Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

SELEKSI UNIT PENANGKAPAN IKAN DI KABUPATEN MAJENE PROPINSI SULAWESI BARAT Muh. Ali Arsyad; Tasir Tasir
Buletin PSP Vol. 18 No. 2 (2009): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research is selecting applicable fishing method in the term of applicable fishing development for fishermen empowerment and optimally resources exploitation.  This re-search is conducted to indentify the feasible instruments of applicable fishing for improvement ba-sed on biological, technique, social and economical aspects.  The method applied in this research is survey.  In the research, comparative study is conducted to identify reliable fishing units out of number of fishing units (purse seine, payang, gill net and beach sine) based on biological, tech-nical, social and economical aspects.  The result of research shows “floating gill net” is first priority for category of biological aspect.  While technical aspect puts purse seine on its first priority, and social aspect put purse seine and beach sine on its first priority, as well as economical aspect for business efficiency criteria put purse seine on its first priority and for investment efficiency criteria put payang on its first priority.  Purse seine is the most appropriate fishing unit for first priority in development based on biological, technical and social aspect as well as economical aspect.Key words: beach seine and purse seine, gill net, payang
Mechanical Properties of Surimi Gel Added with Olive Leaf Extract Powder Muh Ali Arsyad; Arham Rusli; Masahiro Ogawa
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 2 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.451 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v22i2.27772

Abstract

Mechanical property is important factors in determining quality of surimi-based products. Plant phenolic compound has been used to improve mechanical properties of surimi gel. The aim of this study was to determine the effects of addition of olive leaf extract powder (OLEP) on the mechanical properties of surimi gel. Addition of OLEP that contained polyphenol of 1.9 mg GAE/g dry weight to surimi increased breaking stress and breaking strain of surimi gel. The breaking stress and breaking strain of surimi gel increased with increasing OLEP concentration. The addition of 0.2% OLEP increased the breaking stress of surimi gel by 13% and the breaking strain by 27%. The addition of 0.5% OLEP resulted in a 1.2 times increase in the breaking stress and breaking strain of surimi gel. Increasing breaking stress and breaking strain of surimi gel with the addition of OLEP is caused by the integration of additional crosslinks into the protein networks via polyphenols or their derivatives. Although the addition of OLEP had a detrimental effect on whiteness of surimi gel, OLEP is still a useful functional ingredient for improving mechanical properties of surimi gel products in which the color is not an important quality.
Profil Protein Daging Ikan Kurisi Merah (Pagrus major) yang Diberi Pakan dengan Tambahan Tepung Daun Zaitun (Olea europaea L.): Profile Protein of Fish Red Sea Bream (Pagrus major) Muscle Fed with Additional Olive (Olea europaea L.) Leaf Powder Muh Ali Arsyad; Arham Rusli
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.929 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v23i1.30890

Abstract

Pemberian pakan dengan tambahan antioksidan dari bahan alam terbukti mampu meningkatkan kualitas daging yang dihasilkan. Aktivitas antioksidan dari bahan alam ditentukan oleh kandungan polifenol. Daun zaitun mengandung 6-9% polifeneol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penambahan tepung daun zaitun pada pakan terhadap profil protein daging ikan yang dikultur selama 25 hari pada akuarium dengan kondisi yang terkontrol. Komposisi protein daging dianalisis dengan SDS-PAGE dan kandungan protein sarkoplasma, miofibril dan kolagen dianalisa dengan metode biuret. Kandungan protein sarkoplasma dan miofibril tidak berbeda pada kedua kelompok ikan, tetapi kandungan kolagen daging ikan yang diberi pakan dengan tepung daun zaitun 1,63 kali lebih tinggi dibanding ikan dengan pakan kontrol. Mikrostruktur daging ikan dengan pakan tepung daun zaitun lebih kompak dibanding ikan dengan pakan kontrol, hal tersebut disebabkan kandungan kolagen yang lebih tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung daun zaitun pada pakan mampu meningkatkan tekstur pada daging melalui peningkatan kuantitas dan kualitas serat kolagen pada endomisium.
Kualitas Air dan Cemaran Logam Berat Merkuri (Hg) dan Timbal (Pb) pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Hasil Tangkapan dari Waduk Tunggu Pampang Kota Makassar Andi Santi; Muh. Ali Arsyad
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v10i3.799

