cover
Contact Name
Dr. Kaswanto, SP, MSi
Contact Email
kaswanto@apps.ipb.ac.id
Phone
+628121939739
Journal Mail Official
jkebijakan@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB), Gedung Utama Kampus IPB Baranangsiang, Jl. Raya Pajajaran No.7, Bogor 16129, Jawa Barat
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan
ISSN : 23556226     EISSN : 24770299     DOI : https://doi.org/10.29244/jkebijakan
Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan merupakan jurnal terbitan kerjasama antara Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB) dan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Alamat Penerbit Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB), Gedung Utama Kampus IPB Baranagsiang, Jl. Raya Pajajaran No.7, RT.02/RW.05, Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129 P: +62 251 8345 724 F: +62 251 8344 113 E: psp3@apps.ipb.ac.id
Articles 191 Documents
PENTINGNYA PENGEMBANGAN KEBIJAKAN PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT MELALUI PENYULUH KEHUTANAN DALAM ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM Christine Wulandari
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2018): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v5i1.28733

Abstract

Penerbitan Undang Undang Pemerintahan Daerah (Nomor 23 Tahun 2014) ternyata banyak berdampak pada tata kelola sumberdaya alam termasuk sumberdaya hutan dalam mendukung pengelolaan yang lestari. Dampak yang tampak nyata dan masih harus terus ditingkatkan efektifitasnya hingga saat ini adalah perubahan kelembagaan pengelola sumberdaya hutan termasuk sumberdaya yang ada didalamnya, baik di dinas kehutanan maupun lembaga penyuluhnya. Kurang efektifnya lembaga penyuluh akan berpengaruh terhadap optimalisasi capaian sosialisasi dan distribusi program kehutanan kepada masyarakat, termasuk program adaptasi perubahan iklim. Hal ini terjadi, salah satunya karena belum ada landasan kebijaksanaan yang akan menjamin adanya suatu program secara berkelanjutan di suatu wilayah.  Di KPH Batutegi diperlukan adanya kebijakan pengembangan kapasitas yang intensif dan terstruktur tentang adaptasi perubahan iklim terhadap penyuluh karena diketahui minimnya pemahaman si penyuluh juga masyarakat akan berpengaruh terhadap efektifitas pelaksanaan program adaptasi perubahan iklim.
TIPOLOGI SISTEM BUDIDAYA PERTANIAN DAN KEBERLANJUTAN KETERSEDIAAN PANGAN PADA MASYARAKAT ADAT KASEPUHAN CIPTAGELAR SUKABUMI Ikmaludin Ikmaludin; Cecep Kusmana; Suwaib Amirudin
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2018): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v5i1.28756

Abstract

Keunikan cara hidup tradisional membuat masyarakat Kasepuhan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan alam tempat mereka tinggal. Hal ini diduga mempengaruhi karakteristik sosial-budaya makanan berdasarkan nilai-nilai tradisional yang hingga kini masih dipegang oleh masyarakat. Kasepuhan dianggap memiliki sistem ketahanan pangan yang baik sehingga menarik untuk dipelajari lebih dalam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kearifan lokal dalam sistem pertanian masyarakat Kasepuhan Ciptagelar, menganalisis aspek sosial ekonomi dan ketersediaan makanan rumah tangga dari masyarakat Kasepuhan Ciptagelar dan menganalisis daya dukung masyarakat petani Kasepuhan Ciptagelar. Metode penelitian dilakukan dengan cara wawancara, diskusi dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal budidaya pertanian di Kasepuhan Ciptagelar tentang ketersediaan pangan dilihat dari kepatuhan terhadap tradisi leluhur atau melaksanakan ajaran tatali paranti karuhun, budidaya pertanian yang dilakukan yaitu padi sawah dan huma mampu mewujudkan ketahan pangan. Usia rata-rata orang di Kasepuhan Ciptagelar diklasifikasikan sebagai usia produktif. Tingkat pendidikan untuk responden hanya sekolah bahkan tidak bersekolah. Produksi gabah kering giling dari responden mencapai 13.358 ikat. Tingkat rata-rata konsumsi beras di Kasepuhan Ciptagelar adalah 41,48%. Persyaratan kalori 839.500 kkal per kapita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung tanaman pangan masyarakat Kasepuhan Ciptagelar adalah 257,02 orang per hektar. Kata Kuncis: kearifan lokal, ketersediaan pangan, daya dukung lahan, kasepuhan ciptagelar.
PENILAIAN INDEKS KOTA RAMAH AIR UNTUK KOTA BOGOR UNTUK PENYUSUNAN STRATEGI KEBIJAKAN Muhammad Ramdhan; Hadi Susilo Arifin; Yuli Suharnoto; Suria Darma T
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2018): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v5i1.28757

