Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH SARI WORTEL DENGAN LEVEL YANG BERBEDA PADA PENGENCER SITRAT KUNING TELUR TERHADAP MOTILITAS, VIABILITAS, DERAJAT KEASAMAN SPERMATOZOA BABI LANDRACE Alextriston Kauki Ndeta; Henderiana L. L. Belli; Kirenius Uly
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 2 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v2i2.764

Abstract

A research was carried out to know the carrot influence cider different, as a source of antioksidant in citric thinner egg yolks against motility, viability and degrees acidity ( ph ) spermatozoa pigs and landrace, consisting of 5 treatment and 4 the test is as follows; P0 citric = 80 % + 20 % egg yolks, P1= citric egg yolks 99 % + 1.00 % cider carrot, P2= citric egg yolks 98 % + 2.00 % cider carrot, P3= citric egg yolks 97 % + 3.00 % cider carrot P4 = citric egg yolks 96 % + 4.00 % cider carrot. This research using random design complete (RDC), who analyzed by Analysis of variance (ANOVA) and followed by test duncan on the SPSS 13.0 version. The result showed that motility, viability and pH spermatozoa after dilution markedly dissimilar (P>0,05) between treatment.To motility viability best and treatment on p1. Treatment is capable of sustaining to observation to 28 hours worth motility 43,75 ± 2,50 %, viability 45,17 ± 5,21 %. On the parameter best ph treatment on P0 where until observation to 28 pH is 7,13 ± 0,13%. ABSTRAK Suatu penelitian ini telah dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh level sari wortel yang berbeda, sebagai sumber antioksidan dalam pengencer sitrat kuning telur terhadap motilitas, viabilitas, dan derajat keasaman (pH) spermatozoa babi peranakan landrace, yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan tersebut adalah Sebagai berikut; P0 = sitrat 80 % + 20 % kuning telur, P1 = sitrat kuning telur 99 % + 1.00 % sari wortel, P2 = sitrat kuning telur 98 %+ 2.00 % sari wortel, P3 = sitrat kuning telur 97 % + 3.00 % sari wortel P4 = sitrat kuning telur 96 % + 4.00 % sari wortel. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang dianalisis dengan Analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan menggunakan program SPSS versi 13.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motilitas, viabilitas dan pH spermatozoa setelah pengenceran berbeda nyata (P>0,05) antar perlakuan. Untuk motilitas dan viabilitas perlakuan terbaik pada P1. Perlakuan ini mampu mempertahankan sampai jam pengamatan ke-28 dengan nilai motilitas 43,75±2,50%, viabilitas 45,17±5,21%. Pada parameter pH perlakuan terbaik pada P0 dimana sampai jam pengamatan ke-28 pHnya adalah 7,13±0,13.
EFEKTIVITAS BERBAGAI KONSENTRASI MINYAK ZAITUN EKSTRA VIRGIN (OLEUM OLIVAE) DALAM PENGENCER SITRAT KUNING TELUR (The Effectivity of Various Virgin Extra Oil Concentration (Oleum Olivae) in Citrate Egg-Yolk Diluent on the Quality of Duroc Liquid Semen) Yohanis Umbu Daku Waluwanja; Wilmientje Marlene Nalley; Thomas Mata Hine; Kirenius Uly
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 6 No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v6i2.2101

Abstract

