cover
Contact Name
Arham Rusli
Contact Email
a_rusli06@yahoo.com
Phone
+624102312704
Journal Mail Official
agrokompleksjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Poros Makassar-Parepare Km. 83 Mandalle, Kab. Pangkajene dan Kepulauan, Prop. Sulawesi Selatan, 90652
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Agrokompleks
ISSN : 1412811X     EISSN : 27752321     DOI : http://doi.org/10.51978/
Core Subject : Agriculture,
Agrokompleks merupakan jurnal ilmiah kedua yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan. Ruang lingkup artikel yang dimuat pada jurnal ini meliputi bidang pertanian secara umum meliputi; teknologi pertanian, teknologi perikanan, teknologi peternakan, dan agribisnis. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun yaitu setiap bulan Januari dan Juli
Articles 167 Documents
Komposisi kimia kapsul konsentrat protein ikan belut (Monopterus albus) sebagai makanan suplemen bagi penderita gizi buruk St. Nur Hikmah; Heriyani Herman; Yuda Indriana; Arham Rusli
Agrokompleks Vol 21 No 2 (2021): Agrokompleks Edisi Juli
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v21i2.339

Abstract

Belut memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, dan kaya akan kandungan EPA dan DHA. Meskipun kaya akan protein, EPA dan DHA, konsumsi belut oleh masyarakat Indonesia tergolong rendah. Hal ini disebabkan karena bentuk belut yang menyerupai ular sehingga masyarakat enggan memakan belut. Oleh karena itu perlu diupayakan pengolahan daging belut menjadi bentuk lain sehingga dapat meningkatkan konsumsi masyarakat terutama penderita gizi buruk. Salah satu bentuk pengolahan yang dapat dilakukan terhadap daging belut adalah kapsul konsentrat protein ikan (KPI). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komposisi kimia KPI belut dalam bentuk kapsul sebagai makanan suplemen bagi penderita gizi buruk. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode rancangan acak lengkap faktorial dengan perlakuan waktu pengukusan dan waktu pengeringan masing-masing tiga taraf yaitu 20, 30, dan 40 menit untuk pengukusan, dan 10, 15, dan 20 jam untuk pengeringan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Pengamatan dilakukan terhadap komposisi kimia KPI melalui pengujian proksimat dan uji kadar kalsium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pengukusan dan pengeringan pada proses pembuatan KPI belut, berpengaruh nyata terhadap karakteristik KPI yang dihasilkan terutama kadar protein dan kadar kalsium. Semakin cepat proses pengukusan dan semakin lama waktu pengeringan menghasilkan kadar protein dan kadar kalsium yang tinggi. Perlakuan waktu pengukusan dan pengeringan yang terbaik untuk menghasilkan produk KPI belut yang sesuai standar adalah masing-masing 10 menit untuk waktu pengukusan dan 40 jam untuk waktu pengeringan. Secara umum karakteristik KPI belut yang dihasilkan telah memenuhi beberapa kriteria standar makanan tambahan bagi penderita gizi buruk khususnya anak usia sekolah dasar.
Analisis pemantauan harga bahan pangan pokok di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan D.I. Yogyakarta Evinanda - Ayu; Ibdal Ibdal; Sumaryatin Sumaryatin
Agrokompleks Vol 22 No 1 (2022): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v22i1.317

Abstract

Pandemi COVID-19 telah menimbulkan dampak negative terhadap berbagai aspek kehidupan seperti kesehatan, obat-obatan, gaya hidup, perekonomian dan lain-lain. Salah satu aspek yang penting adalah fluktuasi harga karena fluktuasi harga yang tinggi sangat berpengaruh terhadap kemampuan daya beli masyarakat. Oleh sebab itu, penelitian ini mencoba untuk memantau fluktuasi harga yang terjadi di tingkat produsen, pedagang dan pengecer. Beberapa bahan makan pokok yang dipantau adalah beras medium, cabai merah keriting, cabai rawit merah dan bawang merah. Kegiatan pemantauan dilakukan oleh peneliti dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY di daerah Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo dan Gunungkidul selama periode Maret 2021. Pengumpulan data-data mengenai harga pangan pokok dilakukan dengan menggunakan metode panel harga. Data-data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan tingkat perbedaan harga pada setiap tingkat.
Pengaruh penambahan kalsium karbonat (CaCO3) terhadap kelangsungan hidup benih lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) Syaharuddin Syaharuddin
Agrokompleks Vol 21 No 2 (2021): Agrokompleks Edisi Juli
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v21i2.369

