cover
Contact Name
Kadar Ramadhan
Contact Email
poltekita.jpm@gmail.com
Phone
+6285299159212
Journal Mail Official
poltekita.jpm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Thalua Konchi, Mamboro, Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94145
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27225801     EISSN : 27225798     DOI : https://doi.org/10.33860/pjpm
Core Subject : Health,
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community health services. The scope Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat receives articles from all public service activities in the field of health.
Articles 274 Documents
Edukasi Protokol Kesehatan dan Penerapan Program 5M dalam Mencegah Penularan Covid-19 di Pondok Pesantren Hidayatullah Irsanty Collein; Aminuddin Aminuddin; I Wayan Supetran
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.041 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1252

Abstract

Covid-19 is a pandemic that has spread all over the world. No country is free from the Covid-19 pandemic. Most of the students do not wear masks, do not keep the distance. The number of students who live in Islamic boarding schools is 100 people plus boarding school administrators and school students because in Hidayatullah Islamic boarding school there are also schools that are still open, as well as the surrounding community who carry out worship activities in the mosque area. The purpose of the service was to increase the knowledge of the Hidayatullah Islamic boarding school students and perform a 6-step handwashing simulation. The activity methods are 1) counseling and discussion; 2) Demonstration and distribution of masks and hand sanitizers. Participants were 50 students who were at the Hidayatullah Tondo Islamic Boarding School, conducted at the Mosque. The results showed that there was an increase in students' knowledge about the 5M health protocol, 100% of washing hands. Suggestions for Hidayatullah Islamic Boarding School to further improve supervision related to the use of masks, especially in the classroom and washing hands and make rules for the application of the use of masks by providing sanctions if there are violations. ABSTRAK Covid-19 merupakan pandemi yang berjangkit meluas di seluruh dunia. Tidak ada negara yang bebas dari pandemi Covid-19. Sebagian besar santri tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak. Padahal jumlah santri yang tinggal di pondok pesantren sebanyak 100 orang ditambah dengan pengurus pondok dan siswa sekolah karena di pondok pesantren Hidayatullah juga terdapat sekolah yang tetap dibuka, serta masyarakat sekitar yang melakukan kegiatan ibadah di area masjid. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan santri pondok pesantren Hidayatullah serta melakukan simulasi cuci tangan 6 langkah. Metode kegiatan adalah 1) penyuluhan dan diskusi; 2) Demonstrasi dan pembagian masker serta hand sanitizer. Peserta adalah santri yang berada di pondok pesantren Hidayatullah Tondo sebanyak 50 orang, dilakukan di Masjid Pondok. Hasil terdapat peningkatan pengetahuan santri tentang protokol kesehatan 5M, 100% melakukan cuci tangan. Saran bagi Pondok pesantren Hidayatullah untuk lebih meningkatkan kembali pengawasan terkait penggunaan masker terutama di dalam kelas dan cuci tangan serta membuat aturan penerapan penggunaan masker dengan memberikan sanksi apabila ada yang melanggar.
Pelatihan Pemanfaatan Terapi Komplementer sebagai upaya Penanganan Dismenorhoe pada Remaja Putri Sumiaty Sumiaty; Putri Mulia Sakti; Hasnawati Hasnawati
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.224 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1256

