cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 356 Documents
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG DAGUSIBU DI DESA SUKA BANDUNG KECAMATAN PINO RAYA KABUPATEN BENGKULU SELATAN Tri Damayanti
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i1.97

Abstract

DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) merupakan program Gerakan Keluarga Sadar Obat yang diprakarsai oleh Ikatan Apoteker Indonesia dalam mencapai pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat dengan benar. Adanya gerakan tersebut karena masih banyak masalah terkait penggunaan obat yang terjadi di masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU.Penelitian ini dilakukan di Desa Suka Bandung Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan. Kriteria sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang tercatat dalam daftar penduduk, berusia dewasa (usia > 17 tahun). Teknik pengumpulan sampel dengan cara Accidental Sampling, penelitian ini menggunakan  jumlah sampel sebanyak 86 orang, dengan menggunakan derajat kepercayaan 10%.Berdasarkan hasil penelitian di  Desa Suka Bandung Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan ternyata diketahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU di Desa Suka Bandung Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan masih sangat rendah. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh sebanyak 17 orang (19,77%) responden yang sangat tahu DAGUSIBU, sebanyak 22 orang (25,58%)  responden yang tahu DAGUSIBU dan sebanyak 47 orang (54,65%) responden kurang tahu DAGUSIBU. Hal ini disebabkan karena faktor pendidikan yang rendah dimana sebagian besar penduduk di Desa Suka Bandung Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan adalah tamatan Sekolah Dasar (SD) sehingga tidak mengetahui DAGUSIBU. Kata Kunci    : Tingkat Pengetahuan, DAGUSIBU, Kecamatan Pino Raya.
IDENTIFIKASI PEWARNA BERBAHAYA (RHODAMIN B, METHANYL YELLOW, MERAH K.3, JINGGA K.1) PADA PEMERAH PIPI (BLUSH ON) herlina herlina
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v5i1.213

Abstract

ABSTRAK Pemerah pipi (Blush On) adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk mewarnai pipi dengan sentuhan artistik sehingga dapat meningkatkan etestika dalam tata rias. Pada kosmetik pemerah pipi (Blush On) terkadang ditemukan pewarna berbahaya seperti Rhodamin B, Methanyl Yellow, Merah K3, dan Jingga K1 yang dapat menyebabkan iritasi jika terkena kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemerah pipi (Blush On) yang beredar di Pasar Percontohan Panorama Kota Bengkulu mengandung pewarna berbahaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kromoatografi Lapis Tipis (KLT). Sampel pada penelitian ini adalah tiga Pemerah pipi (Blush On), setiap sampel ditimbang sebanyak 0,3 g. Hasil penelitian dilihat secara visual dan dibawah lampu UV dengan dihitung nilai Rf yang didapat menunjukkan ketiga sampel memiliki nilai Rf yang berbeda dari nilai Rf bahan baku, sehingga dapat dinyatakan tidak mengandung atau negatif Rhodamin B, Methanyl Yellow, Merah K3 dan Jingga K1. Kata Kunci : Pemerah Pipi, Pewarna dilarang, KLT
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SIRUP EKSTRAK DAUN BIDARA ARAB (Ziziphus mauritiana Lam) SEBAGAI ANTIPIRETIK TERHADAP MENCIT (Mus musculus) Gina Lestari
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i2.160

