cover
Contact Name
Thomas Mata Hine
Contact Email
tomhin050566@gmail.com
Phone
+6282247944422
Journal Mail Official
jurnalnukleus@undana.ac.id
Editorial Address
Jln. Adisucipto, Penfui, Kupang, Indonesia, 85001
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Nukleus Peternakan
ISSN : 23559942     EISSN : 2656792X     DOI : 10.35508
Aims Jurnal Nukleus Peternakan purposes to publish original research and reviews articles on tropical veterinary medicine and domesticated animals such as dog, cat, cattle, buffaloes, sheep, goats, pigs, horses, poultry, as well as Indonesian wild life. Scope Jurnal Nukleus Peternakan cover a broad range of research topics in animal production and fundamental aspects of genetics, reproduction, socioeconomic of livestock, nutrition, physiology, and preparation and utilization of animal products. Articles typically report research with beef cattle, goats, horses, pigs, and sheep; however, studies involving other farm animals, aquatic and wildlife species, endangered animals, and laboratory animal species that address fundamental questions related to livestock and companion animal biology will be considered for publication.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2015): Juni 2015" : 14 Documents clear
KUALITAS SILASE CAMPURAN RUMPUT KUME (Sorghum plumosum var. Timorense) DAN DAUN GAMAL (Gliricidiasepium) DENGAN RASIO BERBEDA (QUALITY of SILAGES MIXED of Sorghum plumosum var. Timorense GRASS and Gliricidia sepium LEAVES in DIFFERENT RATIOS) Alberth Nugrahadi Ndun; Maritje Aleonor Hilakore; Luh Sri Enawati
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 2 No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v2i1.735

Abstract

The study purpose was to evaluate chemical compostion of the silage composed of Sorghum plumosum var. Timorense grass, and Gliricidia sepium leaves in defferent ratios. Completely randomized design 4 X 3 was applied in this study. The four treatments applied:100% Sorghum plumosum var. Timorense grass + 100% Gliricidia sepium leaves ; R0 = Mixture of 60% Sorghum plumosum var. Timorense grass : 40% Gliricidia sepium leaves ; R1 = Mixture of 70%, Sorghum plumosum var. Timorense grass : 30% Gliricidia sepium leaves ; R2 = Mixture of 80%, Sorghum plumosum var. Timorense grass : 20% Gliricidia sepium leaves ; R3 = Mixture of 90%, Sorghum plumosum var. Timorense grass : 10% Gliricidia sepium leaves. All treatments were preserved by adding 3% liquid sugar. Parameter measured: pH, crude protein (CP), crude fiber (CF) and fat cntent (FC). The results showed that CP increased 13.08 % in R0 was the best, and the lowest in R3 (8.25%), in line with the increasing number of Gliricidia leaves, leaves of Gliricidia additions also increase FC of coarse in R0 (6.14%) was the best, while the lowest in R3 (3.37%). with the increasing number of Gliricidia leaves that reduced CF in R0 (27.99 % ) was the lowest, while the highest in R3 (33.36%). Results showed significant effect (P<0,05) on the quality of silage mix of Sorghum plumosum var. Timorense grass and Gliricidia sepium leaves. The conclusion drawn is that including Gliricidia sepium leaves in silaging Sorghum plumosum var. Timorense grass can increase silage quality ABSTRAK Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas kimia silase campuran rumput kume dan daun gamal. Rancangan Acak Lengkap digunakan dalam penelitian ini, terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah : RK = rumput kume 100% dan RG = daun gamal 100% sebagai pembanding ; R0 = Ratio rumput kume 60% : daun gamal 40% ; R1 = Ratio rumput kume 70% : daun gamal 30% ; R2 = Ratio rumput kume 80% : daun gamal 20% ; R3 = Ratio rumput kume 90% : daun gamal 10%, masing-masing ditambahkan gula air 3%, sebagai pengawet. Parameter yang diamati adalah : derajat keasaman (pH), komposisi kimia (protein kasar, serat kasar, dan lemak). Hasil penelitian, menunjukkan kandungan protein kasar meningkat yakni pada perlakuan R0 sebanyak 13,08% merupakan yang terbaik, sedangkan yang terendah pada perlakuan R3 sebanyak 8,25% seiring bertambahnya jumlah daun gamal, penambahan daun gamal juga meningkatkan kandungan lemak kasar, yakni pada perlakuan R0 sebanyak 6,14% merupakan yang terbaik. Sedangkan yang terendah pada perlakuan R3 sebanyak 3,37%. Dengan bertambahnya jumlah daun gamal menurunkan kandungan serat kasar yaitu pada perlakuan R0 sebanyak 27,99% merupakan yang terendah, sedangkan yang tertinggi pada R3 sebanyak 33,36%. Hasil uji lanjut juga menunjukkan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kualitas silase campuran rumput kume dan daun gamal. Kesimpulannya penambahan daun gamal dalam campuran silase rumput kume meningkatkan kualitas silase.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN TUNAI USAHA TERNAK KAMBING DI KABUPATEN BELU (INCOME ANALYSIS FACTORS AFFECTING OF GOAT FARM IN BELU REGENCY) Natalius Hausufa; Ulrikus Romsen Lole; Solvi Mariana Makandolu
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 2 No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v2i1.736

