Articles
446 Documents
GEDUNG PUSAT KEBUDAYAAN JAWA TIMUR TEMA ARSITEKTUR METAFORA
Ahmad Nur Sanjaya;
Bambang Joko Wiji Utomo;
Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 01 (2018): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Budaya yang merupakan sebuah unsur dalam hidup untuk menjalankan kehdupan manusia memiliki peran penting dalam menjalankan sebuah peradaban. Kegiatan dalam menjalankan kehidupan manusia tak lepas dari kegiatan budaya mulai dari kegiatan yang sederhana hingga kegitan yang dapat dikatakan komplek dari bersifat kegaamaan dan lain sebagainya. Namun seiring dengan berkembangnya teknologi dan informasinya di jaman yang modern ini. Aktivitas yang bersifat kebudayaan mulai ditinggalkan oleh masyarakat yang modern dikarena keadaan, situasi, dan aktifitasnya dianggap terlalu rumit, pertentangan dengan nalar dan logika masyarakat modern serta dianggap ketinggalan zaman. Untuk menyelesaikan masalah dan memberikan solusi yaitu engan menyediakan sebuah wadah atau fasilitas yang dapat menampung segala kegiatan budaya namun dikemas secara atraktif, menarik, dan modern. Segingga nantinya masyarakat akan dapat tetap menjalankan aktivitasnya sebagai sebuah saran pendidikan dan juga hiburan bagi seluruh kalangan.fasilitas yang dimaksud adalah Gedung Pusat Kebudayaan Jawa Timur dengan lokasi perancangan berada di kota Malang. Pemilihan Kota Malang dalam pembuatan pusat kebudayaan dikarenakan Kota Malang berada di pusat dari provinsi Jawa Timur dengan memiliki spesifikasi kota dengan tujuan pendidikan, budaya, dan hiburan. Dengan melihat potensi yang telah ada maka bangunan akan didisain dengan bentuk bangunan yang lebih modern dan menonjolkan unsur kebudayaan pada bangunan. Untuk mewujudkan terbangunnya bangunan tersebut digunakan salah satu unsur kebuyaan Jawa seperti hewa yang melambangkan budaya jawa, sehingga pendekatan yang dibutuhkan dalam merancang bangunan tersebut adalah Arsitektur Metafora.
SAMARINDA ART CENTER TEMA ARSITEKTUR
Andhika Cholil Gibran;
Gatot Adi Susilo;
Budi Fathony
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 01 (2018): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Seni budaya nusantara merupakan beragam bentuk kesenian yang tumbuh dan berkembang di daerah daerah yang ada di Indonesia. Seni budaya juga merupakan sebuah cara dari masyarakat terdahulu untuk mengekspresikan diri entah melalui lukisan tangan, gerakan gerakan, atau hanya sekedar nyanyian yang nantinya kita kenal sebagai kesenian budaya masyarakat tertentu. Sama halnya dengan masyarakat pesisir pantai sungai Mahakam khususnya kota Samarinda. Di mana kesenian suku Dayak berkembang. Namun seiring perkembangan zaman dan masuknya budaya budaya asing lewat media elektronik, kesenian daerah mulai dikurangi peminat. Sehingga secara tidak langsung juga berdampak dengan pembangunan daerah tersebut yang melupakan kesenian daerah. Bisa dilihat dari berbagai macam acara kesenian di Samarinda yang dilaksanakan di lokasi yang secara fungsi tidak mendukung kegiatan tersebut. Atas dasar tersebut, serta karna kurangnya wisatawan di Kota Samarinda, penulis mencoba untuk menawarkan sebuah solusi sebagai tempat melaksanakan acara kegiatan seni yang dikemas dengan wadah yang modern, menarik namun masih mewakili ciri khas arsitektur dari daerah tersebut. Sehingga, muncullah ide perancangan sebuah arsitektur yang dinamakan Samarinda Art Center yang terletak di Kota Samarinda. Yang dimaksudkan untuk memberikan fasilitas kepada acara acara kesenian yang ada di Kota Samarinda sekaligus juga diharapkan menjadi salah satu lokasi wisata edukasi yang dapat memperlihatkan kesenian Kota Samarinda kepada wisatawan.
