cover
Contact Name
Ferry Purnama
Contact Email
jurnalkharis@gmail.com
Phone
+6285959999152
Journal Mail Official
jurnalkharis@gmail.com
Editorial Address
Jln. Mekar Laksana no 8, Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi
ISSN : 27226433     EISSN : 27226441     DOI : -
Fokus dan Scope Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi adalah: Teologi Biblika, Teologi Sistematika, Teologi Kontemporer, Teologi Praktika, Teologi Pastoral, Teologi Kontekstual
Articles 87 Documents
Tantangan dan Peluang Praktek Hospitalitas Kristen di Era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Maria, Heni; Salenda, Sari; Vivian, Ovio; Batara, Frans Geril; Pajan, Wandi Daniel
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 1 (2023): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i1.118

Abstract

Hospitality is a difficult thing to apply to accept and embrace foreigners who are around us after the Covid-19 pandemic. That is why through this article the author aims to describe the challenges and opportunities of Christian hospitality practice in the New Habit Adaptation Era. From the achievement of the objectives of this article, the author uses qualitative methods as an effort to collect existing data. So the purpose of this article results that under any circumstances, one of the policies that must be applied is the Christian faith and the right way of life, such as those based on Christian identity. Although it is now clear that love and friendship for all people especially for people who are different from us is not easy, but Christians have to do it, especially in the face of many problems and difficulties. Therefore, based on the meaning of love, Christians respond and understand the most beautiful form of relevant response to all the challenges and opportunities that sometimes arise, especially in dealing with all people during the pandemic to the new order. Hospitalitas merupakan hal yang sulit untuk kemudian diaplikasikan untuk menerima dan merangkul orang-orang asing yang ada disekitar pasca setelah pendemi covid-19. Itulah sebabnya melalui artikel ini penulis bertujuan untuk mendeskripsikan tantangan dan peluang dari praktek hospitalitas Kristen di masa Era Adaptasi Kebiasaan Baru. Dari tercapainya tujuan dari artikel ini maka penulis menggunakan metode kualitatif sebagai upaya untuk mengumpulan data-data yang telah ada. Sehingga tujuan dari artiekl ini menghasilkan bahwa dalam keadaan apa pun, salah satu kebijakan yang harus diterapkan adalah iman Kristen dan cara hidup yang benar, seperti keramahan yang berbasis identitas kekristenan. Meskipun sekarang jelas bahwa cinta dan persahabatan untuk semua orang terutama untuk orang yang berbeda dari kita tidak mudah, tetapi orang Kristen harus melakukannya itu, terutama dalam menghadapi banyak masalah dan kesulitan. Oleh karena itu, berdasarkan makna cinta kasih, orang Kristen menanggapi dan memahami keramahan sebagai bentuk paling indah dari respons relevan terhadap semua tantangan dan peluang yang kadang-kadang muncul, terutama dalam menyikapi semua orang selama sejak pendemi sampai pada tatanan baru.
Misi Penyelamatan dalam Narasi Keluaran Menjawab Pergumulan Teologis Penderitaan Manusia Suprandono, Yohanes Rahdianto
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 1 (2023): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i1.117

Abstract

In suffering God is considered absent in human life. To prove God's presence in suffering, a literary criticism approach will be used to interpret the book of Exodus which shows the nature of God's rescue mission. The method used in this study is a qualitative approach and a post-modern interpretation method with the social and political context of Exodus. When the suffering caused by the pandemic takes away hope for life, then rescue mediators today are used by GOD to bring hope for life and the future. God is present to cooperate with His servants in every age in different ways, but with the same goal, which is to provide salvation to people who are suffering. Dalam penderitaan Tuhan dianggap absen dalam kehidupan manusia. Untuk membuktikan kehadiran Allah dalam penderitaan, akan digunakan pendekatan kritik literaris untuk menafsir kitab Keluaran yang menunjukkan sifat dari misi penyelamatan TUHAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan metode penafsiran paska modern dengan konteks sosial dan politik kitab Keluaran. Ketika penderitaan akibat pandemi menghilangkan harapan akan kehidupan, maka mediator-mediator penyelamatan di zaman sekarang dipakai TUHAN untuk membawa pengharapan akan kehidupan dan masa depan. Allah hadir bekerjasama dengan para hamba-Nya di setiap zaman melalui cara yang berbeda-beda, namun dengan tujuan yang sama, yakni memberi keselamatan kepada umat yang mengalami penderitaan.
Sikap Orang Percaya Menghadapi Penderitaan Berdasarkan Keteladanan Yesus Kristus Pramana, Ronald Aryanto
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 1 (2023): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i1.83

