cover
Contact Name
Wilarso
Contact Email
wilarso@sttmcileungsi.ac.id
Phone
+628119202134
Journal Mail Official
wilarso@sttmcileungsi.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Jl. Anggrek No.25, Perum. PTSC, Kec. Cileungsi, Kab. Bogor, Jawa Barat 16820
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
ISSN : 27223469     EISSN : 27224740     DOI : https://doi.org/10.37373/jenius.v1i2
Logistik dan Manajemen Rantai Pasokan, Desain Produk dan Produk Ramah Lingkungan, Sistem Produksi, Sistem Industri Produktivitas, Rekayasa Kualitas, Lean Manufacturing, Ergonomi, Rekayasa Faktor Manusia, Manajemen Evaluasi Kinerja, Analisis Keputusan, Manajemen Proyek, Keandalan, Optimalisasi Proses, Pemodelan Sistem, Sistem dan Manajemen Maintenance, Rekayasa Fasilitas Layout, Riset Operasi.
Articles 99 Documents
Perancangan sistem pengukuran kinerja usaha kecil menengah melalui pendekatan balanced scorecard dan Standar Nasional Indonesia Dian Jingga Permana
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 4 No 1 (2023): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v4i1.461

Abstract

Perubahan lingkungan kini semakin tidak dapat diprediksi, tanpa melakukan pengukuran kinerja maka organisasi tidak memiliki acuan dalam merumuskan strategi yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pengukuran kinerja yang komprehensif bagi sektor UKM berdasarkan kriteria standarisasi pengelolaan mutu di tingkat nasional. Perancangan pengukuran kinerja menggunakan kerangka kerja Balanced Scorecard yang dikombinasikan dengan kriteria Penilaian kinerja SNI Award tahun 2022 sedangkan pengolahan data menggunakan metode Analytic Network Process. Hasil rancangan dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat lima Sub kriteria yang memiliki bobot nilai >10% yaitu terdiri dari: Strategi (14.55%), Kinerja Non Keuangan (13.61%), Suara Pelanggan (13.26%), Kepuasan dan Kerekatan Pelanggan terhadap Organisasi (11.74%) dan Kinerja Keuangan (11.39%). Disimpulkan bahwa kriteria Strategi (14.55%) dianggap memiliki kontribusi tertinggi dalam perancangan sistem pengukuran kinerja UKM yang komprehensif berbasis kerangka kerja BSC dan perbedaan kerangka kerja dalam sistem pengukuran kinerja akan berdampak terhadap bobot nilai setiap kriteria yang ada.
Analisis perencanaan persediaan untuk mengurangi biaya persediaan bahan baku dengan metode economic order quantity di PT XYZ Faza Adhima Suratman; Sutrisno
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 4 No 1 (2023): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v4i1.459

