cover
Contact Name
Noorma Yunia
Contact Email
noormayunia@gmail.com
Phone
+6285280055655
Journal Mail Official
lppm.stailatansa@gmail.com
Editorial Address
Gedung STAI La Tansa Mashiro Jl. Soekarno Hatta Bypass, Pasir jati, Rangkasbitung, Lebak, Banten, 42317
Location
Kab. lebak,
Banten
INDONESIA
JURNAL AKSIOMA AL-ASAS
ISSN : 27979253     EISSN : 27759881     DOI : http://dx.doi.org/10.55171/jaa
Jurnal Aksioma Al-Asas dikelola Program Studi S1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STAI La Tansa Mashiro dan diterbitkan oleh LPPM STAI La Tansa Mashiro. Sejak Volume 1 Nomor 1 Juni 2020, sebagai terbitan perdana, berkala dengan Frekuensi terbit yakni dua kali dalam setahun yaitu bulan Juni dan bulan Desember.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2022)" : 6 Documents clear
Analisis Buku “Belajar Membaca Dengan Mudah Dan Menyenangkan” Karya Tethy Ezokanzo Sebagai Buku Bacaan Untuk Anak Usia Dini Robiatul Adawiyah; Khilda Fithriyani
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v3i1.642

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengkaji konten (Isi) yang disajikan dalam Buku “Belajar Membaca dengan Mudah dan Menyenangkan” karya Tehty Ezokanzo menjadi mudah dan menyenangkan (2) Mengkaji aspek perkembangan anak usia dini yang terdapat didalam Buku “Belajar Membaca dengan Mudah dan Menyenangkan”. (3) Mengetahui unsur-unsur belajar membaca dengan mudah dan menyenangkan bagi anak usia dini. Metode Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis dan studi Pustaka. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, penelaahan, catat dan pengamatan yang difokuskan pada buku “Belajar Membaca dengan Mudah dan Menyenangkan” Karya Tethy Ezokanzo. Memilih buku untuk mengajari anak membaca sesuai dengan tumbuh kembang anak usia dini Penulis akan menggambarkan konten apa saya yang terdapat di dalam buku tersebut yang dipadukan dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa buku yang di analisis terdiri dari sampul buku yang menarik dengan visualisasi warna dan gambar yang mewakili isi dalam buku. Buku yang di peruntukan untuk anak usia dini agar dapat belajar membaca dengan mudah dan menyenangkan. Konten (isi) buku penuh dengan gambar dan setiap bunyi huruf memiliki warna yang berbeda-beda, yakni buku yang terdapat gambar dan aneka warna, karakter dari buku ini yaitu setiap bunyi huruf diberi warna yang berbeda sehingga membantu titian ingatan. di desain fullcolor yang dilengkapi petunjuk penggunaan untuk orang tua, guru atau orang dewasa. Buku ini disertai dengan kegiatan bermain, latihan, berimajinasi dan berkreasi melalui kegitan mewarnai, menulis, permainan roadmap dan gambar. Di dalam buku tersebut terdapat beberapa aspek perkembangan belajar anak usia dini diantaranya kognitf, motorik halus, bahasa dan seni. Bahwa buku ini memiliki kriteria buku anak usia dini yang menarik dan juga terdapat beberapa aspek perkembangan. Oleh karena itu, menurut peneliti buku ini direkomendasikan untuk anak usia dini usia 5-6 tahun. lebih bersifat stimulasi atau memberi rangsangan untuk membangkitkan daya tarik anak terhadap membaca pemulaKata Kunci : Membaca, Anak Usia Dini. Buku karya Tethy Ezokanzo
Logico Mathematical Learning Dalam Mengenal Angka 1-20 Melalui Permainan Balok Angka Pada Anak Usia Dini Siti Erma Maemunah; Farhatunnisa Farhatunnisa
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v3i1.638

