cover
Contact Name
puryantoro
Contact Email
agribiosjurnal@gmail.com
Phone
+6285258422060
Journal Mail Official
agribiosjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian - Kampus 2 Universitas Abdurachman Saleh Jl. Baluran - Sumberkolak, Situbondo Jawa timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Agribios
ISSN : 02150638     EISSN : 27237044     DOI : https://doi.org/10.36841/agribios.v18i2
AgriBios melingkupi semua aspek dalam disiplin ilmu pertanian yang meliputi: Agribisnis Agronomi Teknologi Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan Teknologi Hasil Pangan
Articles 246 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DAYA MINAT MENJADI BURUH TANI BUDIDAYA KEDELAI EDAMAME PADA PT MITRATANI DUA TUJUH Sholihah, Wardatus; Hadi, Syamsul; Aulia, Anisa Nurina
AGRIBIOS Vol 23 No 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i1.6024

Abstract

Kabupaten jember, dengan populasi penduduk yang besar, menghadapi tantangan serius dalam sektor ketenagakerjaan, terutama dalam bidang pertanian. Salah satu masalah utama yaitu menurunya minat masyarakat untuk bekerja menjadi buruh tani. Kontribusi ini terlihat baik secara langsung, seperti dalam sosial ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan pertisipasi tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengerahui mengkaji usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status perkawinan, jumlah keluarga, tingkat upah dan HKO (hari kerja orang) terhadap keputusan individu dalam memilih untuk berkerja menjadi buruh tani atau tidak. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Responden berasal dari buruh tani. Analisis yang diterapkan dalam penelitian ini dalah metode regresi logistik biner. Temuan yang diperoleh mengungkapkan bahwa upah memiliki pengaruh yang signifikan dan negatif terhadap keputusan individu untuk berminat. Sementara itu jenis kelamin, tingkat pendidikan, status perkawinan, jumlah keluarga, tingkat upah dan HKO (hari kerja orang) berpengaruh singnifikan dan positif untuk minat dan tidak berminat. Usia tenaga kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ketertarikan untuk berkarier di sektor pertanian. Oleh karena itu, PT Mitratani Dua Tujuh disarankan untuk memperhatikan faktor usia dengan memberikan insentif atau fasilitas kerja yang sesuai dengan kebutuhan fisik dan pengalaman tenaga kerja. Langkah ini tidak hanya mendorong partisipasi tenaga kerja, tetapi juga dapat menarik buruh tani yang lebih muda untuk bergabung dengan perusahaan. Tenaga kerja muda yang menunjukkan dedikasi tinggi akan diprioritaskan untuk direkrut sebagai karyawan tetap di lapangan.
STRATEGI PENINGKATAN MINAT BURUH TANI UNTUK BEKERJA DI PT MITRATANI DUA TUJUH Sinadha, Fenty Rosa; Hadi, Syamsul; Aulia, Anisa Nurina
AGRIBIOS Vol 23 No 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i1.6031

Abstract

Perusahaan PT Mitratani Dua Tujuh mengalami penurunan minat buruh tani untuk bekerja dalam proses budidaya atau proses produksi, dan upaya meningkatkan minat buruh tani untuk bekerja di PT Mitratani Dua Tujuh adalah dengan menggunakan strategi yang efektif. Kualitas buruh tani dipengaruhi dapat oleh faktor usia dan pendidikan yang dimiliki buruh tani. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi berdasarkan analisis dari faktor internal dan eksternal perusahaan. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Responden pada penelitian ini ialah manajer wilayah PT Mitratani Dua Tujuh, asisten manajer (mandor), asisten mandor (lokal), dan ketua buruh tani. Berdasarkan analisis SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS menunjukan bahwa PT Mitratani Dua Tujuh terletak pada kuadran I, hal tersebut menunjukan bahwa strategi alternatif yang baik untuk diterapkan adalah strategi SO (Strenght, Opportunity). Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode QSPM dalam menentukan strategi prioritas yang baik untuk diterapkan oleh perusahaan sesuai peringkat dalam QSPM adalah strategi SO yang ketiga yaitu, Mengoptimalkan upah buruh tani agar buruh tani mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga dapat menarik minat masyarakat untuk bekerja sebagai buruh tani di PT Mitratani Dua Tujuh.
PEMENUHAN KEBUTUHAN PANGAN BERAS PASCA PEMINDAHAN IBU KOTA NEGARA DI KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA Mursidah, Mursidah; Laily Ramadhan, M Rizky; Suriaatmaja, Muhammad Erwan
AGRIBIOS Vol 23 No 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i1.6185

