cover
Contact Name
Ferry Purnama
Contact Email
jurnalkharis@gmail.com
Phone
+6285959999152
Journal Mail Official
jurnalkharis@gmail.com
Editorial Address
Jln. Mekar Laksana no 8, Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi
ISSN : 27226433     EISSN : 27226441     DOI : -
Fokus dan Scope Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi adalah: Teologi Biblika, Teologi Sistematika, Teologi Kontemporer, Teologi Praktika, Teologi Pastoral, Teologi Kontekstual
Articles 87 Documents
Kontekstualisasi Injil Dalam Tradisi Mangokal Holi Samuel Herman
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i2.209

Abstract

AbstractThis research discusses the contextualization of the Gospel in the Mangokal Holi tradition of the Batak Toba tribe. This tradition is related to death rituals and the reverence for ancestral spirits. The purpose of this research is to answer how Gospel messengers can carefully contextualize the Gospel within the Mangokal Holi tradition. Gospel messengers can take steps to understand the Batak Toba culture well and apply continuous discipleship. These steps enable Gospel messengers to integrate Christian values into daily life and provide planned Gospel teachings. Christian values that need to be emphasized include respect for parents as a lifelong obligation and the understanding that the world of the deceased has no connection with the world of the living. With a careful approach and continuous discipleship, Gospel messengers can help the Christian congregation understand the Mangokal Holi tradition correctly and in line with biblical teachings. This helps bridge the cultural and belief gaps between the Batak Toba community and the Christian church, as well as building a better understanding. AbstrakPenelitian ini membahas kontekstualisasi Injil dalam tradisi Mangokal Holi suku Batak Toba, tradisi ini berhubungan dengan ritual kematian dan penghormatan terhadap roh leluhur. Tujuan penelitian ini untuk menjawab bagaimana pengabar Injil dapat melakukan kontekstualisasi Injil secara hati-hati terhadap tradisi Mangokal Holi. Pengabar Injil dapat mengambillangkah, memahami kebudayaan suku Batak Toba dengan baik dan menerapkan pemuridan yang berkesinambungan. Langkah-langkah ini memungkinkan pengabar Injil untuk mengintegrasikan nilai-nilai Kristen ke dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan pengajaran Injil yang terencana. Nilai-nilai Kristen yang perlu ditekankan adalah mengenai penghormatan terhadap orang tua sebagai kewajiban seumur hidup dan pemahaman bahwa dunia orang mati tidak memiliki hubungan dengan dunia orang yang masih hidup. Dengan pendekatan yang hati-hati dan pemuridan yang berkesinambungan, pengabar Injil dapat membantu jemaat gereja Kristen memahami tradisi Mangokal Holi secara benar dan sejalan dengan ajaran Alkitab. Hal ini membantu menjembatani kesenjangan budaya dan keyakinan antara masyarakat suku Batak Toba dan gereja Kristen serta membangun pemahaman yang lebih baik.
Peran Guru Sekolah Minggu Dalam Mendukung Perkembangan Sosial-Emosional Anak Usia Dini Purmanasari, Nira Olyvia; Pandiangan, Yolanda
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i2.137

Abstract

This study investigates the impact of Sunday school teacher services on the social-emotional development of early childhood. Social-emotional development, starting in early age, progresses into intricate forms over time. The family environment, where children interact with parents and siblings, initiates this process. Utilizing qualitative research with a literature-based approach, the study focused on Sunday school members at GBI Bethel Bandung. Findings reveal the significant role of Sunday school teachers in nurturing early childhood social-emotional development. Activities such as praise, imparting the word of God, games, and supportive activities become pivotal in this process. Implementing activities that reinforce spiritual teachings, such as art and sharing, acts as a fundamental tool for social development. These activities enable children to showcase their achievements, enhancing their interactions with others and fostering positive social-emotional growth from an early age. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru sekolah minggu dalam perkembangan sosial emosional anak usia dini. Dalam interaksi awalnya di lingkungan keluarga, anak mengalami dasar-dasar perkembangan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan pustaka, difokuskan pada anggota sekolah minggu di GBI Bethel Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sekolah minggu sangat vital dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak. Kegiatan seperti pujian, firman Tuhan, permainan, dan aktivitas mendukung firman Tuhan memiliki dampak positif. Aktivitas ini, seperti melipat origami dan berbagi pensil warna, memfasilitasi interaksi sosial anak dengan orang lain, meningkatkan keterampilan berbagi, dan memperkuat keterampilan komunikasi. Dengan demikian, penggunaan metode ini membawa dampak positif pada perkembangan sosial-emosional anak usia dini, memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan dunia sekitarnya secara positif dan mandiri.
Kontekstualisasi Injil Terhadap Suku Migani Papua Styadi Senjaya
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i2.220