Abstract

Believers can never escape from suffering. Even in some passages of the Bible shows that believers are called to suffer for God’s sake. Wrong attitudes shown by believers when facing suffering often appear in the form of dissapointment, therefore it affects their relationships with God and others. This is due to a lack of proper understanding of suffering. This research will answer clearly about the theological understanding of suffering. The author also sees the importance of explaining the characteristics that a believer must possess especially regarding to suffering. These characteristics relate to attitudes, beliefs, and actions. The author also explores the attitude of Jesus Christ as an example in dealing with suffering. The results of this study provide solutions and enlightenment for believers in dealing with suffering. Orang percaya tidak luput dari penderitaan. Bahkan dalam beberapa bagian Alkitab menunjukkan bahwa orang percaya dipanggil untuk menderita karena Tuhan. Sikap-sikap yang salah yang ditunjukkan oleh orang percaya saat menghadapi penderitaan seringkali muncul dalam bentuk kekecewaan, sehingga berpengaruh pada relasi dengan Tuhan dan sesama. Hal ini diakibatkan karena kurangnya pemahaman yang benar akan penderitaan. Penelitian ini  akan menjawab secara jelas mengenai pengertian teologis tentang penderitaan. Penulis juga melihat pentingnya untuk menjelaskan karakteristik yang harus dimiliki oleh orang percaya khususnya berkaitan dengan penderitaan. Karakteristik ini berkaitan dengan sikap, kepercayaan dan tindakan. Penulis pun menggali sikap Yesus Kristus sebagai teladan dalam menghadapi penderitaan. Hasil penelitian ini memberikan solusi serta pencerahan bagi orang percaya dalam menyikapi penderitaan.
Pelayanan Pastoral Konseling dalam Menangani Korban Kekerasan Seksual Pada Anak Mongkau, Hendry
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 1 (2023): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i1.135

Abstract

Cases of sexual violence against children are increasing at this time. Among the violence that occurred were physical, psychological, and sexual violence; sexual violence is in the first position in the sequence. Sexual violence experienced by children greatly affects their behavior, growth and social interactions. Not only that, the violence also has a negative impact on the mental health of children. Therefore, the role of pastoral counseling is very much needed in dealing with victims of child sexual abuse. The purpose of this article is to explain the meaning of violence, the types of sexual abuse, the impact of sexual abuse and the role of pastoral counseling in dealing with victims of child sexual abuse. To achieve that goal, this article uses a qualitative research method with a descriptive approach. Based on this method, this study found that the church is the right place to express the love of the Lord Jesus Christ through sincere acceptance and pure motivation for children who are victims of sexual violence. Kasus kekerasan seksual terhadap anak tergolong meningkat pada masa saat ini. Di antara kekerasan yang terjadi seperti kekerasan fisik, psikis, dan seksual; kekerasan seksual berada pada posisi pertama dalam urutannya. Kekerasan seksual yang dialami oleh anak sangat mempengaruhi perilaku, pertumbuhan dan dalam interaksi sosialnya. Tidak hanya itu, kekerasan tersebut juga memberi dampak buruk terhadap kesehatan mental anak. Oleh sebab itu, peran Pastoral konseling sangat dibutuhkan dalam menangani korban pelecehan seksual pada anak. Tujuan artikel ini adalah menjelaskan arti kekerasan, jenis pelecehan seksual, dampak pelecehan seksual dan peran pastoral konseling dalam mengatasi korban pelecehan seksual pada anak. Untuk mencapai tujuan itu, artikel ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan metode tersebut, maka penelitian ini menemukan hasil bahwa gereja adalah wadah yang tepat untuk dapat menyatakan kasih Tuhan Yesus Kristus melalui penerimaan secara tulus dan motivasi yang murni bagi anak yang menjadi korban kekerasan seksual.
Dampak Strategi Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di SD Kaliban Batam Alpionika, Widie; Tanama, Yulia Jayanti
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 1 (2023): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i1.123