Abstract

Kota Bogor memiliki permasalahan klise suatu kota yang sedang berkembang yaitu banjir disaat musim penghujan dan kesulitan air bersih pada musim kemarau panjang. Dengan curah hujan rata-rata bulanan sebesar 279,80 mm, Kota Bogor memiliki potensi sumber daya air yang sangat besar. Kota ini memiliki total area 118,5 km2 dan populasi 1.013.019 orang. Perkembangan kota dari waktu ke waktu membutuhkan sistem manajemen sumber daya air yang mempertimbangkan faktor-faktor keberlanjutan, penerapan konsep Kota Ramah Air diharapkan mampu untuk menciptakan suatu pengeloaan sumberdaya air permukaan secara berkelanjutan di Kota Bogor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kondisi eksisting kuantitas dan kualitas sumberdaya air permukaan di Kota Bogor, kemudian mencari tolok ukur penilaian indeks menuju kota ramah air dari responden pengguna sumber air permukaan di Kota Bogor, selanjutnya adalah menyusun rekomendasi strategi pengelolaan sumberdaya air permukaan yang berkelanjutan untuk Kota Bogor menggunakan konsep kota ramah air sebagai patokannya.Kata Kunci : Air Perkotaan, Kota Bogor, Indeks Kota Ramah Air, Struktural Equation Model
APLIKASI TEORI PLANNED BEHAVIOR DI SMAK DAN SMTI SEBAGAI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN Agus Siswono; Lailan Syaufina; Siti Badriyah Rushayati
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 9 No 1 (2022): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v9i1.28957

Abstract

Kementerian Perindustrian sangat konsen dengan masalah lingkungan dapat dilihat dari kebijakan pengembangan industri yang ramah lingkungan (industri hijau). Salah satu program reposisi kementerian untuk unit sekolah adalah penataan lingkungan sekolah menjadi green school. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pengetahuan, sikap, dan intensi perilaku peduli lingkungan siswa SMK Kemenperin, menganalisis hubungan pengetahuan lingkungan hidup, sikap, norma subjektif dan persepsi kontrol perilaku terhadap intensi perilaku peduli terhadap lingkungan siswa SMK Kemenperin, dianalisis dengan menggunakan program excell dan Struktural Partial Least Square (PLS). Hasil analisis menunjukkan pengetahuan lingkungan hidup, sikap dan intensi perilaku peduli lingkungan siswa SMK Kemenperin sangat baik oleh responden. Hasil analisis uji dengan Struktural Partial Least Square (PLS) diketahui bahwa variabel pengetahuan lingkungan hidup berpengaruh positif terhadap sikap tetapi tidak signifikan, sementara sikap, norma subjektif dan persepsi kontrol perilaku berhubungan positif dan berpengaruh signifikan terhadap intensi perilaku peduli lingkungan siswa SMK Kemenperin.
POTENSI TUMBUHAN LIAR DI SEMPADAN TERBANGUN SUNGAI CILIWUNG DI KOTA BOGOR SEBAGAI UPAYA RESTORASI EKOSISTEM SUNGAI Amarizni Mosyaftiani; Regan L Kaswanto; Hadi Susilo Arifin
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2018): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v5i1.29781

