cover
Contact Name
Muhammad Nelza Mulki Iqbal
Contact Email
nelzamiqbal@lecturer.itn.ac.id
Phone
+6285755479000
Journal Mail Official
jurnal_arsitektur_pengilon@scholar.itn.ac.id
Editorial Address
2nd Floor, Department of Architecture, Institut Teknologi Nasional Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Arsitektur
ISSN : 15011410     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Pengilon is an academic journal written by bachelor student of architecture department, Institut Teknologi Nasional Malang. Pengilon covers wide variety topics in the context of built environment, architecture, and urbanism.
Articles 446 Documents
GEDUNG PERTUNJUKAN MUSIK DAN TEATER TEMA: ARSITEKTUR KONTEKSTUAL Ar Rafi Maulana; Gatot Adi Susilo; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Pertunjukan Musik dan Teater merupakan sebuahabangunan yang ditujukan sebagai tempat atau wadah untuk suatu pertunjukan yang ditontonkan di depan orang banyak atau secara umum dengan menampilkan suatu karya pementasan seni musik yang berkaitan dengan komposisi suara dan teater sebagai sandiwara drama dalam bidang kesenian. Konsep dari bangunan ini juga mempertimbangkan segala aspek yang terdapat pada Arsitektur Kontekstual dimana bangunan ini dapat memperhatikan dan memaksimalkan potensi lingkungan di sekitarnya seperti pemanfaatan pencahayaan alami dan sirkulasi udara sebagai upaya untuk efisiensi energi serta penghawaan di dalam bangunan dan penggunaan material yang menyesuaikan dengan lingkungan. Dengan demikian diharapkan Gedung Pertunjukan Musik dan Teater ini dapat digunakan dengan maksimal oleh para pelaku seni khususnya di kawasan Kota Batu untuk berekspresi dan menuangkan karya mereka sebagai pemanfaatan seni yang juga dapat meningkatkan pengembangan kepariwisataan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Batu dengan menerapkan Arsitektur Kontekstual pada bangunan untuk memanfaatkan keindahan dan potensi alam pada letak keberadaan tapak melalui bangunan yang akan dirancang secara optimal dan mempunyai keterkaitan dengan lingkungan sekitarnya, serta menciptakan hubungan antara tapak eksisting dengan adanya rancangan selanjutnya.
SHOPPING MALL DI KEPANJEN, KABUPATEN MALANG TEMA: ARSITEKTUR MODERN Mega Putri Lailiyah; Gaguk Sukowiyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepanjen merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Malang yang belum memiliki sebuah pusat perbelanjaan, dimana keberadaan sebuah Mall sebagai pusat perbelanjaan dan pusat hiburan tidak lepas dari citra sebuah kota. Sebagai Ibu Kota Kabupaten Malang fasilitas tersebut diperlukan guna mewadahi fasilitas penunjang di wilayah Kepanjen dan sekitarnya. Dengan pemilihan tema arsitektur modern, diusunglah Shopping Mall sebagai topik pembahasan. Metode perancangan yang dipergunakan dalam karya tulis ilmiah ini diantaranya adalah dengan melakukan identifikasi dan observasi terhadap kondisi dilapangan, serta pemograman, analisa, dan konsep yang didapatkan melalui hasil pengumpulan data primer. Disamping untuk mewadahi dan mengembangkan fasilitas kota, dengan adanya Shopping Mall ini diharapkan juga mampu menarik investor untuk menanamkan saham sehingga dapat meningkatkan perekonomian Pemerintah Kabupaten Malang.
PERPUSTAKAAN ANAK DI KOTA BATU TEMA: ARSITEKTUR KONTEMPORER Nur Shafira Rismasari; Breeze Maringka; Debby Budi Susanti
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi gadget merupakan teknologi terbaru yang berkembang pada masyarakat indonesia. Dengan adanya teknologi gadget, muncullah berbagai aplikasi digital seperti E-Book. Keberadaan E-Book diharapkan dapat membantu meningkatkan pengetahuan anak. Namun realitanya E-book masih belum mampu meningkatkan minat baca anak di Indonesia. Padahal untuk dapat melahirkan generasi yang berkualitas yang unggul dan mampu bersaing secara global anak perlu banyak membaca. Pada rancangan ini digunakan metode perancangan arsitektur dengan objek bangunan perpustakaan anak bertema Arsitektur kontemporer yang menganut prinsip Egon Schirmbeck dengan kombinasikan area bermain outdoor yang mampu menarik perhatian pengunjung. Berdasar dari isu yang ada kemudian ditentukan tema, rumusan masalah, serta tujuan pembangunan. Selanjutnya dilakukan analisis kajian pustaka untuk menjawab rumusan masalah. Berdasarkan rancangan yang dijelaskan di atas, pemilihan tema arsitektur kontemporer diharapkan mampu menunjang minat baca anak di indonesia.
