cover
Contact Name
Thomas Mata Hine
Contact Email
tomhin050566@gmail.com
Phone
+6282247944422
Journal Mail Official
jurnalnukleus@undana.ac.id
Editorial Address
Jln. Adisucipto, Penfui, Kupang, Indonesia, 85001
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Nukleus Peternakan
ISSN : 23559942     EISSN : 2656792X     DOI : 10.35508
Aims Jurnal Nukleus Peternakan purposes to publish original research and reviews articles on tropical veterinary medicine and domesticated animals such as dog, cat, cattle, buffaloes, sheep, goats, pigs, horses, poultry, as well as Indonesian wild life. Scope Jurnal Nukleus Peternakan cover a broad range of research topics in animal production and fundamental aspects of genetics, reproduction, socioeconomic of livestock, nutrition, physiology, and preparation and utilization of animal products. Articles typically report research with beef cattle, goats, horses, pigs, and sheep; however, studies involving other farm animals, aquatic and wildlife species, endangered animals, and laboratory animal species that address fundamental questions related to livestock and companion animal biology will be considered for publication.
Articles 235 Documents
ANALISIS PERMINTAAN DAGING SAPI DI KOTA KUPANG Fransiskus Yulius Dhewa Kadju; Fabian Heri Lawalu; Maria Yasinta Luruk Yasinta Luruk
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i2.751

Abstract

This study aims to determine the variation in consumer demand for beef as well as to identify and analyze factors that affect the demand for beef. Method of the research applied was survey. Data were collected through two stages. Firstly, four villages were selected purposively. The second stage was the selection of 163 households as respondents by performing proportional random sampling. Data were analyzed by applying correlation and multiple linear regression using Cobb-Douglas function. The result showed that the average consumption of beef is 3±2,41 kg per month (Coefficient of Variation= 64%). Correlation analysis showed that there are four factors that have very strong relationship (P<0,01) on the beef demand (Y); i.e., the price of beef (X1), income (X5), number of family member (X6), and level of education (X7). Regression analysis showed that all four factors identified have a very significant effect on demand for beef (P<0,01) and can be explained by the Cobb-Douglas equation as follow: Y= 12,246 X1-1,057 X50,952 X60,392 X70,231 (R2 = 0,77). The coefficient of determination R2 = 0,77 indicates that 77% of the variation of the amount of beef demand by consumers in Kupang Municipality can be explained simultaneously by the four factors identified, while 23% is explained by other factors that are not involved in this research with beef demand was elastic. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya variasi permintaan konsumen terhadap daging sapi serta mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap permintaan daging sapi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Data dikumpulkan melalui dua tahap, yakni tahap pertama adalah menentukkan empat kelurahan contoh secara purposif dan tahap kedua adalah penentuan 163 responden contoh yang dilakukan secara acak proporsional. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi dan regresi linear berganda menggunakan fungsi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi daging sapi adalah 3±2,41 kg per bulan (Koefisien Variasi = 64%). Analisis korelasi menunjukkan bahwa terdapat empat faktor yang memiliki hubungan yang sangat kuat (P<0,001) terhadap permintaan daging sapi (Y) yaitu harga daging sapi (X1), pendapatan (X5), jumlah anggota keluarga (X6), dan lama pendidikan (X7). Selanjutnya dalam analisis regresi menunjukkan bahwa keempat faktor yang diidentifikasi berpengaruh sangat nyata terhadap permintaan daging sapi dan dapat diterangkan melalui persamaan Cobb-Douglas: Y= 12,246 X1-1,057 X50,952 X60,392 X70,231 (R2 = 0,77). Koefisien determinasi R2 = 0,77 mengindikasikan bahwa 77% variasi jumlah permintaan daging sapi oleh konsumen di Kota Kupang dapat dijelaskan oleh keempat faktor yang diidentifikasikan sedangkan 23% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diperhitungkan dalam penelitian ini dengan permintaan daging sapi bersifat elastis (b1= 1,057).
TAMPILAN KINERJA REPRODUKSI PADA TERNAK BABI BETINA PERANAKAN LANDRACE DAN PERANAKAN DUROC Maria Hermigilda Ohin; Petrus Kune; Johny Nada Kihe
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i2.756

