Articles
446 Documents
GEDUNG CONVENTION CENTER DI KABUPATEN MALANG TEMA: ARSITEKTUR MODERN
Syauqi Maulana Fathoni;
Gaguk Sukowiyono;
Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Daerah Kabupaten Malang khususnya Kepanjen belum memiliki fasilitas gedung pertemuan yang memadai sehingga acara/event selalu di lakukan di area balai warga atau di latar bangunan bangunan bersejarah. Menurut Data Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Malang tahun 2016–2021 untuk mengakomodasi rencana pembangunan infrastruktur Kota Kepanjen adalah pembangunan Kepanjen Convention Center. Kepanjen merupakan ibu kota Kabupaten Malang sehingga harus di dukung juga dengan pembangunan yang dapat meningkatan sektor ekonomi dan pariwisata di daerah Kepanjen. Pendekatan desain arsitektur yang digunakan Gedung Convention Center di Kepanjen ini menggunakan Arsitektur Modern. Dengan penataaan ruang luar yang memiliki tapak yang kecil sehingga memaksimalkan sirkulasi tapak, dikarenakan gedung Convention Center ini merupakan bangunan yang akan di gunakan oleh massa banyak maka di perlukan adanya tempat parkir yang memadai. Pada bagian dalam gedung juga di design agar pintu masuk tidak terlalu berjauhan dengan lobby agar tidak menimbulkan kebingungan serta banyak pergerakan yang tidak perlu di dalam ruangan. Diharapkan fasilitas ini mampu memberikan rasa bangga pada masyarakat kepanjen sebagai kota yang berkembang dilihat dari kemajuan infrastrukturnya yaitu pembangunan gedung Convention Center.
PUSAT SENI BUDAYA SUKU TIDUNG DIKABUPATEN TANA TIDUNG PROVINSI KALIMANTAN UTARA TEMA: ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR
Hadi Jul Yadi;
Breeze Maringka;
Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permasalahan umum penelitian ini (bangunan pusat seni budaya bertema neo-vernakular) adalah (1) Bentuk bangunan dan (2) Tata ruang yang belum representatif, namun pusat seni merupakan bangunan yang menjadi sumber kebudayaan suku tidung. tetapi saat ini masih kurangnya perhatian tehadap kebudayaan suku tidung Misalnya kebudayaan suku tidung tentang adat istiadat, seni tari, seni musik, kuntau, drama dan masih banyak lagi. Suku tidung memiliki kebudayaan sehingga menjadi ciri khas dari suku tidung. namun suku tidung ini memiliki nilai arsitektural dari ciri khas kebudayaan suku tidung sehingga perlunya dipertahankan sehingga ciri khas suku tidung tetap ada dari genersi ke generasi berikutnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa fungsi bangunan dengan pendekatan neo- vernakular sehingga bentuk dan ruang harus menanam kaidah-kaidah kebudayaan suku tidung.
GEDUNG PERTUNJUKAN SENI TARI DI BANYUWANGI TEMA: ARSITEKTUR POST MODERN
Devi Rahmayanti;
Gaguk Sukowiyono;
Debby Budi Susanti
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 01 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gedung pertunjukan seni tari di Banyuwangi ini berfungsi sebagai wadah bagi para pekerja seni tari di Banyuwangi untuk menunjukkan keterampilan mereka dalam menari kepada masyarakat. Begitu banyak kesenian tari di Banyuwangi seperti tari gandrung, tari seblang dan lain-lain tetapi sampai saat ini Banyuwangi belum memiliki gedung pertunjukan seni tari. Tema yang diusung dalam perancangan gedung pertunjukan seni tari di Banyuwangi ini adalah arsitektur post modern. Tema tersebut telah disesuaikan dengan fungsi bangunan dan juga dengan lingkungan sekitar tapak. Bentuk bangunan yang akan dirancangan yaitu terinspirasi dari bentuk batik gajah oling yang merupakan batik khas Banyuwangi. Hal tersebut menyesuaikan dengan tema post modern yang memiliki prinsip yaitu menyerupai suatu benda. Untuk menyesuaikan dengan lingkungan sekitar, bentuk dibuat sedemikian rupa dengan tetap mempertimbangkan lokalitas agar tidak terkesan asing jika berada di lingkungan tersebut tetapi tetap dapat menjadi point of interest
PUSAT REHABILITASI ANAK–ANAK KORBAN KEKERASAN DI KOTA DENPASAR TEMA: ARSITEKTUR PERILAKU
Chairunnisa;
Lalu Mulyadi;
Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 01 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pusat Rehabilitasi Anak – anak Korban Kekerasan di Kota Denpasar merupakan sebuah pusat terapi untuk anak – anak yang mengalami trauma akibat kekerasan di Kota Denpasar. Tempat ini memfasilitasi pasien tersebut dengan berbagai macam jenis terapi sesuai dengan hasil asesmen yang telah dilakukan terlebih dahulu. Terapi menjadi salah satu cara untuk mengatasi gangguan perkembangan yang diakibatkan oleh trauma. Konsep ruang dan bentuk dengan tema arsitektur perilaku membuat pengguna pusat rehabilitasi menjadi salah satu dasar pertimbangan dalam desain. Lokasi juga berperan penting bagi sebuah pusat rehabilitasi. Perumahan di tengah Kota Denpasar dipilih sebagai lokasi perancangan pusat rehabilitasi karena masih tergolong sepi. Proses pemulihan tidak hanya bergantung pada berbagai macam terapi yang diterima oleh pasien. Pemulihan pada pusat rehabilitasi secara arsitektural juga sangat penting dalam menunjang keberhasilan proses terapi anak – anak.