Abstract

The relocation of Indonesia's capital city from Jakarta to East Kalimantan has various significant impacts, particularly on food supply, especially rice, in Penajam Paser Utara Regency. Rice is a strategic food commodity with high political, economic, and social value. This study aims were to analyzed the factors affecting rice availability and the impact of the capital relocation on rice food supply in Penajam Paser Utara Regency.The research was using a purposive sampling method to collect data from various sources, including the Central Bureau of Statistics and the Department of Agriculture of Penajam Paser Utara Regency. The data used includes population projections, land area, and rice production from 2019 to 2035. Simulations using a systems dynamics approach were conducted with Vensim software to predict rice availability and demand.The study indicated that the relocation of the capital city will lead to a significant population increase in Penajam Paser Utara Regency. The surge in population due to migration will lead to higher rice consumption, while land conversion will reduce the available area for rice production. Factors such as harvested area, productivity, and post-harvest efficiency also play a role in rice availability. It is projected that by 2025, there will be a deficit of 9,067 tons, with continued impact until 2035, where production will not be able to keep up with the increasing consumption. Without appropriate policy interventions to boost production through the development of agricultural infrastructure, farmer empowerment, and diversification of food sources, Penajam Paser Utara Regency is at risk of experiencing a food crisis, inflation that could threaten economic stability, and future food security.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REGENERASI PETANI DI KECAMATAN PERBAUNGAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI pane, dona syahraina; Efendi, Ihsan; Hasibuan, Syahbudin
AGRIBIOS Vol 23 No 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i1.6110

Abstract

Pertanian merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan, namun belum didukung oleh sumberdaya manusia yang memadai bahkan cenderung mengalami penurunan minat (degenerasi) karena pendapatan sektor pertanian yang kurang menjanjikan. Jumlah produktivitas pertanian pada dua tahun terakhir cenderung menurun, ini merupakan dampak dari jumlah tenaga kerja muda pertanian yang berkurang. tenaga kerja muda pertanian ini memilih berpindah ke perkotaan untuk mendapatkan upah yang lebih tinggi.Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi, lingkungan, dukungan pemerintah dan minat terhadap regenerasi petani di daerah kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survey melalui wawancara langsung terhadap responden dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner untuk mengumpulkan data. Persepsi pada bidang pertanian, motivasi, lingkungan alam merupakan faktor internal yang berpengaruh positif dan siginifikan terhadap minat generasi muda, namun faktor eksternal yaitu pengaruh lingkungan sosial dan dukungan pemerintah tidak signifikan terhadap minat generasi muda
KAJIAN SOSIAL EKONOMI PETANI KOPI ARABIKA KELURAHAN AGUNG LAWANGAN KECAMATAN DEMPO UTARA KOTA PAGAR ALAM iswarini, Harniatun; Afriyatna, Sisvaberti; Ardina Ningrum, Puri Pratami; Apriani, Novi; Habibi, Nur I.E.
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.6177