Abstract

This research was conducted to know the performance of female parent sow that being petted at the famer’s. This research use The Landrace’s the cross breed and Duroc’s cross breed available twenty females therefore overall 40 experimental units. This research also used one Duroc’s male pig as fresh sement resources for insemination. This observational data analysed by t -Test statistical analysis and the parameters were estrus duration (estrus period), Service per Conception, Conception Rate and Litter Size. The result of this research indicate that estrus duration of Landrace’s cross breed and Duroc’s are 3.25 days and 3.3 days, Service per Conception (S/C) 1.05 times and 1.15 times, Conception Rate 95% and 85% and Litter Size 10.00 tails and 8.88 tails. The results indicated that: there are no differences (P>0.05) on reproduction performance such as service per conception (S/C), conception rate and litter size. ABSTRAK Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui Kinerja dari babi - babi induk betina (Peranakan Landrace dan Peranakan Duroc) yang sedang dipelihara di tingkat peternakan rakyat. Penelitian ini menggunakan babi Peranakan Landrace dan Peranakan Duroc masing - masing sebanyak 20 ekor betina sehingga terdapat 40 satuan unit percobaan. Selain itu digunakan pula 1 ekor babi jantan Peranakan Duroc sebagai sumber semen segar untuk inseminasi buatan terhadap babi - babi dalam penelitian ini. Data hasil penelitian ini dianalis dengan analisis statistik Uji-T dan Parameter yang diamati yaitu: lama berahi, jumlah layanan per kebuntingan /Service per Conception (S/C), angka kebuntingan/ Conception Rate (CR) dan jumlah anak yang dihasilkan/Litter Size. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa lama berahi babi Peranakan Landrace dan Peranakan Duroc yaitu 3.25 hari dan 3.3 hari, Service per Conception (S/C) 1.05 kali dan 1.15 kali, angka kebuntingan 95 % dan 85 %, serta Litter size 10.00 ekor dan 8.88 ekor. Hasil analisis statistik menunjukan bahwa lama berahi, Servie per Conception (S/C), angka kebuntingan dan litter size berbeda tidak nyata (P > 0.05).
KANDUNGAN AIR, KANDUNGAN PROTEIN DAN SIFAT ORGANOLEPTIK DENDENG AYAM KAMPUNG JANTAN TUA YANG DIBERI BERBAGAI JENIS GULA Marten Luter Mahemba; Geertruida Margareth Sipahelut; Gemini Ermaniani Mercurina
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i2.757