Abstract

Daun bidara arab (Ziziphus mauritiana Lam) merupakan bagian tumbuhan yang bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ekstrak daun bidara arab dapat diformulasikan dalam sediaan sirup dan apakah terdapat efektivitas antipiretik.Penelitian yang sudah dilakukan di laboratorium.Ekstraksi senyawa kimia dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut 96 %, ekstrak yang diperoleh diuapkan menggunakan rotary evaporator untuk mendapatkan ekstrak kental. Ada 4 formula yang digunakan yaitu F0 0%, F1 5%, F2 10%, F3 15%, selanjutnya dilakukan uji formulasi ektrak sirup daun bidara arab yaitu meliputi uji organoleptik, uji viskositas, uji pH, uji waktu tuang serta uji hedonic kemudian dilakukan pengujian efek antipiretik terhadap mencit putih jantan setelah di induksi dengan vaksin DPT selama 3 jam dengan mengukur suhu rektal hewan uji menggunakan termometer.Hasil penelitian pada Formulasi Sirup yang dapat dijadikan sebagai formulasi sirup  yaitu pada Formula 2 yaitu stabil pada uji organoleptik, uji pH, uji viskositas, dan uji waktu tuang,  yang sesuai dengan ketentuan dalam pembuatan sirup dan juga secara fisik formula 2 yang paling baik, kemudian pengukuran suhu badan mencit didapat hasil bahwa tidak terjadi penurunan suhu setelah pemberian induksi demam vaksin DPT-HB. Maka disimpulkan sirup dari ekstrak bidara arab tidak mampu menurunkan suhu demam terlihat dari setelah pemberian vaksin pada menit ke 30 sampai menit ke 180 suhu mencit mengalami peningkatan.
UJI DAYA HAMBAT DAUN KIRINYUH (Eupatorium odoratum L) PADA BAKTERI Staphylococcus aurues Devi Novia
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v5i2.294

Abstract

Kirinyuh (Eupatorium odoratum L) adalah gulma yang awalnya berasal dari Amerika Selatan dan Tengah, menyebar ke daerah tropis Asia, Afrika dan Pasifik, digolongkan sebagai gulma inpasif, semak berkayu yang berkembang cepat, juga dikenal sebagai gulma siam, berdiri membentuk padat yang dapat mencegah pertumbuhan jenis tumbuhan lainnya. Di dalam kirinyuh juga terkandung senyawa saponin yang merupakan salah satu senyawa yang mampu memacu pembentukan kolagen, yaitu protein struktur yang berperan dalam proses penyembuhan luka sekaligus mempunyai kemampuan sebagai pembersih sehingga efektif untuk penyembuh luka terbuka, sedangkan tannin dan flavonoid mempunyai aktivitas sebagai antiseptik dan antibakteri. Ekstraksi daun kirinyuh ini dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% selama 10 hari lalu dipekatkan menggunakan Rotary evaporator hingga didapat ekstrak kental. Selanjutnya ekstrak dilakukan uji karakteristik diantaranya uji rendemen, susut pengeringan, dan kadar abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun kirinyuh (Ephatorium odoratum L) dengan konsentrasi 10%.20%. 30%, 40%, 50%dapat menghambat pertumbuh bakteri Staphylococcus aureus.
PENETAPAN KADAR VITAMIN C PADA BUAH MANGGA ARUMANIS (Mangifera indica L) DAN BUAH MANGGA MACANG (Mangifera foetida Lour) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS elly mulyani
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v8i1.282

Abstract

ABSTRAK Vitamin C adalah salah satu zat gizi yang berperan sebagai antioksidan dan efektif mengatasi radikal bebas yang dapat merusak sel atau jaringan. Buah-buahan merupakan sumber vitamin C, diantarnya yaitu buah mangga. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar vitamin C dalam buah mangga menggunkan metode spektrofotometri UV-Vis, serta membandikan hasil dari kedua mangga tersebut. Sampel yang diidentifikasi yaitu buah mangga yang sudah matang. Hasil analisis vitamin C mangga arumanis menghasilkan kadar 0,0057%, sedangkan kandungan vitamin C pada buah mangga macang mengasilkan kadar 0,0094%. Dari hasil tersebut menunjukan kadar vitamin C yang didapat mangga macang lebh besar daripada mangga arumanis.
ANALISIS KADAR NATRIUM BENZOAT DALAM SAUS SAMBAL DI PASAR PANORAMA BENGKULU DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET Nurfijrin Ramadhani; Rina Septi Pratiwi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i1.10