Abstract

Mengenal angka bagi anak adalah pelajaran yang lebih menyulitkan. Sebagian besar guru menggunkaan metode pembelajaran klasikal, adapun media pembelajaran yang digunakan hanya Lembar Kerja Siswa LKS dan menulis yang ada di papan tulis, sehingga membuat anak tidak tertarik dalam kegiatan belajar berlangsung. Oleh karena itu banyak dari sebagian anak TK A kurang dalam mengenal angka 1-20. Maka dalam penelitian ini akan diupayakan peningkatan kemampuan mengenal angka 1-20 melalui Permainan Balok Angka pada Anak Usia Dini kelas A di TK Islam Miftahul Ula Cipanas, Lebak-Banten. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus yang masing-masing 2 kali pertemuan setiap siklusnya. Tahapan pada Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan peneliti terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data diantaranya observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil Penelitian Tindakan Kelas dan pembahasan yang telah dilakukan tingkat ketuntasan mengenal angka pada siklus I dan siklus II Siklus I sebeasr 39% (belum berkembang) dengan nilai rata-rata 69,75% (baik) dan siklus II sebesar 89 % (Berkembang Sesuai Harapan) dengan nilai rata-rata 89,51% (baik). Selain dari ketuntasan belajar, dapat dilihat dari observasi kegiatan guru dan siswa. Hasil dari observasi siklus I pertemuan pertama sebesar 73,21 (cukup) sedangkan siklus I pertemuan kedua sebesar 75,00 (cukup), siklus II pertemuan pertama sebesar 89,29 (baik) sedangkan siklus II pertemuan kedua sebesar 92,86 (sangat baik), Untuk observasi siswa pada siklus I pertemuan pertama sebesar 60,29 (cukup) sedangkan siklus II pertemuan kedua sebesar 61,76 (cukup), siklus II pertemuan pertama sebesar 83,82 (baik) sedangkan siklus II pertemuan kedua sebesar 86,76 (baik). Dengan demikian penggunaan balok angka bias meningkatkan kemampuan mengenal angka 1-20.Kata Kunci : Guru, Kemampuan Mengenal Angka, Permainan Balok Angka
Kemampuan Komunikasi Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Metode Bercerita Buku Bergambar Asrowi Asrowi; Fenty Fahriyani
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v3i1.639

Abstract

Salah satu tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana kemampuan komunikasi anak usia 4-5 tahun sebelum menggunakan metode bercerita buku bergambar di RA An-Najat II Lebak, Banten. Kemampuan komunikasi anak harus distimulus sejak dini, yaitu sejak usia prasekolah, yang selanjutnya anak memberikan ketrampilan kepada anak untuk berbahasa dan berkomunikasi dengan baik dan benar kepada semua orang menggunakan prinsip yang berpedoman pada perkembangan dan kesesuaian karakteristik anak. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan penelitian tindakan kelas (PTK) atau yang lebih dikenal dengan Class Room Research, dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi anak kelompok A di RA An-Najat II sesudah menggunakan metode bercerita buku bergambar mengalami peningkatan yaitu ”Berkembang Sesuai Harapan (BSH)”. Hal itu terbukti dari 10 anak kelompok A diRA An-Najat II, yang kemampuan berbicaranya mencapai kriteria berkembang sangat baik (BSB), 8 anak kemampuan berbicaranya berada pada kriteria mulai berkembang (MB) dan 2 anak.Kata kunci: Komunikasi anak usia dini, buku cerita.
Smart Parenting Dalam Mengasah Hafalan Al-Quran Anak Usia Dini Desri Yanti; Nawal Fauziyyah Al ‘Afuw
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v3i1.640

Abstract

Memperkenalkan Al-Qur’an pada anak usia dini merupakan langkah awal yang tepat dilakukan, dimana anak masih memiliki daya ingatan yang kuat sehingga mampu mengingat banyak informasi. Orang tua konsisten dalam melakukan bimbingan hafalan Al-Quran anak mampu mengasah hafalan Al-Quran anak usia dini. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan studi fenomenologi, karena desain ini merupakan pengungkapan terhadap pengalaman parenting pola asuh orang tua dalam mengasah hafalan anak usia dini. Pendekatan fenomenologi berhubungan dengan pemahaman tentang kehidupan keseharian. Pola asuh yang digunakan dalam mengasah hafal Al-Quran usia dini, yaitu pola asuh otoriter dan pola asuh demokratis. Strategi yang digunakan orang tua dalam mengasah hafalan Al-Quran anak usia dini yaitu membuat jadwal dalam menghafal, memberikan fasilitas pada anak, lingkungan yang mendukung, dan konsisten sesuai apa yang dijalani. Jenis pola asuh yang dapat mengembangkan kemampuan mengasah hafalan Al-Quran anak usia dini yaitu pola asuh otoriter orang tua menerapkan  keputusan tunggal terhadap apapun kegiatan anak termasuk dalam proses menghafal Al-Quran serta orang tua cenderung mempunyai target kepada anak yang anak wajib ikuti. Anak sudah distimulus sejak bayi oleh orang tuanya,sehingga apapun keputusan orang tua mereka ikutin tanpa mereka merasa terbebani dan pola asuh demokratis dimana dalam hal ini ketika anak sedang tidak bersemangat menghafal Al-Quran, maka mereka tidak akan memaksa anak dan akan memaklumi kondisi tersebut, lebih mengembangkan lagi pengetahun tentang pengasuhan anak. Orang tua semakin dikembangkan dan diberi wawasan tentang pengasuhan maka akan lebih mengetahui dan memahami cara mendidik anak-anak mereka di usia dini, Saat mengasah hafalan Al-Quran baiknya orang tua memperhatikan semua perkembangan anak bukan sekedar nilai agama moral tetapi perkembangan-perkembangan yang lainnya. menjadikan peneliti sebagai tolak ukur terhadap pola asuh anak yang baik, dan dalam menerapkan pola asuh yang baik agar bisa menciptakan smart parenting dalam pengasuhan tetap memperhatikan perkembang-perkembangan pada anak.Kata Kunci : Pengasuhan Cerdas, Hafalan Al-Quran, Anak Usia Dini
Pemanfaatan Water Bottle Recycling Pada Pembelajaran Anak Usia Dini Taman Kanak-Kanak Al-Hidayah Rangkasbitung, Lebak-Banten Lita Kurnia; Ana Khoeriah
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v3i1.641