Abstract

This research aims were to know the moisture content, protein content and the nature of the organoleptik of dendeng given different types of sugar . The materials used were old male chicken meat. The design used was a completely randomized design (CRD) with three treatments and three replications consisting of: P1: Palm sugar block, P1: Sugar cane and P3: Palm sugar liquid. Variables measured were water content, protein content and organoleptic properties (color, aroma and taste). The dendeng was stored at 1 day, 1 week and 2 weeks. Content of water and protein content were tested using ANOVA and organoleptic tested by using Kruskal Wallis test SPSS 18. Statistical analysis showed that the average value of moisture and protein content, color, aroma and taste were significantly effected by treatment (P<0.05). In conclusion, addition of sugar cane provide the best effect on the color, aroma and taste compared to palm sugar block and liquid. Protein and water content decline as storage time increase. The longer the dendeng kept making better aroma and taste. Store up to 2 weeks dendeng still good for consumption. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan air, protein dan sifat organoleptik dendeng ayam kampung jantan tua yang diberi berbagai jenis gula. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan P1: menggunakan gula lempeng, P2: menggunakan gula pasir, P3: menggunakan gula lontar. Variable yang diukur yaitu kandungan air, protein dan sifat organoleptik (warna, aroma dan rasa). Pengukuran dilakukan pada masa simpan 1 hari, 1 minggu dan 2 minggu. Kandungan air dan protein diuji menggunakan ANOVA dan organoleptik diuji menggunakan Kruskall Wallis, SPSS 17. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa rataan kandungan air terendah (15.08%) adalah dendeng yang diberi gula pasir pada lama simpan 1 minggu (P <0,05). Kandungan protein tertinggi (49.93%) adalah pada dendeng yang diberi gula lempeng pada lama simpan 1 hari (P <0,05). Skor warna tertinggi (2.23), aroma dan rasa tertinggi (3.47%) adalah dendeng yang diberi gula pasir pada lama simpan 1 hari (P < 0,05). Kesimpulannya penggunaan gula pasir dalam pembuatan dendeng ayam kampung tua memberikan pengaruh terbaik pada organoleptik. Skor aroma dan rasa meningkat, sedangkan kandungan protein dan air menurun seiring bertambahnya masa simpan. Sampai lama simpan 2 minggu dendeng masih layak untuk dikonsumsi.
PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK KOMERSIAL TERHADAP KUALITAS JERAMI JAGUNG MUDA Reynald Stiven Tse; Arnold Elyazar Manu; Twenfosel Ocsierly Dami Dato
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i2.758

Abstract

Purpose of the study was to evaluate the effect of fermentation using different commercial probiotics on maize straw quality, and to find out the probiotic performing the best maize straw quality. Experimental method using was completely randomized design of 4 treatments with 4 replicates. The 4 treatments applied were: R0 = without any probiotics (control), R1= young maize straw + starbio, R2= young maize straw + probion, R3= young maize straw + EM-4. The results showed that effect of treatment was significant (p<0.05) on organic matter, crude protein and crude fiber contents but not significant (p>0.05) on dry matter content of young maize straw. The results showed that the R2 treatment provided the best results followed by R3, R1 and last R0. Results of research for R3, R2, R1, and R0 were organic matter (89,18%; 90,18%; 87,62%; and 85,34%), crude protein (11,53%; 13,18%; 10,33%; and 6,79%) and crude fiber (29,09%; 30,31%; 30,78%; and 31,38%). Probion performed the highest improvement on organic matter and crude protein contents and EM-4 performed the highest reduction of crude fiber content of the straw. The conclusion drawn is that using probiotic can improve nutrient contents of maize straw, which probion perform the highest improvement. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas jerami jagung muda dengan menggunakan probiotik komersial yang berbeda, serta untuk mengetahui probiotik mana yang memberikan hasil kualitas jerami jagung muda terbaik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan dimaksud sebagai berikut: R0 = tanpa probiotik (kontrol), R1= jerami jagung muda + starbio, R2= jerami jagung muda + probion, R3= jerami jagung muda + EM-4. Parameter yang diukur adalah kandungan Bahan Kering, Bahan Organik, Protein Kasar dan Serat Kasar jerami jagung muda hasil fermentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan Bahan Organik, Protein Kasar dan Serat Kasar jerami jagung muda tetapi Bahan Kering tidak dipengaruhi oleh perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan R2 memberikan hasil yang terbaik diikuti oleh R3, R1 dan terakhir R0. Hasil penelitian untuk masing-masing perlakuan R3, R2, R1, dan R0 adalah BO (89,18%; 90,18%; 87,62%; dan 85,34%), PK (11,53%; 13,18%; 10,33%; dan 6,79%), dan SK (29,09%; 30,31%; 30,78%; dan 31,38%). Dapat disimpulkan bahwa penambahan probiotik komersial dapat meningkatkan kulitas jerami jagung muda dan probiotik yang memberikan hasil terbaik adalah probiotik probion.
PENGARUH PENGASAPAN MENGGUNAKAN TEMPURUNG KELAPA (Cocos nucifera L.) TERHADAP ASPEK ORGANOLEPTIK DAN MIKROBIOLOGI TELUR ITIK ASIN Simson Yunedi Tanu; Johanis Lomi Rihi; Arnol Eliazer Manu
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i2.759

