cover
Contact Name
Sigit Adinugroho
Contact Email
bpj.filkom@ub.ac.id
Phone
+62341-577911
Journal Mail Official
bpj.filkom@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Gedung F FILKOM Lt. 8, Ruang BPJ Jalan Veteran No. 8 Malang Indonesia - 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi (JUST-SI)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 27469255     EISSN : 27468763     DOI : http://doi.org/10.25126/justsi.v1i2.12
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi (JUST-SI) diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya mulai Juli 2020. JUST-SI menerima naskah berupa hasil riset empiris, tutorial, notulen, dan opini yang berhubungan dengan Sistem Informasi. Ruang lingkup JUST-SI dapat dibagi menjadi tiga cakupan secara umum : 1. Sistem Informasi secara umum. 2. Pendidikan di Sistem Informasi. 3. Integrasi pada Sistem Informasi.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2021): Agustus" : 10 Documents clear
Analisis Sentimen Kebijakan Kampus Merdeka Menggunakan Naive Bayes dan Pembobotan TF-IDF Berdasarkan Komentar pada Youtube Dhaifa Farah Zhafira; Bayu Rahayudi; Indriati Indriati
Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi Vol 2 No 1 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/justsi.v2i1.24

Abstract

Kebijakan Kampus Merdeka merupakan salah satu kebijakan baru yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI). Kebijakan tersebut tengah ramai disorot publik khususnya pada platform Youtube berkaitan dengan video unggahan Mendikbud di kanalnya. Pada Youtube, opini masyarakat dapat membanjiri kolom komentar dalam sekejap karena kemunculannya sebagai platform pertama yang menawarkan fasilitas konten audio visual. Penelitian ini mencoba menganalisis opini masyarakat yang tertampung dalam kolom komentar Youtube ke dalam klasifikasi sentimen positif dan negatif. Klasifikasi diimplementasikan pada Google Colaboratory yang berbasis bahasa Python dan Jupyter Notebook dengan algoritme Naive Bayes Classifier serta pembobotan kata Term Frequency Inverse Document Frequency (TF-IDF). 5 proses utama dalam penelitian ini yang meliputi pelabelan manual, text preprocessing, pembobotan TF-IDF, validasi data menggunakan k-fold cross validation, dan klasifikasi. Hasil akurasi terbaik sebesar 97% yang didapat dengan menggunakan 900 data latih, 100 data uji, menerapkan pembobotan TF-IDF, dan 10-fold cross validation. Rata-rata akurasi yang didapat dari 10 iterasi pada k-fold cross validation yaitu sebesar 91.8% dengan nilai precision, recall, f-measure sebesar 90.35%, 93.6%, 91.95%. Berdasarkan hasil tersebut, Naive Bayes Classifier cukup baik sebagai alternatif untuk analisis sentimen.
Evaluasi Proses Bisnis Layanan Identitas Penduduk Menggunakan Quality Evaluation Framework (QEF) (Studi Kasus: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bekasi) Aulia Dwi Fitriani
Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi Vol 2 No 1 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/justsi.v2i1.30

