cover
Contact Name
Kadar Ramadhan
Contact Email
poltekita.jpm@gmail.com
Phone
+6285299159212
Journal Mail Official
poltekita.jpm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Thalua Konchi, Mamboro, Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94145
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27225801     EISSN : 27225798     DOI : https://doi.org/10.33860/pjpm
Core Subject : Health,
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community health services. The scope Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat receives articles from all public service activities in the field of health.
Articles 274 Documents
Edukasi Pembuatan Menu PMT Berbasis Pangan Lokal pada Kader Posyandu Puskesmas Mekar Mukti: Education on Making PMT Menu based on Local Food In Mekar Mukti Posyandu Cadres Nur Fauzia Asmi; Deni Alamsah
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.057 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1215

Abstract

Stunting is a problem caused by a lack of nutritional intake that lasts a long time so that it can lead to delays in children's brain, physical and motor development. Mekar Mukti is one of twenty-three villages with a priority locus for handling stunting reduction interventions in 2021. One of the efforts that can be made to accelerate stunting reduction is through the provision of adequate food for toddlers. The purpose of this activity is to provide education on the manufacture of PMT (Supplementary Food Provision) based on local food to Posyandu cadres at the Mekar Mukti Health Center. The method used is a demonstration of making pakcoy pancakes as an alternative to toddler snacks. The activity was attended by 18 Posyandu cadres in the Mekar Mukti Health Center area. The stages carried out from beginning to end were assessing the potential of local food in the local area, cooking demonstrations for making pakcoy pancake menus and evaluating implementation. The results of the activity showed that of the 18 posyandu cadres who participated in the training, as many as 10 posyandu cadres implemented local food PMT menus at their respective posyandu. The Puskesmas needs to make a continuous training schedule so that the cadres are more motivated to make PMT menus from local food.   ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan yang disebabkan kurangnya asupan zat gizi yang berlangsung lama sehingga dapat mengakibatkan keterlambatan perkembangan otak, fisik dan motorik anak. Desa Mekar Mukti merupakan satu dari dua puluh tiga desa yang menjadi lokasi fokus penanganan intervensi penurunan stunting tahun 2021.  Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mempercepat penurunan stunting adalah melalui pemberian makanan yang adekuat pada balita.   Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi pembuatan PMT (Pemberian Makanan tambahan) berbasis pangan lokal pada kader Posyandu Puskesmas Mekar Mukti. Metode yang digunakan adalah demonstrasi pembuatan pancake pakcoy sebagai alternatif cemilan balita. Kegiatan diikuti oleh 18 kader Posyandu di wilayah Puskesmas Mekar Mukti. Tahapan yang dilakukan dari awal hingga akhir adalah pengkajian potensi pangan lokal daerah setempat, demonstrasi masak pembuatan menu pancake pakcoy dan evaluasi pelaksanaan. Hasil kegiatan  menunjukkan dari 18 kader posyandu yang ikut kegiatan pelatihan sebanyak 10 kader posyandu menerapkan pembuatan menu PMT pangan lokal di posyandu masing-masing. Puskesmas perlu membuat  jadwal pelatihan secara kontinu agar ibu kader semakin termotivasi membuat menu PMT dari pangan lokal.
Webinar Edukasi dalam Rangka Percepatan Cakupan Vaksinasi COVID-19 di Kota Ambon Nazliah Awwaliah R. Syarbin; Christiana Rialine Titaley; Fadhila Nuralifa Fairus; Yudhie Djuhastidar Tando; Bertha Jean Que; Yuniasih Mulyani Jubeline Taihuttu; Ony Wibriyono Angkejaya; Indrawanti Kushadiani; Irwan Irwan; Amanda Gracia Manuputty; Maimuna Latuconsina; Delsony Gerson Leunupun
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1196.222 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1216

