cover
Contact Name
Hariadi Ahmad
Contact Email
hariadiahmad78@ikipmataram.ac.id
Phone
+6281917416409
Journal Mail Official
bk_fip@ikipmataram.ac.id
Editorial Address
Jalan Pemuda No 59 A Kota Mataram Nusa Tenggara Barat Kampus Universitas Pendidikan Mandalika, Gedung GD Lantai III Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 25031708     EISSN : 27227340     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Realita Jurnal Bimbingan dan Konseling (JRbk) Adalah Jurnal yang dikelola langsung oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Pendidikan Mandalika Sejak April 2016 dengan ISSN 2503-1708, yang dipublikasi secara Cetak dan melalui Website Fakultas Ilmu Pendidikan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Mataram fip.ikipmataram.ac.id, Sejak tahun 2019 diterbitkan secara cetak dan Online melalui ojs.ikipmataram.ac.id. Pada bulan Juni 2020 mendapat E ISSN: 2722-7340, JRbk diterbitkan Dua Kali dalam Setahun yaitu pada bulan April dan Oktober Setiap tahun. JRbk Menerima Artikel dari penulis yang berupa Hasil Penelitian, Hasil Pengembangan, Kajian Pustaka dalam Bidang Pendidikan, Psikologi, dan Bidang Bimbingan dan Konseling.
Articles 386 Documents
PENERAPAN TEORI DAN TEKNIK MODELING DALAM KONSELING ISLAM: KONSEP, TAHAPAN, DAN EFEKTIVITASNYA Falihah Nuur Nafiah; Een Paniah; Farrel Hengkara Adi Putra; Naeila Rifatil Muna
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Edisi April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v11i1.18570

Abstract

This study examines the concept, stages, and results of applying modeling techniques in Islamic counseling. Based on Bandura's Social Learning Theory, modeling emphasizes the learning process through observation and imitation of positive behaviors based on Islamic moral and spiritual values. Its implementation involves six stages: assessment, intervention planning, model selection, implementation, reinforcement, and evaluation. The results indicate that modeling is effective in improving adaptive behavior, emotional control skills, and the spiritual development of counselees. The concept of uswah hasanah, which combines moral and psychological training, aligns with this approach. Although its effectiveness depends on the quality of the model and the gradual internalization process, modeling remains an ethical and efficient method for developing holistic character in Islamic counseling.
PERKEMBANGAN IDENTITAS DAN SELF‑ESTEEM SISWA MENURUT TEORI ERIKSON Anastasya Restuningsih; Elwas Berdha Krismona
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Edisi April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v11i1.18774

Abstract

Masa remaja merupakan fase transisi yang ditandai oleh perubahan psikososial yang signifikan, termasuk terbentuknya identitas diri dan harga diri ( self-harga diri ). Remaja yang berhasil mengembangkan identitas diri yang stabil cenderung memiliki harga diri yang positif serta kemampuan untuk beradaptasi terhadap tekanan sosial dan akademik. Sebaliknya, kebingungan identitas dapat menurunkan harga diri dan menimbulkan masalah psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan identitas remaja berdasarkan teori Erikson, mengeksplorasi hubungan antara identitas dan harga diri , serta mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keduanya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah literatur akademik, artikel jurnal nasional dan internasional, serta penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor intrapersonal, dukungan keluarga, guru, teman sebaya, lingkungan sekolah, serta layanan bimbingan konseling memiliki peran penting dalam pembentukan identitas dan harga diri remaja. Kajian ini menekankan perlunya intervensi terstruktur dari sekolah, keluarga, dan konselor untuk mendukung perkembangan psikososial remaja secara optimal. Temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan strategi konseling konseling yang efektif di sekolah, sekaligus membantu remaja menghadapi tantangan psikososial dengan lebih adaptif.
PROFIL DAN ANALISIS KEBUTUHAN: PENGUKURAN MULTIDIMENSI PERILAKU KESANTUNAN SISWA SEBAGAI DASAR INTEGRASI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SDN 03 SEMBILAN KOTO Yenita Dini Indah Sari; Lesis Andre; Nurhusna Kamil
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Edisi April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v11i1.18823