Abstract

AbstractThe Migani tribal community, Papua is an area that needs to be reached by the Gospel. This research is to answer how the Gospel can be fully accepted and accepted by the Migani tribe in Papua with the discipleship method that is applied in everyday life. The research method used is a qualitative approach. The results of this study indicate that an understanding of Peagabega figures, Migani culture and sustainable discipleship are things that can be done in introducing the gospel. Thus the evangelist can enter according to the cultural context of the Migani tribe. AbstrakMasyarakat suku Migani, Papua merupakan daerah yang perlu dijangkau Injil.  Penelitian ini untuk menjawab bagaimana agar Injil dapat masuk dan diterima secara sepenuhnya oleh suku Migani di Papua dengan metode pemuridan yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.  Metode penelitian yang digunakan melalui pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap tokoh Peagabega, kebudayaan Suku Migani dan pemuridan yang berkelanjutan merupakan hal-hal yang bisa dilakukan dalam memperkenalkan Injil. Dengan demikian pengabar Injil dapat masuk sesuai konteks budaya suku Migani.
Penggembalaan yang Holistik dan Kontekstual terhadap Generasi Muda Masa Kini Esty Endaria Sembiring
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i2.215

Abstract

AbstractThe present generation is facing a situation that was not seen by the generation of the last decade. This generation was born with the prolificacy of information technology which have heavily shifted their morals and has the potential to leave the church in the future. If the church doesn’t give attention to the youth ministry, it is certain that the church will lose its leadership's successor and affect on the future of the church itself. The issue that will be discussed in this study is the exact way of pastoralism, that is, the holistic and contextual way, in terms of handling of present generation. Hopefully the church’s pastors can understand the crucial things that is important in bringing back the youth to the church so that the youth can come forth as the mirror reflection of the future of the church itself. Abstrak Generasi muda masa kini menghadapi situasi yang tidak sama dengan generasi pada dekade sebelumnya. Generasi muda masa kini terlahir dengan teknologi informasi yang sangat deras di tangan mereka sehingga telah menggeser nilai-nilai moral kehidupan dan berpotensi meninggalkan gereja di masa depan. Apabila gereja tidak memberi fokus kepada pelayanan generasi muda maka dapat dipastikan gereja akan kehilangan tongkat estafet kepemimpinannya dan mempengaruhi masa depan gereja itu sendiri. Oleh sebab itu masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana tindak penggembalaan yang tepat yaitu yang holistik dan kontekstual dalam menangani generasi muda pada masa kini. Dengan terjawabnya rumusan masalah, diharapkan penggembalaan gereja memahami hal-hal krusial yang berperan penting dalam rangka mengembalikan generasi muda kepada gereja sehingga generasi muda akan tampil sebagai cerminan masa depan gereja itu sendiri.
Tinjauan Konseling Pastoral Terhadap Pelatihan Pelayan Tuhan: Menghadapi Konflik KDRT Jemaat Natal Ria
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i2.210

