cover
Contact Name
Wilarso
Contact Email
wilarso@sttmcileungsi.ac.id
Phone
+628119202134
Journal Mail Official
wilarso@sttmcileungsi.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Jl. Anggrek No.25, Perum. PTSC, Kec. Cileungsi, Kab. Bogor, Jawa Barat 16820
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
ISSN : 27223469     EISSN : 27224740     DOI : https://doi.org/10.37373/jenius.v1i2
Logistik dan Manajemen Rantai Pasokan, Desain Produk dan Produk Ramah Lingkungan, Sistem Produksi, Sistem Industri Produktivitas, Rekayasa Kualitas, Lean Manufacturing, Ergonomi, Rekayasa Faktor Manusia, Manajemen Evaluasi Kinerja, Analisis Keputusan, Manajemen Proyek, Keandalan, Optimalisasi Proses, Pemodelan Sistem, Sistem dan Manajemen Maintenance, Rekayasa Fasilitas Layout, Riset Operasi.
Articles 115 Documents
Analisis pengendalian kualitas beton K500 menggunakan QCC dan FMEA untuk mengurangi defect kemasan Taufik; Heri Mryanto; Roby Yulian
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 7 No 1 (2026): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v7i1.2209

Abstract

PT Betomix Nusantara Lestari merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi beton instan, dengan fokus utama pada produk Beton K500. Dalam proses produksinya, masih ditemukan defect kemasan luar dan dalam dengan rata-rata sebesar 7,12% pada tahun 2024, melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 5%. Penelitian ini bertujuan menurunkan persentase defect kemasan yang berdampak pada efektivitas produksi dan kepuasan pelanggan. Metode yang digunakan adalah Quality Control Circle (QCC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Quality Control Circle (QCC) diterapkan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memperbaiki permasalahan produksi. Berdasarkan diagram Pareto, defect kemasan luar menyumbang 80% dari total defect dengan nilai kumulatif 55,9%. Analisis diagram fishbone menunjukkan bahwa penyebab defect berasal dari faktor manusia, mesin, metode, material, dan lingkungan. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) digunakan untuk merancang penanggulangan dengan menetapkan Risk Priority Number (RPN) berdasarkan faktor Severity, Occurrence, dan Detection. Faktor mesin memiliki RPN tertinggi sebesar 540 dan dikategorikan sebagai risiko tinggi, sehingga direkomendasikan perbaikan sistem. Usulan tindakan perbaikan defect disusun berdasarkan faktor penyebab kegagalan menggunakan metode 5W+1H
Simulasi sistem produksi injection molding untuk menurunkan produk cacat pada komponen plastik Tri Ngudi Wiyatno; Indra Setiawan; Opie Oktavia Yuliani; Wiwi Wiliyanti Fadillah; Junus Parulian Gultom
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 7 No 1 (2026): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v7i1.2215

Abstract

Proses injection molding merupakan salah satu metode utama dalam industri manufaktur plastik yang menuntut tingkat kualitas produk yang tinggi dan konsistensi proses yang stabil. Tingginya tingkat produk cacat pada proses injection molding dapat menyebabkan pemborosan material, peningkatan biaya produksi, serta penurunan efisiensi sistem produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menurunkan tingkat produk cacat pada komponen plastik melalui pendekatan simulasi sistem produksi. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi sistem berbasis pendekatan kuantitatif dengan memodelkan alur produksi injection molding sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Data diperoleh melalui observasi langsung, pengukuran waktu proses, serta data historis produksi dan kualitas. Model simulasi dikembangkan, diverifikasi, dan divalidasi sebelum dilakukan eksperimen dengan beberapa skenario perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan skenario perbaikan berupa penyesuaian waktu siklus, pengaturan aliran material, dan keseimbangan beban kerja mesin mampu menurunkan tingkat produk cacat dari 6,8% menjadi 3,9%, serta meningkatkan output dan utilisasi mesin. Penelitian ini membuktikan bahwa simulasi sistem produksi dapat digunakan sebagai alat bantu pengambilan keputusan yang efektif dalam pengendalian kualitas dan peningkatan kinerja proses injection molding secara berkelanjutan.
Optimization of road safety training design for improving safety behavior using a genetic algorithm Huki Chandra; Salsabila Putri Indah Sari
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 7 No 1 (2026): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v7i1.2220