Abstract

The purpose of this study is to examine the socioeconomic status of the Arabika coffee industry in Agung Lawangan district in Pagaralam city. This research is a study cualitative that uses purposive sampling. Data is gathered by observation. The results of the social and economic analysis of education indicate that the average of education for coffe farmer arabika education farmer has the ability to understand complex information such as the price of kopi arabika, government subsidy programs, technical assistance, and follow in the classroom to increase production, reduce risk, and minimize losses due to fluctuations in prices, bad weather, or other pest. Family Responsibillity coffe farmer arabika has five people, as well as the responsibillity in the largest category, can be used to reduce the dependence worker from the outside family activities. It is possible to reduce the cost of labor and maybe increase earnings. Arabica coffee farmer working hours varies since only two petani do not have sampingan usahatani, while five other respondents, in addition to focusing on arabica coffe, also devoted time to farming and the others. On the other hand, income In Kelurahan Agung Lawangan, in Pagaralam city arabica farmer is included in the category of mid. Income If the minimum wage regional (UMR) value in Pagaralam city is Rp 3.456.874, then the farmer coffe arabica pay is higher than that of Palembang minimum wage (UMP) Pagralam city, and it can be said that it has better access to public services like health and education
MANAJEMEN PRODUKSI PRODUK MAKANAN ”ROLLIE SNACK” (STUDI KASUS UMKM CEMILAN KITA DI KOTA MAKASSAR) Nurliani, Nurliani; Has, Nur Alfiani; Sabahannur, St.; Rahbiah, Sitti
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.7019

Abstract

Production management is an activity to organize and coordinate the use of human resources, tools and materials, effectively and efficiently to create and increase the usefulness of a good or service. The phenomenon of entrepreneurial development, now many entrepreneurs choose the culinary business compared to other businesses because humans need food ingredients at all times. Spring roll skin is a thin sheet made from wheat flour, water, salt and eggs. Rollie Snack is a food ingredient made from spring roll skin. Rollie Snack has product characteristics with a sweet and spicy taste, on the outside it has a crispy and soft texture. The purpose of this study is to describe the production process of Rollie Snack, identify product variants, prices, sales volume of Rollie Snack and analyze management functions (planning, organizing, implementing, and controlling). Rollie Snack business activities are centered in a production house in Panakkukang District, Makassar City, South Sulawesi. This business activity has been going on for 2 (two) years. The results of the study show that the Snacks MSME has implemented production management according to the business plan. The production process goes through several stages, namely forming spring roll skins, drying the skins, frying, making chocolate, vanilla, green tea, and spicy lime leaf flavor variants and mixing spring roll skins with flavor variants. Finally, it produces "Rollie Snack" products with four flavor variants, namely chocolate, vanilla, green tea, and spicy lime leaf.
CONSUMER’S WILLINGNESS TO PAY FOR ORGANIC RICE: A CONTINGENT VALUATION METHOD SURVEY IN GRESIK Azzahra, Nur Azizah; Rizkiyah, Noor; Fitriana, Nisa Hafi Idhoh
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.6225

Abstract

The advancement of science and technology has contributed to an increased consumer awareness regarding the importance of adopting a healthy lifestyle. Currently, trend towards healthier living is developing among consumers, with a growing interest in organic products, such as rice. Despite the rising awareness of healthy food, the high price of organic products often affect the consumers in consuming organic rice. Furthermore, the limited availability of organic rice also plays a significant role in restricting its consumption. This study was conducted to estimate consumers' WTP for organic rice. Through WTP analysis, this research endeavors to measure the extent to which consumers are willing to pay a premium for organic rice. The research was carried out at Superindo in Gresik, involving 51 respondents The research data were analyzed using the CVM. Three types of rice were subjected to WTP analysis: white organic rice, brown organic rice, and black organic rice. The WTP values for white, brown, and black organic rice were obtained as follows: Rp. 38,315.5/kg, Rp. 42,069/kg, and Rp. 49,463/kg, respectively. The differences in consumers' WTP for white, brown, and black organic rice are generally influenced by consumers' perceptions of the health benefits associated with each type of rice.
STRATEGI PEMASARAN ONLINE DAN OFFLINE USAHA CEMILAN MELALUI IMPLEMENTASI BUSINESS PLAN Nurliani, Nurliani; Khaerunnisa, Anni; Sabahannur, St.; Rahbiah, Sitti
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.7020

