cover
Contact Name
Muhammad Nelza Mulki Iqbal
Contact Email
nelzamiqbal@lecturer.itn.ac.id
Phone
+6285755479000
Journal Mail Official
jurnal_arsitektur_pengilon@scholar.itn.ac.id
Editorial Address
2nd Floor, Department of Architecture, Institut Teknologi Nasional Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Arsitektur
ISSN : 15011410     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Pengilon is an academic journal written by bachelor student of architecture department, Institut Teknologi Nasional Malang. Pengilon covers wide variety topics in the context of built environment, architecture, and urbanism.
Articles 446 Documents
PUSAT KECANTIKAN DI KOTA MALANG Putri Ayu Mustika; Suryo Tri Harjanto; Gatot Adi Susilo
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 02 (2018): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan adanya populasi penduduk yang cukup padat dan beragam industri yang besar, dengan berbagai macam aktifitas didalamnya akan memberikan kesibukan, rutinitas, dan tuntutan hidup yang lebih tinggi, yang secara tidak langsung akan mempengaruhi waktu istirahat. Kelelahan yang dijalani hampir setiap hari ditengah bising dan macetnya lalu lintas kota yang membuat karyawan dan pekerja lainnya maupun mahasiswa harus memutar otak, mengerahkan tenaga yang sedikit banyak akhirnya menimbulkan keletihan, kejenuhan, juga stress yang akan memberikan dampak bagi kesehatan dan kecantikan. Keadaan yang buruk seperti itu semakin diperburuk dengan kebiasaan atau pola hidup yang tidak bersahabat dengan kesehatan, misalnya, pola makan yang tidak teratur, mengkonsumsi makanan yang berkolesterol dan berlemak tinggi serta kurangnya serat. Pola aktivitas yang kurang bergerak, tidak berolahraga. Kebiasaan itulah yang menyebabkan sistem peredaran darah yang tidak lancar dan menimbulkan masalah kesehatan dan kecantikan lainnya. Oleh karena itu, saya ingin merancang pusat kecantikan dengan tema Arsitektur Modern, yang bertujuan untuk mendapatkan kondisi tubuh yang sehat, membantu menjaga, merawat, dan membentuk keindahan penampilan agar selalu tampil prima dan menarik bagi wanita di Kota Malang.
GALERI SENI DI KOTA MALANG TEMA ARSITEKTUR POST-MODERN Raditya Pratama Wijayanto; Adhi Widyarthara; Budi Fathony
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 02 (2018): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang sejak dahulu dikenal kreativitasnya pada bidang seni, khususnya seni rupa, seperti seni lukis dan grafis, patung juga atraksi-atraksi dari seni instalasi , seni rupa di Kota Malang pada era ini memiliki banyak potensi dan perkembangan namun belum adanya sarana dan prasarana yang menunjang seniman-seniman tersebut untuk mempromosikan dan memamerkan karya nya, seniman lebih sering mempromosikan dan memamerkan karyanya di tempat yang tempatnya relatif kecil dan sempit tidak memiliki sarana memadai dan “magnet” yang mampu menyedot public berduyunn-duyun mendatanginya. Sementara itu arsitektur harus mampu mewadahi peran didalam mendukung aktivitas dan kegiatan yang terkait. Galeri seni rupa diperlukan untuk memajukan dan mendukung potensi-potensi seniman dan komunitas seni rupa untuk berkarya dan memamerkan hasil karyanya juga sarana interaksi sosial bagi seniman dan masyarakat. Jadi keberadaaan wadah ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa antusiasme, semangat minat dan memasyarakatkan dunia seni rupa yang ada di Kota Malang, serta meningkatkan karya seniman atau perupa untuk dipamerkan atau ditunjukkan dalam eksibisi seni rupa.
