cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2018)" : 10 Documents clear
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANALGETIK EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) DAN EKSTRAK BATANG BROTOWALI (Tinospora crispa (L.) Miers) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus ) Novia, Devi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun pepaya (Carica papaya L) dan batang brotowali (Tinospora crispa (L.)Miers) dikenal luas dimasyarakat sebagai tanaman obat berkhasiat. Khasiat keduanya sebagai pengobatan seperti malaria, diabetes, nyeri, sakit pinggang, obat luka, gangguan pencernaan, gatal-gatal dan lain sebagainya. Berbagai penelitian pun juga menunjukan akan khasiat batang brotowali (Tinospora crispa (L.)Miers) dan ekstrak daun pepaya (Carica papaya L) mempunyai efek analgesik. Penelitian ini menggunakan metode siegmund yaitu asam asetat 1% sebagai perangsang nyeri. Kontrol positif dengan antalgin 1,3 mg/20 gram BB mencit, kontrol negatif dengan aquadest 0,3 ml/20 gram BB mencit, perlakuan uji 1 ekstrak daun Pepaya (Carica papaya L) 12 mg/20 gram BB mencit, perlakuan uji 2 ekstrak batang Brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers) 0,6/20 gram BB mencit. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) lebih berkhasiat analgetik dari pada ekstrak batang brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers ) yang dapat dilihat dari kemampuan mengurangi jumlah geliat mencit pada tabel AUC 441>331, persen proteksi (Carica papaya L.) 40% ,(Tinospora crispa (L.) Miers ) 20 % dan persen efektivitas (Carica papaya ) 60% >, (Tinospora crispa (L.) Miers ) 30 % serta pada uji statistik one way anova taraf kepercayaan 99% (p<0,01) terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan.
SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK DAUN KEDAWUNG (Parkia speciosa Hassk) DAN DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit) MENGGUNAKAN METODE IDENTIFIKASI WARNA DAN PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Sopianti, Densi Selpia
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan  tentang  khasiat tanaman  obat  baik  di  dalam  maupun  luar negeri  berkembang  dengan  pesat.Penelitian  terhadap  berbagai  tanaman  yang berkhasiat  terus  dilakukan  seperti  tanaman  kedawung  (Parkia  speciosa Hassk)  dan lamtoro  (Leucaena  leucocephala (Lam)  de  Wit). Penggunaan  tanaman sebagai  obat sangat  berkaitan  dengan  kandungan  kimia  yang  terdapat  pada  tanaman  tersebut terutama  senyawa  metabolit  sekunder.  Tujuan  penelitian  ini  untuk  mengetahui senyawa  metabolid  sekunder  dari tanaman  kedawung  (Parkia  speciosa Hassk)  dan lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit) dan bagaimana profil Kromatografi Lapis  Tipis  (KLT)  dari  senyawa  yang  terkandung  di  dalamnya. Metode  yang digunakan  yaitu  maserasi  dengan  pelarut  etanol  70%,  maserat  yang  diperoleh diuapkan  di  atas Waterbath untuk  mendapatkan  ekstrak  kental.  Kemudian  ekstrak diuji  dengan  skrining  fitokimia  dan  di  uji  profil  kromatografi  lapis  tipis, menggunakan pembanding Alkaloid dengan Piperin, Flavonoid dengan Rutin, Tanin dengan  Katekin,  Saponin  dengan  Sapogenin. Hasil  yang  didapatkan ektrak  daun kedawung  (Parkia speciosa Hassk) dan  Lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit)  sama-  sama mengandung  alkaloid,  flavonoid,  saponin,  tanin  dan  steroid., sedangkan  profil Kromatografi  Lapis  Tipis mengandung  senyawa  kimia  alkaloid, tanin  dan  saponin.  Dengan  nilai  Rf  alkaloid  pada  ekstrak  kedawung  yaitu  0,98  dan lamtoro  0,98.  Rf  tanin  pada  ekstrak  kedawung  0,85  dan  lamtoro  Rf  nya  0,87, sedangkan saponin pada kedawung Rf nya 0,84 dan lamtoro Rf nya 0,87.
IDENTIFIKASI PEWARNA BERBAHAYA (RHODAMIN B, METHANYL YELLOW, MERAH K.3, JINGGA K.1) PADA PEMERAH PIPI (BLUSH ON) herlina, herlina
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pemerah pipi (Blush On) adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk mewarnai pipi dengan sentuhan artistik sehingga dapat meningkatkan etestika dalam tata rias. Pada kosmetik pemerah pipi (Blush On) terkadang ditemukan pewarna berbahaya seperti Rhodamin B, Methanyl Yellow, Merah K3, dan Jingga K1 yang dapat menyebabkan iritasi jika terkena kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemerah pipi (Blush On) yang beredar di Pasar Percontohan Panorama Kota Bengkulu mengandung pewarna berbahaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kromoatografi Lapis Tipis (KLT). Sampel pada penelitian ini adalah tiga Pemerah pipi (Blush On), setiap sampel ditimbang sebanyak 0,3 g. Hasil penelitian dilihat secara visual dan dibawah lampu UV dengan dihitung nilai Rf yang didapat menunjukkan ketiga sampel memiliki nilai Rf yang berbeda dari nilai Rf bahan baku, sehingga dapat dinyatakan tidak mengandung atau negatif Rhodamin B, Methanyl Yellow, Merah K3 dan Jingga K1. Kata Kunci : Pemerah Pipi, Pewarna dilarang, KLT
EKSTRAK DAUN SALAM (Eugenia polyantha Wight) UNTUK FORMULASI SEDIAAN BEDAK TABUR Noviyanty, Yuska
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun salam adalah nama penghasil daun rempah yang banyak digunakan dalam bahan ekstrak daun salam memiliki variasi yang berbeda. Formulasi 1 mengandung 4,2% ekstrak daun salam, formulasi 2 mengandung 6,2% ekstrak daun salam, formulasi 3 mengandung 8,2% ekstrak daun salam. Uji evaluasi ekstrak daun salam yaitu uji organoleptis, uji kadar abu dan penetapan susut pengeringan. Untuk uji sifat fisik sediaan bedak tabur yaitu uji organoleptis, uji derajat kehalusan, uji sifat alir, uji iritasi dan uji pH. Dari hasil penelitian dengan variasi ekstrak daun salam yang berbeda didapatkan formulasi 3 lebih baik dari pada formulasi 1 dan formulsi 2. Variasi Ekstrak daun salam mempengaruhi sifat fisik sediaan bedak tabur pada uji organoleptis, uji derajat kehalusan, uji sifat alir, uji iritasi.
IDENTIFIKASI PEWARNA BERBAHAYA (RHODAMIN B, METHANYL YELLOW, MERAH K.3, JINGGA K.1) PADA PEMERAH PIPI (BLUSH ON) herlina herlina
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v5i1.213

