cover
Contact Name
Amin Iskandar
Contact Email
aminiskandar@syekhnurjati.ac.id
Phone
+6281288567482
Journal Mail Official
jshnilha@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Ilmu Hadis Lantai 2 Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Syekh Nurjati Cirebon Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Studi Hadis Nusantara
ISSN : 2797734X     EISSN : 2721219X     DOI : http://dx.doi.org/10.24235/jshn
Core Subject : Religion,
Jurnal Studi Hadis Nusantara (JSHN) is an open access and peer-reviewed journal published by Department of Hadith Studies, Islamic State University Syekh Nurjati Cirebon. The journal accepts submissions of manuscripts from any issues related to hadith studies, such as, Ulum al-Hadith, living Hadith, contemporary perspective on hadith, etc.
Articles 95 Documents
HADIS RAKIBNA AL-IBIL (STUDI TAKHRĪJ DAN MA’ĀNIL ḤADĪṠ) Muhamad Fikri Yudin; Anisatun Muthi`ah; Hartati Binti Tholib
Jurnal Studi Hadis Nusantara Vol 1, No 1 (2019): JUNI
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jshn.v1i1.5743

Abstract

AbstractPatriarchyal culture and religion are components which construct legal opinions (fatwa) that subordinate women. One of regulations that made by CRLO forbids woman to ride their vehicles by themselves. They are considered as weak and ammoral creatures, eventhough hadith of rakibna al-ibil shows that woman have been riding camel freely since Rasulullah period. This observation applicates qualitative method. The data, which are found, are analyzed with hadits ṣaḥīḥand Khaled hermeneutic’s theories. Hadits of rakibna al-ibil has qualified sanad and matan, and it is interpretated as an effort to build gender equality between man and woman in every side of life, specially in riding vehicles. Keywords:hadith of rakibna al-ibil, hadith ṣaḥīḥ, hermeneutic, woman.AbstrakBudaya patrirarki dan agama adalah dua komponen yang saling terkait untuk mengkonstruksi aturan-aturan (fatwa) yang mensubordinasi perempuan. Salah satu fatwa yang dikeluarkan oleh CRLO melarang perempuan untuk mengendarai kendaraan, karena mereka dianggap makhluk yang lemah dan tidak bermoral. Padahal, hadis rakibna al-ibilmerekam kebebasan  perempuan untuk mengendarai unta pada zaman Rasulullah.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data yang ditemukan, dianalisis menggunakan teori hadis ṣaḥīḥdan hermeneutik Khaled.Hadis rakibna al-ibil memiliki kualitas ṣaḥīḥ dan dimaknai sebagai upaya untuk menyetarakan kedudukan perempuan dan laki-laki di berbagai sektor kehidupan, khususnya dalam mengendarai kendaraan. Kata Kunci: hadis rakibna al-ibil, hadis ṣaḥīḥ, hermeneutik, perempuan.
Manajemen Domestik Rumah Tangga Wanita Muslimah Dalam Ajaran Sunnah Jannah Lukman
Jurnal Studi Hadis Nusantara Vol 2, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jshn.v2i2.7648

Abstract

Muslim women couldn’t be separated essentially with domestic household affairs. Definitely, this matter has not gone unnoticed by the Hadith that touches all of the part of muslim life. Muslim women also have a role as the leaders in domestic affairs and will be held accountable in the hereafter. This study is here to explain how the Sunnah has guided muslim women long time ago to be successful in domestic household affairs. This study also aimed to detail the Hadiths related to the domestic principles of muslim women households. This study used the thematic Hadith study method to focus and discover the basic concepts of domestic muslim women household management that already exist in the teachings of the Sunnah. After doing research, it was found that there are as many twenty Hadiths related to this matter. This study also found the basis for domestic management of muslim women households consists of: love to take care of the household; serving husbands and caring for children; keep the bathroom; tidying up the kitchen; prevent animal nests in the house; dress up for husband, obey him and support him; tidying up the lights before going to bed at night; decorate the room of the house; keep the husband from being attracted to other women; ask permission when leaving the house; willing to breed a lot. It is hoped that this study will add to the wealth of knowledge for muslim women to remain cheerful and successful in managing domestic and household affairs.
Analisis Dan Kritik Pada Pandangan Joseph Schacht Terhadap Hadis Dan Hukum Islam Amin Iskandar; Dwi Umardani
Jurnal Studi Hadis Nusantara Vol 2, No 1 (2020): JUNE 2020
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jshn.v2i1.6741