Abstract

Abstract The church should conduct pastoral counseling training for ministers, especially with regard to strategies to help congregants face conflict. The research aims to answer the church's challenge on how to train ministers of God to deal with congregational domestic violence conflicts through clinical pastoral education methods. The qualitative research is in the form of literature review, learning by doing theory and experience to answer the formulation of the problem. The results of the discussion explain that the steps that the church must take in training ministers of God are interviews, commitment, congregational visits and counseling guidance. The truth confrontation method and problem focused and emotion focused coping stress strategies are ways to help congregations deal with domestic violence conflicts. From the discussion, it is concluded that the church needs to take steps to produce the needs of competent counseling personnel, especially in helping congregations face conflicts. Abstrak Gereja sebaiknya melakukan pelatihan konseling pastoral bagi pelayan khususnya berkaitan dengan strategi untuk menolong jemaat menghadapi konflik. Penelitian bertujuan untuk menjawab tantangan gereja bagaimana pelatihan pelayan Tuhan menghadapi konflik KDRT jemaat melalui metode pendidikan pastoral klinis. Adapun penelitian kualitatif berupa kajian pustaka, teori learning by doing dan experience untuk menjawab rumusan masalah tersebut. Hasil pembahasan menjelaskan bahwa langkah-langkah yang harus dilakukan gereja dalam pelatihan pelayan Tuhan adalah wawancara, komitmen, kunjungan jemaat dan bimbingan konseling. Metode truth confrontation dan strategi problem focused dan emotion focused coping stress merupakan cara untuk membantu jemaat menghadapi konflik KDRT. Dari pembahasan maka diperoleh kesimpulan bahwa gereja perlu melakukan langkah-langkah untuk menghasilkan kebutuhan tenaga konseling yang kompeten, khususnya dalam menolong jemaat menghadapi konflik.
Hubungan Pemahaman Tentang Karunia Melayani Dengan Regenerasi Pelayan Tuhan Siswandi, Lucky Yohanes; Stevanus, Kalis; Luhur, Chandra Kirana; -, Gidion
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i2.149

Abstract

This paper aims to examine how big the relationship between the understanding of the gift of serving and the regeneration of God's servants at GKII Antiokhia Sugapa Papua. Researchers used a correlational quantitative approach. Through hypothesis testing in 3 stages, namely the first variable (x), the second variable (y), using the formula (∑ empirical score: ideal score) multiplied by 100% l with the results of the hypothesis value (x) 87.70%, the hypothesis value ( y) 87.68% and the third combines the two variables (x) and variable (y) by finding the value of the simple correlation coefficient (ry), the value of the coefficient of determination (ry2); and a simple linear equation using the line equation Y= a+b X. It was found that the correlation ® was obtained at 0.851 or 85.1%, and the coefficient of determination (R Square) was obtained at 0.724 or 72.4%, the results of the test the hypothesis that through the value of the correlation coefficient there is a very strong relationship between the understanding of the gift of serving and the regeneration of God's servants.Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar hubungan pemahaman tentang karunia melayani terhadap kaderisasi kepemimpinan pelayanan di GKII Antiokhia Sugapa Papua. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Melalui uji hipotesis secara 3 tahap yaitu yang pertama variabel (x), kedua Variabel (y), dengan menggunakan rumus (∑skor empiris: skor ideal) dikali 100% dengan hasil nilai hipotesis (x) 87,70%, nilai hipotesis (y) 87,68% dan yang ketiga menggabungkan dua variabel (x) dan variabel (y) menggunakan cara mencari nilai koefisien korelasi sederhana (ry), nilai koefisien determinasi (ry2); dan persamaan garis linier sederhana dengan menggunakan persamaan garis Y = a + bX. Didapati dengan hasil korelasi (r) diperoleh sebesar 0,851 atau 85,1%, serta nilai koefisien determinasi (R Square) diperoleh sebesar 0,724 atau 72,4%, hasil dari uji hipotesis melalui nilai koefisien korelasi terdapat hubungan yang sangat kuat antara pemahaman karunia melayani dengan regenerasi pelayan Tuhan.
Eklesiologi Bhinneka Tunggal Ika: Analisis Relasi Makna Semboyan Indonesia dengan Kategorisasi di Korintus Kayla Nathania Thayeb; Gde Ngurah Reza Rizaldy
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i2.221