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui sejauh mana anak dapat menjaga lingkungan dengan adanya Pemanfaatan Water Bottle Recycling Pada Pembelajaran Anak Usia Dini di TK Al-Hidayah. (2) Untuk mengetahui sejauh mana guru lebih kreatif dalam pengelolaan daur ulang sampah ini dapat menarik minat anak untuk melakukan pembelajaran. (3) Untuk mengetahui perkembangan kreatifitas anak dalam menciptakan karya yang dapat menarik dan bermanfaat. Metode penelitian ini menggunakan jenis metode deskriptif kualitatif yaitu suatu teknik yang menggambarkan dan menginterpretasikan arti data-data yang terkumpul dengan memberikan perhatian dan merekam sebanyak mungkin aspek situasi yang diteliti pada saat itu, sehingga memperoleh gambaran secara umum dan menyeluruh tentang keadaan sebenarnya. Pemerolehan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan wawancara yang difokuskan pada pemanfaatan Water Bottle Recycling pada pembelajaran anak usia dini. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Pemanfaatan Water Bottle Recycling dapat dijadikan sebagai Media pembelajaran yang dibuat dengan menggunakan botol air minum bekas yang didaur ulang dan dimanfaatkan menjadi media pembelajaran atau alat permainan edukatif (APE). Dalam penggunaan media hasil dari Pemanfaatan Water Bottle Recycling peneliti menemukan bahwa penggunaan media ini dapat mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak di TK Al-Hidayah seperti pada aspek nilai agama dan moral, kognitif, fisik motorik, seni, sosial emosional dan seni. Sedangkan pada aspek perkembangan belajar anak usia dini di TK Al-Hidayah pada media hasil Water Bottle Recycling seperti Media Pot Tanaman, Media Pesawat Mainan dan Media Hiasan Jendela, menunjukan bahwa perkembangan anak usia dini di TK Al-Hidayah lebih banyak berada pada penilaian Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB).Kata Kunci : Water Bottle Recycling, Pembelajaran Anak Usia Dini
Kaidah Dan Faidah Al-Qasam (Sumpah) Dalam Al-Qur’an Nurul Huda
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v3i1.669

Abstract

Manna’ Khalil al-Qatthan membagi faidah qasam berdasarkan mukhathab-nya menjadi tiga kategori; mukhathab khali al-dhihn, mukhathab mutaraddid, dan mukhathab munkir. Bagi mukhathab jenis pertama (khali al-dhihn), yaitu orang yang hatinya masih netral (tidak yakin dan tidak mengingkari), maka al-qasam tidak terlalu dibutuhkan, karena padanya cukup diajukan kalam ibtida’i (berita tanpa taukid atau sumpah). Untuk mukhathab kategori kedua (mutaraddid), yang hatinya diselimuti keragu-raguan terhadap ada tidaknya kebenaran, maka padanya perlu diajukan penguat (taukid atau sumpah) yang biasa disebut thalabi (kalimat bertaukid) untuk mensirnakan keragu-raguannya. Dan mukhathab kategori ketiga (munkir), yang menolak berita kebenaran, maka padanya wajib diberi penguat atau sumpah, supaya keingkarannya lenyap. Penguat ini disesuaikan dengan kadar keingkarannya, baik lemah maupun kuat. Biasanya, model penguat seperti ini disebut inkari (berita yang diperkuat sesuai kadar keingkarannya). Kata kunci: al-qasam, fi’l al-qasam, muqsam ‘alaih, muqsam bih, adawat al-qasam. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6