cover
Contact Name
puryantoro
Contact Email
agribiosjurnal@gmail.com
Phone
+6285258422060
Journal Mail Official
agribiosjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian - Kampus 2 Universitas Abdurachman Saleh Jl. Baluran - Sumberkolak, Situbondo Jawa timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Agribios
ISSN : 02150638     EISSN : 27237044     DOI : https://doi.org/10.36841/agribios.v18i2
AgriBios melingkupi semua aspek dalam disiplin ilmu pertanian yang meliputi: Agribisnis Agronomi Teknologi Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan Teknologi Hasil Pangan
Articles 266 Documents
Kajian Pemasaran dan Nilai Tambah pada Agroindustri Tempe Sumber Mas di Kabupaten Jember Fefi Nurdiana Widjayanti; Trias Setyowati
AGRIBIOS Vol 24 No 01 (2026): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v24i01.8056

Abstract

Adanya kenaikan harga kedelai, produksi harus tetap dilakukan agar usaha tempe mendapatkan keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai tambah dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemasaran serta strategi pengembangan agroindustri tempe Sumber Mas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan dengan analisis data (1) analisis nilai tambah (2) analisis SWOT (3) analisis strategi pengembangan. Hasil penelitian yaitu (1) Analisis nilai tambah, pengolahan kedelai menjadi tempe tergolong dalam kategori rendah yaitu dibawah 40%, secara signifikan meningkatkan keuntungan perusahaan namun tidak terlalu tinggi. (2) Faktor Kekuatan (2a1) Pengusaha memiliki pengalaman yang cukup lama (2a2) Produk tempe memiliki tampilan yang lebih putih dan bersih (2a3) Produk cukup diminati semua (2a4) Pemasaran produk tempe sudah sampai ke daerah lain. Faktor Kelemahan (2a5) Kemasan menggunakan pembungkus yang masih sederhana (2a6) Promosi yang masih terbatas. Faktor Peluang (2b1)Produk sudah cukup dikenal di beberapa kecamatan di Kabupaten Jember (2b2) Produk mampu bersaing dengan produk sejenis (2b3) Pasar untuk pemasaran tempe Sumber Mas ini masih sangat terbuka luas Faktor Ancaman (2b3) Banyaknya pesaing dari produk sejenis (2b4) Keterbatasan informasi pasar oleh produsen.(3) Strategi Pengembanga (3a) Mempertahankan pasar yang sudah ada dan mencari pasar yang baru (3b) Mempertahankan mutu produk, agar konsumen tetap memilih produk. (3c) Mencari alternatif saluran pemasaran.
Strategi Peningkatan Kinerja Penyuluh Pertanian di Kabupaten Gorontalo Utara Putri Muhriyanti Nai; Mahludin Baruwadi; St Aisyah R
AGRIBIOS Vol 24 No 01 (2026): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v24i01.7251

Abstract

Kabupaten Gorontalo Utara memiliki potensi tanaman pangan, namun keterbatasan sarana, SDM, dan teknologi membuat hasilnya belum optimal. Sebagai aktor utama pembangunan pertanian, kinerja penyuluh perlu ditingkatkan melalui strategi yang tepat. Penelitian ini menggunakan SWOT dan QSPM dengan 10 informan kunci untuk mengidentifikasi faktor internal-eksternal dan memprioritaskan strategi. Hasilnya, kekuatan utama ada pada peran BPP, sementara kelemahan terbesar ketidakmerataan pendidikan penyuluh. Strategi ditempatkan pada kuadran agresif dengan prioritas S-O, melalui peningkatan kapasitas berbasis teknologi, optimalisasi BPP, dan sinergi penyuluh–petani, didukung pendidikan, infrastruktur, rekrutmen penyuluh muda, serta digitalisasi, guna membangun sistem penyuluhan profesional, adaptif, berbasis data, dan partisipatif
The Strategi Pengembangan Kopi Arabika Varian Red Wine di Desa Kayumas Kabupaten Situbondo Tria Damayanti; Sulistyaningsih Sulistyaningsih; Gema Iftitah Anugerah Yekti
AGRIBIOS Vol 24 No 01 (2026): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v24i01.7976