Abstract

Kaliban Elementary School students are passive in the learning process, resulting in students becoming bored, failing to focus, and decreasing grades. As a teacher of Christian Religious Education must have a high initiative to attract the attention of students, so that the learning process takes place active students. This research method aims to determine the impact of implementing NHT type cooperative learning strategies on Christian Religious Education. The study used qualitative methods by conducting interviews and observations. The results obtained from this study are: first, the learning outcomes of students who have high abilities are as good as students with medium and low abilities, second, students are more active in collaborating or working well together to find answers, third, students individually responsible as a member of the group, and fourth, increase students' understanding of the material being studied Peserta didik SD Kaliban pasif dalam proses pembelajaran, mengakibatkan peserta didik menjadi bosan, gagal fokus, dan nilai mengalami penurunan. sebagai seorang guru Pendidikan Agama Kristen harus memiliki inisiatif yang tinggi untuk menarik perhatian peserta didik, supaya pada proses pembelajaran berlangsung peserta didik aktif. metode penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak implementasi strategi pembelajaran kooperatif tipe NHT pada Pendidikan Agama Kristen. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara dan observasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu: (1) hasil belajar peserta didik yang memiliki kemampuan tinggi sama baiknya dengan siswa memiliki kemampuan sedang dan rendah, (2) peserta didik lebih aktif berkolaborasi atau bekerjasama dengan baik untuk menemukan jawaban, (3) peserta didik bertanggungjawab secara individu sebagai anggota kelompok, dan (4) meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari.
Tindakan Gereja untuk mencegah Perpindahan Jemaat ke Gereja lain Pasca Pandemi Tanti, Yuni
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i2.110

Abstract

The main discussion in writing this article is that the author wants to convey some of the causes of post-Covid congregation movements and provide solutions for churches in dealing with congregations that move between churches. Apart from explaining these matters, it is hoped that this article will also serve as an effort to minimize congregations from changing churches and what churches can do to prevent this from happening. It is hoped that churches and congregations can respond positively to new things during a pandemic in the increasingly rapid development of technology. The research method in this writing is to collect literature related to the descriptive method. The conclusion is that the congregation can be committed within the local church and it is important to note that the church can be more creative in making internal activities so that a good bond is built between the church and the congregation.Pembahasan utama dalam penulisan artikel ini adalah penulis ingin menyampaikan beberapa penyebab dari perpindahan jemaat pasca Covid dan memberikan solusi bagi gereja didalam menghadapi jemaat yang berpindah-pindah gereja. Disamping menguraikan hal-hal tersebut, artikel ini sekaligus diharapkan sebagai upaya meminimalis jemaat untuk berpindah-pindah gereja dan apa yang dapat gereja lakukan supaya hal itu tidak terjadi. Diharapkan supaya gereja dan jemaat dapat meresponi secara positif terhadap hal-hal yang baru pada saat pandemi didalam perkembangan teknologi yang semakin pesat. Metode penelitian dalam penulisan ini adalah mengumpulkan literatur yang terkait dengan metode deskriptif. Kesimpulannya adalah Jemaat dapat berkomitmen didalam gereja lokal dan penting diperhatikan agar gereja dapat lebih kreatif didalam membuat kegiatan-kegiatan internal sehingga terbangun ikatan yang baik antara gereja dan jemaat.
Merevitalisasi Tindakan Sosial GBI di Kabupaten Kepulauan Anambas Melalui Kacamata Misi Sosial Esra Zos Samosir
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i2.216