Abstract

Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) merupakan salah satu jenis udang air tawar yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Pertumbuhan merupakan faktor yang sangat penting dalam budidaya lobster air tawar. Pertumbuhan lobster air tawar terjadi melalui proses moulting dan kalsifikasi, sehingga ketersediaan kalsium di dalam air memegang peranan penting pada saat fase tumbuh tersebut. Salah satu cara untuk meningkatkan kadar kalsium di dalam air dapat dilakukan dengan penambahan kapur (CaCO3), sehingga diharapkan udang akan lebih mudah dalam memperoleh Kalsium dari perairan. Penelitian ini dilaksanakan pada 23 Februari hingga 23 April 2021 di Laboratorium Pembesaran Ikan Air Tawar Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene dan Kepulauan. Hewan uji adalah benih lobster air tawar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 taraf perlakuan penambahan CaCO3 ke dalam media pemeliharaan, masing-masing dengan 3 kali ulangan, yaitu A (50 ppm CaCO3), B (100 ppm CaCO3) dan C (150 ppm CaCO3). Wadah yang digunakan adalah baskom sebanyak 9 buah, masing-masing diisi air sebanyak 6 liter. Benih lobster air tawar ditebar dengan kepadatan 5 ekor/wadah, diberikan pakan cacing tubifex dengan frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari yaitu pukul 08.00 dan 17.00 sebanyak 3% dari berat biomassa. Parameter yang diamati adalah kelangsungan hidup lobster air tawar selama penelitian. Data kelangsungan hidup benih lobster air tawar dianalisis menggunakan ANOVA dengan bantuan SPSS. Berdasarkan hasil penelitian, secara kuantitatif kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan A dan B yaitu 87%, kemudian perlakuan C yaitu 80%. Namun secara statistik penambahan CaCO3 tidak memberikan pengaruh (p>0,05) terhadap kelangsungan hidup benih lobster air tawar.
Strategi penguatan sistem inovasi daerah (SIDa) berbasis komoditas unggulan daerah Kab. Pangkajene dan Kepulauan Arham Rusli; Darmawan Darmawan; Amrullah Amrullah; Muhammad Ali Arsyad; Ratnawati Mentari
Agrokompleks Vol 22 No 1 (2022): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v22i1.373

Abstract

Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan merupakan salah satu kabupaten di Indonesia dengan kekayaan sumberdaya alam yang cukup lengkap karena wilayahnya terdiri dari pegunungan, daratan dan kepulauan. Ketersediaan sumberdaya alam yang melimpah hendaknya dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memenuhi kesejahteraan masyarakat. Pemanfaatan sumberdaya alam tersebut harus dikelola secara bijaksana untuk menjamin keberlanjutannya. Oleh karena itu dibutuhkan penguatan sistem inovasi daerah (SIDa) dalam pengelolaan sumberdaya alam khususnya komoditas unggulan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi penguatan SIDa berbasis komoditas unggulan dalam rangka peningkatan daya saing daerah dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan, yaitu bulan April sampai September 2021. Komoditas unggulan yang dikaji pada penelitian ini adalah jeruk pangkep, ikan bandeng dan garam. Pengumpulan data penelitian dilaksanakan melalui metode Focus Group Discussion (FGD), wawancara, dan studi literatur. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis SWOT untuk menentukan strategi penguatan SIDa berbasis komoditas unggulan. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa posisi relatif strategi penguatan SIDa berbasis komoditas unggulan daerah di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan terletak pada koordinat (2,19;1,33) yaitu berada pada kuadran pertama yang berarti bahwa strategi penguatan inovasi berbasis komoditas unggulan ditempuh melalui strategi SO. Berdasarkan hasil analisis maka secara berurutan prioritas strategi yang akan dilaksanakan dalam pengembangan inovasi pengelolaan komoditas unggulan daerah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan adalah: peningkatan produktivitas lahan untuk komoditas unggulan (Skor 6,51); pengembangan industri pengolahan komoditas unggulan (Skor 6,14); peningkatan akses permodalan untuk pengembangan usaha komoditas unggulan (Skor 5,93); inisiasi ekspor produk komoditas unggulan (Skor 5,65 ); pengembangan program inovasi desa berbasis komoditas unggulan (skor 4,83).
Inovasi pembuatan fruit leather buah jeruk pamelo (Citrus maxima) dengan penambahan kulit buah naga Irma Aryani; Sriwati Malle; Reta Reta
Agrokompleks Vol 22 No 1 (2022): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v22i1.377