Abstract

Abstract Contextual theology is a valuable step in being able to present the gospel within a culturally diverse frame of mind. Of course as Indonesians, local culture can be one of the tools in doing so, such as having a dialogue on the concept of unity in Corinth with the motto of the Indonesian nation. This step is intended to look at the social background and writing context attached to the text, as well as the essential values where there are similarities or differences between the text and the concept of Indonesian culture. As a result of the analysis, researchers see differences and similarities that complement each other, where the concept of Bhinneka Tunggal Ika which celebrates differences in unity can become a concept of church life in Indonesia. Abstrak Teologi kontekstual merupakan langkah yang berharga untuk dapat menyajikan injil dalam kerangka berpikir kultur yang beragam. Tentu sebagai orang Indonesia, kultur setempat dapat menjadi salah satu alat dalam melakukannya, seperti mendialogkan konsep persatuan dalam Korintus dengan semboyan bangsa Indonesia. Langkah tersebut dimaksudkan untuk melihat latar belakang sosial dan konteks penulisan yang melekat pada teks, serta nilai esensial dimana terdapat kesamaan pun perbedaan teks dengan konsep kultur Indonesia. Sebagai hasil analisis, peneliti melihat perbedaan dan persamaan yang saling mengisi, dimana konsep Bhinneka Tunggal Ika yang merayakan perbedaan dalam kesatuan dapat menjadi konsep hidup menggereja di Indonesia.
Pemanfaatan Aplikasi Kencan Online Jodoh Kristen untuk Menemukan Pasangan Hidup Sembiring, Esty Endaria; Siregar, Ersada; Purnama, Jellia Puspa; Simanjuntak, Ferry
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 5, No 1 (2024): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v5i1.184

Abstract

Human development and technological progress run in parallel, human civilization is inseparable from technological advances. Technology influences habitual behavior and human expectations for survival. Utilizing technology appropriately and fulfilling ethics in its values is the idea that humans want to achieve. This technology also affects how humans move toward their future, including finding a suitable partner through online dating applications. This application leads a person to find a partner by paying attention to their ethical values that humans remain under God's law, using progress but making God still in control of decisions, and in the end humans are responsible to their creator. One of the online dating applications, namely Christian Matchmaking, applies deontological Christian ethics where biblical rules will determine the outcome so that many couples have found their life partners and decided to tie the knot in marriage. The online dating application Christian dating applies a process that tries to naturally not rush in making choices. It is hoped that the online dating application Jodoh Kristen can get rid of the negative stigma and doubts about using online dating applications for Christian youth in particular and the wider community in general. Perkembangan manusia dan kemajuan teknologi berjalan secara paralel, peradaban manusia tidak terlepas dari kemajuan teknologi. Teknologi mempengaruhi perilaku kebiasaan dan harapan manusia akan kelangsungan hidupnya. Memanfaatkan teknologi dengan tepat guna dan mememuhi etika dalam nilai-nilainya adalah hal ideal yang ingin dicapai oleh manusia. Pemanfaatan teknologi inipun mempengaruhi cara manusia dalam menuju masa depannya, diantaranya adalah menemukan pasangan yang cocok melalui aplikasi kencan online. Aplikasi ini menuntun seseorang menemukan pasangannya dengan memperhatikan nilai etisnya bahwa manusia tetap berada dibawah hukum Allah, meski tidak semua aplikasi kencan online ini memenuhi nilai etis yang dimaksud. Menggunakan kemajuan tapi menjadikan Allah tetap pengendali keputusan dan pada akhirnya manusia bertanggung jawab pada penciptanya. Salah satu aplikasi kencan online yaitu Jodoh Kristen yang menerapkan etika kristen dimana prosesnya mengarahkan pengguna untuk mengandalkan Tuhan. Aplikasi kencan online Jodoh Kristen sangat menerapkan proses yang diusahakan secara alami tidak terburu-buru dalam menentukan pilihan. Aplikasi kencan online Jodoh Kristen diharapkan dapat menepis stigma negatif dan keragu-raguan penggunaan aplikasi kencan online bagi pemuda pemudi kristen secara khusus dan masyarakat luas pada umumnya
Implementasi Karunia Rohani Berdasarkan Roma 12:1-8 bagi Guru Pendidikan Agama Kristen Tanama, Yulia Jayanti; Wulandari, Rini Ratnasari; Tari, Iwan Sugandi
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 5, No 1 (2024): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v5i1.237

