cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2025)" : 18 Documents clear
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SIMBA TASIK (Clerodendrum serratum L. Spr) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Novia, Devi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i1.641

Abstract

Daun Simba tasik (Clerodendrum serratum L. Spr) merupakan tumbuhan yang hidup dihutan dan juga diperkebunan yang banyak masyarakat menggunakan daun ini untuk pengobatan, banyak manfaat lain pada daun ini seperti obat bisul, borok berair, cacingan dan luka. Tumbuhan ini mengandung antioksidan dan antibakteri. Senyawa yang diduga dapat memiliki aktivitas antibakteri yaitu steroid, terpenoid, flavonoid dan alkaloid. Ekstrak daun simba tasik digunakan untuk menguji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus pada berbagai konsentrasi 30%, 40% dan 50%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode difusi dengan menggunakan kertas cakram. Diameter zona hambat yang terbentuk di sekitar kertas cakram dianggap sebagai parameter untuk mengukur aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas antibakteri dari konsentrasi ekstrak yaitu 30% 40%, 50%, terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Konsentrasi efektif dari ekstrak yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus yaitu pada konsentrasi 50% dengan rata-rata diameter zona hambat 13,81 %. Terjadinya penghambatan pada pertumbuhan bakteri terhadap ekstrak dapat membuktikan bahwa ekstrak Daun Simba tasik memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus.
UJI EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) Khasanah, Heti Rais; Saraswati, Bella Ulta; Krisyanella, Krisyanella Krisyanella
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i1.642

Abstract

Latar Belakang: Tanaman bandotan mempunyai banyak khasiat antara lain sebagai obat luka, antivirus, antibakteri, antiinflamasi, diuretik, gangguan saluran pencernaan, demam, hemostatik, keselo dan pegal. Daun bandotan sering digunakan untuk menutup luka terbuka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Sediaan Salep Ekstrak Etanol Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L). Metode: Jenis penelitian ini adalah experimental laboratorium. Uji coba dilakukan dengan menggunakan tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus). Kelompok kontrol negatif diberi Basis Salep, kelompok kontrol positif diberikan salep Povidone iodine 10%. Kelompok perlakuan 1 diberikan salep esktrak EDB 10%, kelompok perlakuan 2 diberikan salep esktrak EDB 15% dan kelompok perlakuan 3 salep esktrak EDB 20% dioleskan sebanyak 0,07 gram selama 8 hari. Kemudian diukur diameter lukanya menggunakan jangka sorong. Setiap kelompok dianalisis dengan menggunakan uji statistik analysis of variance (ANOVA) Hasil: penelitian ini dihasilkan bahwa sediaan salep ekstrak etanol daun bandotan dengan kosentrasi 10% didapat nilai rata rata diameter sebesar 9.31 mm, 15% 7.78 mm dan 20% 4.46 mm. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian salep esktrak etanol daun bandotan dapat memberikan aktivitas penyembuhan luka sayat pada tikus. 
EVALUASI FISIK DAN UJI ANTIOKSIDAN SEDIAAN DEODORAN ROLL ON EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) DENGAN METODE DPPH Dewi, Betna; Sari, Rose Intan Perma
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i1.644

Abstract

Deodoran merupakan salah satu kosmetik yang sangat di butuhkan masyarakat untuk mengatasi bau badan. Deodoran yang efektif tidak hanya mencegah bau badan, namun juga dibutuhkan senyawa antioksidan untuk melawan radikal bebas, salah satu tanaman yang bermanfaat adalah daun binahong yang mengandung  senyawa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan efek antioksidan sediaan deodoran roll on ekstrak daun binahong. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH serta pengujian anti oksidan dengan metode DPPHHasil evaluasi fisik sediaan menunjukan bahwa deodoran roll on ekstrak daun binahong memenuhi uji sifat fisik sediaan dan menghasilkan efek anti oksidan yang baik. Uji antioksidan menunjukkan semua formula FO dan FX  sediaan tidak memiliki aktivitas antioksidan. Nilai IC?? formulaF 0 sebesar 993,3226 µg/mL, dan  formula FX sebesar 968,2240 µg/mL.
PENGEMBANGAN FORMULASI MINYAK BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DAN DAUN KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI NUTRASETIKA wulandari, annisa; Nurcahyo, heru; riyanta, aldi budi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i1.622