The purpose of this study was to determine the efect of extra virgin olive oil on the quality of duroc pig spermatozoa during preservation. Semen was collected twice a week using the golve hand method of two 3 and 4 years old male duroc boar wiht healthy body and reproductive organs. Good quality semen was diluted with citrate-egg yolk (C-EY) supplemented with extra virgin olive oil (EVOO) at various consentration: 0. 6. 8. 10 and 12 %. Diluted semen is stored at 18-20°C and sperm quality was evaluated every 8 hours. The resulsts showed that the duroc spermatozoa in CEY diluents supplemented with EVOO 12% (P4) showed higher quality (P <0,05) compared to others treatment. with motility 41.50±2.24%. viability 47.53±1.59%. abnormalities 5.27±0.19% and survival 65.6±0.44 hours. The conclusion of this study is that 12% extra virgin olive oil in citric-yolk diluents is more effective in maintaining the quality of liquid sperm duroc pigs. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh penambahan minyak zaitun extra virgin terhadap kualitas spermatozoa babi duroc selama preservasi. Semen ditampung dua kali seminggu menggunakan metode glove hand dari dua ekor babi duroc jantan berumur 3 dan 4 tahun dengan kondisi tubuh dan organ reproduksi yang sehat. Semen yang berkualitas baik diencerkan dengan sitrat-kuning telur (S-KT) yang disuplementasi dengan minyak zaitun extra virgin (MZEV) pada konsentrasi: 0,6,8,10 dan 12%. Semen yang telah diencerkan disimpan pada suhu 18-20 ᶱ C dan kualitas spermatozoa dievaluasi setiap 8 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spermatozoa yang dipreservasi dalam SKT yang disuplementasi oleh (SKT-MZ12) mempunyai kualitas yang lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan dengan keempat perlakuan lainnya. Kualitas spermatozoa yang dipreservasi dalam pengencer SKT+MZEV 12% dan disimpan selama 64 jam menghasilkan motilitas 41,50±2,24%, viabilitas 47,53±1,59%, abnormalitas 5,27±0,19% dan daya tahan hidup 65,6±0,44 jam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan minyak zaitun extra virgin 12% dalam pengencer sitrat- kuning telur lebih efektif dalam mempertahankan kualitas sperma cair babi duroc.
PENGARUH PENAMBAHAN BEBERAPA LEVEL GLUTATHIONE DALAM PENGENCER AIR KELAPA KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN SAPI ANGUS (The effects of adding some levels of glutathione in egg yolk coconut water on the quality of angus bull semen) Desiderius S. Agung; Aloysius Marawali; Kirenius Uly; Franky M.S. Telupere
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 10 No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v10i1.7948

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of adding several levels of glutathione in egg yolk coconut water dilution (EY-CW) on the quality of angus bull semen during storage. The material used is fresh semen from one 3 years old angus bull that has good quality. Good quality semen was dilut with EY-CW diluent with the addition of glutathione at the levels of 0% (T0), 0.1% (T1), 0.2% (T2), and 0.3% (T3). After dilution, the semen stored at 3-5oC. Evaluation of semen after dilution was carried out every 24 hours of storage for motility, viability, abnormalities and survival of spermatozoa. The research data were analyzed with analysis of variance and continued with the Duncan test. The results showed that the addition of 0.2% glutathione level (T2) had the best quality (P<0.05) compared to other treatments, namely motility (47.00±2.09%), viability (57.64±3.08%), abnormality (6.20±1.29%) and survival (4.00±0.00 days). It was concluded that the addition of a glutathione level of 0.2% in the AK-KT diluent provided the best and more effective influence in maintaining the quality of angus bull liquid semen until the fourth day of storage.