Abstract

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bekasi mengakomodasi beberapa pelayanan dalam dokumen identitas kependudukan pada seksi identitas penduduknya. Seksi identitas penduduk menjalani tiga layanan yaitu, perekaman KTP elektronik, penerbitan surat keterangan identitas penduduk, dan penerbitan KTP elektronik. Dalam eksekusinya, proses bisnis layanan kerap terjadi ketidaksesuaian dengan target organisasi sehingga perlu adanya evaluasi. Langkah yang dilakukan untuk mengevaluasi dimulai dengan memodelkan proses bisnis menggunakan Business Process Model and Notation (BPMN), kemudian memetakan quality factor dan menentukan target serta kalkuasi sesuai dengan rumus yang ada menggunakan metode Quality Evaluation Framework (QEF) untuk mengetahui aktivitas yang mengalami ketidaksesuaian. Setelah itu, aktivitas yang mengalami ketidaksesuaian akan diidentifikasi permasalahannya menggunakan metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) agar dapat diketahui tingkat prioritas yang perlu menjadi perhatian utama melalui nilai Risk Priority Number (RPN). Selanjutnya digunakan analisa tulang ikan agar diketahui akar permasalahannya. Hasil dari akar permasalahan menunjukkan quality factor yang berkode Q1, Q4, dan Q8 dengan RPN 120 memiliki akar permasalahan dari aspek kategori mesin dan teknologi, pengukuran, serta metode. Sedangkan untuk quality factor berkode Q2, Q5, dan Q9 dengan RPN 36 memiliki akar permasalahan dari aspek kategori mesin dan teknologi serta material.
Pengalaman Mahasiswa pada Sistem Pembelajaran Daring (E-Leaning) di Masa Pandemi dengan Analisis Thematic Nurma Afi Nirmala; Diah Priharsari, S.T., M.T., Ph.D; Hanifah Muslimah Az-Zahra, S.Sn., M.Ds
Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi Vol 2 No 1 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/justsi.v2i1.32

Abstract

Persepsi mahasiswa dari pengalaman yang mereka rasakan selama mengikuti proses pembelajaran daring selama lockdown pandemi Covid-19 tentunya penting, dalam upaya perbaikan proses pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh dapat dikategorikan sebagai persoalan system informasi karena melibatkan teknologi, lingkungan, organisasi, serta individu. Pada penelitian ini dilakukan penggalian secara mendalam terkait pengalaman mahasiswa, untuk mengetahui permasalahan dan apa yang dirasakan mahasiswa, baik terhadap proses maupun teknologi dalam pembelajaran jarak jauh. Partisipan wawancara semi struktur melibatkan 10 mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Malang. Jumlah responden dalam penelitian ini ditentukan dengan saturasi data. Proses wawancara semi struktur direkam secara langsung dengan menggunakan aplikasi video conference Google Meet yang telah mendapatkan izin dari seluruh responden. Setiap sesi wawancara membutuhkan waktu 45 – 60 menit untuk setiap responden. Dari hasil pengumpulan data melalui pendekatan wawancara semi struktur yang telah dianalisis dengan metode analisis tematik coding menggunakan bantuan aplikasi Atlast.ti didapatkan tujuh tema utama yaitu: (Infrastruktur (insfrastruktur TI dan budaya pembelajaran), individual feature, interaction, teaching process, akses proses pembelajaran, assessment, content) dan 24 sub tema yang dapat mendeskripsikan pengalaman mahasiswa terhadap sistem pembelajaran daring selama pandemi Covid-19. Saran diberikan berdasarkan hasil temuan tersebut.
Pengembangan Sistem Informasi Reservasi pada Pariwisata Perkemahan dengan Memanfaatkan Payment Gateway System (Studi Kasus : Tepi Buyan Campfire Buleleng) Ni Ketut Sri Krisna Radharani Dyatmika; Widhy Hayuhardhika Nugraha Putra; Djoko Pramono
Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi Vol 2 No 1 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/justsi.v2i1.37

Abstract

Tepi Buyan Campfire merupakan salah satu wisata perkemahan yang berada di tepi Danau Buyan di daerah Bedugul, Bali. Banyaknya jumlah wisatawan membuat pengelola merasa kesulitan dalam mengelola proses dan data reservasi. Proses pencatatan reservasi dilakukan dua kali kerja sehingga sering terjadi kesalahan dalam penyampaian data. Dan, reservasi yang sudah dicatat sering kali dibatalkan secara sepihak oleh wisatawan tanpa adanya kabar kepada pihak pengelola perkemahan. Hal ini sering terjadi karena tidak adanya jaminan atau pembayaran di muka oleh wisatawan. Berdasarkan hal itu, diperlukan adanya platform secara online yaitu sistem informasi reservasi. Sistem ini dikembangkan berbasis website dan akan mengelola proses pembuatan reservasi hingga proses konfirmasi reservasi. Dalam proses pengembangan sistem, menggunakan metode Waterfall yang meliputi beberapa tahapa proses, yaitu analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi sistem dan pengujian sistem. Sistem akan terintegrasi dengan payment gateway system dari Midtrans untuk melakukan proses pembayaran. Proses implementasi menggunakan framework Laravel, Bootstrap, MySQL serta Midtrans. Dilakukan pengujian sistem dengan tiga metode yaitu black box testing yang menunjukkan hasil valid dengan presentase sebesar 100%. Pengujian compatibility menunjukkan bahwa sistem dapat berjalan pada sebagian besar jenis browser yang tersedia. Sementara untuk pengujian usability dengan menggunakan system usability scale menghasilkan nilai akhir 79 dengan kategori Good serta dengan grade scale C yang berarti sistem dapat diterima.
Pengkategorian Fitur Sistem Informasi Akademik dengan Metode Wawancara dan Metode Kano (Studi Kasus : Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Nila Rosyidah
Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi Vol 2 No 1 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/justsi.v2i1.39

