cover
Contact Name
Nita Yunianti Ratnasari
Contact Email
jurnal.keperawatangsh@gmail.com
Phone
+6281326263300
Journal Mail Official
jurnal.keperawatangsh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tentara Pelajar No. 01 Giriwono Wonogiri 57613 Jawa Tengah
Location
Kab. wonogiri,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan GSH
ISSN : 20882734     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal KEPERAWATAN GSH memiliki tujuan untuk mempublikasikan artikel hasil penelitian pada masalah kesehatan dan keperawatan.
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015" : 19 Documents clear
PERBEDAAN KADAR GLUKOSA PADA MAHASISWA OBESITAS AKPER GSH WONOGIRI 2011-2014 YANG RUTIN BEROLAHRAGA DENGAN TIDAK RUTIN BEROLAHRAGA SELAMA 30 MENIT BEROLAHRAGA Nugroho, Yohanes Wahyu; Purwandari, Kristiana Puji
Jurnal AKPER GSH Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadar gula darah adalah jumlah glukosa yang  terdapat  didalam darah. Kadar gula ini juga disebut juga kadar gula plasma. Obesitas merupakan penyakit yang multifaktorial, yang terjadi akumulasi jaringan lemak yang berlebihan yang dapat  mengganggu  kesehatan. Peningkatan aktifitas  fisik  merupakan komponen penting dari penurunan kadar gula darah. Dengan adanya masalah tersebut maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan kadar gula darah pada mahasiswa yang obesitas yang berolahraga dengan yang tidak berolahraga.Penelitian   ini   menggunakan   metode   “Analitik”   dengan pendekatan intervensional (eksperimen). Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai bulan oktober 2014 di akper giri satria husada wonogiri, dengan menggunakan teknik purposive sampling, sampel yang digunakan sebanyak 30 orang, yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan dengan meminta responden untuk berolahraga dan diperiksa kadar gula darah, kemudian hasil ditabulasi dan dilakukan pengolahan pada tiap-tiap kadar gula darah yang didapat. Kadar gula darah tersebut kemudian dianalisa, yang hasilnya dihasilkan dalam bentuk  angka, kemudian diinterpretasikan.Setelah dilakukan penelitian didapatkan data dari 30 responden mengenai perbandingan kadar gula darah pada mahasiswa obesitas akper giri satria husada wonogiri  2011 - 2014 yang  rutin berolahraga dengan tidak  berolahraga. Hasil rata-rata kadar gula darah setelah berolahraga pada obesitas yang berolahraga adalah sebesar 120 mg/dl dan kadar gula darah setelah berolahraga pada obesitas yang tidak berolahraga adalah sebesar 124  mg/dl.  Dari penelitian tersebut  dapat  dilihat bahwa terdapat perbedaan kadar gula darah obesitas yang  berolahraga dengan yang tidak berolahraga.Perbedaan tersebut dikarenakan adanya perbedaan dari sistem respiratory cardiovaskular dan ketahanan seseorang pada saat berolahraga. Untuk itu perlu diberikan tambahan materi kepada mahasiswa fakultas kedokteran mengenai olahraga, dan mahasiswa dihimbau agar banyak membaca dan mencari informasi dari berbagai sumber. Kata Kunci : Perbandingan, Kadar gula darah, Obesitas, Olahraga
SURVEY ANALISI KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN PRE EKLAMPSIA DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH NAMBANGAN SELOGIRI KABUPATEN WONOGIRI Harwati, Rina; K, Y. Wahyunti
Jurnal AKPER GSH Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Pre eklampsia adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan oedem akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 mg atau segera setelah persalinan. Kejadian yang sering dihubungkan dengan pre eklampsia diantaranya adalah paritas, umur ibu, usia kehamilan ibu, riwayat penyakit ibu.Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui hubungan karaketirtik ibu hamil dengan pre eklampsia di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Nambangan Selogiri Kabupaten Wonogiri.Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif korelasi dengan retrospective study. Tekhnik sampling yang digunakan adalah sampel jenuh. Sampel yang diambil yaitu seluruh kejadian ibu hamil dengan pre eklampsia di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Nambangan Selogiri Kabupaten Wonogiri sebanyak 31 responden. Instrumen yang digunakan adalah checklist dan merubah dari data kuantitatif menjadi prosentase. Uji validitas dan reliabilitas yang digunakan adalah uji validitas konstrak dengan menyusun instrumen berdasar teori ahli. Analisa data yang digunakan adalah data univariat yaitu untuk mendeskripsikan variabel penelitian guna memperoleh gambaran, dengan hasil penelitian ditampilkan dalam bentuk distribusi frekuensi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi pre eklampsia terbanyak yaitu pre eklampsia berat 23 responden (74,19 %), gravida terbanyak yang mengalami pre eklampsia adalah multigravida 18 responden (58,05 %), umur ibu terbanyak yang mengalami pre eklampsia pada usia 20-35 th 21 responden (67,74 %), usia kehamilan ibu terbanyak yang mengalami pre eklampsia yaitu >20 mg 31 responden (100 %), dan faktor predisposisi terbanyak pre eklampsia adalah riwayat penyakit hipertensi 11 responden (73,33 %). Karakteristik ibu hamil tersebut berpengaruh sebesar 0.0001 terhadap kejadian pre eklampsia. Berdasar hasil penelitian masih banyak kejadian pre eklampsia di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Nambangan Selogiri Kabupaten Wonogiri dengan beberapa faktor predisposisi, diharapkan kedepannya Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Nambangan Selogiri Kabupaten Wonogiri selaku Rumah Sakit rujukan RB dan BPM wilayah Selogiri dapat meningkatkan kemampuan penanganan kasus pre eklampsia utamanya adalah pre eklampsia berat, sehingga tidak ada kasus pre eklampsia berat yang meningkat menjadi eklampsia dan atau bahkan mengakibatkan kematian. Kata kunci: karakteristik, pre eklampsiaKepustakaan: 35 (2005 - 2010)
CARA BELAJAR EFEKTIF DAN EFISIEN ., Suwardi
Jurnal AKPER GSH Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengertian kata efektif berarti "Bisa mencapai tujuan yang maksimal dari yang diharapkan". Menurut kamus besar bahasa Indonesia, Kata efektif berarti ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya); Adapun definisi dari kata efektif yaitu suatu pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian alternatif atau pilihan cara dan menentukan pilihan dari beberapa pilihan yang lain. Kata Efisien  berarti "Hemat biaya tenaga dan waktu, mendapatkan hasil maksimal tanpa mengeluarkan banyak" Sedangkan arti kata efisien menurut kamus besar bahasa Indonesia yaitu tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya),  mampu menjalankan tugas dengan tepat dan cermat,  berdaya guna, bertepat guna.  Maksud dari pengertian efektif dan efisien dalam cara belajar adalah merupakan cara belajar untuk mencapai tujuan yang maksimal dari yang diharapkan dan cara hemat biaya tenaga dan waktu, mendapatkan hasil maksimal tanpa mengeluarkan banyak, ungkapan ini belum banyak dimengerti bagi banyak orang.Sebelum membahas lebih lanjut mengenai cara belajar yang efektif dan efisien, ada baiknya kita memahami dulu makna cara belajar efektif dan efisien dari pengertian yang dimaksud. Kata Kunci : efektif, efisien
HUBUNGAN PENGETAHUAN BIDAN TERHADAP PENERAPAN INISIASI MENYUSU DINI DI DISTRIK PURWANTORO KABUPATEN WONOGIRI Widayatni, Sri; Wuryanti, Ayu