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memegang peranan penting sebagai produk ekspor. Varian kopi arabika yang mulai menarik perhatian pasar adalah kopi arabica dengan varian red wine. Kopi ini diproduksi oleh UD. Bintang Terang Jaya sebagai ide kreasi terbaru dalam memvariasikan kopi Arabica di desa Kayumas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis prospek pengembangan dan merumuskan strategi yang tepat untuk mengembangkan kopi arabika varian red wine. Penelitian ini dilakukuan dengan bantuan key informan untuk pengumpulan data. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan analisis SWOT, diperoleh nilai skor IFAS (3,20) dan EFAS (2,76) yang kemudian dianalisis menggunakan Matriks IE menunjukkan posisi perusahaan berada di Kuadran IV yang menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kekuatan internal yang kuat namun menghadapi tantangan eksternal yang cukup besar. Sementara itu, analisis matriks grand strategy menunjukkan posisi perusahaan berada pada Kuadran II yaitu posisi dengan kekuatan internal tinggi namun menghadapi ancaman eksternal yang cukup besar. Strategi yang sesuai untuk pengembangan kopi arabika varian red wine yaitu dengan menerapkan strategi pertumbuhan dan pengembangan (Grow & Build Strategy) melalui pendekatan diversifikasi produk dan penguatan pasar.
Kearifan Lokal Dalam Pengelolaan Padi Sebagai Strategi Kemandirian Pangan Masyarakat Adat Baduy Mas Adi Chandra Damamora; Aris Supriyo Wibowo; Siti Widiati; Mirajiani Mirajiani; Tatang Sutisna
AGRIBIOS Vol 24 No 01 (2026): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v24i01.8128

Abstract

This study aims to analyze the role of local wisdom in managing rice commodities to achieve food self-sufficiency in the Baduy Indigenous community and its relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs). The study employed a qualitative descriptive approach supported by simple quantitative analysis through the calculation of the Food Self-Sufficiency Index (KP). The research was conducted in Kanekes Village, Leuwidamar District, Lebak Regency, Banten Province using purposive sampling of five respondents representing Inner and Outer Baduy farmers. Data were collected through interviews, observation, and documentation. The results show that the huma farming system combined with rice storage in traditional granaries (leuit) is able to maintain household food availability sustainably. The average rice production reached 510 kg per household per year, while average consumption was 444 kg per year, resulting in a Food Self-Sufficiency Index of 1.13 indicating surplus conditions. The huma–leuit system reflects local wisdom that maintains ecological balance while strengthening community food security. These practices are aligned with SDGs 2 (Zero Hunger), SDGs 12 (Responsible Consumption and Production), and SDGs 15 (Life on Land).
Analisis Pengaruh Badan Hukum, Sosial Ekonomi dan Inovasi Produk pada Wisata Edukasi Berbasis Konservasi Berkelanjutan di Kelompok Tani Hutan Panderman Kota Batu Bekti Nur Utami; Dwi Khonitan
AGRIBIOS Vol 24 No 01 (2026): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v24i01.7823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh badan hukum, sosial ekonomi, dan inovasi produk terhadap wisata edukasi berkelanjutan di Kelompok Tani Hutan (KTH) Panderman, Batu, Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik sensus terhadap 50 anggota KTH. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi produk merupakan variabel paling dominan (β = 0,668; p = 0,000) yang tercermin dari pengembangan produk olahan madu, minyak atsiri, jamu herbal, dan tepung porang. Badan hukum juga berpengaruh signifikan (β = 0,327; p = 0,000) dengan memfasilitasi akses permodalan dan bantuan pemerintah. Secara keseluruhan, model yang dibangun memiliki nilai R Square sebesar 0,965 yang menunjukkan bahwa 96,5% variasi wisata edukasi berkelanjutan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kelembagaan melalui badan hukum dan pengembangan inovasi produk merupakan strategi kunci dalam mewujudkan wisata edukasi berkelanjutan. Implikasi praktisnya adalah perlunya fokus pada pengembangan produk berbasis potensi lokal dan penguatan kapasitas kelembagaan secara berkelanjutan.
Persepsi Petani Terhadap Manfaat Urban Farming di Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta Eska Stefani; Artita Devi Maharani; Nanang Kusuma Mawardi
AGRIBIOS Vol 24 No 01 (2026): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v24i01.7030

Abstract

Kota Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar dan tempat destinasi wisata populer membuat kota ini mengalami alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian. Hal ini membuat pertanian perkotaan menjadi salah satu pilihan untuk menjaga ketahanan pangan. Urban farming atau pertanian perkotaan semakin berkembang sebagai solusi terhadap keterbatasan lahan pertanian di daerah urban. Di Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, urban farming telah diterapkan oleh sebagai alternatif dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi. Tujuan penelitian ini mengkaji persepsi petani mengenai manfaat urban farming untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan. Namun penerapan urban farming di Kecamatan Umbulharjo masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan lahan kurangnya akses terhadap teknologi pertanian modern, serta rendahnya pemahaman masyarakat mengenai manfaat yang dapat diperoleh. Persepsi petani terhadap urban farming menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program ini, karena pandangan petani akan menentukan sejauh mana teknologi ini diterima dan diterapkan dalam skala lebih luas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan skala likert (1-4) untuk menilai persepsi petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden sangat setuju bahwa urban farming memberikan manfaat sosial dan berada pada kategori setuju untuk manfaat ekonomi dan lingkungan.