KANTOR BERSAMA DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR MODERN
Satria Wardiman;
Gaguk Sukowiyono;
Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 01 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kantor Bersama di Kota Malang merupakan fasilitas kantor umum yang dimana nantinya juga bisa menjadi kantor sewa untuk perusahaan Swasta. Bangunan perkantoran adalah tempat untuk melakukan aktivitas perekonomian, dalam perkantoran pekerjaan utamanya ialah dalam keegiatan penanganan menejemen dan kegiatan informasi maupun membuat keputusan berdasarkan informasi yang sudah ada. Hal tersebut bisa membuat perubahan luas kantor berdasarkan organisai, struktur ,dan menejemen. Oleh sebab itu perancangan bangunan kantor diperlukan perancangan yang jelas dimulai dari perancangan, keamana, bentuk, arsitektur, struktur, biaya dan jasa yang tersedia. Kantor Bersama ini juga akan menyediakan fasilitas fasilitas yang bisa di gunakan oleh masyarakat yang melakukan kegiata di kantor tersebut. Pada banguna Kantor Bersama ini memiliki banguna dengan pendekatan arsitektur modern yang dimana pada wilayah dan lokasi pembangunannya sangat mendukung dengan pendekatan arsitektur modern. Oleh karena itu bangunan Kantor Bersama di Kota Malang ini sangat di butuhkan untuk perusahaan-perusahan kecil yang baru. Maka untuk merealisasikan gedung ini di perlukan perancangan yang sangat matang dengan perhitungan dan analisa yang baik, yang nantinya akan menghasilkan bangunan ekonomis, dan estetika.
PUSAT PERBELANJAAN DI KOTA SELONG TEMA : ARSITEKTUR ECO LIVING
Adera Septiyandi Pangestu;
Daim Tri Wahyono;
M. Nelza Mulki Iqbal
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 01 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pusat perbelanjaan di Kota Selong merupakan sarana komersil yang diperuntukan bagi pengunjung dengan tujuan mendapatkan sesuatu berupa barang atau jasa melalui penjual dengan maksud berbelanja, khususnya produk UMKM yang berasal dari Kabupaten Lombok Timur yang dapat menarik dan melengkapi fasilitas penunjang dari daerah sekitar dan terletakdi Kota Selong. Untuk komoditas yang berasal dari UMKM Lombok Timur dan mempunyai target untuk memperkenalkan komoditas khas daerah Lombok Timur kepada seluruh wisatawan yang datang. Selain itu, tujuan lain dibangunnya bangunan ini yaitu agar perekonomian masyarakat Lombok Timur dapat berubah menjadi lebih baik. Selain tempat perniagaan, bangunan ini juga dapat menjadi tempat liburan, seperti pameran dan pusat penjualan digital. Oleh karena itu dibangunnya pusat perbelanjaan ini diharapkan dapat menjadi haluan bagi para pelaku UMKM khususnya daerah Lombok Timur dan juga bisa menjadi wadah dalam memajukan usahanya. Diharapkanpula, fasilitas ini mampu menjadi ikon bangunan yang menjadi alasan untuk berkembangnya perekonomian masyarakat Lombok Timur dan mampu ikut serta dalam menyambut perkembangan industri kreatif dimasa yang akan datang.
REDESAIN MUSEUM KERETA API DI KOTA BONDOWOSO TEMA: ARSITEKTUR KOLONIAL
Aldien Naufal Setya Putra;
Adhi Widyarthara;
Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 01 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Museum kereta api di Kota Bondowoso ini merupakan bangunan peninggalan jaman Belanda di Bondowoso. Museum ini dulunya adalah stasiun kereta api yang dinonaktifkan di tahun 2004 dan menjadi museum di tahun 2016. Redesain museum ini diharapkan bisa memberikan tampilan bangunan baru yang sebelumnya kurang representatif dan tata ruangnya yang cenderung membosankan, juga bertujuan agar Kota Bondowoso ini bisa lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia. Metode perancangan ini diawali dengan menganalisis data museum yang lama, menganalisis data eksisting tapak, menyelesaikan hasil analisis yang bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting yang perlu perbaikan dan mendesain ulang yang belum memadai. Hasil dari penelitian adalah perlu adanya perbaikan desain pada bangunan dan ruang pamer di museum, dimana ruang pameran museum yang merupakan ruangan penting bangunan ini akan lebih di luaskan agar pengunjung bisa lebih luasa dan juga memberikan suasana jaman perkembangan kereta di Indonesia.