Abstract

Fruit leather merupakan produk makanan hasil olahan puree buah yang dikeringkan dalam oven. Pemberian nama “leather” dikarenakan ketika puree buah dikeringkan, maka dihasilkan produk yang mengkilap dan memiliki tekstur seperti kulit. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan perbandingan terbaik jeruk pamelo (Citrus maxima) dengan penambahan kulit buah naga. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan perlakuan penambahan jeruk pamelo dan kulit buah naga dengan 4 taraf perbandingan konsentrasi yaitu A1 ( 85% : 15%), A2 (65% : 35% ), A3 (45% : 55%), dan A4 ( 25% : 75%). Parameter pengujian yaitu kadar air, vitamin C, dan uji organoleptik yang meliputi tingkat tekstur, warna, aroma, dan rasa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi penggunaan jeruk pamelo dan kulit buah naga yang terbaik pada pembuatan fruit leather pada penelitian ini adalah 25% jeruk pamelo dan 75% kulit buah naga. Kadar air dan vitamin C fruit leather yang dihasilkan dengan menggunakan proporsi tersebut masing-masing adalah 14, 65% dan 47,17%. Fruit leather yang dibuat menggunakan bahan 25% jeruk pamelo dan 75% kulit buah naga memiliki karakteristik organoleptik meliputi tekstur cukup plastis, warna merah kekuningan, aroma cukup khas jeruk pamelo, dan citarasa cukup terasa jeruk pamelo.
Analisis laju pengeringan dengan metode regresi linear pada pembuatan ebi vannamei (Litopenaeus vannamei) menggunakan mesin cabinet dryer Nurul Fitrah Abustang; Gusni Sushanti
Agrokompleks Vol 22 No 1 (2022): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v22i1.378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis laju pengeringan dengan metode regresi linear dalam pembuatan ebi vannamei menggunakan alat cabinet dryer dan menganalisis pengaruh dari variabel massa serta suhu pengering terhadap kadar air yang terdapat pada udang. Proses pembuatan ebi ini menggunakan mesin pengering cabinet dryer dengan perlakuan massa yaitu 300 gram dan 500 gram serta perlakuan suhu yang digunakan yaitu 50°C, 60°C dan 70°C. Paramater yang dianalisis pada penelitian ini meliputi; persamaan laju pengeringan, kadar keseimbangan bahan dan konstanta laju pengeringan. Selain itu, pada penelitian ini juga dianalisis parameter kadar air, kadar protein, dan rendemen produk ebi yang dihasilkan. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstanta laju pengeringan paling tinggi adalah 0,81 jam-1 pada suhu 50°C dan massa 500 g. Pada penelitian ini diketahui bahwa suhu dan berat berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein dan kadar air. Penurunan kadar protein tertinggi yaitu 6,20% pada pengeringan suhu 70°C dengan berat 300 g sedangkan penurunan yang paling rendah sebesar 0,68% diperoleh pada pengeringan suhu 50°C dengan berat 500 g. Kadar air tertinggi yaitu 65,29% dihasilkan pada pengeringan suhu 50°C dengan berat 500 g, sedangkan kadar air yang paling rendah sebesar 29,78% pada pengeringan suhu 70°C dengan berat 500 g. Rendemen hasil penelitian yang paling tinggi terdapat pada suhu 50°C dengan berat 500 g yaitu 70% dan yang paling rendah diperoleh pada proses pengeringan suhu 70°C dengan berat 300 g yaitu 36%.
Identifikasi senyawa antioksidan dari ekstrak abu pelepah sagu (Metroxylon sago) sebagai bahan pembantu dalam pembuatan bedak dingin A. Sry Iryani; Mardiana Mardiana
Agrokompleks Vol 22 No 1 (2022): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v22i1.379

