cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2024): Desember 2024" : 21 Documents clear
Peningkatan Pemahaman Konsep Kolaborasi Antar Budaya di Indonesia pada Peserta Didik Melalui Media Pembelajaran Poster Digital Rifki Ramzan Adi Putra; Yunisca Nurmalisa; Devi Sutrisno Putri
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i2.1689

Abstract

This research aims to determine the application of the use of digital poster learning media in increasing students' understanding of the concept of intercultural collaboration in Indonesia. The research method used in this research is quasi-experimental with a quantitative approach. The subjects of this research were students at SMAN 2 Pringsewu. The sample in this study amounted to 70 respondents consisting of 35 experimental class respondents and 35 control class respondents. The data analysis technique uses descriptive statistical analysis which is used to describe research data in the form of students' understanding of PPKn learning as a result of using digital poster learning media in the experimental class and whiteboard media in the control class. Based on the results of research conducted by researchers, there are differences in understanding of identity material and cultural collaboration among students who apply digital poster learning media (experimental class) as proven by the N-Gain Score analysis test. Learning in the experimental class is more interactive compared to the control class as seen from the number of students who ask questions, answer questions, listen to the teacher's explanation, explain and give examples and conclude the material being studied. The posttest results of the experimental and control classes experienced differences where the results of the experimental class were superior to those of the control class. Students' understanding of identity material and cultural collaboration in the experimental class with digital poster learning media was categorized as effective, while those in the control class which used blackboard learning media were categorized as ineffective. Kata Kunci: Understanding. Learning Media, Digital Posters.
Peranan Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Karawang Dalam Memberikan Pendidikan Politik Kepada Pemilih Disabilitas Ahmad Fariji; Aris Riswandi Sanusi; Lusiana Rahmatiani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i2.3791

Abstract

The author conducted research examining the role of the Election Supervisory Board of Karawang Regency in providing political education to voters with disabilities. This study applies a qualitative method. The qualitative approach is used to describe and understand the phenomena emerging in the research based on information provided by the research subjects. The subjects of this research are the Chairman of the Karawang Regency Election Supervisory Board (Bawaslu), the Coordinator of the Prevention, Community Participation, and Public Relations Division, and the Coordinator of the Violation Prevention, Data, and Information Division. The findings of the study reveal that the Karawang Regency Election Supervisory Board plays a very important role in the process of political education for individuals with disabilities. Bawaslu Karawang implements a political education concept that focuses on inclusivity and accessibility for people with disabilities. These efforts include providing educational materials in accessible formats and collaborating with the General Election Commission (KPU) to ensure that polling stations (TPS) are disability-friendly. Political education is tailored to meet the specific needs of individuals with disabilities, ensuring that they understand their rights and how to participate in elections. Participatory supervision involves individuals with disabilities in the election monitoring process, giving them direct insight into the electoral mechanisms and the importance of each stage in maintaining fairness and transparency. This also helps them understand their rights and responsibilities as voters, as well as how to report violations. Keywords: Bawaslu’s Role, Political Education, Disability
Perspektif Yuridis Atas Kasus Gregorius Ronald Tannur: Menelusuri Keberlakuan Hukum Dalam Berkeadilan Melalui Peradilan Poppy Primadana Top Gea; Nailah Ariqah; Govara Remeina Pitang; Andryawan
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.5998