Abstract

The rates of cases and deaths from COVID-19 started to decline following the increased coverage of vaccination. In Indonesia, the coverage of COVID-19 vaccination has not met the national target, including in Ambon City. By conducting a webinar, this activity aimed at improving the knowledge of the development and the importance of the COVID-19 vaccination program amongst the academic community of Pattimura University and health workers at Dr. M Haulussy Hospital, the main COVID-19 referral hospital in Ambon City.This webinar was conducted by the Faculty of Medicine of Pattimura University (FK UNPATTI) on 10 December 2021 as part of the efforts to accelerate the COVID-19 vaccination coverage in Ambon. There were 275 participants (including students, lecturers and health workers from Dr. M. Haulussy Hospital, the main referral hospital in Ambon City) filled out the evaluation questionnaires (pre- and post-test). Resource persons were from the Health Office of Ambon City, FK UNPATTI’s research team members for COVID-19 acceptance, and leaders of FK UNPATTI. We found an increased percentage of correct answers in the results of the post-test evaluation. At the pre-test, the average percentage of correct answers was 87.4%, and in the post-test the percentage increased to 92.8%. In the pre-test, 89% of participants were categorized as having a high level of knowledge, while in the post-test evaluation, the percentage increased to 93.4%. This webinar could improve participants’ knowledge and therefore could be conducted in the future as part of FK UNPATTI contributions in preventing COVID-19 transmission in Ambon City. ABSTRAK Jumlah kasus dan kematian akibat COVID-19 terus mengalami penurunan seiring meningkatnya cakupan vaksinasi.  Di Indonesia, cakupan vaksinasi COVID-19 sayangnya masih belum memenuhi target nasional, termasuk di wilayah Kota Ambon. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan civitas akademika Universitas Pattimura serta tenaga Kesehatan di RSUD Dr. M Haulussy sebagai RS rujukan utama COVID-19 di Kota Ambon tentang perkembangan dan pentingnya program vaksinasi COVID-19. Kegiatan dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (FK UNPATTI) pada 10 Desember 2021 dalam bentuk webinar edukasi. Sebanyak 275 peserta (termasuk mahasiswa, staf pengajar, serta tenaga kesehatan RSUD Dr. M. Haulussy) mengisi secara lengkap kuesioner evaluasi (pre- dan post-test). Narasumbe dalam webinar ini berasal dari Dinas Kesehatan Kota Ambon, tim peneliti studi penerimaan vaksinasi COVID-19 dari FK UNPATTI, serta pimpinan FK UNPATTI. Pengisian kuesioner pre dan post-test menunjukkan peningkatan persentase jawaban benar peseta webinar pada evaluasi post-test. Pada pre-test, rerata persentase jawaban benar peserta adalah 87,4% sedangkan pada post-test meningkat menjadi 92,8%.  Pada evaluasi pre-test, 89% peserta dikategorikan memiliki pengetahuan tinggi, sedangkan pada post-test, persentase ini meningkat menjadi 93,4%. Kegiatan webinar ini diharpakan dapat dilakukan untuk mendukung peningkatan pengetahuan peserta dan sekaligus sebagai kontribusi FK UNPATTI dalam pengendalian transmisi COVID-19 di Kota Ambon.
Pemberdayaan Orang Tua dalam Pemantauan Status Gizi dan Imunisasi pada Balita selama Pandemi Covid-19 Angesti Nugraheni; Atriany Nilam Sari; Sri Mulyani; Vitri Widaningsih; Udi Heru Nefihancoro
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.671 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1218