Abstract

Research aim was to find out influence of smoking to organoleptics and microbiology quality of salted duck eggs .The research used completely randomized design with factorial pattern. First factor was soking time: 120 minutes, 150 minutes, 180 minutes and second factor was storage time: 14 days, 18 days and 22 days. The data to test organoleptik analyzed using analysis non parametric Kruskal-Wallis and the microbiology analyzed using analysis of variance ( ANOVA ) and followed by least significant different. The results showed that smoking and storage time was highly significant effect ( P< 0.01 ) to the total bacteria colonies. Salmonella and Escherichia coli were negative. A combination of treatment was not significant effect (P>0.05) on organoleptic variables. Up to 22 days of storage time, duck salted egg was edible. Organoleptic quality was not effected by smoking time and storage time. ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh lama pengasapan menggunakan tempurung kelapa terhadap sifat organoleptik dan mikrobiologi telur itik asin yang disimpan dalam waktu yang berbeda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor A (lama pengasapan) meliputi 3 level yaitu 120 menit, 150 menit, 180 menit dan faktor B (lama simpan) meliputi 3 level yaitu 14 hari, 18 hari dan 22 hari. Data yang diperoleh untuk uji organoleptik dianalisis menggunakan analisis non parametric Kruskal-Wallis dan uji mikrobiologi dianalisis menggunakan analisis of varance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil. Hasil penelitian menunjukan lama pengasapan dan lama simpan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total koloni bakteri. Analisis mikrobiologi bakteri Salmonella dan Escherichia coli hasilnya negatif. Kombinasi perlakuan berpengaruh tidak nyata (P> 0,05) terhadap warna putih dan kuning, aroma, tekstur dan cita rasa telur asin asap. Sampai masa simpan 22 hari telur asin masih layak dikonsumsi. Kualitas organoleptik telur bebek asin tidak dipengaruhi oleh lama pengasapan dan lama simpan.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia) DALAM RANSUM TERHADAP NILAI EKONOMIS AYAM BROILER Stanislaus Kuna Keni; Maria Y asintha Luruk; Herowati Tutut Pangestuti
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i2.761

Abstract

The aim of this research were to know the economy value of diet CP 11, CP 12 and Morinda citrifolia/ noni leaf powder used in each treatment. In this research, 64 boiler chickens were used. The experiment used Complately Randomised Design (RCD) consists of four treatments and four replications. The treatment tested were R0: Commercial ration (control), R1: Commercial ration + 5% noni leaf powder, R2: Commercial ration + 10% noni leaf powder, R3: Commercial ration + 15% noni leaf powder. The economy value that gotten from benefit analysis and economy efficiency were a profit on the treatment R0 Rp. 7.059, R1 Rp.3.707, R2 Rp.1.636, R3 Rp. 1.518 and the economy efficiency value on the treatment R0 0,53, R1 0,58, R2 0,60, R3 0,59. The result of analysis showed that adding noni leaf powder 5%-15% has real influence for (P<0.05) toward the economy value of boiler chickens. It can be concluded that there is a benefit in using more noni leave powder in the commercial ration boiler chickens, although the benefit is not maximal when compared to R0. The treatment that gives most benefit is R0 is about Rp 7.059 and the most efficiency is R0 that is Rp 0,53. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai ekonomis (keuntungan) dari ransum CP 11 dan CP 12 dan mengkudu yang digunakan dalam setiap perlakuan. Dalam penelitian ini digunakan 64 ekor ayam broiler. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Perlakuan yang diuji adalah R0: Ransum Komersial tanpa tepung daun mengkudu, R1: Ransum komersial + 5% tepung daun mengkudu, R2: Ransum komersial + 10% tepung daun mengkudu R3: Ransum komersial + 15% tepung daun mengkudu. Nilai ekonomis diperoleh dari analisis keuntungan dan efisiensi ekonomi yaitu keuntungan pada perlakuan R0 Rp. 7.059, R1 Rp.3.707, R2 Rp.1.636, R3 Rp. 1.518 dan nilai efisiensi ekonomi pada perlakuan R0 0,53, R1 0,58, R2 0,60, R3 0,59. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa penambahan tepung daun mengkudu 5% - 15% berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap nilai ekonomis ayam broiler. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung daun mengkudu dalam ransum komersial ayam broiler semuanya menguntungkan, walaupun keuntungan itu belum maksimal jika dibandingkan dengan R0. Perlakuan yang paling menguntungkan adalah pada perlakuan R0 dengan keuntungan sebesar Rp. 7.059 dan yang paling efisien terdapat pada perlakuan R0 0,53
EVALUASI KANDUNGAN NEUTRAL DETERGEN FIBER DAN ACID DETERGEN FIBER STANDING HAY RUMPUT KUME AMONIASI DENGAN LEVEL AIR BERBEDA YANG DIFERMENTASI JAMUR TIRAM ABU-ABU (Pleurotus sajor caju) Edelnia Kristina Bere; Tara Tiba Nikolaus; Jalaludin .
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 2 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v2i2.762

