cover
Contact Name
Annisa Rengganis
Contact Email
annisa.rengganis@umc.ac.id
Phone
+6285726083803
Journal Mail Official
sosfilkom@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Cirebon Kecamatan Watubelah, Kabupaten Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Sosfilkom : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi
ISSN : 20850182     EISSN : 26860368     DOI : https://doi.org/10.32534/jsfk.v14i02
Core Subject : Social,
Jurnal Sosfilkom: Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi has been enlisted with ISSN online 2686-0368 and ISSN Printed 2085-0182 and published per semester on January-June and July-December by Faculty of Social Scince and Political Science of UniversitasMuhammadiyah Cirebon. Jurnal Sosfilkom: Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi focuses on social issues, philosophy issues, and communication issues.
Articles 120 Documents
REPRESENTASI SUKU PAPUA DALAM NARASI FILM ANAK Primada Qurrota Ayun
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 14 No 01 (2020): Volume 14 No 01 Januari Juni 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v14i01.1512

Abstract

Film merupakan salah satu media massa, fungsi dari media massa adalah menyampaikan informasi dan sebagai media pendidikan. Film anak, secara tidak langsung mampu menghadirkan sebuah representasi, penggambaran terhadap realitas melalui narasinya.. Film “Denias - Senandung di Atas Awan” dan “Di Timur Matahari”, merupakan film yang mencoba menggambarkan representasi Suku Papua. Teori yang digunakan di dalam penelitian ini adalah Materialist Film Theory by Siegfried Kraucauer dan Representation of Stuart Hall. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan naratif teks milik Murphet dan alur cerita milik Stanton. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Suku Papua direpresentasikan sebagai sosok masyarakat yang termarginalkan, minoritas, bersifat etnosentris, dan berbeda dengan suku yang lain di Indonesia. Namun, Alenia Picture berusaha menawarkan hadirnya sosok Suku Papua yang baru, yaitu suku yang terbuka, diperhatikan dan mendapatkan hak berupa pendidikan serta kehidupan yang damai. Film is one of the mass media, the function of the mass media is to convey information and as a medium of education. Children's films, are indirectly able to present a representation, a depiction of reality through its narrative. The films "Denias - Senandung di Atas Awan" and "Di Timur Matahari", are films that try to portray the representation of the Papuan Tribe. The theory used in this research is Materialist Film Theory by Siegfried Kraucauer and Representation of Stuart Hall. This research is a qualitative research using Murphet's narrative text and Stanton's storyline. The results of this study indicate that the Papuan ethnic group is represented as a marginalized, minority, ethnocentric society, and is different from other ethnic groups in Indonesia. However, Alenia Picture tries to offer the presence of a new Papuan ethnic figure, a tribe that is open, cared for and has rights in the form of education and a peaceful life.
RADIO SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI LINGKUNGAN DAN MITIGASI BENCANA BANJIR DI KOTA SAMARINDA Kadek Dristiana Dwivayani; Abdullah Karim
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 14 No 01 (2020): Volume 14 No 01 Januari Juni 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v14i01.1521