STADION SEPAK BOLA TIPE A STANDAR FIFA
Ahmad Rizal Tanthowi;
Adhi Widyarthara;
Budi Fathony
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 01 (2018): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sepak bola merupakan olah raga yang sangat popular di dunia pada saat ini, dimana semua kalangan masyarakat begitu menggemari olahraga ini, adapun fasilitas utama dalam bermain sepak bola adalah sebuah stadion yang dapat menampung para pemain serta penggemar sepak bola. Adapun yang menjadi permasalahan utama pada stadion-stadion yang ada di Indonesia khususnya di kota NTB ( Nusa Tenggara Bara ), serta bentuk fasad bangunan yang kurang menarik minat para penonton. Dalam perancangan stadion sepak bola ini metode yang digunakan adalah analisis deskriptif yakni dengan mengumpulkan data, menyusun, kemudian menganalisa serta mengelompokkan data yang akan dijadikan sebagai dasar dalam perancangan dan desain. Pada perancangan stadion sepak bola ini direncanakan sirkulasi pengunjung yang tidak menghambat para supporter untuk masuk ke dalam stadion, dan pembagian sirkulasi pengunjung tuan rumah dan pengunjung tamu dibuat terpisah agar tidak terjadi crossing.
PUSAT MUSIK MODERN DI KOTA MALANG
Awang Titis Isnin Supriyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 01 (2018): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perancangan pusat musik modern di kota malang ini bertujuan untuk memberikan fasilitas akan sarana hiburan pertunjukan seni musik kepada masyarakat kota malang selain itu juga untuk membina, mengarahkan bakat dan minat generasi muda pada seni musik. Perancangan objeck ini menggunakan tema arsitektur metafora. Lokasi perancangan pusat musik modern di kota malang terletak pada jl. Mayjend panjaitan kelurahan Penanggungan kecamatan Klojen kota malang. Pusat musik modern kota malang ini memiliki fasilitas utama sebagai pertunjukan musik/konser dan pendidikan informal serta penjualan alat musik pada fasilitas penunjangnya. Mengingat tema pada objeck arsitektur metafora jadi bentuk yang akan menjadi kekuatan pada bangunan itu sendiri. Dengan besarnya antusias masyarakat malang dengan seni musik maka di harapkan dengan di bangunnya pusat musik modern di kota malang akan membantu masyarakat malang itu sendiri pada umumnya agar dapat terfasilitasi akan sarana hiburan pertunjukan seni musik ataupun dapat mengembangkan bakat atau minat di bidang seni musik.
GALERI SENI RUPA DI KOTA MALANG
Abraham Santoso;
Lalu Mulyadi;
Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 01 (2018): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kreativitas seniman di Malang sudah lama dikenal terutama dibidang seni rupa, dan terdapat banyak seniman dengan ciri khas yang beragam. Namun, saat ini masih ada seniman-seniman yang memamerkan dan menjual karya seninya di emperan toko, dan para seniman sedikit yang beruntung bisa memamerkan karya seninya di galeri. Ketersediaan galeri sangat diperlukan apabila ada seniman-seniman besar yang ingin menggelar karyanya di Kota Malang, sangat membutuhkan suatu tempat (galeri) yang benar-benar mewadahi dari segi kenyamanan dan keamanannya. Desain bangunan dengan tema metafora menjadi pilihan untuk mewujudkan suatu bangunan galeri yang komunikatif dan atraktif. Metafora yang diambil adalah bentuk dari guci sebagai bangunan utama dan tumpukan kanvas sebagai bangunan penunjang. Ide bentuk tersebut merupakan perwakilan berdasarkan fungsi galeri sebagai tempat memerkan karya seni rupa yang berupa seni lukis, seni grafis, dan seni patung, seni kayu dan seni keramik.