Abstract

The Covid-19 pandemic has directly impacted the continuity of children's health services. As many as 10.31% of children experienced delays in immunization, and 17% of toddlers had malnutrition status.  The purpose of this service is to provide education for mothers who have toddlers to continue to monitor the nutritional status and immunization of children during a pandemic. The target of this activity is mothers who have toddlers and include members at the Sekolah Komplementer Cinta Ibu as many as 31 mothers. The provision of education is given through a whatsapp group, starting with extracting information about the nutritional status and immunization of children after providing material according to related problems, then giving a questionnaire to find out the level of maternal knowledge. The results showed that 32.26% of toddlers had incomplete basic immunization status, besides that there were still 6.45% with malnutrition status and 9.68% more nutrition, but after providing education, the mother's knowledge level was in the good category. Parents are empowered and aware of the health needs of children, so a quality generation will be created.   ABSTRAK Pandemi Covid-19 secara langsung berdampak pada kelangsungan pelayanan kesehatan anak. Sebesar 10,31 % anak mengalami penundaan imunisasi, dan 17% balita berstatus gizi kurang.  Tujuan pengabdian ini memberikan edukasi bagi ibu yang memiliki balita untuk tetap melakukan pemantauan status gizi dan imunisasi anak di masa pandemi. Sasaran kegiatan ini adalah ibu yang memiliki balita dan termasuk anggota di Sekolah Komplementer Cinta Ibu sebanyak 31 ibu. Pemberian edukasi diberikan melalui grup whatsapp, diawali dengan penggalian informasi mengenai status gizi dan imunisasi anak setelahnya memberikan materi sesuai dengan masalah terkait, kemudian pemberian kuisioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu. Hasil menunjukkan 32,26% balita berstatus imunisasi dasar tidak lengkap, selain itu masih terdapat 6,45% berstatus gizi kurang dan 9,68% gizi lebih, namun setelah pemberian edukasi tingkat pengetahuan ibu berada dalam kategori baik. Orang tua berdaya dan sadar akan kebutuhan kesehatan anak, maka akan tercipta generasi yang berkualitas. 
Penyuluhan di SDN 2 Krikilan sebagai Upaya Mewujudkan Kesehatan Gigi Anak di Masa Pandemi Nendika Dyah Ayu Murika Sari; Selma Fatiha Bernice; Aprilia Yuanita Anwaristi; Cahyani Cahyani; Morita Sari Sari; Ikmal Hafizi; Nur Ariska Nugrahani
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1057.096 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1221

Abstract

The results of the 2018 Basic Health Research (Riskesdas) show that 57.6% of the Indonesian population has dental and oral health problems, with the largest proportion being dental caries. This condition also occurs in children, where as many as 93% of early childhood in Indonesia experience dental caries. Dental care is difficult to do during the COVID-19 pandemic, making dental and oral health services prioritized in promotive and preventive efforts. Promotional actions can be taken to increase knowledge and get used to maintaining dental and oral health. Objective: to provide understanding and increase knowledge of dental and oral health for school-age children in Krikilan, Masaran, Sragen. Methods: The activity was carried out at SDN 2 Krikilan, Masaran, Sragen with interactive lecture methods and demonstrations using visual aids in the form of posters and dental models. Gifts in the form of toothbrushes and toothpaste were given after the presentation of the material and evaluation of the results of the counseling. Results: The children understand and can demonstrate how to brush their teeth properly and correctly and are able to explain when to brush their teeth properly. Conclusion: Direct counseling to children with active lecture methods and demonstrations of teaching aids is effective to increase children's knowledge about oral health. ABSTRAK Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa 57,6% penduduk Indonesia mempunyai masalah kesehatan gigi dan mulut dengan proporsi terbesar adalah karies gigi. Kondisi ini juga terjadi pada anak-anak dimana sebanyak 93% anak usia dini di Indonesia mengalami karies gigi. Perawatan gigi sulit dilakukan pada masa pandemi COVID-19 menjadikan layanan kesehatan gigi dan mulut lebih diutamakan pada upaya promotif dan preventif. Tindakan promotif dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan membiasakan memelihara kesehatan gigi dan mulut. Tujuan: untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah di Desa Krikilan, Sragen. Metode: Kegiatan dilakukan di SDN 2 Krikilan, Masaran, Sragen dengan metode ceramah interaktif dan demonstrasi menggunakan alat peraga berupa poster dan model gigi. Pemberian hadiah berupa sikat gigi dan pasta gigi dilakukan setelah acara penyampaian materi dan evaluasi dari hasil penyuluhan. Hasil: Anak -  anak memahami dan dapat memperagakan cara menyikat gigi dengan baik dan benar serta mampu menjelaskan waktu sikat gigi yang tepat. Kesimpulan: Penyuluhan secara langsung pada anak dengan metode ceramah aktif dan demonstrasi alat peraga efektif untuk meningkatkan pengetahuan anak tentang kesehatan gigi dan mulut.
Edukasi Warga SD Negeri Curug Manis dalam Rangka Cegah Diare pada Anak dengan Hidup Sehat Ani Fuziyanti; Herlina Julianna; Poppy Maratu Sholihah; Tiara Putriana; Sinta Aprilia; Mila Ermila Hendriyani
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.41 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1222