Abstract

Marketing is a company's function of creating, communicating, and delivering value to customers in order to manage mutually beneficial customer relationships. Entrepreneurship in the culinary sector holds great promise for a region's economic growth by creating jobs and increasing its competitiveness. Snack businesses offer good prospects for development because they don't require large capital but offer high demand. This study aims to describe online and offline product marketing and formulate a marketing mix strategy (product, price, promotion, and distribution) to increase sales volume. This research is a case study of a home industry in Makassar City, as part of the implementation of a business plan. The results show that during snack product marketing activities, the company focused on using online marketing strategies through social media platforms such as Instagram, WhatsApp, and Facebook. Online marketing successfully reached a wider consumer base, built the brand, and presented the product with attractive visual content. Digital product, pricing, distribution, and promotion strategies were implemented through discounts and free shipping. Offline marketing utilized word-of-mouth and recommendations from colleagues/friends, who served as sources of information for consumers.
KINERJA SISTEM AGRIBISNIS PADI SEMI ORGANIK DI KECAMATAN SEPUTIH RAMAN KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Mubarok, Muhammad Rizqi; Lestari, Dyah Aring Hepiana; Firdasari, Firdasari
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.6449

Abstract

Studi ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis bagaimana kinerja sistem agribisnis padi semi organik yang diterapkan di Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah. Penilaian kinerja sistem agribisnis padi semi organik mencakup beberapa subsistem, yaitu pengadaan sarana produksi, usahatani, pengolahan, pemasaran, serta jasa layanan penunjang. Pelaksanaan studi berlangsung selama periode September hingga Desember 2024. Metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dengan partisipasi 40 petani yang menjadi anggota dan mitra Perkumpulan Poktan (PP) Gapsera Sejahtera Mandiri, pengelola pabrik penggilingan dan pedagang pengecer. Metode yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah indeks sistem agribisnis. Berdasarkan temuan penelitian, kinerja sistem agribisnis padi semi organik di Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, sudah berjalan baik, dengan skor 12,64 dari skor maksimal 16,40 (77,11%). Kinerja sistem agribisnis padi semi organik ini telah menunjukkan kinerja yang baik pada beberapa subsistem, yaitu pengadaan sarana produksi, usahatani, pengolahan, dan jasa layanan penunjang, tetapi kinerja subsistem pemasaran dinilai masih belum baik.
PENGARUH KONSUMSI ROKOK TERHADAP KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI DI DESA KEDUNGDOWO KECAMATAN ARJASA KABUPATEN SITUBONDO Nurur Rahman, Lula Daihuda; Anugerah Yekti, Gema Iftitah; Untari, Wiwik Sri
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.5947

Abstract

Ketahanan pangan rumah tangga di Indonesia merupakan isu penting yang berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi rumah tangga dengan pendapatan rendah. Salah satu faktor yang dapat memperburuk ketahanan pangan adalah kebiasaan konsumsi rokok, yang sering kali mengalihkan anggaran rumah tangga dari kebutuhan pangan ke konsumsi rokok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsumsi rokok terhadap ketahanan pangan rumah tangga petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive. Sampel penelitian terdiri dari 30 orang petani yang merokok, yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara (in-depth interview) dengan menggunakan kuisioner food recall untuk memperoleh data terkait pola konsumsi pangan dan pengeluaran rumah tangga Analisis ketahanan pangan meliputi tiga indikator utama, yaitu: (1) proporsi pengeluaran pangan terhadap pengeluaran total rumah tangga, (2) angka kecukupan gizi yang mencakup total asupan rumah tangga dibandingkan dengan rekomendasi kecukupan energi, dan (3) tingkat kecukupan energi dalam konsumsi pangan rumah tangga. Berdasarkan analisis ini, ditemukan bahwa sebagian besar rumah tangga petani di Desa Kedungdowo mengalami kerawanan pangan. Hasil analisis ketahanan pangan menunjukkan bahwa 26,7% rumah tangga petani dalam kondisi tahan pangan, 46,6% rumah tangga petani berada dalam kondisi krisis pangan dan 26,7% rumah tangga petani berada dalam kondisi rentan pangan. Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa konsumsi rokok berpengaruh positif terhadap proporsi pengeluaran pangan rumah tangga. Temuan ini mengindikasikan bahwa setiap kenaikan pengeluaran untuk konsumsi rokok sebesar Rp 1 akan mengurangi proporsi pengeluaran pangan sebesar Rp 2.461.