Abstract

Pentingnya membangun landasan data yang empiris dan multidimensi untuk mendesain program Bimbingan dan Konseling (BK) yang efektif, khususnya dalam penguatan karakter kesantunan siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan profil perilaku kesantunan siswa, (2) menganalisis kebutuhan (needs assessment) berdasarkan kesenjangan yang teridentifikasi, dan (3) merumuskan rekomendasi integrasi ke dalam layanan BK. Dengan pendekatan kuantitatif deskriptif, penelitian dilakukan di SDN 03 Sembilan Koto dengan melibatkan 20 siswa kelas V dan VI sebagai sampel. Data dikumpulkan menggunakan Skala Perilaku Hormat dan Kesantunan yang mengukur lima dimensi: verbal, non-verbal, perilaku, sosial, dan emosional, kemudian dianalisis secara statistik deskriptif dan analisis kebutuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil kesantunan siswa secara keseluruhan berada pada kategori sedang dengan pencapaian bervariasi. Dimensi kesantunan dalam perilaku memperoleh skor tertinggi, sementara dimensi kesantunan emosional dan sosial menjadi area dengan skor terendah dan teridentifikasi sebagai kebutuhan prioritas utama. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan rekomendasi integrasi yang spesifik dan kontekstual untuk dimasukkan ke dalam keempat komponen layanan BK komprehensif (layanan dasar, responsif, perencanaan individual, dan dukungan sistem). Simpulan penelitian menegaskan bahwa pendekatan berbasis pengukuran multidimensi dan analisis kebutuhan merupakan langkah krusial untuk mentransformasi layanan BK dari yang bersifat umum menjadi preskriptif dan berbasis bukti, sehingga dapat menjawab tantangan pengembangan karakter siswa secara lebih tepat sasaran.
PENERAPAN RET UNTUK MENGATASI PERILAKU MENYENDIRI YANG DISEBABKAN OLEH PIKIRAN IRASIONAL Tri Indah Yuli Astuti; Cemara Ayu; Novi Zakiah Rohmah; Faradiba Dwi Rahayu; Rizka Fatonah; Mumtaz Afridah
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Edisi April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v11i1.18832

Abstract

Interaksi sosial adalah hal penting bagi kesejahteraan mental dan pembentukan identitas diri. Namun, pengalaman buruk dalam berinteraksi dengan orang lain bisa membuat seseorang menarik diri dari lingkungan sosial dan mengalami kecemasan saat berhubungan dengan orang lain, yang berupa sikap tidak aktif, menghindar dari hubungan, dan kesulitan dalam berinteraksi. Perilaku menarik diri pada mahasiswa dapat menghalangi adaptasi akademik dan sosial. Penelitian ini mencoba menemukan penyebab utama dari perilaku tersebut, yakni keyakinan yang tidak rasional yang muncul karena pengalaman kekecewaan berulang, serta mengevaluasi keefektifan intervensi berbasis terapi kognitif-perilaku untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali keyakinan tidak rasional yang mendasari kecenderungan menarik diri pada klien, serta mengevaluasi efektivitas terapi konseling individu berbasis Rational Emotive Therapy (RET) dalam mengubah cara berpikir, perasaan, serta pola perilaku sosial klien. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung, wawancara mendalam dengan klien serta orang terdekat, dan dokumentasi proses konseling yang menggunakan RET, khususnya teknik disputing (menggali dan menantang keyakinan irasional) untuk membentuk pola pikir yang lebih rasional. Klien menunjukkan kecenderungan menarik diri yang kuat, didasari oleh keyakinan tidak rasional bahwa "semua orang akan mengecewakan atau menghakimi." Dengan bantuan RET, klien berhasil menantang dan mengganti keyakinan yang tidak rasional tersebut dengan cara berpikir yang lebih realistis dan adaptif, yaitu "tidak semua orang sama; saya punya kendali atas reaksi saya sendiri." Terapi Rational Emotive Therapy terbukti efektif dalam membantu perubahan kognitif secara signifikan, yang berdampak langsung pada penurunan kecemasan sosial dan peningkatan perilaku sosial yang lebih terbuka serta sehat pada klien.
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KONSELING TERHADAP KEJUJURAN SISWA SEKOLAH DASAR SDN 03 SEMBILAN KOTO Rahmad Aditya; Lesis Andre; Nurhusna Kamil
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Edisi April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v11i1.18833

