cover
Contact Name
Fahruddin
Contact Email
fahruddin@upy.ac.id
Phone
+6282134949368
Journal Mail Official
fahruddin@upy.ac.id
Editorial Address
https://journal.upy.ac.id/index.php/karmawibangga/about/editorialTeam
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
KARMAWIBANGGA: Historical Studies Journal
ISSN : -     EISSN : 27154483     DOI : 10.31316
Core Subject : Education, Social,
The journal publishes writings on (1) historiography, (2) philosophy of history, (3) history of education, and (4) history educaiton. Historiography means the writing of history based on the critical examination of sources, the selection of particular details from the authentic materials in those sources, and the synthesis of those details into a narrative that stands the test of critical examination. Historiography studies cover chronologically various themes, such as local history, social history, cultural history, economic history, political history, military history, intellectual history, environmental history, and other historical studies. Philosophy of history, the study either of the historical process and its development or of the methods used by historians to understand their material. History of education is a study of the past that focuses on educational issues. These include education systems, institutions, theories, themes and other related phenomena in the past. History education includes studies of how history teaches in school or society, curriculum, educational values in events, figures, and historical heritage, media and sources of historical learning, history teachers, and studies of textbooks.
Articles 107 Documents
Peran Sungai Musi dalam Peradaban Palembang Kuno hingga Modern Burhan, Lidya; Septa Pani; Wayan Anjani; Kabib Sholeh
KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/karmawibangga.v8i1.9171

Abstract

Sungai Musi merupakan nadi kehidupan peradaban Palembang sejak masa Kerajaan Sriwijaya hingga era kota metropolitan modern. Penelitian ini bertujuan mengungkap peran multifaset Sungai Musi sebagai pusat kegiatan politik-ekonomi, agama-budaya, transportasi, dan ruang hidup masyarakat Palembang dari abad ke-7 M hingga abad ke-21 melalui tinjauan kajian literatur. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana transformasi fungsi Sungai Musi dari pusat maritim Sriwijaya menjadi sungai perkotaan yang menghadapi ancaman pencemaran dan banjir di era modern, serta bagaimana memori kolektif masyarakat Palembang tetap mempertahankan sungai tersebut sebagai identitas kota. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Data primer bersumber dari naskah kuno (prasasti Sriwijaya, Nagarakrtagama, Sejarah Melayu) dan laporan arkeologi underwater, sedangkan data sekunder berasal dari 47 artikel jurnal, 18 buku, dan 9 tesis/diserasi terbit 1980–2025. Teknik pengumpulan data menggunakan pendekatan historis-kronologis dan tematik. Validasi data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teori. Analisis dilakukan dengan content analysis dan interpretasi hermenetika sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sungai Musi bertransformasi dari “jalur sutra maritim” Sriwijaya (abad 7–13), pusat perdagangan kolonial Belanda (abad 17–19), sumber minyak dan gas (1950–1990), hingga menjadi objek wisata heritage dan ruang publik kontemporer. Namun, industrialisasi dan pembuangan limbah telah menurunkan kualitas air hingga kelas IV. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa Sungai Musi bukan hanya infrastruktur fisik, melainkan living heritage yang terus membentuk identitas kolektif Palembang. Kata kunci: Sungai Musi, Kerajaan Sriwijaya, Palembang kolonial, identitas kota, living heritage, transformasi Sungai
PERKEMBANGAN DAN KERUNTUHAN DINASTI ABBASIYAH syafiqoh, siti syafiqoh diyana; Achmad Maftuh Sujana; I`Annatul Uyun; Nasywa Anggreani Putri
KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/karmawibangga.v8i1.8986