Jurnal AKPER GSH Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inisiasi menyusu dini adalah proses alami mengembalikan manusia untuk menyusu, yaitu dengan memberikan kesempatan pada bayi untuk mencari dan menghisap ASI sendiri dalam satu jam pertama dalam kehidupannya. IMD sangat bermanfaat sekali untuk menurunkan angka kematian bayi. Penerapan bidan dalam melaksanakan IMD dipengaruhi oleh pengetahuan bidan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan bidan terhadap penerapan IMD di Distrik Purwantoro Kabupaten  Wonogiri.Desain penelitian yang digunakan bersifat analitik dengan menggunakan metode cross sectional yaitu rancangan penelitian dengan melakukan pengukuran atau pengamatan pada saat bersamaan (sekali waktu).Dari populasi 77, jumlah sampel yang digunakan sebanyak 60 orang.Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan cara purposive sampling yaitu dengan mengambil sampel berdasar kriteria yang ditentukan oleh peneliti.Pengukuran hanya dilakukan sekali saja dengan menggunakan kuesioner.Teknik uji validitas dan reliabilitas menggunakan sistem SPSS (Statistical Product and Service Solution) Versi 16.00, analisa data dalam bentuk prosentase.Kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan bidan tentang  IMD dalam kategori baik yaitu 57 responden (95%), kategori cukup 3 responden (5%) kategori kurang tidak ada.Sedangkan responden yang menerapkan IMD sebanyak 46 responden (76,6%) dan yang tidak menerapkan IMD 14 responden (23,4%).  Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan bidan terhadap penerapan IMD karena chi-square hitung <chi-square tabel.Saran peneliti agar bidan meningkatkan pengetahuan lagi sehingga semua bidan menerapkan IMD. Kata Kunci: Hubungan, Pengetahuan dan IMDKepustakaan: 19 (2001 – 2011)
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI IBU DENGAN CAKUPAN PEMBERIAN ASI EKSKLUISF DI PUSKESMAS WONOGIRI II KABUPATEN WONOGIRI ., Wahyuningsih; ., Triwahyuniastuti
Jurnal AKPER GSH Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian Bayi pada tahun 2012 sebesar 32/1000 kelahiran. Capaian tersebut kurang menggembirakan dibanding target Renstra Kemenkes yang ingin dicapai yaitu 24 di tahun 2014 juga target MDGs sebesar 23 per 1.000 kelahiran hidup di tahun 2015. Penurunan AKB yang melambat antara tahun 2003 sampai 2012 yaitu dari 35 menjadi 32 per 1.000 kelahiran hidup, memerlukan akses seluruh bayi terhadap intervensi kunci seperti ASI eksklusif atau imunisasi dasar.      Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara motivasi ibu dengan cakupan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Wonogiri II Kabupaten Wonogiri.            Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu-ibu yang menyusui bayi usia 0 sampai dengan 6 bulan yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Wonogiri II sebanyak 206 dan sampel sebanyak 52 orang ibu menyusui. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibu dengan motivasi rendah dan memberi ASI eksklusif sebesar 0%, ibu dengan motivasi rendah dan tidak memberi ASI eksklusif sebesar 21,2%. Sedangkan ibu dengan motivasi tinggi dan memberi ASI eksklusif sebesar 23,1%. Sedangkan ibu dengan motivasi tinggi dan tidak memberi ASI eksklusif  sebesar 76,9%. Dari  hasil perhitungan Chi-Square 4.185 dan nilai p = 0,041. Hal ini menunjukkan bahwa X2 hitung (4,185) > X2 tabel (3,841),yang memiliki arti bahwa Ho ditolak dan H1 diterima.Simpulannya, ada hubungan yang signifikan antara motivasi ibu dengan cakupan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Wonogiri II. Saran; rasa percaya diri, kesadaran ibu dan pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif harus lebih ditingkatkan lagi dengan cara penyuluhan oleh tenaga kesehatan. Selain itu, dukungan dari keluarga juga harus tinggi, mengingat pentingnya ASI eksklusif untuk bayi dimulai dari keluarga. Kata kunci       : Motivasi ibu, pemberian ASI eksklusif dan Ibu menyusuiKepustakaan   : 15 (2000 – 2013)
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN KURANG ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL (Studi Analitik Di Puskesmas Baturetno Kabupaten Wonogiri) Handayani, Sri; Husna, Putri Halimu