Abstract

Joseph Schacht ialah seorang orientalis yang sangat terkenal dalam kajian hukum Islam. Definisi sunnah menurut pandangan Schacht sebagai konsepsi Arab kuno yang berlaku kembali sebagai salah satu pusat pemikiran dalam Islam. Schacht menilai lebih berarti pada praktek ideal dari komunitas setempat atau doktrin yang muncul ke permukaan. Menurut Schacht hukum Islam bukan sebagai seperangkat norma yang diwahyukan, tetapi sebagai fenomena historis yang berhubungan erat dengan realitas sosial. Schacht juga menyimpulkan bahwa sebagian besar hukum Islam, termasuk sumber-sumbernya, merupakan akibat dari sebuah proses perkembangan historis. Schacht berpendapat bahwa pada awal abad kedua hijriah merupakan era di mana, hukum Islam memiliki titik tolak, yang terus berkembang hingga periode tulis menulis. Gagasan Schacht ini mendapatkan kritik dari berbagai kalangan, baik dari kalangan sarjana muslim maupun sarjana non muslim.Kata Kunci: Sunah, Hukum Islam, SkeptismeAbstract: Joseph Schacht is an orientalist who looks at the sources of the Muslims with the critical power and skepticism. Schacht defines sunnah as conceptions of ancient Arabic which apply to the centers of Islamic thought. He considers that sunnah is more meaningful as the ideal practice of the local community or as the doctrine that came to the surface. He thinks that Islamic law is not a set of norms that were revealed, but as a historical phenomenon that is closely related to social reality. Schacht concludes that the majority of Islamic laws, including its sources, are the result of historical development process. He also asserts his opinion that only in the early second century Hijriyyah Islamic law had a starting point and developed. His view reaps some criticism from many circles both the orientalists as well as Muslim scholars, and influences to modern scholars. Keywords: Sunnah, Islamic Law, Skepticism
ANALISIS TENTANG HADIS PEREMPUAN SEBAGAI PENGHUNI NERAKA MAYORITAS Siti Nurjanah
Jurnal Studi Hadis Nusantara Vol 1, No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jshn.v1i2.5748

Abstract

AbstrakHadis Nabi SAW adalah sumber hukum kedua setelah al-Qur’an sebagai dasar dan pokok ajaran Islam. Nabi SAW bersabda dalam sebuah hadis yang menyatakan bahwa mayoritas penghuni surga adalah perempuan. Dalam  kesempatan lain, Baginda Rasulullah juga menyatakan bahwa mayoritas penghuni neraka adalah perempuan. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kuantitas dan kualitas sanad, matan dan pandangan para ulama hadis tentang perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka. Metode yang digunakan oleh penulis adalah telaah pustaka dengan sumber data primer yaitu: al-kutub al-Tis’ah, Fathu al-Bari li Ibni Hajar al-Asqalani, Syarah Shahih Muslim li An-Nawawi dan Syarah Tuhfah al-Ahwadz Sunan at-Tirmidzi, serta kamus hadis al-Mu’jam al-Mufahras li Alfadh al-Hadis al-Nabawi. Selain itu kajian ini juga menggunakan metode deskriptif analisis yang mencoba untuk mensistematisasikan keterangan atau data yang telah terkumpul dalam sebuah penjelasan yang terperinci disertai dengan analisis yang dikemukakan oleh penulis. Kata Kunci: Hadis, Perempuan, Penghuni Neraka
واقع تعامل السنة النبوية مع جائحة كورونا وسلوكيات المجتمع الإفريقي؛ السودان أنموذجا Hashim Hassan Hashim; Rijal Mahdi
Jurnal Studi Hadis Nusantara Vol 2, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jshn.v2i2.7655

Abstract

هذه الدراسة ناقشت جائحة كورونا، هذا الفايروس ظهر في نهاية ديسمبر 2019م في الصين، ثم بلغ ذروته في فبراير2020م، حيث لم تسلم منه معظم دول العالم في جميع القارات، وقد بلغ عدد المصابين بفايروس كورونا أكثر من أربعة مليون شخص. في هذه الدراسة حاول الباحث تسليط الضوء على سلوكيات المجتمع الإفريقي بالتركيز على المجتمع، في كيفية تعامل المجتمع مع جائحة كورونا، ومدى التزامه بالضوابط الحكومية الصحية من أجل وقاية المجتمع وحمايته من انتشار الفايروس، مع إظهار دور السنة النبوية من خلال المنهج الذي رسمته للمجتمع المسلم في تعامله مع الأوبئة والطواعين. وقد توصل الباحث إلى نتيجة مفادها أن بعض المجتمعات الأفريقية ومنها المجتمع السوداني لم يكن مستعدا لمثل هذه الأحداث الكبيرة، بسبب الظروف الاقتصادية التي تعاني منها الدولة وأفراد المجتمع، مما تسبب إلى عدم احترام الضوابط التي تنظم سلوك المجتمع في التعامل مع جائحة كورونا، فكان ذلك سببا في ازدياد حالات الإصابة بفايروس كورونا.
DINAMIKA PEMAHAMAN TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL DALAM MENAFSIRKAN AL-QUR’AN DENGAN AL -RA’YU Wasman Wasman
Jurnal Studi Hadis Nusantara Vol 2, No 1 (2020): JUNE 2020
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jshn.v2i1.6749

