cover
Contact Name
puryantoro
Contact Email
agribiosjurnal@gmail.com
Phone
+6285258422060
Journal Mail Official
agribiosjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian - Kampus 2 Universitas Abdurachman Saleh Jl. Baluran - Sumberkolak, Situbondo Jawa timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Agribios
ISSN : 02150638     EISSN : 27237044     DOI : https://doi.org/10.36841/agribios.v18i2
AgriBios melingkupi semua aspek dalam disiplin ilmu pertanian yang meliputi: Agribisnis Agronomi Teknologi Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan Teknologi Hasil Pangan
Articles 246 Documents
DETERMINAN PRODUKSI DAN PEMASARAN KOPI ARABIKA DI KABUPATEN KARO Alqindi, Muhammad Iqbal; Kuswardani, Retna Astuti; Simanullang, Endang Sari
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.6662

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis berbagai faktor yang berpengaruh terhadap tingkat determinan produksi petani kopi arabika di wilayah Karo, Sumatera Utara. Faktor-faktor yang dianalisis meliputi varietas kopi, tinggi tempat penanaman, manajemen perkebunan, teknik panen seta penyimpanan, pengolahan dan penyortiran. Metode yang digunakan dalam penelitian regresi linier, uji validitas dan uji realibitas. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini dilakukan ekplanatory survey dengan kusioner yang terdiri dari 3 kelompok tani di masing-masing Kabupaten yang berjumlah 175 sampel yang semuanya merupakan petani kopi di wilayah yang menjadi objek penelitian. Serta 20 orang pedagang pengepul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari lima faktor determinan produksi yang dianalisis, varietas kopi memiliki pengaruh yang signifikan dan nyata terhadap determinan produksi kopi. Selain varietas kopi, faktor-faktor lain seperti tinggi tempat penanaman, manajemen perkebunan, teknik panen seta penyimpanan, pengolahan dan penyortiran. juga berpengaruh terhadap determinan produksi.
PENGUKURAN KINERJA PEMASARAN PRODUK CHICKENESIA (STUDI KASUS PADA PT. BINTANG AZKI ABADI) Nurliani, Nurliani; Nurfanizah, Nurfanizah; Ilsan, Mais
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.6797

Abstract

Marketing performance is the output of all efforts and marketing strategies that have been carried out by entrepreneurs. Knowing the marketing strategy and performance, will be very useful as a basis for evaluation and business development in the future. This study aims to: 1) analyzing the marketing performance of Chickenesia frozen crispy chicken products in Makassar City and 2) evaluating the marketing performance of Chickenesia frozen crispy chicken products. The approach method uses experiential learning method. Quantitative descriptive data analysis based on entrepreneurial prototypes to describe marketing performance. The results showed that the measurement of marketing performance using marketing metrics. Marketing costs in the January-March 2025 period, amounted to Rp 1,152,750, a profitability value of Rp 376,900, and the highest return on sales value in the super special package, which is 90%. The development of marketing strategies through business-to-consumer (B2C) and business-to-business (B2B) approaches has given positive results to sales turnover, because it is able to reach all consumer segments that are the target market. Entrepreneurship activities provide benefits for the development of the ability to analyze markets and competitors, soft skills development, and communication skills.
ANALISIS RISIKO PENGELOLAAN DAN KEUANGAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHATANI TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUMMILL) DI KECAMATAN BERASTAGI KABUPATEN KARO PROVINSI SUMATERA UTARA Marleni, Marleni; Martial, Tri; Hasibuan, Syahbudin
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.6267