Abstract

The level of heavy metal contamination of mercury (Hg) and lead (Pb) in the aquatic ecosystem of the Waiting Pampang Reservoir, Makassar City, is known by determining the concentration of these heavy metals in water and biota (tilapia). Tilapia is a catch that is relatively abundant in the Waiting Pampang Reservoir. This study aimed to determine water quality and levels of Hg and Pb contamination in water and tilapia caught from the Waiting Pampang Reservoir. Water quality is determined by measuring 1) the degree of acidity (pH), 2) Dissolved oxygen (DO), 3) Biological oxygen demand (BOD), and 4) Chemical oxygen demand (COD). The results showed that the BOD and COD values had passed the threshold so that the waters of the Waiting Pampang Reservoir were contaminated with organic matter. However, it has not been contaminated with Hg and Pb (<0.001 mg/kg) heavy metals. Tilapia caught from the Waiting Pampang Reservoir contained heavy metal Pb, but the concentration was far below the permissible value. However, the consumption of tilapia from the Waiting Pampang Reservoir must still be watched out for because heavy metals are accumulative.
Kaderisasi Penyedia Daging Qurban ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal) dan Layak Aminah Hajah Thaha; Andi Suarda; Andi Mulia; Muh Ali Arsyad
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i3.4433

Abstract

Salah satu kendala yang dihadapi pemerintah terkait pembinaan penyembelihan hewan qurban adalah masih banyak masyarakat yang tidak melaporkan ke pemerintah setempat penyembelihan hewan qurban selain itu jumlah petugas yang tidak sebanding dengan luas wilayah dan banyaknya lokasi penyembelihan pada waktu yang bersamaan sehingga sulit untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut. Oleh karena itu dibutuhkan metode yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan ke masyarakat agar dapat menyediakan daging hewan qurban yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) serta layak bagi masyarakat yang mengkonsumsi. Salah satu cara yang dilakukan yaitu melalui pembentukan kader penyedia daging hewan qurban yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) serta Layak bagi Masyarakat pada Mesjid. Kegiatan ini telah terlaksana dengan baik dan diikuti sebanyak 14 mesjid dan 100 orang kader se Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Hasil monitoring evaluasi diketahui bahwa salah satu titik kritis yang harus menjadi perhatian dan perlu ditingkatkan oleh pada kader tersebut adalah penanganan daging qurban meliputi setelah penyembelihan.Kata Kunci: Takmir Mesjid, Daging Qurban, ASUH, LayakAssistance of the Takmir of the Mosque in Providing Sacrificial Meat that is FARE (Safe, Healthy, Whole, Halal) and AppropriateABSTRACTOne of the government's obstacles regarding the development of sacrificial animal slaughter is that there are still many people who do not report to the local government the slaughter of sacrificial animals. Also, the number of officers is not proportional to the area of the area and the number of slaughtering locations simultaneously, so it is difficult to carry out further training. Therefore an effective method is needed to increase knowledge to the public to provide ASUH (Safe, Healthy, Whole, and Halal) qurban meat and suitable for those who consume it. One way to do this is through the assistance of mosque takmirs to provide ASUH (Safe, Healthy, Whole, and Halal) qurban meat and is appropriate for the community at the mosque. The entire series of activities consisting of location surveys, preparation and coordination, training implementation, and monitoring evaluation were carried out from March to August 2019. The training consisted of theory and practice, which lasted for 2 days attended by 100 mosque takmirs from 14 mosques in Rappocini District, Makassar City. The monitoring and evaluation results show that one of the critical points that should be of concern and need to be improved by mosque takmirs is the handling of qurban meat, including the stages after slaughter.Keywords: Mosque takmirs, Meat Qurban, ASUH, Appropriate
Strategi penguatan sistem inovasi daerah (SIDa) berbasis komoditas unggulan daerah Kab. Pangkajene dan Kepulauan Arham Rusli; Darmawan Darmawan; Amrullah Amrullah; Muhammad Ali Arsyad; Ratnawati Mentari
Agrokompleks Vol 22 No 1 (2022): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v22i1.373