Abstract

ABSTRAK Pemerah pipi (Blush On) adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk mewarnai pipi dengan sentuhan artistik sehingga dapat meningkatkan etestika dalam tata rias. Pada kosmetik pemerah pipi (Blush On) terkadang ditemukan pewarna berbahaya seperti Rhodamin B, Methanyl Yellow, Merah K3, dan Jingga K1 yang dapat menyebabkan iritasi jika terkena kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemerah pipi (Blush On) yang beredar di Pasar Percontohan Panorama Kota Bengkulu mengandung pewarna berbahaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kromoatografi Lapis Tipis (KLT). Sampel pada penelitian ini adalah tiga Pemerah pipi (Blush On), setiap sampel ditimbang sebanyak 0,3 g. Hasil penelitian dilihat secara visual dan dibawah lampu UV dengan dihitung nilai Rf yang didapat menunjukkan ketiga sampel memiliki nilai Rf yang berbeda dari nilai Rf bahan baku, sehingga dapat dinyatakan tidak mengandung atau negatif Rhodamin B, Methanyl Yellow, Merah K3 dan Jingga K1. Kata Kunci : Pemerah Pipi, Pewarna dilarang, KLT
GAMBARAN PELAYANAN KEFARMASIAN DIUPTD PUSKESMASPERAWATANBETUNGANKOTABENGKULU Setya Enti Rikomah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v5i1.313