Abstract

Gizi buruk salah satu masalah kesehatan yang belum tertangani dengan tuntas yang membutuhkan tindakan dan penanganan yang serius. Berdasarkan masalah yang terjadi pada balita, maka dibuatlah suatu produk makanan granul sereal nutrasetika yang lebih mudah dikonsumsi oleh balita. Nutrasetika merupakan makanan yang memberikan manfaat medis atau kesehatan, termasuk pencegahan atau pengobatan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang formulasi minyak bawang merah (Allium ascalonicum L.) dan daun kelor (Moringa oelifera) sebagai produk nutrasetika yang kaya nutrisi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Uji stabilitas fisik dilakukan pada suhu ruang meliputi uji fitokimia minyak bawang merah, uji organoleptis, uji pH, uji waktu alir, uji sudut diam, uji kadar air, dan uji indeks kompresibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji fitokimia minyak bawang merah positif, uji organoleptis sesuai, uji ph 6,3-7, uji waktu alir 5-11 detik, uji sudut diam 17-26, uji kadar air 3-8%, dan uji indeks kompresibilitas 3,67% - 8,67%. Berdasarkan uji stabilitas fisik, formula terbaik granul sereal adalah F2 dengan komposisi minyak bawang merah 15%, tepung daun kelor 5%, tepung garut 10%, sukrosa 20%, na benzoate 0,1%, coklat 5%, PVP 5% dan mannitol.
FORMULASI, UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERTA UJI STABILITAS GEL MASK FRAKSI KULIT`BUAH NAGA MERAH Puspitasari, Dewi Fitriani
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i1.616

Abstract

Kulit pada buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) adalah salah satu bagian yang bisa dimanfaatkan sebagai antioksidan alami. Salah satu kandungan dari kulit buah naga ialah senyawa antosianin. Antosianin berpotensi digunakan sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi serta menguji  nilai IC50 fraksi etil asetat ekstrak etanol pada kulit buah naga merah dengan metode FRAP. Sediaan gel mask diformulasikan dengan kadar fraksi 1,5%. Hasil formulasi sediaan selanjutnya diuji karakteristik fisik dan aktivitas antioksidan. Pengujian antioksidan juga dilakukan setelah penyimpanan sediaan 3 bulan pada suhu ruang.  Kulit buah naga merah dimaserasi dengan menggunakan etanol 70%, difraksinasi dengan  n-heksan, etil asetat, air. Pengujian aktivitas antioksidan dari fraksi etil asetat, menggunakan metode FRAP, selanjutnya diformulasi ke dalam sediaan gel mask. Pengujian karakteristik fisik sediaan meliputi organoleptis, homogenitas, pH, uji viskositas, uji daya lekat, dan kemampuan/daya sebar. Sediaan gel mask diuji aktivitas antioksidan sebelum dan sesudah disimpan 3 bulan. Hasil perhitungan nilai IC50 fraksi etil asetat diperoleh nilai 99,96 ppm, menunjukkan fraksi berpotensi kuat sebagai antioksidan. Hasil pengujian karakteristik fisik menunjukkan sediaan memiliki nilai pH 5,0±0,035, viskositas 9591±61,10 cps, daya sebar 5,1±0,1 cm, daya lekat 2,43±0,13 detik. Hasil nilai IC50 sediaan 104,67 ppm dan setelah penyimpanan 3 bulan pada suhu ruang IC50 menjadi 263,15 ppm. Hasil nilai IC50 formulasi gel mask sebelum dan sesudah disimpan berbeda signifikan (p<0,05). Kata Kunci : Gel mask, kulit buah naga, antioksidan
Aktivitas Sediaan Lotion Ekstrak Herba Seledri (Apium Graveolens L.) Sebagai Antioksidan Dengan Metode DPPH HIDAYAT, RAHMAT
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i1.645