Pengaruh Penambahan Ekstrak Lidah Buaya (Aloe Vera Linn) dalam Pengencer Tris Kuning Telur Terhadap Kualitas Spermatozoa Babi Landrace: Effect AdditionAloe Vera Extract In Egg Yolk Tris Diluent On Sperm Quality Landrace Boars Kristina Meldiana Hayati; Kirenius Uly; Petrus Kune; Thomas Mata Hine
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted with the aim of evaluating the effect of adding aloe vera extract (ave) in egg yolktris diluent on the quality of spermatozoa of landrace boar during storage. The material used was good qualitysemen of landrace boar, diluted with treatment diluents viz: TO: (100%), T-EY, T1: 98% T- EY + 2% AVE, T2: 96% T-EY + 4% AVE, T3: 94% T- EY + 6% AVE.Storage of diluted semen at 180 C, and evaluationmotility, viability, abnormality and longerly of spermatozoa every 8 hours. If the data obtained, there aresignificant differences, continue with the Duncan Test. The results showed that the addition of aloveraextract in the Tris-Egg Yolk diluent has no significant effect (P>0.05) on the spermatozoa quality of landraceboar, but the storage time for 8-48 hours P0, P1 and P2 were significant effect (P < 0.05) with P3 on themotility and viability. The conclusion of this study is that the addition of aloevera extract in Tris-Egg Yolkdiluent did not effective in maintaining the quality of spermatozoa landrace boars. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan ekstrak lidah buaya(ELB) dalam pengencer tris kuning telur (T-KT) terhadap kualitas spermatozoa babi landrace selamapenyimpanan. Materi yang digunakan adalah semen segar babi landrace yang berkualitas baik, masingmasing diencerkan dengan: PO: (100%) tris-kuning telur, P1: 98% tris kuning telur + 2% ekstrak lidahbuaya, P2: 96% tris kuning telur + 4% ekstrak lidah buaya, P3: 94% tris kuning telur+ 6% ekstrak lidahbuaya. Penyimpanan semen hasil pengenceran pada temperature 180C, dan evaluasi motilitas, viabilitas,abnormalitas dan daya tahan hidup spermatozoa setiap 8 jam. Data dianalisis menggunakan analysis ofvariance (ANOVA) dan jika terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan menggunakanprogram softwere SPSS 29.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak lidahbuaya dalam pengencer Tris-Kuning telur tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada kualitas spermatozoa babilandrace, tetapi pada lama waktu penyimpanan selama 8-48 jam P0: (100%) tris-kuning telur, P1: 98% triskuning telur + 2% ekstrak lidah buaya, dan P2: 96% tris kuning telur + 4% ekstrak lidah buaya berbeda nyata(P<0,05) dengan P3: 94% tris kuning telur+ 6% ekstrak lidah buaya pada motilitas dan viabilitas.Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan ekstrak lidah buaya dalam pengencer Tris-Kuning Telurtidak efektif dalam mempertahankan kualitas spermatozoa babi landrace.  
Pengaruh Penambahan Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Sanctum) Dalam Pengencer Tris Kuning Telur Terhadap Kualitas Semen Babi Landrace Selama Penyimpanan: The Effect Of Adding Basil Leaf Extract (Ocimum Sanctum) In Tris-Egg Yolk Diluent To The Semen Quality Of Landrace Pig During Storage Juliyanti Stefania Salem; Henderian L. L. Belli; Kirenius Uly; Wilmientje M. Nalley
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of adding basil leaf extract (BLE) in Tris-eggyolk diluent (T-EY) on semen quality of landrace pig during storage. The semen used comes from landracepig collected using the massage method. Good quality semen with motility 70%, concentration 150×106and abnormality 20% were diluted in T-EY diluent with the addition of BLE for treatment. The treatmentwas designed with CRD with the following treatment; P0 : T-EY + 0% BLE; P1 : T-EY + 1.5% BLE; P2 : T-EY + 3% BLE and P3 : T-EY + 4.5%% BLE each treatment was repeted five times. After dilution, the spermis checked for motility, viability and abnormalities, and then stored in a cool box. Seed scoring is repeatedevery 8 hours until motility reaches 40%. The variabel tested were motility, viability, abnormality and spermsurvival during storage. The results showed that the addition of basil leaf extract to the Tris-egg yolk had nosignificant effect (P > 0,05) on sperm motility, viability and survival of landrace pig during storage. It can beconcluded that the addition of basil leaf extract to the Tris-egg yolk diluent did not produce a good seedpreservation response. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun kemangi (EDk) dalampengencer Tris kuning telur (T-KT) terhadap kualitas semen babi landrace selama penyimpanan. Semen yangdigunakan berasal dari babi landrace, yang ditampung dengan metode masagge. Semen yang berkualitas baikdengan motilitas 70% konsentrasi 150×106 dan abnormalitas 20% dienceran dalam pengencer T-KTdengan penambahan Edk sebagai perlakuan. Perlakuan dirancang menggunakan RAL dengan perlakuansebagai berikut; P0 : T-KT + 0% EDk; P1 : T-KT + 1,5% EDk; P2 : T-KT + 3% EDk dan P3 : T-KT + 4,5%EDk setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Setelah diencerkan semen dievaluasi terhadap motilitas,viabilitas dan abnormalitas, selanjutnya disimpan dalam cool box evaluasi semen dilakukan kembali setiap 8jam hingga motilitas mencapai 40%. Variabel yang di uji adalah motilitas, viabilitas, abnormalitas dan dayatahan hidup spermatozoa selama penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrakdaun kemangi dalam pengencer Tris kuning telur berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap penurunanmotilitas, viabilitas dan daya tahan hidup spermatozoa babi landrace selama penyimpanan. Dapatdisimpulkan bahwa penambahan ekstrak daun kemangi dalam pengencer Tris kuning telur tidak memberikanrespon yang baik dalam preservasi semen.  