Abstract

Most women who have menstruated often experience menstrual pain (dysmenorrhea). As many as 12.5% ​​of teenage girls in Denpasar have been absent from school activities due to their dysmenorrhea. Other studies have shown that untreated dysmenorrhea will cause problems such as absenteeism from school, decreased academic achievement, adolescents tend to withdraw from relationships, and restrictions on daily activities. The purpose of this service activity is to increase the knowledge, understanding, and skills of young women regarding the use of complementary therapies as an effort to treat dysmenorrhea. Methods of conducting counseling about dysmenorrhea and its handling as well as training in the use of complementary therapies (warm water compresses, ginger water decoction, and exercise). The results of this activity were, of 30 teenagers around 96% experienced an increase in knowledge, understanding, and skills in overcoming dysmenorrhea non-pharmacologically (complementary therapy). The complementary therapy that was chosen the most by adolescents was warm water compresses (42%) then ginger water decoction (32%) and the rest chose exercise (22%). Suggestions for the Puskesmas It is better to provide counseling and training related to adolescent problems because one of the characteristics of adolescents is high curiosity so to avoid wrong information it must be facilitated with the right source of information. ABSTRAK  Sebagian besar wanita yang telah menstruasi sering mengalami nyeri haid (dismenorhoe), Sebanyak 12,5% remaja putri di Denpasar pernah absen dari kegiatan sekolahnya akibat dismenore yang dialami. Penelitian lain menunjukkan bahwa dismenorhoe yang tidak di obati akan menimbulkan masalah seperti ketidakhadiran remaja di sekolah, penurunan prestasi akademik, remaja cenderung menarik diri dari pergaulan dan adanya pembatasan aktivitas sehari – hari. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah Meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta keterampilan para remaja putri terkait pemanfaatan terapi komplementer sebagai upaya penanganan dismenore. Metode pelaksaan penyuluhan tentang dismenorhoe dan penanganannya serta pelatihan pemanfaatan terapi komplementer (kompres air hangat, rebusan air jahe dan senam). Hasil dari kegiatan ini, dari 30 remaja sekitar 96% mengalami peningkatan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam mengatasi dismenorhoe secara non farmakologi (terapi komplementer). Adapun terapi komplementer yang paling banyak dipilih oleh remaja adalah kompres air hangat (42%) kemudian rebusan air jahe (32%) dan selebihnya memilih senam (22%). Saran bagi pihak Puskesmas Sebaiknya memberikan penyuluhan dan pelatihan yang terkait dengan permasalah remaja karena salah satu karakteristik remaja adalah rasa ingin tahu yang tinggi sehingga untuk menghindari informasi yang keliru harus difasilitasi dengan sumber informasi yang benar.
Layanan Pusat Pangan Serba Lima Ratus (Layangan Putus): Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Perum Griya Satria Brebes Titi Rahmawati; Hilda Kumala Wulandari; Yunika Purwanti
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1339.781 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1262

Abstract

Food processing skills are the ability of the average housewives in Griya Satria Housing. However, knowledge about the value of the Nutritional Adequacy Rate (AKG) is still low. The term of satiety on the breakfast menu is still an everyday habit. This condition influenced by the limited types and variations of breakfast menus in the environment around Perum Griya Satria. The layangan putus program aimed to increase the knowledge and appearance of environmentally friendly entrepreneurship; increase knowledge and skills in family and business financial management by utilizing applications; increase knowledge and skills in the processing of healthy breakfast foods. These activities carried out at Perum Griya Satria Brebes, Central Java. A total of 50 people were involved as participants. The form of this activity was counseling and training which was divided into two stages. The counseling method was delivered in the form of lectures and discussions while the training was carried out with food processing practices in the food laboratory. The pretest results showed an average score of 63.84 and there was an increase in the post-test score to 85.25. This showed an increase in the score of 21.41 points. Assistance and training in healthy food processing is very important for nutritional adequacy, especially in breakfast intake.   ABSTRAK Keahlian pengolahan pangan merupakan kemampuan rata-rata ibu rumah tangga di Perumahan Griya Satria. Namun pengetahuan tentang nilai Angka Kecukupan Gizi (AKG) masih sangat rendah. Istilah yang penting kenyang pada menu sarapannya masih menjadi kebiasaan setiap hari, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh terbatasnya jenis dan variasi menu sarapan di lingkungan sekitar Perum Griya Satria. Program layangan putus bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan ramah lingkungan; meningkatkan pengetahuan dan keterampilan manajemen keuangan keluarga dan usaha dengan memanfaatkan aplikasi; meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan panganan sarapan yang sehat. Kegiatan abdimas dilaksanakan di Perum Griya Satria Brebes, Jawa Tengah. Sebanyak 35 orang terlibat sebagai peserta. Bentuk kegiatan ini adalah penyuluhan dan pelatihan yang terbagi dalam dua tahap. Metode penyuluhan disampaikan dalam bentuk ceramah dan diskusi sedangkan pelatihan dilakukan dengan praktik pengolahan pangan di laboratorium pangan. Hasil pre-test menunjukkan rerata skor sebanyak 63,84 dan terjadi peningkatan skor post-test menjadi 85,25. Hal tersebut menunjukkan peningkatan skor sebanyak 21,41 poin. Pendampingan dan pelatihan pengolahan panganan sehat sangat penting bagi ketercukupan gizi terutama pada asupan sarapan.
Promosi Kesehatan dengan Video Interaktif tentang Mencuci Tangan pada Anak Usia Sekolah di SDN 30/IX Kab. Muaro Jambi Pahrur Razi; Ary Irfan; Surayah Surayah
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.831 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1301

