cover
Contact Name
Dr. Kaswanto, SP, MSi
Contact Email
kaswanto@apps.ipb.ac.id
Phone
+628121939739
Journal Mail Official
jkebijakan@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB), Gedung Utama Kampus IPB Baranangsiang, Jl. Raya Pajajaran No.7, Bogor 16129, Jawa Barat
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan
ISSN : 23556226     EISSN : 24770299     DOI : https://doi.org/10.29244/jkebijakan
Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan merupakan jurnal terbitan kerjasama antara Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB) dan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Alamat Penerbit Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB), Gedung Utama Kampus IPB Baranagsiang, Jl. Raya Pajajaran No.7, RT.02/RW.05, Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129 P: +62 251 8345 724 F: +62 251 8344 113 E: psp3@apps.ipb.ac.id
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 1 (2024): April" : 5 Documents clear
EFEKTIVITAS BUDIDAYA IKAN LELE DENGAN RECIRCULATING AQUACULTURE SYSTEM (RAS) DI SUJAFISH FARM, KECAMATAN CIKOLE, KOTA SUKABUMI Indriastuti, Cecilia Eny; Kusumanti, Ima; Ramadhani, Dian Eka; Tunisa, Risma Arafah; Maulana, Achmad Zidan Akmal; Sasmita, Galih Amar Taufiqurrahman; Rizky, M. Fizry Alnur; Wiyoto, Wiyoto; Adycha, Pricila Aurora; Ihsan, Muhammad Fajar Maulana; Firdausi, Amalia Putri
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 11 No 1 (2024): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v11i1.51105

Abstract

Ikan lele mulai dibudidayakan oleh UMKM Sujafish Farm Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi pada awal tahun 2023. Lahan budidaya perkotaan yang semakin sempit, biaya pakan semakin mahal, dan ketersediaan air yang terbatas menjadi kendala pengembangan budidaya ikan air tawar di Kota Sukabumi. Salah satu solusi untuk menyiasati hal tersebut adalah pengembangan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS). RAS adalah teknologi budidaya dimana air dapat digunakan kembali setelah difilter secara mekanis dan biologis. Wadah pemeliharaan menggunakan bak bulat berdiameter 2 m dan diisi air dengan ketinggian 0,8 m berjumlah 6 bak. Volume air dalam setiap bak yaitu 2.152 L air. Benih yang digunakan berukuran 8–10 cm dengan kepadatan per bak 318 ekor/m2. Parameter pengamatan yang dilihat adalah suhu, pH, DO, amoniak, nitrit, nitrat, dan pertumbuhan ikan. Aplikasi RAS membuktikan dapat menjaga kualitas air suhu, pH, DO, dan amoniak. Nilai pertumbuhan dan kelangsungan hidup sistem RAS lebih tinggi dibandingkan sistem sirkulasi, sehingga teknologi RAS dapat menjadi alternatif solusi teknologi budidaya ramah lingkungan di daerah perkotaan.
IDENTIFIKASI FAKTOR PEMBATAS LINGKUNGAN PADA PERTUMBUHAN BAYAM MERAH Indrawan, Muhammad; Candraningtyas, Callista
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 11 No 1 (2024): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v11i1.51151

Abstract

Faktor pembatas sangat penting terhadap pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian faktor pembatas lingkungan adalah untuk mengkaji beberapa faktor pembatas dan mengidentifikasi seberapa signifikan peran faktor pembatas terhadap pertumbuhan tanaman. Cara kerja yang dilakukan adalah dengan mengamati 4 variasi yang akan diberi perlakuan yang berbeda. Metode yang digunakan adalah studi eksperimental dengan analisis kuantitatif, yaitu setiap data yang ada diolah dalam tabel dan dijelaskan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan perbedaan yang signifikan yakni variasi A1 memiliki tinggi 6,9 cm dan jumlah daun 7 helai, variasi A2 memiliki tinggi 19,8 cm dengan jumlah daun 72 helai, variasi A3 memiliki tinggi 5,3 cm dan jumlah daun 7 helai, dan variasi A4 memiliki tinggi sebesar 9,3 cm dan jumlah daun 24 helai. Dari semua variasi yang dilakukan, terbukti jika air, tanah, udara, suhu, dan sinar matahari berperan penting dalam pertumbuhan tumbuhan. Rekomendasi kebijakan yang dapat dilakukan adalah dengan penggunaan screen house. Screen house merupakan bangunan yang terbuat dari plastik yang berfungsi untuk melindungi serangan hama dan mendukung pemaparan sinar matahari secara langsung terhadap tanaman.
DATA PENELITIAN KEONG MAS DI INDONESIA SEBAGAI DASAR KEBIJAKAN BERBASIS SAINS Muttaqin, Mafrikhul
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 11 No 1 (2024): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v11i1.51210