INDUSTRI TEMPE SEBAGAI WISATA EDUKASI DI SANAN, MALANG TEMA: ARSITEKTUR TROPIS Amilatus Solihah; Breeze Maringka; Bambang Joko Wiji Utomo
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sentra Industri Tempe Sanan merupakan kawasan home industry terbesar di Kota Malang yang memproduksi tempe dan keripik tempe. Kawasan ini menjadi salah satu rencana pengembangan dari pemerintah Kota Malang sebagai destinasi wisata. Namun sistem wisata pada kampung tersebut kurang tertata secara maksimal dan rute yang tidak efisien menjadi permasalahan. Kemudian muncul gagasan untuk merancang Industri Tempe sebagai Wisata Edukasi di Sanan, Malang. Menggunakan metode perancangan arsitektur dengan pendekatan Arsitektur Tropis yang didukung data primer dan sekunder dalam proses perancangannya. Menghasilkan rancangan pada suatu tapak yang mampu mewadahi kegiatan industri berbasis rekreasi-edukasi, serta dilengkapi dengan fasilitas hiburan dan kuliner dengan memperhatikan kondisi iklim tropis sekitar.
ESPORTS CENTER DI KOTA SURABAYA TEMA: ARSITEKTUR DEKONSTRUKSI Syarizal Gozali; Daim Triwahyono; Redi Sigit F
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bentuk bangunan dan tata ruang esport saat ini sangat kurang dan belum didefinisikan dengan baik, walupun esports merupakan salah satu sumber kekuatan ekonomi utama. Tetapi saat ini dengan banyaknya kompetisi esport yang diadakan di Indonesia tidak banyak venue yang di gunakan untuk menyelenggarakan kompetisi tersebut. Banyak kompetisi-kompetisi yang masih menggunakan bangunan lain untuk menggelar kompetisi. Tentu ini terjadi karena tidak adanya bangunan yang mewadahi kegiatan esports. Sehingga dapat disimpulkan bahwa fungsi bangunan harus representatif dari kegiatan esports, dan fungsi tersebut dapat diwakilkan dalam tema dekonstruksi salah satunya bentuk bidang dan garis yang bersilangan, terbagi, terpecah dan tidak ada hal mutlak di dekonstruksi.
GEDUNG PAGELARAN MUSIK DI KOTA MALANG ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Mas’Aril Chajar Haram; Adhi Widyarthara; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malang dapat disebut sebagai barometer musik di Indonesia. Kurangnya ketersedian fasilitas untuk mendukug kegiatan musisi di Kota Malang menjadi salah satu faktor menurunnya apresiasi musik, sehingga Kota Malang tidak lagi menjadi barometer musik Indonesia. Rancangan ini bangunan diharapkan dapat menyampaikan fungsi dan tujuan dari pusat musik di Kota Malang, yaitu mengangkat budaya lokal, maka diperlukan suatu metode yang dapat memindahkan suatu tujuan ke dalam bentuk visual bangunan, dengan mengangkat tema neo-vernakular. Gedung pagelaran musik ini dirancang untuk menampung beberapa aliran musik seperti Musik Recital, Musik Vokal, Musik Jazz, Musik Tradisional. Berdasarkan aliran musik yang ditampung pada rancangan ini maka tema arsitektur neo-vernakular menjadi salah satu faktor yang dapat mencerminkan aliran musik yang tertampung pada perancangan ini dan dapat menyampaikan fungsi dan tujuan dari rancangan gedung pagelaran musik di Kota Malang.
BOARDING SCHOOL UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (AUTISME) DI KOTA BATU TEMA: ARSITEKTUR PERILAKU Zelin Velania Devi; Gatot Adi Susilo; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tiap tahunnya, penyandang ASD (Autism Spectrum Disorder) mengalami peningkatan. Menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, sebanyak 70% anak berkebutuhan khusus tidak mendapatkan pendidikan yang layak. Di Kota Batu sendiri hanya tersedia sedikit fasilitas pendidikan sekolah khusus Anak Berkebutuhan Khusus, Sekolah Luar Biasa ataupun sekolah inklusi. Sebagian besar sekolah juga belum diimbangi dengan fasilitas yang baik. “Boarding School untuk Anak Berkebutuhan Khusus (Autisme) di Kota Batu dengan Tema Arsitektur Perilaku” diharapkan mampu menjadi wadah atau media penyembuhan, perawatan, ruang bermain maupun belajar sesuai dengan perilaku dan kebutuhan penyandang ASD (Autism Spectrum Disorder). Metode perancangan yang digunakan menerapkan metodologi desain oleh Bryan Lawson, dimana metodologi desain ini memiliki tahapan komunikasi yang sesuai dengan definisi dari pendekatan arsitektur perilaku itu sendiri. Dalam tiap konsep rancangannya berdasarkan pada pola perilaku, karakteristik, aktifitas, serta kebiasaan pengguna bangunan. Mulai dari tampilan bangunan, sistem sirkulasi, bentuk dan penataan ruang, pemilihan vegetasi, kemudahan aksesibilitas didesain dengan mempertimbangkan faktor keamanan dan juga kenyamanan yang sesuai dengan kebutuhan penyandang ASD (Autism Spectrum Disorder).
