cover
Contact Name
Nasaruddin
Contact Email
nasarhb@gmail.com
Phone
+6285242574293
Journal Mail Official
jtajdid@gmail.com
Editorial Address
LP2M Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima, Gedung Lantai III, Jln. Anggrek No. 16 Ranggo NaE Kota Bima NTB, Telp. 0374-44646, Fax. 0373-45267
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan
Published by IAI Muhammadiyah Bima
ISSN : 25498983     EISSN : 26146630     DOI : https://doi.org/10.52266/tadjid
TAJDID merupakan jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Frekuensi penerbitan dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun setiap bulan April dan Oktober oleh LP2M IAI Muhammadiyah Bima. TAJDID akan menyajikan ide-ide yang up to date disertai dengan solusi-solusi yang relevan seputar pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Terlepas dari itu, secara tehknisnya bahwa TADJID hadir untuk mempermudah penulis, peneliti, mahasiswa, guru bahkan stakeholder lainnya yang berkepentingan akan teori-teori yang relevan yang dapat dijadikan sebagai bahan rujukan/referensi secara luas. TAJDID berkomitmen kuat akan selalu hadir sebagai solusi dalam konteks pengembangan keilmuan dibidang keagamaan dan kemanusiaan (sosial).
Articles 533 Documents
KONSEP PENDIDIKAN TA’DIB PEMIKIRAN SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS SERTA RELEVANSINYA TERHADAP PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA KURIKULUM MERDEKA DI ERA SOCIETY 5.0 Muqimatus Sunnah; M. Ma’ruf; Siti Halimah
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.5088

Abstract

ABSTRAK Kemajuan teknologi yang begitu cepat mengharuskan manusia untuk senantiasa melakukan perbaikan di berbagai segi kehidupan, khususnya dalam ranah pendidikan moral. Kemerosotan nilai-nilai etika, hilangnya nilai-nilai kemanusiaan, serta pemisahan antara agama dan kehidupan menjadi tantangan yang harus dihadapi di era Society 5.0. Syed Naquib al-Attas, seorang pemikir Muslim masa kini dari Malaysia, memberikan fokus khusus dalam mengembangkan konsep pendidikan moral yang dinamakan Ta’dib. Gagasan pendidikan Ta’dib yang dikemukakan al-Attas ini menjadikan adab sebagai dasar utama dalam membentuk kepribadian manusia yang sanggup menyatukan antara pengetahuan dan pengamalan. Kementerian Agama RI telah mengembangkan program Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (PPRA) sebagai kerangka kerja peningkatan pendidikan karakter di Indonesia untuk menjawab permasalahan era Society 5.0. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengeksplorasi bagaimana konsep Pendidikan Ta’dib menurut pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas 2) untuk mengidentifikasi relevansi pemikiran pendidikan Ta’dib Syed Muhammad Naquib Al-Attas terhadap penguatan pendidikan karakter peserta didik pada kurikulum merdeka di era Society 5.0.
PEMIKIRIAN PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF KH. ABDURRAHMAN WAHID: Pemikiran KH. Abdurrahman Wahid, Pendidikan Islam Mukhamad Fahmi Adam; Miftahkhul Munir; Jakaria Umro
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.5097

Abstract

Gus Dur's views on Islamic education are inseparable from his background as a santri (Islamic student), academic, and social and political observer. Amid the challenges of globalization and the tide of radicalism, Gus Dur's thoughts are relevant to further study as a basis for developing a moderate and contextual model of Islamic education. The method used is library research, where library research is a qualitative research method conducted with literature (libraries), in the form of books, notes, and research reports from previous studies. Islamic education seeks to provide assistance to free humans from the oppression that suffocates them. Truly liberating education can only be implemented by those who are able to overcome their naivety and have a commitment to truly liberate. This study aims to describe the concept of Islamic educational thought from the perspective of KH. Abdurrahman Wahid and analyze the relevance of KH. Abdurrahman Wahid's thoughts to education in Indonesia.
AGAMA LOKAL SUNDA WIWITAN KOMUNITAS SUKU BADUY KENEKES KECAMATAN LUWIH DAMAR, KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN Mohamad Jazuli; Ahmad Yani Nasution
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.5164