MUSEUM BUDAYA SUKU DAYAK MAANYAN TEMA: ARSITEKTUR KONTEMPORER
Mayang Rizky Rian Winney;
Adhi Widyarthara;
Debby Budi Susanti
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 01 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Suku Dayak Maanyan adalah salah satu suku dengan jumlah populasi terbesar yang mendiami wilayah Kalimantan bagian Tengah hingga beberapa wilayah pinggiran Kalimantan bagian Selatan, eksistensinya tidak terpisahkan dari keberadaan rumah adat yakni Lewu Hante yang sangat terkenal hingga saat ini. Tradisi unik dari budaya yang dimiliki oleh suku Dayak Maanyan dalam hal menghormati leluhur masih sangat kental dan terjaga hingga saat ini, terbatasnya fasilitas yang memadai untuk menampung kegiatan tersebut serta dapat difungsikannya sebagai tempat pagelaran acara adat dan budaya; menjadi perlu menghadirkan fasilitas yang memadai yakni Museum Budaya Suku Dayak Maanyan sebagai sebuah wadah guna menjaga dan melestarikan budaya suku serta dapat digunakan oleh masyarakat Dayak Maanyan untuk melaksanakan upacara adat. Lewu Hante atau yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan Rumah Betang memiliki makna yang sangat mendalam bagi suku Dayak Maanyan, yakni merupakan simbol dari hubungan kekeluargaan yang begitu erat bagi setiap kepala keluarga dari suku Dayak Maanyan. Menjadi tantangan tersendiri dalam merancang bangunan ini, agar dapat memancarkan nilai budaya maupun adat masyarakat Dayak Maanyan yang dipadu dengan penggunaan material bahan bangunan modern; mengingat dewasa ini untuk membangun sebuah Rumah Betang dengan material kayu ulin sangatlah mustahil karena kayu ini termasuk tumbuhan yang dilindungi serta cukup langka untuk mendapatlkannya dengan ukuran tertentu sesuai kebutuhan.
RUMAH SUSUN MAHASISWA DI KOTA KEFAMENANU TEMA: ARSITEKTUR HIJAU
Julius Odo Ronaldo Boikletes;
Breeze Maringka;
Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 01 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Rumah Susun Mahasiswa di Kota Kefamenanu Merupakan suatu perencanaan dan perancangan dengan menerapkan tema arsitektur hijau dengan memanfaatkan energy alam seperti menghemat energy pada bangunan, penghawaan alami dan mengurangai pemanasan global di siang hari. Perancangan Rumah Susun Mahasiswa ini bertujuan untuk mendukung pendidikan mahasiswa dengan adanya fasilitas tambahan seperti perpustakan, fasilitas olaraga, serta memudahkan sarana transportasi mahasiswa.Rumah susun ini juga sebagai salah satu sarana pendukung bagi mahasiswa yang berasal dari luar kota sehingga dapat mengurangi biaya transportasi. Oleh karena itu harapan rancangan Rumah Susun Mahasiswa ini mampu menjadikan salah sarana pendukung yang baik dan bermutu bagi mahasiswa di Kota Kefamenanu, serta dengan adanya fasilitas tambahan ini mampu meningkatkan ilmu pendidikan mahasiswa.
GREEN RESORT DI KAWASAN KUTA UTARA BALI TEMA: GREEN ARCHITECTURE
Teresa Yesi Rosa Krisnanda;
Adhi Widyarthara;
Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 01 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Resort di Kawasan Kuta Utara Bali tepatnya di Canggu dengan tema green architecture adalah bangunan yang ditujukan sebagai tempat untuk peristirahatan sementara atau menginap dengan memanfaatkan potensi alam sekitar yaitu pantai Batu Bolong, dengan desain green arsitektur maka semaksimal mungkin bangunan menggunakan sumber daya alam dan material-material yang ramah lingkungan. Latar belakang perancangan resort ini dikarenakan perkembangan pariwisata yang amat pesat di daerah Kuta Utara terutama di daerah Canggu sedangkan permasalahan yang ada adalah kurangnya penginapan yang bersifat rekreatif dan berfasilitas lengkap. Dengan berkembangnya penggunaan sosial media sebagai salah satu platform untuk menyebarkan informasi dan pemasaran maka dapat digunakan untuk mempromosikan keberadaan resort ini. Dengan adanya perancangan resort ini dikawasan pantai Batu Bolong diharapkan dapat meningkatkan pemasukan untuk warga sekitar dan dapat menambah lapangan pekerjaan untuk masyarakat Bali. Kurangnya penginapan dengan fasilitas yang lengkap untuk pengunjung yang berwisata di daerah pantai Batu Bolong ini, maka dengan adanya perancangan resort ini akan menambah daya tarik untuk wisatawan yang datang berkunjung ke Bali bagian Kuta Utara yaitu tepatnya Canggu. Diharapkan juga dengan adanya perancangan resort di daerah ini dapat membantu mengatasi permasalahan yang ada.