Abstract

Sistem Informasi Akademik Universitas Brawijaya (SIAM UB) digunakan untuk membantu mahasiswa dalam mengakses informasi akademik yang disediakan sebagai fasilitas dari Universitas Brawijaya. Pengguna yang berubah pada setiap saatnya maka kebutuhan dari penggunanya juga akan berubah. Penelitian dilakukan kepada mahasiswa fakultas ilmu komputer Universitas Brawijaya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara dan survei menggunakan metode kano. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengalaman baik dan pengalaman buruk yang sering dirasakan oleh penggunanya. Selain untuk menggali pengalaman pengguna, penelitian ini juga dilakukan untuk mengkategorikan fitur-fitur yang ada pada SIAM. Pengkategorian fitur tersebut nantinya dapat digunakan untuk perbaikan sistem dan mengetahui nilai tingkat kenaikan dan penurunan dari kepuasan pengguna pada setiap fitur. Hasil dari wawancara yang dilakukan kepada 13 responden akan dilakukan pengkategorian dengan menggunakan thematic coding. Hasil dari survei kano dilakukan kepada 98 responden dengan menggunakan rumus slovin. Menghasilkan dokumentasi berupa pengalaman baik dan buruk yang sering hingga jarang dirasakan responden. Pengkategorian fitur pada kategori yang ada di metode kano yaitu attractive, one dimensional, must be, indifferent, reverse dan questionable. Menghitung nilai better dan worse yang nantinya dihubungkan dengan kategori kano yang sudah dilakukan sebelumnya.
Analisis Sentimen Kebijakan Kampus Merdeka Menggunakan Naive Bayes dan Pembobotan TF-IDF Berdasarkan Komentar pada Youtube Zhafira, Dhaifa Farah; Rahayudi, Bayu; Indriati, Indriati
Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi Vol 2 No 1 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/justsi.v2i1.24

Abstract

Kebijakan Kampus Merdeka merupakan salah satu kebijakan baru yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI). Kebijakan tersebut tengah ramai disorot publik khususnya pada platform Youtube berkaitan dengan video unggahan Mendikbud di kanalnya. Pada Youtube, opini masyarakat dapat membanjiri kolom komentar dalam sekejap karena kemunculannya sebagai platform pertama yang menawarkan fasilitas konten audio visual. Penelitian ini mencoba menganalisis opini masyarakat yang tertampung dalam kolom komentar Youtube ke dalam klasifikasi sentimen positif dan negatif. Klasifikasi diimplementasikan pada Google Colaboratory yang berbasis bahasa Python dan Jupyter Notebook dengan algoritme Naive Bayes Classifier serta pembobotan kata Term Frequency Inverse Document Frequency (TF-IDF). 5 proses utama dalam penelitian ini yang meliputi pelabelan manual, text preprocessing, pembobotan TF-IDF, validasi data menggunakan k-fold cross validation, dan klasifikasi. Hasil akurasi terbaik sebesar 97% yang didapat dengan menggunakan 900 data latih, 100 data uji, menerapkan pembobotan TF-IDF, dan 10-fold cross validation. Rata-rata akurasi yang didapat dari 10 iterasi pada k-fold cross validation yaitu sebesar 91.8% dengan nilai precision, recall, f-measure sebesar 90.35%, 93.6%, 91.95%. Berdasarkan hasil tersebut, Naive Bayes Classifier cukup baik sebagai alternatif untuk analisis sentimen.
Evaluasi Proses Bisnis Layanan Identitas Penduduk Menggunakan Quality Evaluation Framework (QEF) (Studi Kasus: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bekasi) Fitriani, auliadwi; Fitriani, Aulia Dwi
Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi Vol 2 No 1 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/justsi.v2i1.30