Abstract

Penelitian ini membahas perkembangan dan keruntuhan Dinasti Abbasiyah yang berkuasa pada tahun 750–1258 M dan dikenal sebagai salah satu periode paling berpengaruh dalam sejarah peradaban Islam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi literatur, artikel ini menganalisis faktor-faktor yang melatarbelakangi lahirnya Bani Abbasiyah, puncak kejayaan dalam bidang ilmu pengetahuan, ekonomi, politik, dan kebudayaan, serta penyebab kemunduran dan keruntuhannya. Masa keemasan Abbasiyah, terutama pada masa Harun ar-Rasyid dan al-Ma’mun, ditandai dengan kemajuan besar dalam gerakan penerjemahan, perkembangan ilmu pengetahuan, serta kemakmuran ekonomi. Namun, konflik politik, kemerosotan ekonomi, munculnya aliran-aliran sesat, Perang Salib, hingga serangan Mongol menjadi faktor yang mempercepat keruntuhan Abbasiyah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keruntuhan dinasti ini merupakan akumulasi dari kelemahan internal dan tekanan eksternal yang kuat. Katakunci: Dinasti Abbasiyah, Peradaban Islam, Masa Keemasan, Kemunduran Politik, Serangan Mongol.
DINAMIKA PENYEBRAN ISLAM DI AFRIKA UTARA:DARI PERDAGANGAN HINGGA KEKUASAAN viora; Sofia Muntaza; Imam Fajri; Hudaidah; Risa Marta Yati5
KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/karmawibangga.v8i1.8996

Abstract

Penelitian ini membahas proses penyebaran Islam di Afrika dengan menyoroti transisi dari jalur perdagangan menuju kekuasaan politik yang berbasis Islam. Penyebaran ini berlangsung secara damai dan bertahap melalui interaksi para pedagang Muslim dari Arab, Berber, dan Persia dengan masyarakat lokal di wilayah Sub-Sahara dan pantai timur Afrika. Menggunakan pendekatan naratif dan studi pustaka, penelitian ini merekonstruksi dinamika historis islamisasi sebagai proses yang tidak hanya religius, tetapi juga sosial, politik, dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran ulama, sufi, dan lembaga pendidikan seperti madrasah sangat signifikan dalam memperdalam ajaran Islam. Tarekat-tarekat sufi seperti Qadiriyah, Tijaniyah, dan Muridiyah memfasilitasi penyebaran Islam melalui pendekatan spiritual yang toleran dan adaptif terhadap budaya lokal. Di sisi lain, adopsi Islam oleh kerajaan-kerajaan seperti Mali dan Songhai memperkuat legitimasi politik serta membentuk jaringan diplomatik dengan dunia Islam. Proses ini menunjukkan bahwa Islamisasi di Afrika tidak bersifat represif, melainkan berlangsung melalui integrasi nilai-nilai keislaman ke dalam struktur sosial dan budaya lokal. Katakunci: Islamisasi Afrika, Perdagangan Trans-Sahara, Tarekat Sufi.
SINERGI AGRARIA MARITIM : DINAMIKA EKONOMI POLITIK KERAJAAN DEMAK ABAD KE-16 JAMALULLAIL, FIRGIAWAN; Rezza Fauzi Muhammad Fahmi; Akfi Itbaul Haq; Chandra Aditama
KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/karmawibangga.v8i1.9016

Abstract

Kerajaan Demak memiliki suatu sektor terpenting dalam proses kehidupan nya yaitu perpaduan antara sektor agraria dan maritim, Demak terletak di antara pulau muria dan pesisir utara jawa sehingga menjadi kekuatan tersendiri bagi kerajaan demak dalam kehidupannya. Hal tersebut juga yang menjadikan kerajaan demak memiliki perkembangan pesat baik itu sektor ekonomi, budaya, maupun politik. Maka dari itu penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana latar belakang dan dampak terhadap kerajaan demak dari sinergi agraria dan maritim sebagai suatu tonggak utama di kerajaan demak. Metode yang digunakan adalah metode studi literatur. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yaitu berawal dari tahapan heuristik, verifikasi sumber, interpretasi dan historiografi. Maka dari itu hasil dari penelitian kerajaan demak bukan hanya kuat dalam sektor militer saja tetapi juga dalam sektor perdagangan laut dan sektor pertanian. Katakunci: Kerajaan Demak, Sinergi Agraria Maritim, Perkembangan Ekonomi
KEHIDUPAN NABI MUHAMMAD SAW PRA ISLAM sehati; rahma dini; Hudaidah
KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/karmawibangga.v8i1.9081