Abstract

Abstrak Kasus Gregorius Ronald Tannur menggambarkan tantangan signifikan dalam penerapan sistem peradilan pidana di Indonesia, khususnya dalam memastikan pemenuhan asas legalitas, keadilan prosedural, dan keadilan substantif. Artikel ini berfokus pada analisis yuridis normatif terhadap proses hukum yang dijalani oleh pelaku, yang dimulai dari tahap penyidikan, proses peradilan tingkat pertama, hingga kasasi. Berdasarkan alat bukti, termasuk rekaman CCTV, pelaku terbukti melakukan penganiayaan berat terhadap korban, yang meliputi pemukulan menggunakan botol hingga tindakan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Tindakan tersebut memenuhi unsur-unsur tindak pidana penganiayaan berat sebagaimana diatur dalam Pasal 351 ayat (1) dan (3) KUHP. Artikel ini juga membahas prinsip keadilan prosedural. Melalui pendekatan yuridis normatif, penelitian ini menyoroti perlunya evaluasi terhadap penerapan hukum positif dalam kasus ini, khususnya dalam mengatasi ketidakpastian hukum dan memastikan penegakan hukum yang konsisten dengan prinsip-prinsip dasar keadilan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Dengan mempertimbangkan fakta-fakta yang relevan dan ketentuan hukum yang berlaku, artikel ini memberikan refleksi kritis terhadap proses peradilan di Indonesia, yang sering kali dihadapkan pada tantangan dalam menjaga keseimbangan antara formalitas hukum dan nilai-nilai keadilan substantif. Diharapkan, analisis ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan sistem hukum dan peradilan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum dalam mewujudkan keadilan yang sebenar-benarnya. Kata Kunci: Gregorius Ronald Tannur, Penganiayaan berat, Normatif, Asas Legalitas, Evaluasi
Perilaku Pengguna Media Sosial (Generasi Z) pada Mahasiswa Surabaya Terhadap Berita Ringkas Pemilihan Umum 2024 Ditinjau dari Perspektif Teori Atribusi Amanda Kalista; Annora Badriya; Nabila Zhoulva Salim
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i2.6537

Abstract

Generasi Z adalah generasi digital yang lahir bersama dan fasih menggunakan internet. Melalui teknologi yang makin canggih tersebut membuat generasi Z mengakses segala informasi dengan mudah, terutama berita seputar pemilu 2024. Tujuan penelitian ini adalah mencari tahu perilaku atau tindakan apa yang akan dilakukan generasi Z ketika menemukan atau membaca berita ringkas pemilu 2024 di sosial media yang ditinjau dari teori atribusi. Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menyebar kuisioner secara daring kepada 25 informan, penelitian ini dilakukan pada hari Sabtu tanggal 20 Mei 2024 pukul 19.10 WIB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki perilaku yang berbeda – beda terhadap berita ringkas pemilu 2024. Dalam penelitian yang telah kami lakukan, kami memberikan beberapa opsi (sikap selektif, sikap abai dan perilaku yang tidak bertanggung jawab) ada dua kelompok perilaku yang mendominasi, yakni mahasiswa yang berperilaku positif dan berpikiran kritis sementara beberapa lainnya memiliki perilaku abai karena didasari oleh beberapa faktor, seperti belum adanya kebenaran dari berita tersebut dan kurangnya pengetahuan tentang politik dari beberapa informan. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku mahasiswa terhadap berita ringkas pemilu 2024 tergantung pada faktor – faktor yang berbeda, seperti perilaku individu, perilaku kelompok, dan lingkungan pada media sosial. Kata kunci: generasi Z, berita ringkas, pemilu, atribusi.
Penggunaan Performance Assessment Sebagai Instrumen Penilaian pada Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Kelas VIII di MTs-S Thawalib Padang Juwi Chahnia; Remiswal; Khadijah; Lidia Suzianti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i2.6538

Abstract

Abstrak Performance assessment atau penilaian kinerja adalah metode evaluasi yang mengukur kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam situasi yang nyata atau simulasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat penggunaan performance assessment sebagai instrumen penilaian pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 8 semester satu tema Q.S. Al-Fajr ayat 15-18 di MTs S Thawalib Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif, jenis penelitan yaitu field and research, teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui, wawancara, observasi dan dokumentasi yang berkaitan dengan penggunaan performance assessment sebagai instrumen penilaian pada mata pelajaran Al-Quran Hadist. Adapun hasil dari penelian ini yaitu dengan penggunaan performance assessment atau penilaian kinerja evaluasi yang dilakukan pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada mata pelajaran Al-Quran Hadist. tema Q.S. Al-Fajr ayat 15-18 sangat sesuai dengan tuntutan tujuan pembelajarannya. Karena siswa dituntunt untuk hapal dan juga dapat menuliskan ayat yang dihapal, maka performance assessment atau penilaian kinerja dapat menilai hal-hal tersebut dengan baik, dikarenakan memiliki rubrik penilaian atau kriteria penilaian yang digunkan dalam evaluasi pembelajaran tersebut. Kata Kunci: Performance assessment, instrumen penilaian, Al-Qur’an Hadis
Benarkah Pendidikan Karakter Memberikan Kontribusi Terhadap Perkembangan Kemampuan Berfikir Tingkat Tinggi Siswa? Ahmad Wahyu Hidayat; Anisa Oktaviana; Ekayanti Sulastri; Ilman Hermawan; M.Tapaul Jahidin; Edy Herianto
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i2.6539