Abstract

Objectievs of this research was to know NDF and ADF content of Kume grass standinghay ammoniated with t Pleurotus sajor caju in different water levekl. Experimental design used was bcompletely randomized design 4 X 4 with factorial pattern. The first factor was four substrate water level (KAI): KA1 = 62,5% , KA2 = 70,0 % KA3 = 77,5% dan KA4 = 85,0 % . The second level was inoculum dose of Pleurotus sajor-cajur yeast (D): DI1 = 10g, DI2 = 15g, DI3 = 20g dan DI4 = 25g kg-1 substrat. Anaklysis result showed that treatment interaction reduced NDF and ADF Standinghay of kume grass (P< 0,01) It can be concluded that the interaction of Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan adanya interak water level and inoculums dose (water level 77,5% and inoculum dose of the yeast 20g kg-1 (KA3DI3) is the best combination, since reduces NDF and ADF. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan NDF dan ADF standinghay rumput kume amoniasi yang difermentasi jamur tiram abu-abu (Pleurotus sajor caju). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4 x 4 dengan ulangan 3 kali. Sebagai faktor pertama adalah kadar air substrat (KA) terdiri atas 4 level yaitu KA1 = 62,5% , KA2 = 70,0 % KA3 = 77,5% dan KA4 = 85,0 % dari total berat substrat dan faktor kedua adalah dosis inokulum jamur Pleurotus sajor-cajur (D), yang terdiri atas 4 level yaitu DI1 = 10g, DI2 = 15g, DI3 = 20g dan DI4 = 25g kg-1 substrat. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) dapat menurunkan kandungan NDF dan ADF Standinghay rumput kume amoniasi dengan level air berbeda yang difermentasi jamur tiram abu-abu (Pleurotus sajor caju). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan adanya interaksi antara kadar air dan dosis inokulum, perlakuan pada level kadar air 77,5% dan dosis inokulum jamur 20g kg-1 (KA3DI3) merupakan kombinasi terbaik, karena dapat menurunkan komponen serat NDF dan ADF terendah.
PENGARUH SARI WORTEL DENGAN LEVEL YANG BERBEDA PADA PENGENCER SITRAT KUNING TELUR TERHADAP MOTILITAS, VIABILITAS, DERAJAT KEASAMAN SPERMATOZOA BABI LANDRACE Alextriston Kauki Ndeta; Henderiana L. L. Belli; Kirenius Uly
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 2 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v2i2.764

