cover
Contact Name
Syarif Hidayatullah
Contact Email
jurnal.sangaji@gmail.com
Phone
+6282341400987
Journal Mail Official
jurnal.sangaji@gmail.com
Editorial Address
http://ejournal.iaimbima.ac.id/index.php/sangaji/about/editorialTeam
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum
Published by IAI Muhammadiyah Bima
ISSN : 25501275     EISSN : 26151359     DOI : -
Core Subject : Social,
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum; terbit dua kali setahun oleh Program Studi Hukum Keluarga Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima, sebagai media publikasi informasi dan pembahasan yang berkaitan dengan masalah-masalah syariah dan hukum. Berisi kajian ilmiah berupa konseptual-kritis dan ringkasan hasil penelitian baik field research maupun normative. Redaksi mengundang para akademisi, peneliti, pemerhati dan pihak-pihak lain yang memiliki karya ilmiah terkait dengan fokus kajian jurnal ini.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2023)" : 8 Documents clear
Konsep Penggunaan Merek Dagang Dalam Perspektif Hukum Islam Anggela, Ade Della Tri
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v7i2.1673

Abstract

Islam merupakan agama rahmatan lil alamin yang menginginkan kedamaian, sehingga Al-quran dan Sunnah sebagai sumber hukum islam mengatur sedemikian kompleks tentang kehidupan manusia untuk mencegah perselisihan. Penggunaan merek pada dasarnya bertujuan untuk membedakan dengan usaha lain. Saat ini merek dagang hanya diketahui dalam perundang-undangan saja, namun tidak sedikit orang belum memahami tentang bagaimana konsep penggunaan merek dagang dalam hukum islam. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian library research. Penelitian ini bersumber pada bahan hukum primer dan sekunder. Adapun teknik pengumpulan data yaitu kepustakaan dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa istilah merek dagang tidak ditemukan secara eksplisit dalam Al-quran dan Sunnah. Namun islam mengenal Al-Waseem yaitu istilah yang dilekakan pada suatu dagang. Al-Waseem merupakan dasar lahirnya istilah merek dagang di era modern ini. Penggunaan merek sangat dianjurkan dalam islam tujuan untuk melindungi harta benda. Penggunaan merek telah dipraktikan pada pra islam yaitu pada masa mesir kuno. Ketentuan penggunaan merek diatur dalam hukum islam. Syarat menggunakan merek dagang adalah tanda kata yang digunakan tidak boleh mengandung unsur kasar. Selain itu, gambar yang dilekatkan pada merek tidak boleh mengandung nama tuhan dan nama-nama tempat suci umat islam, dan juga gambar yang digunakan bukan merupakan gambar patung yang bersifat untuk kepercayaan.
Pelaksanaan Pengawasan Ketenagakerjaan Terhadap Hak Pekerja Untuk Mendapatkan Upah Kerja Lembur Dharmawan, Heidy Annisa; Karsona, Agus Mulya; Singadimedja, Holyness N.
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v7i2.1731

Abstract

Labor inspection is a form of government policy aimed at ensuring the enforcement of labor law which is carried out by labor inspectors and equipped with certain authorities for the smooth running of labor inspection. However, in practice, it is not uncommon to find companies that are reluctant to fulfill their obligations, such as not being paid overtime wages for workers which be held for years until members of their trade unions decided to go to the field to hold public opinion demonstrations. This incident indicates a weakness in the implementation of labor inspection. This study aims to analyze the implementation of labor inspection in enforcing laws and regulations in the field of employment towards fulfilling workers rights to receive overtime wages. The research method used is normative juridical with research specifications in the form of analytical descriptive applicable laws and regulations and legal theories related to the actual practice of labor inspection. The results of the study state that the imbalance in the ratio between labor inspectors and the object of supervision causes the implementation of labor inspection to run less optimally and the fulfillment of workers rights to receive overtime pay is neglected.
Kebijakan Hukum Pidana Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Perspektif Maqashid Syariah Alcika, Yara Shafa; Fadhil, Moh.; Marluwi, Marluwi
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v7i2.1756

Abstract

Data Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat pada tahun 2022 terdapat 18.250 kasus kekerasan dalam rumah tangga. Angka ini mengindikasikan tingginya tingkat kerentanan perempuan sebagai korban dalam hubungan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketentuan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dalam tinjauan maqashid syariah. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian hukum normatif. Bahan hukum primer menggunakan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan bahan hukum sekunder berasal dari berbagai literatur yang membahas maqashid syariah. Teknik pengumpulan bahan hukum dengan menggunakan studi dokumen atau studi kepustakaan yang diklasifikasikan berdasarkan bahan-bahan hukum yang relevan. Proses analisis data dilakukan secara deskriptif dan preskriptif. Bahwa peran Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah melindungi korban atau mencegah terjadinya kekerasan yang selaras dengan tujuan maqashid syariah yaitu hifdz al-nasl, hifdz al-nafs, hifdz al- maal, hifdz al-diin, dan hifdz al-aql yang dalam hal ini keduanya saling memiliki peran dalam menjaga tujuan kemaslahatan umat.
Penyesuaian Perkawinan Pasangan Hasil Taaruf Yang Menjalani Ldm (Long Distance Marriage) Di Periode Awal Perkawinan (Studi Kasus Pada Mahasiswi Stdi Imam Syafi’i Jember) Al Hanifiyah, Nadia; Burhanuddin, Anas
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v7i2.1780