MUSEUM WAYANG DI KOTA MALANG TEMA ARSITEKTUR METAFORA Seftyan Hadi Susilo; Daim Triwahyono; Gaguk Sukowiyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 02 (2018): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wayang merupakan hasil kreasi seni dan budaya terdiri dari berbagai macam jenis, seperti wayang purwa, wayang kulit, wayang klitik, sampai wayang golek. Wayang sebagai bagian dari kebudayaan kita memiliki aset yang tidak ternilai dan menjadi salah satu bagian dari kebanggan Indonesia sebagai warisan karya budaya dunia. Namun semakin berkembangnya jaman, makin berkembang pula ilmu pengetahuan dan teknologi. Makin banyak budaya populer asing, dan tekonologi-teknologi modern dan canggih masuk ke negara ini sehingga budaya-budaya lokal, salah satunya adalah wayang menjadi terpinggirkan dan ditinggalkan oleh masyarakat umum, khususnya generasi muda. Untuk itu diperlukan wadah yang dapat meningkatkan kembali apresiasi para generasi muda, khususnya anak-anak terhadap salah satu budaya lokal, yaitu wayang. Wadah tersebut dapat direalisasikan dengan Museum Wayang di Kota Malang yang dapat mengapresiasi dan memberikan pendidikan, serta pengenalan kesenian wayang kepada generasi muda secara perlahan. Perancangan bangunan menggunakan konsep tema Arsitektur Metafora sehingga bentuk dasar bangunan mengambil dari bentuk dasar bentuk wayang. Sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengenali Museum Wayang di Kota Malang sebagai museum yang melestarikan tentang wayang di Indonesia.
PUSAT REHABILITASI ANAK PENYANDANG DISABILITAS TUNA DAKSA DI KOTA MALANG Sitti Awalia Dewi Permatasari; Lalu Mulyadi; Budi Fathony
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 02 (2018): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak dengan disabilitas merupakan anak yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu yang lama. Dimana keterbatasan tersebut menghambat mereka untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar dan melakukan kegiatan sehari-hari. Dengan ketidak mampuan mereka ini anak dengan disabilitas sendiri membutuhkan perhatian dan perlindungan dari keluarga, lingkungan dan pemerintah dalam pemenuhan hak - hak anak penyandang disabilitas tersebut dalam berbagai aspek kehidupan sesuai dengan yang ada dimana salah satunya adalah hak hidup, mendapatkan pendidikan dan kesehatan. Namun kenyataan yang ada, banyak masyarakat masih memiliki pemahaman dan kepedulian yang minim terhadap kaum disabilitas. Serta pandangan negatif seperti penyandang disabilitas dianggap sebagai “ke-tidak normalan” dan harus dikasihani mengakibatkan kurangnya upaya dalam pemenuhan hak-hak tersebut. Padahal pemberian penanganan dan pengarahan yang benar bagi anak penyandang disabilitas sejak dini atau pada saat gejala muncul sehingga dengan pemberian penanganan yang tepat akan mampu meningkatkan kemandirian anak dengan disabilitas saat terjun ke dalam masyarakat. Kota Malang sebagai kota kedua terbesar di Jawa Timur, juga memiliki jumlah penyandang disabilitas yang cukup besar dengan berbagai kategori dimana tuna daksa sebagai populasi disabilitas terbesar. Namun, kota ini dianggap memiliki potensi sebagai kota inklusif dengan julukannya sebagai Kota Pendidikan dan lingkungan yang kondusif. Berbagai fasilitas telah disediakan untuk mengakomodasi para difabel pada ruang publik yang ada. Sayangnya fasilitas yang ada belum mampu untuk menampung jumlah penyandang disabilitas di Kota Malang atau masih dibawah standar. Terutama dibidang pendidikan dan pelayanan kesehatan. Sehingga diperlukan adanya wadah sesuai standar yang dapat menampung kegiatan penanganan pendidikan bagi penyandang disabilitas khususnya tuna daksa berupa pusat rehabilitasi anak yang nyaman dan aksesibel bagi penghuninya.