Abstract

Diarrhea is a condition characterized by an increase in the frequency and a decrease in the consistency of bowel movements. Diarrhea is often experienced by school children caused by the behavior of children who do not understand about clean and healthy living. Incidents can happen to anyone who does not pay attention to personal hygiene. It is hoped that there will be a change in the behavior of clean and healthy living for school residents and the unhealthy school environment community in order to become healthy. This service aims to determine and analyze the determinants of diarrheal disease in children at SDN Curug Manis. This service was carried out at SDN Curug Manis using survey methods and interviews with residents of SDN Curug Manis with a total of 58 participants. The results of this service showed that participants were very enthusiastic in all stages of this activity, starting from the interview stage (pre-test) which showed that participants did not fully know about the prevention of diarrhea. One proof of the success of this activity is seen from the post-test results, on average students answered questions related to diarrhea prevention correctly. This shows that there is an increase in knowledge for students about diarrhea compared to when it has not been explained about diarrhea in children.   ABSTRAK Diare merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan peningkatan frekuensi dan penurunan konsistensi buang air besar. Diare sering dialami oleh anak sekolah yang disebabkan oleh perilaku anak yang kurang paham mengenai hidup bersih dan sehat. Kejadian dapat terjadi pada siapa saja yang tidak memperhatikan kebersihan diri. Diharapkan adanya perubahan perilaku hidup bersih dan sehat warga sekolah dan masyarakat lingkungan sekolah yang tidak sehat agar menjadi sehat. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis determinan penyakit diare pada anak di SDN Curug Manis. Pengabdian ini dilaksanakan di SDN Curug Manis menggunakan metode survei dan wawancara pada para warga SDN Curug Manis dengan total peserta 58. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa peserta sangat antusias pada semua tahapan kegiatan ini, mulai dari tahap wawancara (pre-test) yang menunjukkan bahwa peserta belum sepenuhnya mengetahui tentang pencegahan diare. Salah satu bukti keberhasilan kegiatan ini adalah dilihat dari hasil post-test, rata-rata siswa menjawab pertanyaan terkait pencegahan diare dengan benar. Hal itu menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan bagi siswa tentang diare dibandingkan saat belum dijelaskan tentang diare pada anak.
Penguatan Peran Bidan dalam Memberikan Konseling Asuhan Kebidanan Berkelanjutan melalui Pelatihan Web Centric Course Ari Indra Susanti; Mohammad Ali; Asep Herry Hernawan; Flora Honey Darmawan
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.518 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1236

Abstract

One of the competencies that must be possessed by midwives is communication and counseling techniques. Currently, there are still some midwives who have not been able to communicate and counsel properly, so that the health information conveyed cannot be understood and is not implemented by the client. This community service activity aims to provide health education to clients starting from pregnancy, childbirth, to postpartum by the village midwife. The method of this activity includes the preparation, implementation, and evaluation of activities. As many as 25 midwives were given refreshing in the form of counseling training first, before providing direct counseling to 25 people consisting of pregnant women and postpartum mothers. The results of this activity, it was found that midwives had an increase in counseling competence with a mean value before (79.54), and after (87.03), so that after training the village midwives could provide counseling to clients more optimally. Recommendations for this community service activity can be carried out in an integrated and sustainable manner with other teams of health workers in providing counseling to clients. ABSTRAK Salah satu kompetensi yang harus dimiliki bidan adalah teknik komunikasi dan konseling. Saat ini, masih ada sebagian bidan yang belum dapat melakukan komunikasi dan konseling dengan baik, sehingga informasi kesehatan yang disampaikan tidak dapat dimengerti dan tidak dilaksanakan oleh klien. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan kepada klien dimulai sejak kehamilan, persalinan, sampai dengan nifas oleh bidan desa. Metode kegiatan ini, meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Bidan sebanyak 25 orang diberikan refreshing berupa pelatihan konseling terlebih dahulu, sebelum memberikan konseling secara langsung kepada 25 orang yang terdiri dari ibu hamil dan ibu nifas. Hasil kegiatan ini, didapatkan bahwa bidan memiliki peningkatan kompetensi konseling dengan nilai mean sebelum (79,54), dan sesudah (87,03), sehingga setelah pelatihan bidan desa dapat memberikan konseling kepada klien dengan lebih optimal. Rekomendasi untuk kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat dilakukan secara terintegrasi dan berkesinambungan bersama tim tenaga kesehatan lain dalam memberikan konseling kepada klien.
Optimalisasi Pemantauan Kesehatan Balita Stunting melalui Buku Monitoring Gizi Anak di Kabupaten Rote Ndao, NTT Ari Indra Susanti; Siti Nur Fatimah; Atriany Nilam Sari; Dani Ferdian; Yusrima Syamsina Wardani; Noormarina Indraswari; Didah Didah; Wiyoko Yudhantara; Yulika Yulika; Yogi Lasril
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.407 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1242