Abstract

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bekasi mengakomodasi beberapa pelayanan dalam dokumen identitas kependudukan pada seksi identitas penduduknya. Seksi identitas penduduk menjalani tiga layanan yaitu, perekaman KTP elektronik, penerbitan surat keterangan identitas penduduk, dan penerbitan KTP elektronik. Dalam eksekusinya, proses bisnis layanan kerap terjadi ketidaksesuaian dengan target organisasi sehingga perlu adanya evaluasi. Langkah yang dilakukan untuk mengevaluasi dimulai dengan memodelkan proses bisnis menggunakan Business Process Model and Notation (BPMN), kemudian memetakan quality factor dan menentukan target serta kalkuasi sesuai dengan rumus yang ada menggunakan metode Quality Evaluation Framework (QEF) untuk mengetahui aktivitas yang mengalami ketidaksesuaian. Setelah itu, aktivitas yang mengalami ketidaksesuaian akan diidentifikasi permasalahannya menggunakan metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) agar dapat diketahui tingkat prioritas yang perlu menjadi perhatian utama melalui nilai Risk Priority Number (RPN). Selanjutnya digunakan analisa tulang ikan agar diketahui akar permasalahannya. Hasil dari akar permasalahan menunjukkan quality factor yang berkode Q1, Q4, dan Q8 dengan RPN 120 memiliki akar permasalahan dari aspek kategori mesin dan teknologi, pengukuran, serta metode. Sedangkan untuk quality factor berkode Q2, Q5, dan Q9 dengan RPN 36 memiliki akar permasalahan dari aspek kategori mesin dan teknologi serta material.
Pengalaman Mahasiswa pada Sistem Pembelajaran Daring (E-Leaning) di Masa Pandemi dengan Analisis Thematic Nirmala, Nurma Afi; Priharsari, S.T., M.T., Ph.D, Diah; Az-Zahra, S.Sn., M.Ds, Hanifah Muslimah
Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi Vol 2 No 1 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/justsi.v2i1.32

Abstract

Persepsi mahasiswa dari pengalaman yang mereka rasakan selama mengikuti proses pembelajaran daring selama lockdown pandemi Covid-19 tentunya penting, dalam upaya perbaikan proses pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh dapat dikategorikan sebagai persoalan system informasi karena melibatkan teknologi, lingkungan, organisasi, serta individu. Pada penelitian ini dilakukan penggalian secara mendalam terkait pengalaman mahasiswa, untuk mengetahui permasalahan dan apa yang dirasakan mahasiswa, baik terhadap proses maupun teknologi dalam pembelajaran jarak jauh. Partisipan wawancara semi struktur melibatkan 10 mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Malang. Jumlah responden dalam penelitian ini ditentukan dengan saturasi data. Proses wawancara semi struktur direkam secara langsung dengan menggunakan aplikasi video conference Google Meet yang telah mendapatkan izin dari seluruh responden. Setiap sesi wawancara membutuhkan waktu 45 – 60 menit untuk setiap responden. Dari hasil pengumpulan data melalui pendekatan wawancara semi struktur yang telah dianalisis dengan metode analisis tematik coding menggunakan bantuan aplikasi Atlast.ti didapatkan tujuh tema utama yaitu: (Infrastruktur (insfrastruktur TI dan budaya pembelajaran), individual feature, interaction, teaching process, akses proses pembelajaran, assessment, content) dan 24 sub tema yang dapat mendeskripsikan pengalaman mahasiswa terhadap sistem pembelajaran daring selama pandemi Covid-19. Saran diberikan berdasarkan hasil temuan tersebut.
Pengembangan Sistem Informasi Reservasi pada Pariwisata Perkemahan dengan Memanfaatkan Payment Gateway System (Studi Kasus : Tepi Buyan Campfire Buleleng) Radharani Dyatmika, Ni Ketut Sri Krisna; Nugraha Putra , Widhy Hayuhardhika; Pramono, Djoko
Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi Vol 2 No 1 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/justsi.v2i1.37