Abstract

Agriculture plays an important role in the economic development of rural communities because most community members in Indonesia depend on the agricultural sector. The agricultural sector until now, still gets the main priority in driving development. With the development of horticulture in vegetable commodities, there is an increase in public concern for health. Tomato production often fluctuates and the main factor that causes a decrease and fluctuation in tomato production is due to high production risk factors, besides that farmers also have financial problems that have an impact on farm income. The purpose of this study was to determine the production and financial risks to tomato farm income in Berastagi District, Karo Regency. The research method combines qualitative and quantitative approaches reinforced by taking questionnaires to farmers using structural equation modelling data analysis with 57 farmers. The results showed that production risk had a moderate effect on tomato farm income and finance had a large effect on tomato farm income.
THE ANALISIS SUPPLY CHAIN BERAS ORGANIK DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Cemda, Abdul Rahman; Pirngadi, Rahmat Suryanto; Laksa, Liona
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.6531

Abstract

Serdang Bedagai is the largest organic rice producing district in Sumatra Utara. The largest producer of organic rice in North Sumatra Province, the increase in production of organic rice in Serdang Bedagai Regency is directly proportional to the increase in organic rice land area. Increased consumer demand for organic rice does not mean that farmers get greater profits, because there are several market players in the process of distributing organic rice to consumers. The purpose of this study is to determine the pattern of marketing marketing channels, marketing functions, profit margins received by each marketing actor as well as Farmer's Share. and Farmer's Share of the organic rice supply chain in Serdang Bedagai Regency. This research uses a descriptive qualitative analysis approach with a snowball sampling method. The results of this study found that there are four patterns of organic rice marketing channels in Serdang Bedagai Regency. The functions of organic rice marketing institutions in Serdang Bedagai Regency consist of the functions of buying, selling, drying, milling, weighing, packaging and transport. In channel 1 there is no marketing margin, because farmers directly sell organic rice to consumers with the Farmer's, share value of 100%. In marketing channel 2, the marketing margin of Rp. 7,000/Kg with a Farmer's Share value of 48.1%. In marketing channel 3, the marketing margin is Rp. 2,500/Kg with a Farmer's Share value of Share value of 40.6%, and in marketing channel 4 the marketing margin is Rp. 4,500/Kg with a Farmer's Share value of 36.1%.
ADOPSI TEKNOLOGI DIGITAL PADA UMKM PEMULA DI KABUPATEN CILACAP: PENGARUH GENDER TERHADAP AKSES, PENGGUNAAN, DAN KEBERLANJUTAN Pujiyanto, Muhammad Aris; Cahyaningsing, Anggi Fitria; Setyorini, Fitri Adi; Pramono, Taufik Budhi; Satriani, Ratna; Wijayanti, Nur
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.7017

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adopsi teknologi digital pada UMKM pemula di Kabupaten Cilacap, dengan fokus pada pengaruh gender terhadap tiga aspek utama: akses, penggunaan, dan keberlanjutan teknologi. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional, penelitian ini melibatkan 50 responden yang terdiri dari 25 pelaku usaha laki-laki dan 25 pelaku usaha perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses terhadap teknologi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap adopsi teknologi digital (p = 0,000), sementara penggunaan teknologi tidak menunjukkan pengaruh signifikan (p = 0,552), yang mencerminkan bahwa meskipun UMKM telah memanfaatkan teknologi, pemanfaatannya belum mendalam atau strategis. Keberlanjutan bisnis menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan (p = 0,018), menandakan bahwa UMKM yang lebih fokus pada stabilitas dan keberlanjutan usaha lebih berhati-hati dalam mengadopsi teknologi disruptif. Penelitian ini juga mengungkapkan adanya ketimpangan gender dalam hal akses teknologi, di mana perempuan UMKM lebih terbatas dalam memanfaatkan teknologi dibandingkan laki-laki, khususnya terkait dengan waktu, infrastruktur, dan peran domestik. Oleh karena itu, strategi digitalisasi yang inklusif dan sensitif terhadap gender sangat diperlukan untuk mengurangi kesenjangan digital, terutama bagi UMKM perempuan. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk merumuskan kebijakan dan program intervensi yang dapat memperkuat adopsi teknologi digital secara lebih merata dan berkelanjutan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing UMKM di Kabupaten Cilacap.
PENGUKURAN INDEKS PEMBANGUNAN PERKEBUNAN DI JAWA TIMUR DENGAN PENDEKATAN INDEKS KOMPOSIT DAN ANALISIS FAKTOR Lingga Putra, Corry Wastu; Hidayat, Syarif Imam; Winarno, Sri Tjondro
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.6690