Abstract

Bencana yang sering terjadi di Kota Samarinda adalah banjir. Pada bulan Juni 2019, bencana banjir di Kota Samarinda menjadi trending topic pemberitaan nasional. Peran media massa, khususnya radio lokal mendukung pelaksanaan edukasi mitigasi bencana banjir di Kota Samarinda. Salah satunya yaitu Radio Republik Indonesia (RRI) Samarinda bersama BPBD Provinsi Kalimantan Timur melakukan kerja sama berupa program siar terkait mitigasi bencana. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dan teknik pengambilan data dengan pusposive sampling. Dalam upaya pelestarian lingkungan hidup ada beberapa program siar seperti program siaran Kentongan, Dialog, Radio Siaga dan sebagainya. Hasil penelitian menyebutkan bahwa RRI Kota Samarinda berperan dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat dan membentuk opini publik terhadap masalah lingkungan dan mitigasi bencana. RRI memposisikan diri sebagai media tanggap bencana, dengan menerapkan kedua fungsi pengawasan yaitu pengawasan peringatan dini (early warning system) dan pengawasan instrumental. RRI menerapkan komunikasi lingkungan sebagai media pendidikan edukasi mitigasi bencana, serta menjadi bagian dari agenda media (RRI) itu sendiri. Melalui program siarnya, RRI bersinergi dengan menjalin kerjasama (linkage) dengan para ahli lingkungan dan mitigasi bencana, seperti akademisi, penggiat lingkungan, BPBD dan lainnya. Kreativitas dan inovasi dalam membuat format program siar terkait mitigasi bencana lebih atraktif dan edutaiment. The disaster that often occurs in Samarinda city is flooding. In June 2019, the flood disaster in Samarinda city has been trending topic of national news. The role of mass media, especially local radio supports the implementation of flood mitigation education in Samarinda City. One of them is Radio Republik Indonesia (RRI) Samarinda together with BPBD of East Kalimantan Province conducting cooperation in the form of broadcast programs related to disaster mitigation. Research method using qualitative approach, and data retrieval technique with purposive sampling. In an effort to preserve the environment there are several broadcast programs such as kentongan broadcast programs, Dialogue, Standby Radio and so on. The results stated that RRI Samarinda City plays a role in raising public awareness and shaping public opinion on environmental issues and disaster mitigation. The positions of RRI as a disaster response media, by implementing both supervisory functions, namely early warning system and instrumental supervision. It is applies environmental communication as a medium of education for disaster mitigation education, as well as being part of the media agenda (RRI). Through its broadcast program, RRI synergizes by establishing linkage with environmental and disaster mitigation experts, such as academics, environmental activists, BPBD and others. Creativity and innovation in making broadcast program formats related to disaster mitigation more attractive, educative and entertainment (edutaiment).
KEWENANGAN DESA DALAM PENANGGULANGAN WABAH COVID-19 R Agus Abikusna
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 14 No 02 (2020): Volume 14 No 02 Juli-Desember 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v14i02.1525

Abstract

Penyebaran virus Covid-19 yang sangat massif dan cepat telah membuat semua kalangan menjadi gagap tidak terkecuali pemerintah pusat, sehingga terjadi keraguan dalam mengambil kebijakan. Desa sebagai entitas penyelenggara pemerintahan paling bawah yang langsung berhadapan dengan warga masyarakat dibuat kebingungan untuk bertindak, apa yang harus dilakukan dan bagaimana caranya. Artikel ini dimaksudkan untuk mengetahui dan menganalisis kewenangan apa yang dimiliki desa dalam penanggulangan wabah Corono atau Pandemik Covid-19. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan perundang-undangan terutama berkaitan dengan kewenangan yang dimiliki desa. Hasil dari kajian ini adalah : Kewenangan Desa adalah kewenangan yang dimiliki desa sebagai entitas penyelenggara pemerintahan negara, dan Kewenangan Desa dalam menanggulangi Pandemik Covid-19 adalah penanggulangan yang bersifat pencegahan, dan yang bersifat penanganan secara langsung, serta dampak yang terjadi yang disebabkan wabah tersebut. The massive and rapid spread of the Covid-19 virus has stuttered all circles, including the central government, so there are doubts about making policies. The village as the lowest governing entity which is directly confronted by the community members is confused about what to do and how to do it. This article is intended to find out and analyze what authority the village has in overcoming the Corono or Pandemic Covid-19 outbreak. The method used is descriptive analysis with a legislative approach, especially related to the authority of the village. The results of this study are: Village Authority is the authority possessed by the village as an administrative entity of the state government, and Village Authority in overcoming Covid-19 Pandemic is prevention which is of a direct nature, and which is of a direct handling nature, as well as the impacts that occur due to the outbreak.
STRATEGI SINERGITAS WARTAWAN DAN AKADEMISI DALAM GERAKAN SOSIAL LITERASI DIGITAL DI JAWA TENGAH Made Dwi Adnjani
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 14 No 01 (2020): Volume 14 No 01 Januari Juni 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v14i01.1527

