cover
Contact Name
Khoiruddin
Contact Email
khoiruddin@che.itb.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jtki@cheitb.id
Editorial Address
https://www.aptekim.id/jtki/index.php/JTKI/about/contact
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Teknik Kimia Indonesia
ISSN : 16939433     EISSN : 26864991     DOI : http://dx.doi.org/10.5614/jtki
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Kimia Indonesia (JTKI) merupakan majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Teknik Kimia Indonesia (APTEKIM). Versi cetak JTKI telah diterbitkan secara berkala sejak tahun 2001 (p-ISSN 1693-9433). Mulai Volume 18 No. 2 Agustus 2019, terbitan berkala versi daring telah memiliki no. ISSN 2686-4991 (SK ISSN: 0005.26864991/JI.3.1/SK.ISSN/2019.11, 4 November 2019). Seluruh artikel yang diterbitkan telah melalui proses penilaian. Proses ini dilakukan oleh para akademisi dan peneliti pada bidang terkait untuk menjaga dan meningkatkan kualitas penulisan artikel yang dimuat, pada skala nasional khususnya dan internasional umumnya.
Articles 235 Documents
Dinamika tetes dalam kolom isian Danu Ariono; Dwiwahju Sasongko; Priyono Kusumo
Jurnal Teknik Kimia Indonesia Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : ASOSIASI PENDIDIKAN TINGGI TEKNIK KIMIA INDONESIA (APTEKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jtki.2008.7.1.1

Abstract

To date, evaluation of the performance of liquid-liquid extraction in packed columns has not been able to produce satisfactory results, because the correlations used in this evaluation are empirical in nature, with a very limited range of validity. One of the causes of this limitation is the use of the assumption that the dynamics of liquid dispersed in droplets is constant (in terms of shape, dimensions, and numbers), so that the mass transfer interfacial area and mass transfer coefficient in the column are assumed to be constant. In reality, dynamics of droplets in a column is not constant, due to the imbalance between droplet coalescence and disintegration. For a given droplet diameter, there is an increase in numbers of droplets due to coalescence of smaller droplets, and a  decrease in numbers of droplets due to disintegration into smaller droplets. These coalescence and disintegration phenomena may be caused by various factors, including the existence of packings which impede the flow of droplets. These phenomena impact the mass transfer rate from continuous to dispersed phase, and vice versa, due to a variation in the interfacial contact area and mass transfer coefficient. The observation of droplet dynamics from droplet formation until its motion through void spaces between packings is a critical factor in developing a model that can describe the performance of the packed column. The dynamics of droplets is influenced by various operational and physical variables.  A droplet dynamics experiment has been undertaken, aimed at obtaining the droplet size distribution at specific heights along the column. This distribution is to be used to develop mass transfer coefficient correlations in the continuous and dispersed phases.Keywords: droplet size distribution, packed column Abstrak Evaluasi unjuk kerja ekstraksi cair-cair dalam kolom isian (packed column) hingga saat ini belum dapat memberikan hasil yang memuaskan karena korelasi-korelasi yang  digunakan  masih  bersifat  empiris serta daerah keberlakuannya sangat terbatas. Salah satu penyebab keterbatasan berlakunya korelasi tersebut ialah penggunaan anggapan bahwa dinamika cairan yang terdispersi dalam bentuk tetesan bersifat konstan (bentuk, ukuran serta jumlahnya), sehingga harga luas perpindahan massa dan harga koefisien perpindahan massa dalam kolom dianggap tetap. Kenyataannya dinamika tetesan dalam kolom tidak konstan akibat adanya tetesan yang bergabung dan pecah dalam jumlah yang  tidak sama. Pada suatu harga diameter tetesan tertentu, ada penambahan jumlah tetesan akibat penggabungan tetesan­ tetesan yang ukurannya lebih kecil serta adanya pengurangan jumlah tetesan akibat pecahnya tetesan menjadi tetesan-tetesan yang lebih kecil. Peristiwa penggabungan dan pemecahan tetesan dapat disebabkan berbagai faktor temasuk adanya isian yang menghalangi gerakan tetesan. Kejadian tersebut akan mempengaruhi laju proses perpindahan massa dari fasa kontinyu ke fasa  terdispersi  atau sebaliknya, karena adanya variasi luas permukaan kontak serta koefisien perpindahan massanya. Pengamatan dinamika tetesan mulai saat pembentukan tetes hingga pergerakannya saat melewati sela-sela isian merupakan faktor penting dalam  membangun model  yang  dapat menggambarkan unjuk kerja kolom isian. Dinamika tetesan tersebut dipengaruhi oleh berbagai variabel operasi dan variabel fisik. Eksperimen dinamika fetes yang dilakukan diarahkan untuk memperoleh distribusi ukuran tetes pada posisi ketinggian tertentu dan distribusi tersebut akan digunakan untuk pengembangan  korelasi koefisien perpindahan massa difasa  dispersi danfasa kontinyu.Kata kunci: distribusi ukuran tetes, kolom isian.
Modifikasi SLS dengan epoksida dari asam oleat dan hidrogen peroksida untuk meningkatkan kualitas surfaktan pada EOR Chitra Ria Ariska; Suryo Purwono; Bardi Murachman
Jurnal Teknik Kimia Indonesia Vol 10, No 3 (2011)
Publisher : ASOSIASI PENDIDIKAN TINGGI TEKNIK KIMIA INDONESIA (APTEKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jtki.2011.10.3.5