Abstract

Poor environmental conditions and the lack of good clean and healthy living behavior (PHBS) are suspected to be the cause of the high prevalence of infectious diseases. Various efforts to promote PHBS have been launched by the government to improve people's clean and healthy living behavior. Indonesia is currently facing the problem of the still high transmission rate of COVID-19, so intensive health education efforts should be carried out with various innovations in using IT to improve PHBS, especially washing hands with soap, such as through interactive videos. This activity aims to increase the knowledge and skills of washing hands with soap for school-age children at SDN 30/IX Kab. Muaro Jambi. The method used is health promotion with interactive videos about hand washing. Based on the results obtained increased knowledge and skills of washing hands with soap in children at SDN 30/IX Kab. Muaro Jambi Jambi from 25% (pre test) to 100% (post test). It is recommended that you regularly wash your hands with soap after activities outside and before eating. ABSTRAK Buruknya kondisi lingkungan serta belum baiknya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masyarakat diduga menjadi penyebab masih tingginya penyakit infeksi. Berbagai upaya promosi PHBS telah dicanangkan pemerintah untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat. Indonesia saat ini menghadapi permasalahan masih tingginya angka penularan COVID-19 maka sudah seharusnya dilakukan upaya edukasi kesehatan yang intensif dengan berbagai inovasi penggunaan teknologi informasi untuk meningkatkan PHBS terutama mencuci tangan pakai sabun seperti melalui video interaktif. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mencuci tangan pakai sabun pada anak usia sekolah di SDN 30/IX Kab. Muaro Jambi. Metode yang digunakan adalah promosi kesehatan dengan video interaktif tentang mencuci tangan. Berdasarkan hasil diperoleh peningkatan pengetahuan tentang mencuci tangan pakai sabun dari 25% (pre test) menjadi 100% (post test) dan keterampilan mencuci tangan pakai sabun pada anak SDN 30/IX Kab. Muaro Jambi Jambi dari 25% (pre test) menjadi 100% (post test). Disarankan anak SDN 30/IX Kab. Muaro Jambi selalu mencuci tangan pakai sabun setelah beraktifitas di luar maupun sebelum makan.
Bantuan Kemanusiaan Korban Bencana Alam Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Masamba, Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan: Humanitarian Assistance for Victims of Natural Disasters Flash Floods and Landslides in Masamba, East Luwu Regency, South Sulawesi Mustafa Mustafa; Fahmi Hafid; Nasrul Nasrul; Aminudin Aminudin; Amsal Amsal; Masudin Masudin; Sova Evie Sova Evie; Kadar Ramadhan; Hamsiah Hamsiah; Junaidi Junaidi; Zainul Zainul; Lisnawati Lisnawati; Putu Candriasih; Nurjaya Nurjaya; Elvyrah Faisal; Linda Linda; Lili Suryani; Sri M. Hasan; Hadriani Hadriani; I Wayan Supetran; Taqwin Taqwin; Andi Bungawati; Saharudin Saharudin; Hasanuddin Hasanuddin
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1158

Abstract

Monday, July 13th, 2020, Flash floods and landslides have hit the Masamba area, East Luwu Regency, South Sulawesi. The large number of victims and urgent needs and in order to ease the burden on the victims, the Academic Community of the Poltekkes Kemenkes Palu initiated a community service program in Masamba Regency. The purpose of this community service is to show the real action of the social care of the entire Civitas Poltekkes Kemenkes Palu to every disaster that occurs. The Humanitarian Aid Team of the Poltekkes Kemenkes Palu consists of 15 lecturers, staff and students of the Poltekkes Kemenkes palu. The method of implementing this service has four stages including planning to find funds, purchasing the needs of disaster victims, distributing assistance and the last stage, namely meeting the needs of victims. The aid was handed over by the Director of Poltekkes Kemenkes Palu, Palu through the Head of the Center for Research and Community Service to the Head of Disaster Prevention and Management Agency at the Emergency Response Command Post for Flash Floods and Landslides, North Luwu Regency, South Sulawesi Province on July 21, 2020 at the Central Disaster Management Command Post. Masamba Regency, East Luwu, South Sulawesi. The provision of Humanitarian Aid can be carried out properly. Communities victims of Flash floods as beneficiaries have received the assistance. It is recommended for this activity more team members so that the distribution of aid is wider and provides more opportunities for students to get directly involved in humanitarian activities
Pelatihan Prevensi Peningkatan Berat Badan Wanita Menopause pada Kader Kesehatan Dame Evalina Simangunsong; Marlisa Marlisa
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.465 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1162