Abstract

Perkebunan merupakan sektor strategis dalam pembangunan ekonomi pedesaan di Provinsi Jawa Timur, namun capaian pembangunannya belum merata antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pembangunan perkebunan secara komprehensif melalui pembentukan Indeks Pembangunan Perkebunan (IPP). Penelitian menggunakan delapan indikator yang mewakili dua dimensi utama: usaha perkebunan dan penyuluhan. Data diperoleh dari Sensus Pertanian 2023 Tahap II serta Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah analisis faktor dengan pendekatan Principal Component Analysis (PCA) dan rotasi varimax untuk mereduksi indikator dan membentuk struktur faktor. Dua faktor utama terbentuk dan menjelaskan 82,979% variasi data, masing-masing diberi bobot berdasarkan proporsi varians: faktor usaha (0,571) dan faktor penyuluhan (0,429). Hasil IPP menunjukkan ketimpangan pembangunan antar kabupaten, dengan Malang dan Sumenep pada kategori sangat tinggi, sementara Bangkalan dan Sidoarjo pada kategori sangat rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa selain aspek produksi, keberhasilan pembangunan perkebunan juga sangat ditentukan oleh dukungan kelembagaan dan penyuluhan. IPP yang dikembangkan dapat dijadikan alat bantu dalam perumusan kebijakan pembangunan perkebunan berbasis data dan kontekstual wilayah.
PERSEPSI ANAK PETANI TERHADAP PROFESI PETANI SEMANGKA DI KECAMATAN PUGER KABUPATEN JEMBER Subekti, Sri; Dewi, Sutan Cadena Kusuma; Sudarko, Sudarko
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.6753

Abstract

Krisis regenerasi petani menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan sektor pertanian di Indonesia, termasuk di Kabupaten Jember sebagai sentra produksi semangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi anak petani terhadap profesi petani semangka dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya di Kecamatan Puger. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik survei melalui kuesioner kepada 75 anak petani berusia 21–25 tahun yang belum terjun dalam bidang pertanian. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi negatif terhadap profesi petani semangka yang dianggap tidak menjanjikan secara ekonomi, kurang bergengsi, dan memiliki beban kerja fisik yang tinggi. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi anak petani meliputi usia, pendidikan, dukungan keluarga, motivasi berprestasi, dan dukungan pemerintah. Sementara itu, faktor eksternal seperti penyuluhan dan ketersediaan sumber daya memiliki pengaruh tetapi tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menegaskan perlunya strategi peningkatan minat generasi muda melalui pendekatan pendidikan, penguatan kelembagaan penyuluhan, dan pemberdayaan keluarga petani untuk menjaga keberlanjutan usahatani semangka di wilayah pedesaan.
DETERMINASI FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KINERJA UPT PSBP PROVINSI JAWA TIMUR Purwanti, Arinta; Soedarto, Teguh; Hendrarini, Hamidah
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.6556

Abstract

Kepuasan konsumen terhadap layanan publik menjadi indikator penting dalam menilai efektivitas kinerja lembaga pemerintah. Dalam praktiknya, layanan sertifikasi benih oleh UPT PSBP Provinsi Jawa Timur masih menghadapi berbagai kendala seperti keterlambatan pelayanan, ketidakjelasan biaya, dan manfaat ekonomi yang belum dirasakan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kepuasan konsumen terhadap kinerja Unit Pelaksana Teknis Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM). Variabel bebas yang dianalisis meliputi biaya sertifikasi (X1), layanan petugas (X2), ketepatan waktu (X3), dan peluang pemasaran (X4), dengan tingkat kepuasan (Y) sebagai variabel terikat. Data primer diperoleh dari 53 responden melalui kuesioner tertutup berskala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya sertifikasi, ketepatan waktu, dan peluang pemasaran berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen, sedangkan layanan petugas tidak berpengaruh signifikan. Biaya sertifikasi merupakan faktor paling dominan. Temuan ini merekomendasikan perbaikan pada aspek efisiensi biaya, ketepatan layanan, dan integrasi manfaat pasar untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor agribisnis.
THE CAPACITY BUILDING OF FOSTER GROUPS OF THE MERU BETIRI NATIONAL PARK OFFICE IN GOAT FARMING Subekti, Sri; Andriani, Devin Dwi; Puspaningrum, Diah; Sudarko, Sudarko
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.6982