Abstract

Abstrak Suku Baduy dikenal sebagai penganut agama Sunda Wiwitan yaitu suatu kepercayaan lokal. yang mempercayai adanya Tuhan dan malaikat serta para nabi. Kehidupan masyarakat Baduy sangat sederhana dan selalu menjaga kelestarian alam karena, hal tersebut menjadi salah satu cara ibadah dan rukun Sunda Wiwitan. Lokasi penelitian adalah Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten, dipilih karena masyarakat Baduy di sana masih kuat menjalankan tradisi adat mereka. Penelitian ini mengulas nilai-nilai dalam Sistem Kepercayaan Sunda Wiwitan suku Baduy di Banten. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami realitas sosial dengan lebih mendalam. Penelitian berfokus pada analisis pada kepercayaan Baduy dengan penekanan pada unsur-unsur yang memengaruhinya. Untuk memastikan validitas data, teknik triangulasi sumber dan teori digunakan, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Secara akademis, penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan secara ilmiah dan akademis terhadap khazanah pengembangan ilmu sosial terlebih dalam masalah yang ada di masyarakat. Dan selanjutnya diharapkan pula penelitian ini dapat dikembangkan kembali bagi peneliti yang tertarik lebih lanjut mengkaji penelitian ini. Kesimpulan penelitian ini: Ajaran Sunda Wiwitan yang dianut oleh Suku Baduy merupakan suatu bentuk Agama sinkretik. Mereka meyakini keberadaan Tuhan Yang Maha Esa, yang mereka sebut Gusti nu Maha Suci Allah nu Maha Kuasa, sebagai pencipta seluruh alam dan isinya. Di samping itu, mereka juga mengimani adanya malaikat serta nabi-nabi, seperti Nabi Adam dan Nabi Muhammad. Keyakinan mereka kepada Allah tampak dalam pengucapan kalimat syahadat baduy, sementara praktik ritual keagamaan mereka berlandaskan pada pikukuh yaitu aturan adat dan ketaatan pada buyut yang dijaga turun menurun oleh puun. Bentuk kepercayaan Sunda Wiwitan mendorong mereka untuk menjaga keharmonisan hutan, sungai, dan gunung, sedangkan bentuk ritual mereka terlihat di antaranya dalam pelaksanaan ritual ibadah di Sasaka Domas, tempat suci masyarakat Baduy Luaran penelitian utama penelitian ini yaitu artikel ilmiah yang dimuat pada jurnal nasional terindeks sinta. Kata kunci: Agama Lokal, Sunda Wiwitan.
EKSTRAKURIKULER ROHIS SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN NILAI RELIGIUS PESERTA DIDIK DI LINGKUNGAN SMA NEGERI 10 GOWA Nur Azizah Achmad; Takdir Takdir
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i1.5170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan implementasi Kegiatan ekstrakurikuler ROHIS dalam mengembangkan nilai religius peserta didik. (2) Menganalisis nilai-nilai religius peserta didik ROHIS, dan (3) Mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambat kegiatan ROHIS. Penelitian ini Menggunakan golongan kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa program ROHIS telah berjalan baik dan memberikan dampak positif bagi peserta didik, seperti peningkatan disiplin beribadah dan perilaku sopan. Faktor pendukung dukungan penuh sekolah yang meliputi dana dan fasilitas sekolah, sementara faktor penghambat adalah kurangnya komunikasi dan partisipasi. Implikasi penelitian ini dapat menjadi referensi untuk mengembangkan nilai-nilai religius dalam Ekstrakurikuler ROHIS dan evaluasi bagi sekolah dalam meningkatkan nilai-nilai religius peserta didik.
EFEKTIVITAS GURU DALAM PENGGUNAAN MEDIA VISUAL PADA BIDANG STUDI FIQIH DI MTS ASH-SHALIHIN KABUPATEN GOWA Ria Ratnasari Malik; Sumarni Sumarni
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i1.5171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penggunaan media visual dalam studi Fiqih di MTs Ash-Shalihin, Gowa; (2) menilai efektivitas penggunaan media tersebut; dan (3) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan religius, sosiologis, dan pedagogik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Media visual seperti proyektor dan TV efektif meningkatkan keaktifan peserta didik dalam diskusi; (2) Penggunaan media ini terbukti meningkatkan pemahaman peserta didik, terlihat dari hasil evaluasi yang lebih baik; (3) Faktor pendukung termasuk fasilitas sekolah, sedangkan faktor penghambat adalah jaringan yang tidak stabil. Implikasi penelitian mencakup: (1) Pentingnya integrasi media visual oleh guru; (2) Perlunya evaluasi dan peningkatan infrastruktur teknologi di sekolah; (3) Meningkatkan pemahaman dan keterlibatan peserta didik dengan menciptakan suasana belajar yang interaktif.
PERAN MEDIA DIGITAL WORDWALL TERHADAP KETERLIBATAN PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN FIQIH Nur Rifdah Muis; Irma Irma
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i2.5172