Abstract

Tanaman sagu atau rumbia (Metroxylon sago) merupakan tanaman penghasil pati sagu yang dimana pati sagu menjadi sumber karbohidrat. Tanaman sagu memiliki banyak manfaat, daunnya dapat dijadikan atap, empulur dijadikan pati, kulit batang pohon sagu dijadikan briket, dan ampas empulur dijadikan pupuk organik. Selain itu abu dari pelepah pohon sagu dapat dijadikan bahan untuk bedak dingin. Antikoksidan dari abu pelepah sagu ini dapat diperoleh dengan melalui proses ekstraksi menggunakan pelarut etanol 70 % dalam alat ekstraktor soxhlet. Antioksidan dapat berfungsi untuk melindungi sel-sel dari kerusakan yang disebabkan oleh adanya molekul yang tidak stabil dimana dikenal sebagai radikal bebas. Antioksidan dapat menyumbangkan elektron kepada molekul radikal bebas, sehingga dapat menstabilkan radikal bebas dan dapat menghentikan reaksi berantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terdapat dalam abu pelepah sagu. Pengujian dilakukan menggunakan abu pelepah sagu yang diekstrak menggunakan metode soxhlet dengan pelarut etanol 70 %, kemudian di lakukan pengujian GC-MS untuk mengidentifikasi senyawa aktif yang terdapat dalam abu pelepah sagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa yang terdapat di dalam abu pelepah sagu yaitu senyawa antioksidan kurkumin yang merupakan senyawa turunan dari polifenol dengan rumus kimia C21H20O6.
Akselerasi moulting larva udang Vaname (Litopenaeus vannamei) dengan pemberian kalsium hidroksida Ca(OH)2 Astifa Astifa; Muh Alias L Rajamuddin; Yuliadi Yuliadi
Agrokompleks Vol 22 No 2 (2022): Agrokompleks Edisi Juli
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v22i2.401

Abstract

Kualitas dan pertumbuhan larva udang vaname sangat dipengaruhi oleh proses dan frekuensi molting, dimana pertumbuhan erat kaitannya dengan proses pergantian cangkang. Kalsium hidroksida Ca(OH)2 merupakan salah satu mineral kalsium yang berhubungan dengan kadar kalsium kulit dan kadar kalsium lingkungan seiring pertukaran kalsium secara terus-menerus antara tubuh dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi akselerasi dan frekuensi molting larva udang vaname serta pengaruh lanjut Kalsium Hidroksida Ca(OH)2 terhadap laju pertumbuhan larva udang vaname. Desain penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 taraf dosis Ca(OH)2 : A. Tanpa penambahan Ca(OH)2 (kontrol), B. 2 mg/ L air, C. 4 mg/ L air, dan D. 6 mg/L air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis Ca(OH)2 sebanyak 4 mg/L air menunjukkan intensitas/persentase molting sebesar 67%, laju pertumbuhan berat mutlak sebesar 2.35 mg, pertumbuhan panjang mutlak sebesar 4,93 mm, dan tingkat kelulushidupan udang (SR) sebesar 49%.
Kinerja pabrik gula di Provinsi Sulawesi Selatan Junaedi Junaedi; Darmawan Darmawan; Syahruni Thamrin; Sudardi Sudardi
Agrokompleks Vol 22 No 2 (2022): Agrokompleks Edisi Juli
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v22i2.438