Abstract

Berbicara tentang hadis, pasti akan sampai pada permasalahan bahwa tidak semua hadis berkedudukan Qat’iy al-Wurud. Ada sebagian yang bersifat Zanniy al-Wurud sehingga hadis perlu dieliti kembali orisinalitasnya. Karya ini mengkaji matan hadis larangan menafsirkan alQur’an dengan ra’y dan penelitian matan ini tidak bisa terlepas dari penelitian sanad hadisnya. Pada hadis larangan menafsirkan al-Qur’an dengan ra’y sanad hadisnya berkedudukan hasan. Sedangkan hadis-hadis yang terkait secara langsung hanya terdapat pada Sunan al-Turmuzi, Sunan Abu Dawud, dan Musnad Ahmad bin H{anbal. Makna al-Ra’y yang dikehendaki dalam hadis tersebut adalah penafsiran yang hanya didasarkan pada nalar semata dengan tidak memperhatikan riwayat atau kaedahkaedah atau pengetahuan yang terkait atau tidak selaras dengan prinsipprinsip syariat merupakan sesuatu yang sangat berbeda antara menafsirkan al-Qur’an dengan ra’yu (bi al-Ra’y) dengan tafsir bi al-Ra’yu yang dalam penefsirannya didominasi oleh akal namun tetap dalam bingkai syar`iat. Penelitian dilakukan dengan metode research library, yaitu penelitian yang dilakukan terhadap literatur-literatur yang ada di perpustakaan terutama yang berkaitan dengan kitab-kitab hadis, dan literatur-literatur syarah alHadis. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki dua data yaitu data primer dan skunder. Kata Kunci: Tekstual dan Kontekstual, Tafsir al-Qur’an, al Ra’yu
SOROTAN TERHADAP LARANGAN UMAR BIN KHATTAB TENTANG NIKAH MUT’AH DALAM HADIS SUNNI Ubaidillah Muhammad; Luqman Zain MS
Jurnal Studi Hadis Nusantara Vol 1, No 1 (2019): JUNI
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jshn.v1i1.5744

Abstract

Abstrak Kajian ini bertujuan untuk membahas tentang perbedaan redaksi hadis dalam pelarangan nikah muth`ah, sehingga dengan demikian perlunya penelitian lebih lanjut mengenai pelarangan hadits-hadits tersebut. Ditemukan beberapa rumusan masalah diantaranya, bagaimana status kesahihan dari masing-masing riwayat tersebut serta bagaimana para intelektual Sunni menyikapi dan memahami perbedaan riwayat tersebut. Permasalahan tersebut guna memperoleh tujuan untuk mengidentifikasi kuantitas dan kualitas pada masing-masing riwayat serta untuk mendeskripsikan bagaimana para intelektual Sunni menyikapi dan memahami perbedaan riwayat hadis-hadis muth`ah. Kata Kunci: Nikah Mutha`ah, Intelektual, Sunni, Riwayat.
Metodologi Kritik Dan Pendekatan Dalam Memahami Hadis Komarudin Soleh; Amin Iskandar
Jurnal Studi Hadis Nusantara Vol 2, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jshn.v2i2.7651

Abstract

Artikel ini mendiskusikan tentang metodologi kritik hadis dan ragam pendekatan dalam memahami hadis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan dan analisis isi terhadap bukubuku serta artikel-artikel yang berhubungan dengan penelitian yang sedang dilakukan. Hadis sebagaimana telah dimaklumi terdiri atas dua unsur, yaitu sanad dan matan. Maka kritik hadis dilakukan terhadap kedua unsur tersebut. Kritik sanad dilakukan untuk menguji ketersambungan sanad, kualifikasi rawi, dan keterpeliharaanya dari adanya kontradiksi substantif dengan jalur sanad yang lain serta keterhindarannya dari ‘illat yang dapat membatalkan keshahihannya. Kritik matan dilakukan untuk menguji keterhindarannya dari kontradiksi, syadh, dan ‘illat. Setelah hadis secara ilmiah terbukti shahih, selanjutnya pengkajian hadis dilakukan pada aspek pemahaman. Secara garis besar pendekatan dalam memahami hadis terdiri dari dua bentuk pendekatan, yaitu pendekatan tekstual dan kontekstual.
HADIS ”RAGHIMA ANFU ’ABDIN” DALAM PERSPEKTIF LEKSIKOLOGI ARAB Rijal Mahdi; Ahmad Asri Lubis
Jurnal Studi Hadis Nusantara Vol 2, No 1 (2020): JUNE 2020
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jshn.v2i1.6748