Abstract

Menopause is the end of the biological process of the menstrual cycle that occurs due to a decrease in the hormone estrogen produced by the ovaries. The reduction in hormones results in metabolic changes in the female body, so there is a tendency to increase body weight, which accumulates in the stomach and can further interfere with physical and psychological health. Low information about menopause results in women being unable to maintain their weight balance, which impacts the potential incidence of non-communicable diseases (degenerative diseases) and low quality of life. Cadres as resources from the community are trained and prepared to provide information to women in their work areas in the face of menopause. The training was conducted for two days with the provision of material on menopause and prevention of weight gain as well as physical activity training and food measurements for 30 health cadres in the Cinta Damai village of Deli Serdang Regency. ABSTRAK Menopause merupakan akhir proses biologis dari siklus menstruasi yang terjadi karena penurunan hormon estrogen yang dihasilkan ovarium. Penurunan hormon mengakibatkan perubahan metabolisme dalam tubuh wanita, sehingga terjadi kecenderungan peningkatan berat badan, yang terakumulasi pada perut yang selanjutnya dapat mengganggu kesehatan fisik maupun psikologis. Rendahnya informasi tentang menopause, mengakibatkan wanita tidak dapat menjaga keseimbangan berat badannya, yang berdampak pada potensial kejadian penyakit tidak menular (penyakit degenerative) dan kualitas hidup yang rendah pada seorang wanita. Kader sebagai sumberdaya yang berasal dari masyarakat dilatih dan dipersiapkan untuk memberikan informasi pada wanita yang berada di wilayah kerjanya dalam menghadapi masa menopause. Pelatihan dilakukan selama dua hari dengan pemberian materi tentang menopause dan pencegahan peningkatan berat badan serta pelatihan aktivitas fisik dan pengukuran bahan makanan, terhadap 30 orang kader kesehatan yang berada di desa Cinta Damai Kabupaten Deli Serdang.
Pendidikan Kebencanaan dan Simulasi Bencana Gempa Bumi sebagai Upaya Mengurangi Dampak Bencana Gempa Bumi : Disaster Education and Earthquake Disaster Simulation as an Effort to Reduce the Impact of Earthquake Disasters Sova Evie; Hasni Hasni; Azwar Azwar; Saman Saman
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.283 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1175

Abstract

Massive earthquakes around the world cause injuries, loss of life and damage to infrastructure. Among the fatalities due to the earthquake disaster are the elderly and children the most. Children are among the most vulnerable groups in disaster situations. They have limited ability and resources to control or prepare themselves when they feel afraid, so they are very dependent on parties outside themselves to be able to recover from a disaster. The impacts and losses caused by the earthquake are caused by the lack of readiness of the community or the surrounding community in anticipating these problems. The purpose of community service activities is to increase the preparedness of students to face earthquake disasters so that they can understand and take steps to save when an earthquake occurs and can reduce the number of victims. . The target is 55 students at SDN 2 Tolitoli. From the results of the post test carried out, it was obtained for knowledge that there was an increase in score where the average value obtained by students was in the 80-100 range from the 40-50 range during the pre test. Meanwhile, for behavior in the pre test, <T Mean becomes >T Mean during the post test. It is hoped that the earthquake disaster simulation can be carried out periodically every semester. ABSTRAK Gempa-gempa dahsyat di seluruh dunia menyebabkan korban luka-luka, kerusakan infrastruktur maupun hilangnya nyawa. Korban yang paling banyak adalah orang tua dan anak-anak. Anak termasuk dalam kelompok paling rentan dalam situasi bencana Dampak dan kerugian yang ditimbulkan oleh gempa bumi disebabkan karena kurangnya kesiapan masyarakat atau komunitas sekitar dalam mengantisipasi masalah tersebut. Tujuan dalam kegiatan pengabmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa/siswi menghadapi kebencanaan gempa bumi sehingga dapat memahami dan melakukan langkah-langkah dalam penyelamatan ketika terjadi gempa bumi dan dapat menurunkan jumlah korban, Dengan metode pelaksanaan adalah ceramah, tanya jawab, diskusi dan simulasi siaga bencana gempa bumi. Yang menjadi sasaran adalah siswa/siswi di SDN 2  Tolitoli berjumlah 55 orang. Dari hasil post test yang dilakukan didapatkan untuk pengetahuan terjadi kenaikan skor dimana nilai rata-rata yang diperoleh siswa/siswi berada dari rentang 40-50 saat pre test menjadi rentang 80-100 pada post test. Sedangkan untuk Perilaku pada pre test didapatkan < Mean  dan pada post test  meningkat menjadi >T Mean. Diharapkan simulasi bencana gempa bumi dapat dilaksanakan secara periodik setiap semester.
Peningkatan Kapasitas Kader Lansia dalam Memberikan Edukasi Pencegahan COVID-19 melalui Video “Controllers” dan Stimulation Games Ni Luh Putu Dian Yunita Sari; Ni Made Dwi Ayu Martini; I Kadek Prastikanala
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.527 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1198