Abstract

Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pelayanan kefarmasian di UPTD Puskesmas Perawatan Betungan Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental yang akan dilakukan analisa data secara deskriptif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan ekslusi sampel yang digunakan. Sampel yang memenuhi persyaratan sebagairesponden, selanjutnya diminta untuk mengisi kuisioner. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data secara prospektifdengan jumlah sampel sebanyak 97. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer. Hasil penelitian menyatakan bahwa pelayanan kefarmasian di UPTD puskesmas perawatan di Betungan Kota Bengkulu termasuk kategori baik dengan memenuhi stndar angka penilaian 3,00.
SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK DAUN KEDAWUNG (Parkia speciosa Hassk) DAN DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit) MENGGUNAKAN METODE IDENTIFIKASI WARNA DAN PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Densi Selpia Sopianti
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v5i1.253

Abstract

Perkembangan  tentang  khasiat tanaman  obat  baik  di  dalam  maupun  luar negeri  berkembang  dengan  pesat.Penelitian  terhadap  berbagai  tanaman  yang berkhasiat  terus  dilakukan  seperti  tanaman  kedawung  (Parkia  speciosa Hassk)  dan lamtoro  (Leucaena  leucocephala (Lam)  de  Wit). Penggunaan  tanaman sebagai  obat sangat  berkaitan  dengan  kandungan  kimia  yang  terdapat  pada  tanaman  tersebut terutama  senyawa  metabolit  sekunder.  Tujuan  penelitian  ini  untuk  mengetahui senyawa  metabolid  sekunder  dari tanaman  kedawung  (Parkia  speciosa Hassk)  dan lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit) dan bagaimana profil Kromatografi Lapis  Tipis  (KLT)  dari  senyawa  yang  terkandung  di  dalamnya. Metode  yang digunakan  yaitu  maserasi  dengan  pelarut  etanol  70%,  maserat  yang  diperoleh diuapkan  di  atas Waterbath untuk  mendapatkan  ekstrak  kental.  Kemudian  ekstrak diuji  dengan  skrining  fitokimia  dan  di  uji  profil  kromatografi  lapis  tipis, menggunakan pembanding Alkaloid dengan Piperin, Flavonoid dengan Rutin, Tanin dengan  Katekin,  Saponin  dengan  Sapogenin. Hasil  yang  didapatkan ektrak  daun kedawung  (Parkia speciosa Hassk) dan  Lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit)  sama-  sama mengandung  alkaloid,  flavonoid,  saponin,  tanin  dan  steroid., sedangkan  profil Kromatografi  Lapis  Tipis mengandung  senyawa  kimia  alkaloid, tanin  dan  saponin.  Dengan  nilai  Rf  alkaloid  pada  ekstrak  kedawung  yaitu  0,98  dan lamtoro  0,98.  Rf  tanin  pada  ekstrak  kedawung  0,85  dan  lamtoro  Rf  nya  0,87, sedangkan saponin pada kedawung Rf nya 0,84 dan lamtoro Rf nya 0,87.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANALGETIK EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) DAN EKSTRAK BATANG BROTOWALI (Tinospora crispa (L.) Miers) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus ) Devi Novia
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v5i1.215