Abstract

SLS modification using epoxyde from oleat acid and hydrogen peroxyde to improve the quality of surfactant in EORSurfactant is one of the compounds used in Enhanced Oil Recovery (EOR) which function is to enhance the oil production. One of the surfactants widely used is Sodium Ligno Sulfonat (SLS) due to its high degradability. However the modification with another compound is still needed in orderto decrease its Inter Facial Tension (IFT) until reach the ultralow IFT(±10-3 mN/m). One of the chemical compounds used to modify the surfactant is epoxidebecause it has reactive oxirane ring. The addition of oleic epoxide will increase solubility of surfactant in oil so it brings more stable microemulsion. Epoxidation of oleic acid was carried out with peroxyacetic acid that was generated insitu from aqueous hydrogen peroxide and glacial acetic acid. The modification of SLS was then done by adding the epoxide in various conversion resulted from epoxidation. The experiment was investigated at temperature, ratio of epoxide to SLS and reaction time of 70oC, 1:2 and 1 hour, respectively. The modified product were then measured their IFTat temperature of 30-60oC and tested the stability of microemulsion based on time of formation of microemulsion up back in its original state. The present study revealed that epoxides has capability to decrease IFT. The results of experiment shows that the lowest IFT is modification of epoxide with the conversion of 10% as 3,7 x10-3 mN/m and has most excellent stability with time 113 minutes.Keywords: epoxide, Sodium Ligno Sulfonat (SLS), microemulsion, surfactant, EOR AbstrakSurfaktan adalah salah satu bahan kimia yang digunakan dalam Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan produksi minyak. Salah satu jenis surfaktan yang banyak digunakan adalah Sodium Ligno Sulfonat (SLS) karena mudah didegradasi limbahnya. Namun modifikasi dengan senyawa lain masih perlu dilakukan untuk menurunkan tegangan antarmuka atau Inter Facial Tension (IFT) hingga mencapai ultralow IFT (±10-3 mN/m). Salah satu bahan kimia yang dapat digunakan untuk modifikasi surfaktan adalah epoksida karena memiliki cincin oksiren yang reaktif. Penambahan epoksi oleat ini akan meningkatkan kelarutan surfaktan dalam minyak sehingga didapatkan mikroemulsi yang lebih stabil. Modifikasi SLS dibuat dengan menambahkan epoksida dengan variasi konversi yang dihasilkan dari proses epoksidasi. Percobaan dilakukan pada temperatur 70oC, rasio perbandingan epoksida:SLS adalah 1:2 dengan waktu reaksi 1 jam. IFT produk modifikasi diukur pada temperatur 30-60oC dan diuji kestabilan mikroemulsinya berdasarkan waktu pembentukan mikroemulsi sampai kembali pada keadaan semula. Dari penelitian didapatkan bahwa epoksida dapat menurunkan IFT. IFT paling rendah dihasilkan dari modifikasi epoksida dengan konversi 10%, yaitu 3,7 x10-3 mN/m dan memiliki kestabilan paling baik dengan waktu emulsi 113 menit.Kata kunci: epoksida, Sodium Ligno Sulfonat (SLS), mikroemulsi, surfaktan, EOR
Kopolimerisasi pencangkokan asam akrilat pada film pp dengan teknik iradiasi awal Y Yohan; Rifaid M Nur; Lilik Hendrajaya; E S Siradj
Jurnal Teknik Kimia Indonesia Vol 4, No 3 (2005)
Publisher : ASOSIASI PENDIDIKAN TINGGI TEKNIK KIMIA INDONESIA (APTEKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jtki.2005.4.3.7