Abstract

Rote Ndao Regency, which is located on one of the outer islands in NTT Province, has a total stunting prevalence of 23.48%. The improvement of stunting with interventions in the health and non-health sectors has a considerable contribution. This activity aims to carry out a stunting control improvement program by utilizing child nutrition monitoring books as a medium in monitoring the health of stunting toddlers in Rote Ndao Regency. The target in this activity is families who have toddlers aged 13-48 months as many as 88 children. The method of this activity is that all targets are given a monitoring book and supplementary feeding and Zinc supplementation is carried out for 12 weeks. The results showed that the provision of additional feeding assistance and supplementation improved nutritional status with increased weight and even this activity increased the motivation of the family to improve the child's lifestyle and health status.
Pencegahan Stunting Melalui Pelatihan Senam Bayi (Baby Gym) di Wilayah Kerja Puskesmas Tipo: Prevention of Stunting Through Baby Gym Training in the Working Area of ​​the Tipo Health Center Hastuti Usman; Sarliana Sarliana; Asri Widyayanti
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.081 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1244

Abstract

The quality of children is determined by the continuity of the process of growth and development. One of the growth and development disorders is stunting which is caused by lack of nutritional intake for a long time, if monitoring and detection is not carried out early, it will have an impact on the physical and cognitive development of children in the future. The incidence of stunting in Donggala Regency was 29.5% and the Tipo Health Center contributed 44.4%. Interventions carried out in preventing stunting are varied, baby gymnastics can be an alternative to help stimulate the hypothalamic hunger center so as to trigger the desire of infants to breastfeed/eat. Baby gymnastics requires skill and knowledge. Analysis of the situation at the Tipo Health Center, the knowledge of the community, especially mothers, is still low, lack of skills and limited facilities and infrastructure. This activity aims to increase the knowledge and skills of mothers in infant gymnastics. This activity was carried out at the Tipo Health Center, with 20 respondents. The method used is lecture and discussion. Evaluation is done in the form of a pre-post test. The mean result of the pre-test score was 64.20 and an increase in the post-test score was 91.56, an increase in the score was 27.36. Giving baby gymnastics is very important to support the growth and development of babies which can prevent stunting ABSTRAK Kualitas anak ditentukan oleh keberlangsungan proses tumbuh-kembangnya. Salah satu gangguan tumbuh-kembang adalah stunting yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, apabila tidak dilakukan pemantauan dan deteksi secara dini, akan berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif anak di masa depan. Kejadian stunting Kabupaten Donggala 29,5% dan Puskesmas Tipo menyumbang sebesar 44,4%. Intervensi yang dilakukan dalam pencegahan stunting beragam, senam bayi dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu merangsang pusat lapar hipotalamus sehingga memicu keinginan bayi balita untuk menyusui/makan. Senam bayi memerlukan keterampilan dan pengetahuan. Analisis situasi di Puskesmas Tipo pengetahuan masyarakat terutama ibu masih rendah, kurangnya keterampilan dan terbatasnya sarana dan prasarana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam senam bayi. Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Tipo, dengan 20 responden. Metode yang digunakan ceramah dan diskusi. Evaluasi dilakukan dalam bentuk pre-post test. Hasil rerata skor pre-test 64,20 dan terjadi peningkatan skor post-test 91,56, terjadi peningkatan skor sebanyak 27,36. Pemberian senam bayi sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang bayi yang dapat mencegah terjadinya stunting.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Keselamatan Pasien yang Menjalani Isolasi Mandiri di Kelurahan Sempaja Timur, Kota Samarinda Hilda Hilda; Hesti Prawita Widiastuti; Arsyawina Arsyawina; Supriadi Supriadi
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.271 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1273

