cover
Contact Name
Ferry Purnama
Contact Email
jurnalkharis@gmail.com
Phone
+6285959999152
Journal Mail Official
jurnalkharis@gmail.com
Editorial Address
Jln. Mekar Laksana no 8, Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi
ISSN : 27226433     EISSN : 27226441     DOI : -
Fokus dan Scope Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi adalah: Teologi Biblika, Teologi Sistematika, Teologi Kontemporer, Teologi Praktika, Teologi Pastoral, Teologi Kontekstual
Articles 87 Documents
Bahasa Roh dan Komunikasi Gerejawi: Telaah Teologi Komunikasi atas 1 Korintus 12–14 Nainggolan, Jeppri
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 6, No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v6i2.325

Abstract

AbstractThis study discusses in depth the meaning and function of tongues as contained in Paul's letters, using the theological approach of communication as the main framework of analysis. Its main focus is on the tension that arises between personal spiritual expression and the need for communication that builds and strengthens the congregation's life. The primary objective of this research is to develop a theological-communicative framework that is both contextual and applicable, particularly for use by the church, academics, and theological practitioners in addressing the dynamics and challenges of modern times. This research uses a qualitative method with an exploratory and interpretive literature study approach in order to understand spiritual language from the perspective of communication theology. By integrating the disciplines of biblical theology, communication studies, and contemporary literature, this study interprets 1 Corinthians 12–14 in a historically critical and hermeneutical manner, reassessing the role of tongues in today's contextual and community-building Christian spirituality. Abstrak Penelitian ini secara mendalam membahas makna serta fungsi dari bahasa roh sebagaimana terdapat dalam surat-surat Paulus, dengan memakai pendekatan teologi komunikasi sebagai kerangka analisis utama. Fokus utamanya adalah pada ketegangan yang muncul antara ekspresi spiritual yang bersifat pribadi dengan kebutuhan komunikasi yang membangun dan memperkuat kehidupan jemaat. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk merumuskan sebuah kerangka teologis-komunikatif yang bersifat kontekstual dan aplikatif, khususnya untuk diaplikasikan oleh gereja, kalangan akademisi, serta para praktisi teologi dalam menghadapi dinamika serta tantangan zaman modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan yang bersifat eksploratif dan interpretatif, dalam rangka memahami bahasa roh dari perspektif teologi komunikasi. Dengan mengintegrasikan disiplin teologi biblika, studi komunikasi, dan literatur kontemporer, penelitian ini menafsirkan 1 Korintus 12–14 secara historis-kritis dan hermeneutik serta menilai kembali peran bahasa roh dalam spiritualitas Kristen masa kini yang kontekstual dan membangun komunitas.
Dari Eden ke Era Postmodern: Reinterpretasi Pohon Pengetahuan Dalam Kejadian 3 Di Tengah Krisis Otoritas Digital Sembel, Injilia Belani
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 6, No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v6i2.346

Abstract

Basically, the knowledge that each individual has can reflect the quality and identity of the person himself. For Christians, the main knowledge that is the basis of a life of faith is sourced from the word of God in the Bible. This study examines the meaning of the Tree of Knowledge in Genesis 3 with a three-step approach: (1) looking at the historical context of King Solomon's time, (2) analyzing the text itself, and (3) relating it to modern issues (Tate, 2008). The results show that this story is not just a story of sin, but also illustrates the struggle against the mastery of knowledge - as we see today in the dominance of digital technology (Campbell, 2020). The study found three important things: first, the prohibition of eating the fruit reflects the danger of monopolizing knowledge; second, the desire “to be like God” is similar to modern technological (transhumanistic) ambitions; third, the story teaches the importance of wisdom in using technology. The study concludes that the story of the Tree of Knowledge is relevant to help us face challenges in the digital age.
Tinjauan Teologis Manifestasi Roh Kudus dalam Peristiwa Pentakosta di Azusa Street Cibro, Yoel Kurniabudi; Ferdianto, Karolin; Abraham, Jessica Elisabeth
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 6, No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v6i2.303