Jurnal AKPER GSH Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wanita dan anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan mengalami Kekurangan Energi Kronik. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 terdapat beberapa tantangan yang masih harus diselesaikan salah satunya adalah masalah Kurang Energi Kronis (KEK). Terjadi peningkatan proporsi ibu hamil usia 15-19 tahun dengan KEK dari 31,3 % pada tahun 2010 menjadi 38,5 % dan yang tidak hamil dari 30,9 % pada tahun 2010 menjadi 46,6 %. Desain penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua wanita hamil di wilayah puskesmas Baturetno.  Teknik pengambilan sampel dalam penelitian dengan  cluster sampling  untuk menentukan desa yang akan digunakan sebagai sampel, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan simple random sampling  untuk menentukan responden yang ada dalam  cluster  desa yang digunakan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan, jarak kelahiran, paritas, dan beban pekerjaan berpengaruh terhadap kejadian KEK dengan nilai sig (p-value) lebih kecil dari 0,05. Kata Kunci : KEK, Analisa, Pengaruh 
GAMBARAN FUNGSI INTELEKTUAL LANSIA DI POSYANDU LANSIA KELURAHAN KALIANCAR KECAMATAN SELOGIRI, KABUPATEN WONOGIRI Ratnasari, Nita Yunianti; Nurtanti, Susana
Jurnal AKPER GSH Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bertambahnya usia, tubuh mengalami proses penuaan, termasuk otak. Otak akan mengalami perubahan fungsi, termasuk fungsi intelektual berupa sulit mengingat kembali, berkurangnya kemampuan dalam mengambil keputusan dan bertindak (lebih lamban). Fungsi memori merupakan salah satu komponen intelektual yang paling utama, karena sangat berkaitan dengan kualitas hidup. Banyak warga usia lanjut mengeluh kemunduran daya ingat yang disebut sebagai mudah lupa. Lansia dengan demensia sering lupa makan dan minum, atau makan dan minum di luar jam makan, serta kurang memperhatikan kualitas makanannya (misalnya makanan yang sudah berjamur). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi intelektual pada kelompok usia lanjut di Posyandu Lansia Kelurahan Kaliancar, Selogiri, Wonogiri. Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena. Dalam hal ini peneliti hanya ingin mengetahui hal – hal yang berhubungan dengan keadaan sesuatu (Arikunto S, 1998). Pada penelitian ini peneliti ingin menggambarkan tentang fungsi intelektual lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Kaliancar kecamatan Selogiri, kabupaten Wonogiri. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Oktober 2014 di Kelurahan Kaliancar Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Hasil penelitian diperoleh hasil sedikit responden yang daya ingatnya masih baik (18,8%),  sebagian besar responden mengalami gangguan daya ingat ringan (55,3%). Sebagian dari responden mengalami gangguan daya ingat sedang (15,3%) dan responden yang mengalami gangguan daya ingat berat sangat sedikit (10,6%). Kesimpulan bahwa Kemampuan Daya Ingat Lansia Di Posyandu Lansia Kalurahan Kaliancar, Selogiri, Wonogiri tergolong sedikit lansia yang daya ingatnya masih baik (18,8%), lansia yang mengalami gangguan daya ingat ringan sangat sedikit (55,3%), sebagian mengalami gangguan daya ingat sedang (15,3%), saran hendaknya dalam proses pembelajaran orang lanjut usia, perawat lansia sebisa mungkin memberikan teknik untuk meningkatkan daya ingat, mendorong penggunaan intelegensia secara kontinyu Kata Kunci : Gambaran fungsi intelektual, lansia, 
PENGARUH PENDIDIKAN IBU DAN PENDAPATAN KELUARGA TERHADAP STATUS GIZI ANAK PRASEKOLAH DI TK DHARMA WANITA KERJO KIDUL, NGADIROJO, WONOGIRI Indriastuti, Dwi; Handono, Nugroho Priyo