Abstract

Abstract Character education and the development of higher-order thinking skills (HOTS) play an important role in educational transformation. This research aims to examine the contribution of character education in improving students' high-level thinking skills in the context of Pancasila and Citizenship Education (PPKn) subjects at SMPN 1 Narmada. This research uses a quantitative approach with a quasi-experimental type through a non-equivalent control group design. Data collection uses tests that meet the elements of validity, reliability, difficulty level, and distinguishability. Before testing the hypothesis statistically, the researcher ensures prerequisite tests to ensure the use of influence tests with parametric or non-parametric models. The research results show an influence of internalization of character education on students' HOTS abilities in PPKn subjects. These findings emphasize the importance of character education as a moral foundation for students in developing higher-order thinking abilities. Keywords : Character Education, Higher Level Thinking Skills, PPKn Subjects
Realitas Sosial: Dalam Prespektif Pembangunan Sosial Budaya di Era Globalisasi Untuk Mewujudkan Pendidikan Warga Multikultural Jagad Aditya Dewantara
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i2.6555

Abstract

Krisis perkembangan sosial budaya di lingkungan sekolah yang multietnis atau multikultural mengancam nilai toleransi bagi warga sekolah yang multietnis atau multikultural. Sekolah multietnis atau multikultural memerlukan penanganan untuk mengatasi masalah toleransi di lingkungan sekolah multietnis di era globalisasi ini. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) merupakan salah satu mata pelajaran yang bertujuan untuk membentuk karakter siswa dan menanamkan nilai toleransi sehingga di lingkungan sekolah siswa dapat bersosialisasi dengan teman sebayanya tanpa membedakan ras, suku, agama dan sebagainya. melalui penggunaan metode pembelajaran kontekstual. Sedang belajar. PPKn wajib dipelajari mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA dengan tujuan membentuk karakter siswa dan menanamkan nilai-nilai toleransi dan rasa persatuan. Nilai-nilai pancasila dibentuk atas dasar budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, oleh karena itu karakter yang harus melekat pada setiap bangsa Indonesia adalah karakter yang dilandasi oleh nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu PPKn dipelajari dan diterapkan pada siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, dalam rangka melaksanakan atau melaksanakan pendidikan kewarganegaraan yang multietnis atau multikultural, diperlukan pengetahuan tentang pendidikan kewarganegaraan yang mengedepankan nilai-nilai toleransi dan rasa persatuan. Kata kunci: PPKn, Multikultural, Pembanguan Sosial Budaya,
Pengaruh Media Snakes and Leadders dalam Pembelajaran PPkn untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Agus Supriatna; Nadya Putri Saylendra; Aris Riswandi Sanusi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i2.6952