Abstract

 إن مستوى لغة القرآن الكريم في قمة اللغة العربية؛ إذ ظهور الإسلام كان في عهد كان الأدب العربي في أوج ازدهاره؛ فجاء كتاب الله العزيز متحديا لفحول اللغة؛ فانبهروا به وأعجب أشد الإعجاب؛ فمنهم من خضع وأسلم، ومنهم من أبي واستحجرعقله، فهذه الدراسة تستهدف إظهار معاني أقوال المصطفى صلى الله عليه وسلم التي تحتوي ألفاظها على العبارة: "رغم أنف رجل"، وذلك من منظور المعاجم العربية المتعددة؛ من أجل تسليط الضوء على أحاديثه صلى الله عليه وسلم التي تستخدم هذه العبارة في ثلاثة أمور عظيمة في الإسلام:  الصيام، وبر الوالدين، والصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم. وهذه العبارة تحمل معنى الكناية أو المجاز. وقد استخدم الباحث في هذه الدراسة منهجا مقارنا، مستعينا بالقواميس العربية للكشف عن المعاني المقصودة للعبارة في الحديث الشريف؛ وذلك من أجل إزالة اللبس أو الغموض في نفوس القرّاء وطلاب العلم؛ توصلا إلى فهم أقواله صلى الله عليه وسلم في هذا المجال. وقد وقف هذا المسعى على أن المعاني الواردة في المعاجم اللغوية تدل على أنها لا تختلف كثيرا من ناحية المباني والألفاظ، بل هي متقاربة، تنصب على زاوية واحدة، وتتّجه إلى معنى واحد يدل على: الكناية عن الذل، أو المذلة، أو العار، أو الذليل، أو الكاره، أو الساخط، أو الخضوع، أو الهوان، أو التغضّب، وغيرها من المعاني الواردة في المصادر اللغوية.الكلمات المفتاحية: رغم أنف رجل، الصيام، بر الوالدين، الصلاة والسلام
Kajian Hadis Tentang Larangan Melakukan Nikah Mut’ah (Studi Analisis Sanad dan Matan Hadis) Muhamad Luthfi Habibi
Jurnal Studi Hadis Nusantara Vol 1, No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jshn.v1i2.5752

Abstract

AbstrakHadis berkedudukan sebagai sumber hukum Islam setelah Al-Qur’an. Hadis merupakan bagian dari segala perbuatan, ucapan dan ketetapan Nabi. Salah satu hadis Rasulullah SAW. mengenai nikah mut’ah dibolehkan pada masa beliau.Seiring berjalannya waktu hadis ini kemudian dinasakh menjadi tidak boleh. Mut’ah adalah bentuk tunggal dari kata muta’ yang berarti kesenangan, kenikmatan dan kesedapan. Nikah mut’ah adalah bentuk pernikahan sementara yang dibatasi oleh waktu yang telah disepakati oleh kedua pasangan pernikahan. Hadis tentang adanya larangan melakukan nikah mut’ah yang terdapat dalam kitab shahih Muslim, sunahcn Ibnu Majah, sunan an-Nasa’i, sunan ad-Darimi dan musnad Ahmad bin Hanbal, kualitasnya hadisnya shahih lidzatihi. Matan hadis tersebut juga statusnya shahih, karena tidak bertentangan dengan hadis-hadis yang lain, tidak bertentangan dengan fakta sejarah, dan tidak adanya nash al-Qur’an yang menjelaskan secara khusus tentang hukum kebolehannya, sehingga tidak memiliki standar atas keberlangsungan hukumnya. Adapun hukum atas kebolehannya telah dinaskh. Sebagaimana yang pernah terjadi dalam penetapan hukum melakukan ziarah kubur yang pada awalnya Nabi melarangnya namun kemudian dihapus dengan datangnya hadis Nabi tentang hukum kebolehan melakukannya (ziarah kubur).           Kata kunci:Mut’ah, Nikah Mut’ah, Sanad Hadis, Matan Hadis.

Page 2 of 10 | Total Record : 95