Pengaruh Penambahan Sari Daun Pepaya Dalam Pengencer Sitrat Kuning Telur Terhadap Kualitas Spermatozoa Babi Persilangan Landrace Dan Duroc Apolonius Grad Suardi; Kirenius Uly; Aloysius Marawali; Yustiany Yuliana Bette
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4124

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan sari daun papaya (SDP) ke dalam pengencer Tris-kuning Telur (T-KT) terhadap kualitas semen babi persilangan landrace dan duroc. Materi yang digunakan adalah semen segar dari babi jantan persilangan landrace dan duroc berumur 1,5 tahun dengan kondisi sehat dan terlatih untuk penampungan semen. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap yang terdiri atas enam perlakuan dan lima ulangan, yaitu: T-KT (P0), SDP, (P1) T-KT+0,5% SDP, (P2) T-KT+1% SDP, (P3), T-KT+1,5% SDP (P4), T-KT+2% SDP, dan (P5) TKT+2,5% SDP. Semua perlakuan disimpan dalam coolbox pada suhu 15–20ºC. Variabel yang dilihat adalah motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa. Evaluasi dilakukan setiap 12 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P5 (penambahan SDP 2,5%) pada penyimpanan selama 36 jam memberikan hasil terbaik (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan lainnya, dengan nilai motilitas 44,00±2,23% viabilitas 51,90±2,63%, abnormalitas 5,50±0,70%, dan daya tahan hidup selama 45,60 jam. Disimpulkan bahwa penambahan 2,5% SDP dalam pengencer Tris-kuning telur menghasilkan kualitas semen cair babi persilangan yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya.
Pengaruh Penambahan Sari Buah Melon Dalam Pengencer Tris-Kuning Telur Terhadap Kualitas Semen Babi Duroc: The Impact of Adding Melon Juice to Tris-Egg Yolk Diluent on the Quality of Duroc Boar Spermatozoa Fanny Tesalonika Hilly; Thomas Mata Hine; Kirenius Uly; Wilmientje Marlene Nalley
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 8 No. 1 (2025): February
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jlah.v8i1.83

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dampak dari penambahan sari buah melon (SBM) dalam pengencer Tris-kuning telur (T-KT) terhadap kualitas spermatozoa babi duroc. Semen segar ditampung dari dua ekor pejantan babi duroc berumur 2 tahun dan dalam kondisi sehat. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan lima ulangan yang terdiri atas P0 = T-KT 100%, P1 = T-KT 90% + SBM 10%, P2 = T-KT 80% + SBM 20%, P3 = T-KT 70% + SBM 30%, P4 = T-KT 60% + SBM 40%, P5 = T-KT 50% + SBM 50%. Semen segar yang digunakan dalam penelitian ini memenuhi standar dengan motilitas 76,20% dan abnormalitas 3,60%. Semen yang telah diencerkan kemudian dibagi ke dalam tabung eppendorf lalu disimpan dalam kotak pendingin dengan suhu 18-20°C dan diamati setiap 12 jam hingga persentase motilitas spermatozoa menurun hingga 40%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan P3 mampu mempertahankan kualitas spermatozoa yang lebih tinggi dibanding lima perlakuan lainnya (P kecil dari 0,05) sejak jam ke-12 hingga jam ke-60 penyimpanan; kecuali pada parameter abnormalitas menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata antar perlakuan (P besar dari 0,05). Kualitas spermatozoa babi duroc hingga jam ke-48 penyimpanan pada perlakuan P3 adalah: motilitas 49,40%, viabilitas 59,16%, abnormalitas 5,41%, serta daya tahan hidup 58,71 jam. Kesimpulannya adalah dengan menambahkan sari buah melon dalam pengencer Tris – kuning telur efektif untuk menjaga kualitas spermatozoa babi duroc, dengan level sari buah melon yang terbaik adalah 30%.