Abstract

Kejujuran merupakan fondasi karakter yang krusial bagi siswa sekolah dasar, namun implementasinya sering kali menghadapi tantangan situasional. Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah dianggap sebagai intervensi strategis untuk memperkuat nilai ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh signifikan layanan BK terhadap tingkat kejujuran siswa SDN 03 Sembilan Koto, Silago. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan desain ex post facto. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V dan VI yang berjumlah 20 orang, yang sekaligus dijadikan sampel menggunakan teknik saturated sampling. Data dikumpulkan melalui angket self-assessment kejujuran, angket persepsi layanan BK, lembar observasi guru, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan BK memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kejujuran siswa (β = 0.758, p < 0.001), dengan kontribusi sebesar 57.4%. Dimensi kualitas relasi dalam layanan BK merupakan prediktor terkuat. Namun, pengaruh tersebut lebih kuat pada domain kejujuran sosial dan personal dibandingkan domain akademik. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa kualitas hubungan empatik dalam layanan BK lebih penting daripada sekadar frekuensi pertemuan dalam membangun kejujuran siswa. Diperlukan pengembangan modul BK yang lebih terfokus pada kejujuran akademik dan kemitraan dengan orang tua untuk menciptakan ekosistem nilai yang konsisten.
PENERAPAN MODEL EVALUASI CIPP DALAM MENGEVALUASI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH Mohammad Mahri Naelul Marom; Najwa Ineza; Rahmah Salsabila Putri; Windy Lameria Simanullang
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Edisi April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v11i1.18965

Abstract

Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan akademik, pribadi, sosial, serta karier siswa. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi layanan yang sistematis agar layanan BK tetap berkualitas dan berkelanjutan. Namun, dalam pelaksanaan evaluasi layanan BK di sekolah masih sering fokus pada bagian tertentu, tidak terstruktur, dan belum sepenuhnya berbasis model evaluasi yang komprehensif. Hal ini menegaskan urgensi penerapan model evaluasi yang mampu menilai program secara menyeluruh mulai dari tahap perencanaan hingga tahap pelaksanaan dan sistematis untuk mengevaluasi layanan BK dari awal hingga hasil pelaksanaan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) dalam mengevaluasi layanan BK di sekolah serta mengidentifikasi kontribusinya terhadap peningkatan kualitas layanan BK. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menganalisis dari artikel, jurnal, buku, dan laporan penelitian yang berkaitan dengan evaluasi program BK dan model evaluasi CIPP, baik di tingkat pendidikan menengah pertama maupun menengah atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model evaluasi CIPP mampu memberikan kerangka evaluasi yang komprehensif, sistematis, dan berkelanjutan dalam membantu menilai kesesuaian layanan BK dengan kebutuhan siswa (context), kesiapan sumber daya dan perencanaan program (input), pelaksanaan layanan (process), serta hasil dan dampak layanan BK terhadap siswa (product). Selain itu, model evaluasi CIPP juga membantu pembuat kebijakan dan praktisi BK dalam mengidentifikasi kualitas layanan BK dengan memahami kelebihan, kelemahan, dan dasar pengambilan kebijakan untuk perbaikan program layanan BK. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa model evaluasi CIPP sangat relevan dan efektif digunakan sebagai pedoman evaluasi layanan BK di sekolah untuk meningkatkan kualitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan layanan BK.
SETRATEGI GURU BK DALAM MENANGANI PERILAKU BULLYING DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Muhamad Fahri Husaeni
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Edisi April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v11i1.18971

Abstract

Perilaku bullying di tingkat Sekolah Menengah Pertama masih menjadi persoalan serius yang berdampak pada kondisi psikologis, sosial, dan akademik peserta didik. Kondisi ini menuntut kehadiran guru Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai pihak yang memiliki peran strategis dalam pencegahan dan penanganan bullying. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru BK dalam mengidentifikasi, menangani, serta mencegah terjadinya perilaku bullying di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK menerapkan beberapa langkah, yaitu asesmen awal untuk mengenali pola bullying, layanan konseling individual dan kelompok, kolaborasi dengan wali kelas dan orang tua, serta sosialisasi nilai-nilai empati dan anti kekerasan melalui layanan bimbingan klasikal. Kesimpulannya, strategi guru BK yang bersifat komprehensif, kolaboratif, dan berkelanjutan terbukti efektif dalam menekan munculnya perilaku bullying serta meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya perilaku saling menghargai di lingkungan sekolah.
PRESPEKTIF GURU BIMBINGAN KONSELING TERHADAP PERAN GURU PAI DALAM MEMBANTU SISWA BERMASALAH DI SMK ISLAMIYAH CIPUTAT Alif Maulana Akbar Khan; Bintang Hafidz Fadhillah; Naya Shafira Putriana
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Edisi April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v11i1.18988