Abstract

Grafting pre-irradiation process of acrylic acid monomer on polypropylene (PP)film for hydrophilic membrane as cationic exchanger membrane have been done. PP film is irradiated by -ray and is then grafted by acrylic acid monomer in wate1: The preparation conditions such as rate and total dose of irradiation, monomer concentration, time and temperature of grafting have been studied in order to get the optimum grafting process. Some properties of the prepared grafted membranes were characterized and accordingly the possibility of its applications in fuel cell and in waste water treatment for toxic heavy metals removals, such as As, Cd, Co, Cu, Fe and Pb was investigated. The optimum grafting condition was as follows: total dose was 45 kGy, dose rate was 7 kGy/hour, acrylic acid was 40% volume, grafting time was 90 minutes, and grafting temperature was 70oC which gave a percent of grafting PP-g-AA of 350-450% weight. The chelated metal ions were easily desorbed by treating the membrane with 0.I N HCI for 2 hours at room temperature. The sorption level of grqfted membrane (PP-g-AA) to metallic ions are Fe> Co> Cu >As> Cd > Pb. Finally, a mixture of three metals in the same feed solution was used to determine the selectivity of the membrane toward different metals. The results obtained for the prepared membranes showed a promise for their applicability in the removal of heavy metals from wastewate1:Keywords: Grafted Pre-irradiation,Cathionic  Exchanger Membrane, Fuel Cell, Waste TreatmentAbstrakTelah dilakukan proses pencangkokan dengan teknik iradiasi awal monomer asam akrilat padafilm polipropilena (PP) untuk bahan membran hidrofil yang dapat berperan sebagai membran penukar kation. Film PP diiradiasi dengan sinar-y dan selanjutnya dicangkok menggunakan monomer asam akrilat dalam pelarut air. Beberapa kondisi preparasi ditentukan untuk mendapatkan persen pencangkokan yang optimum, seperti laju dan dosis total radiasi, konsentrasi monomer, waktu dan suhu pencangkokan. Karakterisasi dari beberapa sifat bahan membran tercangkok juga dipelajari dan dilakukan pengujian kemungkinan penggunaannya   dalam fuel cell dan dalam pengolahan limbah yang mengandung logam berat beracun, seperti As, Cd, Co, Cu, Fe, dan Pb. Dari hasil penelitian diperoleh kondisi relatif baik untuk pencangkokan yaitu dosis total 45 kGy, laju dosis 7 kGy/jam, asam akrilat 40% volume, waktu pencangkokan 90 menit, dan suhu pencangkokan 70oC memberikan persen pencangkokan PP-g-AA = 350-450% berat. Ion-ion logam yang mudah membentuk senyawa kelat relatif lebih mudah dielusi dari membran yang direndam dalam lantan HCl 0,1N selama 2 jam pada suhu kamar. Tingkat penyerapan membran tercangkok (PP-g-AA) terhadap ion-ion logam adalah Fe> Co> Cu >As> Cd> Pb. Akhirnya, suatu campuran yang terdiri atas tiga ion logam dalam larutan umpan digunakan untuk menentukan selektivitas membran terhadap ion-ion logam. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa membran tercangkok mempunyai kemungkinan untuk digunakan dalam pengolahan logam-logam berat dalam air limbah.Kata Kunci: Pencangkokan Iradiasi Awal, Membran Penukar Kation, Sel Bahan Bakar, Jilengolahan Limbah 
Sintesis biodisel dengan teknik ozonasi : ozonolisis etil-ester minyak sawit sebagai suatu bahan bakar mesin diesel alternatif Setijo Bismo
Jurnal Teknik Kimia Indonesia Vol 4, No 1 (2005)
Publisher : ASOSIASI PENDIDIKAN TINGGI TEKNIK KIMIA INDONESIA (APTEKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jtki.2005.4.1.7