Abstract

Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan merupakan salah satu kabupaten di Indonesia dengan kekayaan sumberdaya alam yang cukup lengkap karena wilayahnya terdiri dari pegunungan, daratan dan kepulauan. Ketersediaan sumberdaya alam yang melimpah hendaknya dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memenuhi kesejahteraan masyarakat. Pemanfaatan sumberdaya alam tersebut harus dikelola secara bijaksana untuk menjamin keberlanjutannya. Oleh karena itu dibutuhkan penguatan sistem inovasi daerah (SIDa) dalam pengelolaan sumberdaya alam khususnya komoditas unggulan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi penguatan SIDa berbasis komoditas unggulan dalam rangka peningkatan daya saing daerah dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan, yaitu bulan April sampai September 2021. Komoditas unggulan yang dikaji pada penelitian ini adalah jeruk pangkep, ikan bandeng dan garam. Pengumpulan data penelitian dilaksanakan melalui metode Focus Group Discussion (FGD), wawancara, dan studi literatur. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis SWOT untuk menentukan strategi penguatan SIDa berbasis komoditas unggulan. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa posisi relatif strategi penguatan SIDa berbasis komoditas unggulan daerah di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan terletak pada koordinat (2,19;1,33) yaitu berada pada kuadran pertama yang berarti bahwa strategi penguatan inovasi berbasis komoditas unggulan ditempuh melalui strategi SO. Berdasarkan hasil analisis maka secara berurutan prioritas strategi yang akan dilaksanakan dalam pengembangan inovasi pengelolaan komoditas unggulan daerah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan adalah: peningkatan produktivitas lahan untuk komoditas unggulan (Skor 6,51); pengembangan industri pengolahan komoditas unggulan (Skor 6,14); peningkatan akses permodalan untuk pengembangan usaha komoditas unggulan (Skor 5,93); inisiasi ekspor produk komoditas unggulan (Skor 5,65 ); pengembangan program inovasi desa berbasis komoditas unggulan (skor 4,83).
Kualitas Air dan Cemaran Logam Berat Merkuri (Hg) dan Timbal (Pb) pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Hasil Tangkapan dari Waduk Tunggu Pampang Kota Makassar Andi Santi; Muh. Ali Arsyad
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v10i3.799

Abstract

The level of heavy metal contamination of mercury (Hg) and lead (Pb) in the aquatic ecosystem of the Waiting Pampang Reservoir, Makassar City, is known by determining the concentration of these heavy metals in water and biota (tilapia). Tilapia is a catch that is relatively abundant in the Waiting Pampang Reservoir. This study aimed to determine water quality and levels of Hg and Pb contamination in water and tilapia caught from the Waiting Pampang Reservoir. Water quality is determined by measuring 1) the degree of acidity (pH), 2) Dissolved oxygen (DO), 3) Biological oxygen demand (BOD), and 4) Chemical oxygen demand (COD). The results showed that the BOD and COD values had passed the threshold so that the waters of the Waiting Pampang Reservoir were contaminated with organic matter. However, it has not been contaminated with Hg and Pb (<0.001 mg/kg) heavy metals. Tilapia caught from the Waiting Pampang Reservoir contained heavy metal Pb, but the concentration was far below the permissible value. However, the consumption of tilapia from the Waiting Pampang Reservoir must still be watched out for because heavy metals are accumulative.
Karakteristik Abon Lembaran dari Ikan Bandeng (Chanos chanos) dengan Penambahan Tepung Tapioka Agussalim Matti; Ikbal Syukroni; Nurlaeli Fattah; Arham Rusli; Adilham Adilham; Muh Ali Arsyad; Riska Riska
Jurnal FishtecH Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/fishtech.v1i1.19750

