cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 356 Documents
FORMULASI SEDIAAN SABUN CAIR CUCI PIRING DARI MINYAK ATSIRI BUNGA KECOMBRANG Etlingera elatior (Jack) RM Smith Tri Yanuarto
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v8i1.324

Abstract

Kecombrang merupakan tumbuhan yang termasuk dalam keluarga Zingiberaceae dan tersebar cukup luas di Indonesia. Minyak atsiri dari bunga kecombrang memiliki senyawa anti bakteri yang mempunyai kemampuan menghambat pertumbuhan mikroorganisme.           Minyak atsiri bunga kecombrang (Etlingera elatior (Jack) RM Smith diformulasi menjadi sabun cair cuci piring dengan konsentrasi minyak atsiri yang berbeda-beda yaitu 2%, 4% dan 6%. Uji yang dilakukan yaitu uji organoleptis, pH, viskositas, stabilitas busa, homogenitas.            Hasil dari penelitian ini bahwa minyak atsiri bunga kecombrang (Etlingera elatior (Jack) RM Smith dapat dibuat dalam bentuk sediaan sabun cair cuci piring. Hasil evaluasi bahwa minyak atisiri dalam sabun cair cuci piring perbedaan konsentrasi mempengaruhi sifat fisik organolpetis, pH, dan Viskositas.
IDENTIFIKASI SENYAWA TANIN DARI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH JERUK KALAMANSI (Citrus x microcarpa Bunge) Yuska Noviyanty; Hepiyansori Hepiyansori
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i1.7

Abstract

Pemanfaatan kulit buah jeruk belum dikenal secara luas oleh masyarakat, sedangkan kulit buah jeruk masih dimungkinkan mempunyai manfaat lain. Pada penelitian ini yang diteliti adalah kulit buah jeruk kalamansi (Citrus x microcarpa Bunge). Kulit buah jerukmemiliki kandungan kimia yang berpotensi sebagai obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan identifikasi ekstrak etanol simplisia kulit buah jeruk kalamansi (Citrus x microcarpa Bunge). Proses penelitian ini dilakukan dengan mengekstrak kulit buah jeruk kalamansi (Citrus x microcarpa Bunge) dengan metode maserasi, kemudian dilakukan skrining fitokimia untuk mengidentifikasi senyawa tanin dan uji penegasan menggunakan KLT. Hasil pemeriksaan karakterisasi ekstrak kulit buah jeruk kalamansi (Citrus x microcarpa Bunge) diperoleh kadar abu 35%, kadar susut pengeringan 7%. Hasil skrining fitokimia dari ekstrak kulit buah jeruk kalamansi (Citrus x microcarpa Bunge) menunjukkan positif tanin dan dilanjutkan uji penegasandengan KLT dengan nilai Rf sampel 0,89 dan nilai Rf baku pembanding 0,86.
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN MOUTHWASH EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans zulham Zulham
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i2.31

Abstract

Daun kersen (Muntingia calabura L.) telah banyak digunakan masyarakat sebagai tanaman obat. Berdasarkan penelitian sebelumnya daun kersen mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Plak gigi merupakan lapisan bening dan lengket yang terjadi akibat bergabungnya bakteri yang merugikan terutama bakteri Streptococcus mutans, sisa-sisa makanan dan saliva hingga terjadi pengerasan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan daun kersen dalam bentuk sediaan mouthwash serta menguji stabilitas fisiknya dan untuk mengetahui efektivitas sediaan mouthwash ekstrak etanol daun kersen terhadap bakteri Streptococcus mutans penyebab plak. Pengujian efektivitas menggunakan metode difusi menggunakan pencadang. Ekstrak yang diperoleh dengan metode maserasi menggunakan cairan penyari etanol 96%. Formula dibuat dalam tiga variasi konsentrasi daun kersen yaitu 1%, 3%, dan 5% sebagai zat aktif. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak etanol daun kersen dapat dibuat dalam bentuk sedian mouthwash  yang stabil secara fisik yaitu pada formula I konsentrasi ekstrak 1% diuji efektivitas sebagai sediaan mouthwash terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan hasil diameter zona hambat sebesar 8,9 mm.
SKRINING FITOKIMIA DAN PENETAPAN KANDUNGAN SENYAWA FLAVONOID EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH JERUK GERGA DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Dewi Winni Fauziah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i2.68