Abstract

Road safety remains a major public health concern, especially in low and middle-income countries, such as Indonesia; it is closely linked to unsafe driving behavior, along with poor awareness of safety and erroneous perception of risk. Although various training programs are already established, there is limited empirical evidence to identify which configuration produces the greatest safety improvement. This study explicitly aims at analyzing the effects of training characteristics, including the number of sessions, total duration, and training delivery format, on transportation safety outcomes of university students. The research had an experimental pre-post design, with 32 participants. Safety was measured along different dimensions, namely safety attitude, positive safety behaviour, negative safety behaviour, safety violations, and safety knowledge. Safety improvement was defined as the difference in total safety scores post-training and pre-training. Multiple linear regression revealed that total duration, the number of sessions, and training delivery significantly affect the improvement in safety at the 0.05 level. To find a suitable solution, a Genetic Algorithm was used to optimize the solution. The results show that 8 sessions of 1 hour are better than 1 session lasting 8 hours. This is in line with more traditional learning theory that repeated presentations over a given period are more effective for learning and behavioral response. Also, the gap between the 8x1 sessions offered a period over which adjustments could be made. Overall, the results highlight the value of training delivery formats on transportation safety improvements.
Analisis risiko bahaya proses kebersihan untuk menurunkan tingkat kecelakaan kerja menggunakan metode hirarc dan job safety analysis Syaiful Anwar
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 7 No 1 (2026): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v7i1.2222

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah tingginya risiko bahaya pada proses kebersihan, khususnya pada area pengoperasian gondola, yang berpotensi meningkatkan angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab risiko bahaya tertinggi serta mengukur tingkat risiko guna menentukan apakah risiko tersebut dapat diterima atau memerlukan pengendalian lebih lanjut. Metode yang digunakan adalah Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) yang mencakup tahapan identifikasi bahaya, analisis risiko (risk analysis), dan evaluasi risiko (risk evaluation) berdasarkan tingkat likelihood dan konsekuensi, serta didukung oleh Job Safety Analysis (JSA) untuk merumuskan langkah pengendalian yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa risiko dengan peringkat ekstrem sebagai risiko tertinggi pada pengoperasian gondola, yaitu tangan terjepit, terjepit tali sling, mata pekerja kemasukan debu, pekerja terjatuh dari ketinggian, dan pekerja meloncat ke bawah dari ketinggian, sehingga diperlukan tindakan pengendalian yang lebih ketat untuk menurunkan tingkat kecelakaan kerja.
A comprehensive review of approaches to defining key performance indicators for sustainable performance Hendro Siswono; Arum Oktifani; Ananta Nasution; Iip Latipudin; Hernadewita
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 7 No 1 (2026): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v7i1.2230

Abstract

This study presents a systematic literature review aimed at identifying and analyzing Key Performance Indicator (KPI) determination methods in the context of sustainability performance measurement. A total of 56 peer-reviewed articles published between 2011 and 2025 were examined across various sectors including manufacturing, supply chains, organizations, and urban areas. This study employed a Systematic Literature Review approach. This review categorized the literature based on three main dimensions: first, the Triple Bottom Line (TBL) domains of economic, social, and environmental; second, the object level of individual, organization, process, and sector; and fourth, the tools or methods used for KPI determination, including the Balanced Scorecard, Analytical Hierarchy Process (AHP), Performance Prism, and literature-based approaches. The findings indicate that most studies focus on the organizational and supply chain levels, using various approaches for KPI selection and weighting. Although some studies integrate all TBL domains, there is still a gap in comprehensive measurement of social and environmental aspects. This review provides an overview of methodological trends in KPI determination for sustainability and identifies opportunities for developing more contextual and integrated models in future research.

Page 12 of 12 | Total Record : 115