Abstract

Not a few Covid-19 patients have died while undergoing self-isolation (isoman) at home. According to data obtained from the Sempaja Timur Village, there were 533 patients who underwent isomanism and 15 of them died. Lack of assistance while undergoing isoman causes the patient's condition to worsen and end in death. This community service aims to increase the knowledge of isoman patient companion volunteers with the hope that the safety of isoman patients in Sempaja Timur Village can be improved. This activity was attended by 20 volunteers who were chosen by the head of the RT in Sempaja Timur Village. The method used consists of four stages, namely the stage of situation analysis, planning, preparation and implementation. The assessment instrument uses a questionnaire. The training materials include information about Covid-19 including case tracking, volunteer protocol and isoman protocol. The results of the evaluation showed the average value of pretest knowledge was 67 (SD 10,848) and the average posttest score was 79,20 (SD 7,797). Thus there is an increase in volunteer knowledge after training by 12.20. Suggestion: Volunteer training needs to be carried out on an ongoing basis including post-covid handling so that symptoms that arise after recovering from covid can be detected and treated immediately.   ABSTRAK Tidak sedikit pasien Covid-19 meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Menurut data yang diperoleh dari Kelurahan Sempaja Timur terdapat 533 pasien yang menjalani isoman dan 15 orang diantaranya meninggal dunia. Kurangnya pendampingan saat menjalani isoman menyebabkan kondisi pasien yang semakin memburuk dan berakhir dengan kematian. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan relawan pendamping pasien isoman dengan harapan keselamatan pasien isoman di Kelurahan Sempaja Timur dapat di tingkatkan. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang relawan yang dipilih oleh ketua RT di Kelurahan Sempaja Timur. Metode yang digunakan terdiri dari empat tahap yaitu tahap analisis situasi, perencanaan, persiapan dan pelaksanaan. Instrument penilaian menggunakan kuesioner. Materi pelatihan meliputi informasi tentang Covid-19 termasuk pelacakan kasus, protokol relawan dan protokol isoman. Hasil evaluasi menunjukkan   nilai rata-rata pengetahuan pretest adalah 67 (SD 10,848) dan rata-rata nilai posttest adalah 79,20 (SD 7,797). Dengan demikian terdapat peningkatan pengetahuan relawan relawan setelah pelatihan sebesar 12,20. Saran: Pelatihan relawan perlu dilakukan secara berkesinambungan termasuk penanganan pasca covid agar gejala-gejala yang timbul setelah sembuh dari covid dapat segera terdeteksi dan dapat segera ditangani.  
Kewajiban Perawat Dalam Pelayanan Gawat Darurat Nitro Galenso; Dian Kurniasari Yuwono
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.185 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1279

Abstract

Sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tenaga perawat tentang pelaksanaan praktek keperawatan yang benar sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang telah ditetapkan oleh pemerintah serta sebagai wujud pelaksanaan kerjasama dengan Prodi DIII Keperawatan Luwuk dalam hal Tridharma, maka dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Puskesmas Simpong. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada tenaga perawat yang bekerja di Puskesmas Simpong tentang kewajibannya dalam melakukan praktek keperawatan baik di fasilitas pelayanan kesehatan maupun praktek mandiri serta kompetensi perawat dalam kondisi kegawatdaruratan. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan melakukan penyuluhan dan tanya jawab. Kegiatan ini melibatkan 13 orang tenaga perawat yang telah ditunjuk oleh kepala puskesmas. Hasil kegiatan adalah semua tenaga perawat yang mengikuti kegiatan ini mengetahui dan memahami prosedur/alur pengurusan STR dan SIPP sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan penatalaksanaan pelayanan pada keadaan gawat darurat serta cara penanganan permasalahan etik yang ditemukan melalui pembuatan SOP/Peraturan serta menginformasikannya agar masyarakat mengetahuinya.