Abstract

AbstractThe spiritual awakening on Azusa Street in 1906 was a continuation of previous Christian movements and became the starting point for the birth of the modern Pentecostal movement. This research aims to analyze the manifestation of the Holy Spirit, particularly the gift of tongues, and its influence on the development of Pentecostal church theology. The method used is a qualitative study with a historical and theological approach. The results of the study show that glossolalia is seen as the main evidence of the baptism of the Holy Spirit, but it causes differences in views among various Christian traditions. This study emphasizes the importance of a contextual and inclusive understanding in assessing the meaning of the gift of the Holy Spirit for the church today. Keywords: Azusa Street, Holy Spirit, Tongues, Pentecostal Thelogy, Glossolalia  AbstrakKebangkitan rohani di Azusa Street tahun 1906 merupakan kelanjutan dari gerakan kekristenan sebelumnya dan menjadi titik awal lahirnya gerakan Pentakosta modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manifestasi Roh Kudus, khususnya karunia bahasa roh, dan pengaruhnya terhadap perkembangan teologi gereja Pentakosta. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan historis dan teologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa glossolalia dipandang sebagai salah satu bukti utama baptisan Roh Kudus, namun menimbulkan perbedaan pandangan di antara berbagai tradisi Kristen. Penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman yang kontekstual dan inklusif dalam menilai makna karunia Roh Kudus bagi gereja masa kini. Kata Kunci: Azusa Street, Roh Kudus, Bahasa Roh, Teologi Pentakosta, Glossolalia
Dekonstruksi Isu Homoseksual Konteks Sodom dan Gomora: Respons terhadap Perspektif Emanuel Gerrit Singgih Belay, Yosep
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 6, No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v6i2.297

Abstract

Abstract This article aims to analyze the reading method of homosexual issues in the context of Sodom and Gomorrah by Emanuel Gerrit Singgih and provide responses from different perspectives. The emphasis on the term "reading" refers to the method of postmodern literary criticism. This research method uses a descriptive and hermeneutic analysis approach to examine the interpreted data. While in the analysis of methods, the author proposes a critique of literary methodology as an approach to constructing the flow of thought, motives and presuppositions of Singgih's reading of the issue of homosexuality in the context of Sodom and Gomorrah. The results of this analysis indicate that readings of the sexual orientation of the men of Sodom and Gomorrah may refer not only to homosexuals but possibly also to bisexuals. Meanwhile, the text reading methodology approach used by Singgih is an integration of normal hermeneutic methods and postmodern reading methods, especially deconstruction and postcolonial models.Keywords: Homosexual, Bisexual, Sodom and Gomorrah, Deconstruction Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menganalisis metode pembacaan isu homoseksual dalam konteks Sodom dan Gomora oleh Emanuel Gerrit Singgih dan memberikan tanggapan dari perspektif yang berbeda. Penekanan istilah “membaca” mengacu pada metode kritik sastra postmodern. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif dan hermeneutik untuk mengkaji data yang diinterpretasikan. Sedangkan dalam analisis metode, penulis mengajukan kritik terhadap metodologi sastra sebagai pendekatan untuk mengkonstruksi alur pemikiran, motif dan praanggapan pembacaan Singgih terhadap persoalan homoseksualitas dalam konteks Sodom dan Gomora. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa pembacaan orientasi seksual laki-laki Sodom dan Gomorah bisa merujuk tidak hanya pada kaum homoseksual tetapi mungkin juga pada kaum biseksual. Sementara itu, pendekatan metodologi pembacaan teks yang digunakan Singgih merupakan integrasi antara metode hermeneutika normal dan metode pembacaan postmodern, khususnya model dekonstruksi dan postkolonial.Kata kunci: Homoseksual, Biseksual, Sodom dan Gomora, Dekonstruksi
Kepemimpinan Pastoral untuk Remaja Awal di Era Digital Hutabarat, Irene Christanti; Hutabarat, Juliaman; Aftur, Riska; Sianipar, Rikardo P.
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 6, No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v6i2.341