Abstract

Daun pepaya (Carica papaya L) dan batang brotowali (Tinospora crispa (L.)Miers) dikenal luas dimasyarakat sebagai tanaman obat berkhasiat. Khasiat keduanya sebagai pengobatan seperti malaria, diabetes, nyeri, sakit pinggang, obat luka, gangguan pencernaan, gatal-gatal dan lain sebagainya. Berbagai penelitian pun juga menunjukan akan khasiat batang brotowali (Tinospora crispa (L.)Miers) dan ekstrak daun pepaya (Carica papaya L) mempunyai efek analgesik. Penelitian ini menggunakan metode siegmund yaitu asam asetat 1% sebagai perangsang nyeri. Kontrol positif dengan antalgin 1,3 mg/20 gram BB mencit, kontrol negatif dengan aquadest 0,3 ml/20 gram BB mencit, perlakuan uji 1 ekstrak daun Pepaya (Carica papaya L) 12 mg/20 gram BB mencit, perlakuan uji 2 ekstrak batang Brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers) 0,6/20 gram BB mencit. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) lebih berkhasiat analgetik dari pada ekstrak batang brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers ) yang dapat dilihat dari kemampuan mengurangi jumlah geliat mencit pada tabel AUC 441>331, persen proteksi (Carica papaya L.) 40% ,(Tinospora crispa (L.) Miers ) 20 % dan persen efektivitas (Carica papaya ) 60% >, (Tinospora crispa (L.) Miers ) 30 % serta pada uji statistik one way anova taraf kepercayaan 99% (p<0,01) terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan.
FORMULASI LOTION EKSTRAK BUAH KIWI (Actinidia deliciosa) METODE MASERASI Betna Dewi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v5i1.286

Abstract

Buah kiwi (Actinidia deliciosa) memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi yang dapat membantu mencegah kerusakan kalogen sehingga mencegah keriput pada kulit. Kiwi juga membuat struktur kulit menjadi kuat serta membantu menstimulasi peremajaan kulit. Oleh karena itu diperlukan sediaan farmasi yang dapat memudahkan dalam pemakaian buah kiwi. Salah satunya adalah dengan membuat dalam bentuk lotion. Penelitian ekstrak buah kiwi sebagai bahan aktif diperoleh dengan metode maserasi dan divariasikan menjadi tiga formula yaitu 5%, 10%, 15%. Pembuatan lotion dengan melebur asam stearat, asam asam oleat, paraffin, nipasol dan cetyl alcohol, kemudian gerus lalu tambahkan nipagin yang telah dilarutkan dengan air panas kemudian tambahkan Triethanolamine, etanol, ekstrak kiwi dan pewangi. Setelah pembuatan lotion selesai dilakukan uji evaluasi yaitu uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya tuang, uji pH dan uji panelis. Hasil evaluasi dari ketiga formula dengan ekstrak buah kiwi pada konsentrasi yang berbeda yaitu 5%, 10%, dan 15% dapat dibuat sediaan dalam bentuk lotion.
EKSTRAK DAUN SALAM (Eugenia polyantha Wight) UNTUK FORMULASI SEDIAAN BEDAK TABUR Yuska Noviyanty
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v5i1.224

Abstract

Daun salam adalah nama penghasil daun rempah yang banyak digunakan dalam bahan ekstrak daun salam memiliki variasi yang berbeda. Formulasi 1 mengandung 4,2% ekstrak daun salam, formulasi 2 mengandung 6,2% ekstrak daun salam, formulasi 3 mengandung 8,2% ekstrak daun salam. Uji evaluasi ekstrak daun salam yaitu uji organoleptis, uji kadar abu dan penetapan susut pengeringan. Untuk uji sifat fisik sediaan bedak tabur yaitu uji organoleptis, uji derajat kehalusan, uji sifat alir, uji iritasi dan uji pH. Dari hasil penelitian dengan variasi ekstrak daun salam yang berbeda didapatkan formulasi 3 lebih baik dari pada formulasi 1 dan formulsi 2. Variasi Ekstrak daun salam mempengaruhi sifat fisik sediaan bedak tabur pada uji organoleptis, uji derajat kehalusan, uji sifat alir, uji iritasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10