cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 356 Documents
Formulasi Blush on Compact Powder dari Ekstrak Biji Kesumba Keling (Bixa orellana L.) luky dharmayanti dharmayanti
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v8i1.325

Abstract

Blush on merupakan salah satu jenis kosmetik dekoratif yang digunakan didaerah pipi dengan tujuan untuk menambah nilai estetika pada wajah. Saat ini banyak sediaan blush on di pasaran yang mengandung bahan kimia berbahaya, oleh sebab itu dibuatlah sediaan blush on dari ekstrak biji kesumba keling (Bixa orellana L.) yang mengandung pigmen biksin dan norbixin. Ekstrak diperoleh dengan cara maserasi dengan pelarut etanol 96% maserat dipekatkan dengan rotary evaporator.  Formula blush on compact powder yang dibuat yaitu menggunakan zat warna dari biji kesumba keling dengan konsentrasi 5%, 11%  dan 15%. Uji evaluasi blush on meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji iritasi, uji keretakan dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak biji kesumba keling dapat diformulasikan menjadi sediaan blush on compact powder pada uji organoleptis diperoleh warna ekstrak sebagai zat aktif, uji pH memenuhi persyaratan diperoleh rata-rata pH 7,2, uji homogenitas menunjukan bahwa tidak adanya butiran kasar, uji iritasi pada 10 panelis tidak menunjukan adanya iritasi pada kulit, uji keretakan memenuhi persyaratan ketika di jatuhkan tidak ada sediaan yang retak. Uji hedonik formula 3 yang paling bagus.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PETUGAS LABORATORIUM KESEHATAN TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI Hepiyansori Hepiyansori; Iqbal Tamimi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i1.5

Abstract

Pengetahuan merupakan hal yang sangat mempengaruhi petugas kesehatan dalam menerapkan dan menggunakan materi sesuai dengan situasi di lingkungan kerja. Sedangkan sikap adalah reaksi tertutup dari seseorang terhadap objek tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana hubungan pengetahuan dan sikap petugas laboratorium kesehatan terhadap penggunaan alat pelindung diri. Jumlah responden sebanyak 32 orang, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara keseluruhan (Total Sampling). Data yang dikumpulkan diolah dan dianalisis secara statistik menggunakan analisis korelasi. Hasil penelitian ini disajikan dengan tabel distribusi frekuensi. Berdasarkan analisis data dalam bentuk persentase di dapatkan tingkat pengetahuan baik sebesar 100% dan sikap petugas laboratorium yang baik sebesar 81,25%, sedangkan yang mempunyai sikap kurang baik sebesar 18,75%. Analisis korelasi menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan maka semakin baik sikap seseorang dalam penggunaan alat pelindung diri pada saat menangani sampel di laboratorium.
FORMULASI DAN EVALUASI KRIM ANTI PENUAAN DINI EKSTRAK KLIKA FALOAK (Sterculia populifolia DC) asril burhan
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i2.26

Abstract

Sterculia populifolia terutama bagian klika umumnya digunakan sebagai ramuan obat tradisional di pulau timor Propinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Klika faloak mengandung senyawa flavanoid yang berperan sebagai antioksidan dan tabir surya yang berpotensi sebagai anti penuaan dini. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formulasi krim ekstrak klika faloak yang stabil secara fisik. Krim ekstrak klika faloak diformulasi menjadi 4 formula yaitu dengan konsentrasi ekstrak 0% (F0), 1% (F1), 3% (F2) dan 5% (F3). Hasil penelitian menunjukkan  seluruh formula sediaan krim memenuhi parameter kestabilan fisik. InsalnahuKata kunci : Ekstrak klika faloak, krim anti penuaan dini, kestabilan krim ekstrak faloak
IDENTIFIKASI SENYAWA FLAVONOID DARI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH JERUK KALAMANSI (Citrus x microcarpa Bunge) Yuska Noviyanty
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i2.57