Abstract

Jeruk Gerga merupakan salah satu jenis jeruk yang dikembangkan di provinsi Bengkulu. Kulit buah jeruk diketahui banyak mengandung senyawa metabolit sekunder, salah satunya flavonoid yang memiliki khasiat dalam pengobatan. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui kandungan fitokimia dan kadar flavonoid dari kulit buah jeruk gerga.Ekstraksi kulit buah jeruk gerga dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96 %. Ekstrak yang didapat diuapkan hingga diperoleh ekstrak kental. Ekstrak yang diperoleh dilakukan uji skrining fitokimia dan kromatografi lapis tipis, kemudian diidentifikasi dengan sinar UV 254 nm. Selanjutnya kadar flavonoid ditetapkan menggunakan spektrofotometri UV dengan pembanding kuersetin .      Hasil skrining fitokimia dan kromatografi lapis tipis menunjukan kulit buah jeruk gerga mengandung senyawa kimia flavonoid, alkaloid, dan tanin, dengan kadar flavonoid sebesar 3,249%.
PEMERIKSAAN BILANGAN PEROKSIDA PADA MINYAK GORENG YANG SUDAH DIPAKAI BEBERAPA KALI OLEH PENJUAL GORENGAN DI SIMPANG EMPAT PAGAR DEWA KOTA BENGKULU Eka Nurdianty Anwar
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i1.112

Abstract

ABSTRAK Pemeriksaan bilangan peroksida pada Minyak goreng yang suda dipakai beberapa kali pada Penjual gorengan di Simpang Empat Pagar Dewa Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui berapaka bilangan peroksida pada minyak goring yang suda dipakai beberapa kali pada penjual gorengan yang di jual di Simpang Empat Pagar Dewa Kota Bengkulu. Sampel dalam Penelitian ini adalah 5 gram minyak goring sisa penggorengan yang dipakai berulang-ulang kali, oleh penjual gorengan di Simpang Empat Pagar Dewa Kota Bengkulu. Hasil pemeriksaan bilangan peroksida, diantara 5 sampel yang diperiksa di dapatkan 3 sampel yang melebihi nilai ambang batas SNI 3741-2013 antara lain 15,1 mg  /1000 gr , 22,5 mg  /1000 gr, dan 15,1 mg  /1000 gr. Dan 2 sampel masih dalam nilai ambang batas SNI 3741-2013. Sehingga apabila dilihat dari hasil pada angka peroksida dengan sampel berulang-ulang kali penggunaan tidak memenuhi kriteria kesehatan karna melebihi standar SNI 3741-2013 Tentang Standar Mutu Minyak Goreng yaitu 10 mak mg  /1000. Kata kunci :Peroksida, Sisa Minyak Gorengan
SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK DAUN KEDAWUNG (Parkia speciosa Hassk) DAN DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit) MENGGUNAKAN METODE IDENTIFIKASI WARNA DAN PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Densi Selpia Sopianti
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v5i1.253