Abstract

A study conducted in the Belu District for 2 months. The study aims to analyze the cash income of goat raising in Belu and analyze the factors that affect the cash income of goat raising in Belu. Sampling was done in multiple stages, namely the selected subdistricts and villages were purposively sampled and proceed with the selection of the respondents were proportional random sampling. The number of respondents are 90 goat keeping farmers. The collected data is tabulated and then analzed by applying analysis of revenue and statistical analysis i.e., correlation and regression analysis. Results of the analysis showed that the average cash income of goat raising farmers in Belu is Rp 16,230,562 /year. Statistical analysis showed that the number of goat raised and the number of animals being sold have a real relationship with revenues and has a pattern of relationships as follow: Y = 6.914 X10,013 X50.722 with a coefficient of determination R2 = 0.67. Factors that affect the cash income is the amount of goats sold. Hence, the goat raising is recommended to be maintained and enhanced its development by improving and increasing the good management so that the number of livestock sold continues to be increased. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan tunai dan non tunai usaha ternak kambing Kabupaten Belu, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan tunai usaha ternak kambing di Kabupaten Belu. Pengambilan sampel dilakukan tiga tahap yaitu penentuan kecamatan contoh secara purposif, penentuan desa contoh secara purposif dan penentuan responden secara acak non proporsional, sehingga diambil 90 orang sebagai responden. Data yang terkumpul ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif serta analisis ekonomi dan analisis statistik. Hasil analisis pendapatan menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan petani peternak pada usaha ternak kambing di Kabupaten Belu sebesar Rp 16.230.562. Pendapatan tersebut apabila dikaitkan dengan alokasi kerja 71 HKP/tahun maka rata-rata penghasilan kerja adalah Rp 228.599. Hasil analisis regresi korelasi menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha ternak kambing di Kabupaten Belu yaitu jumlah ternak (X1) jumlah ternak yang dijual (X5). Sedangkan regresi parsial diperoleh bahwa faktor utama yang berpengaruh yaitu jumlah ternak yang dijual. Hubungan faktor produksi terhadap pendapatan dapat digambarkan dengan fungsi Cobb-Douglas yaitu: Y= 6.914, X10,013 X5 0,722 dengan koefisien determinasi (= 0,67). Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa usaha ternak kambing di Kabupaten Belu mempunyai prospek yang baik di masa mendatang. Petani dapat meningkatkan pendapatannya dengan meningkatkan jumlah ternak yang dijual.
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG DAUN SEMAK BUNGA PUTIH (Chromolaena odorata) TERFERMENTASI SEBAGAI PENGGANTI KACANG KEDELAI DALAM PAKAN TERHADAP PERSENTASE LEMAK ABDOMINAL DAN KADAR KOLESTEROL DARAH AYAM BROILER Irmagurethi Hudang; Agustinus Konda Malik; Markus Sinlae
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 2 No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v2i1.737