Abstract

Conventional biodiesel synthesis through transesterification reaction pathway of the palm oil or other vegetable oils has been regarded yet as a steep process,  mainly to be implemented as fuel for  various diesel engines in Indonesia. The methanol consumption for  such process  is still  costly  as well, especially 2-3 times of free fatty acid (FFA) molar amount, which is dangerous as methanol being classified as hazardous chemicals, while the yield of palm oil methyl ester (POME) is just  70%­ volume roughly. The ozonide biodiesel synthesis is considered as a better alternative, which is quasi­-parallel ozonolysis reaction application in the conventional transesterification schema using ethanol to produce  ozonide biodiesel or ozonide methyl-ester.  The ozone gas being applied to the process is produced in situ by an ozone generator apparatus, using fresh and purified air as oxygen source, with about 5,5 g/h ozone production at 400-800 L/h air or feed flowrate. The ozonide biodiesel is favorable to ethanol (96 %-v) being used as reactant and or protic solvent than methanol, even using catalyst (zeolite/GAC) or not, at 55-72ºC and atmospheric condition. The ethanol utilization may be saved until 31,15-39,85 %-mol of conventional biodiesel process. The results obtained from the investigations give some interesting characteristics comparing to diesel fuel in Indonesia, especially better values of cetane index, BHP and torque.Keywords: Palm Oil, Biodiesel, Methyl Ester, Ethyl Ester, Ozonide, Ozonolysis AbstrakReaksi transesterifikasi yang diterapkan untuk sintesis biodiesel dari minyak sawit ataupun minyak­ minyak nabati lainnya dianggap belum memberikan perolehan yang ekonomis untuk pengadaan bahan bakar untuk mesin-mesin diesel di Indonesia. Penggunaan metanol sebesar 2-3 kali jumlah molar asam-asam lemak bebasnya (ALB) adalah tidak ekonomis sekaligus berbahaya mengingat sifatnya sebagai  bahan kimia beracun dan berbahaya (B3), sedangkan perolehan metil ester dari minyak saw it atau Palm Oil Methyl Ester (POME) hanya sekitar 70 %-v. Sintesis biodiesel ozonida dianggap sebagai alternatif yang lebih baik, yaitu aplikasi reaksi ozonolisis secara kuasi paralel dalam reaksi transesterifikasi tersebut menggunakan etanol, sehingga dihasilkan biodiesel atau etil­ester ozonida. Ozon yang digunakan merupakan produk in situ dari ozonator dengan bahan baku udara, pada laju produksi ozon sekitar 5,5 gram/jam dengan alir udara umpan 400-800 L/jam. Sintesis biodiesel ozonida ini lebih menyukai etanol (96%-v) sebagai pelarut protik dibandingkan dengan metanol, baik menggunakan katalis (zeolit/GAC) maupun tanpa katalis, pada suhu 55-72ºC dan tekanan atmosferik. Penggunaan etanol dapat dihemat sampai sekitar 31,15-39,85 %-mol dari jumlah yang diperlukan untuk sintesis biodiesel konvensional. Dari hasil uji kinerja produk biodiesel ozonidanya, didapatkan informasi tentang indeks setana, daya, dan torsi yang lebih baik dari minyak solar di Indonesia.Kata Kunci: Minyak Sawit, Biodiesel, Metil Ester, Etil Ester, Ozonida, Ozonolisis
Sabun Kalsium dari PFAD untuk Pakan Ruminansia: Kualitas PFAD Sebagai Sumber Asam Lemak Bebas Lienda A. Handojo; Antonius Indarto; Dian Shofinita; Muhammad Reyhan Saadi; Dea Yulistia; Fathinah I. Hasyyati
Jurnal Teknik Kimia Indonesia Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : ASOSIASI PENDIDIKAN TINGGI TEKNIK KIMIA INDONESIA (APTEKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jtki.2020.19.1.2