Abstract

Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki iklim tropis dengan beraneka ragam flora yang tersebar di berbagai daerah, sering digunakan untuk keperluan sehari-hari dan juga bermanfaat sebagai bahan untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Tanaman buah  Jeruk Kalamansi (Citrus x microcarpa Bunge) merupakan salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Pada Penelitian ini dilakukan identifikasi dan Uji penegasan (KLT) senyawa flavonoid dari ekstrak kulit buah jeruk kalamansi (Citrofortunelle Microcarpa)Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut alkohol 96% selama tujuh hari. Ekstraksi yang diperoleh kemudian dipekatkan dengan alat rotary evaporator kandungan flavonoid diidentifikasi dengan reaksi warna. Flavonoid di uji dengan reagen MgSO4 dan HCL(p), kemudian dilakukan uji penegasan dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT).Hasil identifikasi dengan reaksi warna menunjukkan positif mengandung flavonoid. Dan berdasarkan hasil uji penegasan uji Kromatografi Lapis Laipis (KLT) dengan nilai  RF 0,84.  Kata Kunci    : Kulit Buah Jeruk Kalamansi, identifikasi, Kromatogtafi   Lapis Tipis. Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki iklim tropis dengan beraneka ragam flora yang tersebar di berbagai daerah, sering digunakan untuk keperluan sehari-hari dan juga bermanfaat sebagai bahan untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Tanaman buah  Jeruk Kalamansi (Citrus x microcarpa Bunge) merupakan salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Pada Penelitian ini dilakukan identifikasi dan Uji penegasan (KLT) senyawa flavonoid dari ekstrak kulit buah jeruk kalamansi (Citrofortunelle Microcarpa)Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut alkohol 96% selama tujuh hari. Ekstraksi yang diperoleh kemudian dipekatkan dengan alat rotary evaporator kandungan flavonoid diidentifikasi dengan reaksi warna. Flavonoid di uji dengan reagen MgSO4 dan HCL(p), kemudian dilakukan uji penegasan dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT).Hasil identifikasi dengan reaksi warna menunjukkan positif mengandung flavonoid. Dan berdasarkan hasil uji penegasan uji Kromatografi Lapis Laipis (KLT) dengan nilai  RF 0,84.
PENGARUH JENIS PELARUT TERHADAP KANDUNGAN TOTAL FLAVONOID EKSTRAK DAUN ALPUKAT (Persea Americana Mill) SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV - VIS herlina herlina
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i1.118

Abstract

ABSTRAKTanaman alpukat merupakan tanaman yang berasal dari daratan tinggi amerika tengah dan memiliki banyak varietas. Ekstrak daun alpukat diketahui memiliki kandungan senyawa aktif seperti alkaloid, saponin, dan flavonoid. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut terhadap kandungan total flavonoid pada ekstrak daun alpukat dengan menggunakan 2 pelarut yaitu etanol dan metanol. Ekstraksi metanol dan etanol daun alpukat diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96 % dan metanol. Analisa Kualitatif ekstrak metanol dan etanol daun alpukat menggunakan pereaksi serbuk Mg dan HCl pekat. Penentuan kandungan total flavonoid menggunakan spektrofotometri UV-VIS dengan metode AlCl3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol dan etanol daun alpukat positif mengandung flavonoid dan diperoleh kandungan total flavonoid dalam ekstrak metanol dan etanol daun alpukat masing masing adalah 0.47 μg / ml and 0.237 μg / ml.Kata Kunci    : Total flavonoid, Daun alpukat, Pelarut, Spektrofotometri UV-VIS 
PROFIL SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK AGAROSA DAN POLIFENOL DARI ALGA LAUT Gelidum sp Densi Selpia Sopianti
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v5i2.251