Abstract

Tumbuhan liar di sempadan sungai dapat berupa tumbuhan asing/introduksi yang memiliki adaptasi yang tinggi untuk bisa tumbuh dan berkembang lebih cepat sehingga dapat mengganggu tumbuhan lokal. Di ekosistem perkotaan, tumbuhan asing/introduksi sering ditemukan tumbuh di sempadan sungai perkotaan sebagai ekosistem yang terganggu oleh aktivitas manusia. Tumbuhan tersebut mempunyai adaptasi dan ketahanan atau resiliensi untuk tumbuh di habitat yang berubah/terganggu/non-alami, baik akibat manusia atau alam. Pada umumnya, tumbuhan liar di sempadan sungai tersebut kehadirannya tidak dipedulikan. Namun, tumbuhan tersebut dapat bermanfaat bagi ekosistem sungai, diantaranya sebagai input biomasa/energi, fitoremediasi polutan dan filtrasi air sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji spesies tumbuhan liar yang ada di sempadan Sungai Ciliwung yang terbangun oleh tebing batu, semen/beton dan potensinya dalam mendukung restorasi Sungai Ciliwung di Kota Bogor. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode random sampling menggunakan plot untuk mengeksplorasi spesies dan tutupan (coverage) spesies di empat lokasi sempadan sungai perkotaan yang berbeton/semen dan terbangun oleh permukiman penduduk di Sungai Ciliwung, Kota Bogor. Hasil penelitian menunjukkan tumbuhan liar yang ditemukan di sempadan terbangun Sungai Ciliwung Kota Bogor sebanyak 28 spesies: spesies introduksi/asing sebanyak 21 spesies dan spesies lokal sebanyak 7 spesies. Tiga spesies yang mempunyai tutupan terbesar berturut-turut yaitu Pogonatherum crinitum, Mikania micrantha, Chromolaena odorata. Spesies ini merupakan tanaman liar yang memiliki kemampuan fitoremediasi polutan di air sehingga dapat berfungsi untuk memperbaiki kualitas air dengan adanya pemulihan ekosistem sungai dengan melakukan rekayasa ekologi.
ANALISIS FINANSIAL DAN NILAI TAMBAH USAHA AGROFORESTRI KOPI PADA PROGRAM CSR PT INDONESIA POWER UP MRICA KABUPATEN BANJARNEGARA Faradis Alfi Zain; Dodik Ridho Nurrochmat
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 8 No 3 (2021): Desember
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v8i3.33482

Abstract

Kegiatan pembudidayaan sayuran di wilayah hulu menjadi faktor utama penyumbang sedimentasi Waduk Panglima Besar Soedirman. Penanaman komoditas kopi melalui program Sekolah Lapang Konservasi dimaksudkan sebagai salah satu alternatif guna membenahi permasalahan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalis kelayakan finansial usaha kopi pada berbagai pola agroforestri, menguji tingkat sensitivitas dari penurunan harga dan kenaikan biaya input terhadap keuntungan usaha, serta besaran nilai tambah dari setiap bentuk olahan buah kopi di Desa Leksana, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara. Berdasarkan perhitungan analisis finansial yang dilakukan menggunakan metode Discounted Cash Flow, usaha dengan pola agroforestri jambu, sengon, kopi arabika lebih menguntungkan dibandingkan pola agroforestri sengon, kopi robusta dan pola agroforestri sengon, kopi robusta pagar. Usaha agroforestri kopi di Desa Leksana lebih sensitif terhadap penurunan harga jual daripada kenaikan biaya produksi. Menurut perhitungan nilai tambah menggunakan metode Hayami, olahan produk kopi pada level roasted bean memberikan nilai tambah yang terbesar dibandingkan dengan produk olahan lainnya. Kata kunci: agroforestri, analisis finansial, kopi, nilai tambah
KENDALA PENGEMBANGAN BIOMASSA DARI LAHAN HKm KPH RINJANI BARAT Mimin Aminah; Gelar Satya Budhi
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 8 No 1 (2021): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v8i1.27102

Abstract

Forest energy on HKm land in West Lombok KPH can basically be developed by reducing obstacles encountered. These constraints include the tightness of SKAU, long timber harvest time, lack of market guarantees, competition for land for agricultural crops, disturbance of daily needs, and lack of mastery of technology. The results of ISM processing show that the obstacles needed firstly to be addressed are strict SKAU and mastery of technology; following with competition for agricultural land, and subsequently disturbance of daily living needs, insufficient market guarantees, and long harvest time. In order to conquer the initial constraints, namely the tightness of SKAU and the lack of technology. There is a need to provide SKAU without reducing supervision factor for security. At the same time, it is important to transfer technology with a pilot project.
EVALUASI KEBIJAKAN PELATIHAN TERHADAP PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN INDUSTRI KIMIA AGRO: STUDI KASUS DI PT. TRIDHARMA POLAKARSA Daniel Pontoan; Dodik Ridho Nurrochmat; Ono Suparno
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 8 No 1 (2021): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v8i1.27212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan pelatihan karyawan yang dilakukan PT. Tridharma Polakarsa terhadap motivasi dan kinerja karyawan. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang terlibat dalam pelatihan yang diadakan perusahaan sebanyak 30 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Penelitian ini menggunakan metode SEM PLS (Structural Equation Modeling-Partial Least Square) dengan program Smart PL 2.0 M3 dengan melakukan penilaian dari hasil pengukuran model melalui faktor konfirmatori dengan menguji validitas dan reliabilitas konstruk laten. Berdasarkan hasil analisis menggunakan SEM PLS pelatihan dapat meningkatkan motivasi karyawan serta pelatihan dan motivasi dapat meningkatkan kinerja karyawan secara signifikan.
SIGNIFIKANSI PENGEMBANGAN INDIKATOR PERTANIAN BERKELANJUTAN UNTUK MENGEVALUASI KINERJA PEMBANGUNAN PERTANIAN INDONESIA Iim Mucharam; Ernan Rustiadi; Akhmad Fauzi; Harianto
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 9 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v9i2.28038