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi kehidupan Nabi Muhammad SAW sebelum beliau diangkat menjadi nabi, serta mempelajari keadaan sosial, budaya, dan agama di Jazirah Arab pada waktu itu. Di samping itu, artikel ini juga akan membahas metode dakwah serta usaha beliau dalam menyebarluaskan ajaran Islam hingga terbentuknya Daulah Islamiyah. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kebutuhan untuk memahami konteks kehidupan Nabi sebelum masa kenabiannya, yang mempengaruhi karakter, pengalaman, dan kepemimpinannya dalam menyampaikan ajaran Islam. Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka, serta menganalisis berbagai sumber sejarah, jurnal akademis, dan literatur yang berkaitan dengan kehidupan Nabi serta keadaan masyarakat Arab pada masa pra-Islam. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Nabi Muhammad SAW dilahirkan dalam keluarga Quraisy, mengalami masa kecil yang penuh tantangan, bekerja sebagai seorang pedagang yang jujur, menikahi Khadijah RA, dan sering bertafakur di Gua Hira untuk merefleksikan keadaan moral masyarakat Makkah. Dakwah beliau diawali secara rahasia kepada keluarga dan teman dekat, kemudian berkembang menjadi lebih terbuka dengan penekanan pada keesaan Allah dan persamaan derajat manusia. Usaha tersebut berhasil mengubah masyarakat jahiliah menjadi komunitas yang beriman, menyatukan Jazirah Arab, dan mendirikan peradaban Islam yang berlandaskan pada nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual. Katakunci: Nabi Muhammad SAW; pra-Islam; Jazirah Arab; dakwah.
Filosofi dan Sejarah Kuliner Kue Maksubah Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Lokal Marsel Putra Rifki; Meidya Rizki; Susan Purnamasari; Dwi Indah Lestari; Meisya Ananda Rahayu
KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/karmawibangga.v8i1.9130

Abstract

Penelitian ini mengkaji Bolu Maksuba sebagai warisan kuliner Palembang yang sarat nilai historis, budaya, dan simbolik. Kue berlapis ini tidak hanya berfungsi sebagai makanan tradisional, tetapi merupakan hasil akulturasi antara budaya Melayu Palembang dan pengaruh kolonial Belanda. Teknik pembuatan yang berlapis serta penggunaan bahan tertentu menunjukkan proses adaptasi budaya yang kemudian dipadukan dengan nilai lokal dan ajaran Islam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Maksuba berperan sebagai simbol penghormatan, ketulusan, serta status sosial dalam berbagai ritual adat. Nilai kesabaran, kebersamaan, estetika, dan spiritualitas tercermin melalui setiap tahapan pembuatannya. Pada era modern, perubahan bahan, teknologi, serta orientasi pasar memperlihatkan pergeseran makna, dari hidangan sakral menjadi komoditas ekonomi kreatif. Namun demikian, inovasi-inovasi ini menjadi strategi pelestarian agar Maksuba tetap relevan bagi generasi muda dan menjaga identitas kuliner Palembang. Serta bagaimana narasi sejarah dan filosofi kue maksuba dapat diintegrasikan ke dalam materi pembelajaran sejarah kelokalan. Kata Kunci: Kue Maksuba, akulturasi budaya, kuliner tradisional Palembang.
MEMORI KOLEKTIF DALAM RUANG PUBLIK: SIMBOL, IDENTITAS, DAN WARISAN SOSIAL Amanda, Risda; Ba'in2; Putri Agus Wijayati
KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/karmawibangga.v8i1.9175

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran ruang publik sebagai medium konstruksi, pewarisan, dan negosiasi memori kolektif. Menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan dan analisis deskriptif-analitis terhadap ruang publik di Indonesia, kajian ini menelaah bagaimana simbol ruang berfungsi sebagai penanda identitas dan arena konflik makna sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang publik berperan krusial dalam menginstitusionalisasikan memori kolektif melalui simbol dan praktik sosial, sekaligus menjadi arena negosiasi antara narasi dominan dan alternatif. Temuan menekankan bahwa memori kolektif bersifat dinamis, tidak netral, dan terus mengalami penafsiran ulang seiring perubahan sosial-budaya. Dengan demikian, ruang publik berfungsi tidak hanya sebagai warisan sejarah, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran sosial yang reflektif dan inklusif bagi masyarakat. Katakunci: memori kolektif, ruang publik, simbol sosial, identitas kolektif, pewarisan memori.

Page 11 of 11 | Total Record : 107