Abstract

Seiring dengan meningkatnya persaingan di bidang industri, maka setiap perusahaan dituntut untuk terus melakukan efisiensi dan efektifitas di setiap aspek perusahaan. Salah satu aspek yang dapat menjadi perhatian dalam suatu perusahaan adalah manajemen persediaan. Sering kali pengadaan bahan baku hanya mengandalkan pengalaman pekerjanya sehingga menimbulkan permasalahan. Hal tersebut terjadi di PT XYZ sebuah perusahaan manufaktur dengan fokus produknya menyediakan cat mobil. PT XYZ mengalami permasalahan dalam pengadaan bahan baku, dimana manajemen persediaan yang dilakukan masih menggunakan pengalaman pekerjanya dalam menentukan persediaan, akibatnya dalam pengadaan bahan baku seringkali mengalami kelebihan stok. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan evaluasi dan usulan perbaikan dalam mengatur manajemen persediaan sehingga menghasilkan sistem persediaan yang dapat membantu para pekerja dalam memutuskan mengenai perencanaan persediaan. Dalam penelitian ini akan dilakukan menggunakan metode economic order quantity (EOQ), metode ini membantu dalam pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh perusahaan untuk melakukan pemesanan yang optimal mulai dari mengetahui berapa banyak material yang harus dibeli dalam sekali pemesanan, berapa kali pemesanan harus dilakukan dan kapan harus dilakukan pemesanan kembali terhadap material yang dibutuhkan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini mengenai kuantitas pemesanan yang ekonomis dilakukan pemesanan sebanyak 5.746 lembar untuk setiap kali pemesanan, frekuensi pemesanan sebanyak 5 kali dalam setahun, kemudian untuk safety stocknya sendiri sebanyak 2.052 lembar dan untuk titik pemesanan kembali yang dihasilkan sebanyak 2.705 lembar. Hasil dari metode economic order quantity (EOQ) juga menghasilkan re-order point yang lebih sedikit dibanding dengan metode perusahaan, sehingga perusahaan bisa menghemat biaya persediaan bahan baku sebesar Rp.3.237.500,- atau mengalami penghematan untuk biaya persediaan sebesar 32,38%.
Analisis pengendalian mutu keju mozzarella menggunakan metode six sigma (studi kasus CV. ABC Malang) Pujo Mulyono; Heryanto, Andika Yuli
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 4 No 1 (2023): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v4i1.464

Abstract

CV. ABC adalah perusahaan yang memperoduksi keju mozzarella dengan merek chizzu. Permasalahan CV. ABC adalah masih ditemukan produk cacat. Berdasarkan observasi penulis ditemukan dua jenis cacat produk yaitu kemasan bocor dan keju tidak mulur. Perlu upaya pengendalian mutu untuk mengurangi terjadinya produk cacat. Tujuan penelitian adalah menentukan nilai sigma pada pengendalian mutu produk keju mozzarella, mengidentifikasi faktor terjadinya produk cacat, dan memberikan usulan perbaikan untuk mengurangi terjadinya produk cacat. Penelitian menggunakan metode Six Sigma yang dikerjakan berdasarkan pendekatan define, measure, improve dan control (DMAIC). Pengumulan data melalui observasi dan wawancara. Observasi dilakukan selama 25 hari. Nilai sigma yang diperoleh pada CV.ABC pada bulan September dan Oktober adalah 0,5. Faktor penyebab terjadinya kecacatan keju adalah kelalaian karyawan dalam penambahan bahan baku, konsentrasi karyawan menurun (karyawan banyak bergurau), kelalaian karyawan saat pengencekan suhu, instrukasi kerja kurang jelas, dan suhu mesin strecher tidak stabil. Usulan perbaikan yang dilakukan adalah membuat SOP tertulis untuk pekerja, memberikan peringatan atau teguran kepada karyawan apabila melakukan kesalahan dan melakukan evaluasi setiap seminggu sekali. Kemudian membuat Standard Operating Procedure (SOP) tentang proses produksi secara detail dan terperinci serta melakukan perawatan dengan rutin pada semua mesin yang digunakan dalam proses produksi
Perancangan diffuser aromaterapi menggunakan metode quality function deployment Ina Siti Hasanah; Rafika Lestari
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 4 No 1 (2023): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v4i1.472