MUSEUM PERJUANGAN DI KOTA MALANG TEMA ARSITEKTUR METAFORA
Agung Dwi Cahyono;
Daim Triwahyono;
Suryo Tri Harjanto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 01 (2018): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Museum adalah tempat dan sarana pembelajaran, terutama sejarah dan budaya. Museum menyimpan berbagai macam koleksi benda-benda bersejarah yang berjumlah ratusan sampai dengan ribuan koleksi. Benda-benda bersejarah yang disimpan di museum merupakan representasi dari perjalanan sejarah selama ribuan tahun hingga kini. Museum juga dapat dijadikan sebagai parameter atau tolak ukur dari pembangunan sebuah bangsa dan negara. Semakin tinggi kualitas dan kuantitas museum di sebuah negara, maka indeks pembangunan di negara itu semakin meningkat. Banyaknya pengunjung museum, kegiatan-kegiatan di museum, serta aktivitas masyarakat yang terkait dengan museum merupakan bentuk apresiasi yang nyata bagi suatu museum. Promosi adalah salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mendukung daya tarik yang ditawarkan dari museum. Masyarakat memerlukan tempat untuk mencari informasi terkait museum karena tanpa informasi yang jelas, akurat dan menarik, maka minat dan perhatian masyarakat untuk berkunjung ke museum akan berkurang. Museum Perjuangan di Kota Malang sebagai museum sejarah perjuangan bangsa memiliki koleksi yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan peristiwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
GESCHAFT TOWER HOTEL (HOTEL BISNIS DI KOTA SURABAYA) TEMA ARSITEKTUR HI-TECH
Andry Putra Purna Irawan;
Suryo Tri Harjanto;
Gatot Adi Susilo
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 01 (2018): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hotel Bisnis merupakan salah satu obyek tempat tinggal sementara yang menawarkan berbagai fasilitas, kenyamanan, dan privasi tinggi bagi para tamunya dan memerlukan tempat untuk negosisasi dengan klientnnya atau hanya sekedar bermalam. Dengan banyaknya pendatang yang berkunjung ke kota-kota besar khususnya kota surabaya baik yang datang dan tinggal untuk sementara waktu atau hanya untuk sementara oleh karen itu tempat penginapan dengan fasilitas yang komplit sangat di perlukan untuk menunjang aktifitas pembisnis tersebut. Salah satu daerah yang menjadi pusat Perekonomian kedua Di indonesia tengah saat ini sedang menggadang-gadangkan bangunan vertical untuk wilayah kotanya. Kemonotonan Bentuk yang digunakan dalam design hotel memberikan cerminan lemahnya karakter sebuah kota. Dari fenomena tersebut timbul sebuah gagasan untuk menghadirkan sebuah Hotel yang mampu merealisasikan konsep Iconic of City. Perancangan difokuskan pada Architecture High-Tech mengenai kekontrasan pada lingkungan Kota Surabaya yang notabene merupakan derah yang padat untuk berbisnis dalam wujud Geschaft Tower Hotel. Laporan ini dimaksudkan untuk menghasilkan suatu produk penerapan Arsitektur Simbolis dilandasi dari karakter kota sekitar yang tertuang dalam Geschaft Tower Hotel di Surabaya. Laporan ini tergolong dalam perancangan dengan metode perancangan yakni menekankan pada Differnt,Centarality,and meaning pada bangunan dengan obyek yaitu tempat tinggal dengan perkantoran.