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan keadaan pasangan suami istri yang menikah melalui taaruf dan menjalani pernikahan jarak jauh pada periode awal perkawinan, serta mencari apa saja faktor-faktor pendukung dan penghambat penyesuaian perkawinan. Penelitian ini berfokus pada Mahasiswi STDI Imam Syafi’i Jember yang menikah melalui taaruf yang menjalani LDM (Long Distance Marriage) di periode awal perkawinan, yaitu pada rentang usia perkawinan 0-5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik purposive sampling sebagai pengumpulan data melalui wawancara dengan subjek penelitian yang berjumlah empat orang. Semua subjek mengungkapkan bahwa meskipun mereka menikah melalui taaruf, mereka tidak menemukan kesulitan yang berarti dalam proses penyesuaian meski belum pernah mengenal sebelumnya. Proses penyesuaian yang dilakukan pasangan hasil taaruf yang menjalani LDM di periode awal pernikahan tentu saja bukanlah hal yang mudah. Ada beberapa faktor pendukung dan penghambat proses penyesuaian tersebut. Faktor-faktor pendukung proses penyesuaian di antaranya adalah, (1) Menikah dengan niat ibadah, (2) Memiliki bekal ilmu, (3) Tawakkal, (4) Menjaga komunikasi, (5) Menjaga kepercayaan, (6) Menunaikan hak dan kewajiban, (7) Memiliki pola pikir positif, (8) Saling mengerti dan memahami pasangan. Adapun faktor-faktor penghambatnya adalah, (1) Komunikasi yang buruk, (2) Kurangnya rasa percaya, (3) Menjalani LDM tanpa kesepakatan bersama, (4) Mengedepankan ego.
Implementasi Hak dan Kewajiban Suami Istri terhadap Pernikahan Jarak Jauh Athifah, Najla Aliyah; Khuluq, Arif Husnul
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v7i2.1830

Abstract

Terjadinya akad nikah yang sah memiliki konsekuensi, di antaranya hak dan kewajiban sebagai suami dan istri. Pernikahan yang dilangsungkan saat menempuh masa studi menuntut pasangan untuk tetap dapat menjalankan hak dan kewajibannya sebagai pasangan suami dan istri sekaligus sebagai seorang pelajar. . Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan gabungan antara pendekatan lapangan (field research) dan pendekatan kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini adalah Islam sangat memperhatikan hak dan kewajiban suami istri dan keharusan untuk saling berusaha untuk memenuhi hak dan kewajiban tersebut, kemudian banyak usaha yang dilakukan oleh pasangan suami istri yang melakukan pernikahan jarak jauh untuk memenuhi hak dan kewajiban walaupun masih ada beberapa hak dan kewajiban yang tidak atau kurang terpenuhi disebabkan oleh terpisahnya jarak antara suami dan istri dan disibukkan oleh kegiatan masing-masing sebagai pelajar. Menurut hasil penelusuran terhadap penelitian-penelitian yang terdahulu, sejauh ini belum ada penulis yang meneliti mengenai implementasi hak dan kewajiban suami istri saat menempuh pendidikan terhadap pernikahan jarak jauh secara khusus.
Efektivitas Peraturan Daerah Nusa Tenggara Barat Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Pencegahan Perkawinan Anak Amelia, Rizki; Jainuddin, Jainuddin
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v7i2.1989

Abstract

Perkawinan anak di bawah umur bukan lagi masalah yang baru muncul di tengah masyarakat, tapi sudah sejak lama terjadi. Penegahan perkawinan anak masih terus saja menjadi wacana menarik yang terus-menerus digerakkan oleh pemerintah. Namun, keluarnya kebijakan oleh pemerintah tidak begitu mampu menghilangkan problem perkawinan anak di bawah umur, salah satunya adalah Peraturan Daerah Nusa Tenggara Barat Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Pencegahan Perkawinan Anak. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya perkawinan anak di bawah umur khususnya di Kecamatan Langgudu, diantarannya yaitu masalah ekonomi, kenakalan remaja, perjodohan, dan penyebab yang paling krusial sehingga terjadinya perkawinan anak di bawah umur di Kecamatan Langgudu adalah kenakalan remaja. Jenis penelitian ini adalah penelitian Hukum Empiris Normatif yaitu penelitian yang dilakukan langsung dengan instrumen penelitian berbentuk wawancara terhadap pemangku jabatan yang memilik peran penting ditengah masyarakat Kecamatan Langgudu, seperti Kepala Desa, KUA, masyarakat, dan juga pelaku perkawinan anak di bawah umur. Hasil penelitian yang dilakukan di Kecamatan Langgudu masih banyak masyarakat yang belum tentang adanya PERDA nomor 5 tahun 2021 tersebut. Hal ini terjadi karena kurangnya sosialisasi yang di lakukan oleh pemerintah. Sehingga pengetahuan masyarakat tentang upaya pencegahan perkawinana anak di bawah umur dan dampak dari perkawinan di bawah umur sangat minim sekali.
Krisis Apresiasi dan Perhatian Dalam Rumah Tangga Perspektif Muhammad Arifin Badri Abdullah, Hasna' Mumtaza; Mohammad, Kholid Saifulloh
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v7i2.1999