Jurnal AKPER GSH Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagkraund : Pre educated childrent come on a group that denotesthe fast body growt, that is why it needs a high nutrition substances.  Children of this age are usually sufferea from protein and calory malnutrition as know of PCM. The mother education and family income percapita are both so unseparatedly in the background.Target : To determine the effect of knowledge and toward the influence of the mother education and the family income percapita to the nutrition status of the pre educatet children at the dharma wanita mayor country ngadirojo, in the wonogiri regency either partially or simultaneously.Metodh : The study used cross ectional approach using analytic the research was conduted in studens of Dharma Wanita Kindergarten school cindegarten Kerjo Kidul, Distric Ngadirojo, in the Wonogiri Regency. Total population of 18. As well as total population. Teknik analisis of the data used to test linear regression analysis.Result : (1) There are positive and signivicant influences of the mother education to the nutritions status of the pre educated children, value of 0,000; (2) There are positif and signivicant family income percapita  to the nutritions status of the pre educated children, value of 0,000; (3)There are positif and signivicant influence of the mother educationand the family income percapita to the nutrion status of the pre educated children. Conclusions : The effect of influence of the mother educationand the family income percapita to the nutrion status of the pre educated children either partiali or simultaneously.  Key Words : mother education, family income percapita, children nutrition status
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU DENGAN ANAK BALITA TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI KELURAHAN BULAKREJO KABUPATEN SUKOHARJO Trisnowati, Tatik; Lestari, Sri
Jurnal AKPER GSH Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.Penulis melakukan studi pendahuluan dibuktikan dengan dokumentasi  kepada lima ibu-ibu balita, tiga dari ibu  mengatakan bahwa anaknya tidak perlu dimasukkan ke pendidikan anak usia dini karena masih terlalu kecil, dua orang ibu mengatakan bahwa anaknya disekolahkan PAUD anaknya menjadi lebih mudah bergaul dengan teman sebayanya.Jumlah keseluruhan populasi 56 orang dan jumlah keseluruhan sampel yang akan diambil adalah 24 ibu dengan anak balita di PAUD dan 21 ibu dengan anak balita diposyandu. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif  desain survei, dengan pendekatan waktu cross sectional yaitu penelitian yang dilakukan satu kali pengamatan saja.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gambaran pengetahuan ibu dengan anak Balita tentang Pendidikan Anak Usia Dini di Desa Bulakrejo Kabupaten Sukoharjo yaitu : 1. Berpengetahuan baik sebesar 22 %. 2. Berpengetahuan cukup sebesar 62 %. 3. Berpengetahuan kurang sebesar 16 %.  Kata  Kunci : PAUD, Ibu Balita, Pengetahuan 
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU DENGAN ANAK BALITA TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI KELURAHAN BULAKREJO KABUPATEN SUKOHARJO Trisnowati, Tatik; Lestari, Sri
Jurnal AKPER GSH Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.Penulis melakukan studi pendahuluan dibuktikan dengan dokumentasi  kepada lima ibu-ibu balita, tiga dari ibu  mengatakan bahwa anaknya tidak perlu dimasukkan ke pendidikan anak usia dini karena masih terlalu kecil, dua orang ibu mengatakan bahwa anaknya disekolahkan PAUD anaknya menjadi lebih mudah bergaul dengan teman sebayanya.Jumlah keseluruhan populasi 56 orang dan jumlah keseluruhan sampel yang akan diambil adalah 24 ibu dengan anak balita di PAUD dan 21 ibu dengan anak balita diposyandu. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif  desain survei, dengan pendekatan waktu cross sectional yaitu penelitian yang dilakukan satu kali pengamatan saja.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gambaran pengetahuan ibu dengan anak Balita tentang Pendidikan Anak Usia Dini di Desa Bulakrejo Kabupaten Sukoharjo yaitu : 1. Berpengetahuan baik sebesar 22 %. 2. Berpengetahuan cukup sebesar 62 %. 3. Berpengetahuan kurang sebesar 16 %.  Kata  Kunci : PAUD, Ibu Balita, Pengetahuan 

Page 1 of 2 | Total Record : 19