Abstract

Perkembangan  tentang  khasiat tanaman  obat  baik  di  dalam  maupun  luar negeri  berkembang  dengan  pesat.Penelitian  terhadap  berbagai  tanaman  yang berkhasiat  terus  dilakukan  seperti  tanaman  kedawung  (Parkia  speciosa Hassk)  dan lamtoro  (Leucaena  leucocephala (Lam)  de  Wit). Penggunaan  tanaman sebagai  obat sangat  berkaitan  dengan  kandungan  kimia  yang  terdapat  pada  tanaman  tersebut terutama  senyawa  metabolit  sekunder.  Tujuan  penelitian  ini  untuk  mengetahui senyawa  metabolid  sekunder  dari tanaman  kedawung  (Parkia  speciosa Hassk)  dan lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit) dan bagaimana profil Kromatografi Lapis  Tipis  (KLT)  dari  senyawa  yang  terkandung  di  dalamnya. Metode  yang digunakan  yaitu  maserasi  dengan  pelarut  etanol  70%,  maserat  yang  diperoleh diuapkan  di  atas Waterbath untuk  mendapatkan  ekstrak  kental.  Kemudian  ekstrak diuji  dengan  skrining  fitokimia  dan  di  uji  profil  kromatografi  lapis  tipis, menggunakan pembanding Alkaloid dengan Piperin, Flavonoid dengan Rutin, Tanin dengan  Katekin,  Saponin  dengan  Sapogenin. Hasil  yang  didapatkan ektrak  daun kedawung  (Parkia speciosa Hassk) dan  Lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit)  sama-  sama mengandung  alkaloid,  flavonoid,  saponin,  tanin  dan  steroid., sedangkan  profil Kromatografi  Lapis  Tipis mengandung  senyawa  kimia  alkaloid, tanin  dan  saponin.  Dengan  nilai  Rf  alkaloid  pada  ekstrak  kedawung  yaitu  0,98  dan lamtoro  0,98.  Rf  tanin  pada  ekstrak  kedawung  0,85  dan  lamtoro  Rf  nya  0,87, sedangkan saponin pada kedawung Rf nya 0,84 dan lamtoro Rf nya 0,87.
GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERLIPIDEMIA PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSHD KOTA BENGKULU Dewi Winni Fauziah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i2.187

Abstract

Hiperlipidemia merupakan suatu  keadaan terjadinya peningkatan kolesterol dan trigliserida diatas batas normal. Prevalensi penyakit hiperlipidemia meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Angka kejadian penyakit Hiperlipidemia masih cukup tinggi dan bahkan cenderung meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  gambaran penggunaan obat antihiperlipidemia pada pasien rawat jalan di RSHD Kota Bengkulu.       Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan merupakan data sekunder berupa rekam medis dan resep pada periode Januari sampai Juni 2020, kemudian data yang diperoleh dianalisa secara deskritif.        Hasil penelitian menunjukan bahwa obat yang paling banyak digunakan yaitu obat tunggal golongan Statin (Simvastatin) sebanyak 74 pasien (57,81%). Pasien hiperlipidemia lebih banyak ditemukan pada pasien dengan jenis kelamin perempuan yakni 74 pasien (57,81%), dengan rentang usia tertinggi yaitu 57-72 tahun sebanyak 67 pasien (52,34%), latar belakang  pekerjaan tertinggi sebagai  pensiunan sebanyak 48 pasien (35,94%) dan  sebagian besar  pasien  memiliki  latar  belakang  pendidikan terakhir  perguruan  tinggi sebanyak 46 pasien (35,94%).Kata kunci       : Hiperlipidemia, Antihiperlipidemia, Statin, Fibrat, Kolestrol
Pengaruh Komposisi Bakteri pada Yogurt Difortifikasi Buah Jamblang (Syzygium cumini L.) terhadap Karakteristik Organoleptik dan Tingkat Kesukaan Yogurt Kiki Rizki Handayani
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v8i1.333