Abstract

Natrium benzoat adalah pengawet makanan yang diizinkan oleh Pemerintah Indonesia, namun tidak boleh melebihi konsentrasi batas penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan natrium benzoat dan menentukan kadar natrium benzoat dalam saus sambal yang dijual di Pasar Panorama Bengkulu. Identifikasi natrium benzoat dilakukan dengan menggunkan FeCl3 yang ditandai dengan terbentuknya endapan berwarna jingga kecoklatan dan penentuan kadar natrium benzoat dilakukan dengan metode Spektrofotometri Ultraviolet pada panjang gelombang 272 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima sampel saus sambal A, B, C, D dan E menggunakan pengawet natrium benzoat secara berurutan sebesar 76,1 mg/kg; 45,4 mg/kg; 42,4 mg/kg; 37 mg/kg dan 26,1 mg/kg. Penggunaan natrium benzoat pada sampel saus sambal tidak melebihi ambang batas yang telah ditetapkan dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2013 yaitu 1000 mg/kg.
IDENTIFIKASI SENYAWA TANIN DARI EKSTRAK DAUN MERAMPUYAN (Rhodamnia cinerea Jack) DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS elly mulyani
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i2.44

Abstract

Tanaman Merampuyan (Rhodamnia cinerea Jack)yang jarang diketahui oleh masyarakat umum dimana tanaman ini mempunyai manfaat yang baik untuk pengobatan diare. Salah satu kandungan  metabolit sekunder dari ekstrak daun Merampuyan (Rhodamnia cinerea Jack)adalah tanin, yang dikenal sebagai senyawa yang bersifat astrigen yang digunakan untuk pengobatan antidiare.            Ekstraksi daun Merampuyan (Rhodamnia cinerea Jack) ini dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% selama 10 hari lalu dipekatkan dengan menggunakan Rotary evaporator lalu dilanjutkan lagi dengan menggunakan waterbath hingga didapat ekstrak kental. Selanjutnya dilakukan uji senyawa tanin dengan uji perubahan warna menggunakan FeCl3 1% dan gelatin 10% dan dilanjutkan dengan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT), kemudian diamati dengan lampu UV 254 nm dan 366 nm.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun Merampuyan (Rhodamnia cinerea Jack)mengandung senyawa tanin.Ditandakan dengan perubahan warna menjadi biru hijau kehitaman jika ditambahkan dengan FeCl3 1% dan endapan putih jika ditambah gelatin 10%. Lalu dibuktikan dengan pengujian menggunakan metode KLT, Rf sampel dengan Rf Baku Pembanding tidak berbeda jauh yaitu sebesar 0,89 dengan baku pembanding yang mempunyai Rf 0,85. Sehingga dapat disimpulkan bahwa daun Merampuyan (Rhodamnia cinerea Jack)mengandung senyawa tanin.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BUNGAKENOP (Gomphrena globosaL.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus) nurwani purnama aji
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i2.65

Abstract

bunga kenop (Gomphrena globosa L) memiliki efektifitas pada  luka sayat karena kandungan metabolit sekundernya yaitu saponin dan flavonoid. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak bunga kenop terhadap penyembuhan luka sayat pada kelinci (Oryctolagus cuniculus) dan untuk mengetahiu perbandingan tingkat kesembuhan ekstrak bunga kenop.Metode penelitian ini eksperimental dengan menggunakan hewan uji kelinci dengan membuat luka sayat pada kulit bagian punggung kelinci (Oryctolagus cuniculus).Kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus) yang digunakan sebanyak 5 ekor dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kontrol positif (betadine cair), kontrol negatif (vaseline flavum), dosis I ekstrak bunga kenop (5%), dosis II ekstrak bunga kenop (7,5%), dosis III ekstrak bunga kenop (10%). Punggung kelinci diinduksi menggunakan pisau bedah kemudian diukur penyembuhan luka sayat selama 7 hari.Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa variasi dosis ekstrak bunga kenop memberikan pengaruh terhadap kecepatan penyembuhan luka sayat, dimana hasil anova dua arah menunjukkan signifikansi p<0,05 hal ini berarti memberikan adanya perbedaan yang bermakna pada tiap kelompok perlakuan. Konsentrasi ekstrak bunga kenop 10% memiliki efek penyembuhan yang paling besar dibandingkan dengan konsentrasi 7,5% dan 5%.Kata kunci : Bunga kenop, luka sayat,  kelinci 
Formulasi Sabun Padat Dengan Variasi Ekstrak Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) danVirgin Coconut Oil (VCO) Betna Dewi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i1.137