MALANG CONVENTION AND EXHIBITION TEMA ARSITEKTUR METAFORA
Arif Putra Wira Prasetya;
Daim Triwahyono;
Budi Fathony
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 01 (2018): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Malang dikenal sebagai kota pendidikan dan pariwisata, dalam menunjang kegiatan tersebut, maka fasilitas-fasilitas penunjang harus terpenuhi, dengan adanya fasilitas penunjang kegiatan tersebut diharapkan kota Malang dapat lebih maju dan berkembang dikemudian hari. Convention dan Exhibition adalah sebuah kegiatan atau acara yang digelar dimana acara tersebut menghadirkan atau melibatkan banyak orang, (pameran, konferensi, pertunjukan seni). Kurangnya gedung Convention dan Exhibition di kota malang menjadikan perkembangan kota malang sedikit tertinggal dengan kota-kota besar lain di Indonesia yang sudah memiliki banyak gedung Convention dan Exhibition. Gedung Convention dan Exhibition adalah gedung atau bangunan yang berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan suatu aktivitas atau kegiatan yang berhubungan dengan Konvensi dan Pameran, agar kegiatan konvensi dan pameran dapat berjalan dengan lancar maka dari itu gedung tersebut haruslah memiliki ruang yang difungsikan sesuai dengan kegiatan dan aktivitas konvensi dan pameran.
ISLAMIC CENTER KOTA BATU TEMA: ARSITEKTUR REGIONALISME
Badrus Sofian;
Budi Fathony;
Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 01 (2018): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam dunia arsitektur mencakup berbagai jenis proyek pembangunan. Salah satu yang d ambil contoh adalah proyek penbangunan Islamic center. Islamic center sanagat di butuhkan di setiap daerah untuk menjadi wadah kegiatan-kegiatan islam. Ada beberapa macam Islamic center yaitu Islamic center skala kota, Islamic center skala kabupaten dan Islamic center skala provinsi. Pada dasarnya Islamic center merupakan wadah bagi masyarakat sekitar untuk mengerti atau memahami tentang agama islam secara detail. Islamic center juga merupakan pusat kegiatan keislaman yang di kelola oleh Lembaga-lembaga keislaman tersendiri. Pada suatu Kawasan Islamic center masyarakat akan di ajak untuk menjaga silahturahmi agar memper erat persatuan dan kesatuan. Untuk itu Islamic center merupakan kibtar dari semua aspek.
SARANA EDUKASI DAN MEMBACA DI KOTA MALANG TEMA ARSITEKTUR MODERN
Dian Khusnul Khatima;
Lalu Mulyadi;
Gaguk Sukowiyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 01 (2018): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Malang telah lama dikenal sebagai salah satu tujuan kota pendidikan. Banyak kalangan dari seluruh pelosok Indonesia menimba ilmu di kota Malang baik untuk tingkat pendidikan tinggi maupun menengah. Selain faktor iklim yang mendukung swasana belajar, kota malang merupakan salah satu kota/ kabupaten di Indonesia yang memiliki beberapa perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta. Ilmu adalah pelita kehidupan. Pepatah ini mungkin ada benarnya. Tanpa ilmu, seseorang akan mengalami kesulitan dalam mengarungi kehidupan di dunia ini, Sekecil apa pun ilmu yang dibutuhkan, tidak dapat dilepaskan. Salah satu sumber ilmu adalah buku. Ungkapan lama ini masih tetap dapat dipegang kebenarannya, meski saat ini berkembang beragam jenis media untuk mendapatkan pengetahuan (informasi), seperti televisi dan internet. Maka tidaklah salah jika buku tetap menjadi media nomor satu yang dijadikan jendela dunia pengetahuan, dan satu-satunya cara mengetahui isi buku hanya dengan membacanya. Membaca adalah kegiatan meresepsi, menganalisis, dan menginterpretasi yang dilakukan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis dalam media tulisan. Kegiatan membaca meliputi membaca nyaring dan membaca dalam hati. Membaca nyaring adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan cara membaca keras-keras di depan umum. Sedangkan kegiatan membaca dalam hati adalah kegiatan membaca dengan saksama yang dilakukan untuk mengerti dan memahami maksud atau tujuan penulis dalam media tertulis.