Abstract

Indonesia  sebagai  salah  satu  Negara  yang  terkenal  dengan  hasil  sumber  daya alamnya  baik  di  darat  maupun  di  lautan  namun  belum  mampu  diketahui  dan  atau dimanfaatkan secara optimal. Salah satu hasil alam yang berpotensi yang berasal dari organisme  laut  yang berpotensi  bagi  kesehatan  khususnya Alga  laut  Gelidium  sp. tujuan  penelitian  ini  untuk  mengetahui  senyawa  metabolit  sekunder  dari  diekstrak polifenol dan agarosa dari Gelidium sp. Metode penelitian ini dengan mengekstraksi Gelidium sp  dan  didapatkan  ekstrak  polifenol  dan  agarosa  dari Gelidium sp  lalu dilakukan uji skrining fitokimia. Hasil penelitian ini bahwa ekstrak agarosa Gelidium sp  mengandung  senyawa  alkaloid,  flavonoid,  saponin,  dan  terpenoid.  Sedangkan polifenol  dari  ekstrak Gelidium sp  yang  mengandung  senyawa  alkaloid,  flavonoid, steroid, terpenoid.
UJI MUTU FISIK SEDIAAN TONER YANG BEREDAR DIKOTA BENGKULU nurwani purnama aji
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i2.192

Abstract

Kosmetik merupakan sediaan yang dapat digunakan untuk mempercantik wajah dan membersihkan wajah. salah satunya adalah sediaan toner. Toner merupakan salah satu media pembersihkan wajah yang dapat digunakan untuk mengencangkan kulit dan pori. Dimana sediaan  toner mengandung  bahan-bahan aktif penting seperti anti-ance, whitening atau lightening, Produk sedian toner sangat dipengahuri oleh kesesuaian kondisi penyimpanan sehingga tujuan penelitan ini untuk mengetahui setabilitas suhu penyimpanan sediaan toner.Uji mutu fisik  sediaan toner meliputi uji oganoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji volum terpindahkan dan uji mutu fisik sediaan yang dilakukan pada Suhu sejuk 8-15 0 C, Suhu ruangan 25-30o C dan Suhu panas 40 o C sampel sediaan toner Garnier®, toner air mawar®, pond’s®, toner clean & clear® ,toner ovale® .Hasil  uji mutu fisik sediaan toner dapat dilihat pada uji organoleptis, pada uji organoleptis sedian toner  tidak mengalami perubahan warna, bentu dan bau.  pada uji homogenitas sediaan toner di simpan selama 4 minggu menujukan semua sediaan toner homogenitas kaena tidak adanya partikel pada sediaan toner.  Pada uji pH sediaan toner dengan suhu yang digunakan yaitu Suhu sejuk  8-15 0 C, Suhu ruangan 25-30o C dan Suhu panas 400 C tidak mengalami perubahan sedangkan pH kulit normal 4,5-6,5. Dari hasil uji volume terpindahkan sediaan toner dengan merek garnier mengalami penyusutan volume pada saat pemindahan volum membentuk gelembung.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN JATI (Tectona grandis L.S) TERHADAP WAKTU KEMATIAN CACING Ascaridia galli Sp SECARA IN VITRO Devi Novia
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v8i1.322

Abstract

Infeksi cacing adalah penyakit rakyat umum di Indonesia. Lebih dari 60% anak-anak di Indonesia menderita suatu infeksi cacing. Di Indonesia angka prevalensi kecacingan meningkat pada tahun 2012 yang menunjukkan angka di atas 20%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun jati (Tectona grandis L.S) terhadap waktu kematian cacing Ascaridia galli Sp secara In Vitro. Jenis penelitian yang digunakan eksperimen dengan melakukan percobaan pemberian ekstrak etanol daun jati dalam kadar ektrak tertentu. Konsentrasi ekstrak etanol daun jati (Tectona grandis L.S) yang digunakan adalah 20% b/v, 40% b/v dan 60% b/v. Tiap ekstrak diuji pengaruhnya terhadap waktu kematian cacing  Ascaridia galli Sp secara In Vitro yang diamati selama 2 hari setiap 4 jam sekali dengan pembanding kontrol positif  berisi 20 ml larutan piperazin dan kontrol negatif berisi 20 ml larutan NaCl 0,9% b/v kemudian dianalisis dengan SPSS 21 uji One Way Anova. Uji daya Antelmentika ekstrak etanol daun jati (Tectona grandis L.S) dengan berbagai konsentrasi terhadap waktu kematian cacing Ascaridia galli Sp menunjukan bahwa ekstrak etanol daun jati (Tectona grandi L.S)  konsentrasi 20% b/v, 40% b/v dan 60% b/v mempunyai pengaruh terhadap kematian cacing Ascaridia galli Sp.
UJI SIFAT FISIK FORMULASI KRIM TIPE A/M DARI EKSTRAK DAUN SINGKONG (Manihot utilissima) Elmitra Elmitra
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i1.17