Abstract

Tepi Buyan Campfire merupakan salah satu wisata perkemahan yang berada di tepi Danau Buyan di daerah Bedugul, Bali. Banyaknya jumlah wisatawan membuat pengelola merasa kesulitan dalam mengelola proses dan data reservasi. Proses pencatatan reservasi dilakukan dua kali kerja sehingga sering terjadi kesalahan dalam penyampaian data. Dan, reservasi yang sudah dicatat sering kali dibatalkan secara sepihak oleh wisatawan tanpa adanya kabar kepada pihak pengelola perkemahan. Hal ini sering terjadi karena tidak adanya jaminan atau pembayaran di muka oleh wisatawan. Berdasarkan hal itu, diperlukan adanya platform secara online yaitu sistem informasi reservasi. Sistem ini dikembangkan berbasis website dan akan mengelola proses pembuatan reservasi hingga proses konfirmasi reservasi. Dalam proses pengembangan sistem, menggunakan metode Waterfall yang meliputi beberapa tahapa proses, yaitu analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi sistem dan pengujian sistem. Sistem akan terintegrasi dengan payment gateway system dari Midtrans untuk melakukan proses pembayaran. Proses implementasi menggunakan framework Laravel, Bootstrap, MySQL serta Midtrans. Dilakukan pengujian sistem dengan tiga metode yaitu black box testing yang menunjukkan hasil valid dengan presentase sebesar 100%. Pengujian compatibility menunjukkan bahwa sistem dapat berjalan pada sebagian besar jenis browser yang tersedia. Sementara untuk pengujian usability dengan menggunakan system usability scale menghasilkan nilai akhir 79 dengan kategori Good serta dengan grade scale C yang berarti sistem dapat diterima.
Pengkategorian Fitur Sistem Informasi Akademik dengan Metode Wawancara dan Metode Kano (Studi Kasus : Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Rosyidah, Nila
Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi Vol 2 No 1 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/justsi.v2i1.39

Abstract

Sistem Informasi Akademik Universitas Brawijaya (SIAM UB) digunakan untuk membantu mahasiswa dalam mengakses informasi akademik yang disediakan sebagai fasilitas dari Universitas Brawijaya. Pengguna yang berubah pada setiap saatnya maka kebutuhan dari penggunanya juga akan berubah. Penelitian dilakukan kepada mahasiswa fakultas ilmu komputer Universitas Brawijaya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara dan survei menggunakan metode kano. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengalaman baik dan pengalaman buruk yang sering dirasakan oleh penggunanya. Selain untuk menggali pengalaman pengguna, penelitian ini juga dilakukan untuk mengkategorikan fitur-fitur yang ada pada SIAM. Pengkategorian fitur tersebut nantinya dapat digunakan untuk perbaikan sistem dan mengetahui nilai tingkat kenaikan dan penurunan dari kepuasan pengguna pada setiap fitur. Hasil dari wawancara yang dilakukan kepada 13 responden akan dilakukan pengkategorian dengan menggunakan thematic coding. Hasil dari survei kano dilakukan kepada 98 responden dengan menggunakan rumus slovin. Menghasilkan dokumentasi berupa pengalaman baik dan buruk yang sering hingga jarang dirasakan responden. Pengkategorian fitur pada kategori yang ada di metode kano yaitu attractive, one dimensional, must be, indifferent, reverse dan questionable. Menghitung nilai better dan worse yang nantinya dihubungkan dengan kategori kano yang sudah dilakukan sebelumnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 10