Abstract

Spiritual gifts are very necessary for teachers in the learning process and carrying out the Great Commission of Lord Jesus Christ. The aim of this research is to analyze spiritual gifts based on Romans 12:1-8 and their implementation for Christian Religious Education teachers. The research method used is the references study with collecting, reading, writing, and processing the fact based on research problem. The research results is Christian religious teachers must have to spiritual gifts in acting as teachers, trainers, and educators. The gift which must be had by teachers base on Romans 12:1-8 is prophesying, serving, teaching, exhorting, sharing things, giving leadership, and showing mercy. Karunia rohani sangat diperlukan guru dalam proses pembelajaran dan melaksanakan amanat Agung Tuhan Yesus Kristus. Tujuan penelitian ini, untuk menganalisis karunia rohani berdasarkan Roma 12:1-8 serta implementasinya bagi guru Pendidikan Agama Kristen. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan melakukan pengumpulan data pustaka, membaca, mencatat, dan mengolah fakta berdasarkan permasalahan penelitian. Hasil penelitian yaitu guru PAK perlu memiliki karunia-karunia rohani dalam menjalankan perannya sebagai pengajar, pelatih, dan pendidik. Karunia yang harus dimiliki guru berdasarkan Roma 12:1-8 yaitu bernubuat, melayani, mengajar, menasihati, membagi-bagikan sesuatu, memberi pimpinan, dan menunjukkan kemurahan.
Pendampingan dan Konseling Pastoral, dengan Pendekatan Etnometodologi Musarub, Liviana Binti; Tampake, Tony; Adi, Suwarto
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 5, No 1 (2024): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v5i1.262

Abstract

Ethnomethodology is the study of what humans use in solving everyday problems and Ethnomethodology is also the study of everyday human social activities. This article wants to explain the ethnomethodological approach in the process of accompanying and providing pastoral counseling in the church. The author uses the ethnomethodological approach as a method in pastoral assistance and counseling, to find the root of the problem that must be researched in the struggles that exist in the church or that are faced by individuals in the church. . Literature review is the method used in this paper to obtain data and collect the information needed in this paper. This article begins with an explanation of ethnomethodology to explain what ethnomethodology is, then an explanation of community assistance and counseling so that readers can know how to understand assistance and counseling in society and after that the author explains how ethnomethodology is used in pastoral assistance and counseling.Etnometodologi adalah studi yang dipakai oleh manusia dalam penyelesaian masalah sehari-hari dan Etnometodologi juga adalah studi pada kegiatan sosial manusia sehari-hari. tulisan ini mau menjelaskan pendekatan etnometodologi dalam proses mendampingi dan memberikan konseling pastoral dalam gereja, penulis menggunakan pendekatan etnometodologi sebagai metode dalam pendampingan dan konseling pastoral, untuk menemukan akar masalah yang harus diteliti dalam pergumulan yang ada dalam gereja atau yang dihadapi oleh individu yang ada dalam gereja. Kajian pustaka merupakan metode yang digunakan dalam tulisan ini untuk mendapatkan data dan mengumpulkan maklumat yang diperlukan dalam tulisan ini. Tulisan ini dimulai dengan penjelasan etnometodologi untuk menjelaskan apa itu etnometodologi, kemudian penjelasan tentang pendampingan dan konseling masyarakat supaya pembaca boleh mengetahui bagaimana memahami pendampingan dan konseling dalam masyarakat dan setelah itu penulis menjelaskan bagaimana etnometodologi digunakan dalam pendampingan dan konseling pastoral.