Abstract

Abon lembaran merupakan suatu jenis produk olahan makanan yang dibuat dari abon ikan dengan penambahan tapioka dan gula lalu dikeringkan dengan pengovenan yang berbentuk khas segi panjang, berwarna merah kecoklatan, dan tekstur yang keras dan permukaan yang kasar. Produk abon lembaran merupakan produk Ready to eat (RTE) yang dihasilkan dari penggunaan teknologi  pengeringan  sehingga didapatkan produk instan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui pengaruh konsentrasi tepung tapioka terhadap rendemen, karakteristik kimia dan organoleptik abon ikan lembaran. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan yaitu penambahan tepung tapioka (A) yang terdiri dari 3 taraf konsentrasi 0.5% (A1), 1.0% (A2) dan 1.5% (A3). Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi penambahan tepung tapioka memberikan pengaruh signifkan terhadap rendemen, karakteristik kimia dan organoleptik abon ikan.  Hasil penelitian menunjukan bahwa abon lembaran yang ditambahkan 1.0% (A2) tepung tapioka merupakan produk terbaik dengan nilai rendemen 50,1%, kadar air 3,49%, kadar protein 22,6%, kadar lemak 13,48%, kadar abu 6,12% dan kadar karbohidrat 54,68%. Uji organoleptik menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi tepung tapioka berpengaruh nyata terhadap atribut kenampakan, bau, rasa, dan tekstur abon ikan lembaran. Penambahan 1.0% (A2) tepung tapioca menghasilkan abon lembaran ikan dengan nilai organoleptik terbaik.
Pelatihan pembuatan Kornet ikan dalam bambu (Koridabu) bagi masyarakat Desa Bulo-Bulo, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto Arsyad, Muh Ali; Rusli, Arham; Herman, Herman
JatiRenov: Jurnal Aplikasi Teknologi Rekayasa dan Inovasi Vol 1 No 2 (2022): Edisi November
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/jatirenov.v1i2.393

Abstract

Kornet adalah salah satu jenis produk olahan daging yang banyak digunakan dalam resep masakan Indonesia. Kornet termasuk dalam bentuk olahan kaleng, karena dalam proses pengolahannya menggunakan wadah kaleng untuk proses sterilisasi komersial. Pengolahan kornet ikan belum banyak diketahui oleh masyarakat karena dalam pengolahannya memerlukan peralatan khusus terutama jika dalam bentuk produk kaleng yang harus melalui proses sterilisasi. Salah satu wadah pemasakan yang banyak digunakan oleh masyarakat desa adalah bambu. Bambu ini telah terbukti tahan terhadap suhu tinggi jika digunakan sebagai wadah pemasakan. Masyarakat Jeneponto telah lama menggunakan bambu sebagai media dalam menghasilkan makanan tradisional lemang. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 di Desa Bulo-Bulo, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan teknologi tepat guna pembuatan kornet ikan dalam bambu (Koridabu). Peserta yang dilibatkan dalam kegiatan ini adalah 25 (dua puluh lima) orang yang merupakan ibu-ibu PKK dan remaja putri Desa Bulo-Bulo. Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan dilakukan melalui tanya jawab secara lisan dengan peserta sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan. Data hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk narasi dan gambar. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi masyarakat Desa Bulo-Bulo, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto dalam diversifikasi pengolahan ikan khususnya pengolahan kornet ikan dalam bambu. Produk olahan kornet ikan dalam bambu ini dapat dikembangkan oleh masyarakat untuk kebutuhan keluarga dalam memenuhi variasi menu yang kaya protein dan dijadikan sebagai peluang usaha produk olahan ikan yang bernilai tambah.
CHEMICAL CHARACTERISTICS OF ACID-SOLUBLE COLLAGEN FROM SEA URCHIN SHEEL Arsyad, Muh Ali; Rusli, Arham; Rosmaladewi, Rosmaladewi
Jurnal Segara Vol 19, No 2 (2024): August
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v19i2.14673

Abstract

Shells, a by-product of the sea urchin processing industry. The proportion of shells up to 85% is more widely used as a feed additive. This research aims to extract collagen from sea urchin shells using acetic and lactic acid (0.25-0.5 M). The acid-soluble collagen was then analyzed for its functional groups using the Fourier transform spectroscopy (FTIR) method. The higher the acid concentration used in extraction, the higher the yield of collagen produced. The highest collagen yield was obtained at a concentration of 0.5 M acetic acid. FTIR analysis of acid-soluble collagen showed functional of amide A (3351.64), B (2964.00), I (1663.25), II (1558.16), and III (1244.97) (cm-1). The results of functional group identification show that the acid-soluble collagen from sea urchin shells is in accordance with collagen standards.