PENGARUH PENAMBAHAN SARI BUAH ANGGUR (Vitis Vinifera L) DALAM PENGENCER SITRAT-KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR BABI PERSILANGAN LANDRECE X DUROC Juanttri Boimau; Petrus Kune; Alvrado Bire Lawa; Kirenius Uly
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.21838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penambahan level sari buah anggur (SBA) dalam pengencer Sitrat-kuning telur (S-KT) guna mempertahankan kualitas spermatozoa babi persilangan landrace x duroc selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan semen segar yang berasal dari seekor babi persilangan landrace x duroc yang berumur 1,5 tahun dalam kondisi yang sehat dan sudah terlatih dalam penampungan semen. Penelitian ini dirancang menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan yakni: P0 = S-KT, P1: S-KT + SBA 3%, P2: S-KT + SBA 6%, P3: S-KT + SBA 9%, P4: S-KT + SBA 12%. Semen yang telah diencerkan disimpan dalam styrofom box pada suhu 18-20oC.Variabel yang diuji meliputi: motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan Analisis of Variance dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 pada jam pengamatan ke-60 menghasilkan kualitas spermatozoa dengan perbedaan nilai yang signifikan (P0,05) dibandingkan perlakuan lainnya dengan nilai motilitas: 57,00%, viabilitas: 66,50%, abnormalitas: 5,10%, dan daya tahan hidup spermatozoa: 56,28 jam. Simpulan dari penelitian ini adalah penambahan sari buah anggur dengan level 9% dalam pengencer Sitrat-kuning telur memberikan respon yang terbaik dalam mempertahankan kualitas spermatozoa babi persilangan landrace x duroc.
Correlation Between Chest Girth, Body Length, and Body Height on Wither Weight of Rote Sheep Ewes Ni Made Paramita Setyani; Wilmientje Marlene Nalley; Thomas Mata Hine; Agustinus Ridlof Riwu; Kirenius Uly; Petrus Kune; Yustiany Yuliana Bette; Alvrado Bire Lawa; Simon Edison Mulik; Adyanto Nessy Banamtuan; Roni Markus Jami Riwu; Yanna Nailla Zulfa; Rut Listyadi
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Agriculture, Science and Health, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jtast.v8i1.10617

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between linear body measurements including chest girth (CG), body length (BL), and wither height (WH) and body weight (BW) in Rote sheep ewes across different age groups to determine the most reliable predictor of body weight. The research employed a quantitative method through direct field measurements and weighing. Data collected including vital statistics (CG, BL, WH) and BW from Rote sheep ewes categorized into three age groups (I0, I2, and I4). The data were analyzed statistically using correlation coefficient (r), the coefficient of determination (R²), and bias analysis to evaluate the accuracy of weight estimation. The results revealed that chest girth exhibited the highest correlation with body weight, particularly in the I0 group (r = 0.93; R² = 86.05%), indicating a strong positive relationship and high predictive accuracy. Body length showed a moderate relationship (r = 0.87; R² = 76.11%) in the same group, while wither height demonstrated a relatively weaker correlation (r = 0.73; R² = 53.94%). Across all age groups, the predictive strength of body measurements decreased with increasing age, suggesting that skeletal growth contributes less to body weight variation in mature sheep. In conclusion, chest girth was identified as the most accurate and reliable linear measurement for predicting body weight in Rote sheep ewes, particularly in younger age groups, and can therefore be used as a practical and non-invasive tool for estimating livestock weight.