Abstract

Yogurt merupakan hasil fermentasi susu dari bakteri asam laktat (BAL) seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus yang berperan pada pembentukan tekstur dan rasa yogurt. Oleh karena itu perlu diperhatikan perbandingan bakteri yang ditambahkan. Fortifikasi ekstrak buah jamblang (Syzygium cumini L.) bertujuan untuk meningkatkan nutrisi dan sebagai agen antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan komposisi bakteri L. bulgaricus dan S. thermophilus yang tepat ditambahkan untuk mendapatkan yogurt terfortikasi buah jamblang dengan karakteristik organoleptik dan tingkat kesukaan yang paling baik. Ekstrak buah diperoleh dengan pemanasan (54°C, 50 menit) (100 g ekstrak: 50 mL air). Komposisi bakteri L. bulgaricus dan S. thermophilus yang ditambahkan (1:1, 1:2, dan 2:1). Evaluasi yang dilakukan yaitu uji karakteristik organoleptik dan tingkat kesukaan pada yogurt. Analisis data menggunakan ANAVA (Analisis varian). Hasil menunjukkan yogurt terfortifikasi buah jamblang dengan bakteri L. bulgaricus dan S. thermophilus (1:1, 1:2, 2:1) memberikan pengaruh terhadap karakteristik organoleptik yogurt. Yogurt fortifikasi buah jamblang memiliki kualitas yang paling baik dibandingkan dengan yogurt tanpa forfikasi. Pada perlakuan tersebut menghasilkan karakteristik organoleptik warna (merah muda), aroma (sangat khas yogurt), rasa (agak asam), tekstur (agak halus) dan kekentalan (agak kental). Tingkat kesukaan tertinggi terdapat pada yogurt terfortifikasi buah jamblang dengan bakteri L. bulgaricus dan S. thermophilus 1:2.
IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI DAUN CAPO (Blumea balsamifera L. DC)DENGAN PERBANDINGAN METODE EKSTRAKSI Densi Selpia Sopianti; Devi Novia; Arief Setiawan
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i1.1

Abstract

Secara tradisional menurut nenek moyang tanaman daun capo (Blumea balsamifera L. DC) berfungsi sebagai penurun panas dan mengobati sendi yang dilakukan secara ditempelkan (parem). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metabolit sekunder daun capo (Blumea balsamifera L. DC) dengan membandingkan metode ekstraksi yaitu secara maserasi dan sokletasi dengan menggunakan pelarut etanol 95%. Daun capo (Blumea balsamifera L. DC) diekstraksi menggunakan metode maserasi dan sokletasi dengan pelarut etanol 95%. Identifikasi skrining metabolit sekunder dari metode maserasi dan sokletasi meliputi alkaloid, saponin, flavonoid, steroid dan tanin yang juga dipertegas dengan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil skrining fitokimia ekstrak maserasi dan sokletasi menunjukan bahwa ekstrak etanol 95% daun capo (Blumea balsamifera L. DC) mengandung senyawa metabolit di antaranya adalah saponin, flavonoid, steroid dan tanin. Pada hasil uji KLT menunjukan hasil positif pada ekstrak metode maserasi adalah saponin, flavonoid dan tanin, sedangkan untuk sokletasi terdapat senyawa saponin, flavonoid, steroid dan tanin.
FORMULASI SAMPO EKSTRAK DAUN MANGGGA (Mangifera indica L. ) Dewi Winni Fauziah; Galuh Karnia Yamaesa
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i1.20

Abstract

Penelitian menggunakan 4 formula shampo, dengan variasi konsentrasi ekstrak daun mangga sebesar 0%, 0,5%, 1%, dan 2%. Uji sifat fisik sediaan meliputi uji organoleptis, pengukuran pH, uji tinggi busa, uji viskositas dan uji hedonik. Pengaruh konsentrasi ekstrak terhadap masing-masing sifat fisik keempat formula sampo menunjukan stabilitas yang baik dilihat dari parameter organolepti, Viskositas. Sedangkan pengaruh terhadap pH, dan tinggi busa menunjukan semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka pada pH bersifat asam, dan pada tinggi busa mempengaruhi stabilitas busa sampo. Hasil evaluasi dari semua formula yaitu pada uji organoleptis formula yang terbaik dimulai dari F2(1), F2(2), F2(3), F1(1), F1(3), F1(2), F3(1), F3(2) dan F3(3). Pada uji homogen semua formula homogen. Pada uji evaluasi pH formula yang terbaik dimulai dari F1(1), F1(2), F1(3), F2(1), F3(1), F2(2), F2(3), F3(2), dan F3(3). Pada uji evaluasi uji daya busa formula yang terbaik dimulai dari F2(2) ,F1(1), F2(3), F1(2), F3(3), F1(3),F3(1),F2(1), dan F3(3). Pada uji evaluasi viskositas formula yang terbaik dimulai dari F1(2) ,F2(1), F1(3), F1(1), F2(2), F2(3),F3(3),F3(2), dan F3(1). Pada uji hedonik panelis lebih menyukai F2(1).