SPORTS CLUB DI KOTA MALANG Yoshi Lusiana Sari; Didiek Suharjanto; Gaguk Sukowiyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 02 (2018): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang dengan mayoritas masyarakat yang merupakan pekerja kantoran, pegawai, dan juga mahasiswa. Tentunya perlu suatu wadah untuk menunjang aktivitas olahraga masyarakat Kota Malang dalam mengurangi rasa stes akan pekerjaan, aktivitas kehidupan yang membosankan, dan menjaga kebugaran tubuh, maupun mencari suasana tenang alami. Sports Club merupakan suatu wadah olahraga rekreasi yang memiliki beberapa jenis olahraga, dimana olahraga inilah yang diminati oleh warga masyarakat Kota Malang. Adanya sports club bertujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan adanya faasilitas pendukung kebutuhan yang bersifat olahraga dan menghibur. Dengan fasilitas berupa lapangan tenis, lapangan futsal, sarana senam aerobik, yoga, billyard, sauna, kolam renang, kafe dan resto, dan beberapa fasilitas penunjang seperti lobby dan administrasi. Pembangunan lokasi olahraga yang rekreatif dan edukatif tentunya dapat dilaksanakan bersamaan dengan mendukung tema penghijauan. Oleh sebab itu, arsitektur hijau dapat menjadi solusi untuk meminimalisir penggunaan energi dengan memanfaatkan energi yang berasal dari alam (energy of nature) dengan dipadukan teknologi tinggi (high technology performance). Jadi, pengertian sports club di Kota Malang dengan Tema Arsitektur Hijau adalah suatu tempat atau wadah yang menaungi aktivitas yang menyehatkan untuk tubuh yang juga diiringi dengan penghijauan lingkungan.
MALANG AQUATIC ARENA TEMA: ARSITEKTUR HIGH TECHNOLOGY Dona Swastika; Daim Tri Wahyono; Bambang Joko Wiji Utomo
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 02 (2019): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga akuatik termasuk salah satu olahraga yang dipertandingkan dalam kejuaraan olahraga nasional maupun internasional. Di Kota Malang sendiri terdapat bibit-bibit atlet berprestasi, namun sarana yang kurang memadai menjadikan atlet tersebut menjadi terbatas dalam berlatih. Malang Aquatic Arena ini merupakan salah satu wadah bagi para atlet untuk dapat berlatih dengan fasilitas berstandar internasional, seperti kolam tanding 50 meter, kolam loncat indah, kolam pemanasan, serta fasilitas penunjang lainnya. Fungsi lain dari arena akuatik ini dapat dipergunakan untuk pertandingan baik tingkat daerah maupun nasional. Lokasi yang berdekatan dengan gelanggang olahraga memudahkan pengunjung untuk mengaksesnya. Aquatic Arena ini juga diperuntukkan bagi masyarakat umum yang ingin berolahraga renang maupun olahraga akuatik lain yang terfasilitasi dalam bangunan tersebut. Sebagai ciri khas dari bangunan tersebut, maka menerapkan tema arsitektur high technology. Dimana penerapan tema ini lebih ditonjolkan pada bagian struktur bangunan. Penerapan high-tech dalam bangunan selain bagian struktur, juga sebagai tampilan luar bangunan yang menjadikan pembeda serta memiliki keunikan tersendiri dibandingkan lingkungan di sekitarnya.
SEKOLAH DASAR LUAR BIASA GOLONGAN B DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR POST MODERN Eva Rosianah; Didiek Suharjanto; Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 02 (2019): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak tunarungu adalah anak yang mengalami gangguan pendengaran dan percakapan dengan derajat pendengaran yang berfariasi antara 27dB –40 dB dikatakan sangat ringan 41 dB – 55 dB dikatakan Ringan, 56 dB – 70 dB dikatakan Sedang, 71 dB – 90 dB dikatakan Berat, dan 91 ke atas dikatakan Tuli. Secara fisik, anak tunarungu tidak berbeda dengan anak normal pada umunya yang dapat mendengar, namun anak dengan gangguan tunarungu dapat diketahui saat mereka berbicara karena saat berbicara artikulasi yang dikeluarkan kurang jelas atau bahkan tidak berbicara sama sekali. Pendidikan merupakan kebutuhan setiap manusia. Pendidikan merupakan salah satu faktor yang menunjang pembangunan atau peningkatan sumber daya manusia. Pendidikan merupakan proses perkembangan pribadi bagi anak agar menjadi dewasa yang mampu hidup dengan mandiri dan dapat berinteraksi sosial sebagai masyarakat dalam lingkungan disekitar mereka. Pada anak dengan berkebutuhan khusus seperti tunarungu memerlukan fasilitas yang berbeda dengan sekolah dasar pada umumnya. Ketidak mampuan pada pendengaran dan komunikasi secara verbal membuat mereka memerlukan cara pengajaran yang berbeda serta fasilitas-fasiltas tambahan sebagai media pengajaran.
