Pengaruh langsung kompetensi administratif kepala sekolah terhadap komitmen organisasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMK Negeri 1 Jakarta, SMK Negeri 39 Jakarta, SMK Negeri 44 Jakarta dan SMK Negeri 54 Jakarta, dengan sampel penelitian berjumlah 147 guru yang diambil secara acak (random sampling). Teknik analisis penelitian menggunakan teknik analisis jalur (path analysis). Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa: (1) Tidak terdapat pengaruh Kompetensi Administratif Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru. Hal ini dibuktikan dari hasil thitung < ttabel (0,103 < 1,9767) dan nilai koefisien jalur sebesar 0,007, (2) Tidak terdapat pengaruh Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Guru. Hal ini dibuktikan dari hasil thitung < ttabel (1,663<1,9767) dan nilai koefisien jalur sebesar 0,137, (3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan Motivasi Guru terhadap Kinerja Guru. Hal ini dibuktikan dari hasil thitung > ttabel (8,285>1,9767) dan nilai koefisien jalur sebesar 0,676, (4) terdapat pengaruh positif dan signifikan Kompetensi Administratif Kepala Sekolah terhadap Motivasi Guru. Hal ini juga dibuktikan dari hasil thitung > ttabel (3,088>1,9767) dan nilai koefisien jalur sebesar 0,201, (5) Terdapat pengaruh positif dan signifikan Komitmen Organisasi terhadap Motivasi Guru. Hal ini juga dibuktikan dari hasil thitung > ttabel (9,840>1,9767) dan nilai koefisien jalur sebesar 0,640, dan (6) Terdapat pengaruh positif dan signifikan Kompetensi Administratif Kepala Sekolah terhadap Komitmen Organisasi. Hal ini juga dibuktikan dari hasil thitung > ttabel (8,794>1,9767) dan nilai koefisien jalur sebesar 0,590. Dengan demikian kompetensi administratif kepala sekolah, komitmen organisasi dan motivasi guru yang tinggi berimplikasi terhadap kinerja guru SMK.

Page 59 of 117 | Total Record : 1162