Abstract

Abstrak. Dalam rangka meningkatkan komoditas susu di Indonesia, pemerintah menargetkan sapi perah lokal harus mampu menyuplai 41% produksi susu dalam negeri pada 2022. Salah satu cara untuk menaikkan produksi susu sapi adalah memberikan suplemen pakan berupa sabun kalsium. Sabun kalsium telah banyak digunakan di luar negeri, namun tidak di Indonesia, untuk menaikkan produksi susu sekaligus fertilitas ruminansia. Sabun kalsium dapat dibuat melalui reaksi fusi termodifikasi antara Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) sebagai sumber asam lemak bebas dengan sumber kalsium. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh jenis PFAD terhadap kualitas produk sabun kalsium. PFAD yang digunakan berasal dari beberapa industri pengolahan kelapa sawit di Indonesia, yaitu Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, dan Kabupaten Pelalawan dengan rentang angka asam 195–221 mg KOH/g sampel. Produk sabun kalsium yang dihasilkan kemudian dianalisis nilai angka asam untuk menguantifikasi kualitasnya. Keempat produk sabun kalsium secara keseluruhan memiliki angka asam di bawah 1 mg KOH/g sampel. Rendahnya angka asam pada produk membuktikan bahwa keempat sumber PFAD dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun kalsium dengan kualitas baik. Kata kunci:angka asam, kalsium oksida, PFAD, pakan ruminansia, sabun kalsium. Abstract. Calcium Soap from PFAD for Ruminant Feed: Quality of PFAD as a Source of Free Fatty Acids. In order to increase the milk commodity in Indonesia, the government targets local dairy cattle to be able to supply 41% of domestic milk production by 2022. One way to increase the production of cow's milk is to provide a dietary supplement in the form of calcium soap. Calcium soap has been widely used overseas, but not in Indonesia, to increase milk production as well as ruminant fertility. Calcium soaps can be made by modified fusion reactions between PFAD as a source of free fatty acids with a calcium source. This study evaluated the effect of PFAD type on the quality of calcium soap products. PFAD used were obtained from several palm oil processing industries in Indonesia, namely Sidoarjo regency, Bekasi regency, Bekasi city, and Pelalawan regency with the acid number 195–221 mg KOH/g sample. The resulting calcium soap product is then analyzed for the acid number to quantify its quality. The four calcium soap products had an acid number below 1 mg KOH / g sample. The low acid number in the product indicates that the four sources of PFAD can be used as raw material for producing calcium soap with good quality. Keywords: acid value, calcium oxide, calcium soap, PFAD, ruminant feed. 
CO2 current efficiency in direct ethanol fuel cell H. Hariyanto; Widodo W. Purwanto; Roekmijati W. Soemantojo
Jurnal Teknik Kimia Indonesia Vol 6, No 1 (2007)
Publisher : ASOSIASI PENDIDIKAN TINGGI TEKNIK KIMIA INDONESIA (APTEKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jtki.2007.6.1.6

Abstract

In this present work, a systematically study on 20% PtCeO2/C catalyst for ethanol electro-oxidation in direct ethanol fuel cell were carried out. For cathode catalyst, a commercial catalyst of 40% Pt/C from ETEK was applied. Catalysts were printed on to carbon paper of TGPH 060 and sandwiched into membrane electrode assembly (MEA) and then arranged infitel cell with the geometric area 1.2 cm2. As an electrolyte, we used Nafion 117 from Du Pont. On-line Differential Electrochemical Mass Spectrometry (DEMS) measurement infuel cell setup was carried out in order to determine the activity and selectivity which was indicated by result of Faradaic current and CO2 current efficiency of ethanol electro-oxidation respectively. PtCeO2/C was significantly improving the selectivity of CO formation n comparison to the commercial catalyst of 20% Pt/C from A/fa Aesar- Johnson Mattews. Increasing of" selectivity was shown by the increase of CO2 current efficiency of ethanol oxidation of about 20 percent in comparison to references catalyst of 20% Pt/C (AlfaAesar-JM).Keywords: Ceria, Membrane Electrode Assembly (MEA), DEMS, Ethanol Electro-OxidationAbstrakPada peneletian ini dilakukan kajian sistematis terhadap katalis 20% PtCeO2/C yang akan digunakan pada elektro-oksidasi etanol pada sel bahan bakar etanol langsung. Untuk katalis katoda, digunakan katalis komersial 40% Pt/C dari ETEK. Katalis tersebut diaplikasikan pada kertas karbon TGPH 060 dan diselipkan pada rangkaian membran electroda (MEA) dan kemudian disusun pada sel bahan bakar yang memiliki luas geometris 1.2 cm2. Sebagai elektrolit, digunakan Nafion 117 produksi Du Pont. Pengukuran On-line oleh Spektrometri Massa Elektrokimia Diferensial atau Differential Electrochemical Mass Spectrometry (DEMS) pada pemasangan sel bahan bakar telah dilakukan untuk menentukan aktivitas dan selektivitasnya yang dapat ditunjukkan masing-masing oleh hasil arus Faradik dan efisiensi arus CO2 dari elektro-oksidasi etanol. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa PtCeO2/C dapat secara signifikan meningkatkan selektivitas untuk membentuk CO2 dibandingkan terhadap katalis komersial 20% Pt/C dari A/fa Aesar-Johnson Mattews. Kenaikan selektivitas ditunjukkan oleh kenaikan efisiensi arus CO2pada oksidasi ethanol sebesar 20 persen dibandingkan terhadap katalis rujukan 20% Pt/C (AlfaAesar-JM).Kata Kunci: Ceria, Membrane Electrode Assembly (MEA), DEMS, Elektro-Oksidasi Etanol
Kajian ulang transfer massa disertai reaksi kimia pada absorpsi reaktif gas CO2 pada packed column Ali Altway; S Susianto; K Kuswandi; K Kusnaryo
Jurnal Teknik Kimia Indonesia Vol 7, No 3 (2008)
Publisher : ASOSIASI PENDIDIKAN TINGGI TEKNIK KIMIA INDONESIA (APTEKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jtki.2008.7.3.2