Abstract

This research had been carried out in poultry house of Animal Science, The Universitas of Nusa Cendana for five weeks consisted of one week adaptation period and four weeks datta collection. The purpose of the study was to determine the effect of fermented Chromolaena odorata meal as substitution of soyabean meal in broiler ration on percentage of abdominal fat and blood collesterol rate of broiler. The research design used was Completely Randomized Design with four treatments and four replicates. The treatments were as follow: R0. Ration without fermented white flower, R1. Ration with 20% fermented Chromolaena odorata as substitution of soyabean meal; R2. Ration with 40% fermented Chromolaena odorata as substitution of soyabean meal; and R3. Ration with 60% fermented Chromolaena odorata as substitution of soyabean meal. The results of statistical analysis showed that the use of fermented Chromolaena odorata meal as substitution of soyabean meal had no significant effect (P>0.05) on both percentage of abdominal fat and cholesterol level of broiler. However, the use of fermented Chromolaena odorata meal as substitution of soyabean meal had a significant effect ( P<0,05) on either High Density Lopoprotein (HDL) or Low Density Lipoprotein (LDL). ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung daun semak bunga putih (Chromolaena odorata) terfermentasi sebagai pengganti kacang kedelai dalam pakan terhadap persentase lemak abdominal dan kadar kolesterol darah ayam broiler. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam broiler (DOC) Starin Abor CP 707, PT. Charoen Phokphand Jaya Farma Surabaya. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Ransum yang digunakan terdiri dari jagung, dedak padi, dedak gandum, bungkil kelapa, kacang kedelai, tepung daun semak bunga putih terfermentasi, tepung ikan, minyak kelapa dengan formula sebagai berikut: R0 = Ransum tanpa tepung daun semak bunga putih ; R1 = Ransum yang mengandung 20% TDSBPT sebagai pengganti kacang kedelai ; R2 = Ransum yang mengandung 40% TDSBPT sebagai pengganti kacang kedelai ; R3 = Ransum yang mengandung 60% TDSBPT sebagai pengganti kacang kedelai; Variabel yang diukur antara lain persentase lemak abdominal, kolesterol, HDL dan LDL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung semak bunga putih sebagai pengganti kacang kedelai dalam ransum memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase lemak abdominal, kadar kolesterol namun berpengaruh nyata (P<0,05) pada High Density Lipoprotein (HDL) dan Low Density Lipoprotein (LDL).
KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK SECARA IN VITRO LIMBAH KELAPA MUDA HASIL BIOKONVERSI JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) DENGAN DOSIS INOKULUM DAN LAMA INKUBASI YANG BERBEDA Serfolus Ngongo Routa; Maritje Aleonor Hilakore; Twen Ocsierly Dami Dato
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 2 No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v2i1.738

Abstract

This study aims were to determine the effect of oyster mushroom inoculum dose and long of incubation of the dry matter and organic matter in vitro products of coconut waste bioconversion results and determine the inoculum dose or prolonged incubation gives the best effect on the dry matter and organic matter. The design used in this study was completely randomized design (CRD) with factorial pattern with two factors, inoculums dose (A) and long incubation (B). Each factor consisted of three levels: A1 = 5g, A2 = 10g, A3= 15g and B1 = 30 days,B2= 35 days, B3 = 40 days. Results of variance analysis showed that the interaction between the treatment inoculum dose and long of incubation and of each factor independently treatment gives no significant effect (P> 0.05) on dry matter digestibility and organic matter digestibility, results of ANOVA showed that the interaction between dose of inoculum and long of incubation gives no significant effect (P> 0.05), but independently inoculum dose factors gave significant effect (P <0.05), whereas the long incubation factors were not significant (P> 0.05). Inoculum dose treatment of the organic matter digestibility with the best dose is at the level of inoculum of 15 g (66.01%). ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis inokulum jamur tiram putih dan lama inkubasi terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organic secara in vitro produk limbah kelapa muda hasil biokonversi dan menentukan dosis inokulum maupun lama inkubasi yang memberikan pengaruh terbaik terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola factorial dengan dua faktor yaitu dosis inokulum (A) dan lama inkubasi (B). Setiap faktor terdiri dari 3 level yakni A1= 5g, A2= 10g, A3= 15g dan B1= 30 hari, B2= 35 hari, B3= 40 hari sehingga didapatkan 9 kombinasi perlakuan dan setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan dosis inokulum dan lama inkubasi maupun setiap faktor perlakuan secara mandiri tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap kecernaan bahan kering maupun kecernaan bahan organik hasil analisis ragam menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan dosis inokulum dan lama inkubasi tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05), namun secara mandiri faktor perlakuan dosis inokulum memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05), sedangkan faktor perlakuan lama inkubasi tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Perlakuan dosis inokulum terhadap kecernaan bahan organik dengan dosis terbaik adalah pada level inokulum 15 g sebesar (66,01%).

Page 2 of 2 | Total Record : 14