Abstract

AbstractThe social actions carried out by the church do not necessarily run without direction and purpose. Therefore, not a few churches carry out social actions for the community. However, the social actions carried out by the church can be disastrous to the implementation of the mission of the great commission of the Lord Jesus Christ when viewed from the essence of the church's presence. The purpose of this research is to empower the social actions of the Bethel Indonesia Home Of Care Church in Anambas Islands Regency as a tool for preaching the gospel. The novelty of this research is to use the social actions that have been carried out by the Indonesian Bethel Church in Anambas Islands Regency as an evangelistic approach to the community, namely with a social mission motive. To achieve results that are accurate and can be considered scientifically, the authors consistently use qualitative research methods. Social actions that can be implemented by the church in carrying out a mission approach to the community are by socializing, mutual cooperation, visiting sick people, fighting for justice and distributing groceries to those in need. AbstrakTindakan sosial yang dilakukan oleh gereja tidak serta merta berjalan tanpa arah dan tujuan. Oleh karena itu tidak sedikit gereja melaksanakan tindakan –tindakan sosial kepada masyarakat. Namun tindakan sosial yang dilakukan oleh gereja dapat menjadi bencana terhadap pelaksanaan misi amanat agung Tuhan Yesus Kristus jika dilihat dari esensi kehadiran gereja. Tujuan penelitian ini ialah untuk memberdayakan tindakan-tindakan sosial Gereja Bethel Indonesia Home Of Care di Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai alat pemberitaan injil. Kebaharuan penelitian ini ialah untuk menggunakan tindakan-tindakan sosial yang telah dilakukan oleh Gereja Bethel Indonesia di Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai pendekatan penginjilan kepada masyarakat, yaitu dengan motif misi sosial. Untuk mencapai hasil yang akurat dan dapat dipertimbangkan secara ilmiah maka penulis dengan konsisten menggunakan metode penelitian kualitatif. Tindakan sosial yang dapat diterapkan oleh gereja dalam melakukan pendekatan misi kepada masyarakat yaitu dengan melakukan sosialisasi, gotong royong, mengunjungi orang sakit, memperjuangkan keadilan dan melakukan pembagian sembako kepada yang membutuhkan.
Prinsip Pelayan Allah dalam Kohesi Gereja dan Misi Berdasarkan 2 Korintus 6:3-10 Rezky Alfero Josua
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i2.211

Abstract

AbstractA servant of God must have principles in every work that God has entrusted. The purpose of this article's research is to show that a servant of God must have principles, as the field of ministry is often inherent with challenges and suffering. With a sub-hermeneutic qualitative method: Exegesis, this article finds three principles of a servant of God in church cohesion and mission. First, be steadfast in all suffering. Second, radical living in truth. Third, focus on eternal life. Paul, as a representation of God's servants in church and mission cohesion, reminds that God's servants must have a ministry that does not only focus on one part (church or mission), but must realize church and mission cohesion to everyone served. Abstrak Seorang pelayan Allah harus memiliki prinsip dalam setiap pekerjaan yang telah Tuhan percayakan. Tujuan dari penelitian artikel ini adalah untuk menunjukkan bahwa seorang pelayan Allah harus memiliki prinsip, karena ladang pelayanan sering kali melekat dengan tantangan dan penderitaan. Dengan metode kualitatif sub-hermenutik: Eksegesis, artikel ini menemukan tiga prinsip pelayan Allah dalam kohesi gereja dan misi. Pertama, tabah dalam segala penderitaan. Kedua, hidup radikal dalam kebenaran. Ketiga, fokus pada kehidupan kekal. Paulus sebagai representasi pelayan Allah dalam kohesi gereja dan misi, mengingatkan bahwa para pelayan Allah harus memiliki pelayanan yang tidak hanya berfokus pada satu bagian saja (gereja atau misi), melainkan harus mewujudkan kohesi gereja dan misi kepada setiap orang yang dilayani.
Menjalin Hubungan Melalui Konseling Pastoral Alkitabiah bagi Jemaat Remaja di GBI Bethel Bandung Herman, Samuel
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i2.200