Abstract

Rumah tangga yang ideal adalah rumah tangga yang harmonis yang di dalamnya terdapat mawadah dan rahmah, hal ini dapat dicapai apabila kedua belah mengetahui hak serta kewajiban yang harus dia tunaikan, akan tetapi di dalam setiap rumah tangga pasti akan terdapat problem yang merupakan suatu keadaan yang bermasalah, ketidaksesuaian pemikiran atau perbuatan antar pasangan suami istri, sehingga menimbulkan konflik, perselisihan dan pertikaian antara keduanya, maka dengan itu pasangan suami istri hendaknya mengetahui mengenai mengapa terjadi problem dalam rumah tangganya dan bagaimana cara mengatasinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui akan salah satu konflik dalam rumah tangga yakni krisis apresiasi dan perhatian dalam rumah tangga menggunakan perspektif Muhammad Arifin Badri serta kiat-kiat dalam mengatasi krisis tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analisis isi konten dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa Muhammad Arifin Badri memberitahukan akan definisi, penyebab, serta tanda-tanda dari krisis perhatian dan kepercayaan menurut perspekstif Muhammad Arifin Badri dan solusi dalam menangani krisis tersebut ialah (1) mencontoh Nabi Muhammad dalam memperlakukan keluarganya, (2) memilih pasangan yang menjaga martabat pasangannya, (3) melaksanakan kewajiban sebagai pasangan suami istri, (4) percaya pasangannya akan memberikan haknya dan tidak menuntutnya, (5) memupuk romantisme keharmonisan rumah tangga, (6) bijak dalam menggunakan media sosial.
Konsep Ta’aruf Sebelum Pernikahan Dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah Perspektif Imam Syafi’i Putra, Muh. Yunan; AHYADIN, AHYADIN
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v7i2.2020

Abstract

Proses perkenalan sebelum menikah yang diatur berdasarkan nilai-nilai Agama Islam, yaitu ta’aruf. Ta’aruf memiliki beberapa aturan tertentu, seperti adanya batasan durasi saat ta’aruf, interaksi pria dan wanita yang tidak boleh bersentuhan, dan harus dimediatori oleh pihak tertentu selama menjalani prosesnya. Tetapi mayoritas muda-mudi yang ingin mendapatkan calon pasangan pada masa kini lebih menempuhnya dengan jalan pacaran terlebih dahulu. Sebagian beralasan bahwa pacaran sebagai ajang penjajakan pranikah, agar lebih bisa mengenal kepribadian masing-masing. Hal tersebut sangatlah rentan terhadap berbagai perbuatan maksiat. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research) dimana dalam proses pengumpulan data menggunakan bahan-bahan yang berupa materi teoritis yang berkenan dengan persoalan yang diteliti. Dalam pengolahan data penulis menggunakan content analisis untuk menguraikan data-data tersebut sehingga berbentuk deskriptif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Konsep ta’aruf menurut Imam Syafi’i yang pertama adalah ta’aruf sangatlah penting karena menepis rasa kekecewaan setalah akad, Ta’aruf mengacu berdasarkan pendapat Imam Syafi’i memiliki syarat, Dalam hal memandang, melihat calon pasangan terbatas oleh wajah dan telapak tangan, karena dengan kedua anggota tersebut seorang wanita atau calon pasangan dapat dinilai sikap serta karakternya, dari wajah dapat dilihat dari kecantikannya sedangkan tangan menggambarkan suburnya wanita itu.. Kedua, Kedudukan ta’aruf menurut Imam Syafi’i adalah sunnah dilakukan bagi yang mau melakukan, sebab dengan ta’aruf menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan jodoh sesuai dengan kriteria yang diinginkan, sesuai yang disampaikan oleh baginda Nabi SAW yaitu, dilihat dari kecantikannya, keturunannya, kekayaannya, dan karena agamanya. Dari empat hal tersebut yang paling utama adalah karena agamanya, disamping itu semua perkara tersebut akan menunjang menjadi keluarga yang diidamkan yaitu keluarga yang sakinah, wamaddah, warrahmah. Akan tetapi dilihat dari konteks realitas ta’aruf bisa menjadi haram kerena niat dan tujuan pelaku, niat tersebut ingin melanggar syariat misalnya, tidak menjaga pandangan dan aurat, kemudian ber-khalwat serta melakukan perbuatan zina yang melanggar aturan Agama, maka hal tersebut tidak didiperbolehkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8