cover
Contact Name
Fanni Zulaiha
Contact Email
fanni.zulaiha@gmail.com
Phone
+6285295611291
Journal Mail Official
fanni-zulaiha@unucirebon.ac.id
Editorial Address
Jalan Dr Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS)
ISSN : 26227789     EISSN : 2622822X     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) or called "Journal of Physics and Science Education" (in english) is a journal that focuses on research on physics education, other science education (chemistry, biology, and Natural Science), and science (theory and application of physics, chemistry, and biology). JPFS has been registered with LIPI with [p-ISSN 2622-7789 | e-ISSN 2622-822X]. JPFS publishes a scientific paper on the results of the study and review of the literature in the sphere of natural science education in primary education, secondary education and higher education. Additionally, this journal also covers the issues of environmental education & environmental science. This journal is published twice a year in March and September while the first issue is in September 2018.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 01 (2026): Maret" : 5 Documents clear
Bricket sebagai Pembelajaran Berbasis Proyek Untuk Melatihkan Kemampuan Berpikir Kreatif dengan Unjuk Kerja Pada Mata Kuliah Laboratorium Pembelajaran Berbasis Alam Sekitar Zakiya, Hanifah; Falamy, Ryna Aulia; Riyanda, Afif Rahman; Herlina, Kartini
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) Vol 9 No 01 (2026): Maret
Publisher : Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/jpfs.v9i01.1813

Abstract

Keterampilan berpikir kreatif sebagai kompetensi abad ke-21 memerlukan media pembelajaran kontekstual. Penelitian ini menjawab kesenjangan antara implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek  dan penilaian kreativitas yang masih jarang mengintegrasikan validasi produk secara empiris. Tujuan penelitian adalah menguji efektivitas model Pembelajaran Berbasis Proyek berbasis alam sekitar melalui proyek biobriket untuk melatihkan berpikir kreatif melaui unjuk kerja. Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif pada mata kuliah Laboratorium Pembelajaran Berbasis Alam Sekitar, dengan data dikumpulkan melalui observasi, analisis dokumen, dan wawancara, yang dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) setiap sintaks Pembelajaran Berbasis Proyek   dapat memfasilitasi indikator kreativitas berbeda, melalui identifikasi masalah yang memicu orisinalitas dan kelancaran ide; (2) validasi kinerja biobriket (uji kadar air, abu, kepadatan) berperan sebagai pemicu yang mengubah kreativitas menjadi inovasi saintifik melalui siklus yang berulang evaluasi-revisi; (3) keefektifan model ditentukan oleh keautentikan konteks  dan pendampingan selama proses pembuatan untuk menjembatani kesesuaian ide dan proses hingga dapat biobriket yang ideal. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi validasi empiris ke dalam inti pembelajaran berbasis proyek tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga membangun tanggung jawab ilmiah mahasiswa, sehingga berkontribusi pada pengembangan model pembelajaran sains yang relevan dan transformatif.
Pengaruh Model Pembelajaran PBL Berbasis Pendekatan Berdiferensiasi Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Materi Usaha dan Energi Wardani. R, Suci; Ikbal, Muh. Syihab; Dani, Ali Umar
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) Vol 9 No 01 (2026): Maret
Publisher : Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/jpfs.v9i01.1963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan capaian hasil belajar fisika peserta didik yang dibelajarkan melalui model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan berdiferensiasi, menggambarkan hasil belajar peserta didik yang mengikuti pembelajaran konvensional, serta mengkaji perbedaan hasil belajar antara kedua kelompok pada materi usaha dan energi di kelas XI SMAN 14 Makassar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan Matching Only Posttest-Only Control Group Design. Kelas XI.1 ditetapkan sebagai kelompok eksperimen, sedangkan kelas XI.3 berperan sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda sebanyak 25 soal yang telah melalui proses validasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yang meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen mencapai 78,22 dengan kategori tinggi, sementara kelas kontrol memperoleh rata-rata 72,74 dengan kategori sedang. Pengujian hipotesis menggunakan independent sample t-test menghasilkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,039 yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar fisika antara peserta didik yang belajar menggunakan model PBL berbasis pendekatan berdiferensiasi dan peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran konvensional.
Analisis Peningkatan Hasil Belajar Fisika Melalui Jigsaw Kolaborasi Teams Games Tournament Nikmat; L, Muh Said; Jusman
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) Vol 9 No 01 (2026): Maret
Publisher : Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/jpfs.v9i01.1979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan hasil belajar fisika siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw kolaborasi Teams Games Tournament (TGT). Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar fisika siswa yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru serta kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain one group pretest–posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMAN 13 Jeneponto. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar berupa pretest dan posttest. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji N-Gain untuk mengetahui tingkat peningkatan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar fisika siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw kolaborasi TGT dengan nilai N-Gain berada pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw kolaborasi TGT efektif dalam meningkatkan hasil belajar fisika siswa. Dengan demikian, model pembelajaran ini dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran fisika di SMA.
Artificial Intelligence–Assisted Science Learning in Elementary Education: A Systematic Literature Review on Pedagogical Models, Learning Outcomes, and Ethical Issues Septian, Damar
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) Vol 9 No 01 (2026): Maret
Publisher : Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/jpfs.v9i01.2003

Abstract

This systematic literature review examines the integration of Artificial Intelligence (AI) in elementary science education, focusing on pedagogical models, learning outcomes, and ethical considerations. Following the PRISMA 2020 framework, a comprehensive search of the Scopus database identified 637 initial records. After applying inclusion criteria (peer-reviewed empirical studies, elementary education context, AI-assisted science learning, published 2019–2025), 28 articles were selected for final analysis. Findings reveal three primary pedagogical approaches: inquiry-based learning with AI scaffolding, project-based learning enhanced by generative AI, and game-based learning for AI concept introduction. Documented learning outcomes include improved scientific literacy (N-gain scores up to 0.73), enhanced computational thinking skills, positive attitudes toward science, and development of science process skills. However, ethical concerns regarding algorithmic bias, data privacy, over-reliance on AI, and equitable access remain insufficiently addressed in current literature. This review synthesizes current evidence to propose a framework for responsible AI integration in elementary science education, identifying significant research gaps and providing recommendations for pedagogy, policy, and future research.
Examining Students’ Ability to Identify Cognitive Learning Theories through the Case Analysis Game with Rotation (CAGeR) Fratiwi, Nuzulira Janeusse; Liliawati, Winny; Iqbal, Nur Habib Muhammad; Zulaiha, Fanni
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) Vol 9 No 01 (2026): Maret
Publisher : Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/jpfs.v9i01.2020

Abstract

Understanding learning theories is essential for prospective teachers, yet students often experience difficulties identifying theoretical perspectives within authentic instructional situations. This study aims to examine students’ ability to identify cognitive learning theories through a case-based game activity involving rotating case analysis. The study employed a descriptive qualitative design. The participants were sixteen undergraduate students in a physics education program who worked collaboratively in four groups. Students analysed four instructional cases representing different cognitive learning theories and provided written explanations for their answers. The results show that all groups correctly identified the theory represented in the misconception case. Most groups also successfully recognized the discovery learning situation. However, only half of the groups correctly identified the theories related to instructional organization and problem solving. These findings suggest that students are more familiar with learning situations involving conceptual conflict and discovery learning than with those related to instructional structure and hierarchical learning processes. The activity provided opportunities for students to interpret teaching situations and connect theoretical concepts with classroom practices.

Page 1 of 1 | Total Record : 5