GALERI SENI LUKIS TEMA: POSTMODERN Ferolica Krizia; Adhi Widyarthara; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 02 (2019): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maksud dan tujuan karya tulis ini adalah untuk menyusun dan meningkatkan suatu landasan konseptual yang diarahkan guna mendapatkan factor-faktor penentu perencanaan wadah fisik. Landasan tersebut meliputi acuan perancangan mikro dan acuan perancangan makro yang selanjutnya ditransformasikan kedalam desain grafis. Metode karya tulis yang dipakai menggunakan analisa sintesa dengan menguraikan hal-hal yang berhubungan dengan pokok-pokok bahasan melalui cara memaparkan data-data yang berdasarkan studi literatur, wawancara dan observasi lapangan yang berhubungan dengan materi penelitian ini. Karya hasil ilmiah ini berupa Perencanaan Gedung Galeri Seni Lukis Di Kota Malang yang representatifnya ditinjau dari segi arsitektural, yang berkesan komersil. Rekreatif yang bercirikan postmodern, dan ditinjau dari segi fungsi serta intensitasnya yang dapat menampung seluruh aktivitas yang terselenggara didalamnya serta menyediakan fasilitas penunjang dan perlengkapan bangunan serta prasarana utilitas yang lengkap.
PERANCANGAN KONFERENSI DAN PAMERAN DI KOTA MALANG TEMA: HIGH-TECH ARCHITECTURE Maxedo Novami Dahlia Tenggara; Breeze Maringka; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 02 (2019): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pariwisata menjadi komoditas bisnis andalan di banyak negara maju. Meskipun fasilitas pariwisata dengan potensinya pas – pesan, namun karena kemasan pariwisatanya sangat menarik, sektor ini menjadi penghasil devisa terbanyak dari total devisa yang diterima. Bahkan ada beberapa negara hanya sebagai alat penjual – broker dengan negara kita, namun devisa yang dihasilkan cukup signifikan. Dalam hal ini, tercatat industri konvensi dan pameran sebagai bagian terbanyak dalam perolehan tersebut, karena garapannya melibatkan banyak sumber daya manusia, mulai dari yang mempunyai ketrampilan standar sampai yang profesional di bidangnya masing – masing, pengaruh di bidang ekonomi dan multipel effect yang kental serta porsi keuntungan yang sangat besar. Hal ini perlu dicermati karena industri konvensi & pameran mempunyai Prospek yang menjanjikan. Prospek industri MICE di era globalisasi ini semakin penting. Kemajuan teknologi dan pengetahuan serta persaingan bisnis yang semakin tajam dengan tingkat konflik antar negara/ kelompok yang tiada henti, menuntut untuk diadakan pertemuan, perundingan atau konferensi, baik tingkat wilayah/ regional maupun internasional sesering mungkin dan pameran dagang untuk wilayah/ negara/ regional atau internasional dalam promosi yang berkesinambungan untuk memenangkan persaingan yang ada. Terlebih di Malang sendiri gedung pameran dan konvensi hampir dalam satu bagian dari sebuah gedung, seperti hotel yang memiliki fasilitas tersebut. Tidak adanya gedung khusus yang menawarkan fasilitas ini sebagai fasilitas utama menjadi awal pembuatan gedung pameran dan konvensi.
PUSAT SENI TEATER DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR METAFORA Ramadhani Nadhia Saraswati; Adhi Widyarthara; Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 02 (2019): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia akting pada zaman sekarang sudah sangat maju dan ketat dalam persaingan sehingga semua pihak yang terkait di dalamnya seperti komunitas dan UKM dalam instansi harus berkompetensi secara ketat dalam meningkatkan kualitas dan mutu aktor, tim produksi, hingga bahkan naskah sebuah pementasan. Melihat kondisi itu, maka perlu adanya sebuah pusat kesenian teater yang representatif, kondusif dan rekreatif yang nantinya akan mewadahi aktifitas dan kegiatan guna mengembangkan seni teater di Kota Malang. Pusat seni Teater di Kota Malang ini juga berfungsi sebagai sarana komunikasi antar komunitas dan meningkatkan gairah untuk berkarya. Pendekatan tema yang dipilih agar bangunan pusat seni teater memiliki kesan berbeda dari bangunan fasilitas umum lainnya adalah Arsitektur Metafora.

Page 5 of 45 | Total Record : 446