Abstract

This article reviewed researches have been carried out concerning simulation of enhancement factor for absorption accompanied by second order chemical reaction under non-isothermal condition and modeling of packed column for CO2 absorption in K2CO3 solution. The value of enhancement factor was predicted using eddy diffusivity model (King model) for describing interface mass transfer phenomena. System of differential equations developed in this modeling was solved with Orthogonal Collocation method. The value of E predicted from this research agrees very well with that predicted using Penetration model (Higbie model) by Vas Bhat (1997). The researches concerning packed column modeling was carried out experimentally and theoretically. Experimental works were carried out to validate theoretical prediction. Material studied in this research was CO2 –air mixture and potassium carbonate solution. Potassium carbonate solution was fed into top of the column and the solution was contacted counter currently with rising CO2-air mixture stream. The liquid leaving the column was analyzed by titration. Theoretical studies were carried out by developing microscopic mass and energy balance model on the packed column. The resulted system of first order differential equations were solved using Forth order Runge Kutta method. The solution of this model requires information concerning rate of gas-liquid interface mass transfer where King model was used in this study. Mass transfer, CO2, solubility, kinetics, and reaction equilibrium data required in this theoretical study were obtained from literatures (Danckwertz, 1970; Kohl and Riesenfeld,1985; and Treyball, 1981). In this research, the effect of absorbent flow rate and the concentration of  K2CO3 in the inlet absorbent on percent recovery of CO2  gas was studied.Deviation between simulation prediction results and experimental data was below  10%  for absorbent flow rate of 3 to  5 liter/menit and for absorbent flow rate of 5 to  7 liter/ menit the deviation was between 10 and 30%. Key words: mass transfer, eddy diffusivity, absorption, non-isotermal, packed column AbstrakArtikel ini mengkaji ulang penelitian-penelitian yang telah dilakukan mengenai simulasi enhancement factor absorpsi disertai reaksi reversible order dua kondisi non-isotermal dan pemodelan packed column untuk absorpsi gas CO2 kedalam larutan K2CO3 pada packed column. Harga enhancement factor diprediksi dengan menggunakan model eddy diffusivity (model King untuk perpindahan massa antar fasanya). Sistim persamaan diferensial yang dibentuk dari pemodelan ini diselesaikan dengan metoda Kolokasdi Ortogonal. Hasil prediksi harga E dari penelitian ini sangat mendekati hasil prediksi menggunakan model Penetrasi oleh Vas Bhat (1997). Penelitian pemodelan packed column dilaksanakan secara eksperimen dan simulasi. Penelitian secara eksperimen dilaksanakan untuk validasi hasil simulasi. Bahan yang digunakan adalah campuran CO2 dan udara serta larutan potasium karbonat. Larutan potasium karbonat dialirkan kedalam packed column dari atas dan dikontakkan secara berlawanan arah dengan aliran campuran CO2-udara dari bawah. Cairan keluar kolom dianalisa dengan titrasi. Sedangkan percobaan simulasi dilaksanakan dengan mengembangkan model neraca massa dan energy mikroskopik pada kolom. Sistim persamaan diferensial order satu yang dihasilkan diselesaikan dengan metoda Rung Kutta order empat. Solusi model ini memerlukan informasi mengenai laju transfer massa antar fasa gas-liquid yang dalam hal ini menggunakan model King. Data kelarutan CO2, data perpindahan massa, data kinetika dan kesetimbangan reaksi yang diperlukan pada penelitian ini diperoleh dari literatur (Danckwertz, 1970; Kohl and Riesenfeld,1985; dan Treyball, 1981). Pada penelitian ini dipelajari pengaruh laju alir absorben dan konsentrasi K2CO3 dalam larutan absorben masuk terhadap persen penyisihan gas CO2. Deviasi antara hasil prediksi simulasi dan data percobaan pada penelitian ini dibawah 10% untuk laju alir absorben dari 3 sampai dengan 5 liter/menit dan untuk laju alir 5 sampai dengan 7 liter menit deviasi nya antara 10-30%.Kata kunci: perpindahan massa, eddy diffusivity, absorpsi, non-isotermal, packed column
Pengembangan katalis Ni/Al2o3 untuk steam reforming tar hasil gasifikasi Deviana Pramitasari; S Subagjo
Jurnal Teknik Kimia Indonesia Vol 10, No 2 (2011)
Publisher : ASOSIASI PENDIDIKAN TINGGI TEKNIK KIMIA INDONESIA (APTEKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jtki.2011.10.2.1