Abstract

Pastoral counseling based on biblical teachings plays a crucial role in guiding adolescents through the challenging phase of adolescence. This research has identified several issues commonly faced by adolescents within the church community, such as the lack of guidance and mentoring support. The objective of this study is to provide practical guidance for individuals who believe in God on how to implement biblical pastoral counseling in supporting the positive growth and development of adolescents. With effective biblical pastoral counseling, it is expected that adolescents within the church can establish a strong foundation to confront the changes and challenges in their lives. Furthermore, the church is anticipated to be a safe and supportive environment for adolescents, enabling them to navigate their adolescent years with hope and optimism. This will strengthen the understanding of the adolescent community within the church regarding the significance of biblical pastoral counseling as a valuable tool in shaping character and fostering positive growth in adolescents.Pelayanan konseling pastoral Alkitabiah merupakan aspek penting bagi jemaat usia remaja dalam menghadapi proses kehidupan yang penuh tantangan. Masa remaja dianggap sebagai tahap kritis dalam perkembangan individu, di mana mereka mengalami perubahan fisik dan psikologis yang signifikan. Era modern yang didominasi oleh akses mudah informasi melalui internet, menyebabkan banyak remaja cenderung menghindari kerja keras dan mencari kesenangan yang instan. Dalam konteks ini, gereja memainkan peran vital sebagai tempat bimbingan dan pembinaan bagi remaja, dengan konseling pastoral berbasis ajaran Alkitab. Penelitian ini mengidentifikasi beberapa masalah yang dihadapi jemaat usia remaja di komunitas GBI Bethel Bandung, seperti kurangnya pembimbingan dan informasi mengenai proses kehidupan, serta kurangnya dukungan mentoring. Tujuan penelitian ini adalah memberikan bahan referensi bagi individu yang mempercayai Tuhan agar memahami pentingnya pelayanan konseling pastoral Alkitabiah dalam mendukung perkembangan remaja. Selain itu, penelitian ini juga memberikan panduan praktis bagi orang percaya dalam menerapkan konseling pastoral Alkitabiah dalam komunitas remaja di gereja. Dengan pelayanan konseling pastoral Alkitabiah yang efektif, diharapkan jemaat usia remaja dapat memiliki landasan kuat dalam menghadapi perubahan dan tantangan kehidupan, serta tumbuh secara rohani dan sosial dengan baik. Selain itu, gereja diharapkan dapat berfungsi sebagai tempat yang aman dan mendukung bagi remaja, sehingga mereka dapat menjalani proses kehidupan dengan penuh harapan dan optimisme. Penelitian ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman komunitas remaja di gereja tentang pentingnya pelayanan konseling pastoral Alkitabiah sebagai sarana mendukung pertumbuhan dan pembentukan karakter positif pada jemaat usia remaja.
Kritik Teologis Terhadap Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar Pendidikan Agama Kristen di Indonesia terkait Demoralisasi Hizkia David Asaf Gultom
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i2.222

Abstract

Abstract The purpose of this research is to provide a solutive critique of the development of the Christian Religion education curriculum in Indonesia regarding demoralization. With this research, it is hoped that educators will be able to evaluate the effectiveness of the curriculum used for teaching so that it contains moral teaching with the biblical concept of the Bible. The method of this study uses qualitative research using sources from scientific journals and books on Christian Religious education curriculum design. The results and discussion of this study show that so far the teaching of the Bible has not been taught in schools, and only emphasizes imperative moral teachings due to the demands of the scriptures. As a result, students do not understand the actual reasoning why a Christian must have good morals. The researcher provides a solution step by providing the concept of biblical teaching, which emphasizes that morality in Christianity is not because of demands but because of the impulse of love which is felt through understanding in reason and human conscience. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan kritik yang bersifat solutif terhadap pengembangan kurikulum pendidikan Agama Kristen di Indonesia terkait demoralisasi. Dengan penelitian ini diharapkan para pendidik mampu mengevaluasi keefektifan kurikulum yang dipakai untuk mengajar supaya memuat pengajaran moral dengan konsep Injil yang biblikal. Metode dari penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan sumber-sumber dari jurnal ilmiah dan buku desain kurikulum pendidikan Agama Kristen. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini, menunjukkan bahwa pengajaran Injil selama ini kurang diajarkan di sekolah-sekolah, dan hanya masih menekankan ajaran moral yang bersifat imperatif karena tuntutan kitab suci. Akibatnya peserta didik tidak mengerti reasoning sebenarnya mengapa seorang Kristen harus memiliki moral yang baik. Peneliti memberikan langkah solutif dengan memberikan konsep pengajaran Injil yang biblikal, yang menekankan bahwa moral dalam kekristenan bukan karena tuntutan tapi karena dorongan kasih yang dirasakan lewat pengertian secara akal dan hati nurani manusia.