Abstract

COVID-19 poses a threat to the older people with hypertension because of the potential for the severity of the condition. Preventive efforts for the older people with hypertension in the family are very necessary. The purpose of this community service is to increase the capacity of older people’s cadres in providing COVID-19 prevention education forolder people with hypertension and their families. The program implementation method consisted of two sessions with ten participants who were elderly posyandu cadres in Riang Gede Village, Tabanan Regency, Bali Province. The activity was carried out at the Balai Serbaguna Desa. The first session was conducted in the form of lectures, educational games, video screenings, and offline roleplays. Meanwhile, the second session was carried out with monitoring through the WhatsApp Group platform. The results obtained in this community service are an increase in the average knowledge score of 3,2, the average score of attitude is 7, and the average score of behavior is 10,9. These results can be used as reference material for distributing Stimulation Games and “Controllers” videos in a wider scope so that the benefits can be felt more optimally. ABSTRAK COVID-19 menjadi ancaman bagi lansia hipertensi karena berpotensi terjadinya keparahan kondisi. Upaya preventif untuk lansia hipertensi di dalam lingkup keluarga sangat diperlukan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kader lansia dalam memberikan edukasi pencegahan COVID-19 untuk lansia hipertensi dan keluarganya. Metode pelaksanaan program terdiri dari dua sesi dengan sepuluh orang peserta yang merupakan kader posyandu lansia di Desa Riang Gede, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Kegiatan dilaksanakan di Balai Serbaguna Desa. Sesi pertama dilakukan dalam bentuk ceramah, permainan edukatif, pemutaran video, dan roleplay secara luring. Sedangkan, sesi kedua dilkukan dengan pemantauan melalui platform WhatsApp Group. Hasil yang didapatkan dalam pengabdian masyarakat ini adalah terjadi peningkatan skor rerata pengetahuan sebanyak 3,2, skor rerata sikap sebanyak 7, dan skor rerata perilaku sebanyak 10,9. Hasil ini dapat dijadikan bahan rujukan untuk menyebarkan Stimulation Games dan video “Controllers” dalam lingkup yang lebih luas sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih optimal.
Pelatihan dan Pendampingan Konselor Sebaya Dalam Upaya Pencegahan Perilaku Seksual Berisiko Pada Remaja Annisa Febriana; Widyatuti Widyatuti
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1114.475 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1204