Abstract

Tradisi literasi masyarakat Indonesia yang belum kokoh membuat masyarakat seringkali terjebak pada berita yang sifatnya hoaks. Oleh karena itu diperlukan upaya yang massif untuk meningkatkan kemampuan analitik di tengah maraknya berita hoaks dan juga tayangan negatif di sosial media. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan gerakan sosial literasi digital yang dilakukan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah dalam melakukan sinergi dengan akademisi. Tipe penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah dan pengelola program studi yang bekerjasama dengan PWI dengan pertimbangan bahwa literasi digital yang dilakukan di Jawa Tengah paling banyak diinisiasi oleh PWI. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, dengan cara data yang masuk dari jawaban informan dan dikumpulkan, disusun, direduksi dan diinterpretasikan. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan sekolah jurnalistik bagi wartawan muda dan akademisi serta mahasiswa adalah kegiatan yang perlu untuk terus ditingkatkan mengingat sinergitas ini dapat meningkatkan kompetensi literasi digital dari peserta sekolah jurnalistik. Kurikulum dan paket yang ditawarkan diberikan secara beragam dan membuat sinergitas antara PWI Jawa Tengah dengan perguruan tinggi yang melibatkan mahasiswa dan akademisi makin berperan dalam gerakan sosial literasi digital. Diharapkan nantinya hasil dari sinergitas wartawan dengan akademisi tidak berhenti pada level kompetensi yang basic, tetapi juga sampai pada tingkat advanced terutama pada digital transformation dan kolaborasi. The tradition of literacy in Indonesian society that is not yet solid makes people often trapped in hoax news. Therefore, massive efforts are needed to improve analytical skills in the midst of hoax news and negative broadcasts on social media. The purpose of writing this article is to describe the digital literacy social movement carried out by the Central Java Indonesian Journalists Association (PWI) in synergizing with academics. This type of research is descriptive qualitative. Data collection was carried out through interviews with the Chairman of the Indonesian Journalists Association (PWI) of Central Java and managers of study programs in collaboration with PWI with the consideration that digital literacy carried out in Central Java is mostly initiated by PWI. The analysis technique used is descriptive analysis, by means of data that is entered from the answers of the informants and collected, compiled, reduced and interpreted. The results showed that journalism school activities for young journalists and academics as well as students are activities that need to be continuously improved considering that this synergy can increase the digital literacy competence of journalistic school participants. With the various curricula and packages offered, the synergy between PWI Central Java and universities involving students and academics will increasingly play a role in the digital literacy movement. It is hoped that the results of the synergy between journalists and academics will not stop at the basic competency level, but also at the advanced level, especially in digital transformation and collaboration.
PENGELOLAAN INFORMASI PROGRAM DISKON PRODUK ALFAMART GEGESIK CIREBON DI MASA PANDEMI Eka Wildanu; Adi Irawan
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 14 No 02 (2020): Volume 14 No 02 Juli-Desember 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v14i02.1533

Abstract

Salah satu program yang sudah banyak dikenal publik adalah program diskon produk dari Alfamart yang manfaatnya sudah dirasakan masyarakat dalam mendapatkan produk konsumsi harian yang hemat. Melalui program diskon produk ini, konsumen akan mendapatkan potongan harga untuk produk tertentu di jangka waktu yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif yaitu metode yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa sebelum kru toko (kasir) menyampaikan informasi tentang program maupun produk kepada pelanggan, kepala toko (chief of store) terlebih dahulu melakukan briefing dengan para kru mengenai program-program apa saja yang harus segera diinformasikan kepada pelanggan. Kesimpulan penelitian ini yaitu proses persepsi merupakan pedoman penting strategi pemasaran, yaitu pemahaman tentang strategi eceran, pengembangan merek dan logo, strategi media, evaluasi, dan masalah etika. One of the programs that have been widely known to the public is the product discount program from Alfamart, which benefits the public in getting efficient daily consumption products. Through this product discount program, consumers will get a discount for certain products in a predetermined period of time. This study uses a qualitative methodology, namely a method that produces descriptive data in the form of written or spoken words from people and observable behavior. The result of this research is that before the shop crew (cashier) delivers information about programs and products to customers, the chief of store first briefs the crew about what programs must be informed to customers immediately. The conclusion of this research is that the perception process is an important guideline for marketing strategy, namely an understanding of retail strategy, brand and logo development, media strategy, evaluation, and ethical issues.
PENGARUH IKLIM KOMUNIKASI ORGANSIASI TERHADAP PENYELENGGRAAN PEMERINTAHAN YANG BERSIH (STUDI DESKRIPTIF PADA DESA CIRUKEUM KECAMATAN GARAWANGI KABUPATEN KUNINGAN) Ahmad Yusron; Pahing Pahing
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 14 No 02 (2020): Volume 14 No 02 Juli-Desember 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v14i02.1626