Abstract

Diffuser aromaterapi merupakan suatu alat yang bisa mengolah air dengan tetesan cairan aromaterapi. Diffuser aromaterapi dapat digunakan di berbagai tempat seperti ruang keluarga, dapur, kamar tidur, dan di ruang kantor. Pada saat diffuser aromaterapi digunakan, konsumen sering mengalami permasalahan yang diakibatkan oleh produk yang harus selalu disambungkan ke sumber tenaga seperti stop kontak atau terminal listrik. Hal tersebut dapat menyebabkan produk tidak bisa digunakan ketika sedang mati listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk diffuser aromaterapi, mengidentifikasi karakteristik teknis produk diffuser aromaterapi, mengidentifikasi spesifikasi produk dan rancangan desain produk diffuser aromaterapi dalam bentuk 2D dan 3D. Quality Function Deployment adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil identifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk diffuser aromaterapi yaitu pada bagian performance diffuser aromaterapi ringan dan memiliki ukuran sedang. Bagian durability diffuser aromaterapi tidak mudah rusak, bersifat tahan lama, dan berbahan baku plastik. Di bagian features diffuser aromaterapi memiliki fitur tambahan slot baterai dan timer. Selanjutnya identifikasi karakteristik teknis produk diffuser aromaterapi yaitu pada diameter memiliki nilai weighted importance sebesar 90, tinggi 90, jenis material 90, slot baterai 45, dan timer 45. Karakteristik yang diterapkan pada produk yaitu weighted importance yang memiliki nilai tertinggi. Karakteristik teknis prioritas yang akan diterapkan yaitu diameter sebesar 18 cm, tinggi sebesar 20 cm, dan jenis material yang digunakan berupa plastik polietilena (PE). Kemudian identifikasi spesifikasi produk yaitu perancangan desain produk diffuser aromaterapi terbentuk dari kebutuhan dan keinginan konsumen yang dituangkan dalam matriks House of Quality untuk meningkatkan kualitas produk
Preliminary study of reverse supply chain development in Indonesia Maulida Boru Butar Butar; Stephanus Benedictus Bera Liwun
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 4 No 1 (2023): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v4i1.473

Abstract

As a developing country, Indonesia is experiencing various advances, including in the industrial sector. A supply chain is a science that has long been studied and explored by many academics and practitioners. That part of the supply chain referred to as the opposite is the reverse supply chain or what is widely known as the Reverse Supply Chain (RSC). This article will present preliminary studies about RSC development in Indonesia. RSC in Indonesia particularly has been studied by a lot of researchers. However, most discussions are limited to reverse logistics and waste management. An explanation of the existing RSC in Indonesia will be discussed and provided. In Indonesia, most RSC activities happen in small and medium companies that have yet to gain experience or knowledge that they have been practicing RSC. The people's purchasing power which is still quite low has made small and medium industries in the refurbished sector grow rapidly. This paper will explain what a reverse supply chain is and how the development of this study is based on the existing literature. It is also a discussion of how the reverse supply chain application in Indonesia and what steps can be taken to improve the performance of the reverse supply chain in Indonesia
Cover JENIUS, Volume 3, Nomor 1, Mei 2022 wilarso wil
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 3 No 1 (2022): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover JENIUS, Volume 3, Nomor 1, Mei 2022
Cover JENIUS, Volume 3, Nomor 2, November 2022 wilarso wil
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 3 No 2 (2022): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover JENIUS, Volume 3, Nomor 2, November 2022
Perbaikan proses printing menggunakan metode DMAIC dan 5S untuk mengurangi waste proses di UKM limit screen printing Semarang Samsudin, Ananda Eka Putra; Dewa Kusuma Wijaya; Nur Islahudin
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 4 No 1 (2023): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v4i1.468

Abstract

UKM Limit Screen Printing Semarang bergerak pada bidang bisnis sablon pakaian. Terkait faktor penyebab produk cacat hasil sablon, penelitian yang dilakukan pada UKM tersebut bertujuan untuk menentukan strategi perbaikan yang tepat untuk dapat mengurangi jumlah produk cacat hasil sablon menggunakan metode 5S. Metode 5S dapat mengidentifikasi permasalahan dengan penerapan konsep Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke atau dikenal juga dengan istilah 5R. Hasil penelitian yang telah dilakukan dengan penerapan menggunakan metode 5S tersebut didapatkan perubahan yang diukur dalam indikator nilai DPMO (Defect Per Million Opportunities) dan nilai sigma. Dimana peningkatan nilai DPMO dan nilai sigma pada proses produksi sablon yaitu semula bernilai 42028,86 dengan nilai sigma 3,23 menjadi nilai DPMO 18072,289 dengan nilai sigma 3,60. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan adanya penurunan jumlah produk cacat hasil sablon yang dihasilkan maka dapat mempengaruhi perubahan peningkatan nilai DPMO dan nilai sigma pada UKM tersebut atau dalam hal ini dapat dikatan menjadi lebih baik. Melalui hasil penelitian diketahui pula faktor penyebab terjadinya kecacatan produk hasil sablon yaitu faktor bahan baku, alat dan proses cetakan. Usulan perbaikan yaitu pada area kerja produksi dimana mengacu pada metode 5S seperti menyediakan tempat penyimpanan alat, menyimpan kembali alat yang telah digunakan dan membuang bahan yang tidak diperlukan
Analisis lingkungan kerja pada area gudang garmen menggunakan metode 5S di PT XYZ Gahara Dwi Putra; Ade Momon
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 4 No 1 (2023): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v4i1.531