Abstract

Pertanian berkelanjutan merupakan komponen penting dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pengukuran keberlanjutan pertanian mutlak dilakukan untuk lebih memahami kondisi saat ini, mengidentifikasi tren, menetapkan target, memantau kemajuan, dan membandingkan kinerja antar wilayah. Penelitian tentang keberlanjutan pertanian di Indonesia lebih banyak dilakukan pada level usaha tani atau lokal. Indonesia belum memiliki indikator pertanian berkelanjutan yang menjadi tolok ukur penilaian pertanian berkelanjutan pada level regional/provinsi/nasional. Hal ini disebabkan karena begitu kompleksnya penilaian yang perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil yang baik untuk penilaian pada level regional dan nasional. Indikator yang dapat diukur mengenai kelestarian lingkungan pertanian, dengan tujuan meminimalkan dampak lingkungan dari pertanian, merupakan alat penting untuk membantu menggerakkan dunia menuju masa depan pangan yang berkelanjutan. Indikator memungkinkan pembuat kebijakan, petani, bisnis, dan masyarakat sipil untuk lebih memahami kondisi saat ini, mengidentifikasi trend, menetapkan target, memantau kemajuan, dan membandingkan kinerja antar wilayah dan negara.
DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP KENAIKAN MUKA AIR LAUT DI WILAYAH PESISIR PANGANDARAN Bambang Dwi Dasanto; Sulistiyanti Sulistiyanti; Andria Anria; Rizaldi Boer
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 9 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v9i2.28039

Abstract

Salah satu dampak paling signifikan dari perubahan iklim adalah kenaikan permukaan laut. Wilayah pesisir Pangandaran yang terletak di Selatan Jawa Samudra Hindia secara langsung memiliki risiko banjir lebih tinggi akibat kenaikan permukaan laut (SLR) dibandingkan dengan wilayah pesisir di Utara Jawa. Dampak langsung dari kenaikan muka laut, pada umumnya, diukur berdasarkan besarnya kerusakan fisik maupun kerugian ekonomi. Dalam kajian ini, kerusakan fisik dinotasikan sebagai persentase penyusutan atau perubahan penggunaan/tutupan lahan yang terpapar oleh banjir air laut. Kerugian ekonomi didekati dengan biaya kerusakan tiap jenis penggunaan lahan yang terpapar oleh banjir air laut. Satuan biaya (unit cost) tiap jenis penggunaan/tutupan lahan yang terusakkan dapat diperoleh dari hasil survei kuesioner, diskusi kelompok mendalam (focus group discussion, FGD), dan riset terdahulu. Hasil analisis SLR menunjukkan bahwa sementara penurunan tanah mencapai lebih dari 85 ha. Sementara itu, kerugian permanen akibat SLR pada 2025 dan 2050 hampir sama yaitu sekitar 40 ha, meskipun SLR meningkat lebih dari 0,24 meter menjadi 0,50 meter (skenario rendah) atau dari 0,30 meter hingga 0,64 meter (skenario tinggi). Ini bisa dimengerti karena elevasi Pantai Pangandaran cukup tinggi. Selain kerugian fisik, jenis kerugian lain yang disebabkan oleh SLR rusak atau hilang sebagian dari penggunaan lahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kerugian tertinggi terjadi di sektor permukiman dibandingkan dengan sektor pertanian, dan permukiman yang terkena dampak SLR lebih luas dengan meningkatnya periode proyeksi.