Abstract

Desa merupakan pusat pembangunan di Indonesia hal ini ditandai dengan adanya dana yg besar dalam pembangunan desa. Guna mendapatkan manfaat dari dana desa untuk kesejahteraan masyarakat maka melaksanakan roda pemerintahan desa yang bersih adalah hal mutlak dilakukan. Di lapangan masih ditemukan berita dan informasi penyelewenagan dana desa. Dalam rangka menghentikan penyelewengan dana desa diperlukan kerjasama semua pihak dalam hal ini kepala desa dan perangkatnya. Kerjasama yang baik ditandai dengan adanya iklim komunikasi yang baik antara kepala desa dengan perangkatnya. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana iklim komunikasi pada pemerintahan desa Cirukeum kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan. Bagaimana pengaruh iklim komunikasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang bersih di desa Cirukeum Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan. Hasil penelitian adalah bahwa iklim komunikasi dalam kegiatan di pemerintahan Desa Cirukeum menunjukkan iklim yang baik. Hal ini ditandai dengan rerata skor 4,24. Penyelenggaran pemerintah yang bersih pada Desa Cirukeum dinyatakan baik. Hal ini ditandai dengan skor rerata 4,33. Dengan adanya iklim komunikasi dalam kegiatan pemerintahan yang positif maka memiliki pengaruh terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang bersih. Berdasarkan uji statistik yang mengukur pengaruh ikim komunikasi dan penyelenggraan pemerintahan yang bersih didapatkan hasil 0,554. Hal ini berarti bahwa iklim komunikasi memiliki pengaruh sebesar 55,4% terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang bersih. The village is the center of development in Indonesia, this is marked by the existence of large funds in village development. In order to benefit from village funds for the welfare of the community, implementing a clean village government wheel is an absolute must. In the field, news and information of misappropriation of village funds were still found. In order to stop the misappropriation of village funds, the cooperation of all parties, in this case, the village head and its apparatus, is required. Good cooperation is marked by a good communication climate between the village head and his apparatus. The formulation of the problem in this study is how the communication climate in the village government of Cirukeum, Garawangi district, Kuningan Regency. How is the influence of communication climate on clean governance in Cirukeum village, Garawangi District, Kuningan Regency. The result of the research is that the climate of communication in the activities of the Cirukeum village government shows a good climate. This is indicated by the mean score of 4.24. Clean government administration in Cirukeum Village is declared good. This is indicated by a mean score of 4.33. With a positive climate of communication in government activities, it has an influence on clean governance. Based on the statistical test that measures the effect of communication climate and clean governance, the result is 0.554. This means that the communication climate has an influence of 55.4% on clean governance.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PUBLIK BIDANG ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI KECAMATAN NUSAHERANG KABUPATEN KUNINGAN Subhan Subhan
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 14 No 02 (2020): Volume 14 No 02 Juli-Desember 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v14i02.1627

Abstract

Pelayanan Publik merupakan salah satu peran yang harus dilaksanakan oleh pemerintah, oleh karenanya pemerintah harus terus berusaha meningkatkan kualitas layananya dalam rangka memberikan kepuasan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kualitas Pelayanan Publik Bidang Administrasi Kependudukan Di Kecamatan Nusaherang Kabupaten Kuningan. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Tehnik Analisa data digunakan adalah model interaktif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa dimensi-dimensi dalam pelayanan publik yang meliputi : tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy telah diterapkan di Kecamatan Nusaherang Kabupaten Kuningan sehingga masyarakat merasa puas dalam menerima layanan. Public service is one of the roles that must be carried out by the government, therefore the government must continue to strive to improve the quality of its services to provide satisfaction to the community. This study aims to analyze the quality of public services in the field of population administration in Nusaherang district, Kuningan district. This type of research is qualitative research. The data analysis technique used is an interactive model. The results showed that the dimensions in public services which include: tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy have been implemented in Nusaherang District, Kuningan Regency so that people feel satisfied in receiving services.
KOMUNIKASI EMPATIK DALAM RELASI GURU DENGAN ORANG TUA PADA PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI STUDI PADA SD MUHAMMDIYAH 08 KOTA SEMARANG Lilik Budastuti Wiratmo; Nur Laili Mardhiyani
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 15 No 01 (2021): Volume 15 No 01 Januari-Juni 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v15i01.1957