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di wilayah pabrik gula PT Perkebunan Nusantara XIV (Persero), Pada saat ini untuk daerah Sulawesi Selatan terdapat tiga Pabrik Gula (PG) yakni PG Bone, PG Camming dan di PG Takalar. Tujuan penelitian ini adalah untuk ; (1) mengetahui tren produksi tebu, dan (2) mengetahui kinerja pabrik gula dan yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari perusahaan dalam kurun waktu tahun 2015-2019. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisis produksi, analisis tren, dan analisis kinerja dengan aplikasi MS excel dan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luasan areal tebu cenderung mengalami penurunan, luas areal pada tahun 12.572 ha. Penurunan terbesar terjadi pada PG Bone. Produksi tebu Sulawesi Selatan menunjukkan hasil yang berbeda dari 3 (tiga) pabrik gula dengan rata-rata produksi yang dihasilkan sebesar 54.487 ton. PG Bone menyumbang produksi tertinggi sebesar 24.614 ton. Hasil analisis trend terhadap produksi menunjukkan persamaan Y= 4184,2 x 45.934. tingkat korelasi antara produksi dan waktu sebesar 58,07%. Hal ini berarti bahwa perkembangan produksi tebu di Sulawesi Selatan mengalami peningkatan sebesar 58,07%. Sementara hasil perbandingan kinerja ketiga pabrik gula yang ada, menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan.
Penggunaan pakan alami Chlorella sp. dan Thalassiosira sp. untuk mempercepat perkembangan dan meningkatkan sintasan larva udang vaname (Litopenaeus vannamei) pada stadia zoea sampai mysis Devianti Devianti; Yani Narayana; Amrullah Amrullah
Agrokompleks Vol 22 No 2 (2022): Agrokompleks Edisi Juli
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v22i2.455

Abstract

Penelitian bertujuan mengevaluasi penggunaan pakan alami mikroalga Chlorella sp. dan Thalassiosira sp. yang diberikan secara tunggal dan kombinasi terhadap sintasan dan perkembangan larva udang vaname stadia zoea sampai mysis. Penelitian merupakan penelitian eksperimen menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), sebagai perlakuan adalah pakan alami Chlorella sp. dan Thalasissira sp. dengan komposisi tunggal dan gabungan, diberikan pada larva udang vaname, masing-masing dengan 3 kali ulangan. Perlakuan penelitian terdiri dari Chlorella sp. 100% (A) Thalassiosira sp. 100% (B), Chlorella sp. dan Thalassiosira sp. 50 % :50% (C), Chlorella sp. dan Thalassiosira sp. 25% : 75% (D) dan Chlorella sp. dan Thalassiosira sp. 75% : 25% (E). Hewan uji adalah larva udang vaname stadia zoea 1 sampai mysis 3 dipelihara menggunakan wadah berupa ember dengan kapasitas 20 liter, dipelihara selama enam hari dan diberi pakan dengan dosis yang berbeda pada setiap perlakuan dengan frekuensi pemberian pakan 2 kali/hari. Parameter yang dikaji adalah perkembangan larva, sintasan dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan larva udang vaname pada lima perlakuan komposisi pakan alami tidak menunjukkan adanya perbedaan. Lama waktu yang dicapai stadia zoea 1 sampai zoea 3 dicapai selama 3 hari. Stadia mysis 1 sampai mysis 3 berlangsung selama 3 hari. Sedangkan penggunan pakan alami Chlorella sp. dan Thalassiosira sp. secara tunggal atau kombinasi diperoleh sintasan terbaik pada perlakuan D yaitu 92%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pakan alami Thalassiosira sp. secara tunggal maupun kombinasi dengan Chlorella sp dapat mempercepat perkembangan dan meningkatkan sintasan larva udang vaname lebih tinggi dibandingkan dengan Chlorella sp secara tunggal.

Page 9 of 17 | Total Record : 167