Abstract

Keong mas, Pomacea canaliculata, adalah salah satu hama padi di Indonesia. Berbagai penelitian terkait hama tersebut telah banyak dilakukan di Indonesia dan negara lainnya. Untuk memberikan masukan kebijakan berbasis sains, penelitian ini membandingkan basis data penelitian keong mas di Indonesia dan negara lainnya. Analisis menunjukkan tren penelitian keong mas sebagai pakan ternak di Indonesia. Penelitian moluskisida keong mas secara umum lebih populer di dunia. Penelitian bertema keong mas lain di Indonesia masih perlu dilakukan bersamaan dengan peningkatan kualitasnya, seperti penggunaan metode eksperimen dan analisis terkini. Selanjutnya, perlu dilakukan upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam manajemen informasi distribusi keong mas dan kearifan lokal penanganannya. Hal-hal tersebut dapat menjadi dasar untuk formulasi penelitian lanjutan, kebijakan, dan manajemen keong mas berkelanjutan.
TEKNOLOGI REKLAMASI LAHAN BEKAS TAMBANG BAUKSIT MENGGUNAKAN SEEDBALL TANAMAN ADAPTIF DAN KOMPOS DIPERKAYA FABA Putri, Aulya; Suwardi, Suwardi; Suryaningtyas, Dyah Tjahyandari; Oktariani, Putri; Widjaja, Hermanu; Randrikasari , Octaviana
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 11 No 1 (2024): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v11i1.53149

Abstract

Bauxite is one of the most mined minerals in the world and plays an important role as a raw material for aluminum production. The implementation of bauxite downstream policy has an impact on the expansion of bauxite mining area and bauxite post-mining land. The expansion of mining activities can cause an increase in the impact of environmental damage, one of which is the emergence of critical land in post-mining areas. Bauxite post-mining land often experiences problems with soil physical and chemical properties, which cause soil unable to support growth and fulfill plant nutrition needs. Alternatives that can be implemented is the use of adaptive plant seedball and Fly Ash-Bottom Ash (FABA) enriched compost utilization as ameliorant material. Post-mining land reclamation technology is the key to achieve successful reclamation and support the optimization of sustainable bauxite downstream programs in Indonesia.
KEBIJAKAN MENUJU KEMANDIRIAN BERAS, KASUS DI KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAH Widiatmaka, Widiatmaka; Machfud, Machfud; Ambarwulan, Wiwin; Bondansari, Bondansari; Munibah, Khursatul
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 11 No 1 (2024): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v11i1.53470

Abstract

Upaya menuju kemandirian beras menjadi penting untuk mengurangi ketergantungan pangan pada negara lain, namun ini merupakan tantangan yang berat. Kebutuhan lahan untuk pembangunan menyebabkan berkurangnya lahan pertanian. Kebijakan perlindungan lahan sawah yang ada dan peningkatan produksi padi menjadi sangat strategis dalam sistem pangan, karena mencetak lahan pangan baru dihadapkan pada berbagai kendala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peraturan Bupati tentang RTRW Kabupaten Banyumas 2011-2031 tidak mampu sepenuhnya mencegah konversi lahan sawah. Konversi lahan sawah ini menyebabkan pasokan beras domestik semakin menurun dan kemandirian beras di Kabupaten Banyumas diperkirakan hanya sampai tahun 2029. Kesinambungan implementasi antar variabel penting, menjadi kunci tercapainya tujuan sistem, yaitu: 1) penetapan Peraturan Bupati tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), 2) penetapan skema insentif perlindungan lahan, 3) membangun database spasial lahan sawah secara detail, dan 4) pengembangan akses air irigasi menjadi variabel yang harus dijalankan pada tahap awal sebagai prioritas pertama, kemudian tahap berikutnya pemberdayaan kelompok tani prioritas kedua, dan peningkatan produktivitas tanaman padi sebagai tahan selanjutnya. Aktor yang menjadi kunci penggerak sistem, yaitu Bupati beserta dinas terkait (Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Bappeda Litbang, Dinas Pekerjaan Umum Bidang Pengairan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman), DPRD, ATR/BPN.

Page 1 of 1 | Total Record : 5