Abstract

The development of catalysts Ni/Al2O3 for steam reforming gasification tar This research studied the secondary tar removal in gasification technology through catalytic toluene steam reforming reactions. The objective of this study was to obtain a nickel catalyst that has good performance for steam reforming of tar (toluene) by selecting the -Al2O3 or -Al2O3 supports, and adding promoter to inhibit deactivation due to coke formation. The performance of the catalyst is determined from the activity test in a fixed bed reactor at a temperature of 700 oC, atmospheric pressure, Time on Stream (TOS) 10 hours and stability test indicated by XRD and TGA. The catalyst showed the best performance was the Ni/-Al2O3 catalyst with the average of toluene conversion of 96%. The addition of 2% and 5% by weight of CaO decreased the catalytic activity. Although it proved to inhibit the formation of coke, it did not reduce the rate of deactivation of catalyst. The XRD analysis showed that the Ni/-Al2O3 after 10 hours in operation did not undergo any phase changes, thus the catalyst was still stable. Keywords: tar cracking, steam reforming, nickel catalyst, toluene conversion, stability. AbstrakPenelitian ini merupakan suatu bagian dalam pengembangan teknologi penghilangan tar gasifikasi secara sekunder dengan cara perengkahan katalitik menggunakan reaksi steam reforming toluen. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan katalis berbasis nikel yang memiliki kinerja yang baik untuk steam reforming tar (toluen) dengan memilih penyangga -Al2O3 atau -Al2O3, dan menambah promotor CaO untuk menghambat deaktivasi akibat pembentukan arang. Kinerja katalis ditentukan dari uji aktivitas di dalam reaktor fixed bed pada temperatur 700 oC, tekanan atmosferik, selama 10 jam dan uji stabilitas yang diindikasikan menggunakan XRD dan TGA. Hasil pengujian aktivitas memperlihatkan bahwa katalis Ni/-Al2O3 menghasilkan aktivitas yang paling baik dengan rata - rata konversi toluen 96%. Penambahan promotor CaO 2% dan 5% berat menurunkan aktivitas katalis Ni/-Al2O3 dan menghambat pembentukan arang, tetapi tidak mengurangi laju deaktivasi katalis. Hasil XRD katalis Ni/-Al2O3 setelah reaksi 10 jam menunjukkan tidak adanya perubahan fasa dari -Al2O3 ke -Al2O3, yang berarti katalis masih tetap stabil.Kata Kunci: perengkahan tar, katalis nikel, konversi toluen, stabilitas.
Comparison of several models to assess the effect of micromixing phenomena on the yield of complex chemical reactions in stirred tank Ali Altway; Sugeng Winardi; M Rachimoellah
Jurnal Teknik Kimia Indonesia Vol 3, No 2 (2004)
Publisher : ASOSIASI PENDIDIKAN TINGGI TEKNIK KIMIA INDONESIA (APTEKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jtki.2004.3.2.3