GEDUNG OLAHRAGA GANECA KOTA BATU TEMA: ARSITEKTUR MODERN Alda Nurulita; Breeze Maringka; Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mendukung peran dalam pembangunan kota harus memiliki strategi dalam perancangannya sehingga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Pemuda merupakan aset penting dalam pembangunan untuk memajukan kota. Dapat dilihat permasalahannya di Kota Batu memerlukan wadah baru untuk kepentingan orang banyak dalam berkegiatan dalam bidang olahraga, pendidikan maupun pemerintahan. Dalam hal ini berkaitan dengan adanya isu pembangunan gedung olahraga lama di kota batu yang kini beralih fungsi sebagai lapak berjualan. Perancangan ini bertujuan untuk memfasilitasi dan mewadahi segala aktivitas berkelompok maupun individu guna memelihara kesehatan, meningkatkan moral, sportivitas, disiplin dan mempererat persatuan dan kesatuan yang terbangun dengan tema arsitektur modern. Metode yang digunakan dalam perancangan ini menggunakan metode kualitatif. Dengan hasil bangunan Gedung Olahraga Ganeca Kota Batu yang diperkuat akan prinsip prinsip tema modern yang akan menjadikan sebuah karakteristik dan akan berkembang menjadi bentuk Gedung Olahraga Ganeca yang megah.
PERPUSTAKAAN UMUM DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR METAFORA Ryan Andana Putra; Daim Triwahyono; Budi Fathony
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan merupakan fasilitas yang digunakan sebagai tempat penyimpanan koleksi media cetak, pengembangan budaya, serta pengembangan ilmu dan teknologi. Jumlah perpustakaan di Indonesia saat ini hanya berjumlah 154.000 atau 20% dari kebutuhan nasional. Jumlah total Perpustakaan Umum berjumlah 26% dari kebutuhan 91.191. Perpustakaan Umum ini berlokasi di Kota Malang yang merupakan salah satu kota yang memiliki julukan “Kota Pendidikan” karena sarana pendidikan yang banyak. Perancangan ini diawali dari mengumpulkan isu/data yang berkaitan dengan obyek yang dirancang untuk kemudian dianalisa. Setelah menganalisis data, maka akan menghasilkan ide dalam memunculkan suatu Konsep yang nantinya akan dikembangkan menjadi Skema Perancangan. Untuk menarik minat pengunjung, maka perancangan yang dilakukan mengutamakan bentuk dari bangunan. Oleh karena itu, tema Arsitektur Metafora dengan jenis Combined Metaphors dipilih sebagai tema yang digunakan. Diharapkan Perpustakaan Umum dengan Tema Arsitektur Metafora ini mampu meningkatkan minat membaca masyarakat dan meningkatkan Sumber Daya Manusia melalui desain perpustakaan yang menarik dan nyaman.
PASAR SENI GUNUNG SARI DI LOMBOK BARAT TEMA: ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Eky Riski; Adhi Widyathara; M. Nelza Mulki Iqbal
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Lombok Barat adalah salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan segala potensi seni dan budaya yang ada. Namun intensitas promosi yang terbatas dan minimnya fasilitas pendukung membuatnya susah berkembang menjadi komuditas di Lombok Barat. Dengan melihat pasar sekarang ini yang cenderung tertinggal dan terkesan kurang menarik. Maka dibutuhkan trobosan konsep baru untuk merubah image mengenai pasar itu sendiri. Pasar yang dirancang adalah pasar yang dapat menjadi ruang terbuka publik yang rekreatif dan edukatif menjadi alternatif untuk memberikan konsep baru pada pasar. dilakukan dengan memaksimalkan potensi lahan, memberikan ruang untuk pertunjukan dan pameran, serta adanya ruang belajar untuk mempelajari kerajinan daerah. Pendekatan desain arsitektur yang digunakan dalam Pasar Seni Gunung Sari Di Lombok Barat ini adalah Arsitektur Neo Vernakular sebagai bentuk kesenian dan budaya Lombok yang di visualisasikan lewat bangunan pasar seni. Dengan demikian diharapkan fasilitas ini mampu menjadi jembatan bagi para pelaku kesenian dan kebudayaan khususnya daerah Lombok Barat serta menjadi wadah dalam mengembangkan usaha kerajinan, dan mampu mempromosikan kebudayaan Lombok lewat pertunjukan kesenian.