Abstract

Desa Sanenrejo sebagai desa penyangga Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) memiliki potensi agroklimat dan topografi yang mendukung pengembangan usaha ternak sebagai alternatif mata pencaharian. Balai TNMB memfasilitasi pembentukan kelompok masyarakat yang sebagian besar anggotanya merupakan mantan pelaku illegal logging, melalui program pemberdayaan, salah satunya usaha ternak kambing. Tujuan penelitian adalah menganalisis proses pemberdayaan kelompok masyarakat binaan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan berjumlah 15 orang yang terdiri dari ketua dan anggota kelompok masyarakat, penyuluh kehutanan, serta pihak TNMB, termasuk polisi hutan dan bagian keuangan. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman & Saldana meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa proses pemberdayaan berjalan dalam tiga tahapan peningkatan kapasitas yaitu 1) peningkatan kapasitas sistem nilai keadilan yang dijabarkan oleh dua aturan yaitu aturan dari kelompok dan aturan Taman Nasional Meru Betiri. Aturan kelompok berupa aturan pembagian keuntungan dan aturan perawatan kambing. Sedangkan, aturan Taman Nasional Meru Betiri yakni mengadakan evaluasi kelompok dan alokasi dana usaha berupa pembuatan rekening atas nama dua orang yakni penyuluh dan ketua kelompok. 2) peningkatan kapasitas manusia melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan penyuluhan berupa kegiatan Meru Betiri Service Camp (MBSC) dan kegiatan pelatihan berupa pelatihan perawatan kambing, pelatihan pembuatan silase dan penggunaan chopper, dan pelatihan pembuatan pupuk kompos. 3) Peningkatan kapasitas kelompok terdiri dari adanya kelembagaan yang jelas, adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan, adanya kemampuan inovasi dan adaptasi melalui media sosial dan platform belanja, adanya kemampuan memperoleh informasi pasar, dan adanya jaringan konsultasi dengan penyuluh.
ANALISIS EFISIENSI TEKNIS PRODUKSI CABAI RAWIT DI DESA GEKBRONG KECAMATAN GEKBRONG KABUPATEN CIANJUR alda, Irine selviana; Laily, Dona Wahyuning; Atasa, Dita
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.6678

Abstract

Cabai rawit merupakan salah satu komoditas hortikultura bernilai tinggi dan sering mengalami fluktuasi produksi dan harga yang disebabkan oleh berbagai kendala teknis dalam kegiatan usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor produksi dan seberapa besar kinerja teknis produksi usahatani cabai rawit. Tempat penelitian di Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, dengan jumlah sampel sebanyak 60 petani. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan fungsi produksi Cobb-Douglass Stochastic Frontier 4.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor produksi yang berpengaruh dalam penelitian ini adalah luas lahan, pupuk dasar, pupuk susulan dan pestisida. Sedangkan faktor produksi yang tidak berpengaruh terhadap produksi ini adalah benih dan tenaga kerja. Penyebab tidak adanya pengaruh pada variabel benih dikarenakan penggunaan varietas benih yang seragam, sehingga tidak terjadi perbedaan varietas benih antar petani. Sedangkan variabel tenaga kerja adalah tingkat efisiensi teknis petani cabai rawit telah mengelola input secara efisien. Tingkat efisiensi teknis dalam penelitian ini dipengaruhi oleh karakteristik sosial ekonomi petani yaitu tingkat usia pendidikan