Abstract

The effect of micromixing phenomena on the course of chemical reactions occuring in continuous stirred tank reactor was very important especially for fast reactions case. Previous workers have analyzed the effect using several models. The aim of this work is to make comparative study of several models to asses the effect of micro mixing phenomena on the course of two competitive fast parallel chemical reactions carried out in continuous stirred tank reactors. The reaction system investigated was the same as that studied by Baldyga (2001), neutralization of sodium hydroxide and hydrolysis of ethyl chloroacetate. Two closure approaches based on CFD available in FLUENT, Generalized Finite Rate Formulation (GFRF) and Probability Density Function (PDF), and a mechanistic model, Packet Diffusion Model, have been compared in assessing the effect of turbulent mixing on the yield of reaction. Baldyga's experimental data have been used to validate the computational results. The study concludes that a simple mechanistic model, Packet Diffusion Model, can predict fairly well (comparable in accuracy to the more sophisticated model such as PDF and GFRF model) the effect of micromixing phenomena on the course of parallel competitive chemical reactions in the continuous stirred tank reactor.Key Words : Micromixing, Continuous Stirred Tank Reactor, C.FD, PDM, GFRF, PDFAbstrakPengaruh fenomena micromixing terhadap berlangsungnya reaksi kimia yang terjadi di dalam reaktor kimia tangki berpengaduk menjadi sangat penting terutama untuk kasus reaksi-reaksi cepat. Beberapa penelitian terdahulu telah menganalisa secara teoritis pengaruh fenomena ini terhadap kinerja reaktor tangki teraduk menggunakan beberapa model. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan beberapa model untuk menganalisa pengaruh fenomena micromixing pada jalannya dua reaksi paralel kompetitif cepat yang terjadi di dalam reaktor alir tangki teraduk menggunakan beberapa model. Sistem reaktor yang diselidiki adalah sama dengan yang dipelajari Baldyga (2001), yaitu reaksi netralisasi sodium hidroksida dan hidrolisa ethyl chloroacetat. Dua pendekatan closure berbasis CFD yang tersedia pada FLUENT, yaitu Generalized Finite Rate Formulation (GFRF) dan Probability Density Function (PDF), dan suatu model mekanistik, yaitu Packet Diffusion Model, telah dibandingkan dalam menganalisa pengaruh pencampuran turbulen pada yield reaksi. Data eksperimen Baldyga telah digunakan untuk mengvalidasi hasil-hasil perhitungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model mekanistik yang sederhana, yaitu Packet Diffusion Model, dapat memprediksi cukup baik, sebanding dari segi ketelitiannya dengan model berbasis CFD yang lebih rumit, pengaruh fenomena micromixing terhadap jalannya dua reaksi paralel kompetitif di dalam reaktor tangki teraduk.Kata Kunci : Micromixing, Reaktor Alir Tangki Teraduk, CFD, PDM, GFRF, PDF
Pemodelan perpindahan massa ekstraksi kolom isian dengan distribusi ukuran tetesan Iwan Ridwan
Jurnal Teknik Kimia Indonesia Vol 10, No 2 (2011)
Publisher : ASOSIASI PENDIDIKAN TINGGI TEKNIK KIMIA INDONESIA (APTEKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jtki.2011.10.2.5

Abstract

Mass transfer modeling of extraction in a packed bed with droplet size distribution The evaluation of liquid extraction packed column is not able yet to give a satisfying result caused by constant spherical droplet size assumption. Droplet size from dispersion phase that is not homogeneous causes column calculation approach with assumption form of droplet haves the character of constant cannot be applied again. The goal of this research is to build droplet distribution model and mass transfer model at various heights of extraction column both in continuous phase and in dispersion phase. Droplet distribution model is more accurately applied to describe droplet breaks distribution for extraction in glass ball packed column with average of errors 4.53% compared to raschig ring packed column with average error of 11.52 %. At glass ball packing, the mass transfer modeling with total droplet has errors average to 57.67% while at raschig ring packing the model has errors average to 121.38%. Glass ball packing column model has smaller mean errors compared to raschig ring packing column because the glass ball packing form is more regular than the raschig ring packing. The amount of error between the mass transfer models and the experiment is caused by difference of the initial number of droplets that exit from the nozzle in the half circle column and in the full circle column. Keyword: extraction, packed column, droplet distribution model, mass transfer model AbstrakUkuran tetesan dari fasa dispersi yang tidak homogen menyebabkan pendekatan perhitungan kolom dengan asumsi bentuk tetesan bersifat konstan tidak dapat digunakan lagi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun model distribusi tetesan dan model perpindahan massa pada berbagai ketinggian kolom ekstraksi baik di fasa kontinu maupun di fasa dispersi. Model distribusi tetesan lebih tepat digunakan untuk memodelkan fraksi tetesan pecah hasil penelitian pada ekstraksi kolom isian bola kaca dengan rata-rata error sebesar 4,53% dibandingkan dengan kolom isian raschig ring yang mempunyai error sebesar 11,52 Pada isian bola kaca pemodelan perpindahan massa dengan tetesan total mempunyai error rata-rata sebesar 57,67% sedangkan pada isian raschig ring mempunyai error rata-rata sebesar 121,38%. Model kolom isian bola kaca mempunyai error rata-rata yang lebih kecil dibandingkan dengan kolom kolom isian raschig ring, dikarenakan model isian bola kaca bentuknya lebih beraturan dibanding dengan kolom isian raschig ring yang bentuknya lebih tidak beraturan. Besarnya error perpindahan massa antara model dengan percobaan disebabkan oleh tidak samanya jumlah tetesan awal pada kolom setengah lingkaran dengan jumlah tetesan awal pada kolom lingkaran penuh.Kata kunci : ekstraksi,kolom isian, model distribusi tetesan, model perpindahan massa

Page 11 of 24 | Total Record : 235