Abstract

Riset ini tujuannya untuk mengetahui pengaruh media ular dan kijang terhadap minat belajar anak dalam mempelajari mata pelajaran PKn. Riset ini dilakukan di SMPN 1 Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat 41361, beralamat di Jl. Sukadana I. Pinayungan, Telukjambe Timur. Riset ini memakai teknik kuantitatif. Untuk melaksanakan penelitian, khususnya memakai desain quasi eksperimen. Populasi riset ini yaitu 460 siswa. Dalam riset ini, empat puluh siswa kelas VIII C sebagai kelompok kontrol, sedangkan empat puluh satu siswa kelas VIII A sebagai kelompok eksperimen. Untuk memperbandingkan tingkat minat belajar kedua kelas penelitian, data riset ini dikumpulkan dengan memakai angket posttest. Berdasarkan hasil penelitian, 59,7 persen pengaruh media ular dan kijang terhadap motivasi belajar siswa berasal dari media ular dan kijang, sedangkan 40,3 persen berasal dari sumber lain. Jadi, jika mencari pendekatan baru untuk menarik perhatian siswa dan menumbuhkan pemahaman mereka dalam pelajaran kewarganegaraan, cobalah memakai Ular Tangga. Kata Kunci: Media Snakes and Leadders, Pembelajaran PPKn, Minat Belajar
Cultural Responsibility Teaching Sebagai Pondasi Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Mayang Sari Hasibuan; Panggih Nur Adi; Siti Zahara Saragih; Zindan Baynal Hubi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i2.7145

Abstract

Cultural Responsive Teaching (CRT) merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya, menerapkan pembelajaran yang gotong-royong, dan adaptif. Pembelajaran yang terkoneksi dengan nilai budaya menjadi salah-satu manifestasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang mengajarkan nilai karakter. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan cara mengumpulkan berbagai macam sumber literatur yang relevan dengan topik. Studi literatur merupakan proses mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan informasi dari berbagai sumber bacaan. Hasil dari penelitian ini ialah bahwa nilai-nilai budaya sebagai filsafat pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dihasilkan melalui perenungan dan berpikir secara bijaksana dapat memberikan pemikiran yang kritis dan logis terhadap aspek kehidupan yang berkembang dalam masyarakat, termasuk nilai-nilai budaya yang merupakan hasil pemikiran masyarakat hakikatnya ialah diproduksi melalui rangkaian pemikiran dan kausalitas masyarakat dalam melaksanakan interaksi. Nilai budaya sebagai landasan karakter peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan terelaborasikan melalui berbagai macam budaya-budaya nusantara yang menjunjung tinggi nilai kerukunan dan gotong-royong. Kata Kunci: CRT, Karakter, PPKn
Tinjauan Peran Pendidikan Politik Dalam Kehidupan Demokrasi Generasi Z Siti Kholiza Aulia; Siti Zahara Saragih; Panggih Nur Adi; Zindan Baynal Hubi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i2.7146

Abstract

Gen-Z merupakan agent of change atau garda perubahan politik bangsa Indonesia agar menuju kehidupan demokrasi yang relevan. Pendidikan politik merupakan langkah fundamental untuk mengubah cara pandang Gen-Z agar tidak terkontaminasi sifat apatis dan berpikir kritis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka atau literature review dengan mengumpulkan berbagai literatur yang relevan dengan topik. Tahapan penelitian meliputi kegiatan membaca, menganalisis, mengevaluasi, dan mensintesis berbagai literatur relevan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas Gen-Z menganggap bahwa politik merupakan sesuatu yang bersifat kotor, kejam, dan koruptor, Sensivitas Gen-Z terkait politik muncul karena hegemoni eksternal diri yaitu media sosial. Pendidikan politik dikalangan Generasi Z menjadi suatu kewajiban agar mereka yang merupakan lumbung bonus demografi Indonesia tahun 2024 menjadi partisipasi politik yang cerdas, aktif, dan mampu berpikir secara kritis, bukan hanya bersifat apatis atau kapitalistik. Langkah pendidikan politik bagi generasi Z salah satunya ialah tauladan yang positif dari pejabat politik yang memegang kebijakan. Hal itu untuk menunjukan budaya kehidupan yang baik sebagai suri tauladan atau contoh baik kepada masyarakat. Langkah selanjutnya ialah pelaksanaan sosialisasi pendidikan politik bagi generasi Z yang dilaksanakan oleh Bawaslu, KPU, maupun instansi lainya. Selain itu, pendidikan politik yang bernuansa menghibur dan menghindari isu agama, SARA digelorakan melalui media sosial. Kata Kunci: Gen-Z, Demokrasi, Pendidikan Politik

Page 1 of 3 | Total Record : 21