Abstract

Daun singkong dikenal sebagai tanaman yang memiliki senyawa flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid. Menurut hasil penelitian, daun singkong termasuk sayuran yang banyak mengandung flavonoid. Kandungan utama flavonoid daun singkong adalah rutin yang merupakan glikosida kuersetin dengan disakarida yang terdiri dari glukosa dan shamnosa (Sukrasno dkk, 2007). Senyawa Flavonoid memiliki khasiat sebagai analgetik dengan menghambat kerja enzim siklooksigenase. Krim adalah bentuk sediaan setengah padat yang memiliki satu atau lebih bahan obat yang terlarut atau kedalam basis yang cocok. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengetahui stabilitas fisik krim dari ekstrak daun singkong dalam berbagai kosentrasi (1%, 1,5%, 2%).Daun singkong dimaserasi dengan pelarut etanol 70%, ekstrak daun singkong kemudian dibuat sedian krim dalam 3 formula dengan perbedaan kosentrasi pada ekstrak. Krim yang telah dibuat diuji sifat fisiknya meliputi : organoleptis, homogenitas, pH, viskositas.Hasil penelitian uji organoleptis menunjukan bahwa bentuk sediaan yang didapat berupa setengah padat, berwarna coklat dan memiliki bau khas oleum citrus. Uji homogenitas menunjukan bahwa ke 3 formula memiliki homogenitas yang baik, uji pH  krim berkisar 6,93-7,25 pH tersebut memenuhi standar pH  krim yang baik, uji viskositas dengan adanya variasi ekstrak secara garis besar mengalami kenaikan tetapi masih dalam range yang diperbolehkan oleh SNI yaitu 4000-40000 cPs.
PEMBUATAN SABUNPADAT TRANSPARAN MENGGUNAKAN MINYAK KELAPA (VCO) DENGAN PENAMBAHAN SARI BERAS MERAH (Oryza sativa. L) Elmitra Elmitra
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i2.71

Abstract

Sabun merupakan salah satu sediaan kosmetik yang digunakan untuk perawatan dan  pembersih kulit yang bertujuan agar kulit menjadi lebih bersih dan sehat terlindung dari kekeringan dan sengatan cuaca baik panas maupun dingin. Dalam penelitian ini dibuat suatu sediaan sabun padat transparan menggunakan minyak kelapa (VCO) dengan penambahan sari beras merah (Oryza sativa L) menggunakan metode semi panas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah VCO dan sari beras merah dapat dibuat sabun transparan serta karakteristik fisik sediaan sabun padat transparan dari minyak kelapa(VCO) dengan penambahan sari beras merah. Evaluasi sabun yang dilakukan meliputi uji kadar air, organoleptis, stabilitas busa, uji ph,  dan uji kesukaan konsumen.Formulasi sabun padat transparan sari beras merah adalah zat aktifnya, minyak kelapa (VCO), NaOH, asam stearat, etanol, gliserin, propilen glikol, glukosa, asam sitrat dan aquadest sebagai bahan pembuatan sabun padat transparan. Pertama pembuatan sari beras merah, kemudian diformula menjadi sabun padat transparan sari beras merah dengan F0, F1, F2 dan F3 dengan variasi kadar sari beras merah 0, 0,2 g, 0,4 g, dan 06 g. Dari evaluasi yang dilakukan maka diperoleh bahwa keempat  formula dengan variasi kadar sari beras merah dan minyak kelapa (VCO) dapat dibuat menjadi sabun padat transparan dengan melakukan pemanasan untuk mempercepat proses saponifikasi. Uji sifat fisik pada F0, F1, F2 dan F3 mempengaruhi kesukaan konsumen terhadap sabun.Kata Kunci :Sabun Padat Transparan, Minyak Kelapa (Virgin coconut oil), Sari Beras Merah (Oryza sativa L.)Daftar acuan : 21 (1993-2018)