Abstract

Semenjak WHO menyatakan covid-19 sebagai pandemi maka negara-negara di dunia membuat berbagai peraturan sebagai upaya menghambat penyebaran virus tersebut sambil melakukan vaksinasi untuk membentuk sistem kekebalan tubuh. Kebijakan bekerja dan belajar dari rumah menimbulkan berbagai persoalan, sosial, ekonomi dan sebagainya. Dunia pendidikan adalah salah satu yang harus menyesuaikan dengan kondisi tersebut. Proses pembelajaran yang semula dilakukan di sekolah/kampus harus dilakukan secara daring. Persoalannya tidak semua siap dengan tuntutan tersebut, terutama di jenjang pendidikan dasar. Persoalannya sangat kompleks, karena tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran, namun juga memunculkan persoalan dalam relasi guru dan orang tua. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus penelitian yang dilakukan bulan Oktober 2020 ini mengungkap komunikasi empatik di SD Muhammadiyah 08 Semarang. Selain menghadapi persoalannya sebagai pendidik, para guru juga menghadapi kendala yang datang dari orang tua. Melalui komunikasi empatik guru berupaya menyelami dan memahami berbagai kesulitan yang dialami orang tua seperti kurangnya waktu mendampingi, ketidakmampuan memahami materi ajar, keterbatasan sarana-prasarana dan sebagainya. Empati para guru terhadap kondisi orang tua yang sebagian besar bekerja sebagai karyawan, wirausahawan dan buruh yang juga terdampak pandemi diwujudkan melalui kesediaan melayani orang tua yang berkonsultasi dengan batasan waktu yang longgar, memaklumi keterlambatan penyerahan tugas siswa, berusaha membuat materi pembelajaran yang menarik dan diunggah di media sosial.
PEMBERDAYAAN KELUARGA MISKIN MELALUI KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) Eka Wildanu; Annisa Rengganis; Riyan Riyan
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 15 No 01 (2021): Volume 15 No 01 Januari-Juni 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v15i01.1958

Abstract

Kabupaten Cirebon merupakan sebuah kabupaten dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 310.302 Kepala Keluarga menurut pendataan terakhir Januari 2020. Beberapa program Pengentasan kemiskinan pernah dijalankan untuk mengatasinya. Namun sampai ini kemiskinan di Indonesia masih belum terselesaikan karena program yang dijalankan hanya berbentuk pembangunan fisik. Dari permasalahan tersebut Pemerintah Indonesia sejak tahun 1982 mengeluarkan Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) sebagai alternatif program yang memadukan konsep Pemberdayaan kemiskinan dengan pemberdayaan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai pemberdayaan masyarakat dalam Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Desa Purwawinangun Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon. Dalam mendeskripsikan pemberdayaan masyarakat dalam KUBE, Metode yang digunakan Peneliti adalah kualitatif deskriptif dengan teknik indepth interview, pengamatan observasi non partisipatif dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberdayaan masyarakat dalam KUBE di Desa Purwawinangun secara umum berjalan baik dan memiliki relevansi sebagai program yang memberdayakan masyarakat khususnya Keluarga Miskin. Hal ini karena pelaksanaan KUBE di Desa Purwawinangun sudah berhasil melibatkan stakeholders lain serta memenuhi kriteria dari pemberdayaan masyarakat sendiri. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang ada dalam kriteria pemberdayaan masyarakat yang belum bisa dijalankan dengan maksimal.
PENERAPAN ELECTRONIC GOVERNMENT DALAM MEWUJUDKAN KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Dyah Rahayuning Perwitasari; Hairunnisa Hairunnisa
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 15 No 01 (2021): Volume 15 No 01 Januari-Juni 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v15i01.1959

Abstract

Electronic Government menjadi bagian penting di era modern seperti ini. Kemajuan teknologi ini dimanfaatkan di lingkup pemerintahan agar terwujudnya keterbukaan informasi publik. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian yang telah dilakukan ini diketahui bahwa dari ke lima indikator penerapan electronic government sudah terpenuhi. Sehingga penerapan electronic government ini dapat dikatakan sudah diterapkan belum sepenuhnya berjalan maksimal. Penerapan electronic government dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik belum sepenuhnya berjalan maksimal karena sebagian besar dipengaruhi oleh kondisi prasarana jaringan internet yang belum memadai secara maksimal di tiap daerah, sehingga lebih banyak koordinasi dan komunikasi dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik yang dilakukan secara manual dan tidak menerapkan electronic government.

Page 6 of 12 | Total Record : 120