Abstract

AbstractEarly adolescents face significant spiritual challenges due to digital exposure and dependence on gadgets. This study aims to develop a pastoral care model based on 1 Peter 5:2-3 that is relevant for adolescents in the digital age. Qualitative methods were used through semi-structured interviews and observations at the GBI Kampung Melayu, combined with historical-critical and canonical interpretation approaches. The results indicate that pastoral care based on example, relationships, and peer mentoring is more effective than an authoritative approach. Spiritual leaders must be present as living role models, not just doctrinal teachers. The use of Jesus' principles of service and biblical leadership values encourages the formation of a spiritual community that is adaptive to digital culture. This study contributes to the development of a contextual pastoral model that is relevant, participatory, and transformative in addressing the faith formation needs of adolescents in the digital age.AbstrakRemaja awal menghadapi tantangan spiritual signifikan akibat paparan digital dan ketergantungan pada gadget. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model penggembalaan berdasarkan 1 Petrus 5:2-3 yang relevan untuk remaja era digital. Metode kualitatif digunakan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi di GBI Kampung Melayu, dikombinasikan dengan pendekatan tafsir historis-kritis dan kanonik. Hasil menunjukkan bahwa penggembalaan yang berbasis keteladanan, relasi, dan peer mentoring lebih efektif dibanding pendekatan otoritatif. Pemimpin rohani harus hadir sebagai teladan hidup, bukan hanya pengajar doktrinal. Penggunaan prinsip pelayanan Yesus dan nilai kepemimpinan Alkitabiah mendorong pembentukan komunitas rohani yang adaptif terhadap budaya digital. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pastoral kontekstual yang relevan, partisipatif, dan transformatif dalam menjawab kebutuhan pembinaan iman remaja di era digital.
Penderitaan Perspektif Teodise Allah dan Implikasinya dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Ton, Degunias; Messakh, Jefrit Jonahis
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 6, No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v6i2.329

Abstract

Penderitaan merupakan hal yang krusial di dunia yang tidak bisa terlepas dari kehidupan manusia, namun seringkali dimaknai penderitaan sebagai hal yang negatif yang memberikan dampak pada aspek fisik, dan mental. Penderitaan selalu dikaitkan dengan teodise yang berusaha untuk mencari kebenaran menganai kejahatan yang terjadi dalam dunia ini dengan hakikat Allah dalam maha tau, maha baik dan maha kuasa. Dalam kajian ini pendekatan menggunakan kualitatif deskriptif dengan melihat berbagai literatur seperti Alkitab, Concordansi, kamus, buku-buku teologi dan buku-buku Pendidikan Agama Kristen serta jurnal/artikel yang releven sesuai dengan topik di atas. Tujuan dari penelitian ini untuk menjembatani hubungan penderitaan dan teodise Allah sebagai upaya mamahi makna teodise. Dari penelitian ini menemukan bahwa penderitaan sebagai sarana rencana Allah, dan sebagai sarana pembentukan iman atau spritual bahkan bagian dari kehendak bebas. Dengan demikian di implikasikannya dalam Pendidikan Agama Kristen melalui penanaman pemahaman dalam kurikulum PAK dan menyediakan strategi dalam mengajarkan makna penderitaan, serta pengutan karakter siswa melalui makna penderitaan. Oleh karena itu penderitaan merupakan bagian dari kehidupan manusia yang harus di respon dengan positif.
Tari Maengket dalam Perspektif Teologi Kontekstual Abraham Kuyper Tella, Devancha; Suoth, Vanny; Korua, Sandra
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 6, No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v6i2.340

Abstract

AbstractMaengket dance is a traditional Minahasan dance that reflects social, cultural, and theological dimensions, but its meaning has recently begun to shift and is often viewed merely as an entertainment dance. Therefore, this study aims to examine the contextual theological meanings in Maengket dance based on the thoughts of Abraham Kuyper, who emphasizes that every culture is the sovereignty of God and makes culture a tool to glorify God. This research also employs a descriptive qualitative research method using techniques of observation, interviews, documentation, and literature study. Thus, the research results indicate that Maengket dance contains Christian values such as gratitude, togetherness, cooperation, and love that reflect God's goodness. Consequently, Maengket dance becomes a means of revitalizing faith development, spiritual education, and the development of contextual theology based on Minahasan culture. AbstrakTari Maengket merupakan tarian tradisional Minahasa yang mencerminkan dimensi sosial, budaya dan teologis, namun kini maknanya mulai bergeser dan seringkali dipandang sebagai tarian hiburan semata. Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemaknaan teologis yang kontekstual dalam Tari Maengket berdasarkan pendekatan pemikiran Abraham Kuyper yang menegaskan bahwa setiap kebudayaan merupakan kedaulatan Allah dan menjadikan kebudayaan sebagai alat untuk memuliakan Allah. Dalam penelitian ini juga menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Maengket mengandung nilai-nilai Kristen seperti rasa syukur, kebersamanaan, kerja sama serta cinta kasih yang merefleksikan kebaikan Tuhan. Dengan demikian Tari Maengket menjadi sarana revitalisasi pembinaan iman, edukasi spiritual dan pengembangan teologi kontekstual berbasis budaya Minahasa.