Abstract

A research was carried out to know the carrot influence cider different, as a source of antioksidant in citric thinner egg yolks against motility, viability and degrees acidity ( ph ) spermatozoa pigs and landrace, consisting of 5 treatment and 4 the test is as follows; P0 citric = 80 % + 20 % egg yolks, P1= citric egg yolks 99 % + 1.00 % cider carrot, P2= citric egg yolks 98 % + 2.00 % cider carrot, P3= citric egg yolks 97 % + 3.00 % cider carrot P4 = citric egg yolks 96 % + 4.00 % cider carrot. This research using random design complete (RDC), who analyzed by Analysis of variance (ANOVA) and followed by test duncan on the SPSS 13.0 version. The result showed that motility, viability and pH spermatozoa after dilution markedly dissimilar (P>0,05) between treatment.To motility viability best and treatment on p1. Treatment is capable of sustaining to observation to 28 hours worth motility 43,75 ± 2,50 %, viability 45,17 ± 5,21 %. On the parameter best ph treatment on P0 where until observation to 28 pH is 7,13 ± 0,13%. ABSTRAK Suatu penelitian ini telah dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh level sari wortel yang berbeda, sebagai sumber antioksidan dalam pengencer sitrat kuning telur terhadap motilitas, viabilitas, dan derajat keasaman (pH) spermatozoa babi peranakan landrace, yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan tersebut adalah Sebagai berikut; P0 = sitrat 80 % + 20 % kuning telur, P1 = sitrat kuning telur 99 % + 1.00 % sari wortel, P2 = sitrat kuning telur 98 %+ 2.00 % sari wortel, P3 = sitrat kuning telur 97 % + 3.00 % sari wortel P4 = sitrat kuning telur 96 % + 4.00 % sari wortel. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang dianalisis dengan Analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan menggunakan program SPSS versi 13.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motilitas, viabilitas dan pH spermatozoa setelah pengenceran berbeda nyata (P>0,05) antar perlakuan. Untuk motilitas dan viabilitas perlakuan terbaik pada P1. Perlakuan ini mampu mempertahankan sampai jam pengamatan ke-28 dengan nilai motilitas 43,75±2,50%, viabilitas 45,17±5,21%. Pada parameter pH perlakuan terbaik pada P0 dimana sampai jam pengamatan ke-28 pHnya adalah 7,13±0,13.
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG DAUN SEMAK BUNGA PUTIH SEBAGAI PENGGANTI KACANG KEDELAI TERHADAP PERFORMA DAN INCOME OVER FEED COST AYAM BROILER Astania Rambu Anamila; Agustinus Konda Malik; Ni Putu Febrianti Suryatni
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 2 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v2i2.765

Abstract

This research intented to know influence of Cromolaena odorata leaf flour (COLF) fermented as supplementary of soybean in performance and income over feed cost broiler's chicken. This research utilized 80 chickens broiler that old 1 week. Design that is utilized in this research which was completely randomised design (CRD) 4 X 4. Treatments given were: R0 (ration without COLF), R1 (ration that contains 20% COLF as supplementary as soybeans), R2 (ration that contains 40% COLF as supplementary as soybeans), R3( ration that contains 60% COLF as supplementary as soybeans). Analysis statistic showed that daily consumption of broiler gram/day was R0 = 72.49, R1 = 70.81, R2 = 72.44, R3 = 71.09. Body weight gain (gram/ day) was R0 = 38.21, R1 = 38.61, R2 = 38.10, R3 = 38.14. Ration convertion was R0 = 1.90, R1 = 1.84, R2 = 1.91, R3 =1,87. Income over Feed Cost was R0 = 7,756.91, R1 = 8,734.19, R2 = 9,079.50, R3 = 9,969.23. Treatment was not significantly effected performance but significantly effected (P<0.05) Income over Feed Cost. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung daun semak bunga putih (Cromolaena odorata) terfermentasi dalam ransum terhadap konsumsi, pertambahan bobot badan, konversi dan Income over Feed Cost ayam broiler. Penelitian ini menggunakan 80 ekor ayam broiler yang berumur 1 minggu. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) 4 X 4. Perlakuan yang diberikan: R0 (ransum tanpa tepung daun semak bunga putih terfermentasi), R1 (20% tepung daun semak bunga putih terfermentasi sebagai pengganti kacang kedelai), R2 40% tepung daun semak bunga putih terfermentasi sebagai pengganti kacang kedelai), R3 (60% tepung daun semak bunga putih terfermentasi sebagai pengganti kacang kedelai). Hasil penelitian menunjukan bahwa ayam broiler selama penelitian mempunyai rata-rata konsumsi ransum (gram/ hari) adalah R0 =- 72.49, R1 = 70.81, R2 = 72.44, R3 = 71.09. Pertambahan bobot badan (gram/ hari) adalah R0 = 38.21, R1 = 38.61, R2 = 38.10, R3 = 38.14. Konversi adalah R0 = 1.90, R1 = 1.84, R2 = 1.91, R3 = 1,87. Income over Feed Cost adalah R0 = 7,756.91, R1 = 8,734.19, R2 = 9,079.50, R3 = 9,969.23. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap performa dan berpengaruh sangat nyata terhadap Income over Feed Cost.
PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG BIJI ASAM TERFERMENTASI Saccharomyces cerevisiae DALAM RANSUM BASAL INDUK TERHADAP LITTER SIZE, BERAT LAHIR DAN PERSENTASE LAHIR HIDUP ANAK BABI PERANAKAN VDL Stef Amiron Ratu; Thomas Mata Hine; Johanis Ly
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 2 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v2i2.766