Abstract

Permasalahan yang dihadapi siswa di sekolah menengah, seperti perilaku menyimpang, rendahnya motivasi belajar, dan lemahnya internalisasi nilai moral, memerlukan penanganan yang holistik dan kolaboratif. Dalam konteks ini, guru Pendidikan Agama Islam dan guru Bimbingan dan Konseling memiliki peran strategis yang saling melengkapi untuk membantu siswa yang bermasalah di sekolah Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif guru Bimbingan dan Konseling mengenai peran guru Pendidikan Agama Islam di SMK Islamiyah Ciputat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yang meliputi wawancara mendalam dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan moral dan spiritual mendukung pendekatan psikologis yang diterapkan oleh guru Bimbingan dan Konseling. Sinergi antara keduanya memberikan dampak positif terhadap perubahan perilaku dan kedisiplinan siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sinergi antara guru PAI dan guru BK merupakan kunci dalam penanganan siswa bermasalah secara komprehensif di sekolah Islam.
STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA DEWASA AWAL DAN PENANGANANNYA MELALUI INTERVENSI RELAKSASI DAN MINDFULNESS: STUDI KASUS KONSELING Reyna Thaharah; Mirrah Nazmi; Gevira Nur Anisa; Nur'aeni Putri; Mumtaz Afridah
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Edisi April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v11i1.19004

Abstract

Stres akademik merupakan permasalahan psikologis yang banyak dialami oleh mahasiswa, khususnya pada tahap perkembangan dewasa awal yang ditandai dengan beragam tuntutan akademik dan perkembangan diri. Beban tugas yang tinggi, tekanan untuk berprestasi, serta keterbatasan kemampuan adaptasi sering kali memicu munculnya stres akademik yang berdampak langsung pada kondisi kesejahteraan psikologis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika stres akademik pada mahasiswa dewasa awal serta menganalisis penerapan intervensi relaksasi dan mindfulness dalam membantu pengelolaan stres akademik melalui layanan konseling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap seorang mahasiswa perempuan berusia 21 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam selama proses konseling berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres akademik dipengaruhi oleh faktor internal berupa kecenderungan perfeksionisme, overthinking, dan keterbatasan dalam manajemen waktu, serta faktor eksternal seperti tingginya beban tugas, perubahan jadwal perkuliahan, kurangnya kejelasan instruksi akademik, dan ketidakseimbangan dalam kerja kelompok. Stres akademik tersebut berdampak pada aspek fisik, kognitif, emosional, dan sosial subjek. Penerapan teknik relaksasi pernapasan dan mindfulness terbukti efektif dalam mengurangi ketegangan fisik, meningkatkan kesadaran diri, serta membantu regulasi emosi subjek. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan layanan konseling mahasiswa yang mengintegrasikan intervensi psikologis sederhana, aplikatif, dan berbasis bukti untuk mendukung kesehatan mental mahasiswa.
STIGMA DAN PERSEPSI TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH: SEBUAH SYSTEMATICAL LITERATURE REVIEW Nanda Eka Yusfira; Uman Suherman
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Edisi April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v11i1.19022

Abstract

Bimbingan dan Konseling (BK) berperan mendukung perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karier peserta didik, namun pemanfaatannya sering terhambat oleh stigma dan persepsi keliru. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap sebelas artikel empiris terbit tahun 2014–2025 pada jenjang SMP dan SMA untuk mengidentifikasi bentuk stigma dan persepsi siswa terhadap layanan BK, faktor penyebab, serta dampaknya terhadap akses konseling. Hasil kajian menunjukkan adanya dua kecenderungan persepsi, yaitu positif ketika layanan BK bersifat suportif, humanis, menjaga kerahasiaan, dan berorientasi pengembangan; serta negatif ketika BK dipandang sebagai ruang hukuman sehingga memunculkan stigma dan menurunkan motivasi siswa untuk berkonsultasi. Stigma dipicu oleh kurangnya literasi fungsi BK, pengalaman negatif, minimnya sosialisasi, serta pengaruh lingkungan sekolah dan orang tua. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan kompetensi konselor, edukasi tentang fungsi BK, serta strategi komunikasi inklusif untuk memperkuat penerimaan layanan. Penelitian lanjutan dapat memperluas basis data dan konteks budaya guna memperkaya generalisasi temuan.