Abstract

Buah kakao terdiri dari kulit buah kakao dan biji kakao.  Pengolahan biji kakao menjadi produk cokelat menghasilkan limbah kulit biji kakao yang cukup banyak, keberadaan limbah  kadang dibiarkan begitu saja menjadi sampah industri pengolahan cokelat.Formulasi sabun padat dengan ekstrak kulit buah kakao sebagai zat aktif pembuatan sabun padat. Pertama pembuatan ekstrak kulit buah kakao, kemudian diformula menjadi sabun padat natural dengan Formula F1, F2, F3 dengan kadar ekstrak kulit  buah kakao masing-masing  2g, 4g, 6g, dengan metode dingin. Sifat fisik yang di uji adalah uji organolaptis, uji homogenitas, uji pH, uji tinggi busa serta Uji Hedonik ke konsumen.Hasil uji sifat fisik  dari ketiga formula dengan kadar 2g, 4g, 6g dan variasi VCO mempengaruhi sifat fisik sabun padat yaitu pada pengujian tinggi busa, pH sabun serta mempengaruhi bentuk fisik sabun padat terutama pada warna sediaan dan semua formula tidak menyebabkan iritasi pada kulit setelah di lakukan uji hedoni.Kata Kunci         : Kosmetik, Sabun Padat ekstrak kulit buah kakao (Theobroma cacao)
EFEKTIVITAS ANALGETIK EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH PISANG KEPOK (Musa acuminata x balbisiana ‘saga’) PADAMENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus Setya Enti Rikomah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v5i2.316

Abstract

Pisang kepok (Musa acuminata x balbisiana ‘saga’) merupakan buah yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Kulit pisang merupakan limbah dari buah pisang yang umumnya belum dimanfaatkan secara nyata. Kulit buah pisang kepok (Musa acuminata x balbisiana ‘saga’) yang telah masak berwarna kuning kaya akan senyawa flavonoid, maupun senyawa fenolik lainnya. Flavonoid, alkaloid dan saponin yang terkadung dalam kulit buah pisang kepok diduga berpotensi sebagai analgesik. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu agar kulit buah pisang dapat dimanfaatkan sebagai analgetik. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode jentik ekor.Hewan uji yang digunakan 25 ekor mencit putih jantan (Mus musculus)dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol positif diberikan Ibuprofen dengan dosis 400 mg/kgBB, kontrol negatif diberikan Na CMC 0,5%, Dosis I diberikan ekstrak etanol kulit buah pisang kepok konsentrasi 1,3 mg/kgBB mencit, Dosis II diberikan ekstrak etanol kulit buah pisang kepok konsentrasi 2,6 mg/kgBB mencit, Dosis III diberikan ekstrak etanol kulit buah pisang kepok konsentrasi 3,9 mg/kgBB mencit. Serta uji evaluasi ekstrak etanol kulit buah pisang kepok yaitu uji organoleptis, uji kelarutan, uji pH dan skrining fitokimia. Hasil uji one-way anova menunjukkanterdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (0,000< 0,05). Hasil uji duncanmenunjukkan kelompok yang memberikan efektivitas analgetik terbaik adalah Dosis II (2,6 mg/kgBB mencit).