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi dengan cara menangkap radikal bebas atau dengan menyumbangkan elektron. Salah satu tanaman yang mengandung flavonoid yang berperan sebagai antioksidan yaitu Herba Seledri (Apium Graveolens L.).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai IC50 pada ekstrak Herba Seledri (Apium Graveolens L.) dan untuk mengetahui apakah ekstrak herba seledri dapat diformulasikan sebagai sediaan lotion dan memiliki aktivitas antioksidan. Pembuatan ekstrak herba seledri dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut 70%. Pengujian aktiviitas antioksidan ekstrak herba seledri (Apium Graveolens L.) menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl). Sediaan lotion dibuat menjadi empat formula yaitu F0, F1, F2 dan F3 dengan konsentrasi ekstrak berturut-turut yaitu 5%, 10% dan 15%, yang diuji evaluasi fisiknya antara lain uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji ph dan uji viskositas. Keempat formula menunjukkan telah memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik sediaan lotion. Keempat formula lotion dilakukan uji aktivitas antioksidan sediaan lotion menggunakan metode DPPH pada F0, F1, F2 dan F3 didapatkan nilai IC50 paling baik yaitu pada F3 dengan konsentrasi ekstrak sebesar 15% dan termasuk dalam antioksidan sangat kuat karena berapa pada rentang dibawah 50 ppm. Kesimpulan ekstrak herba seledri dapat difromulasikan sebagai sediaan lotion dan memiliki aktivitas antioksidan paling kuat yaitu pada formulasi lotion ketiga dengan ekstrak sebesar 15%. Kata Kunci : Antioksidan; Herba Seledri; Lotion; Metode DPPH
STUDI PENGGUNAAN OBAT NEUROPROTEKTIF PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA M HASAN PALEMBANG Shadrina Hazira, Shadrina
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i1.624

Abstract

Stroke iskemik akut terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah yang disebabkan oleh penyakit tromboembolik. Kondisi ini menyebabkan iskemia, yang mengakibatkan hipoksia dan penurunan adenosine triphosphate (ATP). Stroke dapat mengganggu fungsi sensorik, motorik, dan kognitif. Obat neuroprotektif sering digunakan untuk mengatasi gangguan kognitif pada pasien stroke. Sitikolin dan Piracetam adalah agen neuroprotektif yang paling umum digunakan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pola penggunaan obat neuroprotektif pada pasien stroke iskemik di Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang.Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan data yang diambil dari rekam medis rawat jalan sebanyak 100 pasien selama periode Januari 2022 hingga Desember 2023.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok pasien stroke iskemik terbesar berada pada rentang usia 61-70 tahun, yaitu sebesar 53%, dengan pasien berjenis kelamin laki-laki sebanyak 47%, dan 100% pasien sudah menikah. Tingkat pendidikan terakhir didominasi oleh SMA (40%), dan sebagian besar ialah ibu rumah tangga (39%). Hipertensi merupakan komorbid tertinggi pada pasien stroke iskemik dengan persentase 66,4%, diikuti oleh DM (8,4%) dan LBP (6,7%). Sitikolin adalah obat neuroprotektif yang paling banyak digunakan, mencapai 98% dari total penggunaan. Evaluasi rasionalitas penggunaan obat neuroprotektif di rumah sakit ini menunjukkan tepat indikasi sebesar 100%, tepat pasien 100%, dan tepat dosis 100%. Namun, terdapat penggunaan sitikolin pada 5 pasien yang dinilai tidak rasional
ANALISIS KADAR ALKALOID EKSTRAK ETANOL BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora A. Froehner) HASIL PERKEBUNAN KABUPATEN SELUMA mulyani, elly
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i1.639

Abstract

Kopi robusta merupakan salah satu jenis tanaman kopi dengan nama ilmiah Coffea canephora. Sesuai dengan namanya, minuman yang diekstrak dari biji kopi robusta memiliki cita rasa yang kuat dan cenderung lebih pahit dibanding arabika. Ekstrak biji kopi Robusta mengandung metabolit sekunder ini termasuk alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan berapa kadar Alkaloid ekstrak etanol biji kopi robusta (Coffea canephora). Proses ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi untuk mendapatkan ekstrak etanol biji kopi robusta (Coffea canephora) .Hasil uji identifikasi menunjukkan ekstrak etanol biji kopi robusta (Coffea canephora)  positif mengandung alkaloid, yaitu menunjukan endapan putih dengan pereaksi mayer, warna coklat-merah bata dengan preaksi dragendroff, dan endapan coklat hingga hitam dengan pereaksi wagner. Hasil uji identifikasi menggunakan KLT didapatkan hasil positif yang ditandai dengan timbulnya noda berwarna coklat (Rf = 0,81) setelah disemprot pereaksi Dragendorff dengan Kafein sebagai pembanding berwarna jingga (Rf = 0,85). Hasil penetapan kadar didapatkan kadar rata-rata alkaloid ekstrak etanol biji kopi robusta (Coffea canephora)  menggunakan  metode spektrofotometri UV-Vis adalah sebesar 1,7687 %.

Page 2 of 2 | Total Record : 18