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran wordwall terhadap keterlibatan peserta didik pada mata pelajaran Fiqih di SMAS Ummul Mukminin Makassar. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan peserta didik yang disebabkan oleh metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi penelitian adalah 96 peserta didik, dengan sampel 40 peserta didik yang dipilih menggunakan non-probability sampling. Instrumen yang digunakan meliputi pedoman observasi, angket, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media wordwall dan keterlibatan peserta didik berada dalam kategori tinggi. Terdapat pengaruh signifikan dari penggunaan media wordwall terhadap keterlibatan peserta didik sebesar 60,5%. Implikasi dari temuan ini adalah media wordwall berkontribusi positif dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif dan bermakna. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan kurikulum berbasis teknologi dan pelatihan guru.
ANALISIS MINAT MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI MELALUI PERAN SELF-EFFICACY Wahyuni Wahyuni; Rufaidah Salam
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i2.5174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki sejauh mana self-efficacy dapat berkontribusi terhadap minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada peserta didik. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Ex-Post Facto. Populasi yang diteliti terdiri dari 34 peserta didik, dan sampel yang diambil mencakup seluruh populasi dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala likert dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS 23. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa Self-efficacy merupakan salah satu faktor yang membantu peserta didik dalam meningkatkan minat mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Pada penelitian ini diperoleh bahwa self-efficacy memberikan pengaruh sebesar 27,0% dan selebihnya 73,0 % dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini dapat menjadi bahan rujukan bagi pembaca utamanya bagi pendidik dan peserta didik tentang self-efficacy dapat mempengaruhi minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
PENGUATAN NILAI-NILAI SPIRITUAL MASYARAKAT PADA TRADISI SELAKARAN DALAM PERSFEKTIF PENDIDIKAN ISLAM: STRENGTHENING THE SPIRITUAL VALUES OF SOCIETY IN THE SELAKARAN TRADITION FROM THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC EDUCATION M. Mualla Syafrowi; Silmiati Silmiati; Sutrisno Fibrianto; Sadip Indra Irawan Sayuti
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.5230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis nilai-nilai spiritual dalam tradisi Selakaran serta relevansinya dengan pendidikan Islam. Tradisi Selakaran merupakan bentuk ritual keagamaan kolektif masyarakat Sasak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis dari perspektif pendidikan Islam. Hasil penelitian, ditemukan Selakaran memiliki fungsi ganda, yakni sebagai ritual spiritual sekaligus sarana pembinaan karakter religius masyarakat. Tradisi ini menanamkan nilai-nilai utama pendidikan Islam seperti keimanan, keikhlasan, kasih sayang, ketawadhuan, ukhuwah Islamiyah, serta ketaatan kepada orang tua dan penghormatan kepada tokoh agama. Nilai-nilai tersebut secara tidak langsung diinternalisasi melalui praktik kolektif dan tradisi lisan yang diwariskan secara turun-temurun. Selain itu, tradisi Selakaran juga mampu memperkuat kesadaran sosial dan kebersamaan melalui semangat gotong royong, menjadikannya relevan sebagai metode pendidikan karakter dalam konteks pendidikan Islam. Selakaran tidak hanya mencerminkan warisan budaya lokal, tetapi memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk spiritualitas dan moral masyarakat
KONSEP MANAJEMEN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM: Manajemen, Pendidikan dan Islam Lalu Akmal Hijrah
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.5242

Abstract

Artikel ini membahas tentang Konsep Manajemen Pendidikan Dalam Perspektif Islam. Dengan menggunakan metode kualitatif dan studi kepustakaan, penelitian ini menyoroti bagaimana mengembangkan pendidikan secara efektif dan efisien dengan mengedepankan keprntingan bersama dengan cara panda islam. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam konsep islam dalam manajemen pendidikan yaitu dengan cara (POAC) planning, organizing, actuating, dan controlling. Keempat komponen tersebut membutuhkan proses dalam tahapan implementasi program-program organisasi.
MODEL IDEAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM INKLUSIF BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS: ATTENTION DEFICIT DISORDER (ADD) AND SLOW LEARNERS Miftahul Ulum; Nur Kholik; Selvia Nur Arifah; Heriadi Heriadi
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.5258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model manajemen pembelajaran Pendidikan Islam yang inklusif bagi anak berkebutuhan khusus, khususnya penderita Attention Deficit Disorder (ADD) dan Slow Learner. Menggunakan pendekatan kajian pustaka dengan analisis isi dan tematik, penelitian ini mengkaji literatur terkait strategi pedagogis, nilai-nilai Islam, dan manajemen pendidikan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ideal pendidikan inklusif yang efektif bagi anak (ADD) dan Slow Learner yang harus dibangun diantarannya seprti; perencanaan kurikulum adaptif, penyusunan modul ajar diferensiatif, serta penyediaan sarana dan prasarana yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Adapun dalam praktik pembelajaran perlu menekankan tahapan identifikasi kebutuhan, penyesuaian strategi, implementasi partisipatif, dan evaluasi berbasis progres individu. Selain itu, dalam integrasi nilai-nilai Islam, seperti kesabaran, kedisiplinan, dan musyawarah, mampu memperkuat dimensi spiritual dan sosial anak berkebutuhan khusus sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri. Disinilah model ideal manajemen pembelajaran inklusif tidak hanya bersifat administratif, tetapi mampu menjadi kerangka integratif yang menghubungkan sekolah, keluarga, dan komunitas dalam membangun lingkungan pendidikan yang adil, humanis, dan berkelanjutan.