Abstract

The study purpose was to find out the best level of fermented tamarind seeds meal supplementation in pregnant sow’s basal diet performing the highest litter size, birth weight and born life percentage of newborn cross bred VDL piglets. There were 12 pregnant sows of 1 – 2 years of age with body weight average was 153.80Kg (CV= 12.22%) were used in the study. Block design 4 X 3 were administrated in the study. The 4 following diets were R0: basal diet (pregnant sow diet 15 CPl); R1: R0 + 5% fermented tamarind seeds meal, R2: R0 + 7,5% fermented tamarind seeds meal; and R3: R0 + 10% fermented tamarind seeds meal. The variables evaluated were birth weight and born life percentage. Analysis of variance (Anova) and Duncan’s multiple range test were applied in data analysis. Statistical results showed that effect of Saccharomyces cerivisiae fermented tamarind seeds meal was highly significant (P<0.01) on born life percentage, but not significant (p>0.05) on either litter size or birth weight of the new born piglets. The conclusion drawn in that supplementation of Saccharomyces cerivisiae fermented tamarind seeds meal 5 – 10% improved litter size, birth weight and born life percentage of the new born piglets ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan level suplementasi terbaik tepung biji asam terfermentasi Saccharomyces cerivisiae dalam ransum basal induk bunting yang menghasilkan litter size, berat lahir dan persentase lahir hidup anak babi peranakan VDL terbaik. Penelitian ini menggunakan 12 ekor ternak babi betina berumur 1-2 tahun dengan rata – rata bobot badan awal 153,80 kg (KV=12,22%). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Ransum perlakuan adalah R0: pakan basal (pakan induk 15 PK, tanpa tepung biji asam) R1: pakan basal + 5% tepung biji asam fermentasi, R2: pakan basal + 7,5% tepung biji asam fermentasi. R3: pakan basal + 10% tepung biji asam fermentasi. Variabel yang diuji adalah: litter size, berat lahir dan persentase lahir hidup anak. Prosedur analisis ragam dan uji jarak berganda Duncan digunakan dalam analisis data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suplementasi tepung biji asam terfermentasi Saccharomyces cerivisiae dalam ransum basal berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap persentase kelahiran hidup, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap litter size dan bobot lahir anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suplementasi tepung biji asam terfermentasi Saccharomyces cerevisiae 5-10% dalam ransum basal meningkatkan litter size, bobot lahir dan meningkatkan persentase lahir hidup anak.

Page 4 of 24 | Total Record : 235