Abstract

Reproductive health and sexual behavior often occur in adolescents and caused by various factors, such as health information and lack of communication with parents. Peer counselors as a place that provides space for adolescents to obtain health information and share problems faced by adolescents, are expected be the right solution in dealing with reproductive health problems and sexual. Community service through peer counselor training activities aims to increase knowledge and ability adolescents to exchange health information, because adolescents tend be more open with adolescents themselves. Training activity was held at SMPN Depok City, with 17 students involved as participants. Form of training in material presentation, formation peer cadres, and post-training observations. Evaluation in form of Pre-test and Post-test, as well as observation of cadre team to evaluate activities of peer cadres. Results of training showed an increase knowledge of cadres with an average Pre-Post test result of 52% to 84.8%. Evaluation of cadre activities found that 6 cadre teams had conducted health education in their respective classrooms. Development peer cadres by public health nurses needs to increased by active involvement teachers to be independent in fostering students at school, as well as involvement parents of students to support activities peer counselors. ABSTRAK Masalah kesehatan reproduksi dan perilaku seksual sering terjadi pada remaja dan disebabkan berbagai faktor, seperti informasi kesehatan serta komunikasi yang kurang dengan orangtua. Konselor sebaya sebagai tempat yang memberikan ruang kepada remaja untuk mendapatkan informasi kesehatan serta mencurahkan berbagai masalah yang dihadapi remaja, diharapkan dapat menjadi solusi tepat dalam penangangan masalah kesehatan reproduksi dan perilaku seksual. Pengabdian masyarakat melalui kegiatan pelatihan konselor sebaya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan remaja untuk saling bertukar informasi kesehatan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan remaja untuk saling bertukar informasi kesehatan, karena remaja cenderung lebih mudah terbuka dengan kalangan remaja sendiri. Kegiatan pelatihan diadakan di SMPN Kota Depok, dengan 17 siswa terlibat menjadi peserta. Bentuk pelatihan berupa pemaparan materi, pembentukan kader sebaya, serta observasi pasca pelatihan. Bentuk evaluasi berupa pretest dan posttest, serta observasi tim kader untuk evaluasi kegiatan dari kader sebaya. Hasil pretest dan posttest didapatkan peningkatan pengetahuan kader dengan hasil rata-rata pretest 52% menjadi 84.8% pada posttest. Evaluasi kegiatan kader diperoleh 6 tim kader telah melakukan edukasi kesehatan pada lingkup kelas masing-masing. Pembinaan kader sebaya oleh perawat kesehatan masyarakat perlu ditingkatkan dengan pelibatan aktif guru agar mandiri dalam membina siswa di sekolah, serta pelibatan orangtua siswa untuk mensupport kegiatan konselor sebaya.
Upaya Peningkatan Status Gizi Balita yang Mengalami Stunting dengan Pelatihan Kreasi Menu Seimbang atau Bergizi Siti Zuraida Muhsinin; Nurul Hidayati; Ade Irma Fitria Ningsih; Herni Sulastien; Abdul Rahman Al-Khuzaifi
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1110.275 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1211

Abstract

The result of the preliminary study in Apit Aik hamlet has found that the 7 toddlers have stunted problems and from the anamnesis the study has found that mothers lack knowledge about how to fulfill the balanced nutrition for toddlers. As a health institution, the faculty of health sciences tried to participate in efforts to reduce stunting rates by conducting counseling activities and training in the manufacture of complementary feeding foods. The purpose of this community service activity is to help mothers with stunted children understand what stunting is, balanced/nutritious nutrition, and can make processed complementary foods for their toddlers. The location of this community service activity is Apit Aik hamlet, Gunung sari District, West Lombok, and West Nusa Tenggara. The target is mothers with stunting children, the 7 people in total. In the process of activities, the methods were used lectures, discussions, demonstrations, and also by giving leaflets to participants. Before and after the activities, the participants have given a questionnaire to evaluate the material provided. The progress of the community service activity evaluation showed an increase in participants' learning from the lack level of the 4 people, 57.1% to the level of good knowledge of the 6 people or 85.7%. Based on the result, it is significant to carry out similar activities followed by an evaluation of the nutritional status of children under five with stunting. ABSTRAK Hasil studi pendahuluan di dusun Apit Aik ditemukan 7 orang batita mengalami stunting dan dari anamnesis didapatkan adanya pengetahuan yang kurang pada ibu tentang bagaimana pemenuhan nutrisi seimbang pada balita. Sebagai institusi kesehatan, fakultas ilmu kesehatan berusaha ikut berpartisipasi dalam upaya menurunkan angka stunting, dengan melakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pembuatan makanan MP-ASI. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah membantu ibu dengan anak stunting untuk memahami apa itu stunting, gizi seimbang/bergizi serta dapat membuat olahan makanan bergizi MP-ASI untuk balita mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlokasi di dusun Apit Aik, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Sasarannya adalah ibu dengan anak stunting yang berjumlah 7 orang. Dalam proses kegiatan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan demonstrasi, serta pemberian leaflet pada peserta. Sebelum dan setelah kegiatan peserta diberikan kuesioner untuk dapat mengevaluasi materi yang diberikan. Hasil evaluasi memperlihatkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta dari tingkat pengetahuan yang kurang sebanyak 4 orang atau 57.1% menjadi tingkat pengetahuan baik sebanyak 6 orang atau 85,7%. Berdasarkan hal tersebut diatas penting untuk dilakukan kegiatan serupa dengan diikuti evaluasi pada status gizi balita dengan stunting.