Abstract

Persaingan yang semakin ketat memaksa perusahaan untuk terus meningkatkan efektifitas dan efisiensi terhadap semua aspek yang ada. Salah satu aspek yang dapat diperhatikan yaitu manajemen pergudangan atau fungsi dari gudang. Karena seringkali gudang tersebut memiliki fungsi krusial pada perusahaan, seperti hal nya pada perusahaan PT XYZ. PT XYZ merupakan perusahaan garmen yang memproduksi pakaian. Perusahaan memiliki gudang yang memiliki peran sentral, dengan demikian perusahaan perlu melakukan analisis terhadap lingkungan kerja karena yang selama ini mungkin saja belum bisa menghasilkan produktivitas yang optimal. Tujuan dalam penelitian ini adalah memberikan usulan perbaikan dari hasil analisa lingkungan kerja pada area gudang guna membantu meningkatkan efektifitas dan efisiensi perusahaan. Dalam penelitian ini menggunakan metode 5S, metode ini membantu dalam menganalisis lingkungan kerja secara jelas guna untuk merumuskan solusi atau usulan perbaikannya. Hasil yang diperoleh dari analisa lingkungan kerja gudang PT XYZ yaitu konsep “seiri” masih 68% terlaksana, konsep “seiton” masih 40% terlaksana, konsep “seiso” masih 88% terlaksana, konsep “seiketsu” masih 60% terlaksana, dan konsep “shitsuke” masih 72% terlaksana. Sehingga perusahaan harus melakukan perbaikan dan peningkatan pada lingkungan kerja gudang dengan melakukan apa yang telah dipaparkan pada subbab 3.5 yang dimana merupakan solusi atau usulan perbaikan guna untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi perusahaan
Analisis kepuasan pelajar terhadap layanan bus trans banyumas dalam segi kualitas pelayanan fasilitas dan harga Hikmah Yogi Prasojo; Aswan Munang; Achmad Zaki Yamani
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 4 No 2 (2023): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v4i2.500

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pengguna angkutan BRT Trans Banyumas yang merupakan pelajar. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana kualitas pelayanan, fasilitas, dan harga berpengaruh terhadap penilaian kepuasan pelajar pada rute Terminal Bulupitu-Terminal Kebondalem Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif yang meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner dengan skala likert. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dengan menggunakan metode regresi linier berganda dan dilakukan uji validitas, uji reliabilitas, dan uji normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, kualitas pelayanan, fasilitas, dan harga secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap kepuasan pelajar. Namun, secara parsial, variabel kualitas pelayanan berpengaruh negatif dan signifikan, yang berarti bahwa kualitas pelayanan belum memuaskan para pelajar pada rute Terminal Bulupitu-Terminal Kebondalem Purwokerto. Variabel independen (Kualitas Pelayanan, Fasilitas, dan Harga) dalam penelitian ini hanya mampu menjelaskan 49,9% variasi dalam variabel dependen (Kepuasan Pelajar), sementara sisanya 50,